Anda di halaman 1dari 38

Pengertian, Perbedaan Sel Prokariotik dan

Eukariotik
Pengertian, Perbedaan Sel Prokariotik dan Eukariotik – Bertemu kembali nih sobat
genggaminternet.com di Kesempatan yang Berbahagia ini admin masih akan membagikan artikel
Biologi yang tentu saja masih di Cari oleh teman-teman semuanya, Artikel biologi memang
menjadi salah satu artikel yang Wajib untuk di Posting di Blog ini, akan tetapi artikel lainnya
juga masih akan selalu di Posting di sini ya sobat, Nah kali ini yang akan kita Bahas secara
Tuntas adalah Mengenai Sel Prokariotik dan Juga Sel Eukariotik, Tentu sobat sudah pernah
mendengar Istilah-istilah ini kan sobat.

Apa itu sel Prokariotik? Apa itu sel eukariotik? Apa persamaan keduanya? Dan apa perbedaan
keduanya? Baiklah, mari kita pelajari tentang kedua sel tersebut. Pada kesempatan kali ini kita
akan membahas tentang Pengertian, perbedaan sel prokariotik dan sel eukariotik.

Pengertian Sel Prokariotik dan Sel


Prokariotik
Sel Prokariotik adalah organisme bersel tunggal yang tidak memiliki inti yang terikat membran
(karyon), mitokondria, atau organel membran-terikat lainnya. Kata Prokariotik berasal dari
Yunani “pro” yang artinya sebelum dan “karyon” membran. Prokariotik dapat dibagi menjadi
dua domain, Archaea dan Bakteri. Sebaliknya, spesies dengan inti dan organel ditempatkan
dalam domain Eukaryota.
Dalam Prokariotik, semua komponen yang larut dalam air intraseluler (protein, DNA dan
metabolit) terletak bersama-sama dalam sitoplasma tertutup oleh membran sel, bukan di
kompartemen selular yang terpisah. Bakteri memiliki microcompartments bakteri berbasis
protein, yang berpikir untuk bertindak organel primitif tertutup dalam cangkang protein.
Beberapa Prokariotik, seperti cyanobacteria dapat membentuk koloni besar. Lainnya, seperti
myxobacteria, memiliki tahap multiseluler dalam siklus hidup mereka.

Sel Eukariotik adalah setiap organisme yang sel mengandung inti dan organel lainnya tertutup
dalam membran. Eukariotik milik takson Eukarya atau Eukariotik. Fitur mendefinisikan yang
menetapkan sel eukariotik terpisah dari sel prokariotik (Bakteri dan Archaea) adalah bahwa
mereka memiliki organel membran-terikat, terutama inti, yang berisi materi genetik dan tertutup
oleh membran nuklir. Ssel eukariotik juga mengandung organel membran-terikat lain seperti
mitokondria dan aparat Golgi. Selain itu, tumbuhan dan alga mengandung kloroplas. organisme
eukariotik mungkin uniseluler atau multiseluler. Hanya Eukariotik membentuk organisme
multiseluler yang terdiri dari berbagai jenis jaringan yang terdiri dari jenis sel yang berbeda.

Eukariotik dapat mereproduksi baik secara aseksual melalui mitosis dan seksual melalui meiosis
dan gamet fusion. Dalam mitosis, satu sel membelah untuk menghasilkan dua sel yang identik
secara genetik. Pada meiosis, replikasi DNA diikuti oleh dua putaran pembelahan sel untuk
menghasilkan empat sel anak masing-masing dengan setengah jumlah kromosom sebagai induk
sel asli (sel haploid). Ini bertindak sebagai sel kelamin (gamet – setiap gamet hanya memiliki
satu pelengkap kromosom, masing-masing campuran unik dari pasangan yang sesuai kromosom
orangtua) yang dihasilkan dari rekombinasi genetik selama meiosis.

Perbedaan Sel Prokariotik dan Sel


Eukariotik
Berikut adalah beberapa perbedaan antara sel prokariotik dan sel eukariotik:

 Sel prokariotik merupakan sel tanpa inti, sedangkan sel eukariotik adalah sel yang
mengandung inti serta memiliki organel lainnya selain inti sel atau nukleus.
 Sel prokariotik memiliki ukuran sel diameter prokariotik 0,2-2.0 sedangkan Memiliki
ukuran diameter 10-100
 Sel prokariotik tidak memiliki membran inti, serta inti sel yang nyata dan tersebar dalam
sitoplasma sedangkan sel eukariotik memiliki nukleus atau inti sel yang nyata karena di
lingkupi oleh membran inti
 Sel prokariotik tidak memiliki organel yang terbungkus oleh membran sel sedangkan
pada sel eukariotik semua organel terbungkus oleh membran sel
 Sel prokariotik Memiliki Flageta yang mengandung dua protein sedangkan sel eukariotik
memiliki flageta yang tersusun banyak mikrotubula
 Sel prokariotik memiliki Glikokaliks dalam lapisan lendir atau kapsul, pada sel eukariotik
terdapat banyak sel yang tidak memiliki dinding sel, komposisi kimia pada dinding sel
yang sederhana.
 Sel prokariotik Memiliki dinding sel yang cukup kompleks dan mengandung
peptidoglycan
 Memiliki membran sel yang kurang mengandung sterol dan tidak mengandung
karbohidrat, sedangkan sel eukariotik memiliki membran sel yang mengandung sterol
dan karbohidrat sehingga dapat berfungsi sebagai reseptor
 Sel prokariotik memiliki operon sedangkan sel eukariotik tidak memiliki operon

Struktur dan Karakteristik Sel Prokariotik


Sel adalah unit struktural dan fungsional dari suatu organisme. Itu artinya sel merupakan
penyusun utama sekaligus unit terkecil yang menjalankan aktivitas kehidupan dari suatu
organisme. Meskipun ukurannya sangat kecil namun setiap sel dalam tubuh memiliki tugas yang
spesifik demi keberlangsungan hidup suatu organisme. Ada dua jenis struktur sel yang ada di
muka bumi ini. Struktur sel prokariotik dan sel eukariotik, kita akan membahas struktur dan
karakteristik sel prokariotik pada bagian ini.

Sel Prokariotik
Sel prokariotik adalah sel yang tidak memiliki nukleus (inti sel yang terbungkus membran).
Dalam beberapa literatur prokariotik juga didefiniskan sebagai sel yang tidak memiliki organel
yang terbungkus membran. Sel prokariotik merupakan sel penyusun beberapa jenis organisme,
yaitu semua jenis organisme bersel satu, domain Archaea dan domain Bacteria.

