Anda di halaman 1dari 16

KALKULUS PEUBAH BANYAK

CRITICAL BOOK REPORT

“INTEGRAL LIPAT TIGA PADA KOORDINAT BOLA”

Dosen pengampu : 1. Prof.Dr. Mukhtar, M.Pd

2. Muhammad Badzlan Darari, M.Pd

Disusun oleh :

Nama : Windy Putri Maslita Sitanggang

NIM : 4183311010

Kelas : Pendidikan Matematika-A 2018

MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Critical Book
Report ini tepat pada waktunya. Critical Book Report ini membahas tentang “integral lipat
tiga pada koordinat Bola”.

Dalam penyelesaian Critical Book Report ini, penulis banyak mendapat tantangan
dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Oleh
karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak
yang telah membantu dalam penyelesaian Critical Book Report ini, semoga bantuannya
mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.

Penulis menyadari Critical Book Report ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari
bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik dari pembaca sangat penulis harapkan untuk
penyempurnaan Critical Book Report selanjutnya.

Akhir kata semoga Critical Book Report ini dapat memberikan manfaat kepada kita
sekalian.

Medan, November 2019

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................................2

DAFTAR ISI.................................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN..............................................................................................4

1.1..........................Latar Belakang.......................................................................... 4
1.2..........................Rumusan masalah......................................................................4
1.3..........................Tujuan....................................................................................... 4

BAB II PEMBAHASAN...............................................................................................5

2.1. Identitas buku.....................................................................................................5

2.2. Ringkasan buku..................................................................................................6

2.3. kelemahan dan kelebihan buku.........................................................................14

BAB III PENUTUP.......................................................................................................15

3.1. Kesimpulan.......................................................................................................15

3.2. Saran.................................................................................................................15

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................16

3
BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Integral lipat adalah generalisasi integral tentu terhadap fungsi beberapa
variabel seperti f (x , y ) atau f (x , y , z) . Integral suatu fungsi dua variabel terhadap
luasan di R2 dinamakan integral lipat dua,dan integral fungsi tiga variabel pada R3
dinamakan integral lipat tiga . jadi di critical book report ini kita akan membahas
tentang integral lipat tiga pada koordinat dimana Koordinat bola ( p , θ , ∅) dari sebuah
titik p dalam ruang , dimana p=¿OP∨¿ adalah jarak dari titik asal p ,θ adalah sudut
yang sama seperti dalam koordinat tabung, dan ∅ adalah sudut antara sumbu−z
positif dan segmen garisOP.

1.2. Rumusan Masalah


1.2.1. Apa yang dimaksud dengan integral lipat tiga?
1.2.2. Apa yang dimaksud dengan integral lipat tiga pada koordinat bola?
1.2.3. Bagaimana cara mengevaluasi integral lipat tiga dengan koordinat bola?

1.3. Tujuan
1.3.1. Untuk memenuhi tugas yang diberikan pada mata kuliah kalkulus peubah
banyak
1.3.2. Untuk lebih memahami materi integral lipat tiga
1.3.3. Untuk mengetahui materi pada integral lipat tiga pada koordinat bola

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1. IDENTITAS BUKU


Buku ke-1 (buku pertama)
Judul buku : Kalkulus jilid 2
Penulis : Edwin J. Purcell, Dale Varberg Dan Steven E. Rigdon
Penerbit : Erlangga
Tahun : 2003
ISBN : 979-741-011-2
Materi yang diulas : Integral lipat tiga pada koordinat bola

Buku ke-2 (buku kedua)


Judul buku : Kalkulus peubah Banyak
Penulis : Prof.Dr.Mukhtar, M.pd dkk
Penerbit : Unimed
Tahun : 2017
ISBN :-
Materi yang diulas : Integral Lipat Tiga Pada Koordinat Bola

5
2.2. SINOPSI BUKU
1. Buku Pertama
Integral Lipat Tiga Pada Koordinat Bola
Kita definisikan koordinat bola ( ρ , θ , ø ) dari sebuah titik (Lihat Gambar 4),
dan kaitan antara koordinat siku – siku dengan koordinat bola adalah sebagai
berikut :
×=ρ sin ∅ cosθ y= ρsin θ cos ∅ z=ρ cos ∅

Dalam sistem koordinat bola ini, mitra dari kotak persegi panjang adalah baji
bola (spherical wedge)

E=¿

Dengan a ≥ 0 , β−α ≤ 2 π , dan d−c ≤ π

Walaupun kita definisikan integral lipat-tiga dengan membagi benda pejal


menjadi kotak – kotak kecil, dapat diperlihatkan bahwa pembagian benda pejal
menjadi baji – baji bola kecil selalu memberikan hasil sama.

