Anda di halaman 1dari 10

PROPOSAL PELAKSANAAN KEGIATAN PENYULUHAN ISPA (INFEKSI

SALURAN PERNAFASAN ATAS) DUSUN III DESA TANJUNG GUSTA


KEC. MEDAN SUNGGAL KAB. DELI SERDANG
TAHUN 2014

A. Latar Belakang
Usaha peningkatan kesehatan masyarakat pada kenyataannya tidaklah mudah seperti
membalikkan telapak tangan saja, karena masalah ini sangatlah kompleks, dimana
penyakit yang terbanyak diderita oleh masyarakat terutama pada yang paling rawan
yaitu ibu dan anak, ibu hamil dan ibu meneteki serta anak bawah lima tahun.

Salah satu penyakit yang diderita oleh masyarakat terutama adalah ISPA (Infeksi
Saluran Pernapasan Akut) yaitu meliputi infeksi akut saluran pernapasan bagian atas
dan infeksi akut saluran pernapasan bagian bawah. ISPA adalah suatu penyakit yang
terbanyak diderita oleh anak- anak, baik di negara berkembang maupun dinegara maju
dan sudah mampu. dan banyak dari mereka perlu masuk rumah sakit karena
penyakitnya cukup gawat.

Berdasarkan lokakarya mini musyawarah masyarakat desa yang telah diadakan


mahasiswa/i Universitas Sari Mutiara Indonesia pada tanggal 07 September 2014 di
Dusun III Desa Tanjung Gusta telah tercapai kesepakatan mengenai masalah yang ada
di masyarakat dan rencana kegiatan sebagai upaya mengatasi masalah yang ada.

Salah satu masalah adalah mengenai ISPA. Dalam hal ini masyarakat dan mahasiswa
sudah menyepakati akan diadakan penyuluhan kepada masyarakat mengenai ISPA, dan
kegiatan gotong royong di Dusun III Desa Tanjung Gusta Kec. Medan Sunggal.

1
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah diadakan kegiatan penyuluhan ISPA ini diharapkan masyarakat dapat
lebih memahami penyebab dan pencegahan penyakit ISPA.

2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan masyarakat
a. Mampu memahami pengertian dari ISPA
b. Mampu menjelaskan penyebab ISPA
c. Menyebutkan tanda dan gejala ISPA dan penanganannya
d. Menjelaskan pencegahan ISPA
e. Menjelaskan perawatan penderita ISPA di rumah

C. Strategi Pelaksanaan
1. Judul kegiatan
Penyuluhan kesehatan tentang ISPA.
2. Sasaran dan target
Masyarakat yang ada di Dusun III Desa Tanjung Gusta.
3. Metode
a. Ceramah
b. Tanya jawab
c. Demonstrasi
D. Media dan Alat
1. Leaflet
2. Laptop
3. LCD
4. Layar LCD

2
E. Waktu
- Hari/Tanggal : Kamis, 11 September 2014
- Pukul : 16.00 s/d selesai
- Tempat Kumpul : Jl. Blok Gading dusun III Tanjung Gusta
F. Kriteria Penilaian
1. Dinilai dari kemampuan masyarakat dalam memahami dan mengerti tentang ISPA.
2. Masyarakat dapat mengungkapkan rasa ingin tahu dengan bertanya kepada penyaji
tentang ISPA.
G. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Mahasiswa bertanggung jawab melakukan tugas masing-masing
b. Peralatan dan tempat dipersiapkan oleh mahasiswa
2. Evaluasi Proses
a. Masyarakat mengikuti penyuluhan kesehatan dengan semangat
b. Setelah dilakukan penyuluhan tentang ISPA, dibuat pertanyaan pada
masyarakat tentang pengertian ISPA, penyebab ISPA, tanda dan gejala
penyaki ISPA, pencegahan ISPA
3. Evaluasi Hasil
a. Masyarakat senang dalam mengikuti penyuluhan
b. Mengubah kebiasaan untuk meningkatkan kesehatan

