Anda di halaman 1dari 19

GARIS DAN PERPOTONGAN BIDANG

(Laporan Praktikum Geologi Struktur)

Oleh :
Siska Erna Sephiana
1915051025

LABORATORIUM TEKNIK GEOFISIKA


JURUSAN TEKNIK GEOFISIKA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMPUNG
2020
Judul Praktikum : Garis dan Perpotongan Bidang

Tanggal Percobaan : 6 April 2020

Tempat Percobaan : Ruang Kelas TG-1

Nama : Siska Erna Sephiana

NPM : 1915051025

Fakultas : Teknik

Jurusan : Teknik Geofisika

Kelompok : 6 (Enam)

Bandar Lampung, 13 April 2020


Mengetahui,
Asisten

Tectona Putra E.P


NPM. 1815051035

i
GARIS DAN PERPOTONGAN BIDANG

Oleh
Siska Erna Sephiana

ABSTRAK

Pada bab ini membahas mengenai garis dan perpotongan bidang, dalam bab ini
dijelaskan bahwa garis merupakan elemen geometri yang ditarik dari sebuah titik
yang bergerak dan panjangnya hanya sepanjang jejak dan titik tersebut. Struktur
garis tersebut bisa berupa garis lurus, garis lengkung maupun garis patah. kemudian
pada struktur garis terdapat berbagai istilah misalnya plunge yang merupakan sudut
vertikal antara sebuah garis dengan proyeksi garis tersebut pada bidang horisontal.
setelah itu ada trend yaitu jurus dari bidang vertikal yang melalui garis dan
menunjukkan arah penunjaman garis tersebut. dan ada pitch adalah sudut antara
garis dengan jurus dari bidang yang memuat garis tersebut. dalam menentukan
plunge dinyatakan dengan arah dan besaran sudut dari garis tersebut, sehingga
simbol dari suatu garis mengandung tiga elemen, yaitu garis trend, arah mata panah
yang menunjukkan arah penunjaman, dan nilai penunjaman. kemudian dibahas juga
mengenai cara menentukan pitch yaitu jika bidang tersebut tersingkap baik maka
dapat langsung diukur dilapangan menggunakan busur derajat, namun sulit untuk
mendapatkan bidang yang baik sehingga harus dilakukan penghitungan. kemudian
ada istilah apparent plunge yaitu besarnya sudut penunjaman struktur garis yang
diukur tidak dengan garis proyeksinya. sebagai geofisis diperlukan untuk
mengetahui istilah-istilah ini.

ii
DAFTAR ISI

Halaman
LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................... i

ABSTRAK ............................................................................................................. ii

DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii

DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ iv

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...........................................................................................1
B. Tujuan Praktikum.......................................................................................1

II. TEORI DASAR

III. METODOLOGI PRAKTIKUM


A. Alat dan Bahan ...........................................................................................4
B. Diagram Alir ..............................................................................................5

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Pengamatan.......................................................................................6
B. Pembahasan................................................................................................6

V. KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

iii
DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar.1 Modul Praktikum ...................................................................................4

Gambar.2 Alat Tulis ...............................................................................................4

Gambar.3 Diagram Alir ..........................................................................................5

iv
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Geologi struktur adalah studi mengenai distribusi tiga dimensi tubuh batuan dan
permukaannya yang datar ataupun terlipat, beserta susunan internalnya.
Sebagaimana diketahui bahwa batuan-batuan yang tersingkap dimuka bumi
maupun yang terekam melalui hasil pengukuran geofisika memperlihatkan
bentuk bentuk arsitektur yang bervariasi dari satu tempat ke tempat lainnya.
Dalam geologi struktur ada beberapa macam analisa struktur diantaranya adalah
struktur garis. kedudukan sebuah struktur garis diwakili oleh sepasang angka
penunjaman (plunge) dan arah penunjaman (trend). jika struktur garis tersebut
terbentuk padasebuah struktur bidang yang kedudukannya diketahui, maka
orientasi struktur garistersebut dapat diwakili oleh sebuah angka (pitch).

