Anda di halaman 1dari 20

BAB 3

TINJAUAN PUSTAKA

I.PENGKAJIAN
Tanggal
Tempat
Waktu

A.DATA SUBYEKTIF
1. IDENTITAS
Nama klien : Ny”Sh” nama suami : Tn”y”
Umur : 37 tahun Umur : 40 tahun
Agama : Islam agama : Islam
Pendidikan : SD pendidikan : SD
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Tani
Penghasilan : - penghasilan : Rp 600.000/bulan
Alamat : Rt 34/05 Ds. Kertosono, panggul, Trenggalek

2.ALASAN DATANG
Ibu mengatakan ingin memasang KB implan

3.KELUHAN UTAMA
Ibu mengatakan tidak ingin punya anak lagi, tetapi tidak berani untuk sterilisasi

4.RIWAYAT HAID
Menarche : 13 tahun disminore : ya
Siklus haid : 30 hari fluor albus : tidak
Lama haid : 7 hari HPHT : 05 januari 2008
Jumlah darah : 2-3 hari ganti pembalut /hari

5.RIWAYAT KESEHATAN
5.1. Riwayat kesehatan sekarang
Ibu mengatakan tidak sedang menderita penyakit TBC, epilepsi, hipertensi,
Hepatitis B, Kanker payudara, kencing manis
5.2. riwayat kesehatan dahulu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit TBC, epilepsi, hipertensi,
Hepatitis B, Kanker payudara, kencing manis
5.3. Riwayat kesehatan keluarga
Ibu mengatakan keluarga tidak ada yang menderita atau mempunyai penyakit
menular (TBC, Hepatitis B), penyakit menahun (hipertensi, asma, TBC), Penyakit
menurun (diabetes melitus, epilepsi)
6.RIWAYAT KEHAMILAN,PERSALINAN DAN NIFAS YANG LALU
Kehamilan 1 : normal, periksa dibidan, TT 2 x, mulai merasa pergerakan janin sejak
usia kehamilan 6 bulan, tidak ada keluhan, terapy : Fe, calk, vit C
: normal, periksa dibidan, TT 3 x, mulai merasa pergerakan janin sejak
usia kehamilan 5 bulan, keluhan : mual dibulan pertama kehamilan,
terapy : B6, calk
Persalinan 1 : normal, ditolong dukun, UK 9 bulan, BBL : 3000 gram, PB : - ,tidak
ada penyulit, plasenta lahir lengkap, bayi lahir langsung menangis,
jenis kelamin laki-laki
: normal, spontan, ditolong perawat, UK 10 bulan, BBL : 3100 gram,
PB :50 cm, tidak ada penyulit, plasentalahir lengkap, bayi langsung
menangis, jenis kelamin perempuan
Nifas 1 : tidak ada tanda infeksi, perdarahan normal, ASI diberikan sampai usia
bayi 1 tahun, anak hidup, usia sekarang 15 tahun
: tidak ada tanda infeksi, perdarahan normal, ASI diberikan sampai usia
bayi 2 tahun, anak hidup, usia sekarang 12 tahun

7.RIWAYAT PERKAWINAN
Ibu mengatakan perkawinan pertama, lamanya 19 tahun, usia saat menikah 18 tahun

8.RIWAYAT KB
Ibu mengatakan setelah menikah ibu tidak KB, setelah kelahiran anak kedua ibu
memakai KB Pil selama 2 tahun, kemudian melahirkan anak ke 2 dan sekarang
merencanakan ingin KB implan

9.DATA PSIKOSOSIAL, KULTURAL DAN SPIRITUAL


Ibu mengatakan alasan menggunakan KB untuk menjarangkan kelahiran anak, suami
ibu mendukung ibu dalam ber-KB.
Dilingkungan ibu, pemakaian KB merupakan hal yang wajar dan ibu mengatakan
agamanya tidak melarang dalam menggunakan alat kontrasepai

