Anda di halaman 1dari 48

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Keberhasilan anak didik dalam mengikuti kegiatan belajar-
mengajar di sekolah banyak ditentukan kemampuannya dalam
membaca. Sebagaimana diketahui bahwa sebagian besar pengetahuan
disajikan dalam bentuk bahasa tulis sehingga menuntut anak harus
melakukan aktivitas membaca guna memperoleh pengetahuan. Oleh
karena itu, pembelajaran membaca mempunyai kedudukan yang sangat
strategis dalam pendidikan dan pengajaran. Kemampuan membaca ini
tidak dapat diperoleh secara alamiah, tetapi melalui proses
pembelajaran yang sebagian merupakan tanggung jawab guru. Dengan
demikian, guru dituntut untuk dapat membantu siswa dalam
mengembangkan kemampuan membacanya.
Banyak sekali informasi yang dapat digali dari kegiatan membaca.
Orang yang banyak membaca akan mendapatkan suatu pengetahuan
yang lebih dibandingkan dengan orang yang jarang atau bahkan tidak
pernah membaca. Melalui pengetahuan yang dimiliki itu, orang dapat
mengkomunikasikan kembali informasi yang dimiliki dalam bentuk
lisan atau tulisan. Sehingga dengan kata lain, membaca dapat
membantu pula seseorang untuk meningkatkan keterampilan
berkomunikasi dalam bentuk lain. Apalagi dalam masyarakat yang
berteknologi modern seperti sekarang ini, seseorang haruslah banyak
membaca agar dapat mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi
karena kesulitan dalam membaca merupakan cacat yang serius dalam
kehidupan (Slamet, 2003: 74). Menumbuhkan minat membaca siswa
dengan metode yang tepat, dapat digunakan sebagai langkah awal
dalam pembelajaran membaca.
Sering kita mengalami kesulitan dalam memahami sebuah buku
atau bahan bacaan lainnya. Tidak jarang untuk memahami sebuah
bacaan, kita membaca lebih dari satu kali. Mengapa demikian? Banyak

1
orang yang membaca sebuah buku atau bacaan lain dengan cara
membaca keseluruhan bacaan itu sekaligus. Dengan cara itu, orang
tersebut beranggapan akan dapat memahami bacaan itu dengan baik.
Ternyata anggapan tersebut tidak terlalu tepat. Untuk memahami suatu
bacaan, tidaklah sekedar membaca, tetapi memerlukan strategi yang
tepat, cepat, dan memperoleh hasil yang baik.

1.2. Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan metode dan teknik membaca?
2. Bagaimana membaca SQ3R, P2R, S-D4, dan PACER?
3. Apakah ada teknik lain dalam membaca selain SQ3R, P2R, S-D4, dan
PACER?

1.3. Tujuan Masalah


1. Untuk menyelesaikan tugas mata kuliah dasar-dasar membaca.
2. Untuk mengetahui pengertian metode dan teknik membaca.
3. Untuk mengetahui macam-macam metode dan teknik membaca.
4. Untuk mengetahui teknik lain dalam membaca selain SQ3R, P2R, S-D4,
PACER dan teknik lain.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Metode dan Teknik Membaca


Metode berasal dari kata methodos dalam bahasa Yunani yang
berarti cara atau jalan. Edward Anthony (1963: 200) memberikan
pendapat bahwa metode merupakan perencanaan secara menyeluruh
untuk menyajikan materi pembelajaran bahasa secara teratur, tidak
ada satu bagian pun yang bertentangan, dan semuanya berdasarkan
pada suatu pendekatan tertentu. Pendekatan bersifat aksiomatis (sudah
jelas kebenarannya), sedangkan metode bersifat prosedural (langkah-
langkah).
Metode bersifat prosedural maksudnya penerapan suatu
metode dalam pembelajaran bahasa dikerjakan melalui langkah-
langkah yang teratur dan secara bertahap, dimulai dari penyusunan
perencanaan pengajaran, penyajian pengajaran, proses belajar
mengajar, dan penilaian hasil belajar. Lebih lanjut Sangidu
memberikan batasan metode adalah cara kerja yang bersistem untuk
memulai pelaksanaan suatu kegiatan penelitian guna mencapai tujuan
yang telah ditentukan (2004: 14).
Menurut Salamun dalam (Sudrajat, 2009: 7) metode
pembelajaran ialah sebuah cara-cara yang berbeda untuk mencapai
hasil pembelajaran yang berbeda di bawah kondisi yang berbeda. Hal
itu berarti pemilihan suatu metode pembelajaran harus disesuaikan
dengan kondisi atau lingkungan pembelajaran dan hasil pembelajaran
yang ingin dicapai.
Berdasarkan pengertian metode di atas dapat disimpulkan
bahwa metode pembelajaran merupakan sebuah perencanaan yang
utuh dan bersistem dalam menyajikan materi pelajaran secara teratur

3
dan bertahap dengan cara yang berbeda-beda untuk mencapai tujuan
tertentu di bawah kondisi yang berbeda1[1].

2.2. Jenis-Jenis Metode Membaca


Metode membaca (reading method) merupakan tingkat
penerapan teori-teori membaca yanga da pada tingkat model
membaca. Penerapan metode membaca dilakukan dengan cara
melakukan pemilihan kemahiran khusus yang akan digunakan
untukmembaca, yaitu kemahiran memanfaatkan informasi visuola dan
nonvisual. Dari berbagai ragvam metode membaca dapat diklasifikasi
menjadi tiga, yaitu metode dasar, metode menengah, dan metode
lanjutan.
2.2.1. Metode Dasar
Metode dasar merupakan metode membaca yang digunakan
atau diperuntukkan pembaca semula. Pembaca pemula adalah
pembaca yang baru kali pertama membaca atau belajar membaca.
Menurut Wiryodijoyo (1989:35) dan Akhadiah (1992:32), metode
membaca dasar (permulaan) ada lima, yaitu metode abjad, bunyi,
kupas rangkai suku kata, kata lembaga, global, dan struktur analisis
dan sintesis (SAS).
1. Metode Abjad dan Metode Bunyi
Metode abjad merupakan metode membaca yang digunakan
atau diperuntukkan untuk pembaca pemula yang baru belajar
membaca atau mengenal huruf dengan prosedur huruf dibaca
dalam wujud abjad.
Contoh : Huruf a, b, c, d, dan seterusnya dibaca a, be, ce, de, dan
seterusnya.
Metode bunyi merupakan metode membaca yang digunakan
atau diperuntukkan untuk pembaca pemula yang baru belajar
membaca atau mengenal huruf dengan cara huruf dibaca di dalam
1[1] Ulfahchanifah.2015. Metode Membaca. www.wordpress.com. 15 Oktober
2017.

4
wujud bunyi. Contoh : Huruf a, b, c, d, dan seterusnya dibaca a,
eb, ec, ed, dan seterusnya.
2. Metode Kupas Rangkai Suku Kata dan Metode Kata Lembaga.
Metode kupas rangkai suku kata merupakan metode membaca
yang digunakan atau diperuntukkan pembaca pemula dengan
prosedur mengurai dan merangkai suku kata yang dibaca. Bacaan
yang dibaca dalam bentuk suku kata, misalnya : suku kata bo – la,
bu – sa, dan bu – ku.

Suku kata-suku kata tersebut dibaca dengan prosedur :


1. Tiap suku kata diurai atau dibaca huruf demi huruf.
2. Huruf demi huruf dirangkai atau dibaca menjadi suku kata.
3. Contohnya adalah :
bo – la
b–o–l–a
bo – la
bu – sa
b–u–s–a
bu – sa
bu – ku
b–u–k–u
bu – ku
Metode kata lembaga adalah metode membaca yang
digunakan atau diperuntukkan pembaca pemula dengan prosedur
mengurai dan merangkai kata lembaga yang dibaca. Bacaan yang
dibaca tidak dalam bentuk suku kata, namun dalam bentuk kata.
Misalnya kata topi, mata, dan sapu.  Kata-kata tersebut dibaca
dengan prosedur :
1. Kata dibaca (diuraikan) menjadi suku kata-suku kata,
2. Suku kata dibaca (diurai) menjadi huruf demi huruf,
3. Huruf demi huruf dibaca (dirangkai) menjadi suku kata,
4. Suku kata-suku kata dibaca (dirangkai) menjadi kata.

5
Contohnya adalah :
topi
to – pi
t–o–p–i
to – pi
topi
mata
ma – ta
m–a–t–a
ma – ta
mata
sapu
sa – pu
s–a–p–u
sa – pu
sapu
Persamaan kedua metode itu adalah menggunakan
prosedur yang sama, yaitu mengurai dan merangkai suku kata
mengurai suku kata  menjadi huruf demi huruf dan merangkai
huruf demi huruf menjadi suku kata, sedangkan metode kata
lembaga mengurai kata menjadi suku kata – suku kata, mengurai
suku kata menjadi huruf-huruf, merangkai huruf-huruf menjadi
suku kata merangkai suku kata – suku kata menjadi kata.
3. Metode Global
Metode global merupakan yang digunakan atau
diperuntukkan pembaca pemula dengan prosedur memperkenalkan
bacaan secara utuh (biasanya kalimat), membaca bagian demi
bagian (unsur) bacaan, dan membaca secara utuh kembali.
Prosedur penerapan metode ini adalah berikut ini.
1. Pembaca membaca beberapa kalimat.
2. Salah satu kalimat dipilih untuk dibaca lebih lanjut.
3. Kalimat yang terpilih dibaca (diurai) kata demi kata.

6
4. Kata-kata tersebut dibaca (diurai) suku kata demi suku kata.
5. Suku kata-suku kata itu dibaca (diurai) huruf demi huruf.
6. Huruf dan huruf dibaca (dirangkai) menjadi suku kata.
7. Suku kata-suku kata dibaca (dirangkai) menjadi suku kata.
8. Kata-kata dibaca (dirangkai) menjadi kalimat.
Penerapan metode ini adalah :
a. Membaca beberapa kalimat, misalnya :
Ini bola saya
Ini bola dia
Ini bola adik
b. Kalimat yang dipilih dibaca dengan cara diurai dan dirangkai,
misalnya kalimat “ini bola saya”
                                              Ini bola saya
                Ini                                 bola                         saya
              I – ni                             bo – la                     sa – ya
            I – n – i                       b – o – l – a             s – a – y – a
              I – ni                             bo – la                     sa – ya
                Ini                                 bola                         saya
                                              Ini bola saya
4. Metode SAS
Metode Struktur Analisis Sintaksis (SAS) merupakan
metode membaca permulaan yang terdiri atas tiga tahapan, yaitu
membaca secara struktur, analisis, dan sistaksis. Dalam
penerapannya, metode SAS dibagi menjadi dua jenis, yaitu metode
SAS tanpa buku dan dengan buku (Zuchdi 1997:55)
a) Merekam Bahasa Siswa. Kalimat yang digunakan sebagai bahan
bacaan adalah yang sesuai dengan tingkat baca siswa sehingga bahasa
hasil rekaman dipilih terlebih dahulu, tidak semua bahasa hasil
rekaman dipakai sebagai bahan bacaan.
b) Menampilkan Gambar Sambil Cerita. Guru menampilkan gambar
kepada siswa sambil bercerita. Gambar yang diperlihatkan adalah
gambar yang sederhana, mudah dilihat, dan dikenal siswa.

