Anda di halaman 1dari 13

PERTANYAAN UNTUK KAJI – ULANG

1. Gunakan perpotongan Keynesian untuk menjelaskan mengapa kebijakan fisikal


memiliki efek berantai pada pendapatan nasional.

Jawab : perpotongan menunjukkan bagaimana pendapatan Y ditentukan untuk tingkat


investasi yang direncanakan tertentu I dan Kebijakan Fisikal G dan T. Kemudian
kebijakan fisikal mempengaruhi penggadaan belanja pemerintah.

2. Gunakan teori prefensi likuiditas untuk menjelaskan mengapa kenaikan dalam


penawaran uang menurunkan tingkat bunga. Apakah penjelasan ini mengasumsikan
tingkat harga ?
Jawab :
Teori prefensi likuiditas, penawaran dan permintaan uang akan keseimbangan uang
rill menentukan tingkat bunga yang akan muncul di perekonomian. Yaitu tingkat
bunga disesuaikan untuk menyeimbangkan pasar uang.
Jika bank sentral tiba-tiba mengurangi jumlah uang beredar. Penurunan dalam M
mengurangi M/P, karena P adalah tetap dalam model. Tingkat bunga ekuilibrium naik
ke r2, dan tingkat bunga yang lebih tinggi membuat orang-orang puas untuk
memegang uang jumlah uang rill yang lebih sedikit. Sebaliknya,akan terjadi jika tiba-
tiba meningkatkan jumlah uang beredar. Jadi menurut teori prefensi likuiditas,
penurunan jumlah uang yang beredar menaikkan tingkat bunga, dan kenaikan jumlah
uang beredar menurunkan tingkat bunga.
3. Mengapa Kurva IS miring ke bawah ?
Jawab:

Kurva is adalah kombinasi antara suku bunga dan tingkat pendapatan, dimana pasar
barang berada dalam kondisi keseimbangan. Kurva is memiliki kemiringan negative
(miring ke bawah ) karena kenaikan suku bunga akan menurunkan pengeluaran investasi
yang direncanakan, dan juga menurunkan permintaan agregat termasuk mengurangi
keseimbangan pendapatan.

4. Mengapa kurva LM miring ke atas ?


Jawab :

Kurva LM memiliki kemiringan positif. kurva LM menggaambarkan hubungan di


antara tingkat pendapatan dan tingkat bunga. Semakin tinggi tingkat pendapatan maka
semakin tinggi permintaan terhadap keseimbangan uang rill.dan semakin tinggi tingkat
bunga keseimbangan.

SOAL – SOAL DAN APLIKASI

1. Gunakanlah perpotongan Keynesian untuk memprediksi dampak

Keterangan :

Pengeluaran Yang direncanakan atau Planned Expenditure (E) : jumlah uang yang
dikeluarkan rumah tangga, perusahaan, dan pemerintah yang ingin dibelanjakan untuk
barang dan jasa.
Pengeluaran Aktual (Actual Expenditure (Y)) adalah Jumlah uang yang dikeluarkan
rumah tangga, perusahaan, dan pemerintah belanjakan untuk barang dan jasa GDP/produk
domestik bruto
a. Kenaikan dalam pembelian pemerintah dengan perpotongan Keynesian

= kenaikan pembelian pemerintah


( belanja pemerintah ) mempengaruhi perekonomian. Pembelian pemerintah salah satu
komponen dari pengeluaran (E). Jika pembelian pemerintah lebih tinggi akan mengakibatkan
pengeluaran yang direncanakan akan lebih tinggi pula. Ketika pembelian pemerintah sama
dengan pengeluaran yang direncakana maka akan terjadinya Ekuilibrium dimana pendapatan
pemerintah (Y) sama dengan pengeluaran yang direncanakan (E). Jika pembelian pemerintah
meningkatkan pendapatan dan konsumsi. ketika ada kenaikan belanja pemerintah ,
pendapatan juga akan meningkat sebesar . Namun hal in tidak terlepas dengan kaitan
dengan kebijakan fisikal yang mempengaruhi pendapatan dan pembelian pemerintah.
b. Kenaikan dalam pajak dengan perpotongan Keynesian