B. DATA OBYEKTIF
1.PEMERIKSAAN UMUM
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
Tekanan darah : 110/90 mmHg
Nadi : 80 x /menit
Suhu : 36,3 C
Pernafasan : 18 x / menit
Berat badan : 60 kg
Tinggi badan : 157
2.PEMERIKSAAN KHUSUS
a. INSPEKSI
Kepala : Rambut hitam, tidak rontok, tidak ada ketombe, tidak ada lesi dan benjolan
Muka : tidak oedema, tidak pucat, tidak ada cloasma gravidarum
Mata : simetris, conjungtiva merah muda, sklera tiadak ikterus
Hidung : simetris, tidak ada polip, tidak ada sekret
Mulut : bibir tidak kering, tidak ada stomatitis, gigi tidak caries, lidah tidak kotor
Telinga : simetris, tidak ada serumen
Leher : tidak ada pembesaran tyroid dan vena jugularis
Axilla : tidak ada pembesaran kelenjar limfe
Dada : payudara simetris,putting susu menonjol, tidaka ada hiperpigmentasi areola
mamma
Abdomen : tidak ada pembesaran perut, tidak ada striae gravidarum, tidak ada
hiperpigmentasi linea nigra
Ekstremitas : tidak oedema, tidak ada varices, tidak ada bekas luka

b. PALPASI
Leher : tidak ada nyeri tekan
Axilla : tidak ada pembesaran kelenjar limfe
Dada : tidak teraba benjolan abnormal pada payudara, tidak ada nyeri tekan
Abdomen : tidak ada nyeri tekan didaerah supra pubik

c. PERKUSI
reflek palella : + / +

d. AUSKULTASI
Tidak dilakukan pengkajian

II.INTERPRETASI DATA DASAR


DX : Ny “Sh” P2002 Calon akseptor KB implan

DS : Ibu mengatakan ingin menggunakan KB implan


DO : Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
Tekanan darah : 110/90 mmHg
Nadi : 80 x /menit
Suhu : 36,3 C
Pernafasan : 18 x / menit
Berat badan : 60 kg
Tinggi badan : 157
Inspeksi
Muka : tidak oedema, tidak pucat, tidak ada cloasma gravidarum
Dada : payudara simetris,putting susu menonjol, tidaka ada hiperpigmentasi areola
mamma
Abdomen : tidak ada pembesaran perut, tidak ada striae gravidarum, tidak ada
hiperpigmentasi linea nigra
Palpasi
Axilla : tidak ada pembesaran kelenjar limfe
Dada : tidak teraba benjolan abnormal pada payudara, tidak ada nyeri tekan
Abdomen : tidak ada nyeri tekan didaerah supra pubik

III. INTERVENSI
DX : Ny”Sh” P2002 Calon akseptor KB implan
Tujuan : Ibu mengerti dan memahami dengan konseling yang diberikan
Pemasangan implan berjalan dengan lancar tanpa komplikasi
Kriteria hasil : keadaan umum : baik
Kesadaran : Composmentis
Tekanan darah : 110/70 – 120/80 mm Hg
Nadi : 60 – 100 x/ menit
Pernafasan : 16 – 20 x/ menit
Suhu : 36,5 C – 37,5 C
Ibu dapat menjawab pertanyaan yang diberikan dengan benar
Pada kulit bekas insisi tidak terjadi perdarahan, bengkak atau memar
Tidak terjadi ekspulsi batang implan
Intervensi : 1) Beri konseling tentang kegunaan, keterbatasan, serta efek samping
dari penggunaan implan
R/ Dengan memberikan konseling ibu akan bisa menerima semua reaksi
atau efek bila menggunakan KB implan
2) Berikan informed consent
R/ Dengan memberikan informed consent maka telah ada persetuhuan
dari klien tentang semua tindakan medis yang akan dilakukan
3) Persiapkan semua peralatan yang dibutuhkan
R/ Dengan mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan maka akan
mempermudah dalam pemasangan implan
4) Persiapkan tempat pemasangan dan lingkungan
R/ Dengan mempersiapkan tempat pemasangan maka akan
memperlancar dalam proses pemasangan
5) Lakukan pemasangan implan sesuai dengan protap yang ada (60
langkah pemasangan implan)
R/ Dengan melakukan pemasangan secara protap yang ada akan
mengurangi resikoterjadinya kegagalan dan efek samping

