Anda di halaman 1dari 4

3/8/2020 6 Hal yang Perlu Diketahui oleh Pencari Kebenaran - Bincang Syariah

pencari kebenaran

6 Hal yang Perlu Diketahui oleh Pencari Kebenaran


Penulis Imam Bukhari Muslim - 6 Maret 2020

BincangSyariah.Com – Katakanlah: “Inilah jalanku. Aku dan orang-orang yang mengiku ku menyeru kepada Allah
dengan keterangan yang nyata. Maha Suci Allah dan aku dak termasuk orang-orang yang musyrik.” (Yusuf: 108)
Bagi pencari kebenaran, hal pertama yang harus diketahui adalah jalan siapa yang akan dia tempuh. Pemilihan jalan
di awal perjalanan akan menentukan ke arah mana tujuan ia labuhkan. Oleh karena itu, memberikan segenap daya
upaya untuk mencari jalan kebenaran adalah urgensi yang dak bisa ditawar-tawar lagi. Banyak orang tersesat
karena salah memilih jalan, kenapa pasal? Karena mereka memilih tanpa ilmu, hanya ikut-ikutan dengan dasar
kebodohan.

Kedua, pencari kebenaran di awal kesadarannya seper gelas bening yang siap diisi apa saja. Jika yang meraihnya
pertama kali adalah pecinta minuman kopi maka warnanya berubah menjadi hitam, jika peminum teh maka akan
menguning, begitupula jika dipakai untuk minum air pu h maka warnanya akan tetap bening.

Ke ga, bagi umat Islam, jalan kebenaran secara absolut adalah jalan yang pernah ditempuh oleh Nabi Muhammad
Saw, Nabi ummi yang diutus dari bangsa Arab untuk seluruh alam. Dia adalah rahmat bagi semesta. Kebenaran
adalah ke ka dapat memahami dan meneladani seluruh dimensi kehidupannya. Bagi orang-orang yang pernah
hidup sezaman dengan Beliau, kebenaran diperoleh dengan melihat dan menyaksikan sikap dan prilaku serta
mendengar secara langsung sabda Beliau.

Adapun mereka yang dak pernah bertemu secara langsung dengan beliau, ajaran kebenaran itu dapat diperoleh
melalui talaqqi kepada orang yang pernah berjumpa dengan beliau. Begitulah seterusnya secara estafet sampai
akhir zaman kebenaran Beliau diwariskan. Tidak diterima sebuah ‘kebenaran’ yang dak bersambung kepada
Beliau. Untuk itu, dak layak diiku se ap ‘orang berilmu’ yang dak memiliki sambungan kepada Nabi Saw.

https://bincangsyariah.com/kalam/6-hal-yang-perlu-diketahui-oleh-pencari-kebenaran/ 1/4
3/8/2020 6 Hal yang Perlu Diketahui oleh Pencari Kebenaran - Bincang Syariah

Baca Juga : Tujuan dan Tingkatan Manusia dalam Beribadah

Sambungan itu disebut dengan sanad, yang berar sandaran. Ar nya ilmu kita bersandar kepada orang yang
darinya kita belajar. Begitupun guru kita bersandar kepada gurunya, gurunya bersandar kepada gurunya lagi
sampai kepada Nabi Saw.

Keempat, agama memiliki logika terbalik dengan teknologi. Jika teknologi semakin akhir berpotensi semakin maju
dan mendeka kesempurnaannya dalam kebenaran maka agama semakin akhir semakin jauh dari kebenaran dan
kesempurnaannya. Itu sebabnya Nabi Saw bersabda “sebaik-baik generasi adalah generasiku, kemudian generasi
setelah generasiku begitu seterusnya”.

Dari itu, para pencari kebenaran yang hidup jauh setelah Nabi Saw harus berha -ha dengan fitnah-fitnah yang
bisa muncul kapan saja. Baik fitnah yang dihembuskan oleh outsider (orang luar) maupun fitnah insider (orang
dalam). Bahkan, fitnah orang dalam agama seringkali jauh lebih berbahaya dari orang luar agama itu sendiri. Siapa
mereka orag dalam agama yang menjadi fitnah bagi pencari kebenaran?

Adalah mereka yang dak memiliki seperangkat keilmuan untuk berij had, akan tetapi memaksakan diri untuk
berij had. Mereka memperkosa dalil-dalil agama untuk menghasilkan hukum dan ‘kebenaran’ serta menafsirkan
dalil-dalil tersebut secara serampangan untuk menjus fikasi hasil ij hadnya. Orang-orang seper itu dak masuk
dalam sabda Nabi Saw bahwa jika ij hadnya salah akan mendapat satu pahala, jika benar mendapat dua pahala.

Kelima, kebenaran dak diperoleh secara instan dan otodidak. Siapapun yang beranggapan bahwa secara otodidak
seseorang dapat menguasai kebenaran, maka ia telah jatuh pada keselahan yang fatal. Untuk itu, seorang pencari
kebenaran harus mengonstruksi ilmunya mulai dari ngkat dasar, seper ilmu alat, ilmu ushul, balaghoh, bahasa
arab, dasar-dasar fiqih, tauhid dan agama secara keseluruhan.

Konstruksi ilmu itu harus dibangun melalui bimbingan seorang guru yang memiliki sanad keilmuan yang jelas.
Sangat dak diperkenankan para pencari kebenaran di awal pencariannya hanya melalui baca-baca buku seorang
diri. Karena, selain berpotensi tersesat dalam pemahamannya, kebenaran dak hanya tentang kebenaran itu
sendiri, tetapi juga tentang teladan seorang guru di dalam memprak kkan kebenaran yang diajarkan kepada
muridnya.

Baca Juga : Mengevaluasi Keuntungan dan Kerugian Hidup di Dunia

Keenam, para pencari kebenaran dak boleh berpuas diri pada pemahaman satu kelompok saja. Ar nya, mereka
harus rajin-rajin ‘piknik’ ke pemahaman kelompok lain. Karena, boleh jadi terdapat kebenaran di kelompok lain
yang justru dak ada di kelompoknya. Atau, mungkin saja mereka tersesat dan yang mampu mengembalikan
mereka ke jalan kebenaran adalah kelompok yang berada di luar mereka. Wallohu a’lam bisshowab

https://bincangsyariah.com/kalam/6-hal-yang-perlu-diketahui-oleh-pencari-kebenaran/ 2/4
3/8/2020 6 Hal yang Perlu Diketahui oleh Pencari Kebenaran - Bincang Syariah

Imam Bukhari Muslim


Aktivis di Laznas Yatim Mandiri Surabaya

https://bincangsyariah.com/kalam/6-hal-yang-perlu-diketahui-oleh-pencari-kebenaran/ 3/4
3/8/2020 6 Hal yang Perlu Diketahui oleh Pencari Kebenaran - Bincang Syariah

https://bincangsyariah.com/kalam/6-hal-yang-perlu-diketahui-oleh-pencari-kebenaran/ 4/4