Ada sedikitnya 6 struktur penyusun sel prokariotik yaitu membran plasma, sitoplasma, ribosom,
dan materi genetik (DNA dan RNA). [1] Selain itu, bagian lain dari sel prokariotik adalah dinding
sel dan flagela.

1. Membran plasma
Membran plasma adalah membran biologis yang memisahkan bagian dalam sel dengan
lingkungan luar. Membran plasma tersusun oleh fosfolipid (phospholipid) dan protein. Pada sel
prokariotik tertentu, dapat ditemukan lebih dari dua membran plasma. Ruang dari satu membran
ke membran yang lain dikenal dengan nama periplasma (periplasm).

Membran plasma merupakan bagian yang bertanggung jawab mengontrol zat organik dan ion
untuk dapat keluar dan masuk sel. Dengan kata lain, membran plasma bertugas melindungi sel
dengan cara menyaring dan mengatur lalu lintas ion dari dalam maupun dari luar tubuh sel.

Pada literatur lama, membran plasma pada beberapa jenis bakteri akan membentuk mesosom.
Mesosom merupakan bagian membran plasma yang melekuk ke dalam, yang berfungsi sebagai
respirasi seluler, membantu proses oksidasi, dan penghasilan energi. Tetapi, mesosom kemudian
dikenali sebagai artefak (sesuatu yang diamati dalam penyelidikan ilmiah atau percobaan yang
tidak terdapat secara alami, tetapi terjadi sebagai akibat dari prosedur dalam mempersiapkan atau
menginvestigasi) pada akhir 1970-an. Mesosom kemudian tidak lagi dianggap sebagai bagian
dari struktur normal sel prokariotik. [5]

2. Sitoplasma
Sitoplasma adalah bagian berbentuk cairan yang ada di dalam membran plasma. Bagian ini
tersusun oleh air, protein, lipid, mineral, serta enzim-enzim. Di dalam sitoplasma terjadi
metabolisme sel berupa penyusunan (anabolisme) dan penguraian (katabolisme) zat-zat yang
kemudian digunakan sebagai energi bagi sel tersebut. Pada sel prokariotik, sitoplasma
merupakan bagian terbesar dari sel, serta merupakan bagian yang kosong (tidak terisi organel-
organel) sel.

3. Ribosom
Ribosom adalah bagian yang sangat kecil yang berfungsi untuk sintesis protein. Ribosom juga
berfungsi untuk menerjemahkan pesan yang dikirim dari DNA.

4. Materi Genetik
Materi genetik pada sel prokariotik terbagi menjadi dua unit besar, yaitu DNA (asam
deoksiribonukleat) dan RNA (asam ribonukleat). DNA tersusun oleh gula deoksiribosa, fosfat,
serta basa nitrogen. DNA merupakan bagian yang membawa informasi genetik (pewarisan sifat)
dari suatu organisme. DNA pada sel prokariotik dapat ditemukan tersebar di sitoplasma namun
umumnya terlihat berkumpul pada satu area yang dinamakan nucleoid.

Beberapa dari DNA akan bertranskripsi menjadi RNA. RNA bertugas membawa kode genetik
pesanan DNA yang kemudian dalam proses sintesis protein akan ditranskripsikan menjadi urutan
asam amino. [3]

5. Dinding sel
Dinding sel adalah bagian terluar dari sel yang memiliki fungsi memberi bentuk pada suatu sel.
Komponen struktur dinding sel pada prokariotik sebagian besar adalah peptidoglikan yang
merupakan molekul kompleks. Peptidoglikan tersusun dari N-acetylglucosamine (NAG) dan N-
acetylmuramic acid (NAM) yang dihubungkan oleh peptida pendek. [4] Ini adalah ciri khas yang
membedakan dinding sel ini dengan organisme lain. Pada beberapa bagian di dinding sel,
terdapat pori-pori kecil yang menghubungkan dunia luar dengan membran plasma. Pori-pori ini
berfungsi sebagai jalan keluar masuknya ion dan molekul sebelum disaring oleh membran
plasma.

6. Flagela
Flagela adalah tonjolan panjang seperti cambuk yang membantu dalam gerak selular, tetapi juga
sering memiliki fungsi sebagai organel sensorik, yang sensitif terhadap bahan kimia dan suhu di
luar sel.

Organel sel eukariotik dan Fungsinya


oleh Suryana Hisham pada 30 September 2019

Setiap sel memiliki pekerjaan yang jelas dan memanfaatkan organel untuk melakukan pekerjaan.
Organel adalah struktur terorganisir dan khusus dalam sel hidup. Sel-sel eukariotik memiliki
beberapa jenis organel yang bekerja di dalamnya. Dalam artikel ini, kita akan membahas
berbagai jenis organel-terikat membran dan fungsi mereka.

Organel Terikat Membran pada Sel eukariotik


Sel eukariotik mengandung banyak organel terikat membran. Organel adalah struktur
terorganisir dan khusus dalam sel hidup. Organel meliputi inti, ribosom, retikulum endoplasma,
aparatus Golgi, vakuola, lisosom, mitokondria, dan, pada tumbuhan, kloroplas.

Inti

Inti sering disebut sebagai pusat kendali dari sel eukariotik. Nukleus karena mengandung
informasi yang dibutuhkan untuk membuat protein. Setiap bagian dari sel membutuhkan protein
untuk melakukan tugasnya, sehingga dengan mengandung cetak biru membuat protein, inti
mengendalikan kegiatan organel lain.

Ribosom

Ribosom adalah organel seluler yang merakit enzim dan protein lain sesuai dengan petunjuk
yang ditemukan dalam kode DNA. Secara struktural, ribosom terdiri dari dua subunit utama.
Subunit kecil membaca mRNA, dan subunit besar merakit asam amino dalam rantai peptida yang
akan dilipat menjadi protein.

Gambar ini menunjukkan bahwa ribosom terbuat dari


dua subunit.
Retikulum Endoplasma

Retikulum endoplasma adalah lokasi reaksi kimia selular. Ini terdiri dari serangkaian membran
yang sangat terlipat. Retikulum endoplasma pada dasarnya berfungsi sebagai ruang kerja yang
besar dalam sel. Hal ini dilipat dengan cara ini untuk menghemat ruang. Lipatan dalam retikulum
endoplasma seperti lipatan di akordeon, jika tidak dilipat itu akan mengambil sejumlah besar
ruang, tetapi lipatan memungkinkan banyak luas permukaan untuk reaksi seluler untuk masuk ke
dalam tempat yang kecil. Jika ribosom yang melekat pada retikulum endoplasma, ini disebut
sebagai retikulum endoplasma kasar.

