Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH  ILMU KESEJAHTERAAN KELUARGA

PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN
DAN PEMBANGUNAN KELUARGA

DOSEN PENGAMPU :
Dra. Rostamailis., M.Pd

DISUSUN OLEH :
SHAFITRI AISYAH
19078155

UNIVERSITAS NEGERI PADANG


FAKULTAS PARIWISATA DAN PERHOTELAN
TATA RIAS DAN KECANTIKAN
2020
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Saya
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah,
dan inayah-Nya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah tentang
“Perkembangan Kependudukan Dan Pembangunan Keluarga ”.
Makalah ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai
pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan
banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik
dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, dengan tangan terbuka kami
menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata saya berharap semoga makalah tentang“Perkembangan Kependudukan Dan
Pembangunan Keluarga” ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.

Duri, 13 April 2020

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...........................................................................………………..i
DAFTAR ISI..........................................................................................……………….ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang............................................................................……………….1
B. Rumusan Masalah.......................................................................……………….1
C. Tujuan Masalah...........................................................................……………….2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Kependudukan...........................................................……………….3
B. Perkembangan Kependudukan....................................................……………….3
C. Eskalasi Perkembaangan Kependudukan....................................……………….3
D. Ilmu Kependudukan....................................................................……………….6
E. .....................................................................................................Ketahanan dan
Kesejahteraan keluarga (dalam UU Nomor 52
Tahun 2009Tentang Perkembangan Kependudukan Dan Keluarga
Pembangunan……………………………………………………………………….9
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan..........................................................................................................11
B. Saran............................................................................................………………11
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, kependudukan adalah hal


ihwal yang berkaitan dengan jumlah, struktur, pertumbuhan, persebaran, mobilitas, penyebaran,
kualitas, dan kondisi kesejahteraan yang menyangkut politik, ekonomi, social budaya, agama
serta lingkungan penduduk setempat. perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga
adalah upaya terencana untuk 2 mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan mengembangkan
kualitas penduduk pada seluruh dimensi penduduk.

Setiap Masyarakat berhak memiliki keinginan untuk hidup yang makmur dan berkewajiban
menjalankan segala kebijakan yang ada untuk mewujudkan hak kita. Dalam pencapaian hak
tersebut, kebijakan yang ditetapkan harus dijalankan.Salah satu kebijakan pemerintah adalah
Keluarga Berencana. Tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi salah satu dari faktor-faktor
penghambat menuju keselarasan . Keluarga berencana merupakan bagian dalam pembatasan
pertumbuhan penduduk

Pembangunan pada hakikatnya bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat


yang dilaksanakan oleh pemangku kepentingan pembangunan terutama oleh aparat pemerintah
sebagai pengemban amanat untuk mewujudkan kesejahteraan. Selanjutnya guna menjamin agar
kegiatan pembangunan dapat berjalan efektif, efisien,tepat sasaran dan berkesinambungan
diperlukan perencanaan pembangunan berkualitas agar mampu mewujudkan tujuan yang telah
ditetapkan.

B. Rumusan Masalah
Berikut permasalahan yang akan dibahas sebagai berikut.
1. Apa pengertian kependudukan?
2. Apa Perkembangan Kependudukan?
3. Eskalasi perkembangan kependudukan?
4. Apa pengertian Ilmu kependudukan?
5. Ketahanan dan Kesejahteraan keluarga (dalam UU Nomor 52 Tahun 2009Tentang
Perkembangan Kependudukan Dan Pembangunan Keluarga

C. Tujuan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuannya sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui pengertian kependudukan
2. Untuk mengetahui perkembangaan kependudukan
3. Untuk mengetahui eskalasi perkembangan kependudukan
4. Untuk mengetahui apa ilmu kependudukan
5. Untuk mengetahui ketahanan dan kesejahteraan dalam UU Nomor 52 Tahun 2009
Tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Kependudukan

Kependudukan adalah hal yang berkaitan dengan jumlah, pertumbuhan, persebaran,


mobilitas, penyebaran, kualitas, kondisi kesejahteraan, yang menyangkut politik,
ekonomi, sosial, budaya, agama serta lingkungan ( uu No. 23 Th 2006).
Ilmu Kependudukan dimaksudkan untuk memberikan pengertian yang lebih luas
dari pada demografi, karena sejumlah ahli demografi telah menggunakan istilah
demografi untuk menunjuk pada demografi formal, demografi murni, atau kadang-
kadang demografi teoritis
 Sedangkan arti dari demografi itu sendiri berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari
kata  :
-            demos, yang artinya rakyat/penduduk
-            grafein, yang artinya menggambar atau menulis.
-            Demografi: adalah tulisan atau karangan tentang rakyat atau penduduk