7
c) Membaca Gambar. Membaca gambar caranya sama dengan
menampilkan gambar sambil cerita, yaitu guru memperlihatkan
sebuah gambar. Setelah menampilkan gambar, guru mengucapkan
sebuah kalimat gambar tersebut. Kalimat berikutnya tidak dari guru,
melainkan dari siswa.
d) Membaca Gambar dengan Kartu Kalimat. Kali pertama yang
dilakukan guru dalam membaca gambar dengan kartu kalimat adalah
memperlihatkan gambar pada siswa.
e) Membaca secara Struktural. Membaca secara struktural (s) adalah
membaca bacaan yang berupa kalimat-kalimat secara struktural, yaitu
membaca kata demi kata yang menyusun kalimat yang dibacanya.
f) Membaca secara Analisis. Membaca secara analisis merupakan
membaca dengan cara menganalisis (mengurai) unsur bacaan yang
besar, kalimat yang dibaca menjadi kata-kata, kata-kata menjadi suku
kata-suku kata, dan suku kata menjadi huruf-huruf.
g) Membaca secara Sintesis. Membaca secara sintesis adalah membaca
dengan cara mensintesis (merangkai) unsur pembentuk bacaan yang
kecil menjadi yang lebih besar, yaitu merangkai huruf-huruf menjadi
suku kata, suku kata-suku kata menjadi kata, dan kata-kata menjadi
kalimat.
2.2.2. Metode Menengah
Metode menengah merupakan metode membaca yang
digunakan atau diperuntukkan untuk pembaca yang sudah mahir
membaca permulaan. Kemahiran yang didapat dengan metode ini
adalah tidak hanya penyandian kembali simbol-simbol grafis
tersebut.
1. Metode Kata. Metode kata merupakan cara membaca kata demi kata
pada sebuah bacaan. Penerapan metode ini didasarkan atas pandangan
(asumsi) bahwa bacaan merupakan susunan atas kata-kata yang
mengandung makna.
2. Metode Frase. Metode frase merupakan cara membaca unsur bacaan
yang berbentuk frase. Pembaca menggerakkan matanya dari frase ke

8
frase dan memahami atas frase-frase yang dibacanya. Metode ini
didasarkan atas asumsi bahwa penulis menyampaikan ide-ide dan
perasaannya bukan dalam bentuk kata, melainkan dalam bentuk frase
(Hardjasujana dan Mulyati 1997:177).
3. Metode Kalimat. Metode kalimat merupakan cara membaca dengan
menelaah kalimat demi kalimat yang adaal dalam bacaan. Metode ini
diterapkan dengan asumsi bahwa penulis menyampaikan ide-idenya
atau gagasannya dalam bentuk kalimat. Dengan menerapkan metode
ini pembaca akan dapat membaca lebih efisien dan efektif. Keefektifan
metode ini adalah pembaca akan lebih mudah memahami bacaan
karena pembaca dapat menangkap ide demi ide yang dituangkan dalam
bentuk kalimat.
4. Metode Paragraf. Metode paragraf merupakan cara membaca dengan
menelaah paragraf demi paragraf.

2.2.3 Metode Lanjutan


Metode lanjutan merupakan cara yang diterapkan dalam
membaca oleh pembaca yang sudah menguasai metode menengah
untuk mengembangkan dan meningkatkan kemahiran membaca.
Cara membaca yang dimaksud adalah bagaimana pembaca dapat
membaca seefisien dan seefektif mungkin. Pembaca dalam waktu
yang sesingkat-singkatnya dapat membaca sebanyak-banyaknya dan
dapat memahami bacaan yang dibaca dengan baik.2[2]

2.2.3.1 Metode SQ3R


Metode SQ3R merupakan suatu prosedur belajar yang
sistematik yang dikembangkan oleh F.P. Robinson pada tahun
1970. SQ3R sendiri kependekan dari Survey, Question, Read,
Recite, dan Review. Tampubolon dalam Suyatmi (1997: 210)

2[2] 2010. Model dan Metode Membaca. [Online] Tersedia:


Http://Tugaskampuss.Blogspot.Co.Id/2010/02/Model-Dan-Metode-
Membaca.Html

9
membuat akronimnya dalam bahasa Indonesia menjadi surtabaku
yang merupakan akronim dari survei, tanya, baca, katakan, dan
ulang.
Ada beberapa manfaat yang bisa dipetik dari penggunaan
metode ini dalam kegiatan membaca (Suyatmi, 1997: 210-211).
Pertama, adanya tahap Survey terhadap bacaan yang dihadapi
memberi kemungkinan pada pembaca untuk menentukan apakah
materi yang dihadapinya itu sesuai dengan keperluannya atau tidak.
Hal itu berarti jika bacaan itu memang diperlukannya, tentu
pembaca akan meneruskan kegiatan membacanya. Jika tidak,
pembaca akan mencari bahan lain yang sesuai dengan
kebutuhannya.
Kedua, metode SQ3R memberi kesempatan kepada para
pembaca untuk berlaku fleksibel. Artinya pengaturan kecepatan
membaca untuk setiap bagian bahan bacaan tidaklah harus sama.
Pembaca akan memperlambat tempo bacaannya mana kala bertemu
dengan hal-hal yang relatif baru baginya, yang memerlukan
perenungan untuk dapat memahaminya, dan bagian-bagian bacaan
yang berisi informasi yang diperlukan. Sebaliknya, pembaca akan
menaikkan tempo kecepatan bacanya, jika bagian-bagian bacaan itu
dipandang kurang relevan dengan kebutuhannya atau sudah
dikenalinya.
Ketiga, metode SQ3R membekali pembaca dengan metode
belajar yang sistematis. Belajar dengan menggunakan metode
tertentu akan menghasilkan efisiensi dan efektifitas hasil belajar
yang lebih baik daripada tidak bermetode. Penerapan metode ini
dalam pembelajaran akan menghasilkan pemahaman yang
komprehensif, bukan ingatan. Pemahaman yang komprehensif
relatif akan bertahan lebih lama tersimpan di dalam otak kita,
daripada hanya sekadar mengingat fakta.
1) Tahap Survey (Menjelajahi)

10
Survey atau prabaca adalah teknik untuk mengenal bahan
sebelum membacanya secara lengkap (Agustinus Suyoto, 2008:
1). Pendapat yang lebih komplet dikemukakan oleh Soedarso
(2002: 60), prabaca adalah teknik untuk mengenal bahan
sebelum membacanya secara lengkap, dilakukan untuk
mengenal organisasi dan ikhtisar umum yang akan dibaca.
Berdasarkan pendapat kedua tokoh tersebut jelas bahwa survey
dilakukan untuk mengetahui sejauh mana bacaan tersebut akan
bermakna baginya.
Kegiatan prabaca dilakukan untuk mengenal organisasi dan
ikhtisar umum yang akan dibaca dengan maksud untuk:
mempercepat penangkapan arti, mendapatkan abstrak,
mengetahui ide-ide yang penting, melihat susunan (organisasi)
bahan bacaan tersebut, mendapatkan minat perhatian yang
saksama terhadap bacaan, dan memudahkan mengingat lebih
banyak dan memahami lebih mudah.
Ada beberapa teknik dalam melakukan survei. Setiap jenis
bacaan, teknik surveinya pun berbeda.
a) Survei Buku
Dalam prabaca buku, tindakan yang perlu dilakukan, yaitu:
1. Memperhatikan judul dan topik . Bertujuan untuk mengetahui
secara garis besar informasi yang akan didapatkan.
2. Telusuri daftar isi. Bertujuan untuk mendapatkan keseluruhan
organisasi buku atau informasi.
3. Baca kata pengantar. Bertujuan untuk mendapatkan tujuan dari
penulisan buku dan pembatasan permasalahan.
4. Lihat tabel, grafik, dan gambar. Bertujuan untuk menolong
pembaca dalam memahami isi buku.
5. Telusuri indeks. Bertujuan untuk mendapatkan kata- kata kunci,
sehingga dapat dicocokkan dengan kebutuhan dan tujuan.
b) Survei Bab

11
Menurut Soedarso (2002: 61) sebelum membaca suatu bab,
adakan survei terlebih dahulu yang lebih teliti lagi
dibandingkan survei secara keseluruhan isi buku. Selain itu,
diamati pula subjudul-subjudul dan kaitannya, alat-alat bantu
visual yang ada di bab seperti grafik, peta, dan lain-lain.
Alat-alat bantu visual tersebut mampu memberikan
gambaran secara jelas bab yang dibahas.
Selanjutnya perhatikan paragraf pertama dan akhir,
karena kadang-kadang penulis menggunakan paragraf
tersebut untuk menyampaikan pokok yang akan dibicarakan
dalam bab itu. Kemudian lihatlah ringkasannya, karena
ringkasan atau ikhtisar merupakan kesimpulan isi dari bab
tersebut. Terakhir, melihat subjudul-subjudul, karena
dengan adanya subjudul, pembaca semakin mengetahui
hubungan bagian-bagian isi buku itu.
c) Survei Artikel
Ada beberapa macam artikel yang dibaca, yaitu (1) ada yang
terus saja ditelan, (2) ada yang perlu diuji kembali, (3) ada
yang perlu diringkas, (4) ada yang perlu ditimbang-timbang,
dan (5) ada yang langsung dibuang saja (Soedarso, 2002:
61). Oleh karena itu, sebelum membaca hendaklah
melakukan survei terlebih dahulu. Barulah jika diperlukan,
membacanya secara keseluruhan.
Setiap artikel umumnya terbagi dalam tiga bagian,
yaitu pendahuluan, isi, dan penutup/ kesimpulan. Setiap
paragraf mempunyai topik yang memuat pokok pikiran
paragraf. Kalimat pertama atau dua kalimat pertama
biasanya kalimat topik.
Pertama baca judul, judul tidak hanya menunjukkan
masalah yang akan dibahas, tetapi untuk merangsang
pembaca berpikir hal-hal yang akan didapatkan dari judul,
gagasan-gagasan yang ada, dan hal yang telah diketahui.

