Anda di halaman 1dari 7

Alur Protokol 27-Mar-2020

COVID-19
Kategori 4 Kategori 5 Kategori 6

PDP PDP PDP


(High Watch) (Med Watch) (Low Watch)
CT scan: Diffuse CT scan: Focal GGO CT scan: Pure
GGO or mixed with early GGO <3 focal
consolidation consolidation; OR abnormalities <3
with signs of Pure GGO >3 focal cm in max
Influenza-like illness (ILI) architectural abnormalities or max diameter
Ya distortion diameter >3 cm
• FBC: leukopenia/limfopenia
Pasien • Swab influenza A&B: neg
• CT scan toraks: GGO Pemeriksaan Lanjutan
datang
• Swab COVID-19 (2x dengan • Na/K/Cl
jarak waktu minimal 24 jam) • CRP
• SGOT/SGPT • PCT
Tidak • Ur/Cr • AGD
• GDS • Kultur sputum/darah

Tata laksana sementara


Tata laksana sesuai Swab
• Rawat jalan bila klinis ringan sambil menunggu hasil swab
indikasi medis (‒)
• Chloroquine 300 mg BD selama 7-10 hari tergantung kondisi klinis
• Terapi simptomatik lain
Swab (+)

Kategori 1 Kategori 2 Kategori 3

Positif Berat + Positif Berat / Positif Ringan /


Komplikasi/ Positive Serious Case Positive Regular Case
Critical & Complications Dewasa: Gejala tidak
perbaikan Dewasa: demam atau curiga infeksi perbaikan
Dewasa dan Anak: saluran napas ditambah: spesifik, tidak ada tanda
Kriteria berat ditambah • RR >30x/menit pneumonia berat
komplikasi: perburukan • Distress napas berat perburukan
• ARDS • SpO2 <92% udara ruangan Anak: batuk atau sulit
• Sepsis bernapas + takipnea
• Syok sepsis Anak: Batuk/susah bernapas,
ditambah setidaknya satu dari: Tata laksana
• Sianosis sentral atau SpO2 <92%
• Distress napas berat (grunting, • Rawat ruang/ward isolasi
retraksi dinding dada sangat berat) • Cover oleh RMO. Kondisi
• Tanda bahaya umum pneumonia: pasien dilaporkan setiap
tidak mau nyusu atau minum, hari ke DPJP.
penurunan kesadaran, atau kejang • Foto toraks serial
• Takipnea • Swab COVID-19 serial
• Pemeriksaan darah serial
Tata laksana Tata laksana • IV stopper, atau bila ada
indikasi IV
• Rawat ruang ICU • Rawat ruang HCU • Antibiotik bila terdapat
• Cover oleh DPJP dan tim • Partial cover oleh DPJP dan tim bukti infeksi sekunder
spesialis spesialis. RMO melaporkan kondisi • Antivirus
• Foto toraks serial kepada DPJP setiap hari. • Klorokuin
• Swab COVID-19 serial • Foto toraks serial • Terapi simptomatik
• Pemeriksaan darah serial • Swab COVID-19 serial
• Terapi cairan konservatif • Pemeriksaan darah serial
• Antibiotik • Terapi cairan konservatif
• Antivirus • Antibiotik Pasien Pulang
• Klorokuin • Antivirus
• Klorokuin • Kriteria pulang dewasa
• Terapi simptomatik • Kriteria pulang anak
• Terapi simptomatik

* Bila diberikan kombinasi hydroxychloroquine dan


azitromisin, pantau QT prolongation (EKG tiap hari)
Alur Protokol 27-Mar-2020

COVID-19
*ODP non-staf rawat jalan
dan isolasi diri 14 hari di
rumah
Staf yang
merawat pasien

