Anda di halaman 1dari 6

Analisa PICO Jurnal 1 Jurnal 2

Judul Latihan Range of Motion Pengaruh Graston Technique dan


Berpengaruh terhadap Mobilitas closed kinetic chain exercise pada
Fisik pada Lansia di Balai osteoarthritis knee dextra : laporan
Pelayanan Sosial Tresna Werdha
Unit Abiyoso Yogyakarta

Peneliti Hermina Desiane Hastini Uda, Kuswardani, Fitratun Najizah dan


Muflih, Thomas Aquino Erjinyuare Nurma Oktaviani
Amigo

Kata kunci range of motion, mobilitas fisik, Closed kinetic chain exercise,
lanisa Graston technique dan
Osteoarthritis knee

P (Problem) Peningkatan UHH menyebabkan Di Indonesia Prevalensi penyakit


populasi lansia meningkat. Populasi sendi yang didiagnosa oleh tenaga
di Indonesia tahun 2014 mencapai kesehatan mengalami peningkatan
20,24 juta jiwa atau setara dengan seiring dengan bertambahnya usia.
Prevalensi tertinggi pada usia < 75
8,03%. Salah satu kota yang
tahun. Angka kejadian
mempunyai populasi lansia
osteoarthritis di Indonesia sejak
tertinggi di Indonesia adalah
tahun 1990 hingga 2010 telah
Daerah Istimewa Yogyakarta
mengalami peningkatan.
dengan persentase jumlah lansia
sebesar 13,05%. Seiring dengan Per 100.000 laki-laki dan
peningkatan UHH, lansia perempuan mencapai puncak pada
mengalami perubahan normal usia 80 tahun. Perempuan
maupun patologis yang berkaitan mencapai puncak pada 1.327
dengan proses penuaan dan dibandingkan pada laki-laki yang
menyebabkan penurunan fungsi hanya 907. Osteoarthritis knee
sistem muskuloskeletal yang mempunyai problematika seperti
menyebabkan lansia rentan nyeri, penurunan LGS, oedem, dan
mengalami hambatan mobilitas penurunan kekuatan otot untuk
fisik. mengatasi problematika pada
kasus Osteoarthritis knee dapat
Tujuan penelitian untuk diberikan tindakan fisioterapi yaitu
mengetahui pengaruh latihan ROM berupa Graston Technique dan
terhadap mobilitas fisik pada lansia Closed Kinetic Chain Exercise.
di Balai Pelayanan Sosial Tresna
Tujuan penelitian ini untuk
Werdha Unit Abiyoso Yogyakarta.
mengetahui pengaruh graston
technique dan closed kinetic chain
exercise pada osteoarthritis knee
dextra dapat mengatasi body and
function

I (Intervention) Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian ini menggunakan


penelitian kualitatif dengan sampel sebanyak 8 orang
pendekatan action research yang partisipan dilakukan di Klinik
Pendidikan Fisioterapi Widya
bertujuan untuk melakukan
Husada Semarang dengan metode
perubahan pada suatu masalah
pretest-posttest dengan quasi
dengan memberikan sebuah
eksperimen. Intervensi yang
intervensi atau tindakan yang
diberikan berupa graston technique
dipantau oleh peneliti sehingga
dan closed kinetic chain exercise.
hasil dari perubahan tersebut dapat Evaluasi pengukuran dilakukan
dimanfaatkan. Populasi dalam pretest-posttest yaitu dengan :
penelitian yang akan dilakukan Pengukuran nyeri dengan Visual
Analoque Scale (VAS) Parameter
adalah seluruh lansia di Balai
yang digunakan untuk nyeri adalah
Pelayanan Sosial Tresna Werdha
mengukur Visual Analoque Scale
Unit Abiyoso Yogyakarta dengan
(VAS) dengan cara menunjukkan
jumlah populasi yaitu 126 orang. suatu titik pada garis skala nyeri
Teknik pengambilan sampel yang (0-10 cm).
digunakan dalam penelitian adalah
purposive sampling.

Pengukuran kekuatan otot


menggunakan Manual Muscle
Testing (MMT), penggunaan
MMT bertujuan untuk membantu
menegakkan diagnose,
menentukan jenis-jenis terapi
latihan yang harus di berikan,
menentukan jenis-jenis alat bantu
yang diperlukan oleh pasien dan
menentukan prognosis.