12
Kedua baca semua subjudul dengan cepat. Subjudul
membantu pembaca membentuk pengertian yang
menyeluruh. Subjudul menunjukkan fokus yang khusus serta
aspek-aspek yang mengacu pada keseluruhan topik.
Ketiga baca kalimat pertama sub-bab, karena
kalimat pertama sering menuturkan isi bagian tulisan itu. Jika
tidak maka baca kalimat terakhir paragraf karenakalimat ini
sering mengulangi gagasan utama paragraf tersebut.
Keempat amati tabel untuk memahami isi. Kelima
buang jika memang benar-benar tidak dibutuhkan dan tidak
bermanfaat.
2) Tahap Question (Bertanya)
Menurut Beatty (2002: 2) sebelum kegiatan membaca
dilakukan, dimulai dengan menyusun beberapa pertanyaan
yang dapat mendorong siswa untuk berpikir mengenai topik
secara kesatuan. Kegiatan ini sebagai aktivitas pemanasan
sebelum membaca. Hal ini dikarenakan pertanyaan-pertanyaan
yang dibuat berdasarkan prediksi-prediksi pembaca pada saat
melakukan survey akan memandu pembaca pada saat
melakukan aktivitas baca yang sesungguhnya.
Pertanyaan ini muncul karena dorongan atau hasrat ingin
tahu tentang sesuatu hal yang diduga jawabnya akan diperoleh
melalui bacaan tersebut. Mengajukan pertanyaan bisa dengan
mengubah judul dan subjudul serta subbab dari subjudul
menjadi suatu pertanyaan. Gunakan kata-kata siapa, apa, kapan,
di mana, mengapa, dan bagaimana (5W+1H). Mel Silberman
(1996: 94) menjelaskan manfaat dari pertanyaan yaitu membuat
siswa aktif sehingga pembelajaran yang berlangsung menjadi
efektif. Terlebih dahulu, tanpa penjelasan dari guru, siswa
mencari permasalahan yang ada dalam bacaan. Atau dengan
cara guru menstimulus siswa dengan beberapa pertanyaan.

13
Pada waktu survey buku secara keseluruhan, pertanyaan
yang disusun mungkin terlalu umum, tetapi pada saat survey
pada bab ke bab pertanyaan-pertanyaan itu dapat lebih spesifik.
Suatu pertanyaan dapat menimbulkan beberapa pertanyaan lain
tentang isi bacaan secara lebih mendalam. Berdasarkan
pengalaman, membaca dengan maksud untuk dapat menjawab
pertanyaan-pertanyaan biasanya lebih sungguh-sungguh dan
cermat daripada membaca hanya sekadar untuk membaca.
3) Tahap Read (Membaca)
Tahap selanjutnya dilakukan kegiatan membaca
sesungguhnya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang
dirumuskan (Zuchdi, 2007: 128). Pembaca tidak diharuskan
untuk membaca dengan kecepatan yang sama. Hal ini
ditentukan oleh tujuannya dan karakteristik bacaan yang
dihadapinya. Cara membacanya pun bukan seperti membaca
novel yang hanya mengikuti apa yang sedang berlangsung,
melainkan secara kritis. Baca tulisan bagian demi bagian.
Bersamaan membaca bagian-bagian itu, mencari jawaban atas
pertanyaan yang muncul sehubungan dengan topik bacaan.
Menurut Soedarso (2002: 63) pada tahap membaca ini ada
dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu (1) jangan membuat
catatan-catatan karena akan memperlambat kecepatan membaca
dan berbahaya jika hanya merupakan kutipan kata-kata
penulisnya saja, (2) jangan membuat tanda-tanda seperti garis
bawah pada kata maupun frasanya, acap kali setelah selesai
membacanya ternyata salah memilih. Pada tahap membaca ini,
konsentrasikan diri untuk mendapatkan ide pokoknya serta
mengetahui detail yang penting.
4) Tahap Recite (Menceritakan Kembali)
Recite merupakan kegiatan menceritakan kembali isi
bacaan yang telah dibaca dilakukan setelah pembaca merasa
yakin bahwa sejumlah pertanyaan yang dirumuskan sebelum

14
kegiatan membaca dilakukan telah terpenuhi (Soedarso, 2002:
63-64). Kegiatan menceritakan kembali isi bacaan ini disebut
juga dengan retall yang berfungsi untuk mengingat hal-hal yang
telah didapatkan. Walaupun bahan bacaan mudah dipahami,
pastikan tahap recite atau mengutarakan kembali isi bacaan ini
jangan dilewatkan agar hal-hal penting yang telah didapatkan
tidak mudah dilupakan.
Lebih lanjut Darmiyati Zuchdi (2007: 129) menjelaskan
tahap recite ini dilakukan dengan cara menyatakan jawaban dan
bukti dikemukakan kepada diri sendiri dengan bergumam,
bersuara, atau dalam bentuk catatan tulisan. Hal itu berarti
dengan melihat pertanyaan-pertanyaan yang dibuat sebelum
membaca pembaca mencoba menjawab pertanyaan tersebut
dengan bergumam atau bersuara yang dikemukakan pada
dirinya sendiri, atau menulis jawabannya pada selembar kertas
tanpa melihat buku.
Hal-hal yang perlu diperhatikan di dalam pembuatan
ikhtisar bacaan meliputi:(1) ikhtisar dibuat dengan kata-kata
sendiri, (2) ikhtisar dibuat secara singkat, padat, dan jelas yang
mencakup butir-butir penting isi bacaan, (3) kegiatan ini
dilakukan tidak bersamaan dengan kegiatan lain, misalnya
mencatat sambil membaca atau mencatat sambil membuka-
buka kembali halaman bacaan, (4) setelah selesai membuat
ikhtisar kemudian direnungkan lagi apakah hal itu sesuai
dengan pendapat penul.
5) Tahap Review (Meninjau Kembali)
Menurut Soedarso (2002: 64) daya ingat manusia terbatas.
Sekalipun pada waktu membaca 85% pembaca menguasai isi
bacaan, kemampuannya dalam waktu 8 jam untuk mengingat
detail bagian yang penting tinggal 40%. Lalu dalam tempo dua
minggu pemahamannya tinggal 20%. Bagaimana jika selang
satu bulan bahkan 1 tahun? Tentu tinggal 2% saja hal yang

15
diingat oleh manusia. Oleh karena itu, kegiatan terakhir yaitu
review janganlah dilewatkan.
Review merupakan kegiatan mengulangi kembali judul/
subjudul/ subbab guna mendapatkan hal-hal penting yang
seharusnya diingat (Soedarso, 2002: 64). Hal ini sangat
bermanfaat karena review merupakan salah satu strategi
membaca, yang membuat siswa memahami keseluruhan ide
(Beatty, 2002: 6).
Manfaat dari kegiatan review ini diperkuat oleh pernyataan
Darmiyati Zuchdi (2007: 129) bahwa, meninjau kembali,
dilakukan dalam jarak waktu yang tepat setelah membaca guna
mengingatnya secara permanen. Dengan demikian dari
beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan manfaat review
antara lain: (1) dapat membantu dan meningkatkan isi bacaan,
(2) lebih memperjelas pemahaman daya ingat, (3) memperoleh
hal penting lain yang luput dari pengamatan pada saat
membaca.
Meninjau ulang hanya dengan melihat-lihat bagian-bagian
tertentu yang dianggap perlu untuk sekadar menyegarkan
kembali ingatan. Bagian-bagian tersebut misalnya, judul-judul
dan sub-judul, gambar-gambar, diagram-diagram, grafik-grafik,
dan memeriksa kembali pertanyaan-pertanyaan baik yang telah
tersedia dalam bacaan ataupun pertanyaan yang telah
dirumuskan sendiri.
Melalui kegiatan peninjauan ulang ini, pembaca bukan
sekadar harus merasa yakin bahwa apa yang akan dibacanya itu
telah dikuasai dan dipahaminya, melainkan juga harus
merenungkan dan memikirkan tingkat kebenaran gagasan
penulisnya, kelemahan dan kebaikan sajian buku tersebut, bila
perlu memikirkan kritik dan saran untuk penyempurnaan buku
tersebut.

16
Akan lebih baik lagi jika hasil-hasil bacaan itu ditulis dan
dirangkum (Zuchdi, 2007: 131). Pembuatan rangkuman ini
meliputi: (1) judul buku, nama pengarang, penerbit, dan tahun
terbit, (2) topik/ tema bacaan, (3) catatan ringkas mengenai
pokok-pokok penting isi bacaan dan ditulis dengan
menggunakan bahasa sendiri, (4) kutipan selengkapnya bagian
informasi atau pernyataan yang dipandang penting disertai
keterangan sumber otentik (tahun terbit dan halamannya).
Berdasarkan penjabaran dari tahap-tahap SQ3R di atas,
dapat disimpulkan bahwa, tahap survey bacaan dilakukan untuk
mendapatkan gagasan umum apa yang akan dibaca. Lalu
dengan mengajukan berbagai pertanyaan pada diri sendiri yang
jawabannya diharapkan terdapat dalam bacaan tersebut akan
lebih memudahkan pembaca memahami bacaan. Kemudian
dengan mencoba mengutarakan dengan kata-kata sendiri
pokok-pokok pentingnya, pembaca akan menguasai dan
mengingatnya lebih lama. Sehingga metode ini memungkinkan
para siswa untuk belajar secara sistematis dengan bantuan
langkah-langkah kerja yang tepat dan efisien.3[3]
Dalam referensi lain metode SQ3R (Survey, Question,
Read, Recite, Review) merupakan penimbul pertanyaan metode
SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) merupakan
penimbul pertanyaan dan tanya jawab yang dapat mendorong
pembaca teks melakukan pengolahan materi secara mendalam
dan luas. Strategi SQ3R yang dicetuskan oleh Francis P.
Robinson pada tahun 1941 dipandang dapat meningkatkan
kinerja memori dalam memahami substansi teks dan bahan
bacaan dalam suatu bidang pengetahuan.
Langkah-langkah yang digunakan dalam pelaksanaan
metode SQ3R yaitu:

3[3]Skripsi Siti Khuzaimatun.2009. Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca


Pemahaman Dengan Metode SQ3R Pada Siswa Kelas X.3 SMAN 1
Sumberlawang. 09 Oktober 2017. (Hlm 26-31)

17
1. Survey
Langkah pertama dalam strategi SQ3R adalah survey, yaitu
guru perlu membantu dan mendorong siswa untuk memeriksa
atau meneliti secara singkat seluruh struktur pokok kajian.
Tujuannya adalah agar siswa mengetahui panjangnya pokok
kajian, judul bagian (heading), dan judul sub bagian (sub
heading), istilah kata kunci dan sebagainya (Syah, 1997:131).
Dalam melakukan survey, siswa menyiapkan pensil, kertas
dan alat pewarna (stabilo) untuk menandai bagian-bagian
tertentu. Bagian-bagian penting dan akan dijadikan bahan
pertanyaan perlu ditandai untuk memudahkan proses
penyusunan daftar pertanyaan pada langkah selanjutnya.
2. Question
Guru memberikan petunjuk atau contoh kepada para
siswa untuk menyusun pertanyaan-pertanyaan yang jelas,
singkat dan relevan. Pertanyaan yang dibuat bisa
menggunakan rumus 5W1H-nya wartawan. Rumus 5W1H
itu berarti, Who, What, When, Why, Where dan How
(Thabrany, 1995: 86).
3. Read
Guru menyuruh siswa membaca secara aktif dalam
rangka mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang
telah tersusun. Dalam hal ini membaca secara aktif juga
berarti membaca difokuskan pada paragraf-paragraf yang
diperkirakan mengandung jawaban-jawaban yang
diperkirakan relevan dengan pertanyaan tadi (Syah, 1994:
131).

