Anda di halaman 1dari 26

PETUNJUK PRAKTIKUM

AVERTEBRATA AKUATIK (PRK616103)

Oleh :
ESTI HARPENI, S.T., MAppSc.

www.trockenaquaristik.de

PROGRAM STUDI SUMBERDAYA AKUATIK


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat


dan karunia-Nya kepada penyusun sehingga Petunjuk Praktikum
Avertebrata Air ini dapat terselesaikan.
Petunjuk Praktikum Avertebrata Air ini merupakan revisi dari
Petunjuk Praktikum Avertebrata Air yang disusun penulis pada tahun
2007 untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dan dosen terhadap buku
acuan praktikum Avertebrata Air pada Program Studi Budidaya Perairan.
Penekanan materi pada Petunjuk Praktikum Avertebrata Air versi 2010
ini bukan lagi pada metode dasar pengenalan taksonomi baik secara
morfologi maupun anatomi berbagai jenis avertebrata air, namun
berbagai detil biologi yang mendukung pemahaman akan arti penting
keanakaragaman avertebrata air yang luar biasa.
Petunjuk Praktikum Avertebrata Air ini akan terus mengalami
perbaikan sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu. Kesempurnaan
hanyalah milik Allah SWT, untuk itu penyusun masih sangat
membutuhkan masukan, kritik dan saran yang membangun guna
peningkatan kualitas petunjuk ini di masa yang akan dating. Semoga
karya kecil ini dapat bermanfaat bagi para pembaca umumnya dan
mahasiswa PS Budidaya Perairan khususnya.

Bandar Lampung, September


2011
Penyusun

Esti Harpeni

i
TATA TERTIB PRAKTIKUM

1. Mahasiswa peserta praktikum (praktikan) harus sudah datang di


tempat praktikum paling lambat 10 menit sebelum waktu
praktikum dimulai.
2. Selama menjalankan praktikum, praktikan wajib mengenakan jas
praktikum berwarna putih, berpakaian rapi dan tidak boleh
memakai sandal.
3. Dilarang makan minum atau merokok di dalam ruang praktikum.
4. Praktikan wajib mengikuti seluruh acara praktikum.
5. Praktikan yang merusak/menghilangkan bahan/alat praktikum
wajib mengganti bahan/alat tersebut
6. Setiap selesai praktikum, praktikan wajib membersihkan bahan-
bahan dan alat-alat praktikum yang digunakan dan merapikan
kembali ruang praktikum.
7. Praktikan yang tidak dapat mengikuti sebagian acaa praktikum
karena suatu alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, disertai
pemberitahuan resmi, dapat mengikuti acara praktikum susulan
pada waktu yang lain dengan menyediakan sediaan sendiri atau
mengganti biaya sediaan yang ada di laboratorium.
8. Praktikan yang tidak mengikuti acara praktikum dua kali baik
berturut-turut ataupun tidak, dinyatakan gagal praktikum.
9. Praktikan harus membuat laporan resmi acara praktikum minggu
sebelumnya dan dikumpulkan pada waktu acara praktikum
selanjutnya.
10. Praktikan yang tidak mengumpulkan laporan praktikum, tidak
diperkenankan mengikuti pre test dan acara praktikum selanjutnya.
11. Pada akhir rangkaian acara praktikum akan diselenggarakan ujian
praktikum. Praktikan yang belum menyelesaikan seluruh kewajiban
praktikumnya, tidak diperkenankan mengikuti ujian praktikum.
12. Hal-hal yang belum tercantum dalam tata tertib ini akan ditentukan
kemudian.

