Anda di halaman 1dari 47

LEMBAR PENGESAHAN

No. Percobaan : 03/Prak. Antena & Inst. Jar. Komputer/LTK I/TK-6C/2017

Judul : Pengukuran Gain, Direktivitas, dan Bandwidth

Nama Praktikan : Very Yesekyel Pangaribuan

NIM : 1405062024

Kelas/Group : TK-6C/ I (Satu)

Nama Partner : 1. Ayu Anggi Wijaya

2. Donna Y Siahaan

3. Leo Guswan Damanik

4. M. Agustri Yananda

5. Rustama Banjarnahor

Tanggal Percobaan : 05 Juli 2017

Tanggal Penyerahan :

Instuktur : 1. Ir. Waldemar Banurea

2. Ir. Elferida Hutajulu, MT

i
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN...........................................................................................................I

DAFTAR ISI.................................................................................................................................II

PENGUKURAN GAIN, DIREKTIVITAS, DAN BANDWIDTH............................................1

I. TUJUAN..............................................................................................................................1

II. DASAR TEORI...................................................................................................................1

III. ALAT DAN BAHAN..........................................................................................................3

IV. LANGKAH PERCOBAAN.................................................................................................3

V. TABEL HASIL PERCOBAAN...........................................................................................6

VI. ANALISA DATA..............................................................................................................30

VII. KESIMPULAN..................................................................................................................31

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................................32

ii
PENGUKURAN GAIN, DIREKTIVITAS, DAN BANDWIDTH

I. TUJUAN PERCOBAAN

Setelah melakukan pengukuran ini, anda dapat

1. Melakukan metode pengukuran penguatan (gain) antena.

2. Menunjukkan pengaruh elemen – elemen pemantul dan pengaruh antena terhadap gain

antena.

3. Melakukan metode pengukuran direktivitas antena.

4. Menetukan Bandwidth antena.

II. DASAR TEORI

Penguatan (gain) diukur dengan membandingkan terhadap sebuah antena standar. Dalam

praktiknya antena standar yang digunakan adalah antena dipole 0,5 λ. Jadi dalam hal ini

pengukuran gain yang sebenarnya adalah membandingkan daya terima oleh antena yang diukur

(under test antena) dengan antena dipole 0,5 λ .

Penguatan G adalah :

P1
G=
P2

Secara teori dengan menganggap kedua antena match dan antena 0,5 λ tanpa rugi daya

(loss less) dengan gain antena ini adalah 1,64 atau 2,15 dBi. Pengukuran harus dilakukan saat

1
kedua antena berada dalam posisi yang baik, gambar 1 memperlihatkan set-up pengukuran gain

antena.

Direktivitas suatu antena dapat ditentukan dari pengukuran polaradiasi antena yaitu

dengan cara menentukan besar sudut Half power beamwidth (∅ HPdan θ HP). Direktivitas antena

dapat dihitung dengan menggunakan rumus pendekatan :

41000 deg2
D=
∅ ° HP ×θ ° HP

Bandwidth (BW) antena dihitung dengan cara menetukan frekuensi lower dan frekuensi

upper dimana direktivitas turun 3 dB.

FU −F L
BW = × 100 %
FC

F U −F L
F C= + F L ( Hz)
2

FL = Frekuensi lower (Hz)

FU = Frekuensi upper (Hz)

FC = Frekuensi centre (Hz)

2
III. ALAT DAN BAHAN

1. Antenna UHF tipe Log - Periodic Dipole Array

2. Antena UHF tipe Yagi – Uda

3. Spectrum Analyzer

4. Signal Generator

5. N/n Connecting cable 50 Ω

6. Pemancar UHF

7. Penerima UHF

8. N – to - BNC Adapter

3
IV. LANGKAH PERCOBAAN

1. Pengukuran Gain Antena

Pada pengukuran gain antena dalam percobaan ini, antena Log - Periodic Dipole Array

digunakan sebagai antena pemancar, sedangkan antena Yagi Uda sebagai antena yang ditest, dan

antena dipole 0,5 λ digunakan sebagai antena referensi. Receiver dan indicator adalah

menggunakan Spectrum Analyzer sehingga level yang diukur pada penerima adalah daya dalam

satuan dBm. Signal generator ditentukan daya outputnya 13 dBm dan level ini dipertahankan

selama pengukuran gain antena.

1. Susunlah set-up pengukuran seperti ditunjukkan gambar 1,polarisasi kedua antena adalah

horizontal.

2. Sambungkan antena pemancar ke Signal Generator.

3. Hidupkan signal generator, atur frekuensi carrier pada 434 Mhz dan level daya pada 13

dBm.

4. Dengan menggunakan N/N connecting cable, ambungkan antena Yagi-Uda ke Spectrum

Analyzer pastikan semua elemen antena Ygi-Uda terpasang.

