Anda di halaman 1dari 4

Denture stomatitis

Candida albicans merupakan mikroba komensal rongga mulut yang berbahaya. Candida
albicans biasanya ditemukan pada lidah posterior dan lokasi lain seperti mukosa, film yang
melekat pada permukaan dental. Bila system pertahanan tubuh pejamu menurun, maka C.
albicans akan virulen dan dapat menyebabkan kandidiasis. Denture stomatitis terkait kandida
merupakan proses inflamasi yang biasa terjadi pada 60% subjek yang memakai prothesa (Salerno
dkk., 2010).

Prothesa lepasan beresiko untuk perkembangan kandidiasis oral terutama pada pasien
immunocompromised. Gaya hidup yang tidak sehat, penggunaan prothesa pada malam hari, dan
kebersihan mulut yang buruk meningkatkan prevalensi denture stomatitis. Pasien pengguna
prothesa yang mengalami xerostomia lebih rentan terhadap infeksi kandida rekuren (Greenberg
dkk., 2008).

Patogenesis denture stomatitis terkait Candida

Pathogenesis penyakit ini rumit dan multifaktorial, penyakit ini dapat terjadi akibat faktor local
dan sistemuk terkait pejamu dan kemampuan Candida untuk melekat dan berproliferasi pada
jaringan epitel pejamu. Denture stomatitis terkait Candida dapat muncul bila kondisi oral
memungkinkan Candida untuk tumbuh dan ketika faktor sistemik pejamu mengalami depresi
pertahanan tubuh (Salerno dkk., 2010).

• Faktor sistemik

o Diabetes

Saliva pasien diabetes mendukung pertumbuhan C.albicans, hal ini dibuktikan


dengan adanya jumlah C. albicans yang tinggi pada permukaan prothesa pasien
diabetes dibandingkan pada pasien non-diabetes (Salerno dkk., 2010).

o Defisiensi faktor nutrisi

Anemia sideropeni dan kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan candidiasis


(Salerno dkk., 2010).
o Gangguan ginjal

Gangguan ginjal biasanya terjadi pada pasien yang lanjut usia. Perawatan
berultang dengan antibiotik dan sulfonamide dapat menjadi faktor predisposisi
denture stomatitis karena obat-obatan tersebut dapat menyebabakan perubahan
komposisi mikroba dalam rongga mulut (Salerno dkk., 2010).

o Xerostomia

Perubahan aliran saliva baik kualitatif maupun kuantitatif pada pasien lanjut
usia kemungkinan terjadi akibat penggunaan sekunder obat-obatan seperti
antihipertensi. Penurunan aliran saliva dapat menjadi faktor predisposisi terjadinya
denture stomatitis (Salerno dkk., 2010).

• Faktor lokal

o Trauma

Trauma dapat menjadi kofaktor yang mendukung perlekatan dan penetrasi


yeast, mempererat phlogosis pada palatum dan meningkatkan permeabilitas
epithelium terhadap toksin dan agen soluble produksi Candida. Trauma prothesa
akibat prothesa yang tidak stabil dapat menjadi faktor etiologi terjadinya denture
stomatitis (Salerno dkk., 2010).

o pH rongga mulut

pH rongga mulut yang rendah dapat mendukung adhesi dan proliferasi yeast
Candida. pH optimal bagi pertumbuhan yeast dan aktivitas enzimatik dari proteinase
yang merupakan faktor virulensi Candida (Salerno dkk., 2010).

o Permeabilitas resin akrilik


Adhesi Candida tergantung dari mikroporositas yang ada pada permukaan
prothesa. Iregularitas permukaan menyebabkan yeast dapat berkembang dan
menimbulkan kesulitan untuk menghilangkan bakteri baik secara mekanis maupun
kimiawi. Bila kebersihan mulut rendah, maka Candida dapat berpenetrasi, melekat,
dan beragregasi dengan bakteri (Salerno dkk., 2010).

o Adanya plak microbial

Plak yang melekat pada prothesa terdiri dari macam bakteri. Plak tersebut
dapat memicu terjadinya denture stomatitis. Denture stomatitis terutama terjadi akibat
adanya Candida (Salerno dkk., 2010).

o Adhesi

Kemampuan Candida melewati jaringan merupakan tahap pertama proses


infeksi. Hifa Candida dapat melekat dan menginvasi jaringan pejamu lebih cepat
(Salerno dkk., 2010).

Penanganan yang penting terhadap infeksi fungal terkait prothesa adalah disinfeksi
prothesa yang tepat. Ketika infeksi juga melibatkan jaringan, perawatan yang dapat dilakukan
adalah pemberian krim antifungal berupa clotrimazole 1%, serbuk nistatin pada permukaan yang
terkena prothesa. Perawatan ini harus dilakukan rutin setiap hari hingga jaringan sehat dan untuk
tambahan 2 minggu kemudian. Ketika infeksi kandida telah melibatkan jaringan oral lainnya
atau faringeal, pasien harus dirawat dengan agen sistemik. Prothesa sebaiknya juga direndam
dalam larutan klorheksidin 0,12% selama 30 menit tiap hari atau dapat menggunakan larutan
NaCl (10 mL/2 sdt konsentrasi 5% dalam 250mL air) (Greenberg dkk., 2008).

• Perawatan antifungal:
Perawatan antifungal yang biasa dipakai adalah nistatin, amphotericin-B,
miconazole, dan fluconazole yang berbasis suspense. Hampir semua obat menghasilkan
remisi gejala dalam 12-14 hari. Terapi antifungal sangat penting dalam perawatan dan
pencegahan kandidiasis oral. Nistatin dan amphotericin-B dapat mengikat ergosterol pada
membran sel Candida sehingga dapat membunuh Candida (Salerno dkk., 2010).

• Agen pengawet dan disinfekstan

Untuk menghilangkan koloni Candida pada prothesa sebainya merendam prothesa dalam
klorheksidin 2% (klorheksidin 0,12% tidak membantu karena hanya dapat menurunkan
plak, tidak koloni Candida). Dalam pemakaian klorheksidin perlu diketahui bahwa
sebaiknya klorheksidin tidak digunakan bersamaan dengan nistatin karena klorheksidin
dapat menghambat kapasitas antifungal. Selain itu, dapat digunakan juga larutan NaCl
0,02% untuk menurunkan jumlah Candida dan bakteri. Akan tetapi, penggunaan larutan
ini dalam jangka panjang dapat merusak prothesa (Salerno dkk., 2010).

• Iradiasi microwave

Iradiasi dengan microwave dapat menjadi metode efektif dan murah untuk disinfeksi
prothesa. Secara in vitro, paparan microwave dapat menyebabkan kematian sel Candida
albicans. Untuk mengurangi jumlah C. albicans dapat digunakan microwave 350 watt
2450 MHz selama 6 menit. Akan tetapi, perawatan ini dapat menyebabkan perubahan
bentuk dari prothesa tergantung lama pemaparan microwave (Salerno dkk., 2010).

Daftar pustaka

Greenberg M.S., Glick M., Ship J.A., 2008, Burket’s Oral Medicine, 11th edition, BC Decker
Inc, Hamilton.
Salerno C., Pascale M., Contaldo M., Esposito V., Busciolano M., Milillo L., Guida A.,
Petruzzi, Serpico R., 2010, Candida-associated Denture Stomatitis, Med Oral Patol Oral
Cir Bucal, AHEAD OF PRINT.