Anda di halaman 1dari 7

SAP (SATUAN ACARA PENYULUHAN)

Judul Penyuluhan : Managemen Demam Pada Anak di Rumah


Hari/Tanggal : Kamis, 31 Okober 2019
Sasaran : Ibu diruang Anak
Tempat : Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Minggu
Penyuluh :
1. Ana Budi Lestari (201915001)
2. Davidson (201915003)
3. Ertanti Rizky Nur (201915006)
4. Qorri Febriyana (201915010)
5. Salas Aji Okthafa (201915012)

A. Kompetensi
1. Kompetensi Umum
Setelah mengikuti penyuluhan, ibu dapat mengetahui bagaimana
cara perawatan demam pada anak di rumah.
2. Kompetensi Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan, keluarga pasien di Rumah Sakit Umum
Daerah Pasar Minggu mampu:
a. Mengetahui pengertian demam
b. Memahami penyebab demam
c. Mengetahui tanda dan gejala demam
d. Memahami dampak yang dialami jika anak demam
e. Mengetahui pengertian management demam
f. Mengetahui bagaimana penanganan demam pada anak di rumah

B. Metode Penyuluhan
1. Ceramah
2. Tanya jawab atau diskusi
C. Media Penyuluhan
Media penyuluhan yang digunakan, yaitu:
1. Lembar balik
2. Leaflet
D. Materi (terlampir)

E. Kegiatan Belajar Mengajar


No. Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta Media
1. 5 Pembukaan : 1. Menjawab
menit 1. Mengucapkan salam Salam
2. Menjelaskan atau membuat 2. Menyetujui
kontrak topik, waktu dan Kontrak
tempat penyuluhan. 3. Menyimak
3. Menjelaskan tujuan Penjelasan
penyuluhan 4. Menjawab
4. Menggali pengetahuan awal pertanyaan
responden tentang demam yang
dianjurkan
2. 10 Pelaksanaan: 1. Menyimak 1. Lembar
menit 1. Mengetahui pengertian penjelasan balik
demam 2. Menyimak 2. Leaflet
2. Memahami penyebab penjelasan
demam 3. Memperhatika
3. Mengetahui tanda dan n
gejala demam 4. Memperhatika
4. Memahami dampak yang n
dialami jika anak demam 5. Memperhatika
5. Mengetahui pengertian n
management demam 6. Bertanya
6. Mengetahui bagaimana 7. Termotivasi
perawatan demam pada
anak di rumah
7. Memberikan kesempatan
kepada ibu untuk bertanya
8. Memberikan
reinforcement positif
3. 5 Penutup: 1. Menjawab
menit 1. Mengevaluasi materi yang pertanyaan
telah disampaikan 2. Memperhatika
2. Menyimpulkan materi yang n penjelasan
telah disampaikan 3. Menyimak dan
3. Membuat kontrak yang menyetujui
akan datang (topik, waktu 4. Menjawab
dan tempat) salam
4. Mengucapkan salam

F. Evaluasi
Setelah dilakukan penyuluhan tentang management demam kepada ibu di
Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Minggu, ibu mampu menjawab pertanyaan
sebagai berikut:
1. Apa saja tanda dan gejala demam?
2. Apa saja dampak dari demam?
3. Bagamana cara penanganan anak dirumah jika demam?
Lampiran Materi

