Anda di halaman 1dari 7

SAP ( SATUAN ACARA PENYULUHAN)

Cara Penanganan penyakit Covid-19 (Corona Virus Disease)

Disusun oleh:
MARIO ARI PRAMUDYA
NIM : 1932000044

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS KESEHATAN-UNIVERSITAS NURUL JADID
PAITON PROBOLINGGO
2019-2020
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
Cara Penanganan penyakit Covid-19 (Corona Virus Disease)

Penyuluh                     : Mario Ari Pramudya


Topic                           : Penyakit Covid-19 (Corona Virus Disease)
Pokok bahasan            : Cara Penanganan penyakit Covid-19 (Corona Virus
Disease)
Sasar                            : Masyarakat
Tempat                        : Puskesmas Pakem
Hari / Tanggal             : Sabtu, 11 April 2020
Waktu                         : 40 menit
Media                          : Leaflet
Metode                        : Ceramah, Leaflet.

       I.      Tujuan Umum
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan  masyarakat dapat memahami
dan mengerti tentang Covid-19 (Corona Virus Disease) dan cara penanganan
penyakit Covid-19 (Corona Virus Disease)

II.       Tujuan Kusus.
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan Jemaah haji dapat memahami tentang:
1. Pengertian penyakit Covid-19 (Corona Virus Disease)
2. Gejala dan Penularan Covid-19 (Corona Virus Disease)
3. Penanganan dan Pencegahan Covid-19 (Corona Virus Disease)
4. Komplikasi Covid-19 (Corona Virus Disease)

Kegiatan penyuluhan

Tahap Kegiatan Kegiatan perawat Kegiatan Media


masyarakat
1.      Pembukaan ·     Memberi salam ·   Menjawab Diskusi
Waktu ·     Menjelaskan tujuan salam Ceramah
5 menit pembelajaran ·   Mendengarkan
·     Mengali sejauh mana dan
pengetahuan klien memperhatikan
·   Menjawab
pertanyaan
perawat
2.     materi Menjelaskan materi Menyimak
waktu penyuluhan secara ,mendengarkan, Ceramah,
20 menit berurutan dan teratur berperan aktif Diskusi,
Materi : (mengajukan
1. Pengertian penyakit pertanyaan bila
Covid-19 (Corona Virus belum jelas)
Disease)
2. Gejala dan Penularan
Covid-19 (Corona Virus
Disease)
3. Penanganan dan
Pencegahan Covid-19
(Corona Virus Disease)
4. Komplikasi Covid-19
(Corona Virus Disease)

3.     penutup Evaluasi : 1.   Menjawab Tanya


waktu Meminta kepada ibu-ibu pertanyaan jawab
15 menit untuk menjelaskan,2.   Melakukan Diskusi
menyebutkan atau intruksi perawat
mempraktekkan kembali3.   Berperan aktiv
mengenai: jika ada yang
1. Pengertian penyakit belum jelas
Covid-19 (Corona Virus4.   Menjawab
Disease) salam penutup
2. Gejala dan Penularan
Covid-19 (Corona Virus
Disease)
3. Penanganan dan
Pencegahan Covid-19
(Corona Virus Disease)
4. Komplikasi Covid-19
(Corona Virus Disease)
Penutup :
  Mengucapkan terima kasih
dan mengucapkan salam

MATERI PENYULUHAN
1.    PENGERTIAN
Coronavirus atau virus corona merupakan virus yang dapat menyebabkan
gejala penyakit mulai dari ringan sampai berat.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Coronavirus menyerang sistem
pernapasan. Dampak dari infeksi virus ini ada yang bersifat ringan hingga berat
sekalipun hingga menyebabkan kematian pada penderitanya.
Berikut ini adalah 3 (tiga) jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus
Corona untuk Anda waspadai.
1. Middle East Respiratory Syndrome (MERS)
Penyakit akibat infeksi Coronavirus yang pertama adalah Middle east
respiratory syndrome atau disingkat MERS.
Penyakit yang pertama kali muncul di negara Arab Saudi dan sejumlah
negara Timur Tengah lainnya (itu sebabnya penyakit ini dinamai MERS) pada
tahun 2012 tersebut—sebagaimana dilansir dari WebMD—telah menyebabkan
858 orang meninggal dunia.
Jumlah korban tewas MERS tersebut termasuk dari negara-negara lainnya di
luar Saudi Arabia dan sekitarnya, termasuk Amerika Serikat.
2. Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)
Jauh sebelum wabah MERS muncul, tepatnya di tahun 2003, ada juga
penyakit berbahaya lainnya yang disebabkan oleh infeksi Coronavirus.
Adalah SARS, atau Severe Acute Respiratory Syndrome. Sama seperti
MERS, penyakit ini telah memakan banyak korban jiwa, tepatnya 774 orang dari
berbagai negara di Asia, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Eropa. Wabah
penyakit SARS baru dinyatakan berakhir pada tahun 2015, berdasarkan tidak
adanya laporan kasus yang diterima.
3. Wuhan Coronavirus
Sesuai dengan namanya, wabah virus Corona yang satu ini berasal dari kota
Wuhan di Provinsi Hubei, China.
Badan Kesehatan Dunia WHO selanjutnya memberi nama virus ini novel
Coronavirus (2019-nCoV). Tercatat sudah banyak orang meninggal dunia akibat
infeksi Wuhan Coronavirus. Wabah penyakit tersebut diperkirakan masih terus
berlanjut seiring temuan-temuan kasus baru yang bahkan sudah sampai ke negara-
negara lain.
Kendati demikian, mengutip dari Sky News, WHO sendiri sampai saat ini
belum memberikan status penyakit global (pandemik) pada wabah tersebut.