H. Tertib Acara
1. Pembukaan oleh protokol
2. Penyampaian materi penyuluhan oleh penyuluh
3. Evaluasi oleh notulen
4. Penutup

3
I. Pengorganisasian
Untuk melaksanakan pembagian kegiatan penyuluhan ISPA agar berjalan dengan baik,
maka kelompok membagi tugas masing-masing bertanggung jawab terhadap tugas
yang telah ditetapkan yang terdiri dari:
Ketua : Vitoe Fusanto, S.Kep
Sekretaris : Eni Handayani, S.Kep
Penyaji : Marini Silaban, S.Kep
Demonstrator : Fitriani, S.Kep
Notulen : Sri Rahayu, S.Kep
Humas : Moyria Magdalena Batubara, S.Kep
Heri Kiswanto Simbolon, S.Kep
Lumita Sinurat, S.Kep
Konsumsi : Dewi Lestari Sinaga, S.Kep
Bendahara : Cindy Laura Sitorus, S.Kep
Peralatan : Reza Yudi Pratama, S.Kep
Jontono Simangunsong, S.Kep
Dokumentasi : Erna Silaban, S.Kep
Fasilitator : Arbiansyah, S.Kep
Maria Melida Situmorang, S.Kep
Yessi Meristika, S.Kep
Penerima Tamu : Eva Roheni Tarigan, S.Kep
Paolisma Gustini Harefa, S.Kep.

4
5. SettingTempat

Keterangan

: Protokol

: Penyaji/ mahasiswa

: Notulen

: Flipchart/ LCD

: Pasien/ masyarakat pasien

: Fasilitator

5
MATERI ISPA (INFEKSI SALURAN PERNAFASAN ATAS)

A. Defenisi ISPA
ISPA adalah radang akut saluran pernafasan atas maupun bawah yang disebabkan
infeksi jasad remik atau bakteri, virus maupun rikitsia tanpa atau disertai radang
parenkim paru. (Vietha, 2009).

ISPA adalah suatu tanda dan gejala akut akibat infeksi yang terjadi pada setiap bagian
saluran pernafasan baik atas maupun bawah yang disebabkan oleh jasad remik atau
bakteri, virus tanpa disertai radang dari parenkim (Whaley dan Wong, 2000).

B. Penyebab
Menurut Vietha ( 2009 ), etiologi ISPA adalah lebih dari 200 jenis bakteri, virus dan
jamur. Bakteri penyebabnya antara lain genus streptococus, Stafilococus, hemafilus,
bordetella, hokinebacterium. Virus penyebabnya antara lain golongan mikrovirus,
adnovirus, dan virus yang paling sering menjadi penyebab ISPA di influensa yang di
udara bebas akan masuk dan menempel pada saluran pernafasan bagian atas yaitu
tenggorokan dan hidung. Biasanya bakteri dan virus tersebut menyerang anak – anak di
bawah usia 2 tahun yang kecepatan tubuhnya lemah atau belum sempurna. Peralihan
musim kemarau ke musim hujan juga menumbulkan resiko serangan ISPA. Beberapa
faktor lain yang diperkirakan berkontrubusi terhadap kejadian ISPA pada anak adalah
rendahnya asupan antioksidan, status gizi kurang, dan buruknya senetasi lingkungan.

6
C. Tanda dan Gejala
Menurut Vietha ( 2009 ), tanda dan gejala dari ISPA adalah :

1. Pilek biasa
2. Keluar sekret cair dan jernih dari hidung.
3. Kadang bersi – bersin.
4. Sakit tenggorokan.
5. Batuk.
6. Sakit kepala
7. Skret menjadi kental.
8. Demam.
9. Muntah.
10. Anoreksia

D. Pengobatan dan Pencegahan ISPA


Untuk perawatan ISPA dirumah ada beberapa hal yang perlu dikerjakan seorang ibu
untuk mengatasi anaknya yang menderita ISPA.

