Anda di halaman 1dari 6

SAP (SATUAN ACARA PENYULUHAN)

Judul Penyuluhan : Informasi tentang diare


Hari/Tanggal : Kamis, 31 Oktober 2019
Sasaran : Keluarga Pasien
Tempat : Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Minggu
Penyuluh : Siti Wulandari (201915013)

A. Kompetensi
1. Kompetensi Umum
Setelah mengikuti penyuluhan, keluarga pasien dapat memahami tentang
diare yang dialami pada anak.
2. Kompetensi Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan, keluarga pasien di Rumah Sakit Umum
Daerah Pasar Minggu mampu:
a. Menjelaskan pengertian diare
b. Menjelaskan penyebab diare
c. Menyebutkan tanda dan gejala diare
d. Menyebutkan klasifikasi diare
e. Menyebutkan komplikasi diare
f. Menjelaskan pencegahan diare

B. Sub Pokok Bahasan


1. Pengertian diare
2. Penyebab diare
3. Tanda dan gejala diare
4. Klasifikasi diare
5. Komplikasi diare
6. Pencegahan diare
C. Metode Penyuluhan
1. Ceramah
2. Tanya jawab atau diskusi

D. Media Penyuluhan
Media penyuluhan yang digunakan, yaitu:
1. Lembar balik
2. Leaflet

E. Materi (terlampir)

F. Kegiatan Belajar Mengajar


No. Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta Media
1. 3 Pembukaan : 1. Menjawab
menit 1. Mengucapkan salam Salam
2. Menjelaskan atau membuat 2. Menyetujui
kontrak topik, waktu dan Kontrak
tempat penyuluhan. 3. Menyimak
3. Menjelaskan tujuan Penjelasan
penyuluhan 4. Menjawab
4. Menggali pengetahuan awal pertanyaan
responden tentang diare yang
pada anak dianjurkan
2. 15 Pelaksanaan:
menit 1. Menjelaskan pengertian 1. Menyimak 1. Lembar
diare penjelasan balik
2. Menyimak 2. Leaflet
2. Menjelaskan penyebab penjelasan
diare 3. Menyimak

3. Menyebutkan tanda dan 4. Menyimak


gejala diare 5. Menyimak
4. Menjelaskan klasifikasi diare 6. Menyimak
5. Menjelaskan komplikasi penjelasan
diare 7. Termotivasi
6. Menjelaskan pencegahan
diare 8. Bertanya

7. Memberikan reinforcment
positif
8. Memberikan kesempatan
peserta penyuluhan untuk
bertanya tentang materi
yang disampaikan
3. 2 Penutup:
menit 1. Mengevaluasi materi yang 1.Menjawab
telah disampaikan pertanyaan
2. Menyimpulkan materi yang 2.Memperhatikan
telah disampaikan penjelasan
3. Membuat kontrak yang 3.Menyimak dan
akan datang (topik, waktu menyetujui
dan tempat)
4. Mengucapkan salam 4.Menjawab
salam

G. Evaluasi
Setelah dilakukan penyuluhan tentang informasi mengenai diare keluarga
pasien di rumah sakit umum daerah pasar minggu mampu menjawab
pertanyaan sebagai berikut:
1. Apa saja penyebab diare?
2. Bagaimana cara pencegahan diare?
Lampiran Materi

1. Pengertian diare
Diare yaitu buang air besar berkali-kali (lebih dari 4 kali), bentuk feses
cair, dan disertai darah atau lendir. (Suratun dan Lusianah, 2010).
2. Penyebab diare
Menurut Suratun dan Lusianah,2010 Asuhan Keperawatan klien dengan
gangguan system Gastrointestinal Disebabkan oleh:
a. Infeksi oleh bakteri (salmonella spp, campylobacter jejuni,
stafilococcus aureus, bacillus cereus, clostridium perfringens dan
enterohemorrhagic escherichia coli (EHEC), virus (rota-virus,
adenovirus enteritis, virus norwalk), parasit (biardia lambia,
crytosporidium). Bakteri penyebab diare di Indonesia adalah shigella,
salmonela, campylobacter jejuni, escherchia coli, dan entamoeba
histolytica. Disentri berat umumnya disebabkan oleh shigella
dysentery, kadang-kadang dapat juga disebabkan oleh shigela flexneri,
salmonella dan enteroinvasive E.coli (EIEC). Infeksi oleh
mikroorganisme ini menyebabkan peningkatan sekresi cairan.
b. Diare juga dapat disebabkan oleh obat-obatan seperti repllacement
hormone tiroid, laksatif, antibiotik, asetaminophen, kemoterapi dan
antasida.
c. Pemberian makanan melalui NGT, gangguan motilitas usus seperti
diabetic enteropathy, scleroderma viseral, sindrom karsinoid,
vagotom.
d. Penyakit pada pasien seperti gangguan metabolic dan endokrin
(diabetes, addison, tirotoksikosis, Ca Tyroid sehingga terjadi
peningkatan pengelepasan calsitonin), gangguan nutrisi dan
malabsorpsi usus (colitis ulseratif, syndrom usus peka) paralitik
ileus dan obstruksi usus.