A. Pengertian
Demam didefinisikan sebagai peningkatan suhu diatas 37,50C (NICE,
2013). Batasan nilai demam dengan pengukuran di sebagian tubuh yaitu :
suhu aksila/ketiak: diatas 37,20C, suhu oral/mulut diatas 37,80C, suhu
rektal/ anus diatas 38,00C, suhu dahi diatas 38,00C, suhu di membran
telinga diatas 38,00C. Sedangkam dikatakan demam tinggi apabila suhu
tubuh diatas 39,50C ( Bahren, et al., 2014).
B. Penyebab demam
Demam dapat disebabkan oleh faktor infeksi ataupun faktor non infeksi.
Demam akibat infeksi bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur,
ataupun parasit. Infeksi bakteri yang pada umumnya menimbulkan demam
pada anak-anak antara lain pneumonia, bronkitis, osteomyelitis,
appendisitis, tuberculosis, bakteremia, sepsis, bakterial gastroenteritis,
meningitis, ensefalitis, selulitis, otitis media, infeksi saluran kemih, dan
lain-lain (Graneto, 2010). Infeksi virus yang pada umumnya menimbulkan
demam antara lain viral pneumonia, influenza, demam berdarah dengue,
demam chikungunya, dan virus-virus umum seperti H1N1 (Davis, 2011).
Infeksi jamur yang pada umumnya menimbulkan demam antara lain
coccidioides imitis, criptococcosis, dan lain-lain (Davis, 2011). Infeksi
parasit yang pada umumnya menimbulkan demam antara lain malaria,
toksoplasmosis, dan helmintiasis (Jenson & Baltimore, 2007).
Demam akibat faktor non infeksi dapat disebabkan oleh beberapa hal
antara lain faktor lingkungan (suhu lingkungan yang eksternal yang terlalu
tinggi, keadaan tumbuh gigi, dll), penyakit autoimun (arthritis, systemic
lupus erythematosus, vaskulitis, dll), keganasan (Penyakit Hodgkin,
Limfoma nonhodgkin, leukemia, dll), dan pemakaian obat-obatan
(antibiotik, difenilhidantoin, dan antihistamin) (Kaneshiro & Zieve, 2010).
Selain itu anak-anak juga dapat mengalami demam sebagai akibat efek
samping dari pemberian imunisasi selama ±1-10 hari (Graneto, 2010). Hal
lain yang juga berperan sebagai faktor non infeksi penyebab demam
adalah gangguan sistem saraf pusat seperti perdarahan otak, status
epileptikus, koma, cedera hipotalamus, atau gangguan lainnya (Nelwan,
2009).
C. Tanda dan Gejala Demam
Tanda dan gejala demam menurut Purwoko (2005) yaitu :
a. Suhu tubuh meninggi >380C.
b. Wajah sangat pucat, perasaan kedinginan dan kulit merinding
c. Menggigil dengan gigi gemeletuk
d. Kulit panas, merah
e. Rasa sakit diseluruh tubuh
f. Berkeringat
g. Sakit kepala
D. Dampak timbulnya demam
Akibat demam menurut Purwoko (2005) yaitu : 1) Dehidrasi Dehidrasi
adalah kekurangan cairan atau dehidrasi terjadi jika cairan yang
dikeluarkan tubuh melebihi cairan yang masuk. 2) Kejang Demam Kejang
demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh
(suhu rektal >380C ) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranial.
Demam yang dialami oleh anak-anak berbeda penanganannya dengan
orang dewasa. Hal ini dikarenakan apabila tindakan dalam mengatasi
demam tidak tepat dan lambat maka akan mengakibatkan anak terganggu.
Demam dapat membahayakan keselamatan anak jika tidak ditangani
dengan cepat dan tepat akan menimbulkan komplikasi yang cukup serius
diantaranya yaitu hipertermi, kejang dan penurunan kesadaran (Maharani,
2011).
E. Pengertian management demam
Managemen demam merupakan salah satu upaya managemen penyakit
pada anak yang mengalami demam. Managemen demam scara self
management merupakan penanganan demam yang dilakukan sendiri tanpa
menggunakan bantuan medis. Penanganan ini dapat berupa terapi terapi
fisik, terapi obat maupun terapi kombinasi keduanya (NICE, 2013).
Sedangkan managemen demam secara non-self management merupakan
penanganan demam yang menggunakan bantuan medis. Penanganan ini
berkaitan dengan oermanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan baik
puskesmas maupun rumah sakit (Bertile, 2015).
F. Cara perawatan demam dirumah
Demam merupakan mekanisme pertahanan diri atau reaksi fisiologis
terhadap perubahan titik patokan di hipotalamus. Penatalaksanaan demam
bertujuan untuk merendahkan suhu tubuh yang terlalu tinggi bukan untuk
menghilangkan demam. Penatalaksanaan demam dapat dibagi menjadi dua
garis besar yaitu: nonfarmakologi dan farmakologi. Akan tetapi,
diperlukan penanganan demam secara langsung oleh dokter apabila
penderita dengan umur <3 bulan dengan suhu rectal >38°C, penderita
dengan umur 3-12 bulan dengan suhu >39°C, penderita dengan suhu
>40,5°C, dan demam dengan suhu yang tidak turun dalam 48-72 jam
(Kaneshiro & Zieve, 2010).
Beberapa terapi non-farmakologis yang dapat dilakukan dirumah yaitu:
1. Pemberian cairan dalam jumlah banyak untuk mencegah dehidrasi dan
beristirahat yang cukup.
2. Tidak memberikan penderita pakaian panas yang berlebihan pada saat
menggigil. Kita lepaskan pakaian dan selimut yang terlalu berlebihan.
Memakai satu lapis pakaian dan satu lapis selimut sudah dapat
memberikan rasa nyaman kepada penderita, kemudian klien di
tempatkan di lingkungan yang bersuhu normal.
3. Memberikan kompres hangat pada penderita. Pemberian kompres
hangat efektif terutama setelah pemberian obat. Jangan berikan
kompres dingin karena akan menyebabkan keadaan menggigil dan
meningkatkan kembali suhu inti (Kaneshiro & Zieve, 2010).
4. Tindakan lainnya yaitu tepid sponge, yaitu tindakan untuk
meningkatkan kontrol kehilangan panas tubuh melalui evaporasi dan
konduksi, yang biasanya dilakukan pada klien dengan demam tinggi.
Tujuannya untuk menurunkan suhu tubuh pada klien yang demam
tinggi (Hidayati, 2014).
DAFTAR PUSTAKA
Maharani, lindya. (2011). Perbandingan efektifitas pemberian kompreshangan
dan tepid sponge terhadap penurunan suhu tubuh balita yang mengalami
demam di puskesmas rawat inap karya wanita rumbai pesisir. Skripsi.
Universitas Riau
Hidayati, R., dkk. (2014). Praktik labolatorium keperawatan jilid 1. Jakarta :
Erlangga
Kaneshiro, N.K., & Zieve, D. (2010). Fever. Universitas Of Washington. Diakses
di http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/artichel/000980.htm. pada
tanggal 28 Oktober 2019
Purwoko, S. (2005). Pertolongan pertama pada anak. Jakarta : PT Gramedia
Pustaka Utama
NICE. (2013a). Fever in under 5s: assesment and initial management. National
institute for health and care excelence. Retrived from
nice.org.uk/guidance/cg160
Bertille, N., Pons, G., Khisgnood, B., Elisabeth, F., & Chalumeau, M. (2015).
Symptomatic Management of Fever in Children : A National Survey of
Healthcare Professionals’ Practices in France. PLOS.org. Retrieved from
https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0143230