Anda di halaman 1dari 4

RENCANA KEPERAWATAN

RENCANA KEPERAWATAN
NO DX
TUJUAN INTERVENSI
1. Bersihan jalan napas Setelah dilakukan tindakan Intervensi Utama : Latihan Batuk Efektif
tidak efektif b.d batuk keperawatan , diharapkan Observasi :
tidak produktif d.d bersihan jalan nafas - Identifikasi kemampuan batuk
klien mengeluh batuk meningkat, dengan kriteria - Monitor adanya retensi sputum
berdahak hasil : - Monitor tanda dan gejala infeksi
D.0001 - Batuk efektif meningkat saluran napas
Kategori : Fisiologis - Produksi sputum Terapeutik:
Subkategori : respirasi menurun - Atur posisi semi-Fowler atau fowler
Definisi : - Mengi menurun - Pasang perlak dan bengkok di
ketidakmampuan - Wheezing menurun pangkuan pasien
membersihkan sekret - Buang secret pada tempat sputum
atau obstruksi jalan Edukasi :
napas untuk - Jelaskan tujuan dan prosedur batuk
mempertahankan jalan efektif
napas tetap paten - Anjurkan tarik napas dalam melalui
DS : hidung selama 4 detik, di tahan selama
- Klien mengeluh 8 detik
batuk berdahak - Anjurkan mengulangi tarik napas
- Klien mengatakan dalam hingga 3 kali
batuk lebih dari 2 - Anjurkan batuk dengan kuat langsung
minggu setelah tarik napas dalam yang ke-3
DO : Kolaborasi :
- Terdapat bunyi - Kolaborasi pemberian mukolitik atau
napas tambahan ekspektoran, jika perlu
(bunyi ronkhi)
2. Intervensi Utama : Manajemen nutrisi
Setelah dilakukan tindakan Observasi :
Defisit Nutrisi b.d keperawatan, diharapkan - Identifikasi status nutrisi
Ketidakmampuan status nutrisi membaik, - Identifikasi alergi dan intoleransi
menelan makanan dengan criteria hasil : makanan
karena adanya - Porsi makanan yang di - Identifikasi makanan yang di sukai
penumpukan sekret d.d habiskan meningkat - Identifikasi kebutuhan kalori dan jenis
penurunan berat badan - Berat badan membaik nutrien
D.0019 - Indeks Massa Tubuh - Monitor asupan makanan
Kategori : fisiologosi (IMT) membaik - Monitor berat badan
Subkategori : nutrisi
- Monitor hasil pemeriksaan
dan cairan
laboratorium
Terapeutik :
Definisi : Asupan
- Lakukan oral hygiene sebelum makan,
nutrisi tidak cukup
jika perlu
untuk memenuhi
- Fasilitasi menentukan pedoman diet
kebutuhan metabolism.
(mis.piramida makanan)
DS :
- Sajikan makanan secara menarik dan
- Klien mengatakan
suhu yang sesuai
tidak nafsu makan
- Berikan makanan tinggi serat untuk
- Klien mengatakan
mencegah konstipasi
porsi makan tidak
- Berikan makanan tinggi kalori dan
dihabiskan
tinggi protein
DO :
- Berikan suplemen makanan, jika perlu
- BB menurun
Edukasi :
menjadi 45kg
- Anjurkan pasien duduk, jika mampu
- Ajarkan diet yang di programkan
Kolaborasi :
- Kolaborasi pemberian medikasi
sebelum makan (mis. Pereda
nyeri,antiemetic), jika perlu
3.
Intervensi Utama : Edukasi Kesehatan
Gangguan Pola Tidur Observasi :
b.d batuk berdahak d.d Setelah dilakukan tindakan - Identifikasi pola aktifitas dan tidur
sulit untuk tidur keperawatan, diharapkan - Identifikasi faktor pengganggu tidur
D.0055 pola tidur membaik, dengan (fisik dan/atau psikologis)
Kategori : Fisiologis criteria hasil : - Identifikasi makanan dan minuman
Subkategori : Aktifitas yang mengganggu tidur (mis. kopi,
dan Istirahat - Keluhan saat tidur teh, alkohol, makan mendekati waktu
Definisi : Gangguan membaik tidur, minum banyak air sebelum
kualitas dan kuantitas - Keluhan sering terjaga tidur)
waktu tidur akibat membaik - Identifikasi obat tidur yang
factor eksternal - Keluhan tidak puas tidur dikonsumsi
membaik Terapeutik :
DS : - Keluhan pola tidur - Modifikasi lingkungan (mis.
- Klien mengeluh berubah membaik pencahayaan, kebisingan, suhu,
susah tidur - Keluhan istirahat tidak matras dan tempat tidur)
- Klien mengeluh cukup membaik - Batasi waktu tidur siang, jika perlu
sering terjaga saat - Fasilitasi menghilangkan stress
tidur sebelum tidur
- Klien mengatakan - Tetapkan jadwal tidur rutin
tidur hanya 6 jam - Lakukan prosedur untuk
meningkatkan kenyamanan (mis.
DO : pijat, pengaturan posisi, terapi aku
- presur)
- Sesuaikan jadwal pemberian obat
dan/atau tindakan untuk menunjang
siklus tidur-terjaga
Edukasi :
- Jelaskan pentingnya tidur cukup
selama sakit
- Anjurkan menepati kebiasaan waktu
tidur
- Anjurkan menghindari
makanan/minuman yang mengganggu
tidur
- Anjurkan penggunaan obat tidur yang
tidak mengandung supresor terhadap
tidur REM
- Ajarkan faktor – faktor yang
berkontribusi terhadap gangguan
polatidur (mis. psikologis, gaya
hidup, sering berubah shift bekerja)
- Ajarkan relaksasi otot autogenic atau
caran onfarmakologi lainnya