Retikulum endoplasma

Apparatus Golgi

Aparatus Golgi adalah sistem membran tubular yang mengubah protein untuk membentuk fungsi
tertentu. Protein akan ditransfer ke aparatus Golgi setelah dirakit di ribosom. Setelah protein
menerima modifikasi yang diperlukan, mereka diurutkan dalam Golgi dan dikirim ke tujuan
yang tepat mereka. Dengan cara ini, Golgi berfungsi sebagai semacam kantor pos untuk protein.

Golgi adalah serangkaian membran tubular.


Vakuola

Vakuola dasarnya kantung dikelilingi oleh membran. Mereka digunakan oleh sel sebagai tempat
penyimpanan sementara. Mereka sering menyimpan makanan, enzim, dan bahan lainnya yang
diperlukan oleh sel, dan beberapa vakuola menyimpan produk-produk limbah.

vakuola sel hewan

Lisosom

Pernahkah Anda diminta untuk mengambil sampah? Jika demikian, Anda tahu bagaimana
rasanya menjadi sebuah lisosom. Organel ini mengandung enzim pencernaan yang digunakan
untuk memecah organel kelebihan atau usang, memakanan partikel, virus, dan bakteri. Jika
mereka mendapatkan terlalu penuh, lisosom dapat menyatu dengan vakuola dan mengeluarkan
enzim mereka ke vakuola.

Struktur Lisosom

Kloroplas dan Mitokondria

Semua proses yang terjadi dalam sel – termasuk produksi protein, modifikasi, transportasi, dan
pencernaan – membutuhkan energi. Kedua organel yang memberikan energi yang dikenal
sebagai mitokondria dan kloroplas.
Bagan ini menggambarkan struktur kloroplas.

Tanaman harus menangkap energi dari cahaya untuk mengubahnya menjadi makanan. Organel
yang menangkap cahaya dan menghasilkan makanan yang dikenal sebagai kloroplas. Kloroplas
terdiri dari membran ganda. Di dalam membran dalam merupakan tumpukan kantong yang
dikenal sebagai grana. Di dalam membran dalam, sinar matahari diproses dan digunakan untuk
membuat makanan bagi tanaman.

Bagian dalam sebuah mitokondria terdiri dari banyak


lipatan membran.

Energi yang dihasilkan oleh kloroplas disimpan sampai dipecah dan dikeluarkan oleh organel
yang dikenal sebagai mitokondria. Mitokondria ditemukan di kedua tumbuhan dan hewan sel
dan digunakan untuk mengubah energi. Sebuah mitokondria memiliki membran luar dan
membran dalam yang sangat terlipat. Lipatan ini dari membran dalam memberikan area
permukaan yang lebih besar untuk berbagai reaksi kimia berlangsung.

Mitokondria adalah organel yang dibatasi dengan sitoplasma sel yang mengambil bagian dalam
berbagai fungsi metabolisme seluler. Kelangsungan hidup sel membutuhkan energi untuk
melakukan fungsi yang berbeda. Mitokondria adalah organel penting dengan fakta bahwa
organel ini menyediakan semua energi biologis yang diperlukan sel, dan mereka memperoleh
energi ini dengan mengoksidasi substrat dari siklus Krebs. Energi sel didapat dari oksidasi
enzimatik dari senyawa kimia dalam mitokondria. Oleh karena itu, mitokondria kembali disebut
sebagai ‘ rumah energi’ dari sel. Hampir semua sel eukariotik memiliki mitokondria, meskipun
mereka hilang dalam tahap akhir pengembangan sel seperti di sel darah merah atau elemen
tabung saringan floem.

Pada tahun 1890, mitokondria pertama kali dijelaskan oleh Richard Altmann dan ia menyebut
mereka sebagai bioblasts. Pada tahun 1897 menciptakan istilah mitokondria. Pada tahun 1920,
seorang ahli biokimia Warburg menemukan bahwa reaksi oksidatif terjadi di sebagian besar
jaringan di bagian-bagian kecil sel.

Mitokondria adalah struktur selular terikat membran dan ditemukan di sebagian besar sel-sel
eukariotik. Mitokondria memiliki ukuran diameter yang berkisar antara 0,5-1,0 mikrometer.
Mitokondria kadang-kadang digambarkan sebagai pembangkit listrik dari sel. Organel ini
menghasilkan sebagian besar energi dari sel dalam bentuk adenosin trifosfat (ATP) dan
digunakan sumber energi kimia.

Mitokondria juga terlibat dalam kegiatan seluler lainnya seperti sinyal, diferensiasi selular,
penuaan sel dan juga kontrol siklus sel dan pertumbuhan sel. Mitokondria juga mempengaruhi
kesehatan manusia, seperti gangguan mitokondria dan disfungsi jantung dan mereka juga
memainkan peran penting dalam proses penuaan. Istilah ‘mitokondria’ berasal dari bahasa
Yunani kata ‘mitos’ yang berarti ‘benang’ dan ‘chondrion’ yang berarti ‘granul’.

Ringkasan organel eukariotik

Seperti yang Anda lihat, sel-sel eukariotik seperti pabrik-pabrik kecil. Setiap sel memiliki
pekerjaan yang jelas dan memanfaatkan organel untuk melakukan pekerjaan. Sangat mudah
untuk berpikir dari inti sebagai manajer, ribosom dan retikulum endoplasma sebagai jalur
perakitan, Golgi sebagai ruang surat, vakuola sebagai wadah penyimpanan, dan lisosom sebagai
kru pembersihan. Semua bagian-bagian dari pabrik seluler yang didukung oleh bahan yang
dihasilkan di dalam mitokondria dan kloroplas.

Organel Sel Hewan: Fungsi, Struktur, Gambar TERLENGKAP — Struktur Sel Hewan terdapat
bagian-bagian atau organel-organel dalam sel hewan dengan fungsi/peran masing-masing.
Fungsi organel-organel sel hewan merupakan tanda bahwa organel sel hewan tersebut memiliki
pekerjaan dalam sel hewan. Organel sel hewan memiliki kesamaan dengan organel sel
tumbuhan, dan juga perbedaan.