4. Recite
Recite merupakan latihan untuk meningkatkan
kembali pemahaman tentang materi pelajaran dengan
memberi penekanan pada butir-butir penting yang dapat

18
dilakukan dengan mendengarkan sendiri, menanyakan
dan menjawab pertanyaan-pertanyaan (Trianto,
2007:149).
5. Review
Menurut Gie (1994: 82), setelah melakukan resitasi
siswa masih perlu menengok seluruh catatannya untuk
memperoleh sebuah gambaran yang lengkap mengenai
segenap ide yang telah dipelajari. Untuk mencegah ide-
ide terlupakan lagi, pengulangan terhadap bahan
pelajaran perlu dilakukan sewaktu-waktu.4[4]
Dalam buku Seni & Strategi Membaca Cepat Tanpa
Lupa karya Tarcy Hurmali dijelaskan bahwa metode
SQ3R dipopulerkan oleh Francis P. Robinson pada
tahun 1941. Metode ini sering digunakan orang. Selain
itu metode ini lebih mudah dipahami dalam konteks
membaca cepat. Pemahaman yang diperoleh dalam
membaca cepat lebih mendalam daripada metode-
metode lainnya.
Tahap-Tahap Metode SQ3R sebagai berikut.
1. Survei (Peninjauan)
Survei ini berfokus pada melihat sepintas sebuah
bacaan atau sebuah buku. Hal-hal yang dilihat adalah
judul utama, subjudul, sinopsis, kata pengantar, dan
daftar isi. Survey ini merupakan langkah awal
sebelum membaca keseluruhan sebuah buku. Setelah
melihat bagian-bagian penting itu,selanjutnya adalah
melihat bagian dalam sebuah buku, seperti bab,
subjudul, huruf-huruf yang dicetak miring, tabel. Dari

4[4] Muchlisin Riadi. 2013. Strategi Belajar SQ3R. [Online] Tersedia:


http://www.kajianpustaka.com/2013/04/strategi-belajar-sq3r.html?m=1

19
penglihatan ini bisa mendapat pesan sebuah buku
yang hendak dibaca.
Tujuan dari survei ini adalah Anda akan cepat
menangkap arti, mendapatkan abstrak, mengetahui
ide-ide penting,melihat susunan bacaan dan Anda pun
akan berminat dalam sebuah buku. Teknik dalam
survei sebagai berikut.
1. Teknik Survei Buku
a) Lihatlah daftar isi.
b) Baca kata pengantar.
c)  Lihat tabel dan grafiknya.
d)  Lihat dan telusuri indeksnya.
2.  Teknik Survei Bab
a)  Lihatlah paragraf pertama dan terakhir.
b) Lihat ringkasannya.
c)Lihat subjudul.
3.Teknik Survei Artikel
a)  Baca judul dan subjudul.
b)Lihat tabel.
c) Baca kata pengantar.
d) Baca kalimat pertama sub-sub dan buatlah
keputusan baca atau tidak.
4.Teknik Survei Kliping
a)  Lihat judul.
b) Perhatikan penulisnya.
Manfaat Metode SQ3R sebagai berikut.
1. Membaca judul berguna untuk memfokuskan pada topik bab.
2. Pendahuluan berguna untuk memberikan orientasi dari
pengarang mengenai hal-hal penting dari bab terkait.
3. Membaca sub-bab berguna untuk memberikan gambaran
mengenai kerangka pemikiran.

20
4. Grafik dan diagram berguna untuk memberikan informasi
penting sebagai tambahan teks.
2. Question
Question berarti bertanya. Dalam konteks membaca
cepat, question digunakan mempertanyakan masalah, isi,
atau ruang lngkup buku yang hendak dibaca. Pertanyaan
sangat penting sebelum Anda membaca. Pertanyaan ini
sangat baik terutama dapat membantu pikiran Anda terfokus
pada pencarian jawaban pada sebuah buku yang Anda baca
bertanya disatukan ketika hendak melakukan survei sebuah
buku bacaan. Dengan bertanya berarti bersikap aktif. Untuk
membuat hal ini lebih efektif, pertanyaan yang akan
ditanyakan adalah pertanyaan yang sungguh berguna,
berdasarkan keingintahuan sebelum membaca.
3. Read
Tahap read dilakukan jika sudah melewati dua tahap
di atas. Jika belum melewati dua tahap di atas, maka sangat
sulit untuk membaca cepat sebuah buku. Ketika sudah
melewati dua tahap tersebut, tidak akan menemukan
kesulitan dalam mencari ide pokok dalam sebuah bacaan.
Semua pertanyaan yang kita ajukan akan terjawab ketika
kita membaca.
4. Recite
Tahap ini sering disebut juga resitasi atau refleksi
terhadap sesuatu. Dalam konteks membaca cepat, recite
berarti mencoba mengingat kembali apa yang sudah di baca.
Ingatan berupa ingatan ide-ide pokok yang ditemukan
selama membaca.
5. Review
Tahap review berarti harus mengulang kembali apa
yang menjadi isi bacaan yang sudah dibaca. Mengulang
berarti mengungkapkan kembali sesuatu yang telah dibaca

21
atau dipelajari. Review dilakukan ketika sudah membaca
keseluruhan sebuah buku. Diharapkan ingatan itu sifatnya
janga panjang. 5[5]

2.2.3.2  Metode P2R


Metode P2R merupakan metode membaca yang terdiri atas tahap
preview, read, dan review, yang biasanya digunakan sebagian besar
pembaca cepat dan efisien. Menurut Gordon (dalam Haryadi, 2006:91)
penjelasan ketiga tahap dalam metode ini adalah sebagai berikut:
a. Preview adalah membaca sekilas untuk mengetahui struktur bacaan,
pokok-pokok pikiran, relevansi, dan sebagainya. Pada tahap ini, pembaca
melakukan pengenalan terhadap bacaan mengenai hal-hal yang pokok
yang bersifat luaran. Setelah itu, pembaca memutuskan apakah perlu
ketahap selanjutnya (Read) atau tidak. Jika memang sudah tahu tentang
bacaan, pembaca boleh saja menganggap tidak perlu membaca, jika belum
tahu pembaca melakukan tahap selanjutnya.
b. Read adalah membaca secepat mungkin sesuai dengan tujuan yang ingin
dicapai dan sesuai tingkat kesulitan bacaan. Tujuan umum membaca
adalah mencari informasi yang ada dalam bacaan. Informasi bersifat
pokok atau inti dan bisa juga informasi bersifat tidak inti dan juga
penjelas. Jika hanya ingin mengetahui yang pokok, pembaca bisa hanya
membaca secara sepintas (Skimming) sehingga wakyu yang dibutuhkan
singkat. Namun, jika ingin mengetahui semua informasi yang ada dalam
bacaan, pembaca membaca dnegan teliti.
c.  Review adalah membaca sekilas untuk memastikan tidak ada yang
terlewatkan dan atau untuk memperkuat ingatan terhadap pokok-pokok
pikiran yang telah didapat dari tahap read. Pada tahap ini, pembaca
membaca bacaan seperlunya saja seperti pada preview, yang berbeda
adalah tujuannya. Jika preview untuk mengenal bacaan sedangkan review

5[5] Hurmali, Tarcy. 2011. Seni & Strategi Membaa Cepat Tanpa Lupa. Yogyakarta:
Sophia Timur Publisher.

22
untuk memantapkan kembali apa yang telah dipahami dan untuk
mengecek apakah bacaan sudah dibaca sesuai tujuan.
Ketiga tahapan dalam metode ini tidak harus digunakan semua
secara tertib. Hal tersebut bergantung pada situasinya. Jika memang
diperlukan, ketiga tahap itu digunakan secara tertib. Pada saat lain,
pembaca tidak melakukan tahap preview karena pembaca sudah
mengenai struktur materi bacaan. Bisa saja pembaca tidak melakukan
read, ia hanya melakukan tahap preview dan review karena tidak ada
hal-hal yang baru didalam bacaan sehingga tidak perlu dibaca.
Kemungkinan lain adalah pembaca tidak perlu melakukan review
sebab pembaca sudah merasa tidak yakin ada yang terlewati dan sudah
ingat semua tentang informasi yang diperolehnya.
Menurut Gordon (dalam Haryadi, 2006:91) kelebihan metode P2R,
pembaca dilatih membaca sekilas, pembaca akan memperoleh
pemahaman struktur bacaan, pembaca dapat mengetahui kecepatannya
membacanya, dan pembaca dapat mengulang dan mengetahui apakah
ada bacaan yang terlewatkan atau tidak. Sementara, kelemahannya
adalah pembaca tidak dapat membaca secara sistematis, pembaca ceoat
bosan dan malas dalam membaca, dan pembaca merasa tidak mampu
untuk memahami bacaan.6[6]

2.2.3.3  Metode S-D4


Metode ini digunakan dengan melihat situasi bacaan.
Situasi bacaan terkait dengan apakah bacaan sudah dikenal atau
belum oleh pembaca dan apakah tujuan yang diinginkan oleh
pembaca. Langkah-Langkah metode S-D4:
a. Survey adalah kegiatan pembaca dalam melakukan aktivitas membaca
secara sepintas lalu untuk mengidentifikasi struktur dan pokok-pokok
pikiran utama bacaan.

6[6] E-Jurnal Nurmina. Dkk. 2015. Efektivitas Metode P2R Untuk Meningkatkan
Kecepatan Efektif Membaca (KEM) Mahasiswa Calon Guru Bahasa Indonesia
Universitas Al Muslim. 09 Oktober 2017 (Hlm 27-28)

23
b. Decide adalah proses membaca memutuskan untuk melakukan salah
satu empat pilihan berikut ini.
1)  Skip, artinya mengabaikan atau sama sekali tidak membaca.
2) Membaca sepintas. Pilihan ini dilakukan apabila pembaca
merasa perlu membaca lagi bacaan yang telah disurvei.
c. Membaca dengan kecepatan wajar. Pilihan ini dipilih apabila
pembaca belum tahu tentang bacaan yang telah disurvei sehingga
pembaca perlu membacanya dengan kecepatan yang normal.
d. Mempelajari materi bacaan. Pada pilihan ini, pembaca membaca
dengan sungguh-sungguh, teliti, dan hati-hati sehingga kecepatan
bacanya relative pelan.7[7]

2.2.3.4  Metode PACER


Menurut Wainwright (2006: 79) “Metode membaca
PACER adalah suatu metode membaca yang digunakan oleh
sebagian besar pembaca cepat dan efisien, namun fleksibilitas
adalah kuncinya”. Selanjutnya menurut Agus (2008: 33) “Metode
PACER merupakan metode membaca untuk memperoleh
kecepatan baca yang ideal untuk memahami bacaan sehingga
pembaca dapat membaca seefektif dan seefisien mungkin”.
Sedangkan menurut Esther (2006: 4) “Metode membaca
PACER merupakan membaca membaca cepat dalam meningkatkan
skor dalam memahami bacaan”. Berdasarkan pendapat di atas
dapat disimpulkan bahwa metode membaca PACER merupakan
metode membaca yang mengutamakan kecepatan membaca untuk
memperoleh pemahaman dari bahan bacaan seefektif dan seefisien
mungkin.

