Anda di halaman 1dari 8

http://jurnal.fk.unand.ac.

id 1

Artikel Penelitian

ANALISIS FAKTOR KUALITAS PELAYANANTERHADAP


KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN RSUD DR. ACHMAD
DARWIS
Rensiner1, Vivi Yanti Azwar2, Abdi Setya Putra3

ABSTRAK

RSUD Dr. Achmad Darwis merupakan rumah sakit Kelas C di Kabupaten Lima Puluh Kota yang telah
ditetapkan sebagai PPK BLUD. Setelah empat tahun proses pengembangan, masih terdapat keluhan pasien yang
ditemukan bahwa masih kurangnya pelayanan, salah satunya pelayanan rawat jalan, diantaranya proses
pendaftaran yang rumit dan lama, dokter yang sering terlambat masuk. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis
pengaruh faktor kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat jalan di RSUD Dr. Achmad Darwis. Penelitian
ini menggunakan metode campuran model sequential explanatory, yaitu dengan menggabungkan penelitian
kuantitatif dan penelitian kualitatif. Secara berurutan. Teknik sampel secara purposive sampling, sebanyak 110
sampel. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden menyatakan puas pada pelayanan perawat di
poliklinik rawat jalan, apotik dan pelayanan dokter. Sedangkan untuk pelayanan diloket pendaftaran serta sarana
prasarana di poliklinik rawat jalan sebagian besar responden menyatakan kurang puas. Dari hasil wawancara
mendalam faktor penyebab permasalahan, diantaranya pelayanan di loket pendaftaran yang lama, keterlambatan
kedatangan dokter di poliklinik dan kenyamanan di ruang tunggu. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa
terdapat hubungan yang signifikan antara keandalan, ketanggapan, keyakinan, empati dan bukti fisik dengan
kepuasan pasien di Poliklinik rawat jalan RSUD Dr. Achmad Darwis. Variabel yang paling berpengaruh adalah
kualitas pelayanan perawat. Saran perbaikan lebih ditujukan terhadap peningkatan sistem pelayanan di poliklinik
rawat jalan dan peningkatan kualitas dan kuantitas SDM serta renovasi gedung pelayanan di poliklinik rawat jalan.
Kata Kunci: kepuasan; kualitas pelayanan; rawat jalan

ABSTRACT

Regional Public Hospitalof Dr. Achmad Darwis is the hospital with C class in Lima Puluh Kota. It has been
set as Regional Public Service Systemof Financial Management Institution. After four years of development process,
still many complaints finding that still lock of service, one of them outpatient cervice. The purpose of this research to
analyze the effect of quality factor about outpatient satisfaction at Regional Public Hospital of Dr. Achmad Darwis.
This research use mix method sequential explanatory model, by combine design of qualitative research and
quantitative research sequentially. The sample technique ispurposive sampling, as many as 110 samples. The result
of the research show almost of responden said satisfied on nursing service in outpatient polyclinic, pharmacies and
doctor service. While to service in registration counters also infrastucture in outpatient polyclinic almost of responden
said less satisfied. Base on deep interview get the result factors of the problem, which is service problem and comfort
on the reception area in registration counter, polyclinic and pharmacies. From the research can be concluded that:
There are significants relationship between reliability, responsiveness, assurance, empathy and tangible with patient
satisfaction in outpatient clinic Regional Public Hospital of Dr. Achmad Darwis. The most influentialvariable is the
quality of nursing services. Suggestions for improvement are directed towards improving service system in outpatient
polyclinics and increasing the quality and quantity of human resources as well as renovation of outpatient polyclinic
service building.
Keyword: satisfaction; quality service; outpatient policlinic

Affiliasi penulis : berkesinambungan.1 Tuntutan masyarakat saat ini


1.BLUD RSUD Dr. Achmad Darwis Kab. Lima Puluh Kota. 2. RSUP
DR. M. Djamil Padang. 3. Semen Padang Hospital. bahwa rumah sakit harus dapat memberikan
Korespondensi : Rensiner, email : rensdami@gmail.com. Telp/Hp.
085278182666. pelayanan yang one stop services, artinya seluruh

Pendahuluan kebutuhan pelayanan kesehatan terkait pasien harus


dapat dilayani oleh rumah sakit secara cepat, akurat,
Tren baru dalam pelayanan rumah sakit dunia
bermutu dan terjangkau, yang pada akhirnya dapat
internasional saat ini adalah bagaimana membangun
memberikan kepuasan dalam hasil perawatan sesuai
pelayanan yang berfokus pada pasien dan
dengan penyakit yang dideritanya.2
memberikan pelayanan kesehatan yang lebih aman
Terciptanya kenyamanan dan kepuasan pasien
yang dilandasi dengan perbaikan kualitas secara