Kategori 7 Kategori 8 Kategori 9

ODP Staf ODP Staf Staf yang memilih


High risk Low risk tinggal di RS
Staf yang kontak dengan Staf yang mengenakan APD
Staf yang kontak dengan PDP
pasien positif TANPA lengkap dan sesuai namun
TANPA mengenakan APD
mengenakan APD yang memilih tinggal di RS
yang lengkap dan sesuai
lengkap dan sesuai

Tata laksana Tata laksana Tata laksana


• Dilakukan swab hari ke-1 • Tidak dilakukan swab • Tidak dilakukan swab
dan ke-14 • Rawat di ward ODP low risk • Tidak ada perawatan khusus
• Rawat di ward ODP high risk • Perawatan minimal oleh
• RMO memeriksa hanya bila mahasiswa FON semester
diperlukan akhir

Visit Visit Visit Visit


Kategori Pasien Ruangan*
DPJP RMO Nurse FON

Kategori 1
Positif berat + ICU
+ + + -
komplikasi (CCTV) PK 3

Kategori 2 Positif berat


HCU
+/- + + -
(CCTV) PK 3

Ward Positif
Kategori 3 Positif ringan (optional - + + -
PK 3
teleconsult)
Ward PDP HW
Kategori 4 PDP high watch (optional - + + -
PK 3
teleconsult)

Kategori 5
PDP medium
Ward PDP MW - + + -
watch PK 2

Kategori 6 PDP low watch Ward PDP LW - + + -


PK 1

ODP staf high Ward ODP


Kategori 7
risk high risk
- +/- +/- -
Ward ODP
Kategori 8 ODP staf low risk
low risk
- - - +
Staf yang
Ward yang
Kategori 9 memilih tinggal
tidak terinfeksi
- - - +/-
di RS
*Ruang rawat harus memiliki aliran udara baik dan penempatan antar pasien minimal dengan
jarak 1 meter
Pneumonia COVID-19 27-Mar-2020

Berat dengan Komplikasi


KRITERIA DIAGNOSIS
ARDS Sepsis Syok sepsis
Dewasa Dewasa Dewasa
Skor SOFA ≥2 • Persisten hipotensi
PaO2/FiO2 walaupun sudah
Derajat ARDS
(mmHg) Anak dilakukan resusitasi
≥2 kriteria berikut, salah satu harus merupakan suhu tubuh cairan
ARDS ringan 201-300
atau jumlah leukosit abnormal: • Membutuhkan
ARDS sedang 101-200 1. Suhu aksila >37.9oC vasopressor untuk
2. Takikardia mempertahankan
ARDS berat ≤100 3. Rerata laju pernapasan >2SD di atas normal menurut MAP ≥65 mmHg
umur • Serum laktat >2
Anak 4. Peningkatan/penurunan jumlah leukosit menurut mmol/L
umur atau ditemukan neutrofil imatur >10%
ALI ARDS Anak
HR
PaO2/FiO2 201-300 ≤200
Leukosit • Takikardia
Usia Taki- Bradi- RR
(103/mm3) • Gangguan perfusi
kardia kardia
SpO2/FiO2 213-253 ≤212 (CRT >2 detik, akral
1 bln -
>180 <90 >34 >17.5 atau <5 dingin/ mottled,
FiO2 × MAP 1 thn
5.3-8 ≥8.1 penurunan
PaO2 2-5 thn >140 TA >22 >15.5 atau <6
kesadaran, nadi
6-12 thn >130 TA >18 >13.5 atau <4.5
FiO2 × MAP perifer lebih kecil
6.5-7.7 ≥7.8 13-18 thn >110 TA >14 >11 atau <4.5
SpO2 dari nadi sentral)
TA = tidak dapat diaplikasikan

TATA LAKSANA
Tata laksana umum
• Rawat ruang ICU isolasi • IVFD konservatif tanpa hipoperfusi jaringan
• Implementasi pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) • Vasopressor bila mengalami syok sepsis
• Serial foto toraks setiap hari Senin dan Kamis • Terapi oksigen
• Swab COVID-19 serial setiap hari Senin, Rabu, Jumat • Ventilasi mekanik pada ARDS atau gagal napas
• Pemeriksaan darah serial setiap hari Senin, Rabu, Jumat • HFNO dan NIV hanya digunakan pada pasien tertentu dan
harus dimonitor ketat