Perbedaan organel sel hewan dan sel tumbuhan merupakan pertanda dalam membedakan atau
tanda dalam membedakan sel hewan dan sel tumbuhan, selain itu terdapat pula fungsi-fungsi
dalam organel-organel sel hewan yang merupakan pekerjaan yang dilakukan dalam sel tersebut
sehingga dapat bekerja secara optimal. Organel-organel sel hewan dan fungsinya dapat dilihat
seperti dibawah ini…
1. Membran Sel
Membran sel adalah bagian paling luar yang membungkus sel yang tersusun atas lemak (lipid)
dan protein (lipoprotein).
Fungsi membran sel
-Melindungi sel
-Mengatur keluar masuknya zat
-Penerima rangsangan dari luar

2. Sitoplasma
Sitoplasma adalah cairan sel dan segala sesuatu yang larut di dalamnya, kecuali nukleus (inti sel)
dan organel, serta sitoplasma terdiri atas protein material dan air. Sitoplasma bersifat koloid
kompleks yakni tidak cair dan tidak padat yang dapat berubah tergantung konsentrasi air, jika
konsentrasi air rendah akan menjadi padat lembek disebut gel, sedangkan jika konsentrasi air
tinggi akan menjadi encer disebut sol.
Fungsi Sitoplasma
-Tempat berlangsungnya metabolisme sel
-Sumber bahan kimia sel
3. Retikulum Endoplasma
Retikulum endoplasma adalah bagian selberbentuk benang-benang yang terdapat di inti sel.
Retikulum endoplasma terbagi atas dua yakni retikulum endoplasma halus (REh) dan retikulum
endoplasma kasar (REk). Retikulum endoplasma halus (REh) adalah tidak melekat dengan
ribosom, sedangkan retikulum endoplasma kasar (REk) adalah melekat pada ribosom.
Fungsi Retikulum Endoplasma
-Alat transportasi zat dalam sel sendiri
-Mensintesis lipid dalam sel (REh)
-Membantu dalam detoksifikasi se-sel berbahaya pada sel (REh)
-Sintesa protein (REk)

4. Mitokondria
Mitokondria adalah organel terbesar yang merupakan mesin dalam sel. Mitokondria berbentuk
mirip dengan cerutu yang memiliki dua lapis membran yang lekuk-lekuk dan dinamakan kritas.
Oksigen dan glukosa berkombinasi dalam membentuk energi (ATP) yang diperlukan untuk
metabolisme dan aktivitas seluler dalam organel sehingga mitokondria dijuluki sebagai the
power house karna menghasilkan energi. Mitokondria dalam bentuk tunggulnya disebut dengan
mitokondrion. Mitokondrion adalah organel yang mengubah dari energi kimia ke energi yang
lain.
Fungsi Mitokondria
-Menghasilkan energi dalam bentuk ATP
-Respirasi seluler

5. Mikrofilamen
Mikrofilamen adalah organel sel yang terbentuk dari protein aktin dan miosin. Mikrofilamen
memiliki kemiripan dengan mikrotubulus tapi mikrofilamen lebih lembut dan diameternya lebih
kecil.
Fungsi Mikrofilamen
-Berperan dalam pergerakan sel, endositosis dan eksositosis

6. Lisosom
Lisosom adalah organel berupa kantong terikat di membran yang berisi kandungan enzim
hidrolitik yang digunakan dalam mengontrol pencernaan intraseluler di keadaan apapun.
Lisosom terdapat pada sel eukariotik. Lisosom merupakan sel hewan yang tidak dapat tumbuh
lagi
Fungsi Lisosom
-Pemasukan makromulekul dari luar menuju ke dalam sel dengan mekanisme endositosis
-Mencerna materi dengan menggunakan fagositosis
-Mengontrol pencernaan intraseluler
-penghancuran organel sel yang telah rusak (autofagi)

7. Peroksisom (Badan Mikro)


Peroksisom adalah kantong kecil yang berisi dengan enzim katalase yang fungsinya
menguraikan peroksida (H2O2) yang merupakan sisa dari metabolisme yang sifatnya toksik
menjadi air dan oksigen yang membahayakan sel. Peroksisom banyak ditemukan di sel hati dan
ginjal.
Fungsi Peroksisom
-Menguraikan perokida (H2O2) dari sisa-sisa metabolisme toksik
-Perubahan lemak menjadi karbohidrat

8. Ribosom
Ribosom adalah organel sel yang padat dan kecil dengan diameter 20 nm yang terdiri atas
65%RNA ribosom (rRNA) dan 35% protein ribosom (Ribonukleoprotein atau RNP ) . Ribosom
bekerja dalam menerjemahkan mRNA untuk membentuk rantai polipeptida (protein) dengan
menggunakan asam amino yang dibawah tRNA pada saat proses translasi. Di dalam sel ribosom
terikat pada retikulum endoplasma kasar (REk), atau membran inti sel.
Fungsi Ribosom
-Tempat berlangsngunya sintesis protein

9. Sentriol
Sentriol adalah struktur berbentuk tabung yang dapat ditemukan pada sel eukariota. Sentriol juga
mengambil peran dalam pembelahan sel dan dalam pembentukan silia dan flagela. Sepasang
sentriol yang membentuk struktur gabungan disebut dengan sentrosom. Sentriol merupakan sel
hewan yang tidak dapat tumbuh lagi
Fungsi Sentriol
-Proses pembelahan sel dalam membentuk benang spindel
-Berperan membentuk silia dan flagela

10. Mikrotubulus
Mikrotubulus adalah organel sel di dalam sitoplasma yang ditemukan pada sel eukariot dan
berbentuk silindris panjang yang berangga dengan diameter dalam kurang lebih 12 nm dan
diameter luar 25 nm. Mikrotbulus terdiri atas molekul-molekul berbentuk bulat protein globular
yang disebut tubulin, dengan spontan bergabung membentuk silindris panjang berongga pada
kondisi tertentu. Mikrotbulus bersifat kaku.
Fungsi Mikrotubulus
-Melindungi sel
-Memberi bentuk sel
-berperan dalam pembentukan flagela, silia dan sentriol

11. Badan Golgi


Badan golgi atau aparatus golgi atau kompleks golgi adalah organel yang dikaitkan dengan
fungsi ekskresi sel. Badan golgi dapat ditemukan di semua sel eukariotik dan terdapat pada
fungsi ekskresi, seperti ginjal. Badan golgi berbentuk kantong pipih yang berukuran kecil hingga
besar dan terikat oleh membran. Setiap sel hewan memiliki 10–20 badan golgi.
Fungsi Badan Golgi
-Membentuk vesikula (kantung) untuk ekskresi
-Membentuk lisosom
-Memproses protein
-membentuk membran plasma