Jurnal Kesehatan Andalas. 2018; 7(Supplement 2)


http://jurnal.fk.unand.ac.id 2

yang berobat di rumah sakit akan meningkatkan nya respon dokter terhadap keluhan dan permintaan
kunjungan, yang akan berdampak terhadap peningkat pasien.7 Hasil survei pendahuluan yang dilakukan
an sumber pendapatan bagi rumah sakit tersebut.3 pada tanggal 8 sampai 20 Mei 2017. Melaui
Rumah sakit dengan kualitas yang baik sangat pengamatan dan wawancara langsung terhadap 20
tergantung pada sumber daya yang ada, seperti orang pasien pengunjung rawat jalan, didapatkan
pelayanan dokter, perawat, staf/ karyawan serta beberapa informasi diantaranya waktu tunggu di loket
fasilitas sarana dan prasarana yang tersedia, termasuk pendaftaran yang lama (20-30 menit), waktu tunggu
keamanan lingkungan. Banyak survey menunjukan pelayanan dokter juga lama (1-2 jam) dan permasalah
bahwa pelanggan yang puas, umumnya akan an kedatangan status pasien dari loket pendaftaran ke
menceritakan kepada sekitar 2-4 orang. Sebaliknya, meja dokter di poliklnik yang cukup lama. Suasana
apabila mereka tidak puas, mereka akan menceritakan ruang tunggu yang sempit dan tidak teratur juga salah
kepada sekitar 8-12 orang, sehingga diharapkan satu keluhan yang ditemukan dari hasil survey
mampu menciptakan rasa loyalitas pada suatu pendahuluan tersebut.
perusahaan.4 Dalam pengalaman sehari-hari, ketidak Bertitik tolak dari permasalahan diatas penulis
puasan pasien yang paling sering dikemukakan dalam tergugah untuk melakukan penelitian dengan judul
kaitannya dengan sikap dan perilaku petugas, antara “Analisis Faktor Kualitas Pelayanan Terhadap
lain: keterlambatan pelayanan dokter dan perawat, Kepuasan Pasien Rawat Jalan RSUD Dr. Achmad
dokter sulit ditemui, dokter yang kurang komunikatif Darwis Lima Puluh Kota’’.
dan informatif, lamanya proses masuk rawat, aspek
pelayanan, serta ketertiban dan kebersihan lingkung METODE PENELITIAN
an.5 Jenis penelitian yang digunakan pada
RSUD Dr. Achmad Darwis merupakan satu- penelitian ini adalah metode campuran model
satunya rumah sakit di Kabupaten Lima Puluh Kota sequential explanatory, yaitu dengan menggabung kan
dengan Kelas C yang berkapasitas 101 tempat tidur rancangan penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif
yang telah ditetapkan sebagai PPK BLUD sejak tahun secara berurutan.8 Pengambilan sampel dalam
2014, yang mana rumah sakit diberi keleluasaan penelitian ini dilakukan secara purposive sampling
secara fleksibel untuk mengelola sistim keuangan dengan menggunakan angket (kuesioner), wawancara
sendiri dengan menerapkan praktek-praktek bisnis mendalam (indepth interview) dan observasi.
yang sehat untuk meningkatkan mutu pelayanan Analisis data menggunakan Analisis deskriptif
kepada masyarakat, yang berorientasi terhadap secara Univariat dan Korelasi Pearson Product-
kepuasan setiap pelanggan. RSUD Dr. Achmad Moment secara Bivariat dan Thematic Analysis.8
Darwis secara bertahap sudah berupaya berbenah diri Penelitian ini dilakukan pada poliklinik rawat jalan
dalam memperbaiki kualitas pelayanan yang lebih RSUD Dr. Achmad Darwis Lima Puluh Kota bulan Mei
baik, diantaranya peningkatan kualitas SDM dan s.d bulan Agustus 2017.
melengkapi sarana fisik dan peralatan yang mutakhir,
sesuai dengan visi rumah sakit “Terwujudnya RSUD HASIL
Dr. Achmad Darwis yang Menjadi Pilihan Pertama 1. Karakteristik Responden

Masyarakat Lima Puluh Kota dan sekitarnya”.6 Berdasarkan karakteristik responden dijelas

Setelah lebih kurang empat tahun proses kan bahwa jenis kelamin wanita lebih banyak

pengembangan, masih terdapat keluhan dari (62.4%). Berdasarkan usia diperoleh nilai tertinggi

pengunjung tentang masalah kurangnya pelayanan di pada kisaran usia 36-45 tahun (24,8%). Pendidikan

RSUD Dr. Achmad Darwis Lima Puluh Kota, salah responden tertinggi SLTA (46.8%). Pekerjaan

satunya pelayanan rawat jalan. Keluhan yang responden yang mayoritas yaitu ibu rumah tangga

dirasakan diantaranya proses pendaftaran yang rumit (28.4%). Jumlah layanan yang paling banyak adalah

dan lama, dokter yang sering terlambat dan kurang kunjungan spesialis penyakit dalam (24,8%).