5. Hidupkan spectrum analyzer, atur Resolution Bandwidth (RBW)Npada 30 KHz, aktifkan

marker dan atur frekuensinya pada 434 Mhz.

6. Arahkan antena pemancar sehingga mengarah ke antena penerima

7. Arahkan antena penerima (Yagi-Uda) hingga diperoleh daya pada arah penerimaan daya

maksimum, baca daya yang diterima pada posisi marker dan catat sebagai P1.

8. Ukur pola radiasi antena.

4
9. Lepaskan satu demi satu elemen pemantul dan pengarah, ukur pola radiasi antena.

10. Hitung gain antena.

11. Matikan catu daya spectrum analyzer dan signal generator.

12. Pasang kembali semua elemen antena Yagi-Uda.

2. Pengukuran Direktivitas Antena

Pada pengukuran direktivitas antena dalam percobaan ini, antena Log-Periodic Dipole

Array digunakan sebagai antena pemancar, sedangkan antena Yagi Uda sebagai antena yang

sitest. Receiver dan indicator adalah menggunakan Spectrum Analyzer sehingga level yng diukur

pada penerima adalah daya dlam satuan dBm. Daya utput signal generator dan juga jarak

diantara antena penerima disesuaikan sehingga daya yang diterima pada arah penerimaan

maksimum tidak lebih besar dari -33 dBm.

a. Pengukuran polaradiasi antena yang ditest dimana antena pemancar dan antena

penerima diset pada polaradiasi horizontal.

1. Susunlah set-up pengukuran seperti ditunujukkan gambar 1, polarisasi kedua antena

adalah horizontal.

2. Catat data yang diterima oleh penerima yang ditunjukkan pada marker Spectrum

Analyzer untuk setiap kenaikan 10° mulai dari 0° - 360° pada frekuensi 430 MHz.

3. Ulangi langkah 2 untuk masing – masing frekuensi 432,434, 436,438,440,442,444, dan

446 MHz.

5
4. Gambar pola radiasi antena yang ditest tersebut untuk setiap frekuensi

5. Dari setiap gambar polaradiasi tentukan besar sudut half power beamwidth.

b. Pengukuran polaradiasi antena yang ditest dimana antena pemancar dan antena

penerima diset pada polaradiasi vertikal.

1. Susunlah set-up pengukuran seperti ditunujukkan gambar 1, polarisasi kedua antena

adalah horizontal.

2. Catat data yang diterima oleh penerima yang ditunjukkan pada marker Spectrum

Analyzer untuk setiap kenaikan 10° mulai dari 0° - 360° pada frekuensi 430 Mhz.

3. Ulangi langkah 2 untuk masing – masing frekuensi 432,434, 436,438,440,442,444, dan

446 MHz.

4. Gambar pola radiasi antena yang ditest tersebut untuk setiap frekuensi

5. Dari setiap gambar polaradiasi tentukan besar sudut half power beamwidth.

6
V. TABEL HASIL PERCOBAAN

1. Pengukuran Gain Antena

Pola Radiasi 1 Elemen

Putaran (° ) Daya (dBm)

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

110

120

130

140

150

160

170

180

190

200

6
210

220

230

240

250

260

270

280

290

300

310

320

330

340

350

360

Pola Radiasi 2 Elemen

Putaran (° ) Daya (dBm)

10

20

30

40

50

60

70

7
80

90

100

110

120

130

140

150

160

170

180

190

200

210

220

230

240

250

260

270

280

290

300

310

320

330

340

8
350

360

Pola Radiasi 3 Elemen

Putaran (° ) Daya (dBm)

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

110

120

130

140

150

160

170

180

190

200

210

9
220

230

240

250

260

270

280

290

300

310

320

330

340

350

360

Pola Radiasi 4 Elemen

Putaran (° ) Daya (dBm)

10

20

30

40

50

60

70

80

10
90

100

110

120

130

140

150

160

170

180

190

200

210

220

230

240

250

260

270

280

290

300

310

320

330

340

350

11
360

Pola Radiasi 5 Elemen

Putaran (° ) Daya (dBm)

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

110

120

130

140

150

160

170

180

190

200

210

12
220

230

240

250

260

270

280

290

300

310

320

330

340

350

360

Pola Radiasi 6 Elemen

Putaran (° ) Daya (dBm)

10

20

30

40

50

60

70

13
80

90

100

110

120

130

140

150

160

170

180

190

200

210

220

230

240

250

260

270

280

290

300

310

320

330

340

14
350

360

2. Pengukuran Direktivitas Antena

a. Pengukuran polaradiasi antena yang ditest dimana antena pemancar dan antena
penerima diset pada polaradiasi horizontal.