7[7] Ulfahchanifah.2015. Metode Membaca. www.wordpress.com. [Online] Tersedia:


https://chanifahulfahwordwordpresscom.wordpress.com/2015/11/18/metode-
membaca/.

24
1. Langkah-langkah metode membaca PACER
Langkah-langkah metode membaca PACER menurut
Wainwright (2008:80) adalah sebagai berikut: (1) preview
(meninjau) adalah membaca sepintas lalu untuk mengenali
struktur bacaan, pokok-pokok pikiran, dan relevansi, (2)
assess (menaksir) adalah tujuan membaca dan materi bacaan,
(3) choose (memilih) adalah memilih teknik yang tepat untuk
melaksanakan membaca cepat, (4) expedite (mempercepat)
adalah peringatan untuk meningkatkan kembali kecepatan
membaca setelah tertahan bagian yang sulit, (5) review
(meninjau ulang) adalah membaca sepintas lalu untuk
memastikan tidak ada yang terlewatkan untuk memperkuat
pokok-pokok pikiran yang harus diingat, dan harus dilakukan
secara hati-hati. Karena ini dimanfaatkan untuk pengecekan
akhir.
a) Preview (Meninjau)
Preview adalah kegiatan yang dilakukan untuk
mengenal teks bacaan dengan cara mengenali struktur dari
teks bacaan. Kegiatan preview ini dilakukan pada tahap
prabaca yaitu beberapa menit sebelum siswa membaca
sekilas bacaan agar siswa dapat memperoleh kesan umum
tentang teks bacaan.
b) Assess (Menaksir)
Assess adalah kegiatan yang dilakukan untuk
menaksir isi dari teks bacaan dilakukan dengan cara tanya
jawab antara guru dan siswa. Assess dapat dilakukan
berdasarkan pengetahuan awal yang dimiliki siswa dalam
upaya memusatkan tujuan dari kegiatan asses adalah untuk
membuka mata siswa tentang bacaan berdasarkan
pengatahuan awal yang dimiliki siswa dalam upaya
memusatkan pikiran siswa dan membangkitkan
keingintauan siswa, sehingga lebih meningkatkan

25
pemahaman dan selanjutnya membimbing siswa pada saat
membaca sehingga siswa lebih terkonsentrasi dan terarah
dalam membaca sekilas teks bacaan.
c) Choose (Memilih)
Merupakan kegiatan ketiga yang dilakukan siswa
dengan cara membaca sekilas teks bacaan. Pada kegiatan
ini siswa memilih untuk membaca sekilas bagian-bagian
yang dianggap penting dan mudah dengan teknik dan
prosedur membaca sekilas yang benar dan tepat.
d) Expedite (Mempercepat)
Expedite adalah kegiatan yang dilakukan siswa pada
saat membaca sekilas teks bacaan dengan cara
memperlambat kecepatan membacanya pada bagian-bagian
yang dianggap penting dan mempercepat kecepatan
membacanya pada bagian yang dianggap kurang atau tidak
penting. Dalam kegiatan expedite ini, ketika siswa
membaca sekilas teks bacaan siswa diarahkan untuk
menemukan pikiran pokok dari tiap paragraf yang ada di
dalam teks bacaan.
e) Review (Meninjau Kembali)
Review merupakan kegiatan untuk melihat kembali
keseluruhan isi teks bacaan. Tujuan dari review adalah
untuk membantu daya ingat dan memperjelas pemahaman
siswa tentang teks bacaan. Pada 20 tahapan review ini,
siswa ditugaskan untuk membuat kesimpulan dan
menjawab pertanyaan tentang teks bacaan secara
keseluruhan.
2. Pembelajaran Membaca Sekilas dengan Menggunakan Strategi
PACER
a. Tahap Prabaca dalam Membaca Sekilas dengan Menggunakan
Strategi P A C E R

26
Tahap prabaca adalah proses pembelajaran yang
dilaksanakan sebelum siswa melakukan kegiatan
membaca. Pada pembelajaran membaca sekilas dengan
menggunakan strategi  PACER, kegiatan yang dilakukan
pada tahap prabaca adalah  preview dan assess.
Adapun kegiatan preview (mengamati) dalam
membaca sekilas, yaitu siswa diminta untuk mengamati
secara umum teks bacaan berdasarkan judul dan gambar
yang dipajang di depan kelas. Apabila
kegiatan preview sudah dilakukan siswa, selanjutnya
diteruskan ke kegiatan assess yaitu dapat dilakukan
dengan menaksir/ memprediksi isi dari teks bacaan
berdasarkan pengetahuan awal yang dimiliki siswa dalam
upaya memusatkan pikirannya.
b. Tahap Saatbaca dalam Membaca Sekilas dengan Menggunakan
Strategi P A C E R
Pada tahap saat baca, kegiatan yang dilakukan siswa
adalah choose dan expedite. Adapun kegiatan choose
dilakukan siswa siswa memilih untuk membaca sekilas
bagian-bagian yang dianggap penting dan mudah dengan
teknik dan prosedur membaca sekilas yang benar dan
tepat. Selanjutnya apabila kegiatan choose telah selesai
dikerjakan siswa, selanjutnya dilakukan kegiatan
Expedite.
Dalam kegiatan expedite, siswa dibimbing untuk
meningkatkan kecepatan membacanya pada teks bacaan.
Pada saat membaca sekilas teks  bacaan, siswa dibimbing
untuk memperlambat kecepatan membacanya  pada
bagian-bagian yang dianggap penting dan melewatkan
bagian- bagian dari teks bacaan yang dianggap merupakan
bagian yang kurang atau tidak penting. Tujuan dari
kegiatan expedite ini agar siswa mampu menemukan

27
pikiran pokok dari tiap paragraf dengan benar. Dilanjutkan
dengan menjawab pertanyaan mengenai teks bacaan
(review).

c. Tahap Pascabaca dalam Membaca Sekilas dengan Menggunakan


Strategi P A C E R
Tahap pascabaca dilakukan untuk memastikan tidak ada
bagian  bahan bacaan yang terlewatkan agar siswa lebih
yakin maka dilakukan langkah strategi PACER yang
terakhir yaitu review (meninjau ulang). Pada tahapan
review, siswa ditugaskan untuk membuat kesimpulan teks
bacaan. Guru menguji sampai dimana kemampuan siswa
dalam memahami isi teks bacaan sehingga dapat membuat
kesimpulan yang  benar sesuai dengan isi bacaan.8[8]

2.2.3.5 Metode PQRST


Metode PQRST merupakan singkatan dari Preview , Question,
Read, Summarize and Test. Dalam proses pembelajaran
membaca, metode PQRST berarti proses membaca yang terdiri
dari lima langkah yang sistematis dan berurutan sesuai dengan
tingkatannya yaitu pertama preview, kedua question, ketiga read,
keempat summarize dan kelima test. Setiap langkah tersebut
mempunyai tujuan dan langkah yang lebih khusus dan praktis
Tampubolon (1984); Edward (1987); Soedarso (2005); Debat
dalam Forum (vol 44 No. 1, 2006)
Membaca melalui metode PQRST, pembaca sebelum
membaca teks terlebih dahulu mahasiswa melakukan preview
bacaan untuk mendapatkan gagasan umum tentang teks tersebut.
Lalu dia mengajukan pertanyaan (question) pada diri sendiri yang
jawabannya diharapkan ada dalam bacan tersebut dan akhirnya

8[8] [8] Skripsi Mega Prasrihamni. 2014. Skripsi Peningkatan Keterampilan Membaca
Sekilas Dengan Menggunakan Strategi PACER Di Kelas Iv Sd N 19 Atb Kota
Padang. (Hlm 15-22)

28
mahasiswa akan lebih mudah memahami teks tersebut secara
keseluruhan. Mahasiswa mulai membaca (read) dengan
sesungguhnya.
Setelah itu mahasiswa membuat ringkasan (summary) apa
yang telah dibacanya. Akhirnya mahasiswa diberi latihan (test)
untuk mengetahui kemampuan membaca pemahaman mereka
Ginnis (1982); Frankfort dan Dye (1995); Soderaso (2005).
Secara teoritis, penerapan metode PQRST lebih sistematis,
terarah, dan terus menerus dalam kurun waktu tertentu akan dapat
meningkatkan kemampuan membaca pemahaman mahasiswa
dengan indikator pencapain hingga 20-30% Tampubolon (1984);
Alton dan Robin (1985) Soedarso (2005).
1. Langkah-Langkah Metode PQRST
Langkah 1: Preview (preview)
Preview atau prabaca artinya meninjau lebih dahulu sebelum
membaca. Wainright (2006) mengatakan bahwa preview adalah
suatu langkah di mana untuk mengenal bahan/materi/bacaan
sebelum membaca secara sepintas atau membaca sepintas lalu untuk
mengenali struktur bacaan, pokok-pokok pikiran sebuah teks.
Preview juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk
mengetahui lebih awal tentang isi baca secara sekilas. Langkah ini
dilakukan untuk mengenal organisasi dan ikhtisar umum yang akan
dibaca dengan maksud untuk mempercepat menangkap arti,
mendapatkan abstrak, mengetahui ide-ide yang penting, melihat
susunan bahan bacaan dan menarik perhatian, minat dan motivasi
terhadap bacaan, dan memudahkan mengingat lebih banyak dan
memahami lebih mudah.
Prabaca hanya dilakukan dalam beberapa menit tetapi dengan
cara yang sistematis agar mahasiswa dapat dengan cepat
menemukan ide-ide penting dalam sebuah teks. Prabaca sangat
membantu mahasiswa dalam mencapai pemahan yang maksimal
Frankfort dan Dye (1995); Soedarso (2005).