12. Nukleus
Nukleus adalah inti dari sel yang mengatur dan mengendalikan aktivitas sel baik itu metabolisme
hingga ke pembelahan sel. Nukleus ditemukan pada sel eukariotik dan mengandung sebagaian
besar materi ginetik yang bentuknya DNA linear panjang yang membentuk kromosom bersama
protein-protein. Nukleus terdiri dari bagian-bagian seperti Membran inti (karioteka),
Nukleoplasma (Kariolimfa), Kromatin/kromosom, Nukleolus.
Fungsi Nukleus
-Untuk menjaga integritas gen-gen
-Mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen
-Menyimpan informasi genetik
-Tempat terjadinya replikasi
-Mengendalikan proses metabolisme dalam sel

13. Nukleolus
Nukleolus adalah daerah yang terdapat di dalam inti sel (nukleus) yang bertanggung jawab
dalam pembentukan protein menggunakan RNA (Asam ribonukleat).
Fungsi Nukleolus
-Bertanggung jawab dalam pembentukan protein

14. Nukleoplasma
Nukleoplasma adalah cairan padat yang berada di dalam inti sel (nukleus) mengandung serat
kromatin, yang padat membentuk kromosom dan gen yang membawa informasi genetik.
Fungsi Nukleoplasma
-Membentuk kromosom dan gen

15. Membran Inti


Membran inti adalah elemen struktural utama nukleus yang membungkus keseluruhan organel
dan memisahkan antara sitoplasma dan daerah inti. Membran inti bersifat tak permeabel dengan
sebagian besar molekul yang membuat nukleus membutuhkan pori inti sehingga nukleus dapat
melintasi membran.
Fungsi Membran Inti
-Pelindung inti sel (Nukleus)
-Tempat pertukaran zat antara materi inti dan sitoplasma

Interfase
Apa yang dimaksud dengan Interfase? ialah merupakan suatu tahapan siklus sel di mana sel-sel
menghabiskan sebagian (biasanya, lebih dari 90%) dari waktu mereka dan melakukan fungsi
biasa mereka, termasuk persiapan untuk pembelahan sel.

Adapun definisi dari siklus sel sendiri yakni merupakan suatu kegiatan dalam sel yang terjadi
dari satu pembelahan sel ke pembelahan sel berikutnya.

Kemudian pada Siklus sel akan mengalami pembelahan dengan melalui serangkaian proses yang
terjadi secara berulang kali dari pertumbuhan ke pembelahan. Seperti salah satunya adalah fase
persiapan (Interfase)

Tahapan Interfase

Istilah interfase atau fase antara terkadang salah dimaknai. Karena memberikan pengertian
seolah-olah pada fase ini tidak terjadi apa-apa. Sedangkan dalam fase ini dimana sel sedang
mempersiapkan semua kebutuhannya untuk melakukan suatu pembelahan mitosis.

Pada fase ini sel terus tumbuh, bertambah ukuran, membentuk struktur dan molekul baru. Secara
umum, interfase dapat dibedakan lagi menjadi beberapa tahap, yakni tahap G1, S, dan G2 .
Tahap G1 (gap 1) merupakan tahap pembentukan macam-macam protein dan transkripsi RNA.
Hal tersebut menyebabkan pertumbuhan sel terus membesar.

Fase interfase dibagi menjadi tiga sub fase, yakni:

Fase G1 (Growth 1)

Pada fase G1, sel tumbuh dan berkembang dengan sangat pesat. Akibat pertumbuhan sel
tersebut, ukuran sel bertambah besar. Fase G1 berakhir ketika ada sel yang layak untuk
membelah masuk ke fase S, sedangkan sel yang tidak dapat melakukan pembelahan masuk ke
fase G0.

Fase S (Sintesis)

Pada fase S, terjadi replikasi DNA, pembuatan membran sel, dan replikasi sentriol. Setelah
selesai pada fase sintesis, maka sel memasuki fase G2.

Fase G2 (Growth 2)

Terjadinya fase G2 dalam penggandaan organ untuk di bagi rata pada saat fase mitosis
berlangsung. Dan selain itu, reproduksi enzim diperbanyak untuk digunakan pada saat fase
nitosis (pembelahan inti sel baru melalui tahapan dan proses tertentu yang menghasilkan dua
jenis sel anak yang jumlah kromosom sama dengan induknya).

Dalam fase ini, dimana nantinya pada sel akan tumbuh dengan sempurna sebagai persiapan
untuk pembelahan sel. Dan akan ada penambahan dalam ADN dengan sangat cepat sekali secara
kompleks dengan protein kromosom dan pembentukan ARN (Asam Ribo Nukleat).
Jadi kesimpulan dari penjelasan fase diatas, maka aktivitas selnya yakni :

 Mengalami penggandaan (DNA dan organel).


 Sel mengalami perbesaran ukuran karena tumbuh dan berkembang dengan sangat pesat.
 Sel mengalami pembelahan.

 FaseG1 : dengan transkripsi RNA, sintesis protein dan penggandaan organel sel
 Fase S : replikasi DNA, duplikasi kromosom
 Fase G2 : Sintesis RNA dan perbanyakan kembali organel sel interfase bukan merupakan fase
pembelahan ,tapi fase antara ,yaitu antara mitosis satu dengan mitosis berikutnya.

Pada Interfase,  biasanya mencakup sekitar  90%  siklus sel. Dan kemudian pada selnya akan
bertumbuh dan membuat salinan kromosom sebagai persiapan untuk pembelahan sel.

Ciri-Ciri Interfase

 Selaput nukleus membatasi nukleus


 Nukleus mengandung satu atau lebih nukleolus
 Dua sentrosom telah terbentuk memlalaui replikasi sentrosom tunggal
 Pada sel hewan, setiap sentrosom memiliki dua sentrosom
 Kromosom yang diduplikasikan selama fase S, tidak bisa dilihat secara individual karena belum
terkondensasi.