Jurnal Kesehatan Andalas. 2018; 7(Supplement 2)


http://jurnal.fk.unand.ac.id 3

Dari hasil penelitian sebagian besar responden keandalan, ketanggapan, keyakinan,empati dan bukti
menyatakan kurang puas dengan sarana dan fisik dengan kepuasan pasien rawat jalan. Analisis
prasarana pelayanan poliklinik rawat jalan, yaitu korelasi faktor kualitas pelayanan di apotek didapatkan
sebanyak 78,9% dan pelayanan di loket pendaftaran hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara
64,2%. keandalan, ketanggapan dan keyakinan dengan
kepuasan pasien rawat jalan. Hasil analisis korelasi
2. Distribusi Frekwensi
faktor fasilitas dan lingkungan didapatkan hasil bahwa
Pada variabel keandalan didapatkan pada
terdapat hubungan yang signifikan antara bukti fisik 1,
pernyataan 2 (jadwal kedatangan dokter di poliklinik)
bukti fisik 2 dan bukti fisik 3 dengan kepuasan pasien
sebagian besar responden menyatakan kurang setuju
rawat jalan di RSUD Dr. Achmad Darwis Lima Puluh
(32,1%) dan tidak setuju (30,3%). Pada variabel
Kota.
ketanggapan didapatkan hasil Sebagian besar
Dari hasil uji koefisien determinasi (R2),
responden menyatakan kurang setuju dengan
besaran pengaruh kualitas pelayanan terhadap
pernyataan 1 (waktu tunggu di loket pendaftaran) =
kepuasan pasien rawat jalan adalah : kualitas
56,0%, sedangkan pada pernyataan 2 (waktu tunggu
pelayanan di loket pendaftaran 57,7%, kualitas
kedatangan dokter dipoliklinik) 32,1% responden
pelayanan dokter 55,4%, kualitas pelayanan perawat
menyatakan kurang setuju. Untuk pernyataan 4 (waktu
63,5%, kualitas pelayanan apotek 27,9%, dan kualitas
tunggu pelayanan obat diapotek) sebagian besar
fasilitas dan lingkungan 40,3%. Dengan demikian
pasien sudah setuju 49,5%, namun dengan jumlah
faktor yang paling berpengaruh terhadap kepuasan
yang hampir sama sebagian lagi menyatakan masih
pasien rawat jalan adalah kualitas pelayanan perawat,
kurang setuju 48,6%. Dari 4 pernyataan yang
yaitu 63,5%.
disampaikan pada variabel empati sebagian besar
responden menyatakan kurang setuju (47,7%) dengan 2. Analisis Kualitatif
pernyataan nomor 4 (petugas menjelaskan dosis dan 1) Pelayanan Perawat
aturan minum obat kepada pasien). Hasil wawancara mendalam dan observasi
Dari 6 sub variabel yang tercantum pada dijelaskan bahwa pelayanan perawat sudah cukup
variabel bukti fisik, 5 pernyataan hampir semua bagus dan memuaskan sebagian besar pasien, dan
responden menyatakan tidak setuju dan kurang setuju, pelayanan telah diupayakan sesuai dengan SOP yang
diantaranya pernyataan 1 sampai dengan pernyataan diterbitkan di RS, namun jumlah perawat belum sesuai
5, sementara 1 pernyataan yang sebagian besar dengan jumlah pelayanan yang ada. Masih ada
responden menyatakan sangat setuju (57,8%) yaitu perawat yang tugas rangkap. Kondisi sarana dan
Penampilan perawat bersih dan rapi. prasarana di poliklinik yang tidak representatif dan
masalah keterlambatan dokter dan sistim pelayanan
3. Analisis Hubungan Kualitas Pelayanan
rekam medik sangat berpengaruh terhadap kelancaran
dengan Kepuasan Pasien Rawat jalan
pelayanan perawat di poliklinik rawat jalan.
Pada analisis korelasi faktor kualitas pelayanan
loket pendaftaran didapatkan hasil bahwa terdapat 2) Pelayanan di loket pendaftaran
hubungan yang signifikan antara ketanggapan dan Hasil wawancara mendalam dan observasi
bukti fisik dengan kepuasan pasien rawat jalan. dijelaskan bahwa lama waktu tunggu di loket
Analisis korelasi faktor kualitas pelayanan dokter pendaftaran disebabkan oleh beberapa faktor,
didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang diantaranya administrasi BPJS yang kurang lengkap,
signifikan antara keandalan, ketanggapan, keyakinan proses kerja komputer (SIM-RS) yang lama, sistem
dan empati dengan kepuasan pasien rawat jalan di antrian yang masih manual dan jumlah petugas yang
RSUD Dr. Achmad Darwis Lima Puluh Kota. kurang. Masalah lain seperti tidak ada pengeras suara,
Analisis korelasi faktor kualitas pelayanan jarak loket pendaftaran dan poliklinik cukup jauh,
perawat terdapat hubungan yang signifikan antara petunjuk arah tidak tersedia. Petugas cukup ramah