IV.IMPLEMENTASI
Tanggal / jam : 07 januari 2008 / 09.15 WIB
Tempat : Ruang KIA PKM Bodag, Trenggalek
DX : Ny “Sh” P2002 calon akseptor KB implan
1.Memberi konseling tentang kegunaan, keterbatasan, serta efek samping dari
penggunaan implan
2. Berikan informed consent
3. Persiapkan semua peralatan yang dibutuhkan
4. Persiapkan tempat pemasangan dan lingkungan
5. Lakukan pemasangan implan sesuai dengan protap yang ada (60 langkah
pemasangan implan)
1) Menyapa klien serta menanyakan apakah klien telah mendapat konseling
tentang prosedur pemasangan implan
2) Memeriksa kembali rekam medis dan melakukan penilaian lanjut bila ada
indikasi
3) Menanyakan kepada klien tentang adakah alergi terhadap obat anastesi, jika
tidak ada, minta klien mencuci lengannya dengan sabun dan membilasnya
4) Memeriksa kembali bahwa klien telah mencuci lengannya
5) Membantu klien ke meja operasi
6) Meletakkan kain yang bersih dan kering dibawah lengan klien dan mengatur
posisinya
7) Menentukan tempat pemasangan pada bagian dalam lengan atas dengan
mengukur 8 cm dari siku
8) Membuat pola tempat pemasangan dengan 2 pola
9) Memastikan bahwa peralatan steril sudah tersedia
10) Membuka peralatan steril dari tempatnya
11) Membuka kemasan implan dan menjatuhkan batang implan kedalam mangkuk
kecil steril
12) Mencuci tangan, kemudian mengeringkannya dengan handuk bersih
13) Memakai sarung tangan
14) Menyiapkan peralatan dan bahan-bahan yang diperlukan
15) Menghitung jumlah kapsul implan yang diperlukan, pastikan berjumlah 2
16) Mengusap tempat pemasangan dengan larutan antiseptik secara sirkuler dari
dalam keluar
17) Memasang duk steril pada lengan yang akan dipasang kapsul implan
18) Menyuntikkan lidokain 1 %, 2 cc secara IC sampai ada gelembung dibawah
kulit
19) Meneruskan penusukan jarum kelapisan bawah kulit 4 cm secara SC, masing-
masing 1 cc diantara pola 1 dan 2
20) Menguji efek anastesinya
21) Membuat insisi dangkal selebar 2 mm dengan skalpel
22) Memasukkan trokar dan pendorngnya melalui tempat insisi
23) Memasukkan terus trokar dan pendorongnya sampai batas 1 pada trokar
24) Mengeluarkan pendorong
25) Memasukkan kapsul implan satu per satu ke dalam trokar dengan pinset.
menadahkan tangan yang lain dibawah kapsul sehingga dapat menangkap
kapsul bila jatuh
26) Memasukkan kembali pendorong dan tekan kapsul ke arah ujung trokar
sampai ada sebuah tahanan
27) Menahan pendorong ditempatnya dengan 1 tangan, menarik trokar keluar
sampai mencapai pegangan pendorong (teknik widrawell)
28) Menarik trokar dan pendorongnya sampai batas tanda 2 pada trokar
29) Menahan kapsul yang telah terpasang dengan 1 jari yang lainnya
30) Mengarahkan kembali trokar 15 mengikuti pola yang tergambar
31) Menghindari kapsul yang telah dipasang mengalami kerusakan akibat tertusuk
trokar
32) Menahan ujung trokar dari tempat insisi sampai seluruh kapsul terpasang
33) Meraba daerah insisi untuk memastikan 2 kapsul terpasang sesuai pola
34) Meraba daerah insisi untuk memastikan seluruh kapsul berada jauh dari insisi
35) Menekan tempat insisi dengan kassa untuk menghentikan perdarahan
36) Mengerutkan ujung-ujung insisi dan menutupnya dengan band aid
37) Memasang pembalut, menekan untuk mencegah perdarahan dan mengurangi
memar
38) Memberi petunjuk pada klien tentang cara merawat luka dirumah, yaitu :
- Menyarankan klien untuk tetap menjaga daerah insisi tetap kering dan
bersih selama 48 jam pertama serta jelaskan tujuannya yaitu untuk
mencegah infeksi
- Menyarankan untuk tidak membuka balutan penekan selam 48 jam,
sedangkan plester dipertahankan hingga luka sembuh (biasanya 5 hari)
39) Memasukkan semua peralatan yang terkontaminasi ke dalam larutan Clorin
0,5 % selam 10 ‘
40) Memisahkan antara trokar dan pendorong saat memasukkan ke dalam larutan
Clorin 0,5 %
41) Memasukkan larutan larutan Clorin 0,5 % kedalam tabung suntik untuk
dekontaminasi
42) Membuang bahan-bahan yang terkontaminasi ke sampah yang sesuai (medis
dan non medis)
43) Mencelupkan tangan yang masih memakai handscoon kedalam larutan Clorin
0,5 %
44) Membuka handscoon dalam keadaan terbalik
45) Merendam handscoon dalam larutan Clorin 0,5 % selama 10’
46) Mencuci tangan, kemudian mengeringkannya dengan handuk atau kain bersih
47) Melengkapi rekam medis
48) Menggambarkan pola dan meletakkan pola kapsul pada rekam medis
49) Tidak mencatat hal khusus, karena selama pemasangan tidak ada
kesalahan/hal-hal khusus yang terjadi
50) Mengobservasi selama 5 menit sebelum pasien pulang
51) Memberitahu klien untuk tidak melakukan penekanan pada daerah
pemasangan
52) Memberitahu klien untuk tidak melakukan aktivitas yang berat pada lengan
yang dipasang
53) Menjelaskan pada klien apa yang harus dilakukan saat mengalami efek
samping
Misalnya
- Jika terjadi Aminore (tidak haid)sarankan ibu segera keklinik untuk
memastikan apakah ibu tidak hamil/hamil
- Jika kapsul keluar dari tempat pemasangan, segera minta ibu untuk
membawanya keklinik
- Jika keluar nanah/darah,sarankan ibu membersihkannya dengan
sabun,air/larutan antiseptik lalu minta ibu segera keklinik untuk
mendapatkan pelayanan pengobatan yang sesuai
- Jika berat badan naik/turun,informasikan kepada klien bahwa perubahan
BB 1-2kg adalah normal, jika>2kg minta segera keklinik untuk konsultasi
54) Memberitahu klien untuk kontrol 1 minggu kemudian
55) Mengingatkan klien masa pemakaian implant bertahan sampai 5 tahun
56) Memberitahu klien untuk menjalankan konseling perawatan luka dirumah
57) Meyakkinkan klien bahwa klien dapat datang keklinik seriap saat jika ada
keluhan/efek samping yang dirasakan tanpa menunggu waktu kontrol
58) Meminta klien untuk mengulang kembali penjelasan yang kita berikan
59) Meminta klien untuk bertanya jika ada penjelasan yang kurang dimengerti
60) Melengkapi pencatatan dan mengisi kemudian memberikan kartu KB pada ibu