Pengertian Pembelahan Mitosis dan Tahap-tahap Pembelahan Mitosis

Dalam pembelahan mitosis memiliki tahap-tahap pembelahan yang biasa juga disebut fase-fase
pembelahan mitosis. Sebelum itu mari kita membahas pertama-tama pengertian pembelahan
mitosis. Pembelahan mitosis adalah proses pembelahan inti sel menjadi dua inti sel baru melalui
tahap-tahap tertentu dan menghasilkan sel anak dengan jumlah dan jenis kromosom yang sama
dengan sel induknya. Dari satu sel lalu menjadi dua sel anak identik, masing-masing sel anak
mewarisi kromosom yang sama banyak dengan kromosom induknya. Jika sel induk memiliki 2n
kromosom, setiap sel anak juga memiliki 2n kromosom Pembelahan mitosis terjadi melalui
beberapa tahapan. Mula-mulai bagian inti sel membelah, setelah diikuti pembelahan sitoplasma.
Adapun tahap-tahap pembelahan mitosis yang dapat dilihat seperti yang ada dibawah ini..

Mitosis merupakan pembelahan sel yang terjadi pada organisme eukariot. Pembelahan sel secara
mitosis terjadi pada jaringan somatik. Dalam pembelahan mitosis ini, satu sel membelah menjadi
dua sel yang sama persis.
Pembelahan mitosis terdiri atas pembelahan inti dan pembelahan sitoplasma. Pembelahan
mitosis ini di awali dengan pembelahan inti. Oleh karena itu, bila kita melihat kumpulan sel yang
sedang membelah, mungkin kita akan menemukan satu atau beberapa sel yang mempunyai dua
inti. Hal ini berarti sel telah selesai melakukan pembelahan inti tetapi belum melakukan
pembelahan sitoplasma.
Mitosis merupakan periode pembelahan sel yang berlangsung pada jaringan titik tumbuh
(meristem), seperti pada ujung akar atau pucuk tanaman. Proses mitosis terjadi dalam empat fase,
yaitu profase, metafase, anafase, dan telofase. Fase mitosis tersebut terjadi pada sel tumbuhan
maupun hewan.

Terdapat perbedaan mendasar antara mitosis pada hewan dan tumbuhan. Pada hewan terbentuk
aster dan terbentuknya alur di ekuator pada membran sel pada saat telofase sehingga kedua sel
anak menjadi terpisah.

Dengan mitosis terjadi proses pertumbuhan dan perkembangan jaringan dan organ tubuh
makhluk hidup. Tujuan pembelahan mitosis adalah mewariskan semua sifat induk kepada kedua
sel anaknya. Pewarisan sifat induk kepada kedua sel anaknya terjadi secara bertahap fase demi
fase. Fase-fase dalam pembelahan mitosis adalah sebagai berikut:

Tahap-Tahap Pembelahan Mitosis


Tahap-tahap pembelahan mitosis terdiri dari profase, metafese, anafase, telofase dan interfase.
antara lain sebagai berikut... 
a. Profase
Profase merupakan fase pertama pembelahan. Pada fase ini kromosom mulai terjadi
pemendekan, menebal, dan masing-masing saling berpasangan (2n) yang berdiri dari dua
benang. Pada fase ini, membran ini masih tampak.
Profase. Pada awal profase, sentrosom dengan sentriolnya mengalami replikasi dan dihasilkan
dua sentrosom. Masing-masing sentrosom hasil pembelahan bermigrasi ke sisi berlawanan dari
inti.
Pada saat bersamaan, mikrotubul muncul diantara dua sentrosom dan membentuk benang-
benang spindle, yang membentuk seperti bola sepak. Pada sel hewan, mikrotubul lainnya
menyebar yang kemudian membentuk aster. Pada saat bersamaan, kromosom teramati dengan
jelas, yaitu terdiri dua kromatid identik yang terbentuk pada interfase. Dua kromatid identek
tersebut bergabung pada sentromernya. Benang-benang spindel terlihat memanjang dari
sentromer (Campbell et al. 1999).

Ciri-Ciri Tahap Profase

 Benang-benang kromonema menjadi pendek dan bertambah tebal membentuk kromosom


homolog dengan duplikatnya sehingga menjadikan kromosom menjadi 2 
 Nukleous dan membran inti menghilang
 Sentriol membelah 2 dan bergerak berlawanan kearah dua kutub yang berlawanan pula
 Setiap sentriol menuju ke benang spinder (benang gelendong)

b. Metafase
Pada fase ini membran inti melebur. Kromosom berkumpul di bidang ekuator yang ada di tengah
sel. Kromosom memperbanyak diri maka setiap kromosom terdiri dari dua kromatid. Pada saat
ini dapat dikatakan bahwa sel memiliki 4n kromosom.
Masing-masing sentromer mempunyai dua kinetokor dan masing-masing kinetokor dihubungkan
ke satu sentrosom oleh serabut kinetokor. Sementara itu, kromatid bersaudara begerak ke bagian
tengah inti membentuk keping metafase (metaphasic plate) (Campbell et al. 1999).

Ciri-Ciri Tahap Metafase

 Setiap kromosom homolog dengan duplikatnya sejajar di bidang metafase/dataran


metafase

c. Anafase
Pada fase anafase setiap kromosom memisahkan diri menjadi dua bagian yang sama, masing-
masingbergerak menuju ke arah kutub sel yang saling berlawanan, jadi 2n kromosom bergerak
ke kutup yang satu, dan 2n kromosom bergerak kekutub yang lain.
Masing-masing kromatid memisahkan diri dari sentromer dan masing-masing kromosom
membentuk sentromer. Masing-masing kromosom ditarik oleh benang kinetokor ke kutubnya
masing-masing (Campbell et al. 1999).

Ciri-Ciri Tahap Anafase

 Setiap kromosom homolog memisahkan diri dublikatnya kearah dua kutup berlawanan
dengan gerakan kontraksi dari daya tarik benang spindel

d. Telofase
Kromosom sampai di kutub masing-masing kemudian terbentuk membran inti yang mengelilingi
kelompok kromosom. Setiap kedua inti yang baru terbentuk itu, muncul membran pemisah.
Kemudian terbentuklah membran sel yang memisahkan kedua sel anak tersebut. Maka
lengkaplah sudah proses pembelahan mitosis, dari satu sel menjadi dua sel anak. Setiap sel anak
memiliki 2n kromosom.
Ketika kromosom saudara sampai ke kutubnya masing-masing, mulainya telofase. Kromosom
saudara tampak tidak beraturan dan jika diwarnai, terpulas kuat dengan pewarna histologi
(Campbell et al. 1999).