Jurnal Kesehatan Andalas. 2018; 7(Supplement 2)


http://jurnal.fk.unand.ac.id 4

dan perhatian. Pada tahun ini rencana pembangunan sakit menjelaskan bahwa masalah ini sudah dibahas
gedung polikliniik baru yang representatif dilengkapi pada pertemuan RS dan Pemkab, namun untuk
dengan ruang rekam medis dan loket pendaftaran rencana pembangun gedung farmasi baru belum
dengan satu pintu yang diperkirakan pada tahun 2018 dianggarkan.
sudah bisa difungsikan.
PEMBAHASAN
3) Pelayanan Dokter
1) Tingkat Kepuasan Pasien terhadap kualitas
Hasil wawancara mendalam terkait dengan
pelayanan rawat jalan di RSUD Dr. Achmad
pelayanan dokter di poliklinik rawat jalan didapatkan
Darwis
penjelasan bahwa dokter lama masuk ke poli dan
Pada penelitian ini tingkat kepuasan pasien
waktu tunggu pelayanan dokter lama sangat
terhadap kualitas pelayanan rawat jalan, didapatkan
berpengaruh terhadap kepuasan pasien di poliklinik.
hasil bahwasebagian besar responden menyatakan
Faktor keterlambatan dokter dipengaruhi oleh jumlah
kurang puas terhadap pelayanan di loket pendaftaran
dokter yang kurang, beban kerja dan jarak domisili.
dan sarana dan prasarana pada poliklinik rawat jalan.
Kondisi ruangan yang tidak representatif dan fasilitas
Dari hasil wawancara mendalam permasalahan
ruangan yang tidak layak pakai ditambah dengan
yang ditemukan pada pelayanan di loket pendaftaran,
status lama dari loket mempengaruhi terhadap
diantaranya waktu tunggu di loket pendaftaran lama,
kenyamanan dokter dalam pelayanan. SPM kunjungan
antrian yang masih menggunakan keranjang (manual),
dokter telah ditetapkan, namun belum berjalan sesuai
belum ada kartu antrian, pasien peserta BPJS yang
semestinya.
urusan surat menyurat dan administrasi yang kurang
4) Fasilitas dan Lingkungan lengkap, menambah lamanya proses pelayanan di
Hasil wawancara mendalam terkait dengan loket pendaftaran, jumlah petugas pendaftaran yang
fasilitas dan lingkungan di poliklinik rawat jalan RSUD melayani kurang, dengan satu loket pendaftaran saja,
Dr. Achmad Darwis dijelaskan bahwa permasalahan ruang tunggu diloket pendaftaran kecil dan sempit,
terdapat pada kondisi ruangan yang sempit dan tidak kursi di ruang tunggu tidak cukup setiap hari, jarak
representatif yang ditambah dengan fasilitas yang loket pendaftaran dengan poliklinik cukup terpisah
belum memadai sangat berpengaruh terhadap jauh, informasi petunjuk arah dari loket pendaftaran ke
kelancaran pelayanan di poliklinik rawat jalan, baik poliklinik,alur layanan di rumah sakit dan informasi
terhadap kenyamanan pasien maupun petugas. jadwal kunjungan dokter tidak ada.
Rencana pembangunan gedung poliklinik baru dalam Hasil wawancara mendalam dengan petugas di
proses, namun karena keterbatasan dana anggaran loket pendaftaran dan petugas BPJS, didapatkan hasil
baru tahun ini dianggarkan. Diperkirakan tahun 2018 bahwa masih banyak permasalahan yang dirasakan di
sudah dapat dioperasikan. loket pendaftaran, diantaranya jumlah petugas masih
terbatas, ruang penyimpanan status pasien juga
5) Pelayanan Apotek
terbatas, entri data dilakukan masih manual. SIM RS
Hasil wawancara mendalam terkait dengan
belum bisa bekerja secara digital, karena bermasalah
pelayanan di apotek didapatkan hasil bahwa
pada sistemnya, sehingga proses kerjanya agak lama.
permasalahan terkait dengan kondisi ruangan dan
Masalah lain terkait pengembalian status pasien rawat
lemari obat masih terbatas, banyak obat-obatan yang
inap sering terlambat dikembalikan ke rekam medik
ditumpuk disana sini. Begitu juga dengan ruang tunggu
dan ruang tunggu loket pendaftaran yang kecil dan
juga sempit dan jumlah kursi sedikit berpengaruh
sempit dengan jumlah kursi yang tidak sebanding
terhadap kenyamanan pasien menebus obat di apotek.
dengan jumlah kunjungan setiap hari. Petugas BPJS
Masalah lain mengenai penjelasan aturan dan dosis
juga menjelaskan bahwa persyaratan BPJS seperti
obat pada saat tertentu saja, namun ada tercatat di
kartu BPJS atau rujukan sangat berpengaruh terhadap
bungkus obat dengan jelas. Pihak manajemen rumah
sistem komputerisasi online.

