Anda di halaman 1dari 23

CRITICAL BOOK REPORT

MK : Studi Kelayakan Bisnis


Dosen Pengampu : Putri Kemala Dewi Lubis

Disusun Oleh :

Nama : Andreas Raja Tengah Sebayang


Nim : 7173341002
Kelas : Pendidikan Ekonomi C

PENDIDIKAN EKONOMI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
rahmat kesehatan dan kesempatan. Sehingga bisa menyusun atau menyelesaikan tugas CBR
(CRITICAL BOOK REPORT). Penulisan ini kami sajikan secara ringkas dan sederhana
sesuai dengan kemampuan yang kami miliki, dan tugas ini disususun dalam rangka
memenuhi tugas CBR pada mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis.

Dalam penyusunan tugas ini banyak kesalahan dan kekurangan, oleh karena itu kritik
yang membangun dari semua pihak sangat kami harapkan demi kesempurnaan tugas ini, dan
dalam kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada pihak- pihak yang telah
membantu dan secara khusus kami berterimakasih kepada Ibu dosen pengampu, karena telah
memberikan bimbinganya kepada kami untuk menyelesaikan tugas CBR ini hingga selesai.

Medan , Maret 2020

Andreas Raja Tengah Sebayang

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................................

DAFTAR ISI..............................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN........................................................................................................

1.1 Latar Belakang......................................................................................................................

1.2 Tujuan Penulisan CBR..........................................................................................................

1.3 Manfaat Penulisan CBR.......................................................................................................

BAB II IDENTITAS .................................................................................................................

2.1 Identitas Buku Utama ..........................................................................................................

2.2 Identitas Buku


Pembanding ..................................................................................................

BAB III PEMBAHASAN/ ANALISIS.....................................................................................

3.1 Ringkasan Isi Buku................................................................................................................

3.2 Kelebihan Dan Kekurangan Buku.........................................................................................

BAB IV PENUTUP...................................................................................................................

4.1 Kesimpulan.............................................................................................................................

4.2 Saran......................................................................................................................................

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Critical Book Review atau CBR adalah salah satu tugas yang diberikan kepada
mahasiswa, CBR dibuat dengan adanya maksud yaitu: bahwa jika pembaca ataupun penulis
ingin memahami suatu buku mengenai ataupun bahan ajar itu menggunakan waktu yang
cukup lama. Tetapi dengan adanya CBR ini mahasiswa jadi mendapat banyak pengetahuan
mengenai membandingkan dan mereview suatu buku atau beberapa buku.
Pada dasarnya critical book review merupakan kegiatan menulis isi buku dengan
menitikberatkan pada evaluasi ( penjelasan, interpretasi, dan analisis ) mengenai keunggulan
dan kelemahan buku, apa yang menarik dari buku tersebut, bagaimana isi buku tersebut bias
mempengaruhi cara berpikir dan menambah pemahaman terhadap suatu bidang kajian
tertentu. Mahasiswa dapat menguji pikiran pengarang atau penulis lewat sudut pandangnya
dengan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki.
Melalui kegiatan critical book review mahasiswa diajak untuk berfikir kritis mengenai
suatu permasalahan, menilai dan menganalisis suatu kajian secara objektif serta mampu
memandang suatu permasalahan dari sudut pandang yang berbeda.

1.2 TUJUAN PENULISAN CBR

Untuk mengetahui apa saja isi dan tujuan materi yang disampaikan di dalam buku
serta mahasiswa dapat sering membaca buku, dapat lebih mengerti mengenai apa itu Studi
Kelayakan Bisnis, bagaimana itu diterapkan, serta mahasiswa juga dapat menjadikan buku
ini sebagai buku refrensinya kelak.

1.3 MANFAAT PENULISAN CBR

Menambah ilmu mahasiswa di bidang Studi Kelayakan Bisnis,, Mahasiswa dapat


menerapkan ilmu Studi Kelayakan Bisnis, di bidangnya masing-masing.

