Anda di halaman 1dari 13

ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS

PADA AGGREGATE ANAK DAN LANSIA DI WILAYAH RW 01


KELURAHAN O

DI SUSUN OLEH
KELOMPOK 2

Antika Nisa Sifa (201915002)


Nadia Dara Tamara Saputri (201915007)
Rudi Herawan (201915011)
Salas AjiOkthafa (201915012)
Viktor Erwin (201915015)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN JAYAKARTA

PROGRAM STUDI PROFESI KEPERAWATAN

JAKARTA

2020
A. Kasus
Anak usia sekolah di RW 01 Kelurahan O berjumlah 140 orang, 52% Perempuan
dan 48% laki-laki. 6 – 11 tahun berjumlah 62% dan 12 – 18 tahun berjumlah
38%. 50% berasal dari suku Betawi, 20% Sunda dan 30% Jawa. Berdasarkan
hasil survey petugas Puskesmas KDW di beberapa RT terdapat warung yang
berjualan di pinggir jalan dan dekat selokan yang terliat airnya sangat kotor,
makanan yang dijual tidak dalam kondisi tertutup. Terlihat anak-anak sering
jajan dari pada makan-makanan dari rumah. Anak-anak tidak mencuci tangan
sebelum makan sebanyak 45%, 27% anak pernah mengalami diare. Jajanan yang
dijual seperti cimol, cilok, basreng yang diberi saus warna merah terang dan
penyedap rasa yang banyak, chiki, serta makanan ringan lainnya. Hasil wawancara
dengan 20 anak mengatakan mencuci tangan hanya menggunakan air, jarang
menggosok gigi sebelum tidur, senang makan coklat dan permen., 14% anak
menggosok gigi 1 kali sehari di pagi hari, 25% pernah sakit gigi, 20% tidak
sarapan/makan pagi, 44% anak tidak membawa bekal. Hasil pemeriksaan
Puskesmas ditemukan 48% siswa SD mengalami caries gigi, 62% terlihat giginya
kuning, 17% siswa SD pernah mengalami sakit gigi.

Hasil wawancara yang dilakukan pada lansia mengatakan bahwa sebagian besar
lansia kalau sakit adalah berobat kepuskesmas atau membeli obat warung.
Kegiatan di waktu luang diantaranya bertani dan melaksanakan kegiatan di rumah.
Keluhan yang sering dirasakan oleh lansia antara lain pegal – pegal, sakit tengkuk,
pandangan kabur, pusing. Jumlah lansia 487 lansia. Lansia dalam kondisi sehat
252 dari 487 (51,75%). Lansia dalam kondisi sakit sejumlah 235 dari 487 (48,25
%). Masalahkesehatan yang dialamilansiadiantaranyarematik, hipertensi, dan DM.
30% lansia yang rajin datang ke posyandu lansia. 70% lansia tidak suka berolah
raga, kegiatan sehari-hari menonoton TV atau ngobrol dengan tetangga. 40%
lansia memiliki kebiasaan mengkonsumsi teh manis > 4 gelas/hari.
B. AsuhanKeperawatan
ANALISA DATA
No Data Fokus DiagnosaKeperawatan
1 HasilKuesioner: Domain 1 : Promosi Kesehatan Ke
1. Anak usia sekolah di RW 01 kelurahan 0 Manajemen Kesehatan (00188) pe
berjumlah 140 orang. kesehatan cenderung berisiko
2. Sebanyak 52 % berjenis kelamin perempuan
dan 48 % berjenis kelamin laki-laki.
3. Sebanyak 62 % berusia 6-11 tahun dan 38 %
berusia 12-18 tahun.
4. Sebanyak 50 % berasal dari suku Betawi, 20 %
berasal dari suku Sunda dan 30 % berasal dari
suku Jawa.
5. Sebanyak 45 % anak-anak tidak mencuci
tangan sebelum makan.
6. Sebanyak 27 % anak-anak pernah mengalami
diare.
7. Sebanyak 14 % anak menggosok gigi 1 kali
sehari di pagi hari.
8. Sebanyak 25 % pernah mengalami sakit gigi.
9. Sebanyak 20 % anak-anak tidak sarapan atau
makan pagi.
10. Sebanyak 44 % anak-anak tidak membawa
bekal.