Ciri-Ciri Tahap Telofase

 Kromosom homolog dan kromosom dublikatnya saling menuju ke kutub selnya masing-
masing
 Mulai terlihat membran inti sel dan nukleolus
 Dibagian tengah sel mulai terbentuk dan adanya sekat pemisah
 Terbentuknya dua sel anak

Tahap berikutnya terlihat benang-benang spindle hilang dan kromosom tidak terlihat
(membentuk kromatin; difuse). Keadaan seperti ini merupakan karakteristik dari interfase. Pada
akhirnya membran inti tidak terlihat diantara dua anak inti (Campbell et al. 1999).

Sitokinesis. Selama fase akhir pembelahan mitosis, muncul lekukan membran sel dan lekukan
makin dalam yang akhirnya membagi sel tetua menjadi dua sel anak. Sitokinesis terjadi karena
dibantu oleh protein aktin dan myosin (Campbell et al. 1999).

Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya:


Pengertian Pembelahan biner
Pembelahan biner adalah reproduksi asetsual oleh pemisahan tubuh menjadi dua badan baru.
Dalam proses pembelahan biner, organisme menduplikasi materi genetik, atau asam
deoksiribonukleat (DNA), dan kemudian membagi menjadi dua bagian (sitokinesis), dengan
masing-masing organisme baru menerima satu salinan DNA. Kebanyakan prokariota
bereproduksi secara asetsual melalui proses yang disebut pembelahan biner. elama pembelahan
biner, molekul DNA tunggal bereplikasi dan sel asli dibagi menjadi dua sel yang identik.
Pembelahan biner dimulai dengan molekul tunggal DNA mereplikasi dan kedua salinan melekat
pada membran sel. Selanjutnya, membran sel mulai tumbuh antara dua molekul DNA. Setelah
bakteri hampir menggandakan ukuran aslinya, membran sel mulai mencubit ke dalam.

 Sebuah dinding sel kemudian terbentuk antara dua molekul DNA membagi sel asli
menjadi dua sel anak yang identik.
Pembelahan biner adalah metode utama reproduksi organisme prokariotik. Pada protista,
pembelahan biner sering dibedakan menjadi jenis, seperti melintang atau longitudinal, tergantung
pada sumbu pemisahan sel. Secara umum pembelahan melintang di beberapa organisme, seperti
cacing pita dan polip scyphostome, disebut Strobilasi.

Umumnya, hasil ini dalam bentuk rantai, disebut Strobilus, produk-pembelahan proglottid dari
cacing pita dan ephyrae dari ubur-ubur Scyphozoan; setiap proglottid atau Ephyra dewasa pada
gilirannya dan memisahkan dari akhir Strobilus tersebut. Beberapa spesies metazoan
(multiseluler) secara teratur menjalani pembelahan tubuh menjadi beberapa unit secara
bersamaan, sebuah proses yang disebut fragmentasi. Pembelahan pada planaria dan fragmentasi
umumnya merupakan reproduksi langsung di mana setiap bagian meregenerasi bagian yang
hilang untuk menjadi hewan baru yang lengkap.

Produk Strobilasi, bagaimanapun, adalah hanya reproduksi secara tidak langsung: proglottid
tidak regeneratif tapi membawa dan melepaskan sejumlah besar telur dan mati; ephyrae tidak
menghasilkan polip baru tapi tumbuh menjadi reproduksi setsual medusa, larva yang menjadi
polip.

Perbedaan Pembelahan Biner dan tunas

1. Perbedaan utama antara pembelahan biner dan tunas bahwa dalam tunas ada sebuah hasil dari
individu induk menghasilkan tunas, yang identik dengan individu induknya, tetapi dalam
pembelahan biner, tidak ada tunas dan pembentukan hasil pertumbuhan. Hanya menghasilkan
dua individu yang identik dengan memisahkan sel induk menjadi dua bagian dengan
pembelahan sel mitosis diikuti sitokinesis.
2. Dalam tunas, individu baru terbentuk pada individu tua. Jadi orang tua atau individu tua masih
ada tanpa perubahan apapun, tetapi dalam pembelahan biner, individu tua dibagi menjadi dua
individu baru.
3. Pada dasarnya prokariota menunjukkan pembelahan biner. Banyak eukariota seperti jamur,
spons, dan tanaman tertentu direproduksi menggunakan tunas.
4. Di antara organisme uniseluler, satu-satunya perbedaan yang dikenali adalah, pada tunas, sel
induk selalu lebih besar daripada tunas baru yang terbentuk, tetapi dalam pembelahan biner, sel
induk dan sel yang baru terbentuk serupa dalam ukuran.
5. Sitoplasma sel induk dibagi secara merata selama pembelahan biner, tetapi dalam tunas,
sitoplasma dibagi secara tidak merata.
Pembelahan biner pada Paramecium

6. Tunas adalah jenis perbanyakan vegetatif sementara pembelahan biner adalah jenis fisi.
7. Untuk organisme tertentu, tunas bisa dilakukan secara artifisial. Karena pembelahan biner
adalah proses alami, tidak pernah dapat dilakukan secara artifisial.
8. Proses tunas secara luas digunakan dalam hortikultura dan pertanian. Tidak seperti tunas,
proses pembelahan biner tidak memiliki penggunaan tersebut.

Meiosis atau pembelahan reduksi adalah pembelahan sel yang menghasilkan sel anakan dengan
jumlah kromosom setengah jumlah kromosom sel induk. Pembelahan ini sangat penting bagi
organisme yang berkembangbiak secara seksual yaitu dalam proses pembentukan gamet atau
gametogenesis.

Pengertian pembelahan meiosis adalah proses pembelahan bersifat reduksi yang bertujuan untuk
menghasilkan gamet. Pembelahan meiosis disebut juga pembelahan reduksi kerena terjadi
pengurangan jumlah kromosom diploid (2n) menjadi haploid (n). Pembelahan meiosis terjadi
pada sel penghasil gamet seperti organ kelamin jantan dan betina.

Sejarah penemuan meiosis dijelaskan oleh Edouard van Beneden pada tahun 1883 saat
mengamati telur cacing Ascaris sp. yang mengandung kromosom yang hanya separuh dari
jumlah kromosom yang ada pada sel somatis. Pembelahan meiosis berasal dari kata meioun yang
berarti pengurangan.

Meiosis dibagi menjadi dua pembelahan nukleus (kariokinesis), yaitu meiosis I dan meiosis II.
Perbedaan Meiosis 1 dan Meiosis 2 yaitu adanya pindah silang dan penggandaan kromosom.