= Kenaikan pajak menggeser kurva ke kiri. Karena pendapatan turun hal itu disebabkan pajak
yang lebih tinggi mengurangi pengeluaran konsumen. Selain itu pendapatan yang lebih
rendah mengurangin permintaan uang sehingga menyebabkan tingkat bunga turun. Namun
disis lain dengan menurunya tingkat bunga membuat investasi meningkat. Kemudian jika
pajak yang rendah akan meningkatkan pengeluaran konsumen yang akan meningkatkan
pendapatan. Selanjutnya pendapatan yang tinggi akan meningkatkan permintaan uang
sehingga menyebabkan tingkat bunga yang tinggi. Tetapi dengan tingginya bunga membuat
invastasi akan menurun.

c. Kenaikan yang sama dalam pembelian pemerintah dan pajak dalam perpotongan
keynesian.

= Dalam perpotongan Keynesian, tingkat pendapatan juga tergantung pada belanja


pemerintah G dan pajak T. Kurva IS digambar untuk kebijakan fiskal tertentu; yaitu ketika
membuat kurva IS, G dan T tetap. Ketika kebijakan fiskal berubah maka kurva IS akan
bergeser. Kenaikan pajak menurunkan pengeluaran dan pendapatan, maka hal itu menggeser
kurva IS ke kiri. Penurunan belanja pemerintah atau kenaikan pajak akan mengurangi
pendapatan karena perubahan dalam kebijaan fiskal menggeser kurva IS ke kiri.

2. Dalam perpotongan Keynesian, asumsikan bahwa fungsi konsumsi diberikan oleh

C = 200 + 0.75 (Y –T)


Investasi yang direncanakan adalah 100; belanja pemerintah dan pajak adalah 100.
a. Gambarlah pengeluaran yang direncanakan sebagai fungsi pendapatan.
b. Berapakah ekuilibrium tingkat pendapatan?
c. Jika ekuilibrium pemerintah naik menjadi 125, berapakah ekuilibrium pendapatan
yang baru?
d. Berapakah tingkat belanja pemerintah yang dibutuhkan mencapai pendapatan sebesar
1.600?

Jawab

a. Gambarlah Pengeluaran yang direncanakan sebagai fungsi pendapaptan.

b. Berapakah ekuilibrium tingkat pendapatan?

E=C+I+G
Pengeluaran yang direncanakan,

E = C(Y-T) + I + G

E = (200 + 0,75 (Y – T)) + 100 + 100 MPC


E = (200 + 0,75 ( Y – 100)) + 200
E = (200 – 75 + 0,75 Y) + 200
E = (125 + 0,75 Y) + 200
E = 325 + 0,75 Y

E=Y
0,25Y = 325
Y = 1.300 Kondisi ekulibrium tingkat pendapatan

c. Jika ekuilibrium pemerintah naik menjadi 125, berapakah ekuilibrium pendapatan


yang baru ?

E=C+I+G

Pengeluaran yang direncanakan,

E = C(Y-T) + I + G
E = (200 + 0,75 (Y – T)) + 100 + 125
E = (200 + 0,75 ( Y – 100)) + 225
E = (200 – 75 + 0,75 Y) + 225
E = (125 + 0,75 Y) + 225
E = 450 + 0,75 Y

E=Y
0,25Y = 425
Y = 1.700 Kondisi ekulibrium tingkat pendapatan

d. Berapakah tingkat belanja pemerintah yang dibutuhkan mencapai pendapatan sebesar


1.600?
E=C+I+G
Pengeluaran yang direncanakan,

E = C(Y-T) + I + G

E = (200 + 0,75 (Y – T)) + 100 + G


E = (200 + 0,75 (1.600 – 100)) + G
E = (200 + 0,75 (1.500)) + 100 + G
E = (200 + 1.125) + 100 + G
E = 1.325 + 100 + G
G = - 1.425

3. Meskipun perpotongan keynesian dalam bab ini mengasumsikan bahwa pajak merupakan
jumlah yang tetap, berbagai negara (termasuk Amerika Serikat) pajak tergantung pada
pendapatan. Tunjukkanlah sistem pajak sebagai

T = T + tY

Di mana T dan t adalah parameter dari kode pajak. Parameter t adalah tingkat pajak
marjinal : jika pendapatan meningkat sebesar $1, pajak naik sebesar t x $1.

a. Bagaimana sistem pajak ini mengubah cara konsumsi menanggapi perubahan dalam GDP.
b. Dalam perpotongan Keynesian, bagaimana sistem pajak ini mengubah pengganda
pembelian pemerintah
c. Dalam Model IS-LM, bagaimana sistem pajak ini mengubah kemiringan kurva IS

Jawab :

a. Bagaimana sistem pajak ini mengubah cara konsumsi menanggapi perubahan dalam
GDP.