V. EVALUASI
Tanggal / jam : 07 januari 2008 / 09.30 WIB
Tempat : Ruang KIA PKM Bodag , Trenggalek

DX : Ny “Sh” P2002 Akseptor KB implan


S : Ibu mengatakan mengerti mengenai penjelasan yang telah diberikan
Ibu mengatakan telah dipasang implan dilengan kirinya
Ibu mengeluhkan sedikit perih pada tempat pemasangan implan
O : Ibu dapat mengulang penjelasan yang telah diberikan
Selama 5 menit observasi luka insisi, tidak ada perdarahan hebat
A : Ny “Sh” P2002 Akseptor KB implan
P : Menganjurkan ibu untuk kontrol 1 minggu setelah pemasangan atau jika ada
keluhan yang dirasakan
Memberikan amoxillin 3 x 1 = 10 , Antalgin 3 x 1 = 10
DAFTAR PUSTAKA

FKUI . 2001. Kapita selekta kedokteran jilid 1. Jakarta : Media aesculapius

Hartono, hanafi.2002.KB dan Kontrasepsi.Jakarta : Sinar harapan

Manuaba, Ida bagas Gde . 1998 .Ilmu kebidanan, penyakit kandungan dan KB untuk
pendidikan bidan . Jakarta : EGC

POGI . 2003 . Buku panduan praktis pelayanan kontrasepsi . Jakarta : YBP-SP


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Tujuan utama dari kontrasepsi adalah untuk mengatur serta menjarangkan
kelahiran, dalam pembahasan ini akan disajikan suatu metode kontrasepsi yang
berdaya kerja paling lama dan panjang yang tidak mebutuhkan pemakaian setiap hari
atau setiap akan melakukan senggama tetapi tetap reversible.
Metode KB implan telah menjadi bagian dari gerakan keluarga berencana
nasional serta peminatnya bertambah. Tingginya minat pemakai KB implant itu
dikarenakan aman, sederhana, efektivitas tinggi dan tidak menimbulkan gangguan dan
dapat dipakai pada masa persalinan.
Berdasarkan banyaknya peminat KB implant, maka penyusun mencoba
mengangkat asuhan kebidanan pada akseptor KB implant.