Dalam pengertian geologi, suatu struktur garis dapat berdiri sendiri, misalnya
struktur garis berupa arah butiran mineral dan arah memanjangnya suatu tubuh
batuan. pada umumnya struktur garis berada pada suatu struktur bidang,
misalnyasumbu perlipatan pada bidang perlapisan, gores-garis pada bidang
sesar, lineasi mineral pada bidang foliasi, dan perpotongan dua buah bidang.

Penunjaman sebuah struktur garis adalah sudut yang dibentuk oleh struktur garis
tersebut dengan bidang horizontal, diukur pada bidang vertikal. Nilai dari
penunjaman berkisar antara 0° dan 90°, penunjaman 0° dimiliki oleh garis
horizontal, dan penunjaman 90° dimiliki oleh garis vertikal. Secara umum,
penunjaman yang berkisar antara 0° dan 20° dianggap landai (shallow),
penunjaman yang berkisar antara 20° dan 50° dianggap sedang (moderate), dan
penunjaman yang berkisar antara 50° dan 90° dianggap terjal (steep).

B. Tujuan Praktikum

Adapun tujuan dari praktikum sebagai berikut :


1. Mahasiswa dapat mengetahui apa itu plunge
2. Mahasiswa dapat mencari sudut apparent dan real plunge itu sendiri
II. TEORI DASAR

Unsur-unsur struktur geologi di alam, yang umumnya di lapangan dijumpaiberupa


singkapan-singkapan struktur pada batuan yang terdeformasi, sebenarnyabentuk-
bentuk geometrinya dapat disederhanakan menjadi geometri yang terdiridari
struktur bidang dan struktur garis. Unsur-unsur secara geometris padadasarnya
hanya terdiri dari dua unsur geometris yaitu: Geometris bidang (Strukturbidang :
bidang perlapisan, kekar, sesar, foliasi, sumbu lipatan, dll) dan Geometrisgaris
(Struktur garis : gores garis, perpotongan 2 bidang, liniasi, dll) (Pinarto,2001).

Plunge adalah salah satu unsur lipatan yang termasuk ke dalam struktur
geologi.Seperti kita ketahui, struktur lipatan merupakan salah satu struktur geologi
yang paling umum dijumpai pada batuan sedimen klastika, dan sering pula
ditemukan pada batuan vulkanik dan metamorf. Lipatan merupakan pencerminan
dari suatu lengkungan yang mekanismenya disebabkan oleh dua proses, yaitu
bending (melengkung) dan buckling (melipat). Pada gejala buckling, gaya yang
bekerja sejajar dengan bidang perlapisan, sedangkan pada bending, gaya yang
bekerja tegak lurus terhadap bidang permukaan lapisan (Hill, 1953).

Dalam mempelajari struktur garis da beberapa istilah yang digunakan dan harus
dipahami, agar mempermudah dalam menggambarkannya. istilah-istilah yang
sering digunakan adalah Plunge yakni sudut vertical antara sebuah garis dengan
proyeksi garis tersebut pada bidang horizontal, trend yakni jurus dari bidang
vertical yang melalui garis dan menunjukkan arah penunjaman garis tersebut, pitch
yakni sudut antara garis dengan jurus dari bidang yang memuat garis tersebut, dan
bearing yakni suatu jurus bidang vertical yang melalui suatu garis tetapi tidak
menunjukkan suatu arah dari pada penunjaman garis itu atau menunjukkan arah
dimana salah satu arahnya merupakan sudut pelurus (Michelle,2009).

Dikaitkan dengan penggolongan struktur menurut waktu pembentukannya, maka


dapat dibedakan menjadi struktur bidang primer dan struktur bidang sekunder.
maka bidang-bidang yang termasuk dalam struktur primer adalah bidang perlapisan
adalah suatu bidang yang diwujudkan amparan/penyebaran suatu mineral tertentu,
3

besar butir atau bidang sentuhan yang tajam antara dua macam lithology yang
berlainan. bidang rekah kerut (mud crack) bentuk retak-retak pada lapisan lumur,
biasanya berbentuk segi lima. bidang kekar kolom (columnar joint) adalah struktur
geologi dimana terdiri dari kolom-kolom (umumnya ditemukan dalam bentuk
hexagonal). terpisah oleh patahan atau retakan pada batuan yang terbentuk ketika
batuan tersebut mengalami pengkerutan oleh hilangnya suhu secara gradasional,
terjadi selama proses pendinginan (Noor, 2009).