Hasil Observasi:
1. Berdasarkan hasil survey, terdapat warung
yang berjualan di pinggirjalan dan dekat
selokan yang terliat air nya sangat kotor,
makanan yang dijual tidak dalam kondisi
tertutup.
2. Terlihat anak-anak sering jajan dari pada
makan-makanan dari rumah.
3. Terlihat jenis makanan atau jajanan yang dijual
seperti cimol, cilok, basreng yang diberi saus
warna merah terang dan penyedap rasa yang
banyak, chiki, serta makanan ringan lainnya.

Hasil Wawancara:
1. Menurut anak-anak, mereka mencuci tangan
hanya menggunakan air, jarang untuk
menggosok gigi sebelum tidur, senang makan
coklat dan permen.

Hasil Pemeriksaan Puskesmas:


1. Sebanyak 48 % siswa SD mengalami caries
gigi.
2. Sebanyak 62 % terlihat giginya kuning.
3. Sebanyak 17 % siswa SD pernah mengalami
sakit gigi.
2 Hasil Wawancara: Domain 1 : Promosi Kesehatan Ke
1. Menurutlansia di wilayah kelurah O sebagian Manajemen Kesehatan (0
besar lansia jika sakit adalah berobat Ketidakefektifan Pemelih
kepuskesmas atau membeli obat warung. Kesehatan
2. Menurut lansia, kegiatan di waktu luang yaitu
bertani dan melaksanakan kegiatan di rumah.
3. Menurutlansia di wilayah kelurahan O keluhan
yang sering dirasakan oleh lansia seperti pegal-
pegal, sakit tengkuk, pandangan kabur dan
pusing.
Hasil Kuesioner :
1. Jumlah lansia di wilayah kelurahan O
sebanyak 487 lansia.
2. Sebanyak 51,75 % lansia dalam kondisi sehat
dan 48,25 % lansia dalam kondisi sakit.
3. Sebanyak 30 % lansia rajin dating keposyandu
lansia.
4. Sebanyak 70 % lansia tidak suka berolah raga,
kegiatan sehari-hari menonton TV atau
mengobrol dengan tetangga.
5. Sebanyak 40 % lansia memiliki kebiasaan
mengkonsumsi teh manis> 4 gelas/hari.

Hasil Observasi:
1. Masalah kesehatan yang dialami lansia diantaranya
rematik, hipertensi, dan DM.
PRIORITAS MASALAH KESEHATAN
PADA AGGREGATE ANAK DAN LANSIA

No. MasalahKesehatan A B C D E F G H I J K L Skore


1 Perilaku Kesehatan Cenderung 4 4 5 4 4 4 3 3 3 4 4 4 46
Berisiko
2 Ketidak efektifan Pemeliharaan 5 4 4 4 4 4 4 3 5 4 4 4 49
Kesehatan

Keterangan Pembobotan :
Sangat Rendah =1 E = Mungkin Diatasi
Rendah =2 F = Sesuai Program Pemerintah
Cukup =3 G = Tempat
Tinggi =4 H = Waktu
Sangat Tinggi =5 I = Dana
A = Risiko Terjadi J = Fasilitas
B = Risiko Parah K = Sumber Daya
C = Potensial Untuk Penkes L = Perawat
D = Minat Masyarakat

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Prioritas masalah keperawatan komunitas adalah:
1. Domain 1 : Promosi Kesehatan
Kelas 2 :Manajemen Kesehatan
(00099) Ketidak efektifan Pemeliharaan Kesehatan.
2. Domain 1 : Promosi Kesehatan
Kelas 2 : Manajemen Kesehatan
(00188) Perilaku Kesehatan Cenderung Berisiko.
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS PADA AGGREGATE LANSIA DENGAN RISIKO
DIABETES MELLITUS DI WILAYAH RW O1 KELURAHAN O