1. Mengatasi panas (demam)

Untuk anak usia 2 bulan samapi 5 tahun demam diatasi dengan memberikan
parasetamol atau dengan kompres, bayi dibawah 2 bulan dengan demam harus
segera dirujuk. Parasetamol diberikan 4 kali tiap 6 jam untuk waktu 2 hari. Cara
pemberiannya, tablet dibagi sesuai dengan dosisnya, kemudian digerus dan
diminumkan. Memberikan kompres, dengan menggunakan kain bersih, celupkan
pada air (tidak perlu air es).

7
2. Mengatasi batuk

Dianjurkan memberi obat batuk yang aman yaitu ramuan tradisional yaitu jeruk
nipis 1/2 sendok teh dicampur dengan kecap atau madu 1/2 sendok teh , diberikan
tiga kali sehari.

3. Pemberian makanan

Berikan makanan yang cukup gizi, sedikit-sedikit tetapi berulang-ulang yaitu lebih
sering dari biasanya, lebih-lebih jika muntah. Pemberian ASI pada bayi yang
menyusu tetap diteruskan.

4. Pemberian minuman

Usahakan pemberian cairan (air putih, air buah dan sebagainya) lebih banyak dari
biasanya. Ini akan membantu mengencerkan dahak, kekurangan cairan akan
menambah parah sakit yang diderita.

5. Lain-lain

Tidak dianjurkan mengenakan pakaian atau selimut yang terlalu tebal dan rapat,
lebih-lebih pada anak dengan demam. Jika pilek, bersihkan hidung yang berguna
untuk mempercepat kesembuhan dan menghindari komplikasi yang lebih parah.
Usahakan lingkungan tempat tinggal yang sehat yaitu yang berventilasi cukup dan
tidak berasap. Apabila selama perawatan dirumah keadaan anak memburuk maka
dianjurkan untuk membawa kedokter atau petugas kesehatan. Untuk penderita yang
mendapat obat antibiotik, selain tindakan diatas usahakan agar obat yang diperoleh
tersebut diberikan dengan benar selama 5 hari penuh. Dan untuk penderita yang
mendapatkan antibiotik, usahakan agar setelah 2 hari anak dibawa kembali
kepetugas kesehatan untuk pemeriksaan ulang.

8
E. Pengobatan pada ISPA

1. Pneumonia berat : dirawat di rumah sakit, diberikan antibiotik melalui jalur infus ,
di beri oksigen dan sebagainya.
2. Pneumonia: diberi obat antibiotik melaui mulut. Pilihan obatnya Kotrimoksasol,
jika terjadi alergi / tidak cocok dapat diberikan Amoksilin, Penisilin, Ampisilin.
3. Bukan pneumonia: tanpa pemberian obat antibiotik. Diberikan perawatan di rumah,
untuk batuk dapat digunakan obat batuk tradisional atau obat batuk lain yang tidak
mengandung zat yang merugikan.Bila demam diberikan obat penurun panas yaitu
parasetamol. Penderita dengan gejala batuk pilek bila pada pemeriksaan
tenggorokan didapat adanya bercak nanah disertai pembesaran kelenjar getah
bening dileher, dianggap sebagai radang tenggorokan oleh kuman streptococcuss
dan harus diberi antibiotik selama 10 hari.
4. Pengobatan secara tradisional

CARA PEMBUATAN LARUTAN JERUK NIPIS – KECAP


Alat dan bahan :

1. Beberapa buah jeruk nipis yang masih segar.


2. Setengah sendok teh kecap manis.
3. Satu buah gelas minum ukuran belimbing.
4. Satu buah sendok makan\
Cara pembuatan :

1. Peras jeruk nipis dan tempatkan dalam gelas.


2. Campurkan dengan ½ - 1 sendok kecap manis, aduk rata.
3. Segera minumkan pada pasien.

9
F. Pencegahan ISPA dapat dilakukan dengan :

1. Menjaga keadaan gizi agar tetap baik.


2. Immunisasi.
3. Menjaga kebersihan prorangan dan lingkungan.
4. Mencegah anak berhubungan dengan penderita ISPA.

10