Anda di halaman 1dari 16

A.

JUDUL PERCOBAAN
Pembuatan Cis Dan Trans-Kaliumdiaoksalatodiakuokromat (III)
B. NAMA PRAKTIKAN DAN KELOMPOK
Muh.Awaluddin Harun
Kelompok IV
C. TUJUAN PERCOBAAN
Mempelajari pembuatan dan sifat-sifat isomer cis dan trans dari
garam rangkap dan garam kompleks Kaliumdiaoksalatodiakuokromat
(III).
D. KAJIAN TEORI
Isomer geometri adalah isomeri yang disebabkan oleh perbedaan letak atau
gugus di dalam ruang. Isomer geometri sering juga disebut dengan isomer cis-
trans. Isomeri ini tidak tidak reddapat pada kompleks dengan strruktur linear,
trigonal planar, atau tetrahedral, tetapi umum terdapat pada kompleks planar
segiempat dan oktahedral. Kompleks yang mempunyai isomer hanya kompleks-
komplek yang bereaksi sangat lambat dan kompleks yang inert. Ini disebabkan
karena kompleks-kompleks yang bereaksi sangat cepat atau kompleks-kompleks
yang labil, sering bereaksi lebih lanjut membentuk isomer yang stabil (Syabatini.
2009).
Pada beberapa senyawa kompleks koordinasi, ikatan kovalen menimbulkan
kemungkinan terbentuknya senyawa-senyawa isomer, karena ligan terikat dalam
ruangan sekitar ion logam pusat. Yang dimaksud dengan senyawa isomer adalah
molekul-molekul atau ion-ion yang mempunyai susunan atom yang sama
sehingga bangun dan sifat-sifatnya berbeda. Ada dua keisomeran yang lazim
dijumpai pada senyawa kompleks koordinasi yaitu keisomeran cis-trans dan
keisomeran optik (Anonim,2010).
Ekstraksi logam kalium dalam sel eloktrolitik akan sangat berbahaya karna
sifatnya yang sangat reaktif. Proses ekstaraksi melibatkan reaksi logam natrium
dengan lelehan kalium florida pada temperatur 8500C. Kesetimbangan reksi
tersebut sesungguhnya menggeser kekiri pada temperature 850 0c, namun kalium
berupa gas ( titik didih kalium 7660c dan titik didih natrium 8900c ) ( Sugiyarto.
2003:4.9 ).
Stereokimia adalah studi mengenai molekul-molekul dalam ruang tiga
dimensi, yakni bagaimana atom-atom dalam sebuah molekul ditata dalam
ruangan satu relatif terhadap yang lain. Isomer geometri ialah bagaimana
ketegaran (rigidity) dalam molekul dapat mengakibatkan isomeri. Dua gugus
yang terletak pada satu sisi ikatan pi disebut cis (latin, “pada sisi yang sama”).
Gugus-gugus yang terletak pada sisi-sisi yang berlawanan disebut trans (latin,
“berseberangan”) (Syabatini. 2009).
Isomer adalah molekul atau ion yang mempunyai susunan kimia sama, tetapi
struktur berbeda. Perbedaan struktur biasanya tetap ada di dalam larutan, isomer
dalam senyawa kompleks yang penting ialah isomer geometri dan isomer optis.
Kompleks yang hanya mempunyai isomeri hanya kompleks-kompleks yang
bereaksi sangat lambat atau kompleks yang inert. Ini disebabkan karena
kompleks-kompleks yang bereaksi cepat atau kompleks-kompleks yang labil,
sering bereaksi lebih lanjut membentuk isomer yang stabil (Syabatini, 2009).
Terpisah dari kemiripan dalam kromium mempunyai atau menyerupai unsur-
unsur golongan 6B dari golongan sulfur hanya dalam keasaman CrO3 dan sifat
kovalen serta kemudahan terhidrolisis dari CrOCl2. Biji yang utama ialah
kromite. FeCrO4 berbentuk sama dengan Cr3+ pada lokasi oktahidral dan Fe2+
pada tetrahedral.Ia direduksi oleh C menjadi perrokromium yang mengandung
karbon (Syabatini, 2009).
Menurut Ramlawati (2005), Isomer cis dan trans dibedakan oleh Momen
dipole. Senyawa trans [Pt(Pet3)2Cl2] akan mempunyai momen dipole yang dapat
diabaikan karena adanya penghilangan momen ikatan dari masing-masing ikatan,
tetapi isomer cis akan mempunyai momen dipole yang berarti.
Spektrokopis IR. Isomer trans memberikan spectrum lebih sederhana
daripada isomer cis karena pengurangan frekuensi stretching ikatan M-A dan M-
B dalam isomer trans.
Metode reaktivitas kimia. Dengan asumsi bahwa tidak ada perubahan
struktur dari ligan, sederetan reaksi dapat dipakai untuk membedakan antara
isomer trans dan cis.
Isomer optis adalah isomer yang disebabkan oleh perbedaan pemutaran
bidang polarisasi sinar terkutup. Dalam hal ini, isomer-isomer mempunyai sifat-
sifat sama, demikian pula harga pemutaran bidang polarisasi sinar tertukutub,
hanya arahnya berlawanan. Zat yang dapat memutar bidang polarisasi sinar
tekutup disebut juga zat optis aktif. Yang memutar ke kanan disebut dextro (d
atau +) dan yang memutar ke kiri disebut levo (l atau -). Suatu molekul atau ion
bersifat optis aktif, bila molekul atau ion tersebut tidak mempunyai bidang
simetri, artinya zat tersebut tidak mungkin dapat dibagi menjadi dua bagian yang
tepat sama (Ramlawati. 2005: 22).
Keisomeran cis-trans terjadi pada beberapa senyawa kompleks yang
mempunyai bilangan koordinasi 4, 5, dan 6. Tetapi untuk bilangan koordinasi 4,
keisomeran hanya terjadi pada bangun bidang datar, karena pada bangun bersisi
empat ligan-ligan sama jaraknya ke logam pusat. Misalnya, senyawa kompleks
platina (II), [Pt(NH3)2Cl2], mempunyai dua senyawa isomer yang bebeda
kelarutan, warna dan sifat-sifat lainnya. Rumus bangunnya seperti berikut:
Cl NH3
H 3N Cl
Pt Pt
H 3N Cl H3 N Cl