Frekuensi Putaran (° ) Daya (dBm)

430 MHz 0

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

110

120

130

140

150

160

170

180

15
190

200

210

220

230

240

250

260

270

280

290

300

310

320

330

340

350

360

Frekuensi Putaran (° ) Daya (dBm)

432 MHz 0

10

20

30

40

50

16
60

70

80

90

100

110

120

130

140

150

160

170

180

190

200

210

220

230

240

250

260

270

280

290

300

310

320

17
330

340

350

360

Frekuensi Putaran (° ) Daya (dBm)

434 MHz 0

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

110

120

130

140

150

160

170

180

190

18
200

210

220

230

240

250

260

270

280

290

300

310

320

330

340

350

360

Frekuensi Putaran (° ) Daya (dBm)

436 Mhz 0

10

20

30

40

50

60

19
70

80

90

100

110

120

130

140

150

160

170

180

190

200

210

220

230

240

250

260

270

280

290

300

310

320

330

20
340

350

360

Frekuensi Putaran (° ) Daya (dBm)

438 Mhz 0

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

110

120

130

140

150

160

170

180

190

200

21
210

220

230

240

250

260

270

280

290

300

310

320

330

340

350

360

Frekuensi Putaran (° ) Daya (dBm)

440 Mhz 0

10

20

30

40

50

60

70

22
80

90

100

110

120

130

140

150

160

170

180

190

200

210

220

230

240

250

260

270

280

290

300

310

320

330

340

23
350

360

Frekuensi Putaran (° ) Daya (dBm)

442 Mhz 0

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

110

120

130

140

150

160

170

180

190

200

210

24
220

230

240

250

260

270

280

290

300

310

320

330

340

350

360

Frekuensi Putaran(° ) Daya (dBm)

444 Mhz 0

10

20

30

40

50

60

70

80

25
90

100

110

120

130

140

150

160

170

180

190

200

210

220

230

240

250

260

270

280

290

300

310

320

330

340

350

26
360

Frekuensi Putaran(° ) Daya(dBm)

446 Mhz 0

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

110

120

130

140

150

160

170

180

190

200

210

220

27
230

240

250

260

270

280

290

300

310

320

330

340

350

360

b. Pengukuran polaradiasi antena yang ditest dimana antena pemancar dan antena
penerima diset pada polaradiasi vertikal.

Frekuensi Putaran (° ) Daya (dBm)

430 MHz 0

10

20

30

40

50

28
60

70

80

90

100

110

120

130

140

150

160

170

180

190

200

210

220

230

240

250

260

270

280

290

300

310

320

29
330

340

350

360

Frekuensi Putaran (° ) Daya

432 Mhz 0

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

110

120

130

140

150

160

170

180

190

30
200

210

220

230

240

250

260

270

280

290

300

310

320

330

340

350

360

Frekuensi Putaran(° ) Daya

434 Mhz 0

10

20

30

40

50

60

31
70

80

90

100

110

120

130

140

150

160

170

180

190

200

210

220

230

240

250

260

270

280

290

300

310

320

330

32
340

350

360

Frekuensi Putaran(° ) Daya

436 Mhz 0

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

110

120

130

140

150

160

170

180

190

33
200

210

220

230

240

250

260

270

280

290

300

310

320

330

340

350

360

Frekuensi Putaran(° ) Daya

438 Mhz 0

10

20

30

40

34
50

60

70

80

90

100

110

120

130

140

150

160

170

180

190

200

210

220

230

240

250

260

270

280

290

300

310

35
320

330

340

350

360

Frekuensi Putaran(° ) Daya

440 Mhz 0

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

110

120

130

140

150

160

170

180

36
190

200

210

220

230

240

250

260

270

280

290

300

310

320

330

340

350

360

Frekuensi Putaran(° ) Daya

442 Mhz 0

10

20

30

40

37
50

60

70

80

90

100

110

120

130

140

150

160

170

180

190

200

210

220

230

240

250

260

270

280

290

300

310

38
320

330

340

350

360

Frekuensi Putaran(° ) Daya

444 Mhz 0

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

110

120

130

140

150

160

170

39
180

190

200

210

220

230

240

250

260

270

280

290

300

310

320

330

340

350

360

Frekuensi Putaran(° ) Daya

446 Mhz 0

10

20

30

40
40

50

60

70

80

90

100

110

120

130

140

150

160

170

180

190

200

210

220

230

240

250

260

270

280

290

300

41
310

320

330

340

350

360

VI. ANALISA DATA

42
VII. KESIMPULAN

43
DAFTAR PUSTAKA

Judawisastra, Herman. 2011. Antena & Propagasi Gelombang, hlm. 4-1 – 4-12. Bandung :
Penerbit ITB.

Petunjuk Praktikum ET-3280 Modul 1 Pengukuran Gain Antena

44