1.2 TUJUAN
1.2.1 Tujuan umum
Mahasiswa dapat memberikan asuhan kebidanan pada akseptor KB implan secara
komprehensif

1.2.2 Tujuan khusus


1. Mahasiswa dapat melakukan pengkajian data dan identifikasi pasien
2. Mahasiswa dapat melaksankan interpretasi data dasar
3. Mahasiswa dapat membuat rencana asuhan
4. Mahasiswa dapat melaksankan rencana asuhan
5. Mahasiswa dapat mengevaluasi hasil dari asuhan yang diberikan

1.3 METODE PENULISAN


1.3.1 Observasi
Dengan melakukan pengamatan secra langsung dan memperoleh data yang akurat
meliputi pemeriksaan umum, khusus yang meliputi inspeksi, palpasi, perkusi,
auskultasi

1.3.2 Wawancara
Melakukan tanya jawablangsung pada klien, guna mengetahui keluhan yang dirasakan
klien sehingga dpat memberikan asuhan yang sesuai

1.3.3 Praktek langsung


Melakukan praktek langsung melalui pendekatan manajemen kebidanan

1.3.4 Studi pustaka


Dengan membaca sumber-sumber buku yang berhubungan dengan asuhan kebidanan
pada akseptor KB implant
1.4 SISTEMATIKA PENULISAN
BAB 1 PENDAHULUAN
Dalam bab ini, penulis membahas tentang latar belakang, tujuan, metode
penulisan dan sistematika penulisan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA


Dalam bab ini, penulis membahas tentang konsep KB, konsep kontrasepsi implan
dan manajemen asuhan kebidanan kontrasepsi implant

BAB 3 TINJAUAN KASUS


Dalam bab ini, penulis membahas tentang pengkajian, identifikasi data dasar,
intervensi, implementasi dan evaluasi

BAB 4 PEMBAHASAN
Berisi tentang rangkuman antara tinjauan teori dengan tinjauan kasus

BAB 5 PENUTUP
Berisi tentang kesimpulan dan saran

DAFTAR PUSTAKA
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 KONSEP KELUARGA BERENCANA
Merupakan tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk
mendapatkan obyektif tertentu, menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mengatur jarak
kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungannya dengan umur PaSutri,
menetukan jumlah anak dalam keluarga (syaifuddin : 2003)

2.2 KONSEP METODE KONTRASEPSI IMPLANT


2.2.1 Definisi
Kontrasepsi implan adalah batang silastik lembut untuk pencegah kehamilan yang
pemakaiannya dilakukan dengan jalan pembedahan minor untuk insersi (pemasangan) dan
pencabutan
Kontrasepsi implan adalah alat kontrasepsi berbentuk kapsul silastik berisi hormon
jenis progestin (progestin sintetik) yang dipasang dibawah kulit

2.2.2 Jenis kontrasepsi implant


1) NORPLANT
 Berisi batang yang mengandung hormon levonorgestrel
 Tiap kapsul : panjangnya 3,4 cm, diameter 2,4 mm,berisi 36 mg
levonorgestrel yang efektif mencegah kehamilan selama 5 tahun
2) IMPLANON
 Berisi 1 batang putih lentur mengandung 63 mg 3-keto-desogestrel
 Efektif mencegah kehamilan selama 3 tahun
3) INDOPLANT DN JADENA
 Berisi 2 batang, mengandung 75 mg levonorgestrel
 Efektif mencegah kehamilan selama 3 tahun

2.2.3 Mekanisme kerja KB implant


1. Levonorgestrel yang terkandung dalam batang implant berdifusi melalui
membran silastik dengan kecepatan yang lambat dan konsisten. Dalam 24 jam
setelah insersi, kadar hormon dalam plasma darah sudah cukup tinggi untuk
mencegah ovulasi. Pelepasan hormon setiap harinya berkisar antara 50-85 mg
pada tahun pertama, kemudian menurun kembali sampai 30-35 mg perhari untuk 5
tahun berikutnya (hartono.2002:180)
2. Mengentalkan lendir serviks
3. Menggangu proses pembentukan endometrium sehingga sulit terjadi implantasi
4. Mengurangi transportasi sperma
5. Menekan ovulasi karena progesteron menghalangi pelepasan LH
(BKKBN.2003:MK-52)

