Anda di halaman 1dari 2

Mengendalikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam

kegiatan di perusahaan merupakan bagian dari pemeliharaan


sumber daya manusia. Menurut Sedarmayanti (2010:205),
“sumber daya manusia merupakan modal perusahaan yang bila
tidak dipelihara dapat menimbulkan kerugian bagi
perusahaan”. Tentunya sangatlah penting sebuah perusahaan
memelihara sumber daya manusia agar dapat membantu
dalam tercapainya tujuan perusahaan. Sumber daya manusia
yang kurang mendapat perhatian dan pemeliharaan
perusahaan akan menimbulkan keresahan, turunnya semangat
dan kegairahan kerja, merosotnya loyalitas dan prestasi yang
bersangkutan. Hal ini akan mengakibatkan tingginya tingkat
kemangkiran karyawan yang amat merugikan perusahaan
sendiri.

Maka dari itu dapat dijelaskan bahwa “Pemeliharaan sumber


daya manusia memiliki fungsi sebagai nilai tambah kepada
SDM sebagai pemeliharaan fisik, jiwa, dan raganya. Sehingga
dapat memacu SDM untuk bekerja tekun, giat, baik, dan
menguntungkan perusahaan.” (Sedarmayanti, 2010).

Salah satu pemeliharaan SDM dalam sebuah perusahaan


mengadakan program K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
Suma’mur (Widodo, 2015) mengatakan, “Keselamatan dan
kesehatan kerja merupakan upaya perlindungan yang diajukan
kepada semua potensi yang dapat menimbulkan bahaya.
Bertujuan agar tenaga kerja selalu dalam keadaan selamat dan
sehat”. Singkatnya dengan adanya program K3 dalam sebuah
perusahaan, pegawai sebagai bagian dari SDM merasa
terpelihara dan dipedulikan karena keselamatan dan
kesehatannya telah terjamin.

Adanya program K3 bagi pegawai dalam sebuah kantor


sangatlah berkaitan dengan produktivitas pekerjaan. Dimana
pegawai yang merasa terpelihara dan terjamin akan memacu
untuk bekerja lebih baik lagi sehingga dapat menguntungkan
perusahaan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

KESELAMATAN KERJA
Keselamatan kerja menjadi penting karena berkaitan dengan
kinerja pegawai. Fasilitas keselamatan kerja juga
mempengaruhi kemungkinan kecelakaan kerja yang terjadi.

Menurut Purnama (Widodo, 2015), “Keselamatan kerja secara


filosofi diartikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk
menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah
maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya  dan manusia
pada umumnya serta hasil budaya dan karyanya. Dari segi
keilmuan diartikan sebagai suatu pengetahuan dan
penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya
kecelakaan dan penyakit akibat kerja”.

Sedangkan pendapat Slamet yang dikutip oleh Widodo (2015)


mengatakan,  “Keselamatan kerja dapat diartikan sebagai
keadaan terhindar dari bahaya selama melakukan pekerjaan”.

Dari beberapa pendapat di atas keselamatan kerja adalah


bentuk dimana untuk menghindarkan kesalahan dan kerusakan
kerja yang dilakukan oleh pegawai.