E Y=E

Pengeluaran direncanakan,
E=C+I+G

E1

E2
Pendapatan, output, Y
Y2 Y1

= ketika pajak meningkat sebesar t x $1, maka meningkatkan pendapatan sebesar $1. Jika ini
terjadi maka pengurangan konsumsi atau marjinal consumsi akan turun ke bawah (MPC). Hal
ini akan merubah pengeluaran yang direncanakan (E) akan bergerak ke bawah. Pajak tinggi
masyarakat akan mengurangi pembelian barang maupun jasa yang akan mengurangi
pendapatan nasional. Kemudian permintaan akan barang yang dibutuhkan masyarakat akan
berkurang seiring tingginya pajak yang berlaku.
b. Dalam perpotongan Keynesian, bagaimana sistem pajak ini mengubah pengganda
pembelian pemerintah.
Y=E
E

Pengeluaran direncanakan,
E=C+I+G

E1

E2
Pendapatan, output, Y
Y2 Y1

= pengganda pembelian pemerintah akan menurun. kita ketahui bahawasannya ketika


pengeluaran yang direncanakan menurun (E) maka pembelian pemerintah akan menurun pula
(Y). Pembelian pemerintah akan menurun disebabkan berkurang nya pendapatan nasional
secara agregat. Kemudian pendapatan nasioanl ini berkurang juga karena masyarakat
mengurangi konsumsinya (C) untuk membeli barang dan jasa yang disebabkan tingginya
pajak yang berlaku. Tinggi nya pajak tidak seiring pendapatan masyarakat sehingga
masyarakat akan lebih hemat dalam menggunakan uangnya untuk memenuhi kebutuhannya.
Tak hanya itu masyarakat juga akan mengurangi untuk menabung ke bank (I).

c. Dalam Model IS-LM, bagaimana sistem pajak ini mengubah kemiringan kurva IS

I LM

E0
I0

I1 E1 IS0(G0)

IS1(G1)

= Ketika pemerintah menurunkan belanjanya


Y1 atas barang dan jasa, pengeluaran yang
I1
Y0 Pendapatan, output, Y
I1
direncanakan akan turun. Penurunan pengeluaran yang direncakan ini akan mendorong
produksi barang dan jasa, yang menyebabkan pendapatan total Y berkurang. Selain itu
mendorong menurunny tingkat bunga. Namun dengan menurunnya tingkat bunga membuat
perusahaan meningkatkan investasinya.

4. Perhatikannlah dampak kenaikan dalam sikap hemat dalam perpotongan Keynesian.


Anggaplah fungsi konsumsi adalah

C = C + c(Y – T)

Di mana C adalah parameter yang disebut konsumsi swantantra (autonomous consumptions)


dan c adalah kecenderungan mengkonsumsi marjinal.

a. apa yang terjadi pada pendapatan keseimbangan ketika masyarakat menjadi lebih hemat,
sebagaimana ditunjukkan oleh penurunan dalam C ?
b. Apa yang terjadi pada tabungan keseimbangan ?
c. Mengapa anda menganggap hasil ini disebut paradoks sikap hemat (paradoks of thrift) ?
d. Apakah paradoks ini muncul dalam model klasik pada bab 3 ? mengapa ?

Jawab :

a. apa yang terjadi pada pendapatan keseimbangan ketika masyarakat menjadi lebih
hemat, sebagaimana ditunjukkan oleh penurunan dalam C ?

= Ketika Masyarakat menjadi lebih hemat akan terjadi pengurangan belanja investasinya. Hal
ini terjadi karena masyarakat memiliki pendapatan yang rendah sehingga akan
mengakibatkan masyarakat akan mengurangi belanja investasinya. Kemudian perubahan
keseimbangan pendapatan akan menurun ke bawah.

b. Apa yang terjadi pada tabungan keseimbangan ?