Tata laksana khusus


Dewasa Anak
• Azitromisin* PO 500 mg OD, atau • Ampisilin dan gentamisin, atau
• Levofloxacin IV 750 mg OD + Meropenem IV 1000 mg TDS • Makrolid pada anak usia sekolah jika gambaran pneumonia
* Bila diberikan kombinasi hydroxychloroquine dan atipik, atau
azitromisin, pantau QT prolongation (EKG tiap hari) • Ceftriakson IV OD

• Favipiravir PO 1600 mg BD hari pertama, dilanjutkan PO 600 • Oseltamivir


mg BD hari selanjutnya, atau • <1 tahun : 3 mg/kg/kali BD
• Oseltamivir PO 75 mg BD • BB <15 kg : 30 mg BD
• BB 15-23 kg : 45 mg BD
• BB 23-40 kg : 60 mg BD
• BB >40 kg : 75 mg BD
atau
• Lopinavir/ritonavir (dosis komponen lopinavir):
• 14 hari - <6 bln : 50-200 mg/kg/kali BD
• BB 15-25 kg : 50-200 mg/kg/kali BD
• BB 26-35 kg : 75-300 mg/kg/kali BD
• BB >35 kg : sesuai dosis dewasa

• Chloroquine 300 mg BD selama 10 hari Belum cukup bukti untuk pemberian klorokuin pada anak

• Vitamin C IV 1000 mg OD • Multivitamin

• Terapi simptomatik • Terapi simptomatik


Pneumonia COVID-19 27-Mar-2020

Berat
KRITERIA DIAGNOSIS
Dewasa Anak

• RR >30x/menit Batuk/susah bernapas, ditambah setidaknya satu dari:


• Distress napas berat • Sianosis sentral atau SpO2 <92%
• SpO2 <92% • Distress napas berat (grunting, retraksi dinding dada sangat
berat)
• Tanda bahaya umum pneumonia: tidak mau nyusu atau
minum, penurunan kesadaran, atau kejang
• Takipnea

TATA LAKSANA
Tata laksana umum
• Rawat ruang HCU isolasi • IVFD konservatif tanpa hipoperfusi jaringan
• Implementasi pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) • Terapi oksigen
• Serial foto toraks setiap hari Senin dan Kamis
• Swab COVID-19 serial setiap hari Senin, Rabu, Jumat
• Pemeriksaan darah serial setiap hari Senin, Rabu, Jumat

Tata laksana khusus


Dewasa Anak

• Azitromisin* PO 500 mg OD, atau • Ampisilin dan gentamisin, atau


• Levofloxacin IV 750 mg OD, atau • Makrolid pada anak usia sekolah jika gambaran pneumonia
• Makrolid IV 500 mg OD atipik, atau
* Bila diberikan kombinasi hydroxychloroquine dan • Ceftriakson IV OD
azitromisin, pantau QT prolongation (EKG tiap hari)
• Favipiravir PO 1600 mg BD hari pertama, dilanjutkan PO 600 • Oseltamivir
mg BD hari selanjutnya, atau • <1 tahun : 3 mg/kg/kali BD
• Oseltamivir PO 75 mg BD • BB <15 kg : 30 mg BD
• BB 15-23 kg : 45 mg BD
• BB 23-40 kg : 60 mg BD
• BB >40 kg : 75 mg BD
atau
• Lopinavir/ritonavir (dosis komponen lopinavir):
• 14 hari - <6 bln : 50-200 mg/kg/kali BD
• BB 15-25 kg : 50-200 mg/kg/kali BD
• BB 26-35 kg : 75-300 mg/kg/kali BD
• BB >35 kg : sesuai dosis dewasa