29
Langkah 2 : Question (bertanya)
Pada saat preview, mahasiswa mengajukan pertanyaan-
pertanyaan sebanyak mungkin tentang isi bacaan dan apa yang ada
dalam pikiran mereka misalnya dengan mengubah judul bacaan dan
subjudul atau sub dari subjudul menjadi suatu pertanyaan.
Mahasiswa bisa menggunakan kata seperti siapa, apa, kapan,
bagaimana atau mengapa dan lain-lain. Misalnya ada judul bacaan
Sport. Judul tersebut bisa diubah menjadi What kind of sport people
like now? Atau What kind of sport cost much? atau pertnyaan yang
lebih spesifik menjadi What is popular sport in this country?. Atau
Why do pople take more exercise nowadays?” Tentunya pertanyaan
pertanyaan tersebut hanya ada dalam hati pembaca (mahasiswa)
yang diharapkan ada jawabanya dalam bacaan tersebut.
Langkah 3: Read (Membaca)
Langkah ketiga, membaca (read) merupakan kegiatan utama
dalam metode membaca PQRST. Pada langkah ini mahasiswa akan
membaca secara lengkap dan tuntas serta komprehensif untuk
mendapat jawaban dari pertanyaan yang telah diajukan. Jadi
membaca yang sesungguhnya baru langkah ketiga bukan langkah
pertama seperti membaca dengan metode konvensional Alton dan
Robin (1985); Soedarso (2005) Pada langkah ini, mahasiswa
membaca secara kritis dan berkonsentrasi untuk penguasaan ide
pokok dan detail yang penting dari sebuah bacaan yang ada.
Mahasiswa harus memperlambat tempo membaca pada bagian
yang penting dan sebaliknya mempercepat pada bagian yang kurang
penting atau bagian yang sudah diketahui oleh mahasiswa. Pada
tahap ke tiga ini, mahasiswa harus memperhatikan dua hal yaitu (1)
jangan membuat catatan karena akan memperlambat dan itu bisa
bisa menjadi kutipan kata-kata penulisnya saja, dan (2) jangan
membuat tanda-tanda seperti garis bawah pada kata, atau frase atau
kalimat tertentu karena hal ini bisa jadi selesai membaca kits salah

30
memilihnya sehingga, menghilangkan kosentrasi dan waktu belaka
Wainwright (2006).

Langkah 4: Summarize (meringkas)


Pada langkah ke 4, (summary), setelah mahasiswa telah selesai
membaca secara tuntas dan komprehensif. Mahasiswa selanjutnya
membuat ringkasan (summary) secara ringkas guna membantu
mengingat apa yang telah dibacannya. Secara teoritis kegiatan
summary ini akan sangat membantu mahasiswa untuk mendapatkan
jawaban yang benar dalam teks.
Melalui summary mahasiswa mencoba mendapatkan hal-hal
penting dalam bacaan dan detail yang yang mendukung bacaan
tersebut. Pada bagian ini biasanya, waktu yang diperlukan setengah
dari waktu membaca utama tetapi ini bukan pemborosan atau
ketidakefesienan tetapi kenyataannya orang yang membaca tanpa
aturan akan cenderung mengulang-ulang secara berkali-kali.
Pengulangan ini terjadi karena membaca tanpa metode,
biasanya pembaca sering dan segera lupa dan mereka terpaksa
mengulanginya beberapa kali dan bahkan lebih banyak lagi Nunan
(1995); Soedarso (2005). Langkah 5 : Test (tes atau latihan)
Langkah lima ini siswa diberikan tes atau semacam pertanyaan
untuk mengetahui sejauh mana pemahaman yang sudah diperoleh
dari buku atau materi yang sudah di baca sebelumnya. Artinya siswa
diberi kesempatan untuk mengetahui kemampuannya secara nyata
setelah melakukan empat langkah sebelumnya.
Langkah kelima juga berfungsi sebagai feedback dari proses
dan langkah sebelumnya untuk mengetahui sejauh mana mahasiswa
mampu memahami teks atau bacaan yang mereka baca. Tes, di
damping berfungsi untuk mengetahui kemampuan akhir mahasiswa
setelah membaca, juga berfungsi untuk melakukan remedial proses
membaca agar apa yang ditargetkan dalam pembelajaran dapat
berhasil Frankfort dan Dye (1995); Nunan (1995).

31
Dari langkah metode belajar PQRST yang telah diuraikan di
atas, dapat dilihat bahwa metode belajar ini dapat membantu siswa
memahami materi pembelajaran, terutama terhadap materi-materi
yang lebih sukar dan menolong siswa untuk berkonsentrasi lebih
lama. Uji diri Anda setelah Anda selesai membaca keseluruhan bab.
Pikirkan berapa banyak ide-ide dari bab yang baru Anda baca
itu yang dapat Anda ingat. Pada tingkat inilah Anda harus mulai
menyimpan apa yang telah Anda pelajari ke dalam ingatan jangka
panjang Anda. Dengan menggunakan Teknik Membaca PQRST,
masalah terlalu banyak untuk dibaca akan dapat Anda atasi. Teknik
Membaca PQRST ini memudahkan dan mempercepat proses
pembacaan dan pengingatan Anda.
Metode pengembangan dan implementasi riil pembelajaran
membaca dengan metode PQRST meliputi dua kegiatan utama apa
yang dilakukan dosen dan apa yang dilakukan mahasiswa. Namun
demikian, untuk mewujudkan proses belajar mengajar yang optimal
yang melibatkan mahasiswa sebagai pelaku utama dan dosen
sebagai fasilitator, diperlukan implementasi operasional
pembelajaran tersebut.9[9]

2. Hambatan Dalam Proses Membaca PQRST


a) Membaca dengan Menunjuk
Sebagian lagi ada yang membaca dengan menunjuk-nunjuk teks
yangsedang dibacanya dengan jari atau alat tulis. Cara membaca
seperti ini juga kurang cepat dan efesien karena si pembaca
melakukan pembacaan kata demikata. Di samping itu, cara
membaca dengan menunjuk-nunjuk ini juga bisa membuat tangan
cepat lelah dan pada akhirnya bisa mempengaruhi daya tahan baca.
b) Membaca dengan menggerakan kepala

9[9] E-Jurnal Johan Sinulingga. Implementasi Metode Pqrst Dalam Upaya Meningkatkan
Keterampilan Membaca (Reading) Mahasiswa (Hlm 3-5)

32
Sebagian lagi memiliki kebiasaan membaca dengan
menggerakkan kepala(dari arah ke kiri ke kanan, dan sebaliknya)
mengikuti kata-kata yang sedang dibaca. Cara membaca seperti ini
juga kurang cepat dan efisien karena si pembaca pada dasarnya
mengikuti pembacaan kata demi kata. Di samping itu cara membaca
dengan menggerakkan kepala bisa juga mengakibatkan kepala cepat
lelah dan bahkan pusing.

c) Keadaan lingkungan tidak mendukung


Banyak hal yang dapat mempengaruhi kita dalam memahami
isi bacaan, salah satunya adalah lingkungan. Sebagian orang
merasa terganggu bila dalam melakukan kegiatan membaca ada
orang yang mengganggu.
d) Daya tahan membaca cepat berkurang
Hal ini dikarenakan beberapa faktor. Salah satunya adalah
posisi membaca yang tidak nyaman.
e) Lampu /penerangan yang tidak mendukung
f) Munculnya kemalasan. Hal ini dikarenakan
-Pada dasarnya kurang suka membaca.
-Bahasa yang ada dalam teks bacaan kurang dikuasai.
-Uraian dalam teks bacaan terlalu sulit diikuti dan dipahami.

3. Cara Mengatasi Hambatan dalam Proses Metode Membaca


PQRST
a)   Membaca dengan Menunjuk
Untuk mengatasi hambatan ini bisa dilakukan dua cara
berikut. Pertama dengan memasukan tangan yang suka menunjuk-
nunjuk itu ditugaskan memegang buku yang sedang dibaca
(sekaligus jari telunjuk dan jempol ditugaskan untuk menyiapkan
dan membuka `halaman berikut' yang akan dibaca).
b)  Membaca dengan menggerakan kepala

33
Untuk mengatasi kepala yang bergerak-gerak ini maka si
pembaca bisa memegang dagunya. Jadi ketika membaca, salah satu
tangan memegang teks bacaan dan tangan yang lain memegang
dagu. Jika cara mengatasi hambatan yang disebut di atas dilakukan
berulang-ulang, maka kebiasaan buruk dalam membaca itu lama-
lama akan hilang.
c) Keadaan lingkungan yang tidak mendukung
Untuk mengatasi masalah ini yang dapat dilakukan adalah
mencari tempat yang tenang dalam melakukan kegiatan membaca.
d) Daya tahan membaca cepat berkurang
Untuk membaca diperlukan posisi yang nyaman dan tenang,
sehingga ketika membaca daya tahan akan terjaga.
e) Lampu /penerangan yang tidak mendukung
Hambatan ini bisa diatasi sesuai kasusnya. Pertama, dengan
memperbaiki posisi duduk yang baik ketika membacayaitu: posisi
badan diusahakan tegak dan rileks, dan tidak terlalu miring (entah
miring ke depan,ke belakang, atau terlalu miring ke samping kiri
atau ke kanan).Posisi badan yang terlalu miring akan sangat
melelahkan.
Kedua, dengan memperbaiki lampu/penerangan.
Lampu/penerangan yang tidak baik (=redup, kurang terang) akan
membuat mata cepat lelah; dan kita berlangsung lama bisa membuat
mata sakit. Untuk membaca tulisan yang bergerak dari kiri ke kanan
(misalnya tulisan latin), maka arah penerangan sebaik-nya dari
sebelah kiri; dan untuk membaca tulisan yang bergerak dari
sebelahkanan ke kiri (misalnya tulisan Ibrani, Arab), maka arah
penerangan sebaiknyadari sebelah kanan.
f) Munculnya kemalasan
Masalah ini dapat diatasi dengan cara memotivasi diri sendiri
agar menyukai pada suatu bahan bacaan. Misalnya, kita menyukai

34
sastra, sebaiknya agar minat baca tumbuh maka yang kita baca
dengan metode ini adalah novel atau cerpen.10[10]

2.2.3.6 Metode S2QR


Metode S2QR adalah metode membaca yang digunakan
untuk membaca tabel, grafik atau diagram yang tahap-tahapnya
terdiri atas survai, seek, question, dan reading. Pembaca yang
sedang studi membaca membaca tabel dengan tahap survai, seek,
question, dan reading.
1) Survai merupakan kegiatan membaca sepintas hal-hal yang
pokok dalam tabel.
2) Seek adalah kegiatan pembaca mencari informasi pada kolom
dan informasi tambahan yang ada diluar kolom tabel.
3) Question adalah kegiatan pembaca membaut pertanyaan tentang
isi tabel atau tujuan membaca tabel.
4)  Reading adalah kegiatan membaca tabel secara seksama dan
teliti sehingga diperoleh informasi-informasi yang dicari. Pembaca
dalam melakukan tahap ini berpedoman pada tahap question.