Jurnal Kesehatan Andalas. 2018; 7(Supplement 2)


http://jurnal.fk.unand.ac.id 5

Berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan 1. Variabel Keandalan


oleh Aulia Utami Dewi tentang Hubungan Waktu Pada variabel keandalan didapatkan hasil
Tunggu Pendaftaran Dengan Kepuasan Pasien Di sebagian besar responden menyatakan setuju pada
Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan (TPPRJ) pernyataan prosedur pendaftaran rawat jalan yang
RSUD Sukoharjo tahun 2015, didapatkan hasil bahwa mudah dan tidak berbelit-belit, penyampaian informasi
dari 95 orang, sebagian besar responden merasa puas dari perawat dengan baik dan jelas dan kelancaran
dengan pelayanan di TPPRJ RSUD Sukoharjo. pelayanan obat di farmasi. Sedangkan pada
Sedangkan waktu tunggu di loket pendaftaran pernyataan dokter datang tepat waktu sesuai dengan
didapatkan hasil sebagian besar responden dalam jadwal di poliklinik sebagian besar responden
kategori lama yaitu lebih dari 15 menit.9 Dalam standar menyatakan kurang setuju.
pelayanan minimal disebutkan bahwa pelayanan Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian
pendaftaran cepat jika waktu tunggu kurang dari 10 yang dilakukan oleh David dkk. (2014) tentang
menit, dan disebut lama jika waktu tunggu lebih dari hubungan keterlambatan kedatangan dokter terhadap
10 menit.10 kepuasan pasien rawat jalan di Rumah Sakit
Salah satu faktor yang mempengaruhi lambat Muhammadyah Kediri, sebagian besar responden
nya waktu tunggu pelayanan rekam medis rawat jalan, menjawab tidak puas atas pernyataan “dokter spesialis
diantaranya oleh kinerja perekam medis yang belum selalu datang tepat waktu sesuai dengan jam praktek
sesuai dengan kompetensi. Jika waktu tunggu pasien yang tertera”. Sebagian besar responden menyatakan
lama juga mempengaruhi tingkat kepuasan pasien bahwa kedatangan dokter spesialis untuk menangani
terhadap pelayanan. Pasien akan menganggap pasien tergolong tidak tepat waktu.12
pelayanan kesehatan jelek yang salahsatunya antri Hasil observasi dan wawancara mendalam
lama, meskipun profesional.11 dengan pasien sebagian besar informan menyatakan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dokter datangnya terlambat (diatas jam 11 siang). Dari
waktu tunggu pelayanan di loket pendaftaran RSUD hasil konfirmasi dengan 8 orang dokter yang bisa
Dr. Achmad Darwis Lima Puluh Kota masih belum dihubungi, pernyataan itu dibenarkan. Hal tersebut
sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya, faktor
Departemen Kesehatan RI, yaitu kurang dari 10 menit. beban kerja, jarak lokasi domisili dokter. Hasil
Untuk menuntaskan masalah kondisi ruangan wawancara dengan bidang pelayanan medik dan
di loket pendaftaran, perlu perluasan dan renovasi keperawatan dijelaskan bahwa dalam pelayanan SPM
gedung yang dilengkapi dengan ruang tunggu yang telah ditetapkan di RS ini, jam berapa minimalnya
representatif dengan jumlah kunjungan setiap hari dokter ada di poliklinik, semuanya telah disampaikan
serta fasilitas yang dibutuhkan, seperti kartu antrian, dan disepakati paling lama jam 10.00 WIB.
pengeras suara petugas dan media seperti televisi, Dari uraian diatas dapat dijelaskan bahwa
majalah atau surat kabar. Informasi seperti alur keterlambatan waktu kedatangan dokter dalam
pelayanan dan penunjuk arah layanan ke semua memberikan pelayanan mempengaruhi kepuasan
bagian, terutama pelayanan poliklinik, pemeriksaan pasien di poliklinik rawat jalan RSUD Dr. Achmad
penunjang dan apotek untuk kelancaran pasien untuk Darwis Lima Puluh Kota. Menurut Candra dalam David
menuju akses yang diinginkan. Demikian juga dkk. (2014), salah satu indikator kepuasan pasien
informasi jadwal pelayanan masing-masing dokter di adalah waktu tunggu, waktu tunggu yang lama
poliklinik harus terpampang dengan jelas yang terhadap pelayanan medis maupun non medis unit
dilengkapi dengan bagian informasi dengan petugas rawat jalan akan mengurangi kepuasan pasien.12
yang terampil untuk mengarahkan pasien yang masih
bingung dengan prosedur layanan. Berhubungan dengan permasalahan diatas
2) Faktor Kualitas Pelayanan Poliklinik Rawatjalan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dokter di
RSUD Dr. Achmad Darwis RSUD Dr. Achmad Darwis Lima Puluh Kota perlu

Jurnal Kesehatan Andalas. 2018; 7(Supplement 2)


