Anda di halaman 1dari 5

Osteomyelitis

Definisi

Kata “Osteomyelitis” berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu osteon (bone) dan muelinos
(marrow) dan menggambarkan suatu infeksi pada bagian ruang medula dari tulang.
Osteomielitis adalah inflamasi yang terjadi pada tulang dan sumsum tulang, infeksi yang
terjadi dapat disebabkan oleh infeksi odontogenik. Osteomyelitis dapat dinilai sebagai
suatu kondisi inflamasi tulang yang berawal dari ruang medula dan sistem haversian dan
meluas sehingga melibatkan periosteum daerah sekitarnya.

Klasifikasi

Osteomyelitis dapat diklasifikasikan menjadi supuratif atau non-supuratif dan sebagai


proses akut atau kronis. Osteomyelitis akut terjadi jika proses inflamasi akut menyebar ke
ruang medula sehingga tidak ada waktu untuk tubuh bereaksi terhadap timbulnya infiltrat
inflamasi. Osteomyelitis kronis timbul jika terdapat respon pertahanan tubuh sehingga
menghasilkan jaringan granulasi yang akan menjadi jaringan parut padat sebagai usaha
pertahanan dan mengisolasi daerah infeksi. Daerah nekrotik yang terisolasi berfungsi
sebagai penampungan bakteri dimana sulit untuk antibiotik mencapai daerah tersebut.

Tabel 1. Klasifikasi Osteomyelitis tulang rahang menurut Topazian


Etiologi

Penyebab utama dari osteomielitis adalah penyakit periodontal, seperti gingivitis,


pyorrhea, atau periodontitis. Adanya gangren radiks, karena pencabutan yang tidak
sempurna sehingga masih ada sisa akar yang tertinggal di dalam tulang rahang yang akan
memproduksi toksin yang bisa merusak tulang di sekitarnya. Pada pembedahan gigi,
trauma wajah yang melibatkan gigi, pemakaian kawat gigi, atau pemasangan alat lain yang
dapat membuat tekanan pada gigi serta dapat menarik gigi dari soketnya merupakan
penyebab-penyebab yang dapat menimbulkan osteomielitis. Selain itu, osteomielitis juga
disebabkan oleh infeksi. Infeksi ini bisa disebabkan trauma berupa penyebaran dari
stomatitis, tonsillitis, infeksi sinus, furukolosis maupun infeksi yang hematogen. Inflamasi
yang disebabkan bakteri pyogenik ini meliputi seluruh struktur yang membentuk tulang,
mulai dari medulla, korteks dan periosteum

Osteomielitis juga disebabkan oleh bakteri. Hampir seluruh organisme menjadi


bagian dari gambaran etiologi, namun staphylococci dan streptococci yang paling banyak
teridentifikasi. Osteomielitis akut yang tidak ditangani atau menerima penanganan yang
tidak adekuat dapat berlanjut menjadi osteomielitis kronis. Etiologi dari osteomielitis akut
dan kronis hampir sama. Kebanyakan kasus disebabkan oleh infeksi sehingga banyak klinisi
mengatakan osteomielitis disebabkan oleh adanya virulensi dari mikroorganisme yang
terlibat serta tergantung dari ketahanan tubuh pasien. Lokasi anatomi, status imunitas, status
gizi, usia pasien, serta ada atau tidaknya penyakit sistemik seperti Paget’s diseases,
osteoporosis, atau sickle cell disease, merupakan faktor-faktor yang mendukung terjadinya
osteomielitis. Identifikasi agen spesifik yang menjadi penyebab osteomielitis sangat sulit
baik dengan mikroskop dan secara mikrobiologi. Walaupun, agen etiologi seringkali sulit
diidentifikasi, banyak peneliti percaya bahwa bakteri (staphylococci, streptococci,
Bacteroides, Actinomyces) merupakan penyebab utama terjadinya osteomielitis kronis

Patogenesis

Patogenesis osteomielitis pada rahang biasanya ditandai dengan adanya eksudat inflamasi
yang terdiri dari fibrin, polimorfonuklear leukosit dan makrofag. Inflamasi terjadi di dalam
rongga medula dalam tulang spongiosa dan dapat melibatkan trabekula spongiosa serta
dapat mempenetrasi korteks dan mencapai periosteum. Daerah sumsum tulang dipenuhi
oleh neutrofil, debris nekrotik dan mikroorganisme. Jaringan sumsum tulang yang berlemak
dan sumsum hematopoetik menjadi nekrosis dan berganti menjadi eksudat inflamasi.
Tekanan di dalam rongga medula meningkat dan pembuluh darah menjadi hancur.
Akibatnya perfusi vaskular mengakibatkan terjadinya nekrosis pada tulang spongiosa dan
korteks. Pada tulang trabekula yang nekrosis terjadi hipereusinofilik. Osteosit membesar
dengan tepi yang berwarna biru tua. Pembentukan sequester dapat terjadi. Sequester akan
dikolonisasi oleh mikroorganisme dalam bentuk biofilm dan akan memperparah inflamasi

Infiltrat inflamasi mengandung sel plasma, selain itu juga terdapat limfosit dan makrofag.
Fibrosis pada sumsum tulang akan terjadi setelah faktor pertumbuhan fibroblas dilepas.
Pembentukan tulang baru berlangsung dengan cepat dan memicu tulang penderita menjadi
sklerosis. Aktivitas osteoblas meningkat yang mengakibatkan meningkatnya diameter
intralesional dan trabekular medula.