Kelurusan atau liniasi. berdasarkan saat pembentukannya, struktur garis dapat


dibedakan menjadi struktur garis primer yang meliputi liniasi atau penjajaran
mineral-mineral pada batuan beku tertentu dan arah liniasi struktur sedimen.
struktur garis sekunder meliputi garis-garis, liniasi memanjang fragmen breksi
sesar, garis poros lipatan, kelurusan-kemenerusan dari topografi sungai dan
sebagainya (Mardani, 2018).

Garis merupakan unsur geometri yang merupakan kumpulan dari titik-titik, dapat
berbentuk lurus maupun melengkung, sedangkan struktur garis merupakan struktur
yang memiliki geometeri linear. contohnya gores-garis, lineasi mineral, kekar
kolom, sumbu lipatan, dll. unsur-unsur struktur garis yaitu : arah penunjaman
(trend), penunjaman (plunge) dan pitch atau rake (Pangloro, 2016).

Arah penunjaman (trend) merupakan garis horizontal atau jurus dari bidang vertical
yang meliputi garis, yang merupakan arah kemiringan arah garis tersebut. arah
penunjaman dapat dideskripsikan menggunakan konveksi azimuth ataupun
kuadran. arah penunjaman harus menunjuk kepada arah kemana struktur garis
tersebut menunjam. struktur garis yang menunjam kearah timur tidak sama dengan
struktur garis yang menunjam kea rah barat. kedua struktur garis tersebut
berlawanan arah. penunjaman (plunge) merupakan besaran sudut pada bidang
vertical, antar garis dengan bidang horizontal. nilai dari penunjaman berkisar dari
00 sampai 900 dimiliki garis vertical. secara umum penunjaman yang berkisar diantara 00
sampai 200 dianggap
landau, penunjaman berkisar 200 sampai 500 dianggap sedang, dan
penunjaman yag berkisar dari 500 sampai 900 dianggap terjal. pitch atau rake
merupakan besaran sudut lancip antara garis dengan horizontal yang diukur pada
bidang dimana garis tersebut terletak. kisaran pitch antara 00 sampai 900. jika arah
penunjaman tegak lurus garis jurus maka pitch sama dengan 900 (Pangloro,2016).
III. METODOLOGI PRAKTIKUM

1. Alat dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum sebagai berikut:

Gambar.1 Modul Praktikum

Gambar.2 Alat Tulis


5

2. Diagram Alir

Adapun Diagram Alir dari praktikum ini sebagai berikut :

Mulai

Mempersiapkan Alat dan Bahan

Plot jurus dan kemiringan bidang. Perpotongan jurus di titik O

Putar garis yang tegak lurus jurus bidang 1 (FL 1) dan gunakan sudut kemiringan
bidang untuk menentukan titik A pada kedalaman tertentu, misal d

Hal yang sama dilakukan untuk garis yang tegaklurus jurus bidang 2 (FL 2),
didapatkan titik B.

Proyeksikan A sejajar jurus bidang 1 dan B sejajar jurus bidang 2, berpotongan di C.

DC adalah gambaran garis perpotongan. DC sebagai garis putar, plot jarak yang sama
untuk mendapatkan titik D pada garis persekutuan. Sudut lancip COD adalah plunge.

Plot jurus dan kemiringan bidang dan juga trend dari garis tersebut. Perpotongan di O.

Buat garis FL.1 tegak lurus jurus bidang. Pada sayatan vertikal melalui FL.1 plot
besarnya kemiringan, dan plot titik A dengan kedalaman tertentu, misal d

Proyeksikan titik A kembali pada peta yang menghasilkan titik B, kemudian tarik
garis sejajar jurus melalui B sehingga berpotongan dengan trend di titik C.