 Sistem Koordinat Bola


Yaitu sistem koordinat untuk 3 dimensi (ruang,gambar 6) yang
mempunyai hubungan sebagai berikut:

 Hubungan integral lipat dua Z=F(x , y) menjadi bentuk sistem


koordinat silinder Z=G(r , θ) dengan bantuan fungsi jacobian
diperoleh hubungan sebagai berikut:

6
x 2 y2 θ2 r 2

∫∫ F ( x , y ) dy dx =∫∫ G (r ,θ) r dr dθ
x 1 y1 θ1 r 1

 Hubungan integral lipat tiga F ( x , y , z )=0 dalam bentuk sistem


koordinat silinder G ( z , r ,θ )=0

x=r sin θ

y=r cos θ

z=z

z2 y2 x 2 θ 2 r2 z 2

∫∫∫ F ( x , y , z ) dx dy dz=¿ ∫∫∫ G ( z , r , θ ) r dz dr dθ ¿


z1 y1 x 1 θ 1 r1 z 1

 Hubungan integral lipat tiga F ( x , y , z )=0 dalam bentuk sistem


koordinat bola G ( z , θ , ∅ )=0 sebagai berikut
x= p sin θ cos ∅
y= p sin θ sin ∅
z= p cos θ

z 2 y2 x 2 θ 2 ∅2 p 2

∫∫∫ F ( x , y , z ) dx dy dz=¿ ∫∫∫ G ( p , ∅ , θ ) p 2 sin θ dp d ∅ dθ ¿


z 1 y1 x 1 θ 1 ∅1 p 1

Contoh 3 Tentukan massa bola padat s jika kerapatan δ-nya sebanding dengan
jaraknya dari pusat

Penyelesaian pusatkan bola tersebut di titik asal dan misalkan jari-jarinya sebesar a .
kerapatan δ dinyatakan dengan δ =k √ x 2+ y 2+ z 2=kp jadi,massa ini dapat dinyatakan
dengan

❑ π 2π a
m=∭ δ dV =k ∫ ∫ ∫ p p 2 sin ∅ dp dθ d ∅
s 0 0 0

π 2π π
a4 1
¿k ∫ ∫ sin ∅ dθ d ∅= kπ a4 ∫ sin ∅ d ∅
4 0 0 2 a

7
Contoh 4 tentukan volume dan pusat massa dari benda padat homogen s yag dibatasi
di atas oleh bola p=a dan di bawah oleh kerucut ∅=a, dimana a dan α adalah
konstanta

Penyelesaian Volume v dinyatakan dengan

a 2π a
V =∫ ∫ ∫ p2 sin ∅ dp dθ d ∅
0 0 0

a 2π
a3
¿ ∫∫
0 0
( )
3
sin ∅ dθ d ∅

a
2 π a3 2 π a3
¿ ∫ sin ∅ d ∅= ¿
3 0 3

Sehingga massa m dari benda padat tersebut adalah

2 π a3
m=kV = ¿
3

Dimana k adalah konstanta kerapatan

Dari sifat simetri,pusat massa berada disumbu z, yaitux́= ý =0. Untuk


menemukan ź, terlebih dahulu kita menghitung M xy

❑ a 2π a
M xy =∭ kz dV =∫ ∫ ∫ k ¿ ¿ ¿ ¿ ¿
s 0 0 0

a 2π a
¿ ∫ ∫ ∫ kp3 sin ∅ cos ∅ dp dθ d ∅
0 0 0

a 2π
1 4
¿ ∫∫ ka sin ∅ cos ∅ dθ d ∅
0 0 4

a
1 1
¿ ∫ π ka4 sin ∅ cos ∅ d ∅= πa 4 k sin 2 a
0 2 4

Jadi,

8
1 4
πa k sin 2 a
4
ź=
2 3
πa k ¿ ¿
3

3
¿ a¿
8

2. Buku Kedua
Koordinat bola ( p , θ , ∅) dari sebuah titik p dalam ruang diperlihatkan dalam
gambar 1, dimana p=¿OP∨¿ adalah jarak dari titik asal p ,θ adalah sudut yang
sama seperti dalam koordinat tabung, dan ∅ adalah sudut antara sumbu−z positif
dan segmen garisOP. Catat bahwa

