Anda di halaman 1dari 5

TUGAS 1

MEMAHAMI SEGMENTING – TARGETING - POSITIONING


Segmenting-Targeting-Positioning merupakan strategi pemasaran yang terbukti berdampak
terhadap positif terhadap kinerja pemasaran pelaku usaha. Dimulai dari pemilihan segmen yang
hendak dituju dan secara spesifik menentukan siapa yang menjadi target pasarnya. Kemudian
untuk memenangkan persaingan salah satu cara yang dapat dilakukan pelaku usaha adalah
membuat konsumen selalu mengingat produk/jasa yang ditawarkan oleh perusahaan.

Untuk Tugas 1 ini setiap Mahasiswa melakukan survey dan wawancara kepada satu usaha
di kotanya masing-masing

Adapun Hal-hal yang perlu ditanyakan saat wawancara adalah :


1. Profil Perusahaan
2. Jenis produk yang dijual dan harganya
3. Siapa saja Konsumen yang membeli produknya (segmen dan target pasar)\
4. Positioning yang ditawarkan perusahaan
Hasil observasi dan wawancara ditulis rapi menggunakan Ms Word, lalu di-submit ke dalam
sistem elearning UT disertai dengan Gambar/Photo.

Di bagian akhir laporan observasi Anda, tuliskan hasil analisis Anda dengan menjawab
pertanyaan berikut ini :
a. Merujuk pada faktor-faktor segmentasi, menurut Anda karakteristik konsumen usaha
tersebut termasuk faktor segmentasi yang mana? Jelaskan Alasan Anda!
b. Siapakah yang menjadi target pasarnya?
c. Sebutkan strategi apa saja yang perlu dilakukan agar usaha tersebut berada pada posisi yang
terbaik di pasar?
Tugas 1 Manajemen Pemasaran EKMA4216 Universitas Terbuka

NAMA            : DIMAS WIDYASTO NUGROHO


NIM                : 031179755
MTK               : TUGAS TUTORIAL 1 MANAJEMEN PEMASARAN
UPBJJ UT BLITAR – POKJAR AMANAH BLITAR RAYA

STUDI KASUS:

PT Aseli Dagadu Djokja

Dari pengamatan yang dilakukan oleh PT Aseli Dagadu Djokja selaku pemegang merek asli
Dagadu Djokja, ada kepastian bahwa pembelinya adalah orang-orang yang sama, alias pembeli
yang berulang. Pembelian yang dilakukan secara berulang kali biasanya terjadi di saat tertentu,
semisal ketika Lebaran. Saat itulah merupakan peak season bagi Dagadu. Melihat kondisi
demikian, mereka mencoba selalu memberikan pengalaman yang berbeda setiap tahun.
“Ibaratnya, kalau kita bertemu orang yang sama, tidak mungkin kita akan memberikan menu
yang sama, kan? Dan mereka akan bosan. Kami selalu melakukan inovasi untuk setiap produk,
bahkan itu dilakukan setiap bulan,” papar A. Noor Arief, Direktur PT Aseli Dagadu Djokja.

Selain melakukan inovasi produk, pada saat-saat tertentu seperti Lebaran, pihak Dagadu juga
akan membuat suatu event yang mendukung penjualan produk mereka. Misalnya, menghadirkan
atmosfer “masa lalu” saat Lebaran. Hal tersebut merupakan servis tambahan yang diberikan oleh
Dagadu. Jadi, saat pembeli datang, mereka bukan sekadar membeli oleh-oleh. Dagadu
menyambut mereka seperti saat mereka sedang berlebaran ke rumah sanak keluarga. Di sana
disajikan pula berbagai macam makanan maupun minuman tradisional saat musim tersebut.