Melalui titik C buat garis tegak lurus FL.2, kemudian putar bidang miring (DA)
menjadi horisontal sepanjang garis FL.2, dengan pusat putaran titik D. Proyeksikan
ke peta, sehingga didapatkan titik E. Sudut DOE adalah pitch.

Selesai

Gambar.3 Diagram Alir


IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan

Adapun hasil pengamatan terdapat pada pembahasan dan lampiran.

B. Pembahasan

Pada praktikum ini membahas mengenai garis dan kedudukan bidang, pada
struktur garis diketahui beberapa istilah yang pertama pengertian dari garis ialah
elemen geometri yang ditarik dari sebuah titik yang bergerak dan panjangnya
hanya sepanjang jejak dan titik tersebut. Struktur garis tersebut bisa berupa garis
lurus, garis lengkung maupun garis patah. kemudian ada istilah plunge yaitu
sudut vertikal antara sebuah garis dengan proyeksi garis tersebut pada bidang
horisontal. dan setelah itu ada Trend yaitu jurus dari bidang vertikal yang melalui
garis dan menunjukkan arah penunjaman garis tersebut. selain itu ada pitch yaitu
sudut antara garis dengan jurus dari bidang yang memuat garis tersebut.
kemudian dibahas mengenai bagaimana cara menentukan plunge dan trend yang
dimana didefinisikan sebagai kedudukan suatu garis dalam dimensi ruang.
kemudian kedudukan ini dinyatakan sebagai arah dan besaran sudut dari garis
tersebut, sehingga simbol dari suatu garis mengandung tiga elemen yaitu garis
trend, arah mata panah yang menunjukan arah penunjaman, dan nilai
penunjaman. selain itu dibahas mengenai cara menentukan plunge, dimana besar
dari pitch yaitu 00 hingga 900 yang dinyatakan pada bidang/arah perlapisan yang
bersudut lancip. pada dasarnya pitch dapat diukur langsung di lapangan dengan
mengguanakn busur derajat jika bidang tersingkap dengan baik, namun pada
kenyataan di lapangan sulit untuk mendapatkan singkapan yang baik maka
diperlukan perhitungan dalam menentukannya. kemudian ada Apparent plunge
atau kemiringan semu adalah besarnya sudut penunjaman struktur garis yang
diukur tidak dengan garis proyeksinya pada bidanq horisontal. Apparent plunge
selalu lebih besar dari true plunge tetapi kurang dari atau sama dengan 900.
Kasus ini banyak dipakai dalarn pemboran miring dimana sayatan batuan yang
dipenetrasi harus diperlihatkan dalam sayatan vertikal.
7

Pada hasil praktikum didapatkan besar nilai plunge, trend, dan pitch. Pada
praktikum kali ini, praktikan diminta menentukan besar suatu perpotongan
bidang dengan kedudukan tertentu. Dalam pengukuran ini arah sangat
berpengaruh besar dalam perhitungan. Dari hasil percobaan penggambaran pada
struktur garis yang terbentuk dari perpotongan dua struktur bidang suatu pada
suatu zona atau garis lurus, yang merupakan perpotongan antara lapisan dengan
kedudukan N 3150 E/400, dengan lapisan lain dengan kedudukan N2700 E/500.
Maka hasil dari struktur garis yang merupakan zona mineralisasi memiliki pitch
550. Dan dari hasil percobaan penggambaran pada struktur garis yang terbentuk
dari perpotongan dua struktur bidang suatu pada suatu zona atau garis lurus, yang
merupakan perpotongan antara lapisan dengan kedudukan N 3200 E/400, dengan
lapisan lain dengan kedudukan N2500E/600. Maka hasil dari struktur garis yang
merupakan zona mineralisas memiliki plunge 400 dan trend 450.