4
BAB II

IDENTITAS BUKU

2.1 IDENTITAS BUKU UTAMA


 Judul : Studi Kelayakan Bisnis
 Penulis : Dr. Dedi Purwana E.S., M.Bus.
o Drs. Nurdin Hidayat, M.M., M.Si
 Tahun Terbit : 2016
 Kota Terbit : Leuwinanggung
 Penerbit : PT Raja Grafindo Persada
 Jumlah Halaman : 245 halaman.
 Issbn : 978-602-425-015-7

2.2 IDENTITAS BUKU PEMBANDING

IDENTITAS BUKU PEMBANDING I

1. Judul Buku : Studi Kelayakan Bisnis


2. Penulis : Dr. Suliyanto
3. Tahun Terbit : 2010
4. Penerbit : CV ANDI OFFSET
5. Kota terbit : Yogyakarta
6. Tebal buku : 318 halaman
7. ISBN : 978-979-29-1593-8
:-
IDENTITAS BUKU PEMBANDING II

 Judul Buku : Studi Kelayakan Bisnis


 Penulis : Rochmat Aldy Purnomo ,Riawan, danl
Laosigianto
 Penerbit : UNMUH Ponorogo Press
 Tahun Terbit : 2017
 Kota Terbit : Surabaya
 Tebal Buku : 230 halaman

5
 ISBN : 978-602-0815-41-1

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 RINGKASAN ISI BUKU

BUKU UTAMA

Bab I Pendahuluan

a. Pengertian Bisnis
Bisnis diartikan sebagai usaha untuk memperoleh keuntungan sesuai tujuan dan
target dalam berbagai bidang, baik dilihat dari segi kuantitas, kualitas mau pun waktunya.
Keuntungan merupakan tujuan utama dalam dunia bisnis, terutama bagi pemilik bisnis
baik jangka pendek mau pun jangka panjang.
b. Pengertian Studi Kelayakan Bisnis
Studi kelayakan bisnis adalah suatu kegiatan mempelajari secara mendalam
tentang layak atau tidaknya suatu usaha atau bisnis yang akan dijalankan. Mempelajari
secara mendalam berarti, meneliti secara sungguh-sungguh data dan informasi, selanjutnya
diukur, dihitung dan dianalisis dengan menggunakan metode tertentu.
c. Lingkup kegiatan studi kelayakan secara umum ada tiga 3 komponen
yaitu :
 Analisis kebutuhan
 Studi kelayakan teknis
 Studi kelayakan financial
d. Berikut beberapa sektor usaha yang memerlukan studi kelayakan bisnis
yaitu :
 Studi kelayakan bisnis dibidang industry manufaktur
 Studi kelayakan bisnis dibidang perdagangan
 Studi kelayakan bisnis dibidang retail
 Studi kelayakan bisnis dibidang jasa
 Studi kelayakan bisnis dibidang marketing
e. Alasan melakukan studi kelayakan bisnis yaitu :

6
 Memunculkan beberapa alternative sehingga memberikan arah atau
focus terhadap rencana investasi.
 Mengurangi alternative-alternatif yang ada
 Memberikan alas an untuk melanjutkan atau tidak suatu investasi
 Kemingkatkan kemungkinan untuk sukses tercapainya tujuan investasi
dengan cara mengidentifikasi dan menganggulangi pengaruh dari
bisnis sedini mungkin.
 Menyediakan informasi yang berkualitas bagi pengambil keputusan
 Menyediakan informasi untuk menarik minat investor
f. Tujuan dan manfaat studi kelayakan bisnis
Tujuan studi kelayakan bisnis yaitu :
 Menghindari resiko kerugian
 Memudahkan perencanaan
 Memudahkan pelaksanaan pekerjaan
 Memudahkan pengawasan
 Memudahkan pengendalian
Manfaat studi kelayakan bisnis yaitu :
 Manfaat financial
 Manfaat ekonomi
 Manfaat social
g. Kesalahan dalam menyusun studi kelayaan bisnis yaitu :
 Data dan informasi tidak lengkap
 Ketidaktelitian tim studi kelayakan bisnis
 Perhitungan yang salah
 Pelaksanaan pekerjaan salah
 Kondisi lingkungan
 Faktor kesengajaan
h. Desain dan tahapan studi kelayakn bisnis yaitu :
 Pengumpulan data dan informasi
 Melakukan pengolahan data
 Analisi data
 Mengambil keputusan
 Rekomendasi

7
Bab II Kajian Aspek Legalitas

a. Pengertian badan hokum usaha


Badan usaha adalah organisasi yang didalamnya terdapat pelaku bisnis untuk
menjalankan aktivitas bisnis, dimana didalamnya berkaitan dengan aspek legalitas. Badan
hokum ini memberikan pelayanan baik yang berorientasi pada keuntungan mau pun
social. akan tetapi,kenyataannya masih banyak lembaga yang mengesampingkan aspek
hokum.
b. Jenis-jenis badan usaha :
 Kepemilikan
 Organisasi
 Modal
 Pajak
c. Jenis-jenis badan hokum yang ada di Indonesia yaitu :
 Perusahaan perseorangan
 Perusahaan kemitraan
 Perseroan terbatas
 Perusahaan Negara
 BUMN
 Perusahaan daerah
 Yayasan
 Koperasi
d. Perizinan usaha dan izin lainnya yaitu :
 Izin lokasi
 Izin usaha
 Tanda daftar perusahaan
 Nomor pokok wajib pajak
 Izin-izin perusahaan