Gambaran Klinis

1. Osteomielitis Akut
Terdapat rasa nyeri , pyrexia, lymphadenophaty, leukositosis. Parasthesia
yang terjadi pada bibir bawah akibat terlibatnya mandibular
2. Osteomielitis Kronis
Biasanya asimtomatik tapi juga dapat timbul rasa nyeridengan intesitas yang
berbeda – beda dan tidak ada hubungannya dengan perluasan. Tetapi durasi rasa
nyeri berhubungan dengan perluasan penyakit. Apabila terjadi karena kehilangan
gigi biasanya terdapat pembengkakan rahang.
2.1 Supuratif
Terdapat rasa sakit, malaise, demam, anoreksia. Setelah 10 – 14 hari setelah
terjadi osteomyelitis supuratif, gigi – gigi yang terlibat mulai mengalami
mobility dan sensitif terhadap perkusi, pus keluar di sekitar sulkus gingiva atau
melalui fistel mukosa dan kutaneus, biasanya dijumpai halitosis pembesaran
dimensi tulang akibat peningkatan aktivitas periosteal, terbentuknya abses,
eritema, lunak apabila dipalpasi. Trismus kadang dapat terjadi sedangkan
limphadenopati sering ditemukan
2.2 Non supuratif
Istilah osteomielitis nonsupuratif menggambarkan bagian yang lebih
heterogenik dari osteomielitis kronis. Gejala klinis yang biasanya dijumpai
adalah rasa sakit yang ringan dan melambatnya pertumbuhan rahang. Gambaran
klinis yang dijumpai adalah adanya sequester yang makin membesar dan
biasanya tidak dijumpai adanya fistel

Gambaran radiografi

1. Gambaran radiografis Osteomielitis Akut

Gambar : Osteomielitis akut pada kanan mandibular setelah 2 minggu dilakukan


ekstraksi gigi 46. Gambaran panoramic memperlihatkan keabnormalan dengan
tampilan seperti normal pada soket setelah ekstraksi gigi 46.
Tanda awal dari osteomielitis adanya kehilangan struktur trabekular tulang
yang menghasilkan area fokal radiolusen. Indikator awal radigrafik adalah pelebaran
PDLS atau defek pada lamina dura. Penghancuran tulang diwalai dengan proses
dalam tulang cancellous. Kortikal Plate merupakan proses kedua dari resopsi tulang
yang progesif dan meningkatkan tekanan mendesak oleh inflamasi. Dalam 3 & 4
minggu, radiograf cenderung menjadi patologis. Temuan pada radiografi terdiri dari
area radiolusen yang tidak biasa, sequestra, reaksi periosteal terkalsififkasi dan
kadang-kadang fistula. Pada tahap lebih parah dari akut osteomielitis sequester
munkin ada pada temuan radiograf
2. Osteomielitis Kronis
Osteomielitis kronis yang mempengaruhi mandibula lebih dapat dikenali
dibandingkan apabila osteomielitis kronis yang mempengaruhi maksila.
Osteomielitis kornis pada rahang menunjukan tanda karakteristik radiografi. Prinsip
pencariannya adalah radiopasitas yang progresif dengan penghapusan dari struktur
trabekula tulang cancellous dan kehilangan tulang antara kortikal-cancellous. Tanda
radiografi secara histologis berhubungan dengan skeloris tulang degan trabekula
kasar selama proliferasi dari osteoblas melingkari tulang trabekula dan melewati
ruang sumsum

Topazian RG, Goldberg MH. Oral and Maxillofacial Infections. 3th ed.
Philadelphia.Saunders.1994: 251- 288

Neville BW, Damm DD, Allen CM, Bouquot JE. Oral and Maxillofacial Pathology.
Philadelphia. WB Saunders Company. 1995:112-114

Krakowiak P. Alveolar Osteitis and Osteomielitis of the jaws. Oral Maxillofac Surg Clin
N AM 23 2011; 401-413.

Putra R.F., Sulistyani L.D., 2009, Osteomielitis Kronis Mandibila pada Anakanak dan
Dewasa, Jurnal PDGI, Volume 58, Nomor 3, Hal. 22