• Chloroquine 300 mg BD selama 10 hari Belum cukup bukti untuk pemberian klorokuin pada anak

• Vitamin C IV 1000 mg OD • Multivitamin

• Terapi simptomatik • Terapi simptomatik


Pneumonia COVID-19 27-Mar-2020

Ringan
KRITERIA DIAGNOSIS
Dewasa
• Gejala tidak spesifik: demam, batuk, nyeri tenggorokan, kongesti hidung, malaise, nyeri kepala, nyeri otot
• Pasien dengan pneumonia tanpa tanda pneumonia berat

Anak
• Batuk atau sulit bernapas
• Takipnea

TATA LAKSANA
Tata laksana umum
• Rawat ruang isolasi yang memiliki aliran udara baik dan • IV stopper, atau bila ada indikasi pemberian cairan IV khusus
penempatan antar pasien minimal dengan jarak 1 meter
• Implementasi pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI)
• Serial foto toraks setiap hari Senin dan Kamis
• Swab COVID-19 serial setiap hari Senin, Rabu, Jumat
• Pemeriksaan darah serial setiap hari Senin, Rabu, Jumat

Tata laksana khusus


Dewasa Anak

• Antibiotik bila terdapat bukti infeksi sekunder • Antibiotik bila terdapat bukti infeksi sekunder

• Favipiravir PO 1600 mg BD hari pertama, dilanjutkan PO 600 • Oseltamivir


mg BD hari selanjutnya, atau • <1 tahun : 3 mg/kg/kali BD
• Oseltamivir PO 75 mg BD • BB <15 kg : 30 mg BD
• BB 15-23 kg : 45 mg BD
• BB 23-40 kg : 60 mg BD
• BB >40 kg : 75 mg BD
atau
• Lopinavir/ritonavir (dosis komponen lopinavir):
• 14 hari - <6 bln : 50-200 mg/kg/kali BD
• BB 15-25 kg : 50-200 mg/kg/kali BD
• BB 26-35 kg : 75-300 mg/kg/kali BD
• BB >35 kg : sesuai dosis dewasa

• Chloroquine 300 mg BD selama 7-10 hari Belum cukup bukti untuk pemberian klorokuin pada anak

• Vitamin C PO TDS • Multivitamin

• Terapi simptomatik • Terapi simptomatik

KRITERIA PULANG
Dewasa Anak

• Kondisi stabil • Bebas demam minimal 24 jam


• Bebas demam 3 hari • Gejala klinis pneumonia tidak ada
• Gejala respirasi perbaikan • Pemeriksaan swab SARS-CoV-2 menunjukkan hasil negatif 2
• Tidak ada disfungsi organ kali berturut-turut dengan interval minimal 1 hari
• Perbaikan pada CT scan paru
• Perbaikan pada hasil CRP
• Pemeriksaan swab SARS-CoV-2 menunjukkan hasil negatif 2
kali berturut-turut dengan interval minimal 1 hari
Pneumonia COVID-19 27-Mar-2020

Pada Populasi Khusus


IBU HAMIL
Perawatan Antenatal Persalinan

• Wanita hamil yang termasuk • Pengamatan dan penilaian ibu selama persalinan dilakukan sesuai praktik standar, dengan
PDP harus dirawat di ruang penambahan menjaga SpO2 >94%
isolasi • Belum ada bukti klinis kuat merekomendasikan salah satu cara persalinan, sehingga
• Pemeriksaan USG rutin untuk persalinan dilakukan berdasarkan indikasi obstetri
sementara dapat ditunda • Bila terdapat indikasi induksi persalinan, maka dilakukan evaluasi urgency. Apabila
sampai ada rekomendasi dari memungkinkan, tunda hingga infeksi terkonfirmasi atau keadaan akut sudah teratasi. Bila
episode isolasinya berakhir tidak memungkinkan menunda, induksi persalinan dilakukan di ruang isolasi termasuk
• Perawatan antenatal dan USG perawat pasca persalinannya
antenatal lanjutan dilakukan • Bila terdapat indikasi operasi terencana, dilakukan evaluasi urgency. Apabila
14 hari setelah periode memungkinkan, tunda untuk mengurangi risiko penularan sampai infeksi terkonfirmasi
penyakit akut berakhir atau keadaan akut sudah teratasi. Bila operasi tidak dapat ditunda, maka operasi sesuai
prosedur standar dengan pencegahan infeksi sesuai standar APD lengkap
• Ruang operasi kebidanan:
• Operasi elektif pada pasien COVID-19 harus dijadwalkan terakhir
• Pasca operasi ruang operasi harus dilakukan pembersihan penuh sesuai standar
• Jumlah petugas di kamar operasi seminimal mungkin dan menggunakan APD sesuai
standar