trans                                                     cis

Sedangkan, keisomeran optic disebabkan oleh adaya ketaksetangkupan


dalam senyawa kompleks, seperti pada senyawa kompleks kobal (III)
etilendiamina, [Co(en)2Br2]Br. Senyawa kompleks ini mempunyai dua isomer,
yaitu isomer dextro dan isomer levo. Kedua bentik isomer tersebut memutar
bidang cahaya terkutup dalam arah yang berlawanan. Bentuk isomer dextro
memutar bidang cahaya tersebut ke arah kanan, sedangkan bentuk isomer levo
kea rah kiri (Anonim,2010).
Untuk bangun tetrahedral, hanya satu susunan yang mungkin. Membuat
model-model molekul akan membantu menunjukkan mengapa pendapat ini
berlaku. Isomeri bujur sangkar-bidang dapat dibedakan satu dengan lainnya,
karena etilenadiamina akan bereaksi dengan isomer cis untuk menggantikan
kedua klorida itu, tetapi tak akan bereaksi dengan isomer trans. Rupanya molekul
H2NCH2CH2NH2 dapat membentuk dua ikatan dengan sudut 90º tetapi tak
dapat mengitari Pt untuk membentuk ikatan dengan sudut 180º, (Syabatini,
2009).
Urutan kira-kira dari pengaruh trans yang makin naik adalah: H2O, OH-,
NH3 < Cl-, Br- < SCN-, I-, NO2-, C6H5- < SC(NH2)2, CH3- < H-, PR3,<
C2H4, CN-, CO. Ditekankan di sini bahwa efek trans hanyalah fenomena belaka.
Ini merupakan efek gugus terkoordinasi terhadap laju subtitusi dalam posisi trans
terhadapnya dalam kompleks segiempat atau oktahedral. Deret efek trans terbukti
sangat berguna untuk menerangkan prosedur sintetik yang telah dikenal, dan
mencari prosedur sintetik yang berguna. Sebagai contoh ditinjau sintesis isomer
cis dan trans dari [Pt(NH3)2Cl2] sintesis isomer cis dicapai dengan mereaksikan
ion [PtCl4]2- dengan amonia. Karena Cl- mempunyai pengaruh mengarahkan
trans lebih besar daripada NH3, subtitusi NH3 ke dalam [Pt(NH3)Cl3]- kurang
layak terjadi pada posisi trans terhadap NH3 yang sudah ada, sehingga isomer cis
lebih disukai, (Syabatini, 2009).
Kelarutan oksalat dari logam- logam alkali dari besi (II) larut dalam air,
semua oksalat lain tak larut atau sanngat sedikit larut dalam air. Mereks
semuanya larut dalam asam-asam encer. Beberapa oksalat larut dalam larutan
pekat asam oksalat dengan jalan membentuk oksalat asam, ( Svehla, G.
1990:394).
Stoco isomer cis dan trans terletak pada perbedaan konfirmasi khelat dan
isomer yang lain perbedaannya hanya dalam pembentukan giometri dan gaya
tarik terhadap ion logam.sebagai mana yang dikemukakan Werne, mempelajari
isomer tergantung pada teori koordinasinya, dimana digunakan untuk
memberikan struktur realisi (Anonim,2010).
Telah diketahui bahwa komplek bujur sangkar dengan jenis mL 2X2
terdapat dengan isomer cis dan trans, bentuk lain dari isomer geometri adalah
dapat digambarkan dalam bentuk yang berlainan, ( Anonim, 2010).
        Molekul atau pun ion yang bertidak sebagai ligan umumnya mengandung
satu atom yang elektronegatif seperti nitrogen dan oksigen.dan ligan hanya
memiliki satu pasang electron menyendiri misalnya NH3 dikatakan undentat
karena memliki dua pasang electron yang mampu membentuk dua ikatan dengan
atom pusa(Ion pusat) disebut dengan ligan bidentat, ( Anonim, 2010).
Campuran kompleks bentuk cis dan trans dapat dibuat dengan cara
mencampur komponen-komponen non kompleks (penyusun kompleks).
Berdasarka pada perbedaan kelarutan antara bentuk cis dan trans maka kedua
jenis isomer itu dapat dipisahkan. Sebagai contoh trans dioksalatodiakuokrom
