Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PRAKTIKUM ALGA

LAPORAN

diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Biosistematika Tumbuhan yang
diampu oleh
Prof. Dr. H. Suroso Adi Yudianto, M.Pd
Dr. Topik Hidayat, M.Si

Disusun oleh :
Pendidkan Biologi B 2018
Kelompok 1
Ega Guspitasari (180)
Hisyam A (1800837)
Intan Syantika (1801049)
Ivie Aulia Putri (1801223)
Ayu Lestari Santosa (1801566)
Sholaita Sabila Rosa (1807041)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


DEPARTEMEN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2019
A. Judul Praktikum
Cryptogamae Alga
B. Tujuan
1. Mengetahui klasifikasi alga
2. Mengetahui karakteristik morfologi alga dalam setiap kelas
3. Menjelaskan tingakt filogeni alga
C. Waktu dan Tempat
Waktu : 09.30 – 12.00
Tempat : Laboratorium Struktur Tumbuhan
D. Landasan Teori
Alga atau ganggang merupakan organisme yang dapat berfotosintesis. Alga didefinisikan
sebagai tumbuhan atau organisme mirip tumbuhan dari berbagai filum, divisi, atau kelas
yang biasanya mengandung klorofil. Alga merupakan organisme tidak berpembuluh dari
berbagai macam taksa. Biasanya dicirikan dengan tubuh yang berwarna kehijauan,
kuning-hijau, coklat, dan alga merah pada eukariot dan cyanobacteria pada prokariot.
Proses perkembangannya juga membutuhkan waktu yang relatif singkat. Habitat
hidupnya di air, baik air tawar maupun air asin. Alga memiliki sifat yang toleran terhadap
berbagai macam salinitas (kadar garam) dan suhu. Tanaman air ini juga berfungsi sebagai
penghasil oksigen terlarut dalam air dengan menggunakan karbon dioksida. Manfaat lain
dari alga, yaitu biomassa alga dapat diolah menjadi kosmetika, bahan makanan, dan jika
diolah lebih lanjut dapat diolah menjadi sumber energi listrik.
Alga terbagi menjadi 5 kelas, yaitu cyanophyta, chlorophyta, crysophyta, phaeophyta, dan
rodophyta. Pada umumnya, semua alga memiliki pigmen yang sama yaitu klorofil.
Namun, tidak semua alga mengekspresikan warna hijau karena pada beberapa kelas
terdapat pigmen lain yang lebih dominan seperti fikocyanin, karoten, xantophil, dan
fikoeritrin. Perbedaan dari kelima kelas ini adalah pigmen yang terkandung di dalamnya.
E. Alat dan Bahan

No Alat Bahan
1 Mikroskop Preparat
2 Kamera telepon genggam Bioplastik
3 Buku dan alat tulis Awetan basah