2.2.4 Keuntungan dan kerugian KB implant


1. Keuntungan
1) Daya guna tinggi
2) Perlindungan jangka panjang (sampai 5 tahun)
3) Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan
4) Tidak memerlukan pemeriksaan dalam
5) Bebas dari pengaruh estrogen
6) Tidaak mengganggu hubungan seksual
7) Tidak mengganggu produksi ASI
8) Dapat dicabut setiap saat sesuai dengan kebutuhan
(BKKBN.2003:MK-53)
9) Dapat membantu mencegah terjadinya anemia
(Hartono.2002:190)
10) Kontrol medis ringan
11) Dapat dilayani didaerah pedesaan
12) Penyulit medis tidak terlalu tinggi
13) Biaya ringan
(Manuaba.1998:446)
2. Kerugian
1) Menimbulkan gangguan menstruasi, yaitu tidak mendapat menstruasi, terjadi
perdarahan bercak (spothing) dan perdarahan tidak teratuur
2) Berat badan bertambah
3) Menimbulkan acne (jerawat), ketegangan pada payudara
4) Liang senggama terasa kering
(Manuaba.1998:446)
5) Membutuhkan tindak pembedahan minor untuk insersi dan pencabutan
6) Klien tidak dapat menghentikan sendiri pemakaian kontrasepsi ini sesuai dengan
keinginannya, akan tetapi harus pergi ke klinik untuk pencabutan
7) Tidak memberikan perlindungan terhadap Infeksi Menular Seksual HIV/AIDS
(BKKBN.2003:Mk-54)

2.2.5 Indikasi dan kontra indikasi KB implant


1. Indikasi
1) Usia reproduksi
2) Nulipara atau multipara
3) Menghendaki kontrasepsi dengan efektifitas tinggi
4) Tidak menginginkan anak lagi tapi menolak sterilisasi
2. Kontra indikasi
1) Hamil atau diduga hamil
2) Perdarahan traktus genetalia yang tidak diketahui penyebabnya
3) Carsinoma payudara atau tersangka punya riwayat tersebut
4) Mioma uteri
5) Tidak dapat menerima perubahan pola haid yang terjadi
(Manuaba.1998:182)
2.2.6 Prosedur KB implant
1) Insersi dan pengeluaran implant umumnya merupakan prosedur bedah minor,
yang memerlukan anastesi lokal dan insisi yang kecil
2) Waktu terbaik untuk insersi adalah pada saat haid atau jangan melebihi 5-7
hari setelah mulainya haid
3) Implant ditempatkan tepat dibawah kulit, umumnya dibagian dalam lengan
atas. Pada lengan yang jarang digunakan untuk melakukan pekerjaan yang
keras
(Hartono.2002:182)
4) Setiap saat selama siklus haid hari ke-2 sampai hari ke-7
5) Insersi dapat dilakukan setiap saat, asalkan yakin tidak hamil. Bila insersi
setelah hari ke-7 atau klien sedang tidak haid, klien dianjurkan memakai
kontrasepsi lain selama 24 jam setelah pemasangan
6) Pasca keguguran, implant dapat segera di insersikan
(BKKBN.2003:MK-55)