(II) klorida. Dapat dikristalkan secara perlahan dengan melakukan penguapan
larutan yang mengandung campuran bentuk cis dan trans. Dengan penguapan
kesetimbangan bentuk cis ↔ trans dapat digeser ke kanan karena kelarutan
isomer trans lebih rendah. Selain itu pemisahan isomer cis dan trans dapat
dilakukan dengan cara mengatur kondisi larutan sedemikian rupa. Sehingga
kelarutan kompleks cis dan trans berbeda. Misalnya, kompleks cis-diklorobis
(trietilstibin) palladium dapat dikristalkan dalam larutan benzene meskipun
dalam larutan hanya ada sekitar 6 % bentuk cis (Tim Dosen Kimia Anorganik.
2011:30).
E. ALAT & BAHAN
a) Alat yang digunakan yaitu:
1. Gelas kimia 100 mL
2. Gelas arloji 2 buah
3. Pembakar spritus, kaki tiga dan kasa
4. Pompa vakum
5. Corong biasa dan batang pengaduk
6. Cawan penguap
7. Gelas ukur 50 mL (plastik)
8. Labu Erlenmeyer 250 mL
9. Botol semprot
10. Corong Buchner
11. Pipet tetes
12. Neraca analitik
b) Bahan yang dibutuhkan yaitu:
1. Asam oksalat, H2C204.2H2O
2. Kalium dikromat, K2Cr2O7
3. Etanol, C2H5OH
4. Amonia
5. Aquadest
6. Tissue
7. Korek api
8. Kertas saring Whatman dan biasa
F. CARA KERJA
a) Pembuatan Isomer Trans-Kaliumdiaoksalatodiakuokromat (III)
1. Melarutkan 12 gram asam oksalat dihidrat, H2C2O4.2H2O dengan
sedikit mungkin aquades dalam gelas beker 200 mL.
2. Menambahkan sedikit demi sedikit larutan 4 gram kalium
dikromat, K2Cr2O7 yang dilarutkan dengan sedikit mungkin
aquades panas.
3. Menutup beker dengan gelas arloji ketika reaksi berlangsung.
4. Menguapkan larutan sehingga volumenya tinggal separuhnya, dan
kemudian biarkan menguap dengan sendirinya pada temperatur
kamar sampai tinggal sepertiganya.
5. Menyaring kristal yang dihasilkan lalu cuci dengan aquades dingin
dan setelah itu didinginkan dengan alcohol.
6. Mencatat hasilnya dan menyatakan dalam persen yang didasarkan
pada jumlah mol krom. Hasil yang tinggi tidak dapat diharapkan
sebagai hasil saja yang dapat dipisahkan.
b) Pembuatan Isomer Cis-Kaliumdiaoksalatodiakuokromat (III)
1. Membuat campuran serbuk dari 4 gram kalium dikromat, K 2Cr2O7
dan 12 gram asam oksalat dihidrat, H 2C2O4.2H2O dalam cawan
penguapan.
2. Meneteskan satu tetes aquades dalam campuran dan menutup gelas
dengan gelas arloji. Setelah terjadi kontak maka reaksi akan
berlangsung dengan disertai dengan uap air, H 2O dan
karbondioksida, CO2. Harus dijaga agar campuran tidak
kesetimbangan isomer cis dan trans.
3. Kemudian tambahkan 20 mL etanol, C2H5OH dalam campuran an
aduk sampai mengendap.
4. Melakukan dekantir dan kemudian tambah lagi etanol yang baru
hingga diperoleh Kristal seluruhnya.
5. Menyaring dan mengeringkan dengan pompa vakum lalu cek
hasilnya.
c) Uji Kemurnian Isomer
1. Trans
- Menempatkan sedikit Kristal kompleks pada kertas saring.
- Menambahkan sedikit larutan ammonia encer.
- Isomer trans akan membentuk padatan berwarna cokelat muda
yang tetap tidak larut.
2. Cis
- Menempatkan sedikit Kristal kompleks pada kertas saring.
- Menambahkan sedikit larutan ammonia encer.
- Isomer cis akan membentuk padatan berwarna hijau tua yang
dapat dengan cepat akan menyebar pada kertas saring.
G. HASIL PENGAMATAN
1. Pembuatan Isomer Trans-Kaliumdiaoksalatodiakuokromat (III)
 12 gram serbuk H2C2O4 (putih) + 1 tetes aquades aduk
serbuk
H2C2O4.2H2O (serbuk putih)
 4 gram K2Cr2O7 (orange) + 10 tetes aquades panas serbuk putih
aduk lalu ditutup
campuran berwarna hitam, panas uapkan
1/2 volume uapkan