ii
KETENTUAN PRAKTIKUM AVERTEBRATA AIR

1. Ikuti instruksi seperti yang tertera pada petunjuk praktikum.


Secara garis besar, tugas Anda adalah menjawab pertanyaan-
pertanyaan pada nomor-nomor yang dicetak tebal dengan benar
dan detil.
2. Ketika Anda diminta untuk membuat gambar tentang suatu
spesimen, buatlah gambar ilustrasi yang baik beserta keterangan
lengkapnya pada kertas gambar. Pastikan Anda menggambar
kedua bagian permukaannya (oral dan aboral). Hal-hal yang wajib
tercantum pada kertas gambar ilustrasi:
a. Judul gambar
b. Gambar ilustrasi
c. Keterangan gambar
d. Klasifikasi (meliputi filum, kelas, ordo, family, genus,
spesies)
e. Ukuran skala (lihat cara penghitungan ukuran skala di
lampiran)
f. Keterangan tambahan dari materi kuliah, pustaka, materi
paraktikum dan lain-lain
g. Tanggal di sudut kanan bawah kertas gambar
3. Esai dibuat dengan detil, kurang lebih dalam 1 halaman. Outline
dapat dilihat di halaman lampiran.
4. Gunakan pustaka yang direkomendasikan dan sumber-sumber
terpercaya lainnya untuk memperkaya jawaban tiap pertanyaan
yang diajukan. Jangan lupa cantumkan sitasinya di lembar
jawaban.
5. Cantumkan daftar pustaka di akhir lembar jawaban.

iii
DAFTAR ISI

Halaman
Kata Pengantar ………………………………………………………. i
Tata Tertib Praktikum………………………………………………… ii
Ketentuan Praktikum Avertebrata Air………………………………. ….
iii
Daftar Isi ………………………………………………………………. iv
Acara I Protozoa…….…………………………………………………. 1
Acara II Filum Porifera dan Cnidaria ………………………………… 3
Acara III Parasit dan Parasitisme……………………………………… 5
Acara IV Filum Annelida………………………………………………. 7
Acara V Filum Rotifera……………………………………………….. 9
Acara VI Filum Mollusca……………………………………………… 10
Acara VII Filum Arthropoda Subfilum Crustacea…………………….
12
Acara VIII Filum Echinodermata………………………………………… 13
Daftar Pustaka……………………………………………………………. 14
Lampiran…………………………………………………………………. 15

iv
ACARA I
PROTOZOA

Protozoa merupakan hewan bersel satu tipe eukariotik yang mempunyai


beragam tipe simetri tubuh dan mempunyai kisaran luas dalam hal
kerumitan struktur tubuhnya mulai yang paling sederhana sampai yang
kompleks. Hewan ini hidup di air tawar maupun laut. Cara memperoleh
makanannya ada yang komensal, mutualistik dan parasitik. Protozoa
umumnya hidup soliter namun ada juga yang berkoloni. Pergerakannya
ada yang bebas dan ada pula yang sesil. Klasifikasi Protozoa pada
umumnya ditetapkan berdasarkan organel penggerak yaitu flagel, cilia
dan pseudopodia. Reproduksi aseksual terjadi melalui pembelahan biner
(binary fission), pembelahan ganda (multiple fission) atau pertunasan
(budding). Reproduksi seksual dapat terjadi dengan pembentukan
spora.

Bahan dan Alat Kultur Protozoa :


1. Bak ukuran 20 l
2. Irisan jerami
3. Kotoran ayam 500 g
4. Pipet hisap
5. Botol sampel

Cara kultur :
 Siapkan bak berisi 10 l air lalu beri irisan jerami dan kotoran ayam
 Biarkan biakan selama kurang lebih seminggu

1. Ambil sampel air yang telah disediakan lalu amati sediaan di bawah
mikroskop. Gambar dan berilah keterangan pada kertas gambar !
2. Protozoa digolongkan dalam kelompok Protista. Mengapa demikian ?
3. Kelompok protozoa memiliki fungsi ekologis yang beragam.
Dapatkah Anda menjelaskan fungsi-fungsi tersebut ?
4. Hewan terkecil dan terbesar di bumi ternyata hidupnya di air. Apa
alasannya ?
1
5. Banyak hewan avertebrata berukuran kecil. Beberapa kelompok
mampu memperbesar ukuran tubuhnya dengan cara mereplikasi
segmen-segmen tubuhnya. Selain itu, hewan kecil dapat
memperbesar ukurannya dengan membentuk koloni sehingga
masing-masing individu dapat saling bekerja sama. Buatlah esai
yang membandingkan kedua cara memperbesar ukuran tubuh
tersebut ! Berilah contoh filum yang melakukannya dan cantumkan
setiap sumber pustaka (referensi) yang menjadi acuan Anda menulis
esai ini !