Bab III Kajian Aspek Teknis

8
a. Pengertian aspek teknisi
Kajian aspek teknis mencakup analisis kesiapan perusahaan dalam menjalankan
usahanya dengan menilai ketepatan lokasi, luar produksi dan layout serta kesiagaan mesin-
mesin yang digunakan.
b. Penentuan lokasi usaha
Secara umum pertimbangan dalam menentukan letak suatu lokasi adalah sebagai
berikut :
 Jenis usaha
 Kedekatan pasar atau konsumen
 Kedekatan bahan baku
 Ketersediaan tenaga kerja
 Ketersediaan sarana prasarana
 Kedekatan pusat pemerintahan
 Kedekatan lembaga keungan
 Kedekatan dikawasan industry
 Kemudahan untuk melakukan ekspansi
 Kondisi adat istiadat
 Hokum yang berlaku diwilayah setempat
c. Penentuan luas dan besaran produksi
Penentuan luas dan besaran produksi berkaitan dengan beberapa jumlah produksi
yang dihasilkan dalam waktu tertentu dengan mempertimbangkan kapasitas teknis dan
peralatan yang dimiliki serta biaya yang paling efisien. Luas dan besaran produksi dapat
dilihat dari segi ekonomis dan teknis.
d. Tata letak
Tata letak adalah proses penentuan bentuk dan penempatan fasilitas yang dapat
menentukan efisiensi produksi. Layout dirancang berkenaan dengan produk, proses,
sumber daya manusia, dan lokasi sehingga tercapai efisiensi operasi.
e. Pemilihan teknologi
Pemilihan teknologi mempertimbangkan seberapa jauh derajat mekanisme yang
diinginkan dan manfaat ekonomi yang dikerjakan. Jadi yang perlu diperhatikan dalam
pemilihan teknologi adalah :
 Ketepatan teknologi dengan bahan bakunya
 Keberhasilan teknologi ditempat lain
 Pertimbangan teknologi lanjutan

9
 Besarnya biaya investasi dan pemeliharaan
 Kemampuan tenaga kerja dan pengembangannya
 Pertimbangan pemerintah dalam hal tenaga kerja
 Pertimbangan lainnya.
f. Penentuan metode persediaan yaitu :
 Economic order quantity
 Safety stock
 Reorder point.

Bab IV Kajian Aspek Pasar dan Pemasaran

a. Pengertian pasar dan pemasaran


Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi.
Dimana didalamnya terdapat mekanisme antara pembeli dan penjual atau tempat pertemuan
antara kekuatan-kekuatan permintaan dan penawaran. Yang dimaksud dengan permintaan
adalah jumlah barang dan jasa yang diminta konsumen pada berbagai tingkat harga pada
suatu waktu tertentu.
Pemasaran adalah mencari atau menciptakan pasar. Pemasaran berusaha
menciptakan dan melakukan pertukaran produk baik barang mau pun jasa kepada
konsumen dipasar. Peciptaan poduk didasarkan kepada kebutuhan dan keinginan pasar.
Akan sangat berbahaya jika penciptaan produk tidak didasarkan kepada keinginan dan
kebutuhan konsumen. Konsumen yang menginginkan dan membutuhkan produk adalah
perorangan atau industry . Strategi pemasaran dapat dilakukan melalui marketing mix.
Dalam kaitan dengan studi kelayakan bisnis suatu usaha, aspek pasar dan
pemasaran merupakan salah satu aspek yang paling penting. Hal ini disebabkan aspek pasar
dan pemasaran sangat menentukan hidup matinta suatu perusahaan. Apabila aspek pasar
dan pemasaran tidak diteliti secara benar seperti bagaimana prospeknya dimasa yang akan
dating, bukan mustahil tujuan perusahaan tidak akan pernah tercapai dan bahkan kehidupan
perusahaan akan terancam.
b. Struktur dan jenis pasar
Struktur pasar yaitu :
 Pasar persaingan sempurna, pasar dimana terdapat sejumlah besar penjual dan
pembeli.
 Pasar persaingan monopolistic, pasar dimana terdapat banyak penjual atau
perusahaan dan memiliki ukuran-ukran yang relative sama besarnya.