Sistem koordinat bola secara khusus berguna dalam permasalahan dimana


terdapat simetri disekitar sebuah titik, dan titik asal ditempatkan pada titik
tersebut. Sebagai contoh, bola dengan pusat titik asal jari-jari c memiliki
persamaan sederhana p=c (lihat gambar 2); ini adalah alasan untuk nama
koordinat “bola”

9
Grafik persamaan θ=c adalah setengah-bidang vertikal (lihat gambar 3)
dan persamaan ∅=c merepresentasikan setengah-kerucut dengan sumbu – z
sebagai sumbunya (lihat gambar 4).

Hubungan antara koordinat persegipanjang dengan koordinat bola dapat


dilihat dalam gambar 5.dari setiga OPQ dan OPP ’ kita memiliki

Tetapi x=r cosθ dan y=r sin θ, sehingga untuk mengubah dari
koordinat bola ke koordinat persegipanjang, kita menggunakan persamaan

x= p sin ∅ cos θ y= p sin ∅ sin θ z= p cos ∅

Juga, rumus jarak memperlihatkan bahwa

p2 + x 2+ y 2+ z 2

Kita menggunakan persamaan ini untuk mengubah dari koordinat persegipanjang


ke koordinat bola

Contoh 1

π π
titik ( 2, , ¿ diberikan dalam koordinat bola. Plot titik tersebut dan tentukan
4 3
koordinat persegipanjangnya

10
Penyelesaian

Kita mem-plot titik tersebut dalam gambar 6. Dari rumus untuk mengubah dari
koordinat bola ke koordinat persegipanjang,kita memiliki

π π
x= p sin ∅ cos θ=2 sin
3
cos =2
4
√3
2 ( )( √12 )= √ 32
π π
y= p sin ∅ sin θ=2 sin
3
sin =2
4
√3
2 ( )( √12 )=√ 32
π 1
z= p cos ∅=2cos 2
3 2 ()
=1

3 3
Jadi titik (2 , π /4 , π /3) adalah (
√ √
,
2 2
,1) dalam koordinat persegipanjang

 Mengevaluasi Integral Lipat Tiga Dengan Koordinat Bola


Dalam sistem koordinat bola pasangan kotak persegipanjang adalah
irisan bola.
E={ ( p ,θ , ∅ ) } ∨a ≤ p ≤ b , a ≤θ ≤ β , c ≤ ∅ ≤ d
Dimana a ≥ 0 , β−a ≤ 2 π , dan d−c ≤ π meskipun kita menentukan
integral lipat tiga dengan membagi benda pejal kedalam kotak-kotak
kecil ,dapat diperlihatkan bahwa dengan membagi benda pejal kedalam
irisan-irisan bola juga memberikan hasil yang sama. Jadi kita membagi E
kedalam irisan bola yang kecil Eijk dengan rata-rata bola dengan ruang
yang sama p= pi , setengah-bidang θ=θ j dan setengah-kerucut ∅=∅ k

11
Gambar 7 memperlihatkan bahwa Eijk hampir merupakan sebuah kotak
persegipanjang dengan dimensi ∆ p , pi ∆ ∅ (busur sebuah lingkaran dengan
jari-jari pi, sudut ∆ ∅), dan pi sin ∅ k ∆ θ (busur lingkaran dengan jari-jari
pi sin ∅ k , sudut ∆ ∅ ¿.jadi aproksimasi pada volume Eijk diberikan oleh

∆ V ijk =( ∆ p)( p j ∆ ∅ )¿

Kenyataannya,dapat diperlihatkan,dengan bantuan teorema nilai rata-


rata, bahwa volume Eijk diberikan secara tepat oleh

~
∆ V ijk = p2 ,sin ~
∅k ∆ p ∆ θ ∆ ∅

~
p , θ ,~
Dimana (~ ∅ k ¿ . Adalaha beberapa titik dalam Eijk . Misalkan
( x ¿ ¿ ijk ¿ ¿ ¿ , y ijk ¿ , z ijk ¿ )¿ ¿. Merupakan koordinat persegipanjang dari titik
ini. Maka