2.2.3.7  Metode PQ3R


Metode PQ3R merupakan membaca untuk studi yang
meliputi tahap prepare (tahap mula), question, reading, recite, dan
review (Nurhadi 2005:129). Metode PQ3R hampir sama dengan
SQ3R. Perbedaannya hanya terletak pada langkah awalnya saja.
SQ3R didahului dengan survai, sedangkan PQ3R didahului dengan
prepare. Prepare adalah tahap mula dalam membaca sebuah buku
dengan cara melihat secara sekilas terhadap keseluruhan sebuah
buku. Tahap ini diperlukan untuk pemanasan atau persiapan tahap
berikutnya dan untuk penjajakan terhadap isi buku.11[11]

10[10] http://thufailaalkinaanah.blogspot.co.id/2013/01/metode-pqrst-membaca-
tingkat-lanjut.html

35
2.2.3.8  Metode GPID
Merrit (dalam Haryadi 2006:94) mengatakan bahwa
metode GPID merupakan metode membaca yang terdiri atas empat
tahap yaitu Goall, Plans, Implementation, dan Development atau
disebut dengan GPID. Metode GPID dapat juga
diterapkan/digunakan dalam proses pembelajaran membaca
pemahaman cerita anak.
Tahap pertama pada metode GPID yaitu goall adalah apa
yang diharapkan, dimaksud, dan apa tujuan membaca. Tahap awal
dari metode ini adalah untuk menentukan tujuan membaca.
Pembaca terlebih dahulu menentukan untuk apa ia membaca, apa
yang ingin dicapai, dan apa manfaat membaca. Hal tersebut juga
berguna sebagai pedoman apa yang akan dilakukan selanjutnya.
Pembaca sudah mempunyai arah yang jelas karena pada saat
membaca, pembaca sudah tahu hal-hal yang akan dicari dalam
bacaan, sehingga bisa membaca dengan efektif. Dengan cara
seperti itu, pembaca akan termotivasi untuk melakukan kegiatan
membaca sehingga ia membaca dengan sungguh-sungguh dengan
daya upaya yang maksimal. Goall dapat dilakukan dengan cara
membatasi perhatian, latar belakang kendala, memusatkan
perhatian, dan merumuskan maksud dan tujuan.
Plans adalah rencana untuk mencapai tujuan. Tujuan yang
sudah dirumuskan diusahakan untuk dicapai. Pada tahap ini,
pembaca menyusun strategi untuk mencapai tujuan membaca.
Rencana yang dibuat berhubungan dengan teknik baca yang
digunakan, bagian-bagian yang dibaca, dan rencana-rencana
lainnya. Plans dapat dilakukan dengan cara mengkorelasikan
maksud bagian-bagian yang dibaca, perincian yang lebih khusus,
dan penyusunan pola membaca. Misalnya dengan mempersiapkan
pensil untuk memberi tanda pada bacaan dan membuat catatan.

11[11] 2010. Model dan Metode Membaca. [Online] Tersedia:


Http://Tugaskampuss.Blogspot.Co.Id/2010/02/Model-Dan-Metode-
Membaca.Html

36
Implementation adalah pelaksanaan membaca. Pada tahap
ini pembaca melakukan kegiatan membaca dengan memperhatikan
tujuan yang dicapai dan rencana yang sudah disusun untuk
mencapai tujuan tersebut. Pelaksanaan membaca sudah dengan
teknik dan pola yang sudah direncanakan. Pembaca tidak lagi
membaca tanpa arah dan tujuan. Ia juga tidak akan membaca hal-
hal yang tidak berguna dan hal-hal yang tidak ada kaitannya
dengan tujuan membaca.
Development adalah proses evaluasi dan proses
pengambilan simpulan, yang dievaluasi pada tahap ini apakah
tujuan membaca sudah dapat dicapai, apakah rencana sudah
berjalan sesuai dengan yang direncanakan, dan apakah kegiatan
secara keseluruhan sudah dapat dicapai. Pembaca mengevaluasi
dengan cara mengecek apakah informasi yang diinginkan pada
tahap pertama sudah didapat. Jika sudah, berarti kegiatan membaca
telah berhasil. Jika belum, berarti kegiatan membaca belum
berhasil. Jika sudah berarti rencana sudah berjalan dengan baik dan
jika belum berarti rencana belum berjalan dengan baik.
Hasil evaluasi digunakan untuk menilai kegiatan baca
secara keseluruhan. Setelah dinilai secara keseluruhan dapat ditarik
simpulan apakah kegiatan baca berhasil atau tidak. Jika tidak
berhasil pembaca disarankan melakukan kegiatan membaca lagi
atau pembaca dapat mengubah (rencana) baca yang sudah disusun.
Hal tersebut tergantung dimana letak ketidakberhasilan dalam
membaca, apakah pada tahap goall, tahap plans, atau pada tahap
implementation. Jika sudah berhasil, pembaca bisa menghentikan
kegiatan bacanya atau membaca yang lain.
Berdasarkan pendapat Merrit tentang metode membaca
GPID dapat disimpulkan bahwa dalam membaca GPID ada empat
tahap yaitu Goall, Plans, Implementation, dan Development.
Keempat tahap tersebut saling berkaitan dan dapat membantu siswa
dalam pembelajaran membaca.

37
2.2.3.9  Metode OK5R
Pengertian Metode Pembelajaran OK5R – Menurut
Trianto (2014 : 150-153) Metode OK5R oleh Walter Pauk direktur
reading study center cornell university Metode OK5R. Metode
mambaca buku untuk kepentingan studi yang terdiri atas tahap
overview, key ideas, read, record, recite, review, dan reflect.
Tahapan dalam metode ini hampir sama dengan tahapan metode
SQ3R. Tahap yang sama adalah read, recite, review, dan overview
(menyelidiki) sama dengan survai. Tahap yang tidak sama adalah
key ideas, record, dan reflect.
Key ideas (ide-ide kunci) merupakan kegiatan membaca
untuk memisah-misahkan ide-ide atau pikiran-pikiran utama dari
kumpulan ide-ide penjelas.Record merupakan kegiatan membuat
catatan-catatan atau menandai bacaan pada margin-margin dan
membuat ringkasan ide-ide pokok yang ada pada setiap bab.Reflect
merupakan kegiatan merenungkan kembali hal-hal yang telah
dibacanya. Ide-ide pokok yang ada dalam bacaan dipikirkan lebih
mendalam, dibanding-bandingkan antara ide pokok yang satu
dengan ide pokok yang lain dengan melihat persamaan dan
perbedaannya, dihubung-hubungkan dengan pengetahuan yang
dimiliki pembaca dari sumber lain, dan menyusun kebulatan yang
lebih besar. Tahap ini sama dengan membaca kritis. Metode
mambaca buku untuk kepentingan studi yang terdiri atas tahap
overview, key ideas, read, record, recite, review, dan reflect.
Tahapan dalam metode ini hampir sama dengan tahapan
metode SQ3R. Tahap yang sama adalah read, recite, review, dan
overview (menyelidiki) sama dengan survai. Tahap yang tidak
sama adalah key ideas, record, dan reflect. Key ideas (ide-ide
kunci) merupakan kegiatan membaca untuk memisah-misahkan
ide-ide atau pikiran-pikiran utama dari kumpulan ide-ide penjelas.
Record merupakan kegiatan membuat catatan-catatan atau

38
menandai bacaan pada margin-margin dan membuat ringkasan ide-
ide pokok yang ada pada setiap bab.Reflect merupakan kegiatan
merenungkan kembali hal-hal yang telah dibacanya. Menurut
Trianto, (2009 : 150-153).
1. Overview adalah siswa membaca secara cepat untuk
memperoleh gambaran besar mengenai ide-ide yang dibahas dalam
bacaan.
2. Key ideals adalah (ide-ide kunci) siswa membaca dan memisah-
misahkan ide-ide atau pikiran-pikiran utama dari kumpulan ide-ide
penjelas.
3. Read adalah siswa membaca karangan ini secara aktif dan siswa
memberikan reaksi terhadap apa yang dia baca dan tidak membuat
catatan panjang.
4. Record pada tahap ini siswa diminta menggaris bawahi hal-hal
penting dalam bacaan.
5. Recite siswa diminta untuk mengingatkan kembali informasi
yang telah dipelajari.
6.  Review siswa diminta memceritakan kembali inti sari yang telah
dibuatnya dalam sebuah bacaan.
7. eflect pada tahap ini siswa diminta merenungkan kembali apa
yang telah mereka baca sehingga dapat mengaitkan subtopik-
subtopik dalam teks bacaan bacaan Legenda.12[12].
Dari segi waktu pelaksanaannya teknik membaca OK5R
dibagi menjadi tiga bagian yaitu sebelum membaca, selama
membaca, dan setelah membaca:
1) Sebelum membaca
Sebelum membaca dilakukan terlebih dahulu tinjauan
umum (overview). Dilakukan dengan membaca bab secara
sekilas untuk mengetahui secara cepat isinya. Overview
dilakukan dengan : [1] Memperhatikan judul dan sub-judul yang

12[12] Amirul Huda, Fakhtan. 2017. Pengertian Metode Pembelajaran OK5R.


[Online] Tersedia: http://fatkhan.web.id/pengertian-metode-pembelajaran-
ok5r/

39
ada dalam bab untuk memperoleh gambaran gagasan yang akan
dijelaskan, masalah-masalah yang akan dipersoalkan, dan
pertanyaan yang diajukan. [2] Mencari gambaran secara umum
tentang isi bab tersebut. Judul dan süb-judul dalam bab akan
berfungsi sebagai advance organizer (pemicu pemahaman).
Fungsi tinjauan umum adalah untuk pemanasan dan
mempersiapkan pemahaman yang maksimal dalam membaca
bab itu secara sungguh-sungguh.
2) Selama membaca
Selama membaca, ada tiga hal yang diperhatikan dan dilakukan,
yaitu:
a) Gagasan kunci (key ideas). Setiap buku pada umumnya
disusun terdiri atas tiga unsur : gagasan pokok, bahan
penunjang, dan bagian transisi. Tugas pokok pembaca adalah
memilahkan antara gagasan pokok dan bahan-bahan penunjang.
b)  Membaca (read). Membaca satu paragraph terlebih dahulu,
lalu ajukan pertanyaan: apa gagasan pokoknya? Bagaimana
gagasan penunjangnya mendukung gagasan pokok? Kata-kata
apa yang memberikan petunjuk adanya gagasan pokok dan
gagasan penunjang? Apa isi paragraph yang perlu saya peroleh
sebagai hasil membaca bab itu?
c)  Mencatat (record). Mencatat hasil pemahaman. ini dilakukan
dengan membuat catatan kecil pada tepi halaman dan
menggarisbawahi bagian yang penting saja. Jika
memungkinkan, dibuat catatan atau ringkasan pada lembaran
kertas atau buku catatan tersendiri. Hendaklah dihindari
membuat ringkasan dan setiap kalimat yang ada. Ringkaslah
gagasan pokoknya saja.
3)   Setelah membaca
Setelah membaca, ada tiga hal yang diperhatikan dan dilakukan,
yaitu:

40
a)   Mengungkapkan kembali secara lisan (recite). Untuk
menghindari kelupaan, kita ungkapkan pemahaman secara lisan.
ini dilakukan dengan cara menutup buku dan mengungkapkan
pemahaman yang baru saja diperoleh dengan menggunakan
kata-kata sendiri. Setelah mengungkapkan, kita periksa apakah
sudah benar pemahaman yang kita ungkapkan. Kita lakukan
rangkaian membaca, mencatat, dan mengungkap. kan isi
paragraph demi paragraph sampai akhir bab.
b)  Mengulang (review). Setelah selesai mengungkapkan kembali
seluruh gagasan pokok dan penunjang, hendaklah diulang
kembali seluruh bagian untuk memperoleh gambaran
menyeluruh.
c). Merenungkan kembali (reflect). Setelah selesai seluruhnya,
hendaklah direnungkan kembali semua gagasan pokok yang
telah diperoleh dan membaca bab tersebut. Dibandingkan satu
gagasan pokok dengan yang lain, dilihat mana yang sama dan
mana yang bertentangan. Dipadukan pengetahuan baru yang
diperoleh dan membaca bab itu dengan pengetahuan yang telah
dimiliki sebelumnya.13[13]

2.2.3.10   Metode SUPER SIX Re


Merupakan metode membaca buku untuk keperluan studi
yang meliputi enam tahap, yaitu reconnoiter, read, recite, record,
review, dan reflect. Pada hakikatnya kelima tahap dari enam
tersebut sama dengan kelima tahap dalam SQ3R. Persamaan
kelima tahap dari kedua metode tersebut adalah pada tahap-tahap
kegiatannya dan tujuan yang ingin dicapai. Ada dua istilah dari
kelima tahap itu yang berbeda, yaitu pada tahap pertama dan
keempat. Tahap pertama pada metode SQ3R adalah survai
sedangkan pada metode SUPER SIX Re adalah reconnoiter.