2
ACARA II
FILUM PORIFERA DAN CNIDARIA

Porifera atau hewan spons berbentuk seperti vas, pipih, membulat


atau bercabang-cabang tidak beraturan. Tubuhnya simetri radial atau
asimetri dengan warna tubuh bervariasi. Tidak mempunyai organ, alat
gerak atau anggota tubuh. Permukaan tubuhnya berlubang-lubang
dengan banyak porus dan ruang. Tubuhnya diploblastik (terdiri dari dua
lapisan sel, sel yang melapisi bagian luar disebut ephitelium dermal
atau pinacocyst, beberapa atau seluruh anggota badan dibatasi
choanocyst, dan bagian internal diperkuat oleh kerangka spikula
berkapur, spikula bersilika, serabut-serabut spons atau kombinasinya.
Hidup sesil di laut, hanya satu famili yang hidup di air tawar. Tiga
lapisan kanal Porifera adalah :
 Asconoid, merupakan tipe paling sederhana, dinding tubuh tipis
berlubang-lubang oleh ostia lurus dan pendek yang berhubungan
dengan rongga tubuh dan dibatasi oleh choanocyte.
 Syconoid, memiliki dua macam kanal, namun hanya kanal radial
yang dibatasi oleh choanocyte.
 Leuconoid, kanal radial bercabang-cabang dan ruang-ruang yang
sempit dibatasi oleh choanocyte.

Sediaan :
Euspongia sp.

Cnidaria merupakan filum dengan kekhasan sel penyengatnya. Bentuk


dasar tubuhnya adalah simetri radial pada sumbu oral – aboral, tidak
memiliki kepala atau segmentasi. Tubuh terdiri dari dua lapisan sel yaitu
epidermis (ectoderm) dan gastrodermis (endoderm) dengan beberapa
mesoglea di antara keduanya dan nematocyst pada salah satu atau
kedua lapisan. Skeletonnya berkapur, berzat tanduk atau tidak ada.
Serabut ototnya terdapat di epithelia. Mulut dikelilingi oleh tentakel
lembut dan berhubungan dengan rongga pencernaan yang dapat
bercabang atau terpisah oleh septa tanpa anus. Tidak memiliki darah,
3
organ respirasi maupun organ ekskresi. Dalam dinding tubuh terdapat
jaringan difusi sel-sel saraf tidak beraturan, tanpa system saraf pusat,
beberapa memiliki bintik mata (statocyst). Reproduksi umumnya
dengan metagenesis, dengan tunas aseksual pada bentuk polip,
monoecious atau dioecious, beberapa gonad sederhana tapi tanpa
saluran reproduksi. Pembelahan holoblastic, larva planula bersilia, mulut
terbentuk dari blastopore. Filum ini terbagi dalam 3 kelas :
 Hydrozoa
 Schypozoa
 Anthozoa

Sediaan :
Obelia sp.
Montipora digitata

1. Dengan bantuan buku teks, buatlah tabel yang membandingkan


porifera dan cnidaria dalam hal-hal berikut :
a. kerumitan jaringan
b. variasi tipe-tipe sel
c. bentuk rongga dalam
d. mekanisme pencernaan
e. elemen-elemen otot
f. elemen-elemen syaraf
g. gonad
h. bentuk simetri tubuh
2. Gambarkan skema koloni polip-polip Obelia ! Adakah pembagian
tugas di dalamnya ? Jelaskan !
3. Gambarkan bagian slide M. digitata, beri label lapisan-lapisan sel,
letak mesenteri filamen, nematocysts, sperma dan sel telur, serta
zooxhanthellae-nya? Dapatkah Anda menceritakan sejarah
kehidupan spesies ini berdasarkan fitur-fitur yang ada pada gambar
slide tersebut ?