NEONATUS
Lahir dari ibu positif Lahir dari ibu PDP Lahir dari ibu ODP

Kategori Kontak erat risiko tinggi Kontak erat risiko rendah Tidak ada

Swab COVID-19 Dilakukan 2x pada hari ke-1 dan Tidak perlu Tidak perlu
ke-14

Rawat Gabung Tidak; Tidak; Ya


Bayi dirawat terpisah dari ibu Bayi dirawat terpisah dari ibu,
sampai ibu dinyatakan sembuh. sampai diketahui hasil
Bila bayi bergejala, bayi dirawat pemeriksaan SARS-CoV-2 ibu
sebagai PDP di ruang isolasi
tekanan negatif. Jika tidak
memungkinkan, di satu ruangan
sendiri.

ASI ASI perah ASI perah Bisa menyusu langsung dari ibu
dengan prosedur perlindungan
Pompa ASI Hanya digunakan oleh ibu tsb Hanya digunakan oleh ibu tsb saluran napas (ibu mengenakan
dan dilakukan pembersihan dan dilakukan pembersihan masker bedah dan menjaga
pompa setelah digunakan pompa setelah digunakan kebersihan tangan)

Bila tidak dapat menjamin


prosedur perlindungan saluran
napas, bayi diberikan ASI perah

Dukungan kesehatan Ya Ya Ya
mental

HEMODIALISIS
Kategori Pasien Ruang Hemodialisis Tenaga Medis

Kontak Ruang HD isolasi setara isolasi hepatitis B: tidak perlu


APD standar tetapi masker N95
ODP tekanan negatif dengan ventilasi yang baik

Kontak erat risiko tinggi

PDP Ruang HD isolasi airborne infection (seperti TBC) dengan


APD sesuai ruang isolasi
Kasus probabel tekanan negatif

Kasus konfirmasi
Early Warning Score (EWS) 27-Mar-2020

pada Pasien COVID-19

Parameter 3 2 1 0 1 2 3

Usia
<65 ≥65
(tahun)
Laju napas
≤8 9-11 12-20 21-24 ≥25
(x/menit)
Saturasi O2
≤91 92-93 94-95 ≥96
(%)
Penggunaan
Ya Tidak
oksigen
TD sistolik
≤90 91-100 101-110 111-219 ≥220
(mmHg)
Frekuensi nadi
≤40 41-50 51-90 91-110 111-130 ≥131
(x/menit)
Drowsy
Kesadaran Alert Letargi
Koma
Suhu
≤35.0 35.1-36.0 36.1-38.0 38.1-39.0 ≥39.1
(oC)

Tindak Lanjut EWS


pada Pasien COVID-19
Skor Risiko Frekuensi Monitoring Respons Klinis

0 - Tiap 12 jam Monitoring rutin

Evaluasi bedside oleh


1-4 Rendah Tiap 6 jam
perawat
5-6
Lapor ke DPJP untuk
atau skor 3 di Sedang Tiap 1-2 jam
evaluasi
parameter mana saja
Lapor ke DPJP untuk
≥7 Tinggi Kontinu
evaluasi segera