http://jurnal.fk.unand.ac.id 6

ditegaskan kembali tentang kontrak SPM yang telah proses entri resep sendiri untuk satu resep rata-rata
disepakati dan disetujui. Demikian juga dengan membutuhkan waktu 2 menit.13
masalah kekurangan dokter pada beberapa Upaya menuntaskan permasalahan pada
pelayanan, terutama pada pelayanan 4 besar, Dengan pelayanan di apotek ini, langkah-langkah yang harus
telah ditetapkan rumah sakit ini sebagai BLUD yang dilakukan diantaranya rehabilitasi gedung farmasi
lalu yang berdampak terhadap peningkatan kunjungan dengan penataan ruangan yang sesuai dengan
pasien. Dengan memanfaatkan dana praktek bisnis kebutuhan, diantaranya penambahan ruangan khusus
BLUD ini sudah saatnya rumah sakit memikirkan untuk pelayanan apotek BLUD rumah sakit yang
penambahan jumlah dokter spesialis melalui terpisah dari apotek utama, sehingga tidak
rekrutmen tenaga kontrak dengan perhitungan yang mengganggu terhadap pelayanan apotek utama.
sesuai agar pelayanan dapat dilaksanakan setiap hari Penambahan luas ruang tunggu di apotek yang
dengan lancar. dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang
lengkap, termasuk jumlah kursi tunggu yang cukup
2. Variabel Ketanggapan
untuk menampung jumlah kunjungan pasien setiap
Pada variabel ketanggapan didapatkan hasil
hari serta media hiburan, seperti televisi dan pengeras
sebagian besar responden menyatakan kurang setuju
suara petugas.
dengan pernyataan waktu tunggu di loket pendaftaran,
waktu tunggu kedatangan dokter, waktu tunggu 3. Variabel Keyakinan
pelayanan obat diapotek. Sedangkan pada pernyataan Pada variabel keyakinan menunjukkan hasil
ketanggapan perawat sebagian besar responden sebagian besar pasien setuju dengan pernyataan tarif
menyatakan setuju. biaya terjangkau, penjelasan hasil pemeriksaan oleh
Wawancara dengan pasien didapatkan hasil dokter, pelayanan perawat dan ketelitian petugas
bahwa waktu tunggu diloket pendaftaran berhubungan farmasi. Dengan demikian pada variabel keyakinan
dengan keterlambatan kedatangan dokter dan tidak ada ditemukan permasalahan yang serius
lamanya proses kedatangan status pasien dari loket dengan pasien poliklinik rawat jalan di RSUD Dr.
pendaftaran. Sedangkan waktu tunggu obat di apotek/ Achmad Darwis Lima Puluh Kota.
farmasi bisa terjadi pada saat kunjungan ramai, tapi
4. Variabel Empati
tidak begitu lama seperti waktu tunggu dokter di
Pada variabel empati menunjukkan hasil bahwa
poliklinik.
lebih dari separoh responden menyatakan setuju
Hasil wawancara mendalam dengan bidang
dengan pernyatan penyampaian informasi petugas.
pelayanan penunjang, permasalahan di apotek sampai
Sebagian besar responden setuju dengan pernyatan
sekarang terkait dengan ruangan yang sangat sempit,
perhatian dan kepedulian dokter, motivasi perawat.
termasuk ruang tunggu. Hal ini sebetulnya sudah
Namun sebagian besar responden kurang setuju
dibicarakan pada pertemuan Pemda Kabupaten,
dengan pernyataan penjelasan petugas apotik.
namun untuk pembangunan gedung farmasi sampai
Dari hasil wawancara mendalam didapatkan
sekarang belum dianggarkan. Menurut SPM standar
hasil bahwa sebagian besar informan menyatakan
waktu tunggu pelayanan obat dibagi menjadi dua, yaitu
bahwa dalam menyerahkan obat ke pasien petugas
obat jadi dengan standar waktu maksimal 30 menit
apotik tidak menjelaskan secara langsung dosis dan
dan obat racikan dengan standar waktu maksimal 60
aturan obat pada pasien, namun informasi tertulis di
menit.10 Penelitian yang dilakukan oleh Fitriah dkk.
kantong obat sudah cukup jelas. Hasil wawancara
(2016), tentang Penyebab dan Solusi Lama Waktu
mendalam terhadap petugas farmasi, dinyatakan
Tunggu Pelayanan Obat di Instalasi Farmasi Rawat
bahwa penyampaian informasi langsung tergantung
Jalan didapatkan hasil : sejak pasien meletakkan
situasi dan kondisi, misalnya bila pasiennya lansia
resep hingga proses entri dilakukan dibutuhkan waktu
atau jenis obat yang beda aturan pakainya, misalnya
rata-rata 20 menit pada saat jam sibuk, sedangkan
sebelum makan atau malam saja, pagi saja.

Jurnal Kesehatan Andalas. 2018; 7(Supplement 2)