B. Perkembangan Kependudukan
 adalah kondisi yang berhubungan dengan perubahankeadaan
kependudukan yang dapat berpengaruh dan dipengaruhi olehkeberhasilan pembangunan
berkelanjutan. (Pasal 1 Angka 4 UU Nomor 52Tahun 2009 Tentang Perkembangan
Kependudukan Dan PembangunanKeluarga).
Pembangunan keluarga adalah upaya mewujudkan keluarga berkualitas yanghidup dalam
lingkungan yang sehat (Pasal 1 Angka 7 UU Nomor 52 Tahun2009 Tentang
Perkembangan Kependudukan Dan Pembangunan Keluarga)
Perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga adalah upayaperencana untuk
mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan mengembangkan kualitas penduduk pada
seluruh dimensi penduduk (Pasal 1 Angka 3 UU Nomor 52 Tahun 2009 Tentang
Perkembangan KependudukanDan Pembangunan Keluarga)

C. Eskalasi perkembangan kependudukan


Perkembangan kependudukan tergantung pada tiga parameter utama, yaitu
kelahiran,kematian dan perpindahan penduduk.. Secara demografis, kondidi tumbuh
seimbangsudah dapat di capai paling cepat tahun 2010 dan paling lambat tahun 2015
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung
sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan
“perwaktu unit” untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada
semuaspesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara
informaluntuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk
merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.

Dalam demografi dan ekologi, nilai pertumbuhan penduduk (NPP) adalah nilaikecil
dimana jumlah individu dalam buah populasi meningkat. NPP hanya merujuk pada
perubahan populasi pada periodewaktu unit, sering diartikan sebagai presentase jumlah
individu dalam populasi ketika dimulainya periode. Ini dapat dituliskan dalam rumus:
P = Poe kt.

Ketika pertumbuhan penduduk dapat melewati kapasitas suatu wilayah atau lingkungan


hasilnya berakhir dengan kelebihan penduduk.Gangguan dalam populasi manusia dapat
menyebabkan masalah seperti polusi dan kemacetan lalu lintas,meskipun dapat ditutupi
perubahan teknologi dan ekonomi. Wilayah tersebut dapat dianggap “kurang penduduk”
bila populasi tidak cukup besar untuk mengelola sebuah sistem ekonomi. Saat ini
percepatan pertumbuhan penduduk mencapai 1,3 persen pertahun. Ini sudah mencapai
titik yang membahayakan dan harus segera ditekan dengan penggalakan program
Keluarga Berencana (KB). Jika upaya mengatasi lajupertumbuhan penduduk ini tidak
dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, maka mustahil sasaran perbaikan kesejahteraan
rakyat dapat tercapai.oleh karena itu kitamemerlukan terobosan-terobosan baru untuk
mengendalikan pertumbuhan pendudukme lalui program-program yang sudah
dicanangkan oleh pemerintah,seperti Keluarga Berencana (KB). Bahkan Presiden pun
ikut mengajak BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) dan Pemda
serta LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat)

a. Keluarga Berencana (KB)