10
 Pasar oligopoly, struktur pasar yang hanya terdapat sedikit penjual
 Pasar monopoli, struktur pasar dimana hanya terdapat satu penjual saja.
Jenis-jenis pasar yaitu :
 Pasar konsumen, pasar dimana individu dan rumah tangga bisa membeli
barang dan jasa untuk dikonsumsi sendiri
 Pasar industrial, dimana pihak-pihak yang membeli barang dan jasa digunakan
kembali untuk menghasilkan barang dan jasa lain kepada pihak lain untuk
mengambil untung.
 Pasar reseller, suatu pasar yang terdiri dari invidu dan organisasi yang
melakukan penjualan kembali barang dan jasa untuk mendapatkan keuntungan.
 Pasar pemerintah, pasar yang terdiri dari unit-unit pemerintah yang membeli
atau menyewa barang dan jasa untuk melaksanakan fungsi utama pemerintah.
c. Analisis pasar dan pemasaran
 Analisis pasar, kajian mendalam dilakukan dengan melakukan riset pasar.
Riset pasar menyangkut analisis tentang karakteristik konsumen, peluang dan resiko
dalam pasar yang akan dimasuki.
 Analisis pemasaran, pemasaran merupakan suatu fungsi bisnis yang
mengidentifikasi kebutuhan pasar, mendefinisikan dan mengukur besarnya kebutuhan
pasar, menentukan produk atau jasa dan program-program yang sesuai untuk
melayani pasar yang ada dan meminta setiap jajaran organisasi untuk berusaha
memberikan pelayanan yang terbaik.
d. Segmentasi, sasaran dan posisi pasar
 Segmentasi pasar, artinyamembagi pasar menjadi beberapa kelompok pembeli
yang berbeda yang mungkin memerlukan produk atau msrketing mix yang
berbeda pula.
 Pasar sasaran, yaitu menentukan beberapa segmen yang layak karena dianggap
paling potensial.
 Posisi pasar, yaitu menentukan posisi yang kompetitif untuk produk atau
suatu pasar.
e. Strategi bauran pemasaran
 Produk
 Harga
 Distribusi
 Promosi

11
f. Teknik peramalan pasar
Peramalan merupakan pengetahuan dan seni untuk memperkirakan yang terjadi di
masa yang akn dating pada saat sekarang. Dalam peramalan, peramal harus mencari data
dan informasi masa lalu.
Jenis – jenis peramalan :
 Segi penyusunannya : subjektif dan objektif
 Segi sifat ramalamnya : kualitatif dan kuantitatif
 Segi waktunya : jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang
Langkah –langkah peramalan :
 Mengumpulkan data
 Mengolah data
 Menentukan metode peramalan
 Memproyeksikan data
 Mengambil keputusan
Metode peramalan :
 Deret waktu
 Sebab akibat
 Metode smoothing
 Metode regresi

Bab V Kajian Aspek financial

a. Pengertian aspek financial


Aspek financial adalah aspek yang digunakan untuk menilai keuangan perusahaan
secara keseluruhan. Aspek ini sama pentingnya dengan aspek lainnya. Karena
kajian aspek ini menggambarkan jelas hal-hal yang berkaitan dengan keuntungan
perusahaan.
b. Sumber pendanaan bisnis
 Modal sendiri, modal yang diperoleh dari pemilik perusahaan dengan cara
mengeluarkan saham baik secara tertutup atau pun terbuka.
 Modal asing, modal pinjaman yang diperoleh dari pihak luar perusahaan.
c. Analisis aliran kas
Aliran kas adalah arus kas diperusahaan dalam suatu periode tertentu. Aliran kas
ini menggambarkan berapa uang yang keluar beserta jenis-jenis biaya pengeluarannya.
Uang masuk dapat berupa pinjaman dari lembaga keuangan atau hibah dari pihak tertentu.

12
Adapun uang keluar berupa sejumlah uang yang dikeluarkan kas perusahaan dalam suatu
periode, baik langsung berhubungan dengan usaha mau pun tidak ada hubungan sama
sekali dengan usaha utama.
d. Criteria penilaian investasi
 Payback period, jangka waktu tertentu yang menunjukkan terjadinya arus
penerimaan secara kumulatif sama dengan jumlah investasi dalam bentuk
present value.
 Average rate of return, merupakan perhitungan untuk mengukur rata-
ratapengembalian bunga
 Net present value, analisis manfaat financial yang digunakan untuk mengukur
kelayakan suatu usaha .
 Internal rate of return, analisis manfaat financial yang memperhitungkan
tingkat pengembalian dari suatu investasi.
 Profitability index, rasio aktivitas dari jumlah sekarang penerimaan bersih
dengan nilai sekarang pengeluaran investasi selama umur investasi
 Rasio keuangan, penggunaan rasio keuangan ini sebaiknya digunakan atas
pemberian pinjaman kepada usaha yang sudah pernah ada berjalan
sebelumnya atau sedang berjalan.
e. Analisis laporan keuangan
Laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informs keuangan suatu
perusahaan baik kepada pemilik manajemen mau pun pihak luar yang berkepentingan
terhadap laporan.
Jenis-jenis laporan keuangan :
 Neraca
 Laporan laba/rugi
 Laporan arus kas
 Laporan perubahan modal
Bentuk- bentuk laporan keuangan :
 Laporan neraca
 Laporan laba/ rugi
f. Pengukuran dengan rasio keuangan :
 Rasio likuiditas
 Leverage ratio
 Rasio aktivitas