4
4. Tuliskan berbagai variasi bentuk skeleton pada subkelas Octocorallia
(ordo Gorgonacea, Helioporacea, Pennatulacea, Alcyonacea,
Stolonifera) !

ACARA III
PARASIT DAN PARASITISME

Platyhelminthes berasal dari Bahasa Yunani : platy artinya pipih dan


helminth artinya cacing. Anggota filum ini berbentuk pipih dorsoventral,
simetri bilateral, saluran pencernaan bercabang-cabang tidak lengkap
(tidak memiliki anus) atau tidak memiliki saluran pencernaan. Susunan
saraf tangga tali yang terdiri dari sepasang ganglion depan atau saraf
melingkar dan 1-3 pasang berkas saraf memanjang. Kebanyakan
bersifat hermaprodit. Filum Platyhelminthes dapat dibedakan menjadi 3
kelas, yaitu : Turbellaria, Trematoda dan Cestoidea.
Nematoda memiliki tubuh memanjang, silindris, tidak bersegmen, tidak
bersilia, dilapisi kutikula. Dinding tubuhnya hanya mempunyai otot
membujur. Sistem ekskreinya berupa kelenjar. Sebagian besar bersifat
multiselular dan tersebar luas. Nematoda yang hidup bebas ditemukan
di lautan dan air tawar. Banyak spesies yang bersifat parasitik.
Nematoda nonparasitik umumnya hewan bentik dan hidup sebagai
organisme bentik di wilayah interstitial.
Parasit bersifat selalu tergantung pada organisme lain, namun bukan
berarti mudah hidup sebagai parasit. Untuk mempertahankan hidupnya,
parasit harus mampu untuk :
 memproduksi telur dalam jumlah yang cukup untuk menghadapi
kematian yang sering terjadi akibat harus berpindah dari inang yang
satu ke inang yang lain.
 terus menempel pada inangnya
 menghindar dari proses pencernaan si inang
 menghindar dari serangan sistem imun si inang

5
1. Jelaskan perbedaan Platyhelminthes dan Nematoda ?
2. Walaupun sebagian besar tidak bersifat parasit, beberapa anggota
kelompok Turbelaria memiliki kemampuan “pre-adaptasi”
memproduksi telur yang tahan terhadap proses pencernaan seperti
lazimnya cara dari parasit mempertahankan diri. Apa yang
menyebabkan hewan tersebut memiliki kemampuan ini ?
3. Selain 4 tantangan yang sudah disebutkan di atas, apalagi yang
harus dihadapi hewan parasit untuk bertahan hidup ? Lalu apa pula
kemudahan-kemudahan yang didapat bila hidup sebagai parasit ?
4. Gambarkan dan jelaskan satu siklus hidup salah satu anggota
kelompok Platyhelmintes atau Nematoda sebagai parasit !
5. Setujukah Anda bila hewan parasit dikatakan memiliki struktur tubuh
lebih sederhana daripada hewan yang hidup bebas ?

6
ACARA IV
FILUM ANNELIDA

Annelida dikenal sebagai cacing gelang yang berasal dari Bahasa Latin,
annul/annelus = cincin, gelang; Yunani eidos = bentuk. Tubuh anggota
filum ini bersegmen dengan cirri utamanya metamerisme (pembagian
rongga tubuh, system persyarafan, peredaran darah dan system
ekskresinya metamerik). Saluran pencernaan lengkap (mulut - usus -
anus), berbentuk tubular, memanjang sumbu tubuh. Respirasi dengan
epidermis atau insang (misalnya pada cacing tabung). Organ reproduksi
hermaprodit, dengan hewan langsung berbentuk hewan dewasa (kelas
Oligochaeta dan Hirunidinomorpha); atau dioecious (kelas Polychaeta),
melalui fase larva trochophore.
Kelas Polychaeta dikenal umum sebagai cacing laut dan biasa hidup
bersembunyi. Panjang tubuh umumnya kurang dari 10 cm dengan
diameter 2-10 mm. Eunice sp. dan Nereis sp. dapat mencapai panjang
lebih dari 1 meter. Warna tubuhnya sangat indah dan berwarna-warni.
Anggota Kelas Oligochaeta hidup tersebar di air tawar maupun air laut.
Hewan ini memiliki struktur reproduksi yang khas yaitu clitellum.
Beberapa spesies air tawar hidup membenamkan diri di dasar lumpur
dan tanah liat.
Kelas Hirunidinomorpha umum dikenal sebagai lintah. Walaupun
dikenal sebagai penghisap darah, namun banyak juga anggota kelas ini
yang bukan ektoparasit.