1/3 volume semula pada suhu kamar dicuci dengan aquades


7,0 gram kristal
hitam.
2. Pembuatan Isomer Cis-Kaliumdiaoksalatodiakuokromat (III)
12 gram H2C2O4. 2H2O + 4 gram K2Cr2O7 (pada cawan penguapan) diaduk

+ 1 tetes aquades ditutup


campuran berwarna hitam, ada gelembung
+ 20 ml etanol diaduk
panas, endapan dekantir
endapan hitam disaring Buchner

endapan + etanol disaring Buchner


3,4 gram kristal hitam.
3. Uji kemurnian isomer
 Kristal kompleks isomer trans diletakkan pada kertas saring
+ amonia encer padatan berwarna hitam yang tidak terlarut.
 Kristal kompleks isomer cis diletakkan pada kertas saring +
amonia encer larut dan menyebar pada kertas saring dengan
warna hijau tua.

H. ANALISIS DATA
Diketahui: Massa H2C2O4 = 12 gram
Mr H2C2O4 = 126 g/mol
Massa K2Cr2O7 = 4 gram
Mr K2Cr2O7 = 294 g/mol
Mr K[Cr(C2O4) 2(H2O) 2] = 303,154 g/mol
Massa praktek kristal trans- = 7,0 gram
Massa praktek kristal cis- = 3,4 gram
Ditanyakan: a) Rendemen kristal trans- = …?
a) Rendemen kristal cis- = …?
Penyelesaian:

- mol H2C2O4 = = 0,0952 mol

- mol K2Cr2O7 = = 0,0136 mol

K2Cr2O7 + 7 H2C2O4.2H2O 2K[Cr(C2O4) 2(H2O) 2]+6CO2+ 13H2O


Awal : 0,0136 mol 0,0952 mol - -
Reaksi: 0,0136 mol 0,0136 mol 0,0136 mol
Sisa : - 0,0816 mol 0,0272 mol
mol K[Cr(C2O4) 2(H2O) 2] = 0,0275 mol
massanya = mol x Mr
= 0,0272 mol x 303,154 g/mol
= 8,246 gram

