Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

POTENSI HUTAN INDONESIA

Disusun Oleh :
 Erlangga Pratama Nasir (M011191226)
 Irani Novia (M011191233)
 Sofi Soraya Mulandani R. (M011191241)
 Hafizhah Nursyariah.S (M011191251)
 Nurbaiti Masdar (M011191259)
 Regina Tiku Langi (M011191265)
 Resky Amelia Makmur (M011191271)
 Rahmatul Jannah Lasolo (M011191278)
 Pritha Anggun Chairunnisa (M011191286)
 Nurul Wakia (M011191292)

FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2019

1
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahi Rabbil ’ Alamin, kata yang sangat patut kami lafadzkan
karena hanya dengan izin-Nya lah serta kemudahan-Nya sehingga pengerjaan
Makalah yang berjudul “Potensi Hutan Indonesia” ini, dapat kami selesaikan pada
waktu yang telah ditetapkan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah PIK.
Kami sangat mengharapkan Makalah yang telah kami susun ini bisa
menjadi sebuah ilmu yang berguna, khususnya bagi kami. Walaupun begitu pun
kami sadar bahwa makalah yang kami kerjakan ini masih jauh dari kesempurnaan,
oleh karena itu kami harapkan pula kritikan serta masukan yang bisa membuat
kami menjadi lebih baik kedepannya.

Makassar, 10
April 2020

Penulis

2
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL .......................................................................................
1
KATA PENGANTAR......................................................................................
2
DAFTAR ISI.....................................................................................................
3
BAB I PENDAHULUAN............................................................................
4
A. Latar Belakang ..........................................................................
4
B. Rumusan Masalah......................................................................
4
C. Tujuan........................................................................................
5

BAB II PEMBAHASAN...........................................................................
6
A. Pengertian Hutan Dan Kehutanan..............................................
6
B. Fungsi dan Manfaat Hutan Bagi Manusia Dan Lingkungan.....
12
C. Potensi Kekayaan Sumber Daya Hutan Indonesia.....................
13
D. Fungsi Hutan Dalam Pembangunan Ekonomi...........................
14

BAB III PENUTUP ........................................................................................


16

3
A. Kesimpulan................................................................................
16
B. Saran..........................................................................................
16
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................
17

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sekitar sepertiga dari daratan bumi, atau 3,9 miliar hektarnya
ditutupi hutan. Hutan merupakan sumber energi, mineral dan merupakan
rumah dari berbagai spesies flora dan fauna juga sebagai penyerap CO2.
Tetapi, setiap tahun 13 juta hektar hilang.
Hutan-hutan ini memberikan kita banyak keuntungan yang tidak
terhingga. Hutan memproduksi oksigen, ia juga menyerap karbondioksida,
menyimpan air, melindungi kita dari banjir, dan mencegah tanah dari
erosi. Hutan juga memberi banyak materi yang kita butuhkan sehari hari
seperti kayu, kertas dan hutan sangat penting bagi keanekaragaman hayati.

4
Masalah utama di banyak negara berkembang dan ambang industri
adalah tidak memperhitungkan perlindungan hutan bagi penggunaan
lahan. Penggunaan bagi pertanian dan peternakan atau pembangunan
industri sering dilihat secara jangka pendek. Di sini para ahli dan
organisasi lingkungan berharap pada kerangka perlindungan iklim
internasional. bagian dari iklim perjanjian berikut pada tahun 2013:
"Untuk pertama kalinya kita memiliki peluang, bahwa unsur karbon yang
terkait dengan hutan, juga dihitung nilai ekonominya . Dan juga dalam
jangka menengah, hendaknya perlindungan dan pengelolaan hutan yang
ekonomis merupakan pilihan pemanfaatan lahan yang menarik bagi
masyarakat setempat.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalahnya sebagai
berikut.
a) Apakah pengertian hutan dan kehutanan?
b) Apa sajakah fungsi dan manfaat hutan bagi manusia dan
lingkungan?
c) Bagaimana potensi kekayaan sumber daya hutan Indonesia?
d) Apakah fungsi hutan dalam pembangunan ekonomi?
C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuannya adalah sebagai
berikut.
a) Mendeskripsikan pengertian hutan dan kehutanan.
b) Mendeskripsikan fungsi dan manfaat hutan bagi manusia dan
lingkungan.
c) Mendeskripsikan potensi kekayaan sumber daya hutan Indonesia.
d) Mendeskripsikan Fungsi hutan dalam pembangunan.

5
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Hutan Dan Kehutanan
Hutan adalah suatu wilayah yang memiliki banyak tumbuh-
tumbuhan lebat yang berisi antara lain pohon, semak, paku-pakuan,
rumput, jamur dan lain sebagainya serta menempati daerah yang cukup
luas. Negara Kita Indonesia memiliki kawasan hutan yang sangat luas dan
beraneka ragam jenisnya dengan tingkat kerusakan yang cukup tinggi
akibat pembakaran hutan, penebangan liar, dan lain sebagainya.
Dari sudut pandang orang ekonomis, hutan merupakan tempat
menanam modal jangka panjang yang sangat menguntungkan dalam

6
bentuk hak pengusaha hutan. Sudut pandang ilmuwan, hutan menjadi
sangat bervariasi sesuai dengan spesifikasi ilmu. Ahli silvikultur
mempunyai pandangan berbeda dengan ahli manajemen hutan atau ahli
ekologi atau ahli-ahli lainya, menurut silvika hutan merupakan suatu
asosiasi dari tumbuh-tumbuhan yang sebagian besar terdiri atas pepohonan
atau vegetasi berkayu yang menempati areal luas. Menurut ahli ekologi
hutan adalah sebagai suatu masyarakat tumbuh-tumbuhan yang dikuasai
oleh pohon-pohon dan keadaan lingkungan berbeda dengan keadaan di
luar hutan .Ahli kehutanan mengartikan hutan sebagai hutan komunitas
biologi yang didominasi oleh pohon-pohonan tanaman keras.
Menurut UU No. 5 tahun 1967 hutan diartikan sebagai lapangan
bertumbuhan pohon-pohon yang secara menyeluruh merupakan
persekutuan hidup alam hayati beserta alam lingkungannya. Menurut
Wikipedia Ensiklopedia Bebas, 2009; Hutan adalah sebuah kawasan yang
ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya. Kawasan-
kawasan semacam ini terdapat di wilayah-wilayah yang luas di dunia dan
berfungsi sebagai penampung karbon dioksida (carbon dioxide sink ),
habitat hewan, modulator arus hidrologika, serta pelestari tanah, dan
merupakan salah satu aspek biosfer Bumi yang paling penting.
Hutan adalah bentuk kehidupan yang tersebar di seluruh dunia.
Kita dapat menemukan hutan baik di daerah tropis maupun daerah
beriklim dingin, di dataran rendah maupun di pulau kecil maupun di benua
besar .Hutan merupakan suatu kumpulan tetumbuhan, terutama pepohonan
atau tumbuhan berkayu lain, yang menempati daerah yang cukup luas.
Keunggulan yang lebih penting bagi hutan dari sumberdaya alam lain
adalah merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Sumber-
sumber hutan tidak akan kunjung habis dan kering , ia akan selalu ada
asalkan diurus dan dijaga sebaik-baiknya. Pengelolaan sumber kehutanan
modern berdasarkan sifat renewable dan potensi serba guna bagi
kesejahteraan rakyat sepanjang masa . (Mubyarto, 1985) Tekanan
penduduk dan ekonomi yang semakin besar mengakibatkan pengambilan

7
hasil hutan semakin intensif, gangguan terhadap hutan semakin besar
sehingga fungsi hutan juga berubah.
Kehutanan adalah suatu kegiatan yang bersangkut paut dengan
pengelolaan ekosistem hutan dan pengurusannya, sehingga ekosistem
tersebut mampu memenuhi kebutuhan barang dan jasa . tujuan
pembangunan kehutanan Indonesia adalah membagi lahan hutan ke dalam
pengelolaan yang terdiri atas pengelolaan hutan produksi berfungsi
ekonomi dan ekologi yang sama kuat atau seimbang, pengelolaan hutan
konservasi yang berfungsi ekologi dan pengelolaan hutan kebun kayu
sebagai fungsi ekonomi. Saat sekarang telah ditetapkan bahwa
pembangunan kehutanan dan perkebunan dititikberatkan pada
pemanfaatan sumber daya hutan dan kebun pada kepentingan ekonomi,
ekologi dan sosial secara seimbang.
Pengelolaan hutan bukan hanya sekedar menetapkan hutan sebagai
perlindungan tanah, iklim, sumber air dan pemenuhan kebutuhan akan
kayu dan produk lainya. Tetapi, pengelolaan hutan harus ditunjukkan
untuk mendayagunakan semua lahan demi kepentingan Negara, bahkan
Negara lain juga. Dengan demikian, secara parsial akan mengerti tentang
fungsi hidrologik, penyangga hayati, kesuburan tanah, ekonomi, sosial,
kebudayaan, rekreasi, dan estetika dari hutan secara keseluruhan.
Sedangkan secara utuh atau menyeluruh perlu diperhatikan kaitan fungsi
dan masalah yang satu terhadap fungsi dan masalah lainnya. Adapun
kegiatan kehutanan ini meliputi:
1. Penatagunaan Hutan
Penatagunaan hutan merupakan kegiatan perekaan
pengukuran dan pemetaan fungsi dan tipe hutan dengan
tujuan mencapai pemanfaatan hutan secara maksimal dan
lestari. Penatagunaan hutan tersebut dilaksanakan
berdasarkan pertimbangan letak dan keadaan hutan,
topografi, keadaan dan sifat tanah, iklim, keadaan dan
perkembangan masyarakat.

8
2. Pengusahaan Hutan
Pengusahaan hutan bertujuan untuk memperoleh
dan meninggikan produksi hasil hutan demi pembangunan
ekonomi bagi masyarakat, peningkatan devisa dan
pendapatan negara, dan perluasan serta pemerataan
kesempatan kerja, kesempatan berusaha, pengembangan
sumber energi nonminyak. Pengusahaan hutan
diselenggarakan berdasarkan asas kelestarian dan asas
perusahaan yang meliputi penanaman, pemeliharaan,
pemanenan, pengolahan, dan pemasaran hasil.
3. Reboisasi dan Rehabilitasi Lahan
Pelaksanaan reboisasi dan rehabilitasi hutan
dilakukan melalui program penyelamatan hutan, tanah dan
air serta bertujuan mencegah terjadinya banjir, erosi, dan
kekeringan. Secara tidak langsung, reboisasi dan
rehabilitasi hutan bertujuan untuk meningkatkan
pendapatan petani melalui peningkatan daya dukung lahan
serta terbinanya petani sebagai pelestari sumber daya alam,
terutama pemanfaatan daerah aliran sungai (DAS).
4. Perlindungan Hutan
Hutan perlu dilindungi dengan tujuan agar
kelestariannya memenuhi fungsi yang meliputi pencegahan
dan membatasi kerusakan-kerusakan hutan dan hasil akibat
oleh perbuatan manusia dan ternak. kebakaran dan hama
penyakit. Pelaksanaan perlindungan hutan ini perlu
mengikutsertakan masyarakat, terutama dengan sistem
hutan kemasyarakatan.
5. Inventarisasi dan Perencanaan
Inventarisasi bertujuan untuk mengetahui potensi hutan
yang bersangkutan agar diperoleh suatu perencanaan hutan
yang baik, terutama dalam hal kelestarian.

9
6. Pengurusan Hutan
Pengurusan hutan bertujuan untuk mencapai
manfaat hutan sebesar-besarnya yang serbaguna dan lestari
dalam pembangunan masyarakat. Untuk terlaksananya
pengurusan hutan, maka dibentuk kesatuan-kesatuan
Pemangkuan Hutan yang pelaksanaannya diatur oleh
Menteri Kehutanan.
7. Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Kegiatan-kegiatan konservasi sumber daya alam
dan lingkungan mengarah ke satu perlindungan ekologi
untuk menunjang sistem penyangga kehidupan, pengawetan
keberadaan keanekaragaman hayati, pelestarian manfaat,
dan lingkungan secara berkelanjutan. Kegiatan-kegiatan
tersebut dilakukan melalui upaya rehabilitasi, pembinaan
dan pengelolaan hutan lindung, suaka alam dan taman
wisata alam.
8. Ilmu Pengetahuan Hutan
Hutan yang ada sekarang ini merupakan sumber
daya alam yang dapat diperbaharui (renewable natural
resources) secara langsung ataupun tidak langsung
berpengaruh terhadap pembangunan nasional. Penelitian-
penelitian yang terarah perlu dilakukan untuk mencegah
kerugian yang tidak diinginkan. Sebab, hutan mempunyai
hubungan yang erat dengan masalah manusia dan
kepentingan masyarakat.
Untuk itu, perlu dilakukan pengkajian tentang ilmu-
ilmu yang berkaitan dengan kehutanan, antara lain:

a) Ilmu Tanah Hutan: Ilmu ini sangat dibutuhkan di dalam


mempelajari keadaan lantai hutan, di mana serasah

10
merupakan bagian penting bagi kehidupan pohon dan
kesuburan tanah.
b) Dendrologi: Ilmu ini merupakan perpaduan antara
taksonomi, ekologi, dan geologi di mana harus mengenal
pohon-pohon dengan ciri-cirinya serta memberi nama dan
menggolongkan dengan dibantu ilmu morphologi dalam
menafsirkan bentuk dan strukturnya.
c) Ekologi Hutan: Ilmu ini mirip dengan ilmu silvika yang
mempelajari tentang vegetasi dengan lingkungannya
terhadap pengaruh bentuk dan struktur tanaman. Ilmu
silvika mempelajari faktor lingkungan terhadap jenis
tanaman yang terbatas dan ekologi mempelajari hutan
secara menyeluruh.
d) Silvika: Ilmu ini mirip atau equivalen dengan ilmu ekologi
hutan. Sebab, silvika merupakan cabang ilmu ekologi yang
mempelajari kehidupan dari pohon dalam hutan dan sejarah
hidup serta sifat-sifat umum dari pohon- pohon dan tegakan
terhadap faktor-faktor lingkungan. Jadi, ilmu silvika adalah
ilmu yang mempelajari sejarah hidup dan ciri-ciri umum
pohon beserta tegakan hutan dalam kaitannya dengan
faktor-faktor lingkungan. Ahli silvika memandang hutan
sebagai suatu bentuk kompleks yang tersusun atas unit-unit
vegetasi yang terkait dengan faktor habitat yang berbeda.
Seorang ahli silvika akan selalu menghubungkan vegetasi
hutan dengan pengaruhnya terhadap lingkungan. Hutan
secara menyeluruh dipengaruhi oleh faktor lingkungan
yang mewujudkan suatu kualitas tempat tumbuh dari
kapasitas berproduksi wilayah hutan.
e) Silvikultur Merupakan suatu ilmu dan seni menghasilkan
serta memelihara hutan dengan menggunakan pengetahuan
silvika untuk memperlakukan hutan serta mengendalikan