No DiagnosaKeperawatan NOC NIC


1. Domain 1 : Promosi Kesehatan Domain IV : Pengetahuan tentang Domain III : Perilaku
Kelas 2 :Manajemen Kesehatan kesehatan dan perilaku Kelas O: (4350) Manajemen perilaku
(00099) Ketidak efektifan Kelas S: (1805) Pengetahuan : 1. Komunikasi harapan bahwa pasien
Pemeliharaan Kesehatan. perilaku kesehatan dapat tetap mengontrol perilaku
1. Layanan peningkatan kesehatan 2. Batasi rutinitas
ditingkatkan ke 3 : pengetahuan 3. Tingkatkan aktivitas fisik dengan
sedang cara yang tepat
Kelas R : Bantuan Koping
Kelas S : (1823) pengetahuan : Konseling (5240)
promosi kesehatan 1. Bangun hubungan terapeutik yang
1. Perilaku yang meningkatkan didasarkan hubungan saling percaya
kesehatan ditingkatkan ke 3 : dan saling menghormati
pengetahuan sedang 2. Tunjukkan empati kehangatan dan
2. Pemeriksaan kesehatan yang ketulusan
direkomendasikan ditingkatkan ke 3. Tetapkan tujuan-tujuan
3 : pengetahuan sedang 4. Sediakan privasi dan berikan
jaminan kerahasiaan
Kelas Q : (1602) perilaku promosi 5. Sediakan informasi faktual yang
kesehatan tepat dan sesuai kebutuhan
1. Menggunakan perilaku yang Kelas S : Pendidikan Pasien
menghindari risiko ditingkatkan Pendidikan kesehatan (5510)
ke 2 : jarang menunjukkan 1. Targetkan pada kelompok beresiko
2. Mendapatkan skrinning kesehatan tinggi dan rentang usia yang akan
yang direkomendasikan mendapat manfaat besar dari
ditingkatkan ke 4 : sering pendidikan kesehatan
menunjukkan 2. Sasar kebutuhan yang teridentifikasi
3. Memperoleh pemeriksaan rutin dalam healthy people 2010 promosi
ditingkatkan ke 4 : sering kesehatan nasional dan tujuan
menunjukkan pencegahan penyakit.
3. Identifikasi faktor internal dan
kelas Q : (1634) perilaku skrinning eksternal yang dapat meningkatkan
kesehatan pribadi atau mengurangi motivasi untuk
1. Mengenali adanya risiko penyakit berperilaku sehat
ditingkatkan ke 4 : sering Domain IV : Keamanan
menunjukkan Kelas V : (6680) monitor tanda-tanda vital
2. Mendapatkan skrinning dini 1. Monitor tekanan darah. Nadi suhu
berdasarkan riwayat keluarga dan status pernapasan dengan tepat
seperti yang direkomendasikan 2. Monitor tekanan darah saat pasien
oleh professional kesehatan berbaring, duduk dan berdiri sebelum
ditingkatkan ke 4 : sering dan sesudah perubahan posisi
menunjukkan 3. Monitor tekanan darah setelah pasien
3. Mendapatkan skrinning minum obat jika memungkinkan
berdasarkan factor resiko personal 4. Monitor keberadaan dan kualitas
seperti yang direkomendasikan nadi
oleh professional kesehatan 5. Monitor irama dan tekanan jantung
ditingkatkan ke 4 : sering
menunjukkan Domain VII: Komunitas
4. Mendapatkan pelayanan Kelas C : peningkatan kesehatan komunitas
perawatan kesehatan setelah (6520) Skrining kesehatan V
adanya hasil skrinning yang tidak 1. tentukan populasi target untuk
normal ditingkatkan ke 4 : sering dilakukan pemeriksaan kesehatan
menunjukkan 2. iklankan layanan skrining kesehata
untuk meningkatkan kesadaran
Kelas R : (1701) kepercayaan masyarakat
mengenai kesehatan : merasakan 3. sediakan akses yang mudah bagi
kemampuan melakukan layanan skrining (misal waktu dan
1. Persepsi bahwa perilaku tempat.
kesehatan tidak terlalu rumit 4. Jadwalkan pertemuan untuk
ditingkatkan ke 3 : sedang meningkatkan efisiensi dan
2. Persepsi bahwa perilaku perawatan individual
kesehatan membutuhkan upaya 5. Gunakan instrumen skrining yang
yang masuk akal ditingkatkan ke terpercaya
3 : sedang 6. Lakukan pengkajian fisik yang
3. Persepsi kemungkinan melakukan sesuai
perilaku kesehatan sepanjang 7. Berikan informasi pemeriksaan diri
waktu ditingkatkan ke 3 : sedang yang tepat selama skrining
4. Kepercayaan terhadap 8. Berikan hasil skrining kepada pasien
kemampuan untuk melakukan 9. Berikan saran kepada pasien yang
perilaku kesehatan ditingkatkan memiliki hasil dengan temuan
ke 3 : perilaku sedang abnormal mengenai alternatif
pengobatan atau kebutuhan untuk
Domain V : kondisi kesehatan yang evaluasi lebih lanjut
dirasakan 10. Rujuk pasien pada penyedia
Kelas U : (2013) keseimbangan gaya perawatan kesehatan lainnya yang
hidup diperlukan.
1. Mengenali kebutuhan untuk
menyeimbangkan aktivitas-
aktivitas hidup ditingkatkan ke 4 :
sering dilakukan
2. Mencari informasi tentang
strategi untuk aktivitas hidup
yang seimbang ditingkatkan ke 4 :
sering dilakukan
3. Mengevaluasi area-area yang
dipersepsikan sebagai
ketidakseimbangan dalam gaya
hidup ditingkatkan ke 4 : sering
dilakukan
4. Ikut dalam aktivitas yang
meningkatkan pengembangan diri
ditingkatkan ke 4 : sering
dilakukan
RENCANA KERJA (Plan of Action/POA)
PADA AGGREGATE LANSIA DENGAN RISIKO DIABETES MELLITUS
DI WILAYAH RW 01 KELURAHAN O