keluarga berencana adalah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk
menghindari kehamilan yangtidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang
sangat diinginkan, mengatur intervaldiantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran
dalam hubungan dengan umur suamiistri serta menentukan jumlah anak dalam keluarga
Keluarga berencana menurut Undang-Undang no 10 tahun 1992 (tentang
perkembangankependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera) adalah upaya
peningkatan kepeduliandan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan
(PUP), pengaturankelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan
keluarga kecil, bahagiadan sejahtera. Keluarga berencana adalah suatu usaha untuk
menjarangkan jumlah dan jarakkehamilan dengan memakai kontrasepsi.
Secara umum keluarga berencana dapat diartikan sebagai suatu usaha yang
mengatur banyaknya kehamilan sedemikian rupa sehingga berdampak positif bagi ibu,
bayi, ayah serta keluarganya yang bersangkutan tidak akan menimbulkan kerugian
sebagai akibat kehamilan tersebut. Diharapkan dengan adanya perencanaan keluarga
yang matangkehamilan merupakan suatu hal yang memang sangat diharapkan sehingga
akan terhindardari perbuatan untuk mengakhiri kehamilan dengan aborsi.
Tujuan Keluarga Berencana
1. Mengatur kehamilan dengan menunda perkawinan, menunda kehamilan anak pertama
danmenjarangkan kehamilan setelah kelahiran anak pertama serta menghentikan
kehamilan bila dirasakan anak telah cukup.
2. Mengobati kemandulan atau infertilitas bagi pasangan yang telah menikah lebih dari
satutahun tetapi belum juga mempunyai keturunan, hal ini memungkinkan untuk
tercapainyakeluarga bahagia.
3. Married Conseling atau nasehat perkawinan bagi remaja atau pasangan yang akan
menikahdengan harapan bahwa pasangan akan mempunyai pengetahuan dan
pemahaman yang cukuptinggi dalam membentuk keluarga yang bahagia dan berkualitas.
4. Menurunnya jumlah angka kelahiran bayi

Adapun pasal pasal terkait Keluarga Berencana


Pasal 24 :
 Pelayanan kontrasepsi diselenggarakan dgn tata cara yg berdaya guna dan berhasil
guna serta diterima dan dilaksanakan scr bertanggung jawab oleh pasutri sesuai
dgn pilihan dan mempertimbangkan kondisi kesehatan suami atau istri.
 Pelayanan kontrasepsi scr paksa kepada siapapun dan dalam bentuk apapun
bertentangan dengan HAM dan pelakunya dikenakan sanksi sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
 Penyelenggaraan pelayanan kontrasepsi dilakukan dgn cara yg dapat
dipertanggungjawabkan dari segi agama, norma budaya, etika, serta segi
kesehatan.
Pasal 25 :
 Suami dan/atau istri mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yg sama dalam
melaksanakan KB.
 Dalam menentukan cara KB; pemerintah wajib menyediakan bantuan pelayanan
kontrasepsi bagi pasutri

D. Ilmu Kependudukan

Masalah penduduk sebenarnya sangat kompleks, banyak sekali aspek yangmencakup


didalamnya, diantara aspek pangan, pemukiman, sandang, pendidikan,kesehatan,
ketenagakerjaan, lingkungan hidup, dan sebagainya. Lalu, apa sajakonsekuensi yang
mesti diterima oleh negara negara yang sedang berkembang denganlaju pertumbuhan
penduduk yang demikian cepat itu?

Diantara beberapa konsekuensi tersebut, ada tiga hal yang perlu dicatat yaitu :
a) jumlah angkatan kerja bertambah dengan cepat seiring dengan cepatnya laju
pertumbuhan penduduk

b) rendahnya kemampuan negara negara yang sedang berkembang untuk


menciptakankesempatan kerja tambahan
c) semakin menurunnya daya dukung lingkungan terhadap kualitas kehidupan.

Masalah -masalah lanjutan yang muncul kemudian adalah angka pengangguran


semakin meningkat, urbanisasi, migrasi makin menjadi jadi, dan last but not least,angka
kejahatan dengan berbagai bentuk juga meningkat.
Masalah kependudukan yang dihadapi NSB (Negara Sedang) Berkembang)dewasa
ini lebih rumit daripada masa sebelum perang dunia kedua. Tingkat pertumbuhan
penduduk yang terlalu tinggi secara langsung telah menimbulkan masalhbagi NSB dalam
upaya mereka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,
Tingkat pertumbuhan penduduk yang semakin cepat di NSB menyebabkan proporsi
penduduk yang belum dewasa menjadi bertambah tinggi dan jumlah anggotakeluarga
bertambah besar. Dewasa ini di negara-negara maju penduduk yang di bawah umur 15
tahun adalah sebesar 25-30 persen dari seluruh jumlah mereka. Sedangkan diNSB
proporsi tersebut antara 40-45 persen. Keadaan tersebut diramalkan akan tetapterjadi
sampai akhir abad ini.
Keadaan yang berumur antara 15-64 tahun. Di negara-negara maju proporsimereka
adalah antara 55-60 persen, sedangkan di NSB sebesar 50-55 persen.
Dalam mempelajari demografi tiga komponen terpenting yang perlu selalu
kitaperhatikan, cacah kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas) dan migrasi.
Sedangkandua faktor penunjang lainnya yang penting ialah mobilitas sosial dan tingkat
perkawinan. Ketiga komponen pokok dan dua faktor penunjang kemudian digunakan
sebagai variabel (perubah) yang dapat menerangkan hal ihwal tentang jumlah dan
distribusi penduduk pada tempat tertentu, tentang pertumbuhan masa lampau dan
persebarannya. Tentang hubungan antara perkembangan penduduk dengan berbagai
variabel (perubah) sosial, dan tentang prediksi pertumbuhan penduduak di masa
mendatang dan berbagai kemungkinan akibat-akibatnya Berbagai macam informasi
tentang kependudukan sangat berguna bagi berbagai pihak di dalam masyarakat. Bagi
pemerintah informasi tentang kependudukan sangat membantu di dalam menyusun
perencanaan baik untuk pendidikan, perpajakan, kesejahteraan, pertanian, pembuatan
jalan-jalan atau bidang-bidang lainnya. Bagi sektor swasta informasi tentang
kependudukan juga tidak kalah pentingnya. Para pengusaha industri dapat menggunakan
informasi tentang kependudukan untuk perencanaan produksi dan pemasaran.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah sebagai