11
susunan dan pertumbuhannya. ilmu silvi kultur analog
dengan ilmu agronomi dan hortikultura di bidang pertanian
karena membicarakan cara-cara membudidayakan
tumbuhan. Silvikultur dibagi menjadi dua bagian, yakni
silvika dan silvikultur, di mana silvika sebagai dasar teori
dan silvikultur sebagai pelaksanaan di lapangan. Seperti
suatu pohon akan mampu hidup dan berkembang apabila
ditanam dalam tapak yang telah dipilih serta harus ditanam
secara vegetatif ataupun generatif.
f) Ilmu Ukur Kayu: Merupakan ilmu yang mempelajari besar
massa kayu yang masih berdiri dan banyaknya kayu yang
dapat ditebang, agar tidak membahayakan asas kelestarian.
g) Inventarisasi: Merupakan ilmu untuk mengetahui potensi
hutan yang bersangkutan dan berbagai arti ekonomi,
lingkungan, dan fungsi sosial serta nilai sumber dayanya
sebagai perencanaan hutan yang baik dan lestari.
h) Penafsiran Potret Udara: Suatu ilmu yang khusus
mengumpulkan data penting bagi inventarisasi dan
perencanaan hutan. Dari survei ini dapat diperoleh
gambaran kasar mengenai keadaan dan penyebaran setiap
tipe vegetasi, terutama penyebaran dan luas hutan, massa
tegakan atau kerapatannya, dan perkiraan jenis-jenis
tumbuhan penting.
i) Pengelolaan DAS. Suatu ilmu yang mempelajari manfaat
hutan yang berkaitan dengan sifat-sifat mikro dan makro
kayu seperti cacat, sifat fisika, dan kimia kayu.
B. Fungsi dan Manfaat Hutan Bagi Manusia Dan Lingkungan
Hutan memiliki banyak manfaat untuk kita semua. Hutan
merupakan paru-paru dunia (planet bumi) sehingga perlu kita jaga karena
jika tidak maka hanya akan membawa dampak yang buruk bagi kita di
masa kini dan masa yang akan datang.

12
1. Manfaat hutan salah satunya di bidang ekonomi
a) Negara dengan hasil kayunya sebagai bahan baku atau bahan dasar
industri yang berbasis kayu, kayu sebagai bahan bangunan,
Furniture, dll. yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berdampak
pada perkembangan ekonomi masyarakat.
b) Pekerja hutan dengan mempekerjakan orang-orang yang di
bidangnya berarti mengurangi pengangguran dan
mensejahterahkan rakyat secara tidak langsung negara membatu
mensejahterahkan rakyat dan perekonomian negara jadi lebih baik
c) Flora fauna yang ada di hutan bisa juga dijadikan tempat wisata
yang bisa menarik wisatawan domestik atau asing jadi negara
dapat pemasukan lagi dan dikenal juga karena ada tempat wisata
yang menarik
d) Banyak oksigen dan udara jadi bersih sehingga orang sakit
berkurang dan subsidi kesehatan berkurang. hutan gundul bencana
datang banjir, tanah longsor, kekurangan air bersih dan seterusnya
akhirnya ada biaya yang dikeluarkan untuk menanggulangi
masalah tersebut.
2. Manfaat/Fungsi Klimatologis
a) Hutan dapat mengatur iklim
b) Hutan berfungsi sebagai paru-paru dunia yang menghasilkan
oksigen bagi kehidupan.
3. Manfaat/Fungsi Hidrolis
a) Dapat menampung air hujan di dalam tanah
b) Mencegah intrusi air laut yang asin
c) Menjadi pengatur tata air tanah
d) Manfaat/Fungsi Ekologis
e) Mencegah erosi dan banjir
f) Menjaga dan mempertahankan kesuburan tanah
g) sebagai wilayah untuk melestarikan keanekaragaman hayati.
C. Potensi Kekayaan Sumber Daya Hutan Indonesia