Sumber Daya
Diagnosa
Kegiatan Tujuan Penanggung Alokasi Kelanjuta
Keperawatan Waktu Tempat
Jawab Dana n
Perilaku Kesehatan 1. Skrining Teridentifikasinya Kelompok 2 Jum’at, 28 Gedung Swadana
Cenderung Berisiko kesehatan. kondisi kesehatan lansia Februari Aula RW
dengan risiko diabetes 2020 01
mellitus. Kelurahan
O
2. Pendidikan Meningkatkan Kelompok 2 Jum’at, 28 Gedung Swadana
kesehatan: pengetahuan lansia Februari Aula RW
Pengenalan dan tentang risiko diabetes 2020 01
pencegahan mellitus. Kelurahan
diabetes mellitus. O
3. Penyuluhan diet Meningkatkan Kelompok 2 Jum’at, 28 Gedung Swadana
atau nutrisi pada pengetahuan lansia Februari Aula RW
lansia dengan terkait kebutuhan nutrisi 2020 01
risiko diabetes untuk mencegah diabetes Kelurahan
mellitus. mellitus. O
4. Penyuluhan senam Meningkatkan Kelompok 2 Jum’at, 28 Gedung Swadana
kaki diabetes pengetahuan lansia Februari Aula RW
mellitus. terkait kebutuhan 2020 01
aktivitas fisik untuk Kelurahan
mencegah diabetes O
mellitus.
5. Pelatihan atau Meningkatkan Kelompok 2 Jum’at, 28 Gedung Swadana
demonstrasi senam pengetahuan lansia Februari Aula RW
kaki diabetes dalam melakukan 2020 01
mellitus. aktivitas fisik atau Kelurahan
olahraga untuk risiko O
diabetes mellitus.