Selain melakukan inovasi sendiri, Dagadu juga sering menerima masukan dari pelanggan
mereka. Dalam hal ini lebih kepada soal tema. Sebab itu, Dagadu selalu menampilkan tema-tema
baru melalui kata-kata. “Adanya tema-tema baru mendorong penjualan kami. Misalkan, dua
tahun yang lalu diusung tema perjuangan tahun 1945. Diciptakanlah produk yang mendukung
tema tersebut. Jadi, secara ambience orang akan terbangun emosinya dan secara produk pembeli
menemukan sesuatu yang sama dengan tema itu,” papar A. Noor Arief. Penentuan tema
dilakukan secara berkala setiap tiga bulan sekali. Tema dipilih berdasarkan tren yang sedang
terjadi, tanpa harus menjadi latah atau ikut-ikutan.

Semua itu didasarkan pada riset yang kerap dilakukan. Kebanyakan riset tersebut merupakan
masukan dari pelanggan juga. Apakah konsumen harus selalu membeli kaos saja, apa tidak ada
produk lainnya? Hal ini mendorong adanya pengembangan produk, misalkan, dalam bentuk
permainan anak-anak dan boneka. Khusus untuk boneka, inspirasi biasanya diambil dari tokoh
wayang. Bentuknya boneka anak-anak masa kini, namun dengan penokohan dari dunia
pewayangan, seperti Gatotkaca dan Bima. Dagadu tetap menekankan pada konten lokal,
sesuai positioning mereka, yaitu cendera mata khas Yogyakarta.

Strategi experiential marketing yang dilakukan, menurut pengakuan A. Noor Arief, membuat


pelanggan sangat menikmati, dan mereka pun memberi apresiasi yang baik. Bahkan, pengunjung
yang baru pertama kali datang juga cukup dibuat surprised. Ini bukan sekadar toko menjual
cendera mata biasa. Pengunjung toko disambut seperti seorang tamu dan diberikan pengalaman-
pengalaman mengenang masa kecil mereka. Bagi tamu yang datang bersama putra dan putrinya,
suasana ini bisa memunculkan komunikasi antara orangtua dan anak-anak—para orangtua
bernostalgia, menceritakan pengalaman masa kecil bersama ayah dan ibu mereka kepada anak-
anaknya.

Ada beberapa target ingin dicapai dengan strategi pemasaran ini. Pertama, pelanggan baru
diharapkan akan menjadi pembeli yang berulang. Sementara itu, pembeli yang berulang akan
mendapat kejutan dengan pengalaman baru lagi. Dengan demikian, Dagadu akan selalu
mempunyai tantangan untuk menciptakan “pengalaman” baru bagi setiap pelanggannya. Dan,
pengalaman-pengalaman yang selalu baru inilah yang akan membuat pembeli ingin kembali lagi
ke Dagadu.

Sejak awal kelahirannya, Dagadu telah memosisikan diri sebagai produk cendera mata alternatif
dari Djokdja dengan mengusung tema utama “Everything about Djokdja”.Penyuguhan estetika
keseharian yang sederhana, gagasan yang mudah dipahami, dan pemilihan citra kerajinan
ketimbang pabrikan, baik material yang digunakan maupun unsur-unsur desain, membedakan
produk ini dari cendera mata lain. (Noor Yanto)

PERTANYAAN:

1.        Dari lima konsep sebagai bentuk filosofi dalam pemasaran yaitu konsepproduksi, konsep
produk, konsep penjualan, konsep pemasaran dan konsep pemasaran kemasyarakatan. Apa
filosofi pemasaran yang diterapkan PT Dagadu?

Jawab : konsep yang diterapkan oleh PT Dagadu adalah konsep pemasaran

2.        Kelangsungan hidup perusahaan juga sangat tergantung dari kemampuan perusahaan


menciptakan hubungan baik dengan konsumen (consumer relationship). Apakah PT Dagadu
menerapkan konsep tersebut, jelaskan.

Jawab : PT Dagadu sudah menerapkan konsep consumer relationship atau hubungan baik dengan
konsumen. selain memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen PT Dagadu juga membuat
beberapa event, berinovasi dengan membuat tema menarik, serta menerima masukan dari
pelanggan, sehingga pelanggan merasa diperhatikan oleh PT Dagadu yang kemudian berimbas
pada loyalitas pelanggan yang terus menerus akan mengkonsumsi produk PT Dagadu

3.        Dari analisis lingkungan makro dan mikro perusahaan, faktor lingkungan makro dan
mikro apa yang paling dominan diperhatikan PT. Dagadu dalam menawarkan produknya?