13
Hutan Indonesia layaknya paru-paru dunia dalam menghasilkan
oksigen bagi kehidupan makhluk di bumi. Lekat dengan sebutan paru-paru
dunia tidak datang begitu saja. Itu karena Negara Indonesia kaya akan
potensi hutan dan hasil hutan. Luas potensi hutan di Indonesia yang
mencapai lebih dari sepertiga luas daratan Indonesia membuat Indonesia
dikenal dunia sebagai Negara yang melimpah hasil kekayaan alam.
Sebagai buktinya adalah Negara Belanda yang berabad-abad silam
menjajah Indonesia hingga 3,5 abad lamanya. Bukan waktu yang singkat
jelas, dan tidak mungkin kalau pengerukan kekayaan alam hanya
menguntungkan sedikit saja.
Bahkan beberapa waktu lalu sehubungan dengan meluasnya isu
global warming, hutan di Kalimantan dideklarasikan sebagai paru-paru
dunia, Maksudnya adalah bahwa hutan Kalimantan merupakan hutan
utama penyangga dan pemasok udara bersih yang harus dipertahankan
keberadaannya. Ini menyangkut konsekuensi juga tata kelola hutan dan
tata kota di Kalimantan haruslah memperhatikan kelestarian hutan agar
paru-paru yang dimaksud tetap mampu menjalankan fungsi sebagaimana
mestinya.
Bukan hanya Kalimantan saja yang mempunyai hutan dengan luas
yang dapat dibanggakan karena ternyata secara perhitungan luas seluruh
hutan di Indonesia adalah 133.300.543,98 ha. Ini mencakup kawasan
suaka alam, hutan lindung, dan hutan produksi. Provinsi dengan luas hutan
terbesar adalah gabungan provinsi Papua dan Papua Barat dengan 40,5
juta ha. Disusul oleh provinsi Kalimantan Tengah (15,3 juta ha), dan
Kalimantan Timur (14,6 juta ha). Sedangkan provinsi di Indonesia dengan
luas hutan tersempit adalah DKI Jakarta (475 ha).
Data luas hutan Indonesia ini merupakan data deyure berdasarkan
SK Penunjukan Kawasan Hutan dan Perairan Provinsi yang dikeluarkan
oleh Menteri Kehutanan. Mengenai jumlah riil luas hutan di lapangan
kemungkinan dapat berbeda. Hal ini karena beberapa SK penunjukan
dikeluarkan sejak lebih dari sepuluh tahun yang lalu, bahkan luas hutan di

14
provinsi Kalimantan Tengah telah dikeluarkan sejak tahun 1982 dan
sepertinya belum direvisi ulang. untuk data luas hutan di tiap provinsi di
Indonesia beserta SK Penunjukan Kawasan Hutan dan Perairan Provinsi
yang dikeluarkan oleh Menteri Kehutanan dapat dilihat pada lampiran.
D. Fungsi Hutan Dalam Pembangunan Ekonomi
Dalam pola umum pembangunan jangka panjang kedua diletakkan
pada bidang ekonomi diantaranya di titik beratkan pada pembangunan
ekonomi yang mengelola kekayaan bumi Indonesia. Di samping untuk
memberikan kemanfaatan masa kini, juga harus menjamin kehidupan masa
depan. Pembangunan kehutanan harus makin di arahkan. Untuk
meningkatkan pemanfaatan hutan bagi industri dalam negeri sehingga
dapat menghasilkan nilai tambah dan menciptakan lapangan kerja yang
sebesar- besarnya. Fungsi hutan dan kehutanan sebagai bagian dari
pembangunan nasional, mempunyai keterkaitan erat sebagai modal utama
yang turut meletakkan dasar yang cukup kuat dalam proses tinggal landas
memasuki PJP II. diantaranya sebagi berikut:
1. Pembangunan kehutanan diarahkan untuk memberikan
manfaat bagi sebesar- besar kemakmuran rakyat dengan
tetap menjaga kelestarian dan kelangsungan fungsi hutan
dan dengan mengutamakan pelestarian SDA dan fungsi
lingkungan hidup, memelihara tata air, serta untuk
memperluas kesempatan usaha dan lapangan kerja,
meningkatkan sumber pendapatan Negara devisa serta
memacu pembangunan daerah.
2. Pengembangan hasil hutan kayu dan non kayu
diselenggarakan melalui upaya peningkatan pengusahaan
hutan produksi, hutan rakyat, hutan tanaman industri dan
upaya peningkatan produktivitas hutan alam yang didukung
oleh penyediaan bibit hutan tanaman hutan yang gundul
dan budi daya hutan yang Tangguh