2.2.7 Efek samping dari KB implan dan penanganannya


1) Perubahan pola haid, terjadi kira-kira 60% akseptor dalam tahun pertama setelah
pemasangan
Penanganan : tidak perlu tindakan, beri penjelasan dengan memberikan konseling
pada klien bahwa hal itu adalah normal
2) Amenorea
 Pastikan hamil atau tidak. Bila tidak hamil maka tidak memerlukan
penanganan khusus, cukup dengan konseling saja
 Bila klien tetap saja tidak dapat menerima, angkat implant dan sarankan
memakai kontrasepsi lainnya
 Bilaa terjadi kehamilan dan klien ingin melanjutkan kehamilannya, cabut
implant dan jelaskan bahwa progestin tidak berbahaya bagi janin. Bila diduga
terjadi kehamilan ektopik, klien dirujuk
3) Perdarahan bercak (spotting) ringan
 Jelaskan bahwa perdarahan ringan sering ditemukan terutama pada tahun
pertama
 Bila tidak ada masalah dan klien tidak hamil, tidak diperlukan tindakan
apapun
4) Ekspulsi
 Cabut kapsul yang ekspulsi, periksa apakah kapsul yang lain masih ditempat
dan apakah ada tanda-tanda infeksi didaerah insersi
 Bila tidak ada infeksi dan kapsul lain masih berada pada tempatnya, pasang
kapsul baru pada tempat insersi yang berbeda
 Bila ada infeksi, cabut seluruh kapsul yang ada dan pasang kapsul baru pada
lengan yang baru atau anjurkan klien menggunakan metode kontrasepsi yang
lain
5) Infeksi pada daerah insisi
 Bila terdapat tanpa nanah, bersihkan dengan sabun cair atau antiseptik
 Beri antibiotik untuk 7 hari, implant jangan dilepas, minta klien kontrol secara
teratur
 Bila abses, bersihkan dengan antisepstik, insersi dan keluarkan pus, cabut
implant, lakukan perawatan luka beri antibiotik oral selama 7 hari
6) Berat badan naik atau turun
 Informasikan pada klien bahwa perubahan berat badan 1-2 kg, normal
 Kaji ulang diet klien apabila terjadi perubahan berat badan 2 kg/lebih
 Apalagi perubahan berat badan ini tidak dapat diterima, bantu klien mencari
metode kontrasepsi yang lain
(BKKBN.2003:Mk 57-58)
2.3 KONSEP MANAJEMEN KASUS PEMASANGAN IMPLANT
I. PENGKAJIAN
A. DATA SUBYEKTIF
1. Biodata
2. Keluhan utama
- Usia reproduktif, telah memiliki anak ataupun belum punya anak
- Menghendaki kontrasepsi yang memiliki efektivitas tinggi dan
menghendaki KB jangka panjang
- Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi
- Pasca persalinan dan tidak menyusui, pasca keguguran
- Riwayat kehamilan ektopik
- Tekanan darah < 180/110 mmHg dengan masalah pembekuan
darah atau anemia bulan sabit (sickle cell)
- Tidak boleh menggunakan kontrasepsi hormonal yang
mengandung estrogen
- Sering lupa menggunakan pil
(BKKBN.2003:MK-54)
3. Alasan datang
- Ingin memasang implant 2 kapsul
- Tidak menginginkan anak lagi, tetapi menolak sterilisasi
(BKKBN.2003:Mk-54)
4. Riwayat menstruasi
- Menarche - Disminore
- Siklus haid - fluor albus
- Lama haid - Banyak darah
- HPHT
(Sulaeman.1998:154)
5. Riwayat kesehatan sekarang
- Tidak menderita penyakit TBC, epilepsi, mioma uteri, kanker
payudara, diabetes melitus
(BKKBN.2003:MK-54)
6. Riwayat kesehatan dahulu
- Tidak pernah menderita kanker payudara, mioma uteri, diabetes
melitus, kehamilan ektopik, TBC, epilepsi
(BKKBN.2003:MK-54)
7. Riwayat kesehatan keluarga
- Keluarga tidak ada yang menderita diabetes melitus, kanker
payudara, TBC, epilepsi
(BKKBN.2003:MK-54)
8. Riwayat KB
- Sering lupa menggunakan pil
- Sebelumnya ibu menggunakan KB apa ?
(BKKBN.2003:MK-54)
9. Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
- Ada atau tidak komplikasi selama hamil, keluhan yang dirasakan,
tempat periksa dan pemeriksa, obat-obatan atau terapy yang di
dapat
- Jenis persalinan : spontan atau SC, ditolong oleh siapa, ada
komplikasi atau tidak, aterm , prematur atau imatur, jenis kelamin
bayi, hidup atau mati, BB lahir, PB lahir, APGAR score
(sulaeman.1998:155)
- Jumlah kehamilan dan keguguran. Nifas ada komplikasi atau tidak,
pemberian ASI, ada infeksi atau tidak
(sarwono.2005:155)
10. Riwayat psikososial, kultural dan spiritual
- Hubungan klien dengan suami dan keluarg, mendukung atau tidak
- Lingkungan atau masyarakat sekitar klien mendukung atau untuk
KB
- Agama atau kepercayaan klien mendukung (memperbolehkan) atau
tidak dalam memakai alat kontrasepsi