a) Rendemen untuk trans- = x 100 %

= x 100 %

= 84,89 %

b) Rendemen untuk cis- = x 100 %

= x 100 %

= 41,23 %
I. PEMBAHASAN
1. Pembuatan isomer trans – kalium dioksalatudiakuokromat (III)
Pada percobaan pembuatan isomer trans kalium dioksalatodiakuokromat
(III) dapat dilakukan dengan melarutkan 12 gram H2C2O4 . 2H2O dengan setetes
H2O kemudian 4 gram K2Cr2O7 yang dilarutkan dengan beberapa setetes H2O
panas, campuran dimasukkan  ke dalam gelas kimia, dan campuran bereaksi
dengan cepat membentuk larutan berwarna hitam. Karena kelarutan isomer trans
rendah, baik asam oksalat maupun kalium dikromat terlebih dahulu dilarutkan
dengan setetes air sebelum keduanya dicampur  agar dapat bereaksi dengan
cepat. Reaksi berlangsung ditandai dengan berubahnya warna campuran menjadi
hitam dan mengeluarkan uap, campuran ditutup menggunakan gelas arloji agar
isomer trans tidak terkontaminasi dengan unsur-unsur lain yang dapat
mempengaruhi sifat trans dan mencegah agar kalor yang berasal dari aquades
panas tidak keluar serta mencegah berkurangnya reaktan akibar terjadinya
percikan-percikan saat reaksi berlansung . Adapun reaksi yang terjadi adalah :
K2Cr2O7 + 7H2C2O4.2H2O → 2K[trans-Cr(H2O)2(C2O4)2].3H2O+ 6CO2+ 13H2O
Proses terjadinya perubahan warna dari orange dan putih menjadi kehitaman
karena terbentuknya senyawa kompleks kalium dioksalatodiakuokromat (III),
dimana dalam senyawa kompleks tersebut ada dua macam ligan yaitu C 2O4 dan
H2O serta satu atom pusat Cr dari logam transisi. Selanjutnya larutan diuapkan
yang bertujuan untuk melepaskan uap air dan karbon dioksida sebagai hasil
sampingan seperti pada reaksi yang terjadi. Setelah diuapkan, larutan disaring
menggunakan Buchner kemudian endapan yang diperoleh dicuci dengan alcohol
untuk mengikat sisa air yang terkandung dalam endapan. Endapan ditimbang
menggunakan neraca analitik dan diperoleh kristal sebanyak 7,0 gram dengan
rendemen sebesar 84,89 % artinya pereaksi tidak bereaksi sempurna, sedangkan
secara teori seharusnya diperoleh kristal sebanyak 8,2457 gram  . Untuk menguji
kemurnian kristal trans kalium dioksalatodiakuokromat (III) di tambahkan
larutan amonia, hasilnya endapan tidak menyebar, tidak larut, dan berwarna
hitam. Hasil pengujian dengan amonia menunjukkan kristal yang diperoleh
adalah kristal kompleks trans K[Cr(C2O4)2(H2O)2], secara teori penambahan
amonia encer pada kristal mengahasilkan warna cokelat muda tetapi hal ini tidak
diperoleh karena proses penguapan yang terlalu lama dan kristal tidak murni.
Gambar geometri molekul kompleks trans kalium dioksalatodiakuokromat(III)
2. Pembuatan isomer Cis – kalium dioksalatudiakuokromat (III)
Pembuatan isomer cis kalium dioksalatodiakuokromat (III) dilakukan
dengan mereaksikan 12 gram asam oksalat dan 4 gram kalium dikromat dalam
cawan penguap selanjutnya ditambahkan setetes aquades dan menutup dengan
gelas arloji selama reaksi berlangsung. Penambahan setetes aquades yaitu untuk
mempercepat reaksi dan hal ini juga menandakan bahwa isomer cis sangat
mudah larut dibandingkan isomer trans. Hasil reaksi diperoleh larutan yang
berwarna kehitaman. Larutan yang diperoleh ditambahkan dengan etanol sambil
mengaduk sampai terbentuk endapan berwarna hitam. Fungsi penembahan etanol
yaitu untuk megikat air yang dihasilkan dari reaksi campuran sehingga diperoleh
kristal yang murni. Adapun reaksi yang terjadi :
K2Cr2O7 + 7H2C2O4.2H2O → 2K[cis-Cr(H2O)2(C2O4)2].2H2O+ 6CO2+ 13H2O
Setelah penambahan etanol, larutan disaring menggunakan Buchner
kemudian dicuci lagi dengan air dan etanol agar diperoleh kristal yang murni.
Berat kristal yang diperoleh sebanyak 3,4gram dengan rendemen sebesar 41,23
%. Untuk meguji kemurnian kristal yang diperoleh, maka kristal ditetesi denghan
larutan ammonia encer dan diperoleh endapan yang menyebar pada kertas saring
dan berwarna hijau tua, hal ini sesui dengan teori bahwa Isomer cis akan
membentuk padatan berwarna hijau tua yang dapat dengan cepat akan menyebar
pada kertas saring jika ditambahkan dengan amonia encer .