2.    GEJALA DAN PENULARAN


Penyakit mematikan yang satu ini disebabkan oleh virus Corona.
Penyebaran COVID-19 pertama sekali dilaporkan di Kota Wuhan, Provinsi
Hubei, Tiongkok pada 31 Desember 2019 sebagai kasus pneumonia yang tidak
diketahui penyebabnya. Kemudian, pada 7 Januari 2020, Tiongkok menetapkan
penyakit pneumonia tersebut sebagai coronavirus jenis baru dengan nama
COVID-19.
Penyebaran virus ini sangat cepat dan sudah banyak negara yang
mengkonfirmasi warganya terinfeksi COVID-19 termasuk Indonesia, yang telah
diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020 bahwa sudah dua
orang warga Indonesia yang terinfeksi COVID-19.
Gejala yang timbul akibat infeksi COVID-19 ini mulai dari ringan, sedang
atau berat. Pada umumnya penderita mengalami demam (suhu >38°C), batuk,
pilek, kesulitan bernafas, sesak berat, lemas, nyeri otot, dan nyeri tenggorokan.
Gejala tersebut umumnya muncul pada penyakit flu pada umumnya. Namun, pada
flu biasa akan sembuh sendiri dalam beberapa hari.
Penyakit COVID-19 dapat menular antar manusia secara terbatas, dan tidak
terdapat transmisi penularan antar manusia yang berkelanjutan. Kemungkinan
penularannya dapat melalui kontak langsung melalui percikan dahak (droplet)
pada saat pasien batu atau bersin, maupun secara tidak langsung melalui kontak
dengan benda yang terkontaminasi virus Corona.
COVID-19 lebih mudah menginfeksi orang yang mempunyai kekebalan
tubuh rendah, misalnya lanjut usia, anak-anak kecil, orang yang sedang dalam
perjalanan.
Virus ini dapat menular antar manusia secara terbatas, dan tidak terdapat
transmisi penularan antar manusia yang berkelanjutan.
Kemungkinan penularannya dapat melalui :
1.      Langsung : melalui percikan dahak (droplet) pada saat pasien batu atau
bersin.
2.      Tidak Langsung : melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi virus.
Sampai saat ini, masih terus dilakukan investigasi mengenai pola penularan
COVID-19, karena telah ditemukan adanya penularan dari manusia ke manusia
yang saling kontak dekat dengan penderita.

3.    PENGOBATAN DAN PENCEGAHAN


Saat ini belum ada vaksin untuk mencegah infeksi COVID-19. Tetapi, kita
dapat melakukan beberapa upaya untuk pencegahan penularan dalam kehidupan
sehari-hari. Upaya-upaya tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, sedikitnya selama 20 detik.
Selain dengan sabun dan air, dapat juga menggunakan hand sanitizer berbasis
alkohol yang setidaknya mengandung alcohol 60 %
2. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang belum
dicuci.
3. Sebisa mungkin hindari kontak dengan orang yang sedang sakit.
4. Gunakan masker medis saat sedang sakit.
5. Tetaplah tinggal di rumah saat sedang sakit atau segera ke fasilitas kesehatan.
6. Tutuplah mulut dan hidung Anda saat batuk atau bersin dengan tissue.
Kemudian, buang tissue pada tempat yang telah ditentukan.
7. Bersihkan dan lakukan disinfeksi secara rutin permukaan dan benda yang
sering disentuh.
Selain itu, belum ditemukan juga metode pengobatan yang secara spesifik
bisa menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh COVID-19. Perawatan medis
hanya bersifat suportif untuk meringankan gejala. Tes laboratorium Polymerase
Chain Reaction (PCR) untuk COVID-19 tersedia di Kementerian Kesehatan dan
beberapa laboratorium internasional, namun tes tersebut bukan tes rutin.
Pencegahan dengan PHBS (pola hidup bersih dan sehat), menghindari
kontak erat dengan penderita,menggunakan masker,menjaga kebersihan tangan
dengan sering mencuci tangan dengan sabun dan menerapkan etika batuk ketika
sakit.
Melindungi diri dan orang yang mengalami penyakit yang menyerupai
influenza juga sangat penting. Caranya :
 Jika Anda merasakan gejala-gejala penyakit seperti influenza, disarankan
untuk tidak keluar rumah.
 Selalu cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir.
 Setiap kali batuk dan bersin tutup mulut dan hidung.
 Selalu pakai masker saat terkena flu atau berdekatan dengan orang yang
terkena flu.
Ketika Anda mengalami gejala demam, batuk dan sulit saat bernapas,
segera konsultasikan ke dokter. Apalagi jika Anda sudah mengalami gejala ini
dalam waktu 14 hari.

4. KOMPLIKASI
Virus ini jika tidak segera ditangani dapat menimbulkan komplikasi serius
berupa:
1. Infeksi paru-paru (pneumonia)
2. Kematian