13
 Rasio profitabilitas

Bab VI Kajian Aspek Manajemen dan organisasi

a. Pengertian manajemen dan organisasi


Kunci keberhasilan bisnis terletak pada manajemen dan organisasi yang efektif
dan efisien. Efektivitas berhubungan dengan tujuan sedangkan efisien berhubungan dengan
cara.
Adapun fungsi-fungsi manajemen adalah :
 Perencanaan
 Pengorganisasian
 Pengendalian
 Pengawasan
b. Manajemen proyek
Manajemen proyek adalah suatu proses untuk membuat bagaimana sistem untuk
merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi pembangunan proyek dengan efisien. Dalam
hal ini perlu untuk dibentuk oganisasi sehingga program-program berjalan dengan lancer.
Organisasi proyek merupakan cara efektif untuk untuk menyatukan orang dan sumber daya
fisik untuk menyelesaikan suatu proyek dengan waktu yang terbatas.
Ada tiga tahapan dalam manajemen proyek :
 Perencanaan proyek
 Penjadwalan proyek
 Pengawasan proyek
c. Manajemen sumber daya manusia
Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu konsep yang bertalian dengan
kebijaksanaan, prosedur dan praktik bagaimana mengelola atau mengatur orang dalam
perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Manajemen sumber daya manusia terdiri yaitu :
 Analisis jabatan
 Perencanaan sumber daya manusia
 Pengadaan tenaga kerja
 Pengembangan karir
 Integrasi
 Pemeliharaan
d. Oganisasi

14
Organisasi adalah suatu proses kerja sama antara dua orang atau lebih dalam
mencapai tujuan. Tujuan organisasi menentukan struktur organisasinya, yaitu dengan
menentukan seluruh tugas, hubungan antar tugas, batas wewenang, dan tanggung jawab
untuk menjalankan tugas masing-masing. Atas dasar kegiatan-kegiatan dapat disusun suatu
pola tetap hubungan-hubungan diantara bidang-bidang keputusan mau pun para pelaksana
yang mempunyai kedudukan, wewenang, dan tanggung jawab tertentu.
1. Desain struktur organisasi formal, terdiri dari beberapa variable yaitu :
 Strategi organisasi
 Lingkungan
 Teknologi
 Orang-orang yang terlibat dalam organisasi
2. Proses desain organisasi yaitu dimulai dari bawah keatas atau dari atas
kebawah.
3. Elemen-elemen umum dalam organisasi
4. Struktur organisasi
5. Bentuk-bentuk organisasi yaitu :
 Organisasi garis
 Organisasi lini/staf
 Organisasi fungsional
 Struktur organisasi fungsional, lini dan staf
 Flat organization atau T form organization

Bab VII Kajian Aspek Ekonomi dan Sosial

a. Pengertian aspek ekonomi dan social


Dampak positif dari aspek social bagi masyarakat secara umum adalah
tersedianya sarana prasarana yang dibutuhkan, seperti pembangunan jalan, jembatan, listrik,
dan sarana lainnya. Keberadaan bisnis atau proyek baru juga dapat membuka isolasi daerah
atau kawasan. Sementara itu, dampak negative dalam aspek social adalah potensi terjadinya
perubahan gaya hidup, budaya, adat istiadat, kesehatan masyarakat dan struktur social
lainnya yang akan dirasakan warga dimana bisnis atau proyek baru berlokasi.
Jadi dalam aspek ekonomi dan social yang perlu ditelaah apakah usaha atau
proyek dijalankan akan memberikan manfaat secara ekonomi dan social kepada berbagai
pihak atau sebaliknya. Oleh karena itu, aspek social dan ekonomi perlu dipertimbangkan,
karena dampak yang akan ditimbulkan nantinya sangat luas apabila salah dalam melakukan