Beberapa faktor risiko terjadinya diare adalah Makanan atau minuman


terkontaminas bakteri, berpergian kenegara endemis dengan sanitasi
lingkungan dan kebersihan air yang buruk, penggunaan antibiotik yang
berkepanjangan, HIV positif atau AIDS.
3. Menurut Suratun dan Lusianah,2010 Asuhan Keperawatan klien dengan
gangguan system Gastrointestinal adapun manifestasinya :
a. Muntah-muntah dan atau suhu tubuh meningkat, nafsu makan
berkurang.
b. Sering buang air besar dengan konsistensi tinja cair, tenesmus,
hematochezia nyeri perut atau kram perut
c. Tanda-tanda dehidrasi muncul bila intake cairan lebih kecil dari pada
outputnya. Tanda-tanda tersebut adalah perasaan haus, berat badan
menurun mata cekung, lidah kering, tulang pipi menonjol, turgor kulit
menurun dan suara serak. Hal ini disebabkan deplesi air yang
hipertonik.
d. Frekuensi napas lebih cepat dan dalam (pernapasan kussmaul) terjadi
bila syok berlanjut dan terdapat asidosis. Bikarbonat dapat hilang
karena muntah dan diare sehingga dapat terjadi penurunan pH darah.
pH darah yang menurun ini merangsang pusat pernapasan agar bekerja
lebih cepat dengan meningkatkan pernapasan dengan tujuan
mengeluarkan asam karbonas sehingga pH kembali normal. Asidosis
metabolic yang tidak terkompensasi ditandai oleh base excess
negative, bikarbonat standard rendah dan PaCO2 normal. Tanda-tanda
dehidrasi berat dan sudah terjadi syok hipovolemik adalah tekanan
darah menurun atau tidak terukur, nadi cepat, gelisah, sianosis dan
ekstremitas dingin. Pada diare akut dapat terjadi hipokalemia akibat
kalium ikut terbuang bersama cairan feses sehingga beresiko terjadi
aritmia jantung.
e. Anuria karena penurunan perfusi ginjal dan menimbulkan nekrosis
tubulus ginjal akut dan bila teratasi, klien beresiko menderita gagal
ginjal akut.
4. Klasifikasi diare
a. Diare Akut : tiba-tiba muncul dan berlangsung < 14 hari
b. Diare Kronik : berlangsung > 14 hari
5. Komplikasi
Menurut Ardiansyah,2012 dalam buku Medikal Bedah untuk mahasiswa
adapun komplikasinya yaitu :
a. Kehilangan cairan dan kelainan elektrolit, memicu shock hipovolemik
dan hilangnya elektrolit, seperti hipokalemi (kalium <3 meq/L) dan
asidosis metabolic. Pada hipokalemia, waspadai tanda-tanda penirinan
tekanan darah
b. Tubular nekrosis akut dan gagal ginjal pada dehidrasi yang
berkepanjangan. Perhatikan pengeluaran urine yang kurang dari 30
ml/jam selama 2-3 jam berturut-turut
c. Anoreksia dan mengantuk
d. Arthritis pascainfeksi dapat terjadi beberapa minggu setelah diare,
karena campylobacter, shigella, salmonella atau yersinia spp
e. Disritmia jantung berupa takikardia atrium dan ventrikel, fibrilasi
ventrikel, dan kontraksi terutama karena hipokalemia
f. Renjatan hipovolemik
g. Kejang, malnutrisi dan hipoglikemia
6. Pencegahan diare
a. Hindari makanan dan minuman yang tidak bersih
b. Cuci tangan pakai sabun dan air bersih sebelum makan dan sesudah
buang air besar
c. Rebus air minum terlebih dahulu
d. Gunakan air bersih untuk memasak
e. Buang air besar dijamban