❑ l m n

∭ f ( x , y , z ) dV =l , mlim
,n → ∞
∑ ∑ ∑ f (x ¿ ¿ ijk ¿ ¿ ¿ , y ijk¿ , zijk ¿ )∆V ijk ¿ ¿
E i=1 j=l k =l

l m n
~
¿ lim ∑ ∑ ∑ f (~pi ¿ ¿ ¿ ¿ sin~
∅ k , cos~ p i sin~
∅ j ,~ ∅k , sin~ p i cos~
∅ j ,~ ∅ k ,) p 2 sin~
∅ k , ∆ p ∆ θ ∆ ∅ ¿¿ ¿ ¿
l ,m ,n →∞
i=1 j=l k=l

Tetapi jumlah ini adalah jumlah riemann untuk fungsi

F ( p , θ , ∅ )=f ( p sin ∅ cos θ , p sin ∅ sinθ , p cos ∅ ) p 2 sin ∅

Dengan demikian, kita telah sampai pada rumus untuk pengintegralan


lipat tiga dalam kooedinat bola.

12
❑ d β b

∭ f (x , y , z)dV =∫∫∫ f ( p sin ∅ cos θ , p sin ∅ sin θ , p cos ∅ ) p2 sin ∅ dp dθ d ∅


E c a a

Dimana E adalah irisan bola yang diberikan oleh

E={ ( p ,θ , ∅ )∨a ≤ p ≤ b .a ≤ θ ≤ β , c ≤ ∅ ≤d }

Rumus diatas menyiratkan bahwa kita mengubah integral lipat dari


koordinat persegipanjang ke koordinat bola dengan menuliskan.

x= p sin ∅ cos θ y= p sin ∅ sin θ z= p cos ∅

Dengan menggunakan limit pengintegralan yang sesuai,dan menggantikan


dV dengan p2 sin ∅ dp dθ d ∅. Hal ini diilustrasikan dalam gambar 8

Rumus ini dapat diperluas untuk memasukkan daerah-daerah bola yang


lebih umum seperti

E={( p ,θ , ∅ ) ∨a ≤θ ≤ β . c ≤ ∅ ≤ d , g1 (θ , ∅) ≤ p ≤ g2 (θ , ∅) }

Dalam kasus ini rumus tersebut sama dengan rumus dimana E adalah
irisan bola kecuali bahwa limit pengintegralan untuk p adalah g1 (θ , ∅)
dan g2 (θ , ∅ )

2.3. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN BUKU


2.3.1. Kelebihan Buku
Kelebihan buku pada kedua buku ini adalah menjelaskan materi integral lipat
tiga koordinat pada bola menjelaskan dan memaparkan materi dengan baik,

13
yaitu dengan memberi contoh, gambar dan definisi sehingga pembaca dapat
mudah memahami
2.3.2. Kelemahan Buku
Kelemahan buku pada kedua buku ini terdapat pada buku pertama karena
menjelaskan materi sangat singkat yang mungkin membuat pembaca sulit
untuk memahami isi materi buku ini

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

14
Integral lipat tiga pada koordinat bola kita definisikan koordinat bola ( ρ , θ , ø )
dari sebuah titik (Lihat Gambar 4), dan kaitan antara koordinat siku – siku dengan
koordinat bola adalah sebagai berikut :
×=ρ sin ∅ cosθ y= ρsin θ cos ∅ z=ρ cos ∅

Dalam sistem koordinat bola ini, mitra dari kotak persegi panjang adalah baji
bola (spherical wedge)

E=¿

Dengan a ≥ 0 , β−α ≤ 2 π , dan d−c ≤ π

3.2. Saran

Penulis berharap Critical Book Review (CBR) ini dapat membantu pembaca
untuk memahi materi integral lipat tiga pada koordinat bola dalam matematika
dansemoga pembaca tetap menggali dan mengkaji lebih dalam lagi mengenai
materi tentang integral lipat tiga pada koordinat bola ini.

15
DAFTAR PUSTAKA

Purcell J.Edwin. Varberg Dale. Dan Ringdon E.Steven. (2003). Kalkulus jilid 2. Jakarta:
Erlangga

Prof.Dr.Mukhtar,M.Pd. (2017). Kalkulus peubah banyak. Medan: Universitas Negeri Medan

16