Anda di halaman 1dari 16

PT.

PLASTINDO
PT. PLASTINDO
(Pertemuan Pertama)

1a. Fungsi Departemen Akuntansi dan Keuangan di PT. Plastindo yang berhubungan dengan Akuntansi Manajemen:
(i) Membuat laporan biaya produksi
(ii) Menghitung nilai persediaan barang jadi dan nilai persediaan barang dalam proses
(iii) Memeriksa kesesuaian antara pesanan penjualan dengan kuota produksi final
(iv) Membuat laporan lainnya yang dibutuhkan oleh manajemen perusahaan untuk mengambil keputusan

1b. Fungsi Departemen Akuntansi dan Keuangan di PT. Plastindo yang berhubungan dengan Akuntansi Keuangan:
(i) Membuat laporan keuangan perusahaan
(ii) Melakukan verifikasi atas tagihan dari perusahaan rekanan
(iii) Melakukan proses penagihan ke pembeli
PT. PLASTINDO
(Pertemuan Pertama)

PROPOSAL PENAMBAHAN KAPASITAS


A. Alternatif yang Tersedia

Terdapat tiga alternatif penambahan kapasitas:


1. Menambah kapasitas dengan menambah shift kerja:
a. dengan merekrut karyawan baru
b. dengan melemburkan karyawan yang ada saat ini

2. Menambah kapasitas dengan menambah lini produksi

3. Menambah kapasitas dengan menambah lini produksi dan menambah shift kerja

Ketidakpastian terkait dengan alternatif ini berkaitan dengan realisasi dari peningkatan dalam permintaan. Jika banyak
perusahaan lain yang juga menambah kapasitasnya, maka realisasi peningkatan permintaan untuk perusahaan akan
terbatas pada permintaan dari internal grup.

B. Informasi yang Relevan

Alternatif 1.a Penambahan Kapasitas dengan Merekrut Karyawan Baru


1. Penambahan kapasitas maksimum 2.000 ton dan dapat dilakukan secara parsial. Jika memang konsentrasi perusahaan
adalah pada penambahan kapasitas untuk memenuhi kebutuhan internal grup, maka penambahan kapasitas cukup
menggunakan 1 shift kerja. Penambahan berikutnya dapat dilakukan jika memang terdapat potensial permintaan dari
luar grup atau jika kebutuhan internal grup sendiri bertambah.
2. Harga jual ke internal grup ditentukan berdasarkan harga rata-rata yang berlaku di pasar, dalam hal ini diasumsikan sama
dengan harga jual ke luar grup yaitu sebesar Rp 30.000.000/ton
3. Waktu yang dibutuhkan untuk merekrut dan melatih karyawan baru adalah 1 bulan
4. Tambahan biaya tenaga kerja adalah sebesar Rp 25.000.000/shift

Alternatif 1.b Penambahan Kapasitas dengan Melemburkan Karyawan


1. Penambahan kapasitas maksimum 2.000 ton dan dapat dilakukan secara parsial. Jika memang konsentrasi perusahaan
adalah pada penambahan kapasitas untuk memenuhi kebutuhan internal grup, maka penambahan kapasitas cukup
melemburkan 1 shift kerja per lini. Penambahan berikutnya dapat dilakukan jika memang terdapat potensial permintaan dari
luar grup atau jika kebutuhan internal grup sendiri bertambah.
2. Harga jual ke internal grup ditentukan berdasarkan harga rata-rata yang berlaku di pasar, dalam hal ini diasumsikan sama
dengan harga jual ke luar grup yaitu sebesar Rp 30.000.000/ton
3. Waktu yang dibutuhkan untuk persiapan adalah 1 minggu
4. Tambahan biaya tenaga kerja adalah sebesar Rp 40.000.000/shift

Alternatif 2 Penambahan Kapasitas dengan Menambah Lini Produksi


1. Penambahan kapasitas maksimum 3.000 ton dan tidak dapat dilakukan secara parsial. Jika permintaan dari luar grup
tidak dapat menyerap kelebihan kapasitas, maka biaya per unit produk akan meningkat karena peningkatan dalam biaya
tetap.
2. Harga jual ke internal grup ditentukan berdasarkan harga rata-rata yang berlaku di pasar, dalam hal ini diasumsikan sama
dengan harga jual ke luar grup yaitu sebesar Rp 30.000.000/ton
3. Waktu yang dibutuhkan untuk pemesanan dan instalasi lini produksi baru adalah 6 bulan
4. Investasi yang dibutuhkan untuk lini baru adalah sebesar Rp 150.000.000.000
5. Waktu yang dibutuhkan untuk merekrut dan melatih karyawan baru adalah 1 bulan
6. Tambahan biaya tenaga kerja adalah sebesar Rp 25.000.000/shift
PT. PLASTINDO
(Pertemuan Pertama)

Alternatif 3 Penambahan Kapasitas dengan Menambah Lini Produksi dan Menambah Shift Kerja
1. Penambahan kapasitas maksimum 5.000 ton dan dapat dilakukan secara parsial. Selama 6 bulan yang dibutuhkan untuk
pemesanan dan instalasi lini baru, peningkatan kapasitas dapat dilakukan secara bertahap maksimum 2.000 ton dengan
cara melemburkan karyawan yang sudah ada saat ini (menggunakan mekanisme 1,5 shift). Setelah lini baru siap dan
karyawan baru untuk lini baru tersebut sudah direkrut dan dilatih (dilakukan di bulan ke-6), maka maksimum penambahan
kapasitas adalah 2.000 ton dengan shift normal di semua lini produksi. Jika memang kebutuhan meningkat, perusahaan
dapat menambah shift kerja sampai dengan 3 shift (1 untuk masing-masing lini) sehingga maksimum penambahan
kapasitas adalah sebesar 5.000 ton.
2. Harga jual ke internal grup ditentukan berdasarkan harga rata-rata yang berlaku di pasar, dalam hal ini diasumsikan sama
dengan harga jual ke luar grup yaitu sebesar Rp 30.000.000/ton
3. Waktu yang dibutuhkan untuk pemesanan dan instalasi lini produksi baru adalah 6 bulan
4. Investasi yang dibutuhkan untuk lini baru adalah sebesar Rp 150.000.000.000
5. Waktu yang dibutuhkan untuk merekrut dan melatih karyawan baru adalah 1 bulan
6. Tambahan biaya tenaga kerja adalah sebesar Rp 25.000.000/shift untuk jam kerja normal
7. Waktu yang dibutuhkan untuk persiapan adalah 1 minggu untuk melemburkan karyawan yang ada saat ini
8. Tambahan biaya tenaga kerja adalah sebesar Rp 40.000.000/shift (dengan mekanisme 1,5 shift)

C. Prediksi mengenai Masa Depan

Berdasarkan estimasi perusahaan, meskipun penambahan permintaan untuk internal grup saat ini hanya mencapai 1.000
ton/bulan, namun diperkirakan bahwa penambahan permintaan ini dapat mencapai sampai 5.000 ton/bulan di tahun-tahun
berikutnya. Sambil menunggu penambahan permintaan internal tumbuh, perusahaan dapat menjual ke luar grup karena
kekurangan kapasitas dialami oleh perusahaan-perusahaan lain sejenis.

D. Rekomendasi

Alternatif 1.a Penambahan Kapasitas dengan Merekrut Karyawan Baru

Peningkatan pendapatan per bulan (maksimum) 2,000 x 30,000,000 = 60,000,000,000

Peningkatan biaya:
- biaya tenaga kerja 2 x 25,000,000 = (50,000,000)
Total peningkatan biaya (50,000,000)

Potensi peningkatan pendapatan (net) 59,950,000,000

Alternatif 1.b Penambahan Kapasitas dengan Melemburkan Karyawan

Peningkatan pendapatan per bulan (maksimum) 2,000 x 30,000,000 = 60,000,000,000

Peningkatan biaya:
- biaya tenaga kerja 2x 40,000,000 = (80,000,000)
Total peningkatan biaya (80,000,000)

Potensi peningkatan pendapatan (net) 59,920,000,000


PT. PLASTINDO
(Pertemuan Pertama)

Alternatif 2 Penambahan Kapasitas dengan Menambah Lini Produksi

Peningkatan pendapatan per bulan (maksimum) 3,000 x 30,000,000 = 90,000,000,000

Peningkatan biaya:
- biaya tenaga kerja 3x 25,000,000 = (75,000,000)
- biaya penyusutan 1/(10x12) x 150,000,000,000 = (1,250,000,000)
Total peningkatan biaya (1,325,000,000)

Potensi peningkatan pendapatan (net) 88,675,000,000

Alternatif 3 Penambahan Kapasitas dengan Menambah Lini Produksi dan Menambah Shift Kerja

Peningkatan pendapatan per bulan (maksimum) 5,000 x 30,000,000 = 150,000,000,000

Peningkatan biaya:
- biaya tenaga kerja 5x 25,000,000 = (125,000,000)
- biaya penyusutan 1/(10x12) x 150,000,000,000 = (1,250,000,000)
Total peningkatan biaya (1,375,000,000)

Potensi peningkatan pendapatan (net) 148,625,000,000

Kesimpulan:
Alternatif yang sebaiknya dipilih adalah Alternatif 3 karena memberikan potensi peningkatan laba yang paling maksimal sesuai dengan
prediksi masa depan yang telah dibuat oleh manajemen perusahaan.
PT. PLASTINDO
(Pertemuan Pertama)

2. Tanggung jawab dalam Standards of Ethical Conduct yang sesuai dengan situasi Pandu adalah:
a. Kompetensi → Pandu seharusnya melakukan tugas-tugas profesionalnya sesuai dengan hukum, peraturan, dan
standar yang teknis yang berlaku. Memanipulasi laporan keuangan mengarah pada tindakan penipuan dalam
rangka memeroleh keuntungan pribadi dan tidak sesuai dengan standar teknis yang berlaku.
b. Integritas → Pandu seharusnya menghindari konflik kepentingan aktual atau yang tampak dan mengingatkan
semua pihak akan potensi konflik. Bonus yang dijanjikan kepada Pandu apabila perusahaan mencapai target-
targetnya menandakan adanya konflik kepentingan dalam diri Pandu
c. Integritas → Pandu seharusnya menahan diri untuk tidak mengalihkan pencapaian atas tujuan-tujuan yang sah
dan etis dari organisasi, baik secara aktif maupun secara pasif. Atasan Pandu jelas-jelas meminta Pandu
untuk mengalihkan tujuan sah dari perusahaan ke kebutuhan saat ini untuk mencapai target yang telah ditetapkan
dan keuntungan pribadi dari direktur perusahaan.
d. Integritas → Pandu seharusnya menahan diri dari keterlibatan dalam aktivitas yang dapat merugikan profesi.
Apabila Pandu memenuhi permintaan Priyo maka Pandu telah melanggar integritasnya sebagai akuntan
manajemen profesional.
g. Kredibilitas → Pandu seharusnya mengomunikasikan informasi dengan adil dan objektif. Dalam hal ini Pandu
berada di bawah tekanan untuk mengabaikan objektivitas dalam menyusun laporan keuangan yang diminta
oleh Priyo.
h. Kredibilitas → Pandu seharusnya mengungkapkan semua informasi yang relevan, yang diperkirakan dapat
mempengaruhi pemahaman pengguna atas laporan, komentar, dan rekomendasi yang dipresentasikan.
Perbandingan antara nilai persediaan yang diakui dengan tren nilai persediaan yang dilaporkan pada tahun-tahun
sebelumnya serta biaya per unit saat ini dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya kemungkinan besar akan
mempengaruhi pemahaman induk perusahaan mengenai profitablitas PT Plastindo.
PT. PLASTINDO
(Pertemuan Pertama)
PT. PLASTINDO
(Pertemuan Kedua)

1A. Klasifikasi beban berdasarkan objek biaya:


1. Beban bijih plastik → biaya langsung
2. Beban zat additif → biaya langsung
3. Beban gaji lini produksi 1 → biaya langsung
4. Beban gaji lini produksi 2 → biaya langsung
5. Beban gaji bagian perencanaan produksi → biaya tidak langsung
6. Beban gaji bagian pengendalian persediaan bahan baku → biaya tidak langsung
7. Beban gaji bagian pengendalian persediaan barang jadi → biaya tidak langsung
8. Beban gaji kepala departemen produksi → biaya tidak langsung
9. Beban gaji kepala departemen perencanaan produksi dan pengendalian persediaan → biaya tidak langsung
10. Beban gaji departemen pemeliharaan → biaya tidak langsung
11. Beban gaji departemen pembelian → biaya tidak langsung
12. Beban gaji departemen pemasaran → biaya tidak langsung
13. Beban gaji departemen akuntansi dan keuangan → biaya tidak langsung
14. Beban gaji direktur → biaya tidak langsung
15. Beban gaji departemen umum → biaya tidak langsung
16. Beban listrik kantor → biaya tidak langsung
17. Beban air kantor → biaya tidak langsung
18. Beban listrik pabrik → biaya langsung
19. Beban air pabrik → biaya langsung
20. Beban telepon dan faks → biaya tidak langsung
21. Beban asuransi pabrik → biaya langsung
22. Beban pajak bumi dan bangunan-kantor → biaya tidak langsung
23. Beban pajak bumi dan bangunan-pabrik → biaya langsung
24. Beban penyusutan mesin lini produksi 1 → biaya langsung
25. Beban penyusutan mesin lini produksi 2 → biaya langsung
26. Beban penyusutan bangunan pabrik → biaya langsung
27. Beban penyusutan peralatan kantor → biaya tidak langsung
28. Beban penyusutan bangunan kantor → biaya tidak langsung
29. Beban BBM kendaraan kantor → biaya tidak langsung
30. Beban BBM kendaraan pengiriman barang jadi → biaya tidak langsung
31. Beban Pajak Kendaraan Bermotor untuk kendaraan kantor → biaya tidak langsung
32. Beban Pajak Kendaraan Bermotor untuk kendaraan pengiriman → biaya tidak langsung
33. Beban sarung tangan → biaya langsung
34. Beban masker pengaman → biaya langsung
35. Beban kacamata pengaman → biaya langsung
36. Beban seragam karyawan pabrik → biaya langsung
37. Beban seragam karyawan kantor → biaya tidak langsung
38. Beban komisi staf departemen pemasaran → biaya tidak langsung
39. Beban katering karyawan pabrik → biaya langsung
40. Beban katering karyawan kantor → biaya tidak langsung
PT. PLASTINDO
(Pertemuan Kedua)

1B. Klasifikasi beban menjadi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead, beban
pemasaran, dan beban administrasi:
1. Beban bijih plastik → biaya bahan baku langsung
2. Beban zat additif → biaya bahan baku langsung
3. Beban gaji lini produksi 1 → biaya tenaga kerja langsung
4. Beban gaji lini produksi 2 → biaya tenaga kerja langsung
5. Beban gaji bagian perencanaan produksi → biaya overhead
6. Beban gaji bagian pengendalian persediaan bahan baku → biaya overhead
7. Beban gaji bagian pengendalian persediaan barang jadi → biaya overhead
8. Beban gaji kepala departemen produksi → biaya overhead
9. Beban gaji kepala departemen perencanaan produksi dan pengendalian persediaan → biaya overhead
10. Beban gaji departemen pemeliharaan → biaya overhead
11. Beban gaji departemen pembelian → biaya overhead
12. Beban gaji departemen pemasaran → beban pemasaran
13. Beban gaji departemen akuntansi dan keuangan → beban administrasi
14. Beban gaji direktur → beban administrasi
15. Beban gaji departemen umum → beban administrasi
16. Beban listrik kantor → beban administrasi
17. Beban air kantor → beban administrasi
18. Beban listrik pabrik → biaya overhead
19. Beban air pabrik → biaya overhead
20. Beban telepon dan faks → beban administrasi
21. Beban asuransi pabrik → biaya overhead
22. Beban pajak bumi dan bangunan-kantor → beban administrasi
23. Beban pajak bumi dan bangunan-pabrik → biaya overhead
24. Beban penyusutan mesin lini produksi 1 → biaya overhead
25. Beban penyusutan mesin lini produksi 2 → biaya overhead
26. Beban penyusutan bangunan pabrik → biaya overhead
27. Beban penyusutan peralatan kantor → beban administrasi
28. Beban penyusutan bangunan kantor → beban administrasi
29. Beban BBM kendaraan kantor → beban administrasi
30. Beban BBM kendaraan pengiriman barang jadi → beban pemasaran
31. Beban Pajak Kendaraan Bermotor untuk kendaraan kantor → beban administrasi
32. Beban Pajak Kendaraan Bermotor untuk kendaraan pengiriman → beban pemasaran
33. Beban sarung tangan → biaya overhead
34. Beban masker pengaman → biaya overhead
35. Beban kacamata pengaman → biaya overhead
36. Beban seragam karyawan pabrik → biaya overhead
37. Beban seragam karyawan kantor → beban administrasi
38. Beban komisi staf departemen pemasaran → beban pemasaran
39. Beban katering karyawan pabrik → biaya overhead
40. Beban katering karyawan kantor → beban administrasi
PT. PLASTINDO
(Pertemuan Kedua)

1C. Klasifikasi beban menjadi biaya utama atau biaya konversi:


1. Beban bijih plastik → biaya utama
2. Beban zat additif → biaya utama
3. Beban gaji lini produksi 1 → biaya utama/konversi
4. Beban gaji lini produksi 2 → biaya utama/konversi
5. Beban gaji bagian perencanaan produksi → biaya konversi
6. Beban gaji bagian pengendalian persediaan bahan baku → biaya konversi
7. Beban gaji bagian pengendalian persediaan barang jadi → biaya konversi
8. Beban gaji kepala departemen produksi → biaya konversi
9. Beban gaji kepala departemen perencanaan produksi dan pengendalian persediaan → biaya konversi
10. Beban gaji departemen pemeliharaan → biaya konversi
11. Beban gaji departemen pembelian → biaya konversi
12. Beban gaji departemen pemasaran → N/A
13. Beban gaji departemen akuntansi dan keuangan → N/A
14. Beban gaji direktur → N/A
15. Beban gaji departemen umum → N/A
16. Beban listrik kantor → N/A
17. Beban air kantor → N/A
18. Beban listrik pabrik → biaya konversi
19. Beban air pabrik → biaya konversi
20. Beban telepon dan faks → N/A
21. Beban asuransi pabrik → biaya konversi
22. Beban pajak bumi dan bangunan-kantor → N/A
23. Beban pajak bumi dan bangunan-pabrik → biaya konversi
24. Beban penyusutan mesin lini produksi 1 → biaya konversi
25. Beban penyusutan mesin lini produksi 2 → biaya konversi
26. Beban penyusutan bangunan pabrik → biaya konversi
27. Beban penyusutan peralatan kantor → N/A
28. Beban penyusutan bangunan kantor → N/A
29. Beban BBM kendaraan kantor → N/A
30. Beban BBM kendaraan pengiriman barang jadi → N/A
31. Beban Pajak Kendaraan Bermotor untuk kendaraan kantor → N/A
32. Beban Pajak Kendaraan Bermotor untuk kendaraan pengiriman → N/A
33. Beban sarung tangan → biaya konversi
34. Beban masker pengaman → biaya konversi
35. Beban kacamata pengaman → biaya konversi
36. Beban seragam karyawan pabrik → biaya konversi
37. Beban seragam karyawan kantor → N/A
38. Beban komisi staf departemen pemasaran → N/A
39. Beban katering karyawan pabrik → biaya konversi
40. Beban katering karyawan kantor → N/A
PT. PLASTINDO
(Pertemuan Kedua)

1D. Klasifikasi beban menjadi biaya tetap, biaya semivariabel, dan biaya variabel berdasarkan volume
produksi:
1. Beban bijih plastik → biaya variabel
2. Beban zat additif → biaya variabel
3. Beban gaji lini produksi 1 → biaya semivariabel
4. Beban gaji lini produksi 2 → biaya semivariabel
5. Beban gaji bagian perencanaan produksi → biaya semivariabel
6. Beban gaji bagian pengendalian persediaan bahan baku → biaya semivariabel
7. Beban gaji bagian pengendalian persediaan barang jadi → biaya semivariabel
8. Beban gaji kepala departemen produksi → biaya tetap
9. Beban gaji kepala departemen perencanaan produksi dan pengendalian persediaan → biaya tetap
10. Beban gaji departemen pemeliharaan → biaya semivariabel
11. Beban gaji departemen pembelian → biaya tetap
12. Beban gaji departemen pemasaran → biaya tetap
13. Beban gaji departemen akuntansi dan keuangan → biaya tetap
14. Beban gaji direktur → biaya tetap
15. Beban gaji departemen umum → biaya tetap
16. Beban listrik kantor → biaya semivariabel
17. Beban air kantor → biaya semivariabel
18. Beban listrik pabrik → biaya semivariabel
19. Beban air pabrik → biaya semivariabel
20. Beban telepon dan faks → biaya semivariabel
21. Beban asuransi pabrik → biaya tetap
22. Beban pajak bumi dan bangunan-kantor → biaya tetap
23. Beban pajak bumi dan bangunan-pabrik → biaya tetap
24. Beban penyusutan mesin lini produksi 1 → biaya tetap
25. Beban penyusutan mesin lini produksi 2 → biaya tetap
26. Beban penyusutan bangunan pabrik → biaya tetap
27. Beban penyusutan peralatan kantor → biaya tetap
28. Beban penyusutan bangunan kantor → biaya tetap
29. Beban BBM kendaraan kantor → biaya variabel
30. Beban BBM kendaraan pengiriman barang jadi → biaya variabel
31. Beban Pajak Kendaraan Bermotor untuk kendaraan kantor → biaya tetap
32. Beban Pajak Kendaraan Bermotor untuk kendaraan pengiriman → biaya tetap
33. Beban sarung tangan → biaya variabel
34. Beban masker pengaman → biaya variabel
35. Beban kacamata pengaman → biaya variabel
36. Beban seragam karyawan pabrik → biaya tetap
37. Beban seragam karyawan kantor → biaya tetap
38. Beban komisi staf departemen pemasaran → biaya variabel
39. Beban katering karyawan pabrik → biaya tetap
40. Beban katering karyawan kantor → biaya tetap
PT. PLASTINDO
(Pertemuan Kedua)

2A. Biaya semivariabel yang memiliki korelasi terdekat dengan jam tenaga kerja langsung adalah beban gaji.
lini produksi 1 dan lini produksi 2

2B.i. Pemisahan biaya semivariabel menjadi biaya variabel dan biaya tetap berdasarkan metode tinggi rendah;
perhitungan biaya adalah dalam ribuan rupiah:

Jam Tenaga
Biaya Gaji Kerja Langsung
Tinggi 25.000.000 1.200
Rendah 20.000.000 700
Selisih 5.000.000 500

Tarif beban variabel = Rp. 5.000.000 : 500 jam = Rp. 10.000

Tinggi Rendah
Total biaya 25.000.000 20.000.000
Total biaya variabel 12.000.000 7.000.000
Rata-rata biaya tetap 13.000.000 13.000.000
PT. PLASTINDO
(Pertemuan Kedua)

ii. Pemisahan biaya semivariabel menjadi biaya variabel dan biaya tetap berdasarkan metode kuadrat terkecil:

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

yi (yi - y) xi (xi - x) (xi - x)2 (xi - x)(yi - y) (yi - y)2

Biaya Deviasi Jam Tenaga Deviasi (4) (2)

Bulan Gaji Biaya Kerja Langsung Aktivitas Dikuadratkan (4) X (2) Dikuadratkan

Januari 22,750,000 (250,000) 1,000 - - - 62,500,000,000

Februari 22,500,000 (500,000) 900 (100) 10,000 50,000,000 250,000,000,000

Maret 21,750,000 (1,250,000) 950 (50) 2,500 62,500,000 1,562,500,000,000

April 24,250,000 1,250,000 1,100 100 10,000 125,000,000 1,562,500,000,000

Mei 23,500,000 500,000 1,050 50 2,500 25,000,000 250,000,000,000

Juni 23,750,000 750,000 1,000 - - - 562,500,000,000

Juli 20,000,000 (3,000,000) 700 (300) 90,000 900,000,000 9,000,000,000,000

Agustus 22,500,000 (500,000) 950 (50) 2,500 25,000,000 250,000,000,000

September 21,750,000 (1,250,000) 900 (100) 10,000 125,000,000 1,562,500,000,000

Oktober 25,000,000 2,000,000 1,200 200 40,000 400,000,000 4,000,000,000,000

November 24,750,000 1,750,000 1,150 150 22,500 262,500,000 3,062,500,000,000

Desember 23,500,000 500,000 1,100 100 10,000 50,000,000 250,000,000,000

276,000,000 - 12,000 - 200,000 2,025,000,000 22,375,000,000,000

y = Σyi : n = Rp. 276.000.000 : 12 = Rp. 23.000.000

x = Σxi : n = 12.000 : 12 = 1.000

b = Total kolom 6 : Total kolom 5 = Rp 2.025.000 : 200.000 = Rp 10.125 tarif biaya variabel

y = a + bx

a = y -bx

a = Rp. 23.000.000 - (Rp. 10.125) (1.000)

a = Rp. 23.000.000 - Rp. 10.125.000

a = Rp. 12.875.000
PT. Plastindo
(Pertemuan Kedua)

Jawaban ada di kertas terpisah


PT. PLASTINDO
(Pertemuan Kedua)

3. Penerapan Balanced Scorecard di PT Plastindo dapat membantu perusahaan mengimplementasikan


strateginya dalam hal:
a. menunjukkan kepada setiap bagian kontribusi mereka masing-masing terhadap pencapaian tujuan perusahaan secara
keseluruhan
b. meningkatkan keselarasan dan koordinasi antarbagian guna mencapai tujuan perusahaan
c. meminimalkan perilaku disfungsional dari satu bagian tertentu karena keberhasilan atas suatu ukuran yang dicapai
melalui perilaku disfungsional akan tertangkap di ukuran yang lain
d. mendorong komunikasi yang baik antarbagian sehingga masing-masing bagian dapat mengapresiasi peranan
pihak lain dalam pencapaian tujuan
e. menilai kinerja secara komprehensif dan dalam hubungan sebab akibat yang saling terkait