= Pada saat masyarakat menjadi lebih hemat untuk membelanjakan suatu barang dan jasa. Ini
disebabkan pendapatan mereka menurun. Menurunnya pendapatan juga dipengaruhi oleh
rendahnyanya suku bunga bank untuk menanbung. Ketika suku bunga bank lebih tinggi,
masyarakat akan terdorong menabung dengan pendapatan yang rendah. Yang akhirnya
keseimbangan tabungan kurva IS nya melandai ke bawah dan fungsi investasi akan bergeser
ke kiri. Selain itu suku bunga yang tinggi juga akan mengakibatkan melonjaknya biaya modal
perusahaan sehingga akan mengalami persaingan dalam berinvestasi. Hal ini akan
mengakibatkan perusahan untuk mengurangi produksinya yang akan mengakibatkan
berkurangnya pendapatan yang diperoleh perusahaan.
Sebaliknya suku bunga yang rendah, baik suku bunga pinjaman maupun suku bunga
simpanan akan menimbulkan dampak menurunnya keinginan masyarakat untuk menabung
sedangkan bagi perusahaan dapat mengambil kredit untuk menambah modal atau investasi
dengan bunga yang rendah.
c. Mengapa anda menganggap hasil ini disebut paradoks sikap hemat (paradoks of
thrift) ?

= hal ini dilihat dari sikap masyarakat untuk mengurangi pembelian barang dan jasa untuk
memenuhi kebutuhannya. Pengurang pembelian masyarakat dipengaruhi pendapatan
masyarakat itu sendiri masih rendah, tinggi nya pajak dan rendahnya suku bunga di bank
yang berlaku.

d. Apakah paradoks ini muncul dalam model klasik pada bab 3 ? mengapa ?

= alasan terjadinya paradoks masyarakat menghemat membeli barang dan jasanya tidak
terpapar pada model teori ekonomi klasik. Karenavpenawaran agregat yang bukanlah
menentukan pendapatan nasional. Namun, permintaan agregat rendah bertanggung jawab atas
rendahnya pendapatan dan tingginya pengangguran yang mencirikan kemerosotan ekonomi
dan berkurangnya masyarakat mengkonsumsi barang dan jasa yang ditawarkan yang
dipengaruhi olah pendapatan masyarakat itu sendiri.

5. Anggaplah fungsi permintaan uang adalah

(M/P)d = 1000-1000r,
Dimana r adalah tingkat suku bunga dalam persen.
Penawaran uang M adalah 1000 dan tingkat harga P adalah 2
a. Gambarlah kurva permintaan dan penawaran untuk keseimbangan uang riil
b. Berapakah tingkat bunga keseimbangan
c. Asumsikanlah bahwa tingkat harga adalah tetap. Apa yang terjadi pada tingkat bunga
keseimbangan jika penawaran uang naik dari 1000 menjadi 1200
d. Jika Fed ingin menaikkan tingkat bunga menjadi 7 persen, berapakah penawaran uang yang
harus ditetapkan
Jawab:
a. Kurva penawaran dan permintaan untuk keseimbangan uang rill

Tingkat bunga, r Penawaran

Tingkat bunga
ekuilibrium

Permintaan, L(r)
Keseimbangan unag riil, M/P
M /P
• Penawaran dan permintaan terhadap keseimbangan uang riil menentukan tingkat bunga
• Kurva penawaran untuk keseimbangan uang riil adalah vertikal krn penawaran tdk tergantung
pada tingkat bunga
• Kurva permintaan miring ke bawah krn tingkat bunga yg lebih tinggi meningkatkan biaya
memegang uang dan menurunkan kuantitas yang diminta
• Pd tingkat bunga ekulibrium, jumlah keseimbangan uang riil yg diminta = jumlah
penawarannya

b. Misal d =1
M =1000
P =2
(M/P)d =1000-1000r
(1000/2) =1000-1000r
5001 =1000-1000r
1000r =1000-500
1000r =500
r =0,5 %

c. Jika harga tetap, apa yang terjadi pada tingkat bunga keseimbangan jika penawaran naik dari
1000 ke 1200?
Tingkat bunga r
Kenaikan jumlah uang yang
beredar

r2

r1 L(r)
1000 1200

Menurunkan tingkat suku bunga


d. Jika tingkat suku bunga 7%, berapa penawaran yang harus ditetapkan
r= 7%
       (M/P)s =1000-1000r
(M/P)s = 1000-1000(7%)
(M/P)s = 100-70
       (M/P)s = 930