Anda di halaman 1dari 13

HITUNG KUANTITAS MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL

Disusun Oleh : Dr. Ir. Martalius Peli. M.Sc


Jurusan Teknik Ekonomi Konstruksi
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

TATAP MUKA KE 5

INSTALASI LISTRIK
SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK

Sistem Pembangkit Listrik terdiri dari berbagai jenis, yaitu pembangkit listrik tenaga air,
minyak (solar) dan turbin gas. Energi listrik yang dihasilkan oleh turbin listrik di stasiun-
stasiun pembangkit listrik. Dari stasiun ini, energi listrik dikirim ke trafo dengan tegangan
11200V. Tegangan listrik dinaikkan ke 65kV, 432kV, 275kV di gardu untuk memungkinkan
pengiriman yang lebih efisien dan ekonomis ke daerah tertentu. Gardu listrik adalah
sejenis stasiun dalam sistem pembangkit, transmisi dan distribusi listrik apabila tegangan
dinaikan atau diturunkan sesuai transformer.
Pemasangan sistem listrik juga dikenal sebagai sistem kabel yang berarti instalasi sirkuit-
sirkuit yang mengandung konduktor, isolasi dan perlindungan mekanik untuk kabel yang
digunakan. Memiliki dua (2) definisi kabel yang pertama kabel domestik kabel yang
dilakukan di rumah-rumah atau tempat-tempat tinggal dan yang kedua kabel industri kabel
yang dilakukan di bangunan komersial seperti pabrik atau industri. Kabel domestik
menggunakan kabel yang memiliki dua lapisan isolasi dan kabel industri memiliki satu
lapisan isolasi karena kabel kabel telah dilindungi oleh konduit atau listrik (trunking).

Di Indonesia pengiriman tenaga listrik adalah melalui satu sistem yang dikenal
sebagai ‘Perusahaan Listrik Nasional'. la merupakan satu jaringan online pengiriman yang
menghubungkan seluruh stasiun utama listrik. Kelebihan mengadakan hubungan antara
stasiun utama adalah jika terjadi kerusakan di dalam stasiun sesuatu dearah , pasokan lokal
itu dapat diberikan melalui 'Grid' tersebut.
Gambar 12.5 Sistem pasokan listrik rumah tinggal
Tegangan transmisi diturunkan melalui trafo di gardu utama yang terletak di beberapa daerah
yang strategis. Dari gardu ini, energi listrik dibagikan ke kota, kawasan industri, kota kecil dan
kawasan-kawasan yang dekat. Sebelum diberikan kepada pengguna, tegangan listrik,
diturunkan lagi oleh gardu listrik pembagi yang terletak di lingkungan suatu daerah itu. Dari
gardu pembahagian ini untuk rumah tinggal, industri dan bisnis diberi pasokan listrik melalui
kabel atas atau kabel bawah tanah. Pengguna yang menggunakan pasokan satu fase
menerima 240 V dan pasokan tiga fase menerima 415 V.

a. jenisjenis instalasi listrik


Jika daya listrik diberikan kepada penghuni di suatu daerah, distribusi daya listrik kepada
pengguna diberikan dalam dua cara, yaitu:
i. Tiga fase
ii. Satu fase

i. Pasokan tiga fase


Merupakan tegangan tinggi jarang digunakan untuk rumah tinggal karena keamanan dan
masalah yang berhubungan dengan desain mesin-mesin seperti pabrik besi dan pabrik
semen yang menggunakan tegangan setinggi 880 V.
Tegangan yang diberikan kepada pengguna biasanya 450 V. Pasokan tiga fasa memiliki tiga
konduktor hidup dan satu netral. Apakah netral itu digunakan atau tidak tergantung pada jenis
beban yang terhubung dengan kode berikut:
i. L I atau R (Red) untuk Tahap Pertama
ii. L2 atau Y (Yellow) untuk Tahap Kedua
iii. L3 atau B (Blue) untuk Tahap Ketiga

Online pengiriman disusun sesuai kode ini. Kawat hidup yang teratas sekali di dalam sistem
transmisi di atas fase R, diikuti, dengan fase Y dan fase B.

ii. Pasokan Satu fase

Pada awaInya energi listrik diproduksi sebagai tiga fase. Untuk kegunaan rumah tinggal,
tegangan tiga fase terlalu tinggi dan berbahaya. Untuk tujuan domestik, tegangan rendah
adalah lebih sesuai. Tegangan rendah dapat diperoleh jika energi dari satu 1 digunakan.
Namun penggunaan satu konduktor ini tidak memadai. Satu konduktor terpisah perlu
diadakan untuk mengembalikan energi pada penyebabnya. Untuk memenuhi persyaratan
ini, biasanya digunakan satu konduktor hidup bersama membawa netral, yaitu koneksi RN
atau YN atau BN. Pasokan yang ada dari susunan ini dikenal sebagai pasokan fase.
Tegangan standar satu fase adalah 220 V.
ATURAN DASAR DALAM METODE PENGUKURAN:
1. Pengukuran harus dilakukan sesuai dengan yang tertera pada gambar
kerja maksudnya adalah untuk mengukur semua bagian yang terlihat pada
gambar secara tepat.
2. Dalam melakukan pengukuran (take-off), semua yang terlihat pada
gambar harus dihitung.
3. Perhitungan harus dilakukan pada setiap jenis Item Pekerjaan .
4. Dalam melakukan pendimensian, harus dilakukan dalam ukuran panjang,
lebar, dan tinggi
5. Seluruh pekerjaan harus diitung dengan memberikan teloransi, misalnya
• Ukuran panjang dihitung sampai 1 cm terdekat
• Luas dihitung sampai 0,01 m2
6. Jenis pekerjaan yang sama namun dikerjakan dalam kondisi dan sifat
yang berbeda harus di hitung secara terpisah.
7. Penentuan tambahan untuk sisa atau buangan harus dilakukan pada setiap
bagian yang memerlukan, dan bukan pada saat akhir estimasi, ini karena
sifat material, peralatan yang di gunakan, serta prosedur manajemen
konstruksi.
Prinsip satuan:
Satuan berperan penting dalam penghitungan volume pekerjaan pada
proses quantity take-off.

Secara umum prinsip satuan:


1. Pekerjaan yang Instalasi listrik, mempunyai volume panjang hendaknya
dihitung dalam satuan lari (/M1) atau titik (ttk)
2. Pekerjaan Peralatan atau perlengkapannya dihitung dengan satuan buah
atau Unit(/Bh/Unit)
3. Pekerjaan pada bagian yang memiliki lebar, tebal dan tinggi seperti bak
penampung beton dapat dihitung dengan satuan Meter kubik atau Unit
(M3 / Unit)

Volume Pekerjaan
Merupakan jumlah volume bagian pekerjaan dalam satu kesatuan, yang biasa
disebut pula kubikasi, meter persegi dan meter lari dari pekerjaan, dan
perhitungannya dilakukan berdasarkan gambar.
PROSES PERHITUNGAN PEKERJAAN STRUKTUR

1. Pelajari Gambar Rencana Struktur secara seksama, baik gambar


maupun ukuran-ukuran dan notasi gambar.

2. Tentukan terlebih dahulu Item Kerja dari Instalasi Air bersih


berdasarkan gambar kerja dan metode konstruksinya.

3. Setelah Item kerja selesai di uraikan secara detail, maka tentukan


Satuan Kerja dari masing-masing Item Kerja Instalasi Air bersih
tersebut.

4. Mulai menghitung volume / Kuantitas pakerjaan berdasarkan item


kerja dan Satuan yang telah ditentukan.
Contoh gambar Instalasi Listrik