15
3. Hutan sebagai salah satu penentu ekosistem,
pengelolaannya ditingkatkan secara terpadu dan
berwawasan lingkungan untuk menjaga dan memelihara
tanah, air, udara, iklim dan lingkungan hidup serta
memberikan manfaat yang sebesar- besarnya bagi
masyarakat.
4. Upaya rehabilitasi hutan dan tanah kritis, konservasi tanah,
rehabilitasi sungai, danau, rawa, hutan rawa, pelestarian
gua-gua alam, karang laut, flora dan fauna langka serta
pengembangan fungsi daerah aliran sungai ditingkatkan dan
makin disempurnakan
5. Dalam pembangunan kehutanan, keikutsertaan masyarakat
di kawasan hutan sekitar termasuk masyarakat transmigrasi
kehutanan perlu diberi peluang dan ditingkatkan
6. Pengusahaan hasil hutan disesuaikan dengan daya dukung
sumberdaya alamnya agar kelestarian sumber daya hutan
terjamin dan kerusakan hutan dapat dicegah
7. Pembangunan kehutanan perlu didukung dengan kegiatan
penyuluhan, pendidikan dan pelatihan, peraturan
perundang-undangan, penyediaan informasi serta penelitian
dan pengembangan.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Hutan adalah sebagai lapangan bertumbuhan pohon-pohon yang
secara menyeluruh merupakan persekutuan hidup alam hayati beserta alam
lingkungannya yang banyak memberikan manfaat pada manusia dan
lingkungannya salah satunya untuk memenuhi kebutuhan akan sandang,

16
pangan dan papannya, sehingga banyak potensi yang harus dimanfaatkan
dan tetap memperhatikan keseimbangan akan flora dan fauna yang
menghuni hutan tersebut.
B. Saran
Untuk semua masyarakat Indonesia diharapkan kesadaran yang tinggi
untuk
menjaga dan melestarikan hutan yang ada di Indonesia terutama
lingkungan tempat tinggal sendiri agar kelestariannya terjaga dan tetap
bisa menikmati hasil hutan terutama pembangunan di Indonesia. Tidak
melakukan pembabatan hutan secara besar-besaran tetapi harus melakukan
reboisasi atau tebang pilih tanam pohon, untuk pemerintah diharapkan
memperketat peraturan perundang-undangan dan tidak menerima suap
sekecil apapun untuk masalah kehutanan.

DAFTAR PUSTAKA
Arief, Arifin. 2001. Hutan Dan Kehutanan . Yogyakarta: Kanisius.

https://www.academia.edu/8348397/Ekonomi_sumber_daya_hutan_Fakult
as_kehutanan_Universitas_HaluOleo_2014?auto=download.

17
Kompasiana. 2013. Pengertian Hutan Manfaat Hutan Yang Yang
Mempengaruhi Persebaran Hutan.

http://green.kompasiana.com/penghijauan/2013/04/07/pengertian-hutan-
manfaat-hutan-yang-mempengaruhi-persebaran-hutan-549007.html

http://politik.kompasiana.com/2012/04/13.

Usaha Pelestarian Hutan , www.bukupr.com/2012/03/usaha-pelestarian-


hutan-cara-lain- untuk.html

18