B. DATA OBYEKTIF
1. Pemeriksaan umum
- TTV (Tekanan darah, Nadi, Suhu dan pernafasan)
- Pengukuran tinggi badan dan berat badan
2. Pemeriksaan khusus
a) Inspeksi
- Kepala : Rambut hitam, tidak rontok, tidak ada lesi, tidak
ada benjolan
- Muka : Tidak oedema, tidak ikterus, tidak ada cloasma
gravidarum
- Mata : Conjungtiva merah muda, sklera tidak ikterus
- Hidung : Simetris, tidak ada polip, tidak ada sekret
- Telinga : simetris, tidak ada serumen
- Mulut : Bibir tidak pucat, lidah bersih, tidak ada caries pada
gigi
- Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan vena
jugularis
- Axilla : tidak ada pembesaran kelenjar limfe
- Dada : Payudara simetris, tidak ada hiperpigmentasi areolla
mamma
- Abdomen : tidak ada pembesaran perut, tidak ada striae
albican, tidak ada hiperpigmentasi linea nigra, tidak ada
bekas operasi
- Genetalia : tidak oedema, tidak ada fluor albus, tidak ada
tanda chadwick
- Ekstremitas : tidak oedema, tidak ada luka, tidak ada
varices
b) Palpasi
- Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan vena
jugularis, tidak ada nyeri tekan
- Axilla : tidak ada pembesaran kelenjar limfe
- Dada : tidak ada benjolan abnormal pada payudara, ASI
tidak keluar
- Abdomen : tidak ada tanda hegar, tidak ada nyeri tekan
daerah supra pubik
c) Perkusi
Refleks patella +/+
d) Auskultasi
-

II. INTERPRETASI DATA


DX : Ny…….P…..Akseptor KB implant
DS : Ibu mengatakan mengrti dan memahami dengan konseling yang telah diberikan
DO : Keadaan umum ibu baik
Kesadaran composmentis
Pemeriksaan TTV, BB, TB : normal

III. INTERVENSI
DX : Ny…..P…..Akseptor KB implant
Tujuan : - Ibu mengerti dan memahami dengan konseling yang diberikan
-Pemasangan implant berjalan dengan lancar tanpa komplikasi
Kriteria hasil : Keadaan umum ibu baik Tekanan darah : 110/70-120/80mmHg
Kesadaran composmentis Nadi : 60-90X/menit
Suhu : 36,5-37,5C RR : 16-24X/menit
Ibu dapat menjawab pertanyaan yang diberikan dengan benar
Pada kulit bekas insisi tidak terjadi perdarahan, bengkak atau memar
Tidak terjadi ekspulsi batang implant
Intervensi :
1) Beri konseling ibu tentang kegunaan, keterbatasan, efek samping dari KB
implant
R/ Dengan konseling akan memberikan informasi yang lebih lengkap sehingga
ibu akan mengetahui tentang kegunaan, keterbatasan, efek samping dari KB
implant
2) Lakukan pemasangan implant sesuai dengan protap yang ada
R/ Dengan pemasangan implant sesuai protap, diharapkan pemasangan
implant akan berjalan lancar tnpa komplikasi
IV. IMPLEMENTASI
Dilakukan sesuai dengan intervensi

V. EVALUASI
Sesuai dengan kriteria hasil dari data subyektif, obyektif, assesment dan planning
(rencana) yang akan dilakukan
BAB 4
PEMBAHASAN
BAB 5
PENUTUP

V.1KESIMPULAN
Dalam pelaksanaan asuhan kebidanan pada Ny “Sh” P2002 akseptor KB
implant, klien tidak mengeluhkan apapun hanya merasa sedikit perih didaerah bekas
insisi
Dalam asuhan kebidanan ini telah dilakukan : konseling pra dan pasca
pemasangan, bagaimana cara merawat luka dirumah sendiri dan penanganan jika
terjadi efek samping dari pemasangan implant
Dari konseling yang diberikan, klien dapat mengerti dan dapat mengulang
tentang konseling yang diberikan. Ini artinya klien mengerti dengan konseling yang
telah diberikan

V.2SARAN
1. Bagi tenaga kesehatan
1) Diharapkan lebih memperhatikan dan menciptakan suasana yang nyaman dan
akrab dengan klien, agar klien lebih leluasa dalam menyampaikan keluhannya
serta klien dapat lebih cepat mengerti dengan konseling yang diberikan
2) Diharapkan lebih meningkatkan teknik aseptik, pencegahan infeksi dalam
menjalankan prakternya

2. Bagi klien
Diharapkan dapat mengungkapkan semua keluhan yang dirasakan dan bertanya
pada petugas kesehatan jika ada yang kurang jelas tentang konseling yang
diberikan, untuk meminimalisasikan kegagalan dalam penggunaan KB implant

Anda mungkin juga menyukai