Sediaan :
Nereis sp.
Tubifex sp.

1. Amati sediaan di bawah mikroskop lalu gambar dan berilah


keterangan pada kertas gambar !
2. Buatlah tabel yang membandingkan ketiga kelas pada filum
Annelida mengenai hal-hal berikut:
 permukaan tubuh
7
 alat gerak
 pertukaran gas
 rongga tubuh
 segmen tubuh
 organisasi otot
 distribusi dan tipe struktur sensor
3. Perhatikan sediaan Tubifex sp. Dimanakah letak clitellum-nya? Apa
itu clitellum dan apa pula fungsinya ?
4. Perhatikan film pendek tentang pergerakan seekor lintah. Berikan
minimal 3 (tiga) alasan mengapa cara gerak lintah berbeda dengan
anggota kelas Oligochaeta !
5. Perhatikan parapodia yang dimiliki Nereis sp. Dengan bantuan buku
teks, gambarkan berbagai bentuk parapodia dan beri keterangan
letak notopodium, neuropodium, cirrus, acicula dan lain-lain !

8
ACARA V
FILUM ROTIFERA

Rotifera merupakan metazoan mikroskopik yang bersama protozoa,


crustacea kecil dan zooplankton air tawar berperan penting dalam
proses daur ulang nutrien dalam ekosistem perairan. Umumnya
berukuran panjang 0,1 sampai 1 mm. Tubuhnya terdiri dari sekitar 1000
sel. Sebagian besar bersifat soliter, berenang bebas atau pun sesil.
Tubuh umumnya transparan, walaupun nampak terlihat berwarna hijau,
oranye, merah atau coklat yang berasal dari saluran pencernaannya.

Sediaan :
Brachionus sp.

1. Amati sediaan di bawah mikroskop. Gambar dan berilah keterangan


pada kertas gambar !
2. Tulis catatan tentang rotifer menyangkut hal-hal berikut :
a. bentuk tubuh
b. dinding tubuh
c. pergerakan
d. ekskresi
e. reproduksi
3. Banyak metazoa yang hidup di daerah-daerah ekstrim seperti lumut,
kolam musiman dan tanah becek. Beberapa hewan sering memiliki
adaptasi reproduksi seperti memproduksi telur-telur yang resisten
terhadap kondisi ekstrim. Buatlah sebuah esai mengenai adaptasi-
adaptasi apa saja yang dilakukan hewan-hewan metazoa (seperti
misalnya rotifer, nematode dan tardigrade) untuk bertahan hidup
pada kondisi ekstrim !

9
ACARA VI
FILUM MOLLUSCA

Filum ini beranggotakan hewan-hewan bertubuh lunak, tidak


bersegmen, semetri bilateral dan tripoblastik. Tubuh dilindungi oleh
mantel (pallium) yang menghasilkan sekret dari zat kapur dan
membentuk eksoskeleton yang disebut berupa kaki muskuler dan
bagian dorsal berupa massa viscera. Saluran pencernaan makanan
lengkap, mulut dilengkapi dengan gigi parut atau radula. Respirasi
umumnya dengan menggunakan insang, paru-paru dengan mantel atau
melalui epidermis. Organ sekresi berupa nephridia. Hidup terrestrial
atau akuatik. Berdasarkan bentuk tubuh, sifat kaki, eksoskeleton,
Pallium, insang dan system sarafnya, Filum Mollusca dibagi menjadi 7
kelas, yaitu :
 Aplacophora
 Monoplacophora
 Polyplacophora
 Scaphopoda
 Bivalvia
 Gastropoda
 Cephalopoda

Sediaan :
Chiton sp. Pinctada sp. Nautilus sp.
Haliotis sp. Mytilus sp. Sepia sp.
Pomacea sp. Tridacna sp. Loligo sp.
Conus sp. Amusium sp. Octopus sp.
Strombus sp. Pecten sp.