13[13] Sena. 2012. Teknik Membaca Buku (Bagian 3 - Habis). [Online] Tersedia:
http://artikelkondang.blogspot.co.id/2012/09/teknik-membaca-buku-bagian-3-
habis.html

41
Tahap keempat pada metode SQ3R adalah recite, sedangkan pada
metode SUPER SIX Re adalah record.
Tahap yang belum ada dalam metode SQ3R, tetapi ada
dalam metode SUPER SIX Re adalah reflect. Reflect merupakan
kegiatan merenungkan kembali hal-hal yang telah dibacanya. Ide-
ide pokok yang ada dalam bacaan dipikirkan lebih mendalam,
dibanding-bandingkan antara ide pokok yang satu dengan ide
pokok yang lain dengan melihat persamaan dan perbedaannya,
dihubung-hubungkan dengan pengetahuan yang dimiliki pembaca
dari sumber lain, dan menyusun kebulatan yang lebih besar.
Tahap ini sama dengan membaca kritis.14[14]

2.2.3.11   Metode dan Teknik Lain


1.  Membaca Skimming dan Scanning
Soedarso (2006: 84) menyebutkan bahwa sebagai
pembaca kita harus berani menjadi tuan dan bacaan adalah
budak kita sehingga bacaan itu dapat diperlakukan sesuai
maksud/keinginan kita. Membaca sesuai dengan keinginan kita
dapat kita lakukan dengan metode skimming dan scanning.
Membaca tersebut dilakukan dengan tidak membaca
keseluruhan, tetapi hanya pada bagian-bagian yang dianggap
penting saja.
Komponen Skimming Scanning
Pengertian Skimming digunakan untuk Scanning digunakan
mendapatkan gagasan utama dari untuk mendapatkan
sebuah teks. Untuk mengetahui informasi spesifik dari
apakah suatu artikel sesuai sebuah teks. Biasanya, ini
dengan apa yang kita cari. Untuk dilakukan jika Anda telah
menilai artikel tersebut, apakah mengetahui dengan pasti

14[14] Sena. 2012. Teknik Membaca Buku (Bagian 3 - Habis). [Online] Tersedia:
http://artikelkondang.blogspot.co.id/2012/09/teknik-membaca-buku-bagian-3-
habis.html

42
menarik untuk dibaca lebih apa yang Anda cari
lanjut secara mendetail. sehingga berkonsentrasi
Kecepatan membaca secara mencari jawaban yang
skimming biasanya sekitar 3-4 spesifik. Scanning berkai
kali lebih cepat dari membaca tan dengan menggerakan
biasa. mata secara cepat
keseluruh bagian halaman
tertentu untuk mencari
kata dan frasa tertentu.
Contoh skimming untuk mendapatkan scanning untuk
gagasan utama dari sebuah menemukan nomor
halaman buku teks sehingga tertentu pada direktori
dapat memutuskan apakah buku telepon, kata dalam
tersebut berguna dan perlu kamus.
dibaca lebih pelan dan
mendetail.
Strategi Langkah-langkah skimming : Langkah-langkah scannin
Baca judul, sub judul dan g :
subheading untuk mencari tahu Perhatikan penggunaan
apa yang dibicarakan teks urutan seperti ‘angka’,
tersebut. ‘huruf’, ‘langkah’,
Perhatikan ilustrasi (gambar atau ‘pertama’, ‘kedua’, atau
foto) agar Anda mendapatkan ‘selanjutnya’.
informasi lebih jauh tentang Carilah kata yang dicetak
topik tersebut. tebal, miring atau yang
Baca awal dan akhir kalimat dicetak berbeda dengan
setiap paragraf teks lainnya.
Jangan membaca kata per kata. Terkadang penulis
Biarkan mata Anda menempatkan kata kunci
melakukanskimming kulit luar pada batas paragraph
sebuah teks. Carilah kata kunci
ataukeyword-nya
Lanjutkan dengan berpikir

43
mengenai arti teks tersebut

Tarigan (1985) mendefinisikan membaca skimming


(sekilas) adalah suatu tipe mmembaca dengan cara meliputi
atau menjelajah bahan bacaaan secara cepat agar dapat
memetik ide-ide utama, sedangkan scanning (sepintas) adalah
suatu teknik pembacaan sekilas tetapi dengan teliti dengan
maksud menemukan informasi khusus, informasi tertentu dari
bahan bacaan.
Dapat disimpulkan bahwa skimming dan scanning
adalah teknik membaca cepat yang sangat bermanfaat bagi
orang-orang yang dihadapkan pada banyak literatur sementara
hanya ada sedikit waktu untuk mencari informasi yang
dibutuhkan. Sering terjadi kerancuan dalam membedakan
antara skimming dan scanning. Keduanya merupakan teknik
membaca cepat, hanya saja berbeda tujuan penggunaan.
Dalam praktiknya, skimming dan scanning seringkali
digabungkan. Setelah melakukan skimming, pembaca
memutuskan teks tersebut menarik, lalu dilanjutkan dengan
scanning lokasi informasi yang spesifik. Bisa juga sebaliknya,
melakukan scanning ketika pertama kali menemukan sumber
untuk menentukan apakah teks tersebut akan menjawab
pertanyaan Anda dan selanjutnya melakukan skimming
mencari pesan yang ingin disampaikan penulis atau gagasan
utamanya (http://gurupembaharu.com/home/?p=3989, 2010).15
[15]

15[15] . 2009. Model Pembelajaran Membaca Menggunakan Metode


Skimming dan Scanning dengan Teknik One-to-One. [Online] Tersedia:
http://cahayalaili.blogspot.co.id/2011/05/model-pembelajaran-membaca-
menggunakan.html

44
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Metode berasal dari kata methodos dalam bahasa Yunani yang
berarti cara atau jalan. Edward Anthony (1963: 200) memberikan pendapat
bahwa metode merupakan perencanaan secara menyeluruh untuk
menyajikan materi pembelajaran bahasa secara teratur, tidak ada satu
bagian pun yang bertentangan, dan semuanya berdasarkan pada suatu
pendekatan tertentu.
Metode pembelajaran merupakan sebuah perencanaan yang
utuh dan bersistem dalam menyajikan materi pelajaran secara teratur dan
bertahap dengan cara yang berbeda-beda untuk mencapai tujuan tertentu di
bawah kondisi yang berbeda.Metode dan teknik membaca ada tiga yaitu
metode dasar, metode menengah dan metode lanjutan. Metode lanjutan
diantanya yaitu metode PQ3R, P2R, S-D4, PACER, PQ3R, PQRST,
S2QR, GPID, OK5R, dan SUPER SIX Re.

3.2 Saran

45
Berdasarkan materi yang telah dijelaskan, maka kami
menyarankan bahwa sebagai seorang calon pendidik pemahaman tentang
membaca dalam Bahasa Indonesia perlu diperluas, karena selain dapat
menjadi bekal dalam pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar
dalam kehidupan sehari – hari juga dapat bermanfaat dalam pembinaan
kemampuan berbahasa siswa Semoga makalah ini dapat berguna bagi
kami, dan khususnya pembaca makalah ini..

Daftar Pustaka

Fikry, Tajdidah. 2013. Metode PQRST (Membaca Tingkat


(Lanjut). [Online] Tersedia:
http://thufailaalkinaanah.blogspot.co.id/2013/01/metode-pqrst-
membaca-tingkat-lanjut.html. {21 Oktober 2017 }

Hurmali, Tarcy. 2011. Seni & Strategi Membaa Cepat Tanpa


Lupa. Yogyakarta: Sophia Timur Publisher.

Khuzaimatun, Siti. 2009. Upaya Meningkatkan Kemampuan


Membaca Pemahaman dengan Metode SQ3R Pada Siswa Kelas X.3
SMAN 1 Sumberlawang. [Online] Tersedia:
https://core.ac.uk/download/pdf/12346762.pdf {09 Oktober 2017}.

46
Nurmina. Dkk. 2015. Efektivitas Metode P2R Untuk Meningkatkan
Kecepatan Efektif Membaca (KEM) Mahasiswa Calon Guru Bahasa
Indonesia Universitas Al Muslim. [Online] Tersedia:
https://www.google.com/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&cad=rja&uact=8&ved=0ah
UKEwjqoteI1oXXAhXEKY8KHX65C4oQFggsMAE&url=http%3A%2F
%2Fejournal.upi.edu%2Findex.php%2FJER%2Farticle%2Fdownload
%2F1417%2F969&usg=AOvVaw3cKE6ER3zDxi_3rQJ0euPh {09
Oktober 2017}.

Prasrihamni, Mega. 2014. Peningkatan Keterampilan Membaca Sekilas


dengan Menggunakan Strategi PACER di Kelas IV SD N 19 Atb Kota
Padang. [Online]
Tersedia:https://www.scribd.com/doc/277404949/SKRIPSI-MEGA-
PRASRIHAMNI-pdf. {15 Oktober 2017}.

Riadi, Muchlisin. 2013. Strategi Belajar SQ3R. [Online] Tersedia:


http://www.kajianpustaka.com/2013/04/strategi-belajar-sq3r.html?m=1
{15 Oktober 2017}

Sinulingga, Johan. 2010. Implementasi Metode PQRST dalam


Upaya Meningkatkan Keterampilan Membaca (Reading) Mahasiswa.
[Online] Tersedia: http://digilib.unimed.ac.id/453/1/Fulltext.pdf {15
Oktober 2017}.

Somadayo, Samsu. 2011. Strategi dan Teknik Pembelajaran


Membaca. Yogyakarta: Graha Ilmu.

47
Ulfahchanifah. 2015. Metode Membaca. [Online] Tersedia:
https://chanifahulfahwordwordpresscom.wordpress.com/2015/11/18/metod
e-membaca/. {15 Oktober 2017}.

. 2009. Model Pembelajaran Membaca Menggunakan


Metode Skimming dan Scanning dengan Teknik One-to-One.
[Online] Tersedia: http://cahayalaili.blogspot.co.id/2011/05/model-
pembelajaran-membaca-menggunakan.html. {15 Oktober 2017}.

48