http://jurnal.fk.unand.ac.id 7

Hasil yang sama ditemukan pada penelitian permasalahan kenyamanan ruang tunggu di loket
yang dilakukan oleh Suryandari tahun 2015, tentang pendaftaran, gedung poliklinik dan apotek diantaranya
Analisis Kualitas Informasi Obat Untuk Pasien Di kondisi ruang tunggu yang sempit dengan jumlah kursi
Apotek Kota Surakarta didapatkan hasil diketahui ada tunggu yang kurang, sistem antrian yang masih
57,1% petugas apotek tidak memberi penjelasan cara manual, belum memakai sistem kartu antrian, proses
penggunaan obat dan 57% menyatakan bahwa entri data yang lama (lebih dari 15 menit), tidak
petugas apotek memberi penjelasan tentang efek tersedianya pengeras suara (mikrofon) diloket
samping obat tidak begitu jelas.14 Norma sari (2014) pendaftaran, poliklinik dan apotek.
menyatakan bahwa tulisan pada etiket harus ditulis Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian
dengan jelas dan dapat dibaca oleh responden. Hal ini yang dilakukan oleh Mumu dkk, tahun 2015 tentang
untuk menghindari kesalahan pada aturan minum obat Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan
dan dosis obat.15 Kepuasan Pasien di Poliklinik Penyakit Dalam RSUP
Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpul Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, didapatkan hasil yang
kan bahwa informasi langsung tentang aturan dan berbeda dengan penelitian ini, bahwa bukti fisik
dosis obat di apotek RSUD Dr. Achmad Darwis belum berhubungan secara signifikan dengan kepuasan
terlaksana dengan baik sesuai dengan aturan pasien. Berdasarkan Odds Ratio, responden yang
kefarmasian yang berlaku. Bimbingan dan pelatihan memberi penilaian bukti fisik baik memiliki peluang
komunikasi terhadap petugas dalam penyampaian 17.143 kali lebih besar untuk merasa puas
informasi yang dibutuhkan dalam pelayanan di gedung disbandingkan dengan responden yang memberi
farmasi sangat penting untuk menghindari masalah penilaian tidak baik. Bukti fisik dapat memberi
yang berkaitan dengan terapi obat (Drug Therapy gambaran tentang kualitas pelayanan rumah sakit
Problem) yang berdampak terhadap kepuasan pasien dan dalam beberapa hal akan sangat mempengaruhi
yang berkunjung untuk menebus obat. pasien dalam menilai kualitas pelayanan tersebut.16
Hasil wawancara mendalam dengan bidang
5. Variabel Bukti Fisik
pelayanan medik dan keperawatan, dijelaskan juga
Pada variabel bukti fisik, 6 pernyataan sebagian
bahwa sistem pelayanan di poliklinik rawat jalan
besar responden kurang setuju dengan pernyataan
mengingat jumlah kunjungan yang ada saat ini,
kenyamanan ruang tunggu di loket, kenyamanan
memang sudah kurang representatif dengan kondisi
ruang tunggu di poliklinik, kenyamanan ruang tunggu
yang ada. Untuk menyikapi permasalahan ini sebetul
di apotek dan ketersediaan informasi. Pada
nya gedung poliklinik yang baru sedang dalam proses
pernyataan jadwal dokter sebagian besar tidak setuju.
pembangunan, Diperkirakan dalam tahun 2018 sudah
Sementara pada pernyataan penampilan perawat
selesai proyeknya dan dapat digunakan.
sebagian besar responden sangat setuju.
Dari uraian diatas jelaslah bahwa masih banyak
Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat
yang harus dibenahi pada bagian pelayanan rawat
disimpulkan bahwa sebagian besar pasien masih
jalan RSUD Dr. Achmad Darwis Lima Puluh Kota,
bermasalah dengan kenyamanan ruang tunggu di
diantaranya bangunan gedung poliklinik rawat jalan
loket pendaftaran, gedung poliklinik dan apotek. Dari
yang sudah tidak representatif jika dibandingkan
hasil observasi langsung didapatkan bahwa informasi
dengan jumlah kunjungan pasien setiap hari, kondisi
alur dan penunjuk arah layanan di rumah sakit ini tidak
ruang tunggu yang harus diperhatikan lagi, termasuk
tersedia. Begitu juga dengan informasi jadwal
penataan ruangan, termasuk sarana dan prasarana
kunjungan dokter juga tidak terpampang, baik di loket
yang masih kurang dan sudah banyak yang rusak.
pendaftaran maupun di poliklinik rawat jalan.
Sehubungan dengan rencana rumah sakit
Dari hasil wawancara mendalam pasien yang
untuk membangun gedung poliklinik rawat jalan yang
berkunjung ke poliklinik rawat jalan, sehubungan
akan penataan luas bangunan dan penataan ruangan
dengan permasalahan diatas dijelaskan bahwa
dirancang dengan sempurna dan representatif, dimana

Jurnal Kesehatan Andalas. 2018; 7(Supplement 2)


