Anda di halaman 1dari 6

KEANEKARAGAMAN FILUM ARTHROPODA (ARACHNIDA DAN

MYRIAPODA)

DI HUTAN DAERAH JUMAPOLO KARANGANYAR

ABSTRAK

Arthropoda adalah filum yang paling besar dalam dunia hewan dan
mencakup serangga, laba-laba, udang, lipan dan hewan sejenis lainnya.
Arthropoda adalah nama lain hewan berbuku-buku. Tubuh Arthropoda
terdiri atas caput (kepala), toraks(dada), dan abdomen (perut) yang
bersegmen-segmen. Penelitian ini difokuskan pada kelas Arachnida dan kelas
Myriapoda. Hasilnya mencatat 8 spesies dengan 5 spesies dari kelas Arachnida dan 3 spesies
dari kelas Myriapoda. jumlah keseluruhan inidividu yaitu 26 individu. Secara umum,
menunjukan keanekaragaman jenis pada daerah tersebut rendah.

Kata Kunci : Arthropod dan keanekaragaman jenis

PENDAHULUAN

Arthropoda adalah filum yang dilengkapi alat gerak dan ada


paling besar dalam dunia hewan juga yang tidak dilengkapi alat
dan mencakup serangga, laba- gerak. Hewan arthropoda
laba, udang, lipan dan hewan memiliki organ sensoris yang
sejenis lainnya. Arthropoda sudan berkembang, seperti mata,
adalah nama lain hewan berbuku- penciuman, serta antena yang
buku. Tubuh Arthropoda terdiri berfungsi sebagai alat peraba dan
atas caput (kepala), toraks(dada), pencium. Tingkat
dan abdomen (perut) yang perkembangannya sesuai dengan
bersegmen-segmen. Pada laba- kondisi lingkungan tempat
laba dan udang, kepala dan hidupnya.
dadanya bersatu membentuk Cara hidup Arthropoda
sefalotoraks, tetapi ada juga sangat beragam, ada yang hidup
spesies yang sulit dibedakan bebas, parasit, komensal, atau
antara kepala, toraks, dan simbiotik.Dilingkungan kita,
abdomennya, seperti pada lipan sering dijumpai kelompok hewan
(Rahayu, A.,1997). Pada tiap-tiap ini,
segmen tubuh ada yang misalnya.nyamuk,.lalat,.semut,.ku
pu- kalajengking (Uroctonus
kupu,.capung,.belalang,.dan.leba mordax) dan ketunggeng
h. Habitat penyebaran Arthropoda (Buthus after).
sangat luas. Ada yang di laut, 2. Arachnida, abdomen tidak
periran tawar, gurun pasir, dan bersegmen dan memiliki
padang rumput. (Rahayu, A., kelenjar beracun pada
1997). kaliseranya (alat sengat),
Arachnida (dalam bahasa contoh hewan ini adalah Laba-
yunani, arachno = laba-laba) laba serigala (Pardosa
disebut juga kelompok laba-laba, amenata), laba-laba
meskipun anggotanya bukan kemlandingan (Nephila
laba-laba saja. Kalajengking maculata).
adalah salah satu contoh kelas 3. Arcarina adalah kelompok
Arachnoidea yang jumlahnya hewan tungau. Anggota ordo ini
sekitar 32 spesies. Ukuran tubuh memiliki tubuh berbentuk bulat
Arachnoidea bervariasi, ada yang telur tau bundar. Banyak
panjangnya lebih kecil dari 0,5 spesies tungau merusak
mm sampai 9 cm. Arachnoidea tumbuh-tumbuhan atau
merupakan hewan terestrial menjadi parasit pada binatang
(darat) yang hidup secara bebas dan manusia. Contoh kelompok
maupun parasit. Arachnoidea ini adalah tungau kudis
yang hidup bebas bersifat (Sarcoptes scabei) dan tungau
karnivora. Tubuhnya terdiri atas unggas (Argus sp).
sefalotoraks, abdomen, dan 4 Myriapoda (dalam bahasa
pasang kaki. Tidak memiliki yunani, myria = banyak, podos =
mandibula (Jumar, 2000). kaki) merupakan hewan berkaki
Arachnida dibedakan menjadi tiga banyak. Hewan kaki seribu adalah
ordo, yaitu Scorpionida, salah satunya yang terkadang
Arachnida, dan Acarina. kita lihat di lingkungan sekitar
1. Scorpionida memiliki alat kita.Myriapoda hidup di darat
penyengat beracun pada pada tempat lembap, misalnya di
segmen abdomen terakhir, bawah daun, batu, atau
contoh hewan ini adalah tumpukan kayu.Bagian tubuh
Myriapoda sulit dibedakan antara pada satu segmen di belakang kepala
toraks dan abdomen.Tubuhnya dan dua segmen terakhir. Pada bagian
memanjang seperti cacing. kepala terdapat sepasang mata.
Tubuh lipan atau kelabang hanya Masing-masing mata mengalami
terdiri atas kepala dan badan. Tidak ada modifikasi menjadi cakar beracun.
bagian dada. Pada kepala terdapat Kenakeragaman yang tinggi
sepasang mata tunggal, sepasang alat disusun oleh banyak spesies
peraba besar, dan sepasang alat peraba dengan kelimpahan spesies sama
kecil yang beruas-ruas. Setiap ruas badan dan hampir sama. Sebaliknya,
belakang terdapat kaki berpasangan. apabila terdapat sedikit spesies
Myriapoda melakukan respirasinya yang dominan maka
menggunakan saluran trakea yang keanekaragaman jenisnya rendah.
bermuara pada lubang-lubang kecil Keanekaragaman yang tinggi
(stigma), letaknya pada dinding ruasruas menunjukkan bawha suatu
tubuh. Lubang tersebut disebut spirakel. komunitas memiliki kompleksitas
Sistem peredaran darahnya terbuka dan yang tinggi. Komunitas yang
letak jantung pada bagian punggung. memiliki keanekaragaman yang
Sistem sarafnya adalah sistem saraf tangga tinggi tidak mudah terganggu oleh
tali. (Soemarwoto, 1983). pengaruh lingkungan. Jadi apabila
Kelas Myriapoda memilik dua ordo, keanekaragaman tinggi akan terjadi
yaitu sebagai berikut (Oemarjati, B. S. dan interaksi spesies yang melibatkan
Wisnu W., 1990): transfer energi, predasi, kompetisi
1. Diplopoda, tubuh hewan ini berbentuk dan niche yang lebih kompleks
silinder, jumlah segmennya sekitar 25– (Indriyanto, 2008).
100, setiap segmennya hanya
mempunyai sepasang kaki dan setiap METODOLOGI PENELITIAN
abdomen mempunyai dua pasang kaki Penelitian ini dilakukan
dan dua pasang spirakel. di daerah Jumapolo
2. Chilopoda, hewan ini tergolong hewan Karanganyar. Pengambilan
pemangsa (predator), makanannya data dilakukan secara acak
adalah cacing dan serangga. Bentuk dan tanpa berpetak. Data
tubuhnya pipih, jumlah segmen bisa yang diperoleh kemudian
mencapai 177, setiap segmen dianalisis
mempunyai sepasang kaki, kecuali
dengan..menggunakan..ind Wiener
eks..keanekarag-aman jenis
(H’): HASIL DAN PEMBAHASAN
ID = H’ = -Σ (P log P), Pi = n Arthropoda yang diperoleh
i=1 N dari hasil penelitian ini yaitu kelas
Keterangan: Arachnida dan Myriapoda. Pada
Pi = Kelimpahan kelas Arachnida terdapat 5 spesies
N = Jumlah total seluruh jenis serangga dengan 16 individu. Kelas
ni = Jumlah tiap jenis serangga Myriapoda terdapat 3 spesies
H’ = Indeks keanekaragaman Shannon- dengan jumlah individu yang
didapat yaitu 10.

Distribusi spesies dan individu Arthropoda kelas Arachnida dan Myriapoda.


No. Nama Spesies Gambar Jumlah
1. Achaearanea tapidariorum 1

2. Latrodectus mactans 3

3. Centruroides noxius 1

4. Centruroides gracilis 8

5. Mastigoproctus giganteus 3

6. Narceus americanus 3

7. Narceus sp. 6
8. Scolopendra subspinipes 1

Jumlah 26

Keanekaragaman adalah keseluruhan termasuk daerah ekstrim karena


variasi makhluk hidup, baik bentuk, kondisinya yang kering. Terdapat 8 spesies
penampilan, jumlah dan sifat, dibedakan yaitu 5 spesesies kelas Arachnida dan 3
atas tiga tingkatan yaitu keanekaragaman spesies kelas Myriapoda. Kelas Arachnida
gen, keanekaragaman spesies dan yaitu Achaearanea tapidariorum,
keanekaragaman ekosistem. Berdasarkan Latrodectus mactans, Centruroides
hasil perhitungan indeks keanekaragaman noxius, Centruroides gracilis,
jenis (H’) yaitu 0,736. Hal ini Mastigoproctus giganteus. Kelas
menunjukkan bahwa keanekaragaman Myriapoda yaitu Narceus americanus,
jenis Arthropoda khususnya kelas Narceus sp, Scolopendra subspinipes.
Archnida dan Myriapoda di hutan Jumlah keseluruhan individu yaitu 26.
Jumapolo adalah rendah.
SARAN
Beberapa faktor yang dapat Disarankan bagi kita semua turut menjaga
mempengaruhi keanekaragaman jenis di keseimbangan ekosistem dengan tidak
hutan Jumapolo rendah yaitu karena merusak salah satu anggota dari ekosistem
kondisi tanah yang kering. Menurut kehidupan.
Rososoedarmo (1990), keanekaragaman
DAFTAR PUSTAKA
kecil terdapat pada daerah dengan
Indriyanto, 2008. Ekologi Hutan.
lingkungan yang ekstrim, misalnya daerah
Jakarta: Bumi Aksara.
kering, tanah miskin dan pegunungan
tinggi. Sementara itu, keanekaragaman Jumar. 2000. Entomologi

yang tinggi terdapat di daerah dengan Pertanian. Jakarta: Rineka

lingkungan optimum. Biasanya spesies Cipta.

dari kelas Arachnida banyak ditemukan Oemarjati, B. S. dan Wisnu


pada kondisi lembab. Wardhana. 1990. Taksonomi
Avertebrata. Jakarta: UI
KESIMPULAN Press.
Berdasarkan penelitian ini menunjukkan
daerah hutan di Jumapolo Karanganyar
Rahayu, Tuti. 1997. Sistematika Rososoedarmo, S. 1990.
Hewan Invertebrata Lanjut. Pengantar Ekologi. Jakarta:
Surakarta: PT Remaja Rosdakarya
Universitas..Muhammdiyah Soemarwoto, Idjah. 1983.
Surakarta. BIOLOGI UMUM III. Jakarta:
PT. Gramedia Jakarta.