Anda di halaman 1dari 4

BAB 5

DIAGNOSA ORGANISASI

Diagnosis
• Diagnosis adalah proses memahami bagaimana organisasi saat ini berfungsi, dan
menyediakan informasi yang diperlukan untuk merancang perubahan
• Diagnosis merupakan proses kolaborasi antara anggota organisasi dan konsultan OD
untuk mengumpulkan informasi terkait, menganalisis, dan menarik kesimpulan untuk
perencanaan aksi dan intervensi
Diagnosis dalam organisasi berbeda dengan medis
• Nilai dan keyakinan etis yang mendasari OD menunjukkan bahwa kedua elemen
organisasi, anggota dan agen perubahan dilibatkan dalam menemukan faktor2 penentu
efektivitas organisasi saat ini. Dan keduanya terlibat secara aktif dalam pengembangan
intervensi yang sesuai dan menerapkannya
• Model medis diagnosis juga menyiratkan bahwa ada sesuatu yang salah dengan pasien
dan diperlukan untuk mengungkap penyebab penyakit .
• Banyak manajer yang terlibat dengan OD tidak mengalami masalah organisasi spesifik .
Di sini , diagnosis berorientasi pengembangan. Menilai fungsi organisasi saat ini untuk
menemukan area untuk pengembangan masa depan
Kebutuhan model diagnosis
• Untuk mendiagnosa sebuah organisasi, praktisi OD dan anggota organisasi harus
memiliki ide tentang apa informasi yang dikumpulkan dan menganalisis
• Pilihan apa yang akan dicari harus tergantung pada bagaimana organisasi dirasakan.
• Persepsi dapat berasal dari penjelasan firasat intuisi ilmiah bagaimana organisasi
berfungsi
• Kerangka konseptual yang digunakan untuk memahami organisasi : “Model diagnostik”
Model sistem terbuka
Model sistem terbuka adalah diagnostic secara umum sesuai dengan teori sistem-sistem yang
membawahi sebagian besar OD. Model sistem terbuka ini juga menyarankan organisasi-
organisasi dan subsistemnya (departments, grup, and individual) berbagi hal-hal yang umum
yang menjelaskan bagaimana organisasi dan subsistem diorganisir dan digunakan. Sebagai
contoh, sistem terbuka menyusun susunan hirarki. Sistem terbuka dibawah ini dideskripsikan
sebagai berikut: input, transformasi, dan output; batas; umpan balik; equifinality; and
keselarasan.
Input: bagian dan diperoleh dari lingkungan eksternal organisasi. Sebagai contoh, organisasi
manufaktur memperoleh bahan mentah dari supplier luar. Input terdiri dari sumber daya manusia
atau sumber daya lainnya:
- Informasi
- Energi
- Orang-orang
Transformasi/perubahan bentuk: proses mengubah input menjadi output. Dalam organisasi,
fungsi operasi dan produksi terdiri dari dua komponen sosial dan teknologi yang pada umumnya
membawa perubahan.
- Komponen Sosial: terdiri dari orang-orang dan hubungan kerja mereka.
- Komponen teknologi: melibatkan alat, teknik, dan metode produksi atau jasa
pengiriman.
Output: hasil apa yang diubah oleh sistem dan dikirim ke lingkungan.
- Barang-barang
- Jasa/layanan
- Ide-ide
• Batas. Ide dari batasan adalah untuk membantu dalam membedakan antara sistem dan
lingkungan. Batas sistem mudah terlihat di banyak sistem biologis dan mekanis.
• Umpan balik. Umpan balik adalah informasi mengenai kinerja aktual atau hasil output
dari sistem. Tapi tidak semua informasi tersebut merupakan umpan balik. Hanya informasi
yang digunakan untuk mengontrol fungsi masa depan sistem yang dianggap sebagai umpan
balik.
• Equifinality. Ide equifinality menunjukkan bahwa hasil yang sama atau output dapat
dicapai dengan kondisi awal yang berbeda dan dalam berbagai cara. Konsep ini
menunjukkan bahwa manajer dapat menggunakan berbagai tingkat input ke dalam organisasi
dan dapat mengubahnya dengan berbagai cara untuk mendapatkan output yang memuaskan.
• Keselarasan. Keselarasan mengacu pada karakteristik hubungan antara dua bagian atau
lebih. Hal ini merupakan sejauh mana fitur, operasi, dan karakteristik dari satu sistem
mendukung efektivitas sistem lain.
Mendiagnosis sistem organisasi
Organisasi dapat didiagnosis pada 3 tingkatan
• Organisasi secara keseluruhan termasuk desain dan strategi perusahaan, struktur, proses
• Unit organisasi : divisi, anak perusahaan.