Plunge merupakan Sudut penunjaman atau sudut yang dibentuk antara struktur
garis dengan bidang proyeksi horizontal. Konsep Plunge sebenarnya adalah
hampir sama dengan konsep Dip tetapi bedanya disini, Plunge mengikuti/
tergantung pada struktur garis yang dibentuk. Berbeda dengan dip yang
didasarkan pada kemiringan suatu perlapisan. Cara pengukurannya dilapangan
adalah dengan menempelkan bidang bantu seperti Clipboard atau sejenisnya
kemudian diatasnya dilakukan pengukuran seperti pengukuran pada pengukuran
kelerengan. Sedangkan trend merupakan arah dari penjaman suatu struktur garis
yang dapat dianalogikan seperti Strike. trend disini biasa juga disebut sebagai
bearing. Pitch diukur pada bidang yang memiliki struktur garis. Oleh karena itu
mungkin berkisar nilai dari r = 0 ketika garis horisontal, hingga r = 90 ketika
garis dalam arah dip. Dalam Pendeskripsian di lapangan hanya perlu untuk
memberikan sudut dan arah sudut muka tunjaman. Sebagai contoh, 35 N berarti
bahwa sudut pitch r = 35 diukur ke bawah dari ujung utara garis strike. Di
lapangan, pitch dari garis pada sebuah bidang ditentukan dengan terlebih dahulu
menandai garis horizontal pada bidang miring dan kemudian mengukur sudut
antara garis strike dan struktur linear dengan protractor. Namun, bagaimanapun
juga bidang tidak sepenuhnya ter-expose, sudut pitch dapat ditentukan dari
kemiringan bidang dan Bearing struktur garis. Pertama, kita memperlakukan
masalah penentuan lapangan dari dip dikenal dari bidang dan bearing struktur
tertentu. dari Contoh Struktur Garis yang dapat kita temui dialam adalah adanya
lineasi mineral dan Gores-garis.
V. KESIMPULAN

Adapun kesimpulan dari laporan ini sebagai berikut:


1. Geologi struktur adalah studi mengenai distribusi tiga dimensi tubuh batuan dan
permukaannya yang datar ataupun terlipat, beserta susunan internalnya.
2. Arah penunjaman atau trend adalah jurus dari bidang vertikalyang melalui garis
dan menunjukkan arah penunjaman garis tersebut. Trend hanya menunjukkan
suatu arah tertentu.
3. Plunge adalah suatu sudut vertikal yang diukur dari arah ba)ah pada suatu bidang
vertikal di antara garis horizontal.
4. Pitch adalah suatu besar sudut yang terletak di antara dua garis horizontal yang
diukur pada bidang dimana garis tersebut berada, besarnya sama dengan atau
lebih kecil.
5. Apparent plunge atau kemiringan semu adalah besarnya sudut penunjaman
struktur garis yang diukur tidak dengan garis proyeksinya pada bidanq
horisontal.
DAFTAR PUSTAKA

Hill, M.J.. 1953. Wrench Fault Tectonics. Bulletin of the Geological Society of
America.

Mardani dan Budi Kudwadi. 2018. Pendalaman Materi Geologi Struktur: Modul 4
Pengukuran Geologi Struktur. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan.

Michelle. 2009. Geologi Dinamik. Jakarta: Musalima..

Noor, Djauhari. 2015. Pengantar Geologi. Bogor: Universitas Pakuan.

Pinarto. 2001. Panduan Praktikum Geologi Struktur. Yogyakarta: Universitas


Gajah Mada.

Pangloro, Jefry Septinus, dkk. 2016. Buku Panduan Praktikum Geologi Struktur.
Kalimantan Timur: Universitas Mulawarman.
LAMPIRAN
Adapun pembahasan pada laporan praktikum ini sebagai berikut :
1. Jalannya praktikum
2. Analisa Hasil Praktikum dan tugasnya
3. Bagaimana mengukur plunge dan trend pada suatu struktur

Tugas :
Dari gambar yg kalian buat kemarin, gambarkan lagi dengan menggunakan
paint/ms. Word/ms. PowerPoint
Tugas :
α : 40 derajat
γ : 45 derajat
α: 55 derajat

FL 1

A FL 2

d B
40
C 60

γ
α D
O

FL 2

d B
C
A

50
α
O N 270 E