http://jurnal.fk.unand.ac.id 8

loket pendaftaran dirancang satu pintu dengan gedung DAFTAR PUSTAKA


poliklinik rawat jalannya, yang dilengkapi dengan
1. Supartiningsih S. Kualitas Pelayanan dan
papan informasi alur pelayanan dan penunjuk arah Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit
serta jadwal kunjungan dokter di poliklinik sesuai Sarila Husada Sragen. Jurnal Medicoeticolegal dan
Manajemen Rumah Sakit. 2017;6(1):9-15.
dengan Permenkes nomor 56 tahun 2014. Untuk 2. Yulyuswarni Y. Mutu Pelayanan Untuk Kepuasan
antrian sudah seharusnya mengikuti teknologi digital. Pasien Rawat Jalan di Instalasi Farmasi Rumah
Sakit Swasta. Jurnal Keperawatan. 2014;10(1):
110-115.
SIMPULAN 3. Fitriani S, Trisnawati R. Pengaruh Kualitas
Pelayanan terhadap Loyalitas melalui Kepuasan
Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan Pasien Pengguna BPJS di Rawat Inap RSUD Dr.
bahwa Terdapat hubungan yang signifikan antara Moewardi. Jurnal Ekonomi Mana jemen Sumber
Daya. 2015;17(1):46-53.
keandalan, ketanggapan, keyakinan, empati dan bukti 4. S ari AK , Wulandari RD, Mertojoso HSS.
fisik dengan kepuasan pasien di Poliklinik rawat jalan Penilaian Kepuasan Pasien Terhadap Mutu
Pelayanan Instalasi Rawat Jalan RSHS Samsoeri
RSUD Dr. Achmad Darwis Lima Puluh Kota. Mertojoso Surabaya. Jurnal Administrasi Kesehat
Hasil wawancara mendalam disimpulkan an Indonesia. 2014;2(4):235-242.
5. Irawan H. 10 Prinsip Kepuasan pelanggan.
bahwa masih terdapat beberapa masalah pada Jakarta:Gramedia;2009.
kualitas pelayanan yang berpengaruh terhadap 6. RSUD DR. Achmad Darwis. Profil RSUD Dr.
Achmad Darwis Lima Puluh Kota Tahun 2016.
kepuasan pasien di poliklinik rawat jala RSUD Dr. (Dokumen). Bidang Pelayanan Penunjang dan
Achmad Darwis, diantarnya masalah keterlambatan Promosi Rumah Sakit. Lima Puluh Kota;2016.
7. RSUD Dr. Achmad Darwis. Standar Pelayanan
pelayanan dokter dan pelayanan di loket pendaftaran. Minimal Tahun 2016. (Dokumen SPM). Bidang
Selain itu masalah fasilitas yang sudah tidak Pelayanan Penunjang dan Promosi Rumah Sakit.
Lima Puluh Kota;2016.
representatif dan masalah SDM yang kurang. 8. Sugiyono. Metoda Penelitian Kombinasi (Mixed
Methods). Cetakan ke-8. Bandung:Alfabeta;2016.
SARAN hlm. 164-415.
9. Dewi AU. Hubungan Waktu Tunggu Pendaftaran
Perlu koordinasi dan penegasan kembali Dengan Kepuasan Pasien di Tempat Pendaftaran
tentang penetapan jadwal kedatangan dokter sesuai Pasien Rawat Jalan RSUD Sukoharjo. Naskah
Publikasi. Surakarta : Universitas Muhammadiyah;
dengan SPM yang sudah disepakati sebelumnya dan 2015: 1-9.
perlu dibuat papan informasi jadwal kedatangan 10. Kemenkes RI. Keputusan Menteri Kesehatan
Nomor 129 tahun 2008, Tentang Standar
dokter. Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Jakarta:
Sistem data dan program SIM-RS segera di Kemenkes RI; 2008.
11. Wijono D. Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan,
perbaiki, agar dapat bekerja secara cepat dan dapat Teori, Strategi dan Aplikasi Q. volume 2. Surabaya:
terhubung kesemua unit pelayanan di rumah sakit Airlangga University Press;2010.
12. Davit, Hariyanti T. Widayanti E, Hubungan
SIM-RS. Pengadaan ruang informasi khusus di loket Keterlambatan Kedatangan Dokter Terhadap
pendaftaran dengan petugas yang profesional di Kepuasan Pasien di Instalasi Rawat Jalan di RS
Muhammadyah Ahmad dahlan Kediri. Jurnal
bidang komunikasi publik. Loket pendaftaran perlu Kedokteran Brawijaya. 2014;28(1):31-35.
dilengkapi dengan sistem kartu antrian digital dan 13. Fitriah NFN, Ika Wiyanto S. Penyebab dan Solusi
Lama Waktu Tunggu Pelayanan Obat di Instalasi
informasi jadwal kunjungan dokter dan petunjuk arah Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit.Jurnal
ke poliklinik rawat jalan. Kedokteran Brawijaya. 2016;29(3):245-251.
14. Suryandari L. Analisis Kualitas Informasi Obat
Untuk Pasien Di Apotek Kota Surakarta. (Naskah
UCAPAN TERIMA KASIH Publikasi). 2015:1-9. (diakses 26 November 2017).
Terima kasih kepada semua pihak yang telah Tersedia dari: https://eprints.ums.ac.id/ 39947/
11/naskah%20publikasi. pdf.
membantu dalam penelitian ini, khususnya kepada
15. Sari N. pemberdayaan hak konsumen atas
direktur RSUD Dr. Achmad Darwis Lima Puluh Kota, informasi obat. Jurnal Media Hukum. 2014; 21
(2):294-308.
berserta staf yang telah memfasilitasi saya untuk
16. Mumu LJ, Kandou GD, Doda DV. Analisis Faktor-
melakukan penelitian ini. Selanjutnya terima kasih Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepuasan
Pasien di Poliklinik Penyakit Dalam RSUP Prof. Dr.
disampaikan kepada semua pihak yang telah
R.D. Kandou Manado.Public Knowledge Project
memberikan masukan untuk kesempurnaan tesis ini. journal. 2015; 5(4):1-8.

Jurnal Kesehatan Andalas. 2018; 7(Supplement 2)