Graston technique menurut (Keck,


2014) merupakan bentuk manual
terapi yang melibatkan instrumen
dengan berbagai bentuk dan bahan
untuk mengatasi gangguan
muskuloskeletal dan kerusakan
pada jaringan lunak. Pemberian
graston technique bertujuan untuk
memberikan efek mobilisasi pada
jaringan lunak (seperti, jaringan
parut dan adhesi myofascial),
mengurangi nyeri dan
meningkatkan LGS dan fungsi,
serta mengurangi oedema.

C (Comperison) Hasil penelitian ini berupa transkip Penelitian ini menggunakan


wawancara dan hasil observasi dari pengukuran pretest-posttest dengan
lima partisipan, didapatkan 5 tema metode pengukuran nyeri dengan
tentang mobilitas fisik lansia yaitu Visual Analoque Scale (VAS),
rentang gerak kekuatan otot, penambahan lingkup gerak sendi
kenyamanan, postur tubuh dan dengan goniometer, penambahan
gerakan. kekuatan otot dengan Manual
Muscle Testing, dan Pengukuran
Hasil observasi rentang gerak
Aktifitas Fungsional dengan
menunnjukan bahwa terjadi
WOMAC.
peningkatan derajat pergerakan
sendi setelah diberikan latihan Rasa nyeri akibat peradangan
ROM. Derajat peningkatan dapat dihilangkan melalui
tertinggi terlihat pada bahu pemberian graston technique
melalui proses melancarkan atau
kanan dengan tipe gerakan fleksi
meningkatkan aliran darah dan
sebesar 20o dan tipe gerakan yang
menghapuskan jaringan parut
banyak terlihat perubahannya
sehingga dapat menghapus substrat
adalah tipe gerakan fleksi. Hal rasa nyeri atau mengurangi
tersebut sesuai dengan hasil pembengkakan.
observasi yang menunjukkan
Setelah diberikan penatalaksanaan
bahwa gerakan fleksi paling sering
fisioterapi dengan kombinasi
muncul pada setiap bagian tubuh
graston technique dan closed
partisipan yang mengalami kinetic chain exercise pada
peningkatan. penderita osteoarthritis knee,
didapatkan adanya penurunan
nyeri sehingga meningkatan
kemampuan fungsional yang
diketahui dari penurunan diagram
dari hasil pengisian form index
WOMAC pre treatment dengan
score menjadi post treatment
dalam enam kali pertemuan.

O (Outcome) Setelah latihan ROM 6 kali untuk Kombinasi graston technique dan
closed kinetic chain exercise
partisipan 1, 2 dan 4 kali untuk
memiliki peran mengurangi nyeri
partisipan 3, 4, 5 menunjukkan
sehingga dapat meningkatkan
bahwa ada pengaruh sebagian dari
kemampuan fungsional penderita
latihan ROM terhadap mobilitas
osteoarthritis knee, meningkatkan
fisik lansia di BPSTW Unit
lingkup gerak sendi, mengurangi
Abiyoso Yogyakarta.
nyeri dan meningkatkan kekuatan
Peningkatan rentang gerak terjadi otot.
pada bagian leher, siku,pergelangan
tangan, tangan dan jari serta lutut.

Serta berkurangnya kekakuan


sendi. Kekuatan otot terdiri dari
satu kategori yaitu derajat kekuatan
otot. Kekuatan otot lansia di
BPSTW Unit Abiyoso Yogyakarta
tidak mengalami peningkatan.
Latihan ROM dapat meningkatkan
perasaan senang, nyeri berkurang.
Latihan ROM tidak berpengaruh
pada masalah sesak nafas dan
kecemasan lansia. Latihan ROM
memberikan sedikit perubahan
pada cara dan kemampuan berjalan
lansia tetapi tidak memberikan
perubahan pada lansia dengan
keluhan sesak nafas. Postur tubuh
(berdiri, duduk) dan kekuatan otot
tidak mengalami perubahan.
LAPORAN JURNAL KLINIK KEPERAWATAN

LAPORAN JURNAL PENELITIAN KELOMPOK

KEP. GERONTIK

PANTI TRESNA WERDHA BUDI MULYA 1 CIPAYUNG

Disusun oleh :

1. Antika Nisa Sifa, S.Kep

2. Meliawati, S.Kep

3. Titik Suyanti, S.Kep

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN JAYAKARTA

2020