10
1. Kelas Polyplacophora – Chiton sp.
Bagaimana chiton merespon cahaya dan atau sentuhan ?
Bagaimana chiton bergerak ?
Bagaimana chiton melindungi diri dari predator dan lingkungan yang
keras ?
2. Kelas Scaphopoda
Bagaimana scaphopods berorientasi terhadap sedimen ? Tunjukkan
bagian anterior dan posteriornya dengan gambar ilustrasi
(berdasarkan buku teks) lalu beri keterangan !
3. Kelas Bivalvia - Pinctada sp., Mytilus sp., Tridacna sp., Amusium sp.,
Pecten sp.
Tuliskan berbagai variasi cangkang bivalvia pada berbagai family
yang ditemui saat praktikum, seperti ukuran, simetri, bentuk dan
lain-lain !
Berdasarkan variasi otot, mantel, siphon dan kaki pada berbagai
spesies, jelaskan hubungan bagian-bagian tubuh tersebut terhadap
cara gerak atau habitatnya ?
4. Kelas Gastropoda – Haliotis sp., Pomacea sp., Conus sp., Strombus
sp.
Amati satu spesies Gastropoda lalu gambar dan buat catatan
tentang morfologi, alat sensor, organ respirasi, pergerakan,
kebiasaan makan dan mekanisme pertahanan dirinya !
5. Kelas Cephalopoda – Nautilus sp., Sepia sp., Loligo sp., Octopus sp.
Buatlah tabel yang membandingkan subkelas Nautiloidea, ordo
Sepioidea, ordo Teuthoidea dan ordo Octopoda mengenai :
a. bentuk tubuh
b. cangkang
c. mekanisme pertahanan diri
d. reproduksi
e. cara makan
f. pergerakan

11
12
ACARA VII
FILUM ARTHROPODA
SUBFILUM CRUSTACEA

Subfilum ini beranggotakan hewan-hewan akuatik. Pembagian tubuh


sudah jelas, terdiri atas kepala, dada dan perut. Bagian kepala dan dada
menyatu disebut cephalothorax. Bagian kepala merupakan penyatuan
lima buah segmen. Pada bagian kepala dijumoai sepasang antenula,
sepasang antena, sepasang mandibula, dan 2 pasang maksila. Pada
bagian dada yang terdiri dari 8 segmen terdapat 3 pasang maksiliped,
sepasang cheliped dan 4 pasang periopod. Pada abdomen (6 segmen)
dijumpai 5 pasang pleopod dan sepasang uropod. Pada udang jantan,
pasangan pleopod 1 dan 2 bersatu ddisebut gonopod yang berfungsi
menyalurkan spermatozoa. Hewan betina, pada segmen ke-11 terdapat
penebalan lubang kelamin yang disebut thelycum. Crustacea dapat
hidup di air tawar, payau maupun asin. Kahidupan yang dijalaninya
sangat beragam, antara lain sebagai plankton, bentos, simbion dan
parasit.

Sediaan :
Daphnia sp. Balanus sp. Penaeus sp. Scylla serrata
Moina sp. Macrobrachium sp. Portunus sp. Cherax
quadricarinatus

1. Jelaskan perbedaan-perbedaan antara Daphnia sp dan Moina sp.


Sertai dengan gambar ilustrasi jika perlu.
2. Gambarkan dan beri keterangan tipe artikulasi (tunjukkan letak
condyle-nya) pada :
a. crab (Portunus sp. atau Scylla serrata)
b. shrimp (Macrobrachium sp. atau Penaeus sp.)
3. Bandingkan endoskeleton pada crayfish (Cherax quadricarinatus)
dan crab (Portunus sp. atau Scylla serrata). Apa sajakah perbedaan
mendasar diantara keduanya? Hal apa kira-kira yang menyebabkan
perbedaan ini terjadi ?
13
4. Gambarkan dan beri keterangan struktur tubuh dari organisme
penempel ! Mengapa organisme ini dapat menyebabkan kerusakan
pada struktur-struktur buatan manusia seperti kapal, dermaga dan
pipa-pipa air ?