Gambar geometri molekul kompleks cis kalium dioksalatodiakuokromat(III)


3. Uji kemurnian isomer
Uji ini bertujuan untuk membedakan yang sama isomer cis kalium
ioksalatudiakuokromat (III) dan isomer transnya. untuk percobaan ini kita
mengambil sedikit Kristal trans dan menempatkannya dikertas saring lalu
dilakukan presentase ammonia encer. ammonia (NH3) seperti halnya aksolat
ataupun air yang mengikat krom adalah juga merupakan suatu ligan.
penambahannya dapat mensubsidi ligan oksalat auat air, akibatnya dalam
percobaan pada Kristal kompleks, terdapat padatan berwarna coklat muda
(berdasarkan teori) yang tidak larut sedangkan pada Kristal cis yang ditetesi
dengan ammonia maka beberapa larutan berwarna hijau tua yang dengan cepat
menyebar merata. bagian ini yang disebut sebagai cis kalium
dioksalatudiakuokromat (III). hal ini dapat terjadi karena isomer trans lebih
setabil dari penambahan atau reaksi-reaksi lain sedangkan isomer cis tidak setabil
terhadap penagaruh-pengaruh asam auat potensi lain. adapun untuk krital dari
trans adalah agak keras sedangkan untuk cis agak kenyal.

(1)

(2)
Gambar: Pengamatan dengan mikroskop
(1) kristal isomer trans kalium dioksalatudiakuokromat (III)
(2) kristal isomer cis kalium dioksalatudiakuokromat (III)
J. KESIMPULAN
1. Pembuatan isomer cis dan trans senyawa kompleks kalium
dioksalatudiakuokromat (III) dilakukan dengan mencampurkan Kristal
K2Cr2O7 dengan H2C2O4. 2H2O dengan bantuan sedikit aquadest.
2. Massa Kristal isomer trans yang diperoleh adalah 7,0 gram dengan randemen
84,89% dan massa Kristal isomer cis yang diperoleh adalah 3,4 gr dengan
randemen 41,23%.
3. Bentuk Kristal trans lebih stabil dari pada isomer cis.

K. DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2010. Pembuatan Cis dan Trans Kalium Dioksalatodiakuokromat.
Online. http://love chemistry.weblog.com. pembuatan-cis-dan-trans-
kalium.html. diakses pada tanggal 4 April 2011.

Anonim. 2010. Praktikum Anorganik 2. Online.


http://harifsyah21.multiply.com/praktikum-anorganik-2.htm. diakses
pada tanggal 4 April 2011.

Ramlawati. 2005. Buku Ajar Kimia Anorganik Fisik. Makassar : UNM.

Sugiyarto,Kristian. 2003. Kimia Anorganik II. Yogyakarta : UNY

Svehla,G. 1990. Buku Teks Analisis Anorganik Kuantitatif  Makro dan


Semimikro . Jakarta : PT. Kalman Media Pustaka.

Syabatini, Annisa. 2009. Pembuatan Cis dan Trans Kalium


Dioksalatodiakuokromat. Online. http://annisafushie.
wordpress.com /2009/11/25/Pembuatan-cis-dan-trans-kalium-
ioksalatodiakuokromat/ diakses pada 4 April 2011.
HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Lengkap Praktikum Kimia Anorganik dengan judul “Pembuatan Cis


dan Trans-Kaliumdiaoksalatodiakuokromat (III)”, disusun oleh :

NAMA : MUH.AWALUDDIN HARUN


NIM : 091314030
KELAS/ KLP : B / VI
JURUSAN : KIMIA

Setelah dikoreksi dan diperiksa oleh Asisten/ Koordinator Asisten, maka


dinyatakan diterima.

Makassar, April 2011


Koordinator Asisten Asisten

Kurnia Ramadani, S.Si St.Ihdina Yunita, S.Pd

Mengetahui,
Dosen Penanggung Jawab

Dr. Pince Salempa, M.Si

Anda mungkin juga menyukai