berikut :
1. kelahiran
2. kematian
3. perpindahan penduduk(migrasi)
Migrasi ada dua,migrasi yang dapat menambah jumlah penduduk disebut
migrasimasuk(imigrasi),dan yang dapat mengurangi jumlah penduduk disebut
imigrasikeluar(emigrasi).

a. Kelahiran (Natalitas)

Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yangmenghambat


kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pronatalitas)
Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain:
 Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluargaakan
malu.
 Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
 Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki.
 Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua.
 Anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum
ada anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.
Faktor pro natalitas mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk menjadi besar.Faktor-
faktor penghambat kelahiran (anti natalitas), antara lain:
 Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan
jumlahanak
 Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahundan
bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun.
 Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
 Adanya pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu tunjangan
anakdiberikan hanya sampai anak ke -2
 Penundaaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan

b. Kematian (Mortalitas)
Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk. Banyaknya angka kematian sangat
dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukungkematian(pro mortalitas) dan faktor
penghambat kematian (anti mortalitas).

1.faktor pendukung kematian(pro mortalitas)


Faktor ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar. Yang termasuk faktorini
adalah:- Sarana kesehatan yang kurang memadai.
 Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan
 Terjadinya berbagai bencana alam
 Terjadinya peperangan
 Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri
 Tindakan bunuh diri dan pembunuhan.
2.faktor penghambat kematian(anti mortalitas)
Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah. Yang termasuk faktorini
adalah:
 Lingkungan hidup sehat.
 Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap.
 Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain
 Tingkat kesehatan masyarakat tinggi.
 Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk

E. Ketahanan dan Kesejahteraan keluarga (dalam


UU Nomor 52 Tahun 2009Tentang Perkembangan Kependudukan Dan
Pembangunan Keluarga)
UU ini mengamanatkan agar pemerintah dan pemerintah Daerah menetapkan
kebijakan pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga dalam penyelenggara
keluarga berencana sebagai upaya mewujudkan keluarga berkualitas. Kebijakan
sebagaimana dimaksud untuk mendukung keluarga dalam melaksanakan fungsi-fungsi
keluarga secara optimal. Kebijakan ini bertujuan untuk membentuk keluarga yang
memiliki keuletan dan ketangguhan fisik-materil dan psikis-mental spiritual guna hidup
mandiri dan mengembangkan diri dan keluarganya untuk hidup harmonis dalam
meningkatkan kesejahteraan lahir dan kebahagian batin.kebijakan antara lain
dilaksanakan melalui:

1. Peningkatan kualitas anak dengan pemberian akses informasi,


pendidikan,konseling dan pelayanan tentang perawatan, pengasuhan dan
perkembangananak
2. Peningkatan kualitas remaja dan generasi muda dengan pemberian,
informasi,pendidikan, konseling dan pelayanan tentang kehidupan bekeluarga
danpencegahan dan penanganan bahaya narkotika.
3. Peningkatan kualitas hidup lansia agar tetap produktif dan berguna bagikeluarga
dan masyarakat dengan pemberian kesempatan untuk berperandalam kehidupan
keluarga
4. