Anda di halaman 1dari 3

BAB II

PENGKAJIAN MASALAH DAN KEBUTUHAN WILAYAH BINAAN

2.1 Profil Wilayah Binaan


2.2 Identifikasi Masalah Wilayah Binaan

2.3 Analisis Masalah dan Kebutuhan Masyarakat di Wilayah Desa


Gudang Hirang RT.11
Hipertensi merupakan suatu keadaan terjadinya peningkatan tekanan
darah yang memberi gejala berlanjut pada suatu target organ tubuh
sehingga timbul kerusakan lebih berat seperti stroke (terjadi pada otak
dan berdampak pada kematian yang tinggi), penyakit jantung koroner
(terjadi pada kerusakan pembuluh darah jantung) serta penyempitan
ventrikel kiri/bilik kiri (terjadi pada otot jantung). Selain penyakit-penyakit
tersebut, hipertensi dapat pula menyebabkan gagal ginjal, penyakit
pembuluh lain, diabetes mellitus dan lain-lain (Sugiharto, 2007).
Penyakit hipertensi telah menjadi masalah utama dalam kesehatan
mesyarakat yang ada di Indonesia maupun di beberapa negara yang ada
di dunia. Diperkirakan sekitar 80 % kenaikan kasus hipertensi terutama di
negara berkembang tahun 2025 dari sejumlah 639 juta kasus di tahun
2000, di perkirakan menjadi 1,15 milyar kasus di tahun 2025 (Zein, 2012).
Faktor resiko hipertensi antara lain adalah umur, jenis kelamin, stress,
kebiasaan merokok dan kafein. Insidensi hipertensi meningkat seiring
dengan pertambahan usia, dan pria memiliki risiko lebih tinggi untuk
menderita hipertensi lebih awal. Kebiasaan merokok berpengaruh dalam
meningkatkan risiko hipertensi walaupun mekanisme timbulnya hipertensi
belum diketahui secara pasti.
Adapun sebab dan akibat yang di munculkan dari hipertensi di desa
gudang hirang tersebut karena kebanyakan masyarakat di sana
mengonsumsi rokok secara aktif sehingga menyebabkan naiknya tekanan
darah dengan istilah hipertensi
Berikut tabel tentang data perokok :
No Kriteria / Aspek yang dilihat Frekuensi Persentase
(jumlah
perorang)
1. Merokok 40 78,4 %

2. Jarang berolahraga 10 19,6 %

3. Lain-lain 0 0%

Berdasarkan data tabel di atas dapat di lihat bahwa sebanyak 78,4 %


dengan jumlah 40 orang menunjukan tingkat kebiasaan merokok yang
begitu tinggi.

Berikut tabel tentang data penyakit di desa gudang hirang RT.11


No Kriteria / Aspek yang dilihat Frekuensi Persentase
(jumlah
perorang)
1. ISPA / Batuk Pilek 0 0%

2. ASMA 1 1,9 %

3. Diare 1 1,9 %

4. TBC 0 0%

5. Demam berdarah 1 1,9 %

6. Hipertensi / Budreg 30 58 %

7. Lain-lain 1 1,9 %
Berdasarkan data tabel di atas dapat di simpulkan bahwa sebanyak
58% dengan jumlah 30 orang mengalami hipertensi karena kebanyakan
disana banyak yang menggunakan rokok yang dimana rokok
mengandung nikotin yang dapat memicu sistem saraf untuk melepaskan
zat kimia yang dapat menyempitkan pembuluh darah sekaligus
meningkatkan tekanan darah sehingga hal tersebut yang mengakibatkan
hipertensi

Hipertensi menimbulkan akibat (komplikasi), baik jangka pendek maupun


jangka panjang. Akibat jangka pendek disebabkan oleh kenaikan yang
cepat dari tekanan darah sehingga terjadi kerusakan (nekrosis) pada
dinding pembuluh darah. Akibat jangka panjang disebabkan oleh lamanya
tekanan darah tinggi tersebut mempengaruhi dinding pembuluh darah.

2.4 Penyusunan Prioritas Masalah

No Prioritas Masalah Jenis Masalah

1. Penting, Mendesak, Perlu ditangani segera Hipertensi


2. Penting, tidak mendesak, Perlu dipantau Kontrol penggunaan
perkembangannya, dapat ditangani kapan obat hipertensi
saja, bila sumber daya memungkinkan
3. Tidak penting dan tidak mendesak Kebisaan merokok
yang perlu dipantau