F. Cara Kerja
Bagan F.1 Langkah Kerja Pengamatan Awetan Preparat Alga
Mikroskop disiapkan Awetan Preparat Alga disiapkan

Awetan preparat alga diamati Awetan preparat alga didokumentasikan

Bagan E.2 Langkah Kerja Pengamatan Bioplastik Alga

Bioplastik Alga disiapkan Bioplastik diamati

Bioplastik alga didokumentasikan

G. Hasil Pengamatan
Tabel G.1 Karakteristik Alga

Gambar
No Klasifikasi Karakteristik Gambar Literatur
Praktikum
1 Regnum : Bacteria 1. Berbentuk
Phylum : Cyanobacteria Filamen
Classis : Hormogoneae 2. Mampu
Ordo : Nostocales memfiksasi
Familia : Nostocaceae nitrogen Gambar G.1 1a Gambar G.1 1b
Genus : Anabaena 3. Membentuk Anabaena Anabaena
(Environmental
(Bory de Saint-Vincent hubungan (Dok. Kelompok 2B, Protection Agency,
2007)
ex Bornet & Flahault, simbiosis dengan 2019)
1886) tanaman tertentu
seperti Aziola
(Wikipedia, 2019)
2 Regnum : Bacteria 1. Tubuh berbentuk
Phylum : Cyanobacteria benang
Classis : Cyanophyceae 2. Bergerak maju
Ordo : Oscillatoriales mundur
Familia : Oscillatoriacea 3. Memperbanyak Gambar G.1 2b
Gambar G.1 2a
Genus : Oscillatoria dengan Oscillatoria
Oscillatoria (Kristian Petters, 2007)
(Vaucher ex Gomont, melakukan
(Dok. Kelompok 2 B,
1822) fragmentasi
2019)
(Cartono, 2005)
3 Regnum : Bacteria 1. Hidup di bebatuan
Phylum : Cyanobacteria 2. Koloni berbentuk
Classis : Cyanophyceae benang
Ordo : Chroococales 3. Memiliki Spora
Familia :
Chroocococeae (Anonim, 2004) Gambar G.1 3b
Gloeocapsa
Genus : Gloeocapsa (Hcransto, 2011)
(Kützing, 1843)
4 Domain : Eukaryota 1. Memiliki flagel
Phylum : Euglenozoa pada mulut sel
Classis : Euglenoidea 2. Hidup soliter
Ordo : Euglenales 3. Memilki klorofil
Familia : Euglenaceae 4. Hidup di air Gambar G.1 4b
Gambar G.1 4a
Genus : Euglena kolam tenang Euglena Euglena
(Dok. Kelompok 2B, (David J Patterson,
(Ehrenberg, 1830) 5. Membelah diri 2019)
2019)
(Yudianto, dkk, 2019)
5 Regnum : Plantae 1. Kloroplasnya Gambar G.1 5a Gambar G.1 5b
Phylum : Charophyta terpilin seperti
Classis : spiral
Zygnematophycae 2. Berbentuk untaian
Ordo : Zygnametales benang
Spirogyra
Familia : 3. Adanya lendir Spirogyra (Spicywalnut, 2007)
Zygnemateaceae pada seluruh garis (Dok.Kelompok 2B,
Genus : Spirogyra filamen 2019)
(Link in C. G. Nees, 4. Koloni berbentuk
1820) silindris
5. Erkembang biak
secara vegetatif
dan generatif
(Yudianto, dkk, 2019)
6 Regnum : Plantae 1. Multiseluler
Phylum : Cholorophyta 2. Arah tumbuhnya
Classis : Ulvophyceae vertikal dan
Ordo : Bryopsidales horizontal
Familia : Caulerpaceae 3. Bertekstur kasar
Genus : Caulerpa (Yudianto, dkk, 2019)
(J.V. Lamouroux, 1809) Gambar G.1 6b
Gambar G.1 6a Caulerpa
Caulerpa (B. Navez, 2011)
(Dok. Kelompok 2B,
2019)
7 1. Kloroplas
Regnum : Plantae berbentuk seperti
Phylum : Charophyta bulan sabit
Classis : 2. Soliter
Zygnematophycae 3. Tidak berflagel Gambar G.1 7a
Gambar G.1 7b
Ordo : Desmidiales 4. Uniseluler Closterium Closterium
Familia : Closteriaceae 5. Reproduksi (Dok. Kelompok 2B, (Neon, 2008)

Genus : Closterium dengan membelah 2019)