15
penilaian. Diharapkan dari aspek ekonomi dan social, bisnis atau proyek yang akan
dijalankan memberikan dampak positif lebih banyak. Artinya dengan berdirinya usaha atau
proyek secara ekonomis dan social lebih banyak memberikan mafaat dibandingkan
kerugiannya.
b. Dampak ekonomi
Secara umum dampak ekonomi suatu usaha atau investasi baru mencakup :
 Peningkatan tingkat pendapatan keluarga
 Menggali, mengatur, dan menggunakan ekonomi SDA
 Meningkatkan perekonomian pemerintah baik lokal mau pun regional
 Pengembangan wilayah
c. Dampak social, dengan adanya investasi adalah :
 Perubahan demografi
 Perubahan budaya
 Perubahan kesehatan

Bab VIII Kajian Aspek Lingkungan Hidup


a. Pengertian aspek lingkungan hidup
Analisis aspek lingkungan hidup dilakukan untuk mengetahui dampak positif dan
negative yang ditimbulkan baik langsung mau pun tidak langsung. Kajian lingkungan hidup
bertujuan pula untuk mencarikan jalan keluar sekaligus mengatasi dampak tersebut. Dampak
lingkungan hidup yang terjadi adalah perubahan suatu lingkungan dari bentuk aslinya seperti
perubahan fisik kimia, biologi atau social.
b. Rona lingkungan hidup
Hal-hal yang perlu dicermati dalam rona lingkungan hidup adalah :
 Wilayah studi rencana usaha
 Kondisi kualitatif dan kuantitatif
c. Prakiraan AMDAL
Dampak besar dalam studi AMDAL menurut pedoman penyusunan AMDAL
hendaknya dimuat hal-hal sebagai berikut :
 Prakiraan secara dampak usaha pada saat prakontruksi
 Penentuan arti penting perubahan lingkungan hidup
 Dalam melakukan telaah butir 1 dan 2 diperhatikan dampak yang bersifat
langsung dan tak langsung.
 Mengingat usaha masih berada pada tahap pemilihan alternative

16
 Dalam melakukan analisis perkiraan dampak penting agar digunakan metode-
metode formal secara matematis
d. Ruang lingkup studi dan metode analisis data
1. Ruang lingkup studi, meliputi :
 Rencana usaha
 Kondisi lingkungan
 Jenis-jenis kegiatan
 Aspek-aspek yang diteliti
2. Metode pengumpulan dan analisis data
Metode pengumpulan dan analisis data yang ilmiah mempertimbangkan studi
AMDAL merupakan telahaan mendalam atas dampak besar dan penting usaha
terhadap lingkungan hidup.
e. Sistematika penyusunan dokumen AMDAL
AMDAL perlu disusun secara sistematis, sehingga dapat :
 Langsung mengemukakan masukan penting yang bermanfaat bagi
pengambilan keputusan, perencanaan dan pengelolaan
 Mudah dipahami isinya oleh semua pihak termasuk

BUKU PEMBANDING
1. PENYUSUTAN AKTIVA TETAP

Aktiva tetap yang digunakan akan mengalami pengurangan fungsi karena faktor dipakai,
umur dan kerusakan-kerusakan. Oleh karena itu, besarnya pengurangan fungsi aktiva harus
diperhitungkan sebagai biaya. Penyusutan diartikan sebagai sebagian harta perolehan aktiva
tetap yang secara sistematis dialokasikan menjadi biaya setiap periode akuntansi. Untuk
melakukan perhitungan biaya penyusutan per periode akuntansi, informasi-informasi berikut
sangat diperlukan.

 Metode garis lurus (straight-line method) Metode ini mengasumsikan bahwa beban
penyusutan setiap periode adalah sama. Oleh karena itu, metode ini merupakan
metode yang paling sederhana dan paling banyak digunakan. Metode ini
menggunakan asumsiasumsi sebagai berikut.
a. Kegunaan ekonomis aktiva menurun secara proporsional setiap periode akuntansi
b. Biaya reparasi setiap periode akuntansi relatif tetap

17
c. Kegunaan ekonomis berkurang karena waktu d. Penggunaan aktiva tiap periode
akuntansi relatif sama Rumus:

𝑃𝑒𝑛𝑦𝑢𝑠𝑢𝑡𝑎𝑛 =𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎𝑃𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛 – 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖𝑅𝑒𝑠𝑖𝑑𝑢 𝑈𝑚𝑢𝑟𝐸𝑘𝑜𝑛𝑜𝑚𝑖𝑠

 Metode jam jasa (service-hour method) Metode ini mengasumsikan bahwa suatu
aktiva akan lebih cepat rusak jika digunakan sepenuhnya dibandingkan dengan
penggunaan yang tidaksepenuhnya. Metode ini cocok untuk aktiva yang mudah aus
sebagai akibat pemakaian seperti mesin dan kendaraan. Rumus:

𝑃𝑒𝑛𝑦𝑢𝑠𝑢𝑡𝑎𝑛 = 𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎𝑃𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛 – 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖𝑅𝑒𝑠𝑖𝑑𝑢 𝑇𝑎𝑘𝑠𝑖𝑟𝑎𝑛 𝐽𝑎𝑚 𝐽𝑎𝑠𝑎

 Metode hasil produksi (productive-output method) Metode ini mengasumsikan bahwa


aktiva ditujukan untuk menghasilkan produk sehingga metode penyusutan juga harus
didasarkan pada produk yang dihasilkan maka besarnya beban penyusutan tiap
periode akuntansi dapat berbeda, mengikuti jumlah produk yang dihasilkan. Rumus:

𝑃𝑒𝑛𝑦𝑢𝑠𝑢𝑡𝑎𝑛 = 𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑃𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛 – 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑅𝑒𝑠𝑖𝑑𝑢 𝑇𝑎𝑘𝑠𝑖𝑟𝑎𝑛 𝐻𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖

 Metode Beban berkurang (reducing-charge method) Metode ini mengasumsikan


bahwa biaya penyusutan pada tahun-tahun pertama lebih kecil dibandingkan dengan
beban-beban penyusutan pada tahun-tahun berikutnya. Hal ini karena aktiva pada
tahun awal akan bekerja lebih efisien dibandingkan dengan aktiva yang sudah tua.
Aktiva yang baru memeerlukan sedikit biaya perawatan dibandingkan dengan aktiva
yang telah tua.
Jumlah angka tahun (sum of years-digit method) Penghitungan biaya
penyusutan metode ini dilakukan dengan cara mengalikan bagian pengurang
yang setiap tahunnya selalu menurun dengan harga perolehan dikurang nilai
residu
Saldo menurun (declining balance method) Metode saldo menurun merupakan
metode untuk menemukan beban dpresiasi yang dihitung dengan cara
mengalikan tarif yang tetap dengan nilai buku investasi. Karena nilai buku
investasi menurun sebagai akibat beban penyusutan pada periode sebelumnya

18
maka beban depresiasi tiap tahun juga menurun. Besarnya tarif penyusutan
dihitung dengan menggunakan rumus berikut.

𝑇𝑎𝑟𝑖𝑓𝑃𝑒𝑛𝑦𝑢𝑠𝑢𝑡𝑎𝑛 = 1 − √𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖𝑅𝑒𝑠𝑖𝑑𝑢𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎𝑃𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛

Saldo menurun ganda (double declining balance method) Metode ini


merupakan metode penentuan depresiasi dengan beban depresiasi setiap
tahunnya menurun. Dasar yang digunakan dalam metode ini adalah
persentase dengan menggunakan metode garis lurus. Persentase total
penyusutan yang dihitungn dengan menggunakan garis lurus dikalikan dua
dan setiap tahunnya dikalikan dengan nilai buku aktiva tetap.
Tarif menurun (decline rate on cost method) Tarif menurun merupakan
metode penentuan beban penyusutan dengan tarif (%) yang senantiasa
menurun. Besarnya penentuan penurunan tarif (%) setiap periode dilakukan
tanpa dasr yang pasti, hanya berdasarkan kebijakan pimpinan atau pihak yang
diberi wewenang dalam penentuan beban tarif. Besrnya tarif (%) yang
senantiasa menurun tersebut dikalikan dengan harga perolehan aktiva tetap
setiap tahun.

2. ALIRAN KAS BERSIH (NET CASH FLOW)

Aliran kas adalah usulan pengeluaran modal (capital expenditure), yang terdiri dua aliran kas
(cash flow), yaitu:

 Aliran kas keluar neto (neto outlow of cash), yaitu aliran kas yang diperlukan untuk
investasi baru.
 Aliran kas masuk neto tahunan (net outlow of cash), yaitu aliran kas sebagai hasil dari
investasi baru tersebut. Aliran ini sering pula disebut net cash proceeds atau cukup
dengan istilah proceeds.

Rumus: 𝐴𝑙𝑖𝑟𝑎𝑛𝐾𝑎𝑠𝑀𝑎𝑠𝑢𝑘 (𝑃𝑟𝑜𝑐𝑒𝑒𝑑𝑠) = 𝐿𝑎𝑏𝑎𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘 + 𝑃𝑒𝑛𝑦𝑢𝑠𝑢𝑡𝑎𝑛

3. KETENTUAN PENETAPAN PAJAK

1) Tarif pajak yang diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak bagi:


a. Wajib Pajak orang Pribadi dalam negeri adalah sebagai berikut

19
b. Pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap lainnya adalah sebesar 28%
(dua puluh delapan persen)

Tarif tertinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dapat diturunkan menjadi paling
rendah 25% (dua puluh lima persen) yang diatur dengan Peraturan Pemerintah. 2a. Tarif
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b menjadi 25% (dua puluh lima persen yang
mulai berlaku sejak tahun pajak 2010

1.2 Kelebihan Dan Kekurangan Buku Utama Dan Buku Pembanding

BUKU UTAMA

Kelebihan
 Buku utama ini sangat bagus dijadikan untuk modul dalam perguruan tinggi karena
penjelasan dan materi yang disampaikan atau yang diberikan sangata bagus serta
lengkap untuk menjadikan mahasiswa untuk menentukan sebuah usaha yang layak
atau tidak, tidak lupa lagi buku ini memberikan pertanyaan atau tahap-tahapan yang
harus kita lakukan untuk memulai studi kelayakan bisnis ini
Kekurangan :
 Harga bukunya cukup mahal untuk dikalangan mahasiswa,Bahasa yang digunakan
sulit untuk dimengerti,Dikalangan mahasiswa bahasa buku sangat sulit untuk
dipahami, Tidak dicantumkannya ringkasan disetiap babnya, padahal itu sangat
memudahkan mahasiswa untuk mengetahui inti materi disetiap babnya. Pembahasan

20
materi lebih banyak mengarah kepada perhitungan bukan teori, hal ini akan sulit
untuk dipahami oleh pembaca .

BUKU PEMBANDING
KELEBIHAN
Pembanding 1
 Buku ini juga sangat cocok digunakan sebagai modul untuk mahasiswa karena
Materi pelajaran disusun dengan rapi dan sistematis sehingga dapat memudahkan
pembaca untuk memilah topik di setiap babnya.Ukuran buku praktis sehingga
mudah dibawa kemana – mana. Terdapat soal – soal sebagai alat evaluasi. Buku
ini sudah menjelaskan secara detail aspek- aspek yang terkait dengan studi
kelayakan bisnis Tampilan cover sudah cukup menarik. Buku ini mudah
dimengerti bagi pembaca karena tidak menggunakan bahasa yang sulit. Buku ini
dapat membantu perusahaan dan juga investor dalam memahami studi kelayakan
bisnis. Terdapat kesimpulan pada setiap bab.
Pembanding 2
 Pembahasan materi lebih padat, terperinci dan sesuai dengan perkembangan
lingkup masyarakat, teknologi, dan kebutuhan. Pengaturan materi yang
ditampilkan di buku ini didesain untuk memberikan fleksibilitas maksimum
guna memenuhi suatu tujuan kuliah yang ingin dicapai. Buku ini
menggunakan bahasa yang ringan dan dan tidak berbelit-belit sehingga
memudahkan pembaca untuk memahami penyampaian-penyampaian
materinya. Buku ini melampirkan daftar pustaka sehingga sumber acuan
referensi sangat jelas.

KEKURANGAN
Pembanding 1
 Pada buku ini pembahasan masih kurang disertai dengan pendapat para tokoh
 Buku ini sungguh bagus dan mudah dipahami namun aplikasinya dalam lingkungan
belum memuaskan.
Pembanding 2

 Tidak memiliki rangkuman setelah penjabaran materi yang dapat


menyimpulkan poin-poin penting yang dibahas dalam setiap bab-nya.

21
 Penyajian tabel prota dan ada beberapa gambar yang tidak berwarna sehingga
membuat mahasiswa sulit membedakan dan mengamatinya.

BAB IV

PENUTUP

4.1 KESIMPULAN
Sebagai sumber belajar di perguruan tinggi, sebaiknya buku ini dimiliki oleh
setiap mahasiswa dan dijadikan pegangan dalam belajar. Ketiga buku tersebut
diterbitkan dengan tujuan agar bisa dijadikan salah satu pedoman mahasiswa pada
semua bidang studi yang berkaitan dengan Studi Kelayakan Bisnis agar
mahasiswa dapat memahami pembelajaran Studi Kelayakan Bisnis

4.2 SARAN

Dari penulisan ini,saran yang dapat diberikan ialah:

 Alangkah baiknya jika penulis menggunakan material yang baik untuk buku
 Melakukan penulisan dengan teliti agar tidak terjadi kesalahan dalam penulisan

22
 Lebih banyak menggunakan referensi dari berbagai sumber terpercaya

 Membuat ringkasan dan evaluasi pada akhir bab

23