Jawab :

Lingkungan Makro : sosial dan budaya, lingkungan tekhnologi

Lingkungan Mikro : Pelanggan

4.        Pada dasarnya terdapat dua faktor penentu yang mempengaruhi keputusan pembelian
konsumen yaitu kekuatan lingkungan dan faktor-faktor individual. Jelaskan faktor-faktor
dominan apa dari kekuatan lingkungan dan faktor-faktor individual tersebut yang paling
diperhatikan PT Dagadu dalam menawarkan produknya.

Jawab :

a.       Kekuatan lingkungan

-          Faktor Budaya : budaya merupakan faktor penentu yang paling mendasar dari keinginan
seseorang., budaya yang muncul ketika berkunjung ke yogyakarta pelanggan harus membeli oleh
– oleh dari PT. Dagadu karena menawarkan sebuah produk oleh – oleh yang dikemas dengan
inovasi, event, serta tema.

-          Faktor Situasional : Yang dilakukan oleh PT Dagadu adalah membuat sebuah inovasi dan
event serta membuat tema sesuai dengan suasana tertentu seperti lebaran, sehingga pelanggan
merasakan situasi sesuai tema atau event yang dibawakan dalam mengkonsumsi produk yang
dihasilkan.

b.      Faktor Individual

-          Motivasi : pelanggan dalam mengkonsumsi suatu produk adalah untuk memperoleh


kepuasan, sehingga yang dilakukan PT. Dagadu untuk memenuhi kepuasan pelanggan adalah
dengan membuat inovasi, event, dan tema dalam memasarkan produk sehingga mempengaruhi
atau mendorong pelanggan untuk membeli produknya. Dengan demikian kepuasan konsumen
dapat dicapai dengan memotivasi konsumen untuk membeli produk dengan cara menampilkan
event, inovasi, dll. 
-          Pengalaman : konsumen yang sudah mempunyai pengalaman dalam mengkonsumsi
produk PT. Dagadu yang dikemas dalam inovasi, event, dan tema – tema menarik yang membuat
pelanggan tertarik, maka penggan akan merasa tertarik untuk mengkonsumsi kembali produk
yang dihasilkan oleh PT. Dagadu

5.        Jelaskan segmentasi pasar apa yang diterapkan PT Dagadu? Mana yang diterapkan di
antara segmentasi demografis geografis, demografis pribadi, dan prsikografis
keperilakuan? Jelaskan.

Jawab : segmentasi pasar yang diterapkan oleh PT Dagadu adalah demografis pribadi, karena
memisahkan pemasaran dalam kelompok yang didasarkan pada variabel umur anak – anak, suku,
agama, dan pendidikan yang dikemas dalam event atau tema sehingga pelanggan mengingat
masa kecil, dan dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan anak – anak maupun
dewasa/orang tua.

6.        Strategi targeting apa yang digunakan PT Dagadu, apakah Differentiated Marketing,


Undifferentiated Marketing, atau Concentrated Marketing? Jelaskan.

Jawab : strategi targeting yang digunakan oleh PT Dagadu adalah Undifferentiated Marketing
karena mengembangkan suatu produk aksesoris, kaos, dll untuk memenuhi kebutuhan pelanggan
yang dikemas dalam sebuah event atau tema menarik sehingga pelanggan tertarik untuk
mengkonsumsi produk tersebut.

7.        Positioning seperti apa yang ditekankan PT Dagadu dalam benak konsumennya? Jelaskan.

Jawab : Positioning yang ditekankan oleh PT Dagadu dalam benak konsumen adalah Cindera
mata khas Yogyakarta yang mengusung tema utama “Everything about Djokdja” yang dirancang
PT Dagadu sebagai citra perusahaa sehingga dapat dikenal oleh masyarakat atau konsumen.