ACARA VIII
FILUM ECHINODERMATA

Echinos (Yunani) = duri dan derma = kulit, sehingga semua anggota


famili ini tubuhnya dilapisi kulit berduri. Skeleton tersusun dari zat kapur
(CaCO3) berupa spikula. Bagian-bagian tubuhnya simetri radial. Filum ini
mempunyai system ambulakral atau hydrocoel yang membuka keluar
melalui lubang madreporit. Sistem ambulakral dilengkapi dengan alat
tambahan berupa kaki tabung atau podia yang merupakan tabung lunak
dan bersifat kontraktil. Alat tersebut berfungsi membantu pergerakan,
penangkapan mangsa dan respirasi. Jika memiliki anus, letaknya di
permukaan oral atau aboral. Sistem sara sederhana berupa cincin
circumoral dan saraf radial tanpa otak. Organ sensotik dapat berupa
tentakel atau bintik mata (statocyst). Lima kelas yang termasuk dalam
filum ini adalah :
Crinoidea (lilia laut), Asteroidea (bintang laut), Ophiuroidea (bintang
ular), Echinoidea (landak laut) dan Holothuroidea (teripang).

Sediaan :
Linckia sp.
Acanthaster sp.
Ophiotrichoides sp.
Diadema sp.
Holothuria sp.

1. Gambar dan berilah keterangan pada sediaan bintang laut !


Identifikasi papula, pedicellariae, bintik mata dan madreporite-nya.
2. Bagaimana cara gerak bintang ular jika dibandingkan dengan
bintang laut ?
14
3. Gambar dan berilah keterangan pada sediaan lilia laut !
4. Gambar dan berilah keterangan pada salah satu sediaan landak
laut !
5. Apa beda endoskeleton dan dinding tubuh teripang jika
dibandingkan dengan bintang laut (pikirkan tentang calcareous
ossicles dan otot-ototnya) ?

DAFTAR PUSTAKA

Blair, D., Rowe, R., Harrington, L., Brodie, G., Sheaves, J., Fisher, R.,
Freckelton, M., and Collins, J. (2009). Marine and Terrestrial
Invertebrate Biology Subject Manual Semester 2, 2009.
Townsville: Department of Marine and Tropical Biology James Cook
University.
Brusca, R. C., & Brusca, G. J. (2003). Invertebrates. 2nd Ed. Sinaeur
Assoc., Inc.
Fabricius, K. and Alderslade, P. (2001). Soft Corals and Sea Fans: A
comprehensive guide to the tropical shallow water genera of the
Central West Pacific, the Indian Ocean and the Red Sea.
Townsville: Australian Institute of Marine Science.
Maggenti, A. R., Maggenti, M. A., and Gardner, S. L. (2005). Online
Dictionary of Invertebrate Zoology: Complete Work. Lincoln:
University of Nebraska.
Rupert, E. E., and Barnes, R. D. (1994). Invertebrate Zoology 6th Ed.
Saunders.
Rupert, E. E., Fox, R. S., and Barnes, R. D. (2004). Invertebrate Zoology:
A Functional Evolutionary Approach. 7th Ed. Thomson, Brooks/Cole:
vii-xvii, 1-963.

15
LAMPIRAN

1. Penghitungan ukuran skala


Diameter lapang pandang mikroskop binokular (jika lensa okuler pada
perbesaran x10) :
Lensa objektif Diameter lapang pandang (mm)
X4 4,5
X10 1,8
X40 0,45
X100 0,18

Perhatikan perbesaran lensa objektif yang digunakan dan ukuran


spesimen jika dibandingkan dengan lapang pandang.

Ukuran spesimen = perbandingan ukuran spesimen dengan lapang pandang x diameter


lapang pandang

2. Outline sebuah esai


 Topik/Judul
 Pendahuluan
 Isi esai (terdiri dari beberapa paragraf)
 Kesimpulan

Example Essay Outline 1

16
THE IMPORTANCE OF SUBSTRATES TO INVERTEBRATES

Introduction:
Substrates are critical to the life of invertebrates:
- Provide nutrients for energy.
- Provide protection from predators.
- Provide a means of transport.
- Provide a surface for reproduction.
Paragraph 1:
The nutrients that invertebrates acquire from substrates are essential for the
energy required to grow, develop and reproduce:
- Example: The brown tube sponge (Agelas conifera) is a sessile
organism, which filters nutrients and oxygen from the water to
sustain life.
Paragraph 2:
Substrates provide invertebrates with a physical protection from predators:
- Example: The soil provides the earthworm (Lumbricus terrestris) with
protection against many predators, which live above the surface.
These animals must adapt specialised mechanisms to seek and
capture the earthworm from the soil.
Paragraph 3:
Many invertebrates use their substrate as a means of transport:
- Example: The parasitic copepod Elaphoidella bidens coronata has
limited ability for self locomotion due to its small size. Subsequently,
it relies on water currents to explore new
- areas in search of a host organism.
Paragraph 4:
Egg laying invertebrates require a surface with which to lay their eggs:
- Example: The Ulysses butterfly (Papilio ulysses) lays its eggs on the
underside of leaves of host trees. The leaves protect the eggs from
predators and provide and instant food source for newly hatched
caterpillars.
Conclusion:
Invertebrates utilise substrates for:
- Providing nutrients for energy.
- Providing protection from predators.
- Providing a means of transport.
- Providing a surface for reproduction.
Therefore the substrates play an essential role in supporting invertebrate life.

17
Example Essay Outline 2

 Topic/Title: Replicating segments and forming colonies in small


invertebrates
 Introduction
Some small invertebrates can effectively increase their body size by some
sort of ways such as replicating segments and forming colonies.
Increasing body size is a strategy to adapt with various habitats in order
to increase their survival rate.
Replicating segments is the elongate trunk consisted of a longitudinal
series of similar body units which are separated from each other
externally by a shallow constriction (Rupert et al., 2004). Forming colonies
is producing new individuals which are not completely separated from the
parents but are organically connected together, either by living
extensions of their bodies, or by material that they have secreted (Brusca
& Brusca, 2003).
 Replicating Segments
 Occurred within motile animals.
 Head and the posterior tip are an exception of segment replication.
 Each segment is relatively isolated by septa and contains system
components to adequately serve its structural and physiological
needs (Brusca & Brusca, 2003). The individual segments often exist
only during early development and fuse into functional groups as
adults (Rupert et al., 2004).
 Evolution of segmentation allowed much greater complexity in
structure and function:
o Increased burrowing efficiency by permitting independent
movement of segments
o Evolution of a more sophisticated nervous system
o Provided a safety factor, if one segment failed, others could still
function
 Replicating segments can be a part of growth and regeneration,
sometimes asexual reproduction as well.
 Examples: Dodecaceria, Polychaeta species that can produce a complete
individual from isolated segment and Drosophila, a fruit fly, defines the
anatomical axes, i.e. anteriorposterior, dorsoventral, of embryo and then
establishes the body segments.
 Forming colonies
 Occurred within relatively sedentary animals.
 Colony can be happened in every part of the main body.
 Colony is not completely separated from the main body and allows
groups of individuals within the colony to specialize for different
functions (polymorphisms) (Harvell, 1994).
 Provided some advantages:
o Increase feeding efficiency
o Facilitate the handling of larger food items
o Reduce chances of predation
o Increase the competitive edge for food, space and other
resources (Brusca & Brusca, 2003; Häussermann & Försterra,
2003)
 Forming colonies can be a part of growth and the asexual
reproduction
 Examples: Lophogorgia, a colonial gorgonian and Botryllus, a colonial
ascidian

18
 Conclusion
Become a small invertebrate does not mean cannot survive in the various
complex habitats. Replicating segments and forming colonies allow some
small invertebrates to adapt with various habitat complexities.

19
20
Example of drawing

21