Anda di halaman 1dari 3

3/12/2020 Ajarin sufi: Mengenali Kebenaran Yang Hakiki

Lainnya Buat Blog Masuk

Ajarin sufi
Sabtu, 30 Juli 2016 Mengenai Saya

Ajaran Sufi
Mengenali Kebenaran Yang Hakiki
Lihat profil lengkapku
Seluruh umat manusia di muka bumi ini telah menyadari bahwa ada Satu Kekuatan Yang Maha
Besar, yang telah menciptakan, mengatur dan memelihara alam semesta ini beserta segala Arsip Blog
isinya. Tetapi sayangnya, keyakinan itu tidak diteruskan dengan upaya untuk membuktikan

▼ 2016 (124)
sekaligus mengenal kepada keberadaan Dzat yang mempunyai Kekuatan Yang Maha Besar
tersebut, sehingga pada akhirnya keyakinan akan adanya Sang Maha Pencipta itu, hanya ►
► Oktober (11)
sekedar menjadi kepercayaan yang bersifat “lipstick” atau sebatas di mulut saja, tanpa mengakar ►
► September (25)
di dalam rohani dan aktivitas kehidupan umat manusia. ►
► Agustus (22)

▼ Juli (32)
Mengenali Kebenaran Yang Hakiki
Naik Haji
3 Perkara Yang Membinasakan,
Menyelamatkan, Melebu...
Dialog Kiai Dengan Guru Mursyid Muda
Kisah Al Idrisi, Ilmuan Muslim Pencipta
Bola Bumi,...
Sempurna yang Menyempurnakan
Orang Berdzikir Lebih Utama Dari Orang
Berjihad di...
Menunggangi Hewan Qurban Menuju
Kepada-Nya
Hakikat AR RIZAL dan AN NISA
Menggapai Kebahagiaan yang Sejati
Penggunaan Kemenyan di Jaman Nabi
Muhammad S.A.W d...
“Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya sebatas huruf atau tulisan … “. ( QS Menyempurnakan Cahaya Bulan
Al Hajj 22 : 11 ) Ramadhan Menjadi Cahay...
Malam Terang Seribu Bulan (Lailatul
“Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya….,” (QS Al Hajj 22 : 74) Qadr)
Membagi Kehormatan
“….. kecuali hanya menyembah Asma-Nya yang kamu dan nenek moyangmu kamu buat-
Telah KU-Cukupkan Nikmat-Ku
buat….” (QS Yusuf 12 : 40 ) kepadamu
Ketika terlahir di atas dunia, kita sudah dihadapkan oleh nilai-nilai kemasyarakatan, agama, dan
I'Tikaf
moral yang mau tidak mau kita telah berada di dalamnya dan kita dituntut untuk mengambil
sikap, apakah sikap menerima, menolak ataupun sikap netral terhadap nilai-nilai tersebut. Tetapi Hakikat Muhammad Sebagai Nabi Yang
Ummi
harus diingat, bahwa kita terlahir di atas dunia ini sebagai salah satu dari suku atau ras bangsa
tertentu yang ada di dunia ini, yang yang menentukannya adalah bukan diri kita sendiri. Hakekat Bidadari
Wafat Adalah Mati Dalam Keadaan
Begitu pula tentang kelahiran kita sebagai seorang anak bayi di dalam sebuah keluarga, apakah Muslim
keluarga itu beragama Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, Budha ataupun sebuah keluarga yang tidak Menghadap Allah Dalam Keadaan
beragama, proses itu semuanya yang menentukan bukan diri kita sendiri. Setelah kita lahir dan Miskin
menginjak usia akhil baligh barulah kita secara perlahan-lahan menyadari bahwa kita telah Hakikat Muhammad
ditakdirkan menjadi apakah itu orang Eropa, Asia, Amerika, Australia atau orang Afrika. Begitu
Jangan Murtad Setelah Ma-rifat
pula dengan agama orang tua kita. Dan biasanya, orang tua kita berusaha untuk menanamkan
nilai-nilai agama yang dianutnya kepada kita (anaknya) sedini mungkin, sehingga secara sadar Kecuplah Hajar Aswad-Mu
ataupun tidak sadar kita telah memeluk agama yang dianut oleh orang tua kita. Inilah yang Meningkatkan Jenjang Keyakinan
disebut bahwa kita beragama karena keturunan. Yang Genap Menutup Yang Tujuh
Idul Fitri
Setelah menginjak dewasa, barulah kita menggunakan akal dan kehendak yang merdeka untuk
mencermati kembali agama yang kita anut sejak kecil, sehingga saat itulah kita memulai proses Fenomena Mudik Lebaran
pencarian terhadap kebenaran yang Absolut. Tetapi sayangnya, sebagian besar manusia sudah Sholat Penikmat Cahaya
puas dengan agama yang dianutnya tanpa mau mencermati kebenaran agama yang dianutnya,
Sejarah dan Makna Simbolis Ketupat
bahkan yang lebih parah lagi mereka terjebak dalam sikap fanatik buta terhadap agamanya
masing-masing, yang pada gilirannya akan menimbulkan sikap saling membenarkan agamanya Mudik Dari Hilir Menuju Hulu Kehidupan
masing-masing dan menyalahkan agama orang lain, padahal umat manusia itu sebenarnya Hakikat Bidadari
adalah umat yang satu. Turunnya Nuurul Qur'an Dalam Diri

“Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih”. (QS Yunus 10 : 19) ►
► Juni (19)

► Mei (3)
“Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan) maka Allah mengutus para

► April (4)
Nabi, sebagai pembawa kabar gembira dan peringatan dan Allah menurunkan bersama mereka
Kitab dengan kebenaran, untuk memberikan keputusan diantara manusia tentang perkara yang ►
► Maret (4)
mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah ►
► Februari (4)
didatangkan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata karena dengki antara mereka

► 2009 (21)
sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman tentang hal yang mereka

ajaransufi.blogspot.com/2016/07/mengenali-kebenaran-yang-hakiki.html 1/3
3/12/2020 Ajarin sufi: Mengenali Kebenaran Yang Hakiki
perselisihan itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang
dikehendaki-Nya kepada Jalan yang Lurus”. (QS Al Baqarah 2 : 213)

Beda pendapat diantara manusia tentang kebenaran adalah suatu hal yang manusiawi dan
wajar, hal ini sesuai dengan firman Allah, yakni :

Sesungguhnya kamu sekalian selalu dalam keadaan berbeda-beda pendapat”. (QS Adz
Azariyaat 51 : 8)

Perbedaan pendapat tentang suatu kebenaran, diantara umat manusia sangat dimaklumi oleh
Allah. Bahkan Nabi Muhammad Saw pernah bersabda :

“Perbedaan pendapat di dalam umatku adalah rahmat”. (Al Hadits)

Tetapi perbedaan pendapat yang menjurus kepada perpecahan dan permusuhan, sangatlah
dibenci Allah.

“….…janganlah kamu termasuk golongan orang-orang yang mempersekutukan Allah (yaitu)


orang-orang yang memecah belah agama mereka sehingga menjadi beberapa golongan. Tiap-
tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka” (QS Ar Ruum 30 :
32)

Berdasarkan ayat tersebut di atas, dapat simpulkan bahwa salah satu sifat orang yang
menyekutukan Allah adalah orang-orang yang suka memecah belah agamanya dan ia merasa
paling benar, paling suci dari golongan lainnya. Seluruh golongan di luar golongannya
dianggapnya sebagai golongan batil dan ia bangga atas kebenaran golongannya. Padahal, Yang
Paling Haq, Yang Paling Suci adalah Allah Swt sajalah sebagai satu-satunya Dzat yang menjadi
sesembahan umat manusia.

“….sesungguhnya Allah adalah kebenaran (Al Haq) dan sesungguhnya apa saja yang mereka
sembah selain Allah, itulah yang batil. Sesungguhnya Dia-lah Allah Yang Maha Tinggi Lagi Maha
Besar”. (QS Luqman 31 : 30)

“…kebenaran itu datangnya dari Allah….” ( QS Al Baqarah 2 : 147 )

Ayat-ayat di atas secara tegas mengatakan bahwa Al Haq yang sebenarnya adalah Allah sendiri.
Jadi sangatlah keliru apabila ada orang yang mengaku bahwa dirinyalah yang paling benar, atau
mereka mengaku bahwa golongannya yang paling benar. Bahkan berdasarkan ayat tersebut di
atas, orang atau golongan yang mengklaim atau mengaku paling benar, sebenarnya justru telah
menyekutukan Allah, karena ia atau mereka telah mensejajarkan dirinya atau golongannya
setara dengan Allah. Padahal Allah telah berfirman dalam Al Qur’an :

“….tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”. (QS An Najm 53 : 32)

Jadi, janganlah kita mengklaim bahwa diri atau golongan kitalah yang paling benar, haq dan suci,
sedangkan orang lain atau golongan lain dianggap batil, salah, tidak suci dan kafir. Sebab, yang
paling mengetahui siapa yang haq, benar dan siapa yang termasuk kafir atau batil, adalah hanya
Allah Swt sajalah yang dapat mengetahuinya.

“…maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang
yang bertaqwa”. (QS An Najm 53 : 32)

“Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui tentang orang-orang yang tersesat dari
Jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang-orang yang mendapat petunjuk”. (QS Al
An’am 6 : 117)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shabi’in dan


orang-orang musyrik, sesungguhnya Allah akan memberi keputusan antara mereka pada hari
kiamat. Sesungguhnya Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu”. (QS Al hajj 22 : 17)

Diposting oleh Ajaran Sufi di 12.58

Label: Kebenaran Hakiki, Surah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Masukkan komentar Anda...

Beri komentar sebagai: Google Accoun

Publikasikan Pratinjau

Posting Lebih Baru Beranda Posting Lama

Langganan: Posting Komentar (Atom)

ajaransufi.blogspot.com/2016/07/mengenali-kebenaran-yang-hakiki.html 2/3
3/12/2020 Ajarin sufi: Mengenali Kebenaran Yang Hakiki

Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.

ajaransufi.blogspot.com/2016/07/mengenali-kebenaran-yang-hakiki.html 3/3