Anda di halaman 1dari 3

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil
Tabel 1. Sediaan serbuk talkum steril

No Metode Waktu Derajat Hasil


1 Autoklaf 15 menit 121ºC Steril
2 Oven 15 menit 180ºC Steril
3 Laminar Air Flow 30 menit 50ºC Steril

Tabel 2. Berat serbuk talkum steril

Berat Sebelum Oven Berat Sesudah Oven


25,09 24,83

Gambar 2. Hasil Sediaan Talkum Steril

B. Pembahasan
Pada praktikum ini yaitu melakukan pembuatan sediaan serbuk talkum steril
dengan tujuan agar mahasiswa mampu melakukan fprmulasi dan evaluasi pembuatan
sediaan serbuk talkum steril. Serbuk talkum digunakan untuk pengobatan
pneumothorax dan efusi leura (agen pleurodesis) (Martindale, 2009).
Efusi pleura adalah peningkatan akumulasi cairan diantara dua lapisan pleura. Cara
pemberian yaitu dengan bentuk sediaan aerosol yang diberikan pada rongga pleura atau
dengan insufliasi di thoracoscopy.
Dalam pembuatannya penting melakukan sterilisasi talkum steril karena talkum
mengandung sedikit alumunium silikat yang merupakan bahan alam yang terkadang
mengandung beberapa mikroba seperti Chlostridium welchii, Chlostridium tetani, dan
Bacillus antrachis. Bakteri yang merupakan bakteri patogen merugikan jika tidak
dimusnahkan, oleh karena itu dibutuhkan proses sterilisasi untuk menghilangkan
bakteri tersebut dilakukan sterilisasi.
Sediaan yang dibuat pada praktikum ini adalah talkum steril yang ditujukan
untuk efusi pleura. Adapun metode yang digunakan dengan sterilisasi panas kering
menggunakan oven karena talkum stabil terhadap pemanasan sehingga terilisasi dengan
oven tidak akan membuat talkum rusak. Metode ini digunakan untuk bahan yang tahan
panas dan stabil terhadap pemanasan pada suhu tertentu. Prinsip dasar dari sterilisasi
dengan panas kering yaitu proses sterilisasi dengan konduksi panas, panas akan
diabsorpsi dipermukaan talkum kemudian disalurkan pada lapisan berikutnya sehingga
didapatkan panas yang merata keseluruh permukaan talkum. Mekanisme pembunuhan
mikroorganisme dengan menggunakan metode ini melalui destruksi lambat protein
mikroorganisme (Oksidasi protein mikroorgansime) yang artinya teroksidasi oleh
oksigen dari udara sehingga menyebabkan mikroba mati.
Proses pembuatan sediaan talkum steril dimulai mencuci wadah dan tutup karet
kemasan talkum steril. lalu mensterilisasikan alat-alat yang akan digunakan
menggunakan autoklaf yaitu metode panas basah pada suhu 121˚C selama 15 menit.
Kemudian menyemprot meja praktikum dengan alkohol dan mengusapnya searah agar
bebas dari kontaminasi mikroba yang ada pada lingkungan meja praktikum, Kemudian
menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. Alat yang sebelumnya telah disterilisasikan
pembungkus pertamanya dibuka dan di semprot dengan alkohol, lalu pembungkus
kedua dibuka. Proses selanjutnya menimbang talkum 10 gram dengan kaca arloji di
dalam LAF. Semua alat yang bersentuhan dengan sediaan tidak boleh tersentuh
langsung dengan tangan untuk mencegah kontaminasi dari apapun. Talkum yang sudah
ditimbang dimasukkan dalam wadah kemudian ditutup dengan tutup wadah dari karet
dan ditimbang kembali berat wadah dan talkum.
Dalam pembuatan talkum steril adalah produk yang disterilkan dalam wadah
akhir. Hal tersebut dikarenakan proses sterilisasi dilakukan setelah talkum dimasukan
ke dalam wadah primernya. Sterilisasi dilakukan pada suhu 180°C selama 30 menit.
Namun, pada saat praktikum suhu yang digunakan adalah 180°C selama 15 menit , hal
ini terjadi karena kurangnya waktu dan sehingga mempengaruhi suhu oven. Sebelum di
oven ditimbang berat talkum steril dengan berat 25,09 gram, Setelah di oven lalu
talkum steril ditimbang lagi untuk mengetahui berat talkum dengan berat 24,83 gram.
Berdasarkan dari hasil timbangan sebelum dan sesudah di oven terdapat perbandingan
yaitu menurunnya berat talkum steril saat ditimbang sesudah di oven karena pada saat
di oven serbuk terpapar panas yang tinggi sehingga ada serbuknya yang keluar dari
vial.