• Kelompok atau departemen : desain kelompok dan perangkat untuk penataan interaksi
seperti norma dan jadwal kerja
Pada setiap tingkat menunjukkan bahwa (1) input sistem harus bekerja dengan, (2) kunci dari
desain subsistem transformasi dan (3) sistem output.
Diagnosis tingkatan organisasi
Analisis tingkat organisasi merupakan sistem perspektif yang luas dimana biasanya diperoleh
dari kegiatan diagnostik. Ada dua input utama yang mempengaruhi cara organisasi merancang
orientasi strategi: lingkungan umum dan lingkungan tugas atau struktur industri.
Pada analisis tingkat organisasi, lingkungan eksternal adalah input utama. Ada dua kelas
lingkungan: lingkungan umum dan lingkungan tugas. Lingkungan umum terdiri dari semua
kekuatan eksternal dan unsur-unsur yang dapat mempengaruhi organisasi dan mempengaruhi
efektivitas. Lingkungan dapat digambarkan dalam ketidakpastian jumlah ketersediaan dalam
bidang sosial,teknologi, ekonomoi, ekologi, dan kekuatan politik/peraturan.
Lingkungan tugas atau industri struktur organisasi merupakan masukan penting dalam orientasi
strategis. Michael Porter mendefinisikan lingkungan tugas organisasi dengan lima kekuatan:
kekuatan pemasok, kekuatan pembeli, ancaman pengganti, ancaman masuk, dan persaingan
antara pesaing.
Lingkungan juga dapat dicirikan sepanjang adanya dimensi yang menggambarkan konteks
organisasi dan mempengaruhi responnya. Salah satu perspektif memandang ligkungan sebagai
arus informasi dan menunjukkan bahwa organisasi perlu untuk memproses informasi dalam
menemukan cara untuk berhubungan dengan lingkungan mereka. Dimensi kunci dari lingkungan
yang mempengaruhi pengolahan informasi adalah ketidakpastian informasi, atau sejauh mana
keambiguan informasi lingkungan.
Ada lima desain utama strategi komponen—strategi, teknologi, struktur, sistem pengukuran, dan
sistem sumber daya manusia—dan perantara luar—budaya.
• Strategi merupakan cara organisasi menggunakan sumber daya (manusia, ekonomi, atau
teknis) untuk mencapai tujuan dan memperoleh keunggulan kompetitif. Hal ini dapat
dijelaskan oleh organisasi misi, tujuan dan sasaran, tujuan strategis, dan kebijakan
fungsional.
• Teknologi berkaitan dengan cara organisasi mengubah input menjadi produk dan jasa. Ini
merupakan proses transformasi inti dan meliputi metode produksi, alur kerja, dan
peralatan.
• Sistem struktur menggambarkan bagaimana perhatian dan sumber daya terfokus pada
penyelesaian tugas. Hal ini merupakan modus pengorganisasian dasar yang dipilih untuk
(1) membagi pekerjaan secara keseluruhan dari sebuah organisasi menjadi subunit yang
memberikan tugas kepada tiap individu atau kelompok dan (2) mengkoordinasikan
subunit ini untuk menyelesaikan pekerjaan secara keseluruhan.
• Sistem pengukuran merupakan metode pengumpulan, penilaian, dan penyebarluasan
informasi tentang kegiatan kelompok dan individu dalam organisasi. Data tersebut
memberitahu seberapa baik performa organisasi dan digunakan untuk mendeteksi dan
mengontrol penyimpangan dari tujuan.
• Sistem sumber daya manusia termasuk mekanisme untuk memilih, mengembangkan,
menilai, dan memanfaatkan anggota organisasi. Hal ini mempengaruhi campuran antara
keterampilan, kepribadian, dan perilaku anggota organisasi.
Budaya organisasi merupakan komponen desain akhir. Hal ini adalah dasar asumsi, nilai-nilai,
dan norma-norma bersama anggota organisasi.
Output dari orientasi strategis dapat diklasifikasikan menjadi tiga komponen. Pertama, kinerja
organisasi mengacu pada output keuangan seperti penjualan, keuntungan, return on investment
(ROI), dan laba bersih per saham (EPS). Kedua, produktivitas menyangkut pengukuran efisiensi
internal seperti penjualan per karyawan, limbah, tingkat kesalahan, kualitas, atau unit yang
diproduksi per jam. Ketuga, kepuasan pemangku kepentingan mencerminkan seberapa baik
organisasi telah memenuhi harapan kelompok yang berbeda.
Efektivitas orientasi strategis organisasi membutuhkan pengetahuan tentang informasi di atas
untuk menentukan keselarasan antara unsur-unsur yang berbeda.