Tujuan Pembelahan Meiosis

Adapun tujuan pembelahan sel secara meiosis diantaranya yaitu:

 Menghasilkan gamet
 Mengurangi setengah jumlah kromosom
 Meningkatkan variabilitas genetik pada gamet

Ciri-Ciri Pembelahan Meiosis

Adapun ciri-ciri pembelahan meiosis, diantaranya yaitu:

 Terjadi di sel kelamin


 Jumlah sel anaknya 4
 Jumlah kromosen 1/2 induknya
 Pembelahan terjadi 2 kali
 Membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan pembelahan mitosis dan memiliki proses
yang lebih kompleks.

Tahapan-Tahapan Pembelahan Meiosis

Pembelahan meiosis berlangsung dalam dua tahap, yaitu meiosis I dan meiosis II. Pada meiosis I
terjadi reduksi (pengurangan) jumlah kromosom, sedangkan pada meiosis II terjadi proses sama
dengan pembelahan mitosis.

Meiosis 1 (I)

Meiosis I terdiri atas 4 (empat) tahap yaitu profase I, metafase I, anafase I, dan telofase I. Pada
awal meiosis I, nukleus membesar sehingga penyerapan air dari sitoplasma oleh inti mencapai 3
kali lipat. Berikut tahapan pembelahan meiosis pada sel hewan yang memiliki dua kromosom
atau sepasang kromosom homolog.
Profase I

Tahap profase I pada pembelahan meiosis memiliki waktu yang lebih lama dan lebih kompleks
dibandingkan dengan tahap profase pada pembelahan mitosis. Tahapan profase I terdiri dari
beberapa tahap yaitu:

Leptonema
Leptonema/Leptoten yaitu tahapan terjadinya penggandaan kromosom menjadi kromatid kembar
(sister chromatids). Akan tetapi, dalam pengamatan mikroskop bentuknya masih seperti benang-
benang tunggal tipis yang memanjang. Lebih singkatnya, pada tahapan ini terlihat benang-
benang halus di bagian inti sel dan mulai terbentuk kromosom.

Zigonema
Zigonema/Zigoten yaitu tahapan terjadinya tiap kromosom homolog berpasangan membentuk
struktur bivalen yang dinamakan sinapsis. Setiap kromosom mengalami penggandaan menjadi
dua kromatid kembar dimana tiap bivalen terdapat empat kromatid kembar. Kompleks empat
kromatid tersebut disebut dengan tetrad.

Lebih singkatnya, pada tahapan ini terjadi:

 Pembentukan kembaran kromosom (geminus).


 Kromosom homolog yang berpasangan disebut bivalen, sedangkan peristiwa berpasangannya
antarkromosom homolog disebut sinapsis.

Pakinema
Pakinema/Pakiten yaitu tahapan terjadinya penampakan visual pertama kalinya struktur tetrad.
Tahapan ini juga mulai terjadi pindah silang (crossing over), yaitu pertukaran materi genetik
antara kromatid paternal dengan kromatid maternal. Lebih singkatnya, pada tahap ini geminus
(kembaran kromosom) terbentuk secara sempurna.

Diplonema
Diplonema/Diploten yaitu tahapan terjadinya penampakan secara visual tempat terjadinya pindah
silang yang disebut kiasma (jamak = kiasmata).

Lebih lengkapnya, pada tahapan ini terjadi:

 Kromosom membelah membujur sehingga setiap kelompok sinapsis terbentuk empat kromatid
dan letaknya saling menjauh. Akan tetapi, pada titik-titik tertentu masih ada hubungan disebut
kiasma. Adanya kiasma tersebut memungkinkan terjadinya pindah silang (crossing over).
 Pasangan kromosom homolog memisahkan diri.

Diakinesis
Pada tahap ini terjadi beberapa hal diantaranya:

 Terjadinya perpindahan kiasma bergeser ke ujung kromosom.


 Tiap kromatid anggota tetrad semakin pendek, menebal, dan bergerak ke arah bidang ekuator
sel. Nukleolus dan membran nukleus menghilang.
 Mikrotubulus/benang spindel yang keluar dari sentriol semakin memanjang dan menempel
pada kinetokor.

Metafase I

Berikut tahapan yang terjadi pada metafase I diantaranya yaitu:

 Dinding inti dan nukleolus (anak inti) menghilang.


 Terbentuk benang-benang spindel.
 Kromosom homolog (geminus) bergerak ke bidang ekuator dengan sentromer mengarah ke
kutub.

Anafase I

Pada tahap ini, kromosom homolog berpisah dan bergerak ke kutub berlawanan tanpa pemisahan
sentromer.

Telofase I

Berikut tahapanyang terjadi pada telofase I, diantaranya:

 Retikulum endoplasma membentuk membran inti di sekitar kelompok kromosom yang telah
sampai di kutub pembelahan.
 Membran inti dan anak inti (nukleolus) kembali terbentuk.
 Pembentukan membran plasma untuk memisahkan sel anakan.
 Terbentuk 2 sel anakan yang haploid (n).

Meiosis 2 (II)

Pada pembelahan tahap meiosis II berlangsung seperti mitosis, namun sel-selnya bersifat haploid
(n). Berikut tahapan meiosis II, diantaranya yaitu:

Profase II

Peristiwa yang terjadi pada tahap profase II, diantaranya yaitu:

 Pembelahan dua buah sentriol menjadi dua pasang sentriol baru.


 Setiap pasang sentriol bermigrasi ke arah kutub yang berlawanan.
 Mikrotubul membentuk spindel dan membran inti.
 Nukleus hilang, kromosom berubah menjadi kromatid.

Metafase II

Peristiwa yang terjadi pada tahap metafase II ini diantaranya yaitu:

 Spindel menghubungkan sentromer dengan kutub pembelahan.


 Kromatid tertarik ke bidang ekuator.
Anafase II

Peristiwa yang terjadi pada tahap anafase II, diantaranya yaitu:

 Seluruh isi sel dan benang-benang spindel dari gelendong bertambah panjang. Bersamaan
dengan itu, sentromer membelah menjadi dua.
 Kromatid yang berpasangan saling berpisah dan masing-masing kromatid bergerak ke arah
kutub yang berlawanan.

Telofase II

Peristiwa yang terjadi pada tahap profese II ini, diantaranya yaitu:

 Benang-benang kromatid yang telah sampai di kutub berubah menjadi benang-benang


kromatin.
 Karioteka dan nukleus terbentuk kembali.
 Pada bidang pembelahan terbentuk sekat yang membagi sitoplasma menjadi dua bagian.
 Terbentuk 4 sel baru dengan jumlah kromosom 1/2.