(Brebison, 2008) diri
(Yudianto, dkk, 2019)
8 Domain : Eukaryota 1. Memiliki klorofil Gambar G.1 8b
Phylum : Heterokonta dan xanthofil
Classis : Xantophyceae 2. Multiseluler
Ordo : 3. Berbentuk benang
Heterosiphonales (Nurjati, tanpa
Familia : Vaucheriaceae tahun)
Vaucheria
Genus : Vaucheria
(Britannica, tanpa
(A.P. de Candolle, tanpa
tahun)
tahun)
9 Domain : Eukaryot 1. Uniseluler Gambar G.1 9b
Phylum : Ochrophyta 2. Bentuk thallus Diatomae
Classis : seperti tangga (Taylor, 1983)
Bacillariapiceae bambu
Genus : Diatomae 3. Memiliki
(Dangeard, 1933)
hipoteka dan
epiteka
4. memiliki pigmen
klorofil, karotin
dan xantofil
5. Inti sel berada di
tengah-tengah
sel
(Anonim, 2007)
10 Regnum : Plantae 1. thallus pipih
2. mampu tumbuh
Phylum : Phaeophyta
pada substrat batu
Classis : Phaeophyceae karang di daerah
berombak
Ordo : Fucales
3. Embelan thallus
Familia : Sargassaceae yang berbentuk Gambar G.1 10b
Genus : Sargassum daun oval ,
Sargassum
memanjang, dan Gambar G.1 10a
(Anggadiredja, 2006) bergerigi  (Ocean Explorer, 2002)
(Othmer, 1986) Sargassum
(Dok.Kelompok 2B,
2019)
11 Regnum : Plantae 1. Tubuh berwarna
Phylum : Phaeophyta coklat gelap.
Classis : Phaeophyceae 2. memiliki organ
Ordo : Fucales berupa rhizoid.
Familia : Sargassaceae 3. Bentuk tubuh
Gambar G.1 11b
Genus : Turbinaria seperti lembaran-
Turbinaria
(Anonim, 2015) lembaran dan
Gambar G.1 11a (Elapied, 2006)
benang, yang
Turbinaria
memiliki batang
(Dok. Kelompok 2B,
berbentuk
2019)
sillindris, tegak,
kasar, dan
terdapat berkas
percabangan
(Anonim, 2017)
12 Regnum : Plantae 1. Berbentuk tali Gambar G.1 12a
seperti kipas,
Phylum : Phaeophyta
membentuk
Classis : Phaeophyceae segment lembaran
tipis
Ordo : Dictyotales
2. Substansinya
Familia : Dictyoticeae gelatinous
3. Warna coklat
Genus : Padina Gambar G.1 12b
kekuningan Padina
(Thivy, tanpa tahun) 4. Bagian atas lobus Padina
agak melebar (Dok. Kelompok 2B,
5. Holfastberbentuk (Matthieu Sontag,
2019)
cakram kecil 2008)
berserabut
((Nontji, Anugrah,
1993)

13 Regnum : Plantae 1. Mempunyai Gambar G.1 13b


Phylum : Rhodophyta thallus pipih,
Classis : Rhodophyceae 2. bercabang
Ordo : Gigartinales
dikotom pendek.
Familia : Gigartinaceae
3. Memiliki
Genus : Chondrus
kandungan zat
(Stackh., unknown)
dominan pektin. Gambar G.1 13a
4. Daun lebar, dan Chondrus Chondrus

pipih (Dok. Kelompok 2B, (Kohler, 1997)


2019)
14 Regnum : Plantae Tubuhnya Gambar G.1 14a Gambar G.1 14b
Phylum : Rhodophyta menyerupai kerak, Corallina
Classis : bersegmen-segmen (Dok. Kelompok 2B,
Florideophyceae 2019)
Ordo : Corallinales
Familia : Corallinaceae
Corallina
Genus : Corallina
(J. MC. Kenna, tahun
(Linnaeus, 1758)
tifak diketahui)
15 Phylum : Rhodophyta 1. thallus silindris
Classis : atau gepeng
Florideophyceae 2. permukaannya
Ordo : Glacillariales
halus atau
Familia : Glacillariaceae
berbintil-bintil
Genus : Gracillaria Gambar G.1 15a Gambar G.1 15b
Gracillaria Gracillaria
(Dok. Kelompok 2B, (Emoody, 2007)
2019)
Bagan G.2 Dikotomi Konsep dan Kunci Determinasi

Fotoautotrof
1-15
1a . Uniseluler 1b. Multiseluler
1,2,3,6,7,11,15 4,5,8,9,10,12,13,14

2a. Tidak 2b. Memiliki 3a. 3b. Tidak


memilikin dinding sel Berklorofil berklorofil
dinding sel 1,3,6,7,11,15 12 4,5,8,9,10,13,14
2
5b. Non-
4a. Prokariotik 5a. Fikoeritrin fikoeritin
4b. eukariotik 9b. Tidak
1,6,11 4,10,14 4,8,9,13 memiliki
3,7,15
6a. Bentuk 6b. Bentuk 9a. xantofil
sel pipih sel bukan 7b. tidak memilki karoten 8a. Pektin 8b. Non- Memilik 4,9,13
pipih pektin i
6 7,15 5,14
10 xantofil
1, 11
8
12a.
10a. Bertalus 12b. tidak 13a.
bertalus pipih memiliki 13b.
Fragmentasi 10b. Bukan pipih
(silindris) gelembun Tidaka
fragmentasi 5
11 g udara memiliki
1 14 gelembu
4,9 ng udara
14a. 13 14b. Filoid
bukan pipih
7a. Memiliki karoten 11a Klofofil 11b. Klorofil Filoid (lembaran)
spiral tiidak spiral pipih
3 4
7 15 9
Keterangan:

Cyanophyceae ( 1. Anabaena , 6. Oscillatorit , 11. Gleocapsa )


Chlorophyceae ( 2. Euglena , 7. Spirogyra , 12. Caleurpa , 15. Clostrilium )
Chrysophyceae ( 3. Diatom , 8. Vaucheria )
Phaeophyceae ( 4. Sargasum , 9. Turbinaria , 13. Padina )
Rhodophyceae ( 5. Chondrus , 10. Corallina , 14. Gracillaria )
Tabel G.3 Klasifikasi Biner

No. Karakter Yes No


1. Fotoautotrof 1-15 -
2. Uniseluler 1,2,3,6,7,11,15 4,5,8,910,12,13,14
3. Dinding sel 2 1,3,6,7,11,15
4. Berklorofil 12 4,5,8,9,10,13,14
5. Prokariotik 1,6,11 3,7,15
6. Fikoeritrin 5,10,14 4,8,9,13
7. Bentuk sel pipih 6 1,11
8. Karoten 3 7,15
9. Pektin 5,14 10
10. Xantofil 4,9,13 8
11. Fragmentasi 11 1
12. Klorofil spiral 7 15
13. Bertandus pipih 5 14
14. Gelembung udara 4,9 13
15. Filoid pipih 9 4
Tabel G.4 Seriasi Algae

TAKSON
Karakteristik 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1. Jumlah Unise Unisel Uniseluler Multisel Multisel Unisel Unisel Multisel Multisel Multisel Uniseluler Multisel Multisel Multisel Uniselu
sel luler uler (1) uler uler uler uler uler uler uler (1) uler uler uler ler
(1) (1) (5) (5) (1) (1) (5) (5) (5) (5) (5) (5) (1)

2. Cara Kolon solite koloni Soliter Soliter koloni koloni koloni Soliter Soliter Koloni
hidup i r (1)
(5)
3. Pigmen Fikosi Kloro Xantofil karotin Tikoeriti (1) klorofil Karotin Fikoeriti 1
domina anin fil n (3) n
n (!) (5) (5)

4. Ukuran Mikro mikro Mikro makro Makro (1) (1) Makro Makro Makro 1
thallus (1) (5) (5) (5) (5)

5. Percaba - Tidak Bebas Dikotom (1) (1) Bebas Dikotom Dikotom 1


ngan bercabang (5) (3) (3)
thalus (1)
6. Tipe sel Pioka Eukari Eukariot Eukarion Eukarion Eukari Eukari Eukarion Eukarion Eukarion Prokarion
rion ot (5) (5) (5) on on (5) (5) (5)
(5) (5)
7. Alat Tidak - Ada Ada Ada Tidak 5 Tidak ada
reprodu ada (5) (5) (5) ada
ksi
Genera
tif
8. Bahan - Bukan - -
dinding selulosa
sel (5)
9. Memilik Tidak tidak 5 5 Tidak 1
i ada ada
embela (1)
n thalus
seperti
‘akar,ba
tang/ra
nting’
10. - 3 - - 3 3 3 - - 1
Membe
ntuk
Koloni
11. Cadang 1 - -
an
makan
H. Pembahasan

Cyanophyta

1. Anabaena
Anabaena merupakan Cyanophyta dengan habitus koloni berbentuk benang
yang terdiri atas sel-sel bulat dan tampak terlihat yaitu adanya sel vegetatif yang
memiliki sel khusus heterokista dengan sedikit lapisan lendir. Hidup bersimbiosis
dengan tumbuhan paku air (Azolla pinnata) dan dapat mengikat nitrogen dari
udara.. Heterokista pada Anabaena terdapat di bagian tengah atau ujung
benangnya. Fungsi heterokista ini sebagai alat pemutus benang untuk melakukan
fragmentasi, pembentukkan benang baru dan mengubah nitrogen di alam
menjadi amonia melalui proses fiksasi nitrogen. Anabaena juga dapat
berkembang biak dengan pembentukan akinet, yaitu sel yang membesar dan
berdinding tebal, yang nantinya dapat membentuk benang baru yang memiliki
fungsi tahan terhadap kondisi yang tidak menguntungkan seperti kekeringan,
panas, dingin atau kekurangan makanan.
2. Oscillataria
Oscillatoria yang terlihat jelas bagiannya yaitu filamen dan selubung.
Oscillatoria merupakan salah satu anggota dari bangsa Hormogonales.
Berdasarkan hasil pengamatan, Oscillatoria berbentuk benang tebal, terdiri atas
sel-sel pipih. Spesies ini tidak memiliki heterokista, akinet, dan mantel. Untuk
spesies ini trikoma tampak jelas, dan beberapatrikoma dalam selubung itu
tunggal. Cara hidupnya berkoloni. Ciri khas cari spesies ini adalah memiliki
hormogia dan sel mati (necridia). Cara reproduksinya dengan fragmentasi. Alga
ini diperoleh pigmen berwarna ungu yang memiliki sifat fisikokimia mirip
dengan pigmen fikoeritrin yang ada pada alga merah.
3. Gloeocapsa
Gloeocapsa merupakan Cyanobacteria yang paling primitif. Menurut Suroso
dalam buku Pengantar Cryptogame, Gloeocapsa memiliki bentuk bulat
membentuk pasangan dua atau empat yang direkat oleh lapisan lendirnya.
Termasuk ke dalam uniseluler. Tidak memiliki heterokista, mantel, serta tidak
terdapat akinet. Cara hidupnya berkoloni. Berkembang biak dengan cara vegetatif
yakni membelah diri. Gloeocapsa adalah Genus yang merupakan ganggang bersel
tunggal, struktur tubuh masih sangat sederhana, tubuh ditutupi oleh lendir, warna
biru kehijauan namun juga kadang kemerahan, ukuran mikroskopis dan tidak
memiliki spora.
Gloeocapsa banyak ditemukan diperairan-perairan air tawar yang sedikit
tercemar seperti air got. Gloeocapsa dapat menangkap Nitrogen dan melakukan
fiksasi Nitrogen yaitu mengubah Nitrogen (N2) menjadi Ammonia (NH3) untuk
digunakan tumbuhan sebagai bahan untuk mensintesis senyawa organik (asam
amino) sehingga dapat menyuburkan tanah.

Clorophyta
1. Euglena
Berdasarkan hasil observasi, Euglena memiliki bentuk sel bulat memanjang,
bentuk kloroplas bulat, termasuk organisme uniseluler, habitusnya adalah soliter,
bergerak dengan menggunakan flagel, perkembangbiakannya dengan membelah
diri, dan ciki khas yang dimiliki oleh Euglena adalah memiliki satu flagel dan
bentuknya yang bulat memanjang seperti sendal. Organisme ini digunakan
sebagai indikator polusi air tawar/sungai.
2. Spirogyra
Spirogyra merupakan genus dari alga hijau yang memiliki kurang lebih 400
spesies yang mengambang bebas yang bisa ditemukan di air pada lingkungan
sekitar di seluruh dunia. Dinamakan demikian karena sesuai dengan bentuk
chloroplasnya yang berbentuk spiral. Spirogyra merupakan alga yang berbentuk
seperti benang-benang/filamen-filamen tidak bercabang yang tersusun oleh sel
silindris. Mereka bisa membentuk masa yang mengambang di dekat permukaan
air dari sungai maupun kolam, yang ditopang oleh gelembung oksigen yang
dilepaskan selama fotosintesis.
Spesies dari Spirogyra dapat melakukan reproduksi baik seksual maupun
asesksual. Aseksual, atau reproduksi vegetatif dilakukan dengan cara fragmentasi
sederhana pada filamen Spirogyra. Sementara reproduksi seksual melibatkan
proses konjugasi, yakni setaip sel dari dua filamen Spirogyra saling berhadapan
saling lalu membentuk tabung yang saling menghubungkan kedua filamen
tersebut, yang disebut sebagai tabung konjugasi. Tabung konjugasi inilah yang
akhirnya memungkinkan isi dari sel satu benar-benar masuk dan bergabung
dengan isi sel lainnya. Hasil dari sel yang bergabung tersebut (disebut zigot) lalu
dikelilingi oleh dinding tebal sementara filamen vegetatif mati.
3. Caulepra
Caulerpa sp adalah golongan alga hijau, thallus (cabang) berbentuk lembaran,
batangan dan bulatan, berstruktur lembut sampai keras dan siphonous. Habitatnya
berasal dari laut. Dinding sel caulerpa mengandung xylan atau mannan.
Dimanfaatkan sebagai sebagai bahan makanan dengan cara dimakan mentah
sebgai lalapan, urap, atau sayuran segar.
4. Clasterium
Berdasarkan hasil observasi, Closterium memiliki bentuk sel seperti bulan
sabit, dan kloroplasnya berbentuk spiral. Habitusnya soliter. Termasuk ke dalam
organisme uniseluler. Berkembang biak dengan membelah diri. Ciri khas dari
genus ini adalah bentuk kloroplasnya menyerupai bentuk bulan sabit. Menurut
(Sekimotoha, 1990), bahwa Closterium berkembang biak dengan cara aseksual
secara pembelahan biner dari sel induk dipartisi dan seksual secara konjugasi.
Genus ini termasuk ke dalam organisme uniseluler. Alga ini mampu membentuk
dua jenis zygospores diploid aktif. Beberapa populasi membentuk zygospores
dalam klon tunggal sel (homothallic), sedangkan yang lain membentuk
zygospores antara klon yang berbeda dari sel (heterothallic). Closterium bisa
digunakan untuk membersihkan limbah nuklir yang terlarut dalam air.

Chrysophyta
1. Diatoma
Diatomae merupakan tumbuhan uniseluler. Bentuk thallus seperti tangga
bambu. Memiliki hipoteka dan epiteka. Dinding sel navicula tersusun dari bahan
kersik. Diatomae memiliki pigmen klorofil, karotin dan xantofil. Inti sel berada di
tengah-tengah sel.
Perkembangbiakan vegetatif dengan membelah diri. Sebelum sel membelah,
volume protoplasma bertambah, sehingga antara kotak dan tutup terlepas. Inti sel
membelah menjadi dua, kemudian di ikuti terbaginya sitoplasma menjadi dua.
Masing-masing belahan akan mendapatkan kotak saja atau tutup saja. Penebalan
sitoplasma bagian tengah akan membentuk kotak baru dari masing-masing
belahan. Tutup yang lama tetap menjadi kotak sel yang baru, dan kotak yang lama
mejadi tutup dari sel yang baru. Sedangkan perkembangbiakan generatif
Diatomae berlangsung dengan konjugasi.
2. Vaucheria
Tubuhnya berupa benang bercabang-cabang dan tidak bersekat, memiliki inti
sel banyak, dan menyebar. Vaucheria tumbuh melekat pada substrat dengan
menggunakan alat yang berbentuk akar. Habitatnya di air tawar maupun air payau.
Perkembangbiakan vegetatif dengan pemebntukan zoospora yang berkumpul
dalam sporangium pada ujung filamen dan generatif berlangsung dengan
pebuahan ovum oleh spermatozoid
Phaeophyta
1. Sargasum
Sargassum sp memiliki bentuk thallus gepeng, banyak percabangan yang
menyerupai pepohonan di darat, bangun daun melebar, lonjong seperti pedang,
memiliki gelembung udara yang umumnya soliter, batang utama bulat agak kasar
dan pinggir daun bergerigi jarang. Berombak, dan ujung melengkung atau
meruncing. Tumbuh di daerah terumbu karang.
2. Turbinaria
Tubuh berwarna coklat gelap. Turbinaria sp memiliki organ berupa rhizoid.
Bentuk tubuh seperti lembaran-lembaran dan benang, yang memiliki batang
berbentuk sillindris, tegak, kasar, dan terdapat berkas percabangan. Bermanfaat
dalam pembuatan ice cream. Terdapat reseptakel sebagai alat perkembanhbiakan
Habitatnya di air laut, biasanya menempel pada karang-karang, dan bebatuan.
3. Padina
Tumbuhannya berwarna coklat gelap. Thallusnya berbentuk seperti kipas,
membentuk segment-segment lembaran tipis (lobus) dengan garis-garis berambut
radial dan perapuran di bagian permukaan thallus daun. Warna coklat kekuning-
kuningan atau kadang-kadang memutih karena terdapat perkapuran. Bagian atas
lobus agak melebar dengan pinggir rata dan pada bagian puncak terdaat lekukan-
lekukan yang pada ujungnya terdiri dari dua lapisan sel. Tumbuh banyak pada
bebatuan besar di wilayah intertidal.
Rhodophya
1. Chondrus
Chondrus adalah alga merah keunguan yang relatif kecil, hingga mencapai
sedikit lebih dari 20 cm yang tumbuh dari diskoid pegangan erat denagn tekstur
agak seperti tulang rawan. Mempunyai thallus pipih, bercabang di kotom pendek.
Memiliki kandungan zat dominan pektin. Daun lebar, dan pipih. Tumbuh di
karang laut, dan apabila di dalam laut, ujung daunnya dapat berkilau.
2. Corallina
Corallina sp ( ganggang merah) termasuk dalam golongan ganggang merah
karena thallusnya berwarna merah sampai ungu. Thallus ini mengandung klorofil
a dan karotenoid, akan tetapi tertutup oleh zat warna merah yang mengadakan
fluoresensi, yaitu fikoeritrin. Tubuhnya menyerupai kerak, bersegmen-segmen.
Habitatnya melekat di atas batu karang yang berada di perairan pantai.
Berkembangbiak secara seksual. Terdapat tiga pergiliran keturunan yaitu
gametofit, karposporofit, dan tetrasporofit.

3. Gracillaria
Gracillaria merupakan jenis alga merah yang dapat dijumpai di semua
perairan tropik. Gracillaria sp mempunyai thallus silindris atau gepeng dengan
percabangan mulai ari sederhana sampai pada yang rumit dan rimbun, diatas
percabanagn umumnya bentuk thalli (kerangka tubuh tanaman) agak mengecil,
permukaannya halus atau berbintil-bintil, panjangnya dapat mencapai 30 cm.
Tumbuhnya di rataan terumbu karang dengan air jernih dan arus yang cukup
dengan salinitas ideal berkisal 20-28 per mil.
I. Kesimpulan
1. Berdasarkan kandungan pigmen yang dominannya, pada umumnya alga terbagi
menjadi 5 kelas, yaitu:
a. Kelas Cyanophycea : Alga biru
b. Chlorophyceae : Alga hijau
c. Kelas Chrysophyceae : Alga keemasan
d. Kelas Phaeophyceae : Alga Cokla/ perang
e. Kelas Rhodophyceae : Alga merah
2. Urutan dari alga paling primitif hingga paling maju adalah Cyanophyceae,
Cyanophyceae, Chlorophyceae, Chrysophyceae, Phaeophyceae, dan
Rhodophyceae.
DAFTAR GAMBAR

Gambar G.1 1b. Anabaena. Environmental Protection Agency. (2007). Anabaena. [Online]
diakses dari https://id.wikipedia.org/wiki/Anabaena

Gambar G1. 2b. Oscillatoria. Kristian Petters. (2007). Oscillatoria. [Online] diakses dari
https://en.wikipedia.org/wiki/Oscillatoria#targetText=Oscillatoria%20is%20a
%20genus%20of,the%20oscillation%20in%20its%20movement.

Gambar G.1. 3b. Gloeocapsa. Hcransto. (2011). Gloeocapsa. [Online] diakses dari
https://en.wikipedia.org/wiki/Gloeocapsa

Gambar G.1. 4b. Euglena. David J Patterson. (2019). Euglena. [Online] diakses dari
https://en.wikipedia.org/wiki/Euglena#targetText=Euglena%20is%20a%20genus
%20of,in%20freshwater%20and%20salt%20water.

Gambar G.1 5b. Spirogyra. Spicywalnut. (2007). Spirogyra. [Online] diakses dari
https://en.wikipedia.org/wiki/Spirogyra#targetText=Spirogyra%20(common
%20names%20include%20water,is%20characteristic%20of%20the%20genus.

Gambar G.1 6b. Caulerpa. B. Navez. (2011). Caulerpa. [Online] diakses dari
https://en.wikipedia.org/wiki/Caulerpa

Gambar G.1 7b. Closterium. Neon. (2008). Closterium. [Online] diakses dari
https://en.wikipedia.org/wiki/Closterium

Gambar G.1 8b. Vaucheria. Britannica.(unknown). Vaucheria. [Online] diakses dari


https://en.wikipedia.org/wiki/Vaucheria

Gambar G.1 9b. Diatomae. Taylor. (1983). Diatomae. [Online] diakses dari
https://en.wikipedia.org/wiki/Diatimae

Gambar G.1 10b. Sargassum. Ocean Explorer. (2002). Sargassum. [Online] diakses dari
https://en.wikipedia.org/wiki/Sargassum#targetText=Sargassum%20is%20a
%20genus%20of,(free%2Dfloating)%20species.

Gambar G.1 11b. Turbinaria. Elapied. (2006). Turbinaria. [Online] diakses dari
https://en.wikipedia.org/wiki/Turbinaria
Gambar G.1 12b. Padina. Matthieu Sontag (2008). Padina. [Online] diakses dari
https://en.wikipedia.org/wiki/Padina

Gambar G.1 13b. Chondrus. Kohler. (1997). Chondrus. [Online] diakses dari
https://en.wikipedia.org/wiki/Chondrus

Gambar G.1 14b. Corallina. J. MC. Kenna.(unknown). Corallina. [Online] diakses dari
https://en.wikipedia.org/wiki/Corallina

Gambar G.1 15b. Gracillaria. Emoody. ( 2007 ). Gracillaria. [Online] diakses dari
https://en.wikipedia.org/wiki/Gracillaria
DAFTAR PUSTAKA

Permana, Adi. (2019). Penggunaan Alga sebagai Sistem Fasad Bangunan. Tersedia :
https://www.itb.ac.id/news/read/57124/home/penggunaan-alga-sebagai-sistem-
fasad-bangunan (diakses 24 September 2019)

Karseno, dkk. (2013). Aktivitas Dan Stabilitas Antioksidan Ekstrak Pigmen Alga Oscillatoria
sp. [online] Tersedia: https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9531. [17
September 2016].

Yudianto, S.A. (1992). Pengantar Cryptogamae (Sistematik Tumbuhan Rendah). Bandung:


Tarsito.
Ali. (2010). Constributionto the Alga Flora (Chlorophyta) offresh waters of Distryc swat.
N.W.F.P. Pakistan.Vol 42 no.5. Department of Botany, G.P.G. Jahanzeb College
Saidu Sharif Swa.

Kawaro (2010). “Mikroalga: Potensi dan pemanfaatannya untuk produksi bio bahan bakar”.
Bogor: PT Penerbit IPB Press.

Aditia. (2014). Makalah Rumput Laut (Eucheuma spinosum). [online]. Tersedia:


https://www.academia.edu/16149132/MAKALAH_RUMPUT_LAUT_Eucheuma_s
pinosum_. [20-10-2016]

Dawson. (1954). Gracilaria salicornia. [Online]. Tersedia:


http://www.hawaii.edu/reefalgae/invasive_algae/rhodo/gracilaria_salicornia.htm

Vashishta, B R. (1999) Botany for degree students: Algae. S. Ghand & Company Ltd, New
delhi.
Hidayat, T. (2012). Laporan praktikum tentang cyanophita. [Online]. Diakses dari:
http://www.padudadi.com/2012/01/laporan-praktikum-tentang-cyanophyta.html.

Setyahandani. (2013). Chrysophyta. [Online]. Tersedia:


https://www.scribd.com/doc/171590361/CHRYSOPHYTA. [5-10-2016]
Atmadja, W.S. (1996). Pengantar Jenis-Jenis Rumput Laut Indonesia. Jakarta: Puslitbang

C. Agardh. (2011). Hormophysa triquetra. [Online]. Tersedia:


http://www.daunafrika.com/index.php/rumput-laut-alga/alga-coklat/892-
hormophysa-triquetra-c-agardh. [16-10-2016]
Karmana. (1987). Biologi. Bandung: Rosdakarya

Wiguna, Eka. 2009. Spirulina sp. [Online]. Diakses dari


https://ekawiguna.wordpress.com/2009/12/13/spirulina-sp/
Mulyadi. (2015), “Ciri – Ciri Alga Hijau dan Contohnya” [Online]. Tersedia:
http://budisma.net/2015/01/ciri-ciri-alga-hijau-chlorophyceae-dan-contohnya.html.
[23-09-2016]

Surakusumah. (2015). PENUNTUN PRAKTIKUM BOTANI CRYPTOGAMAE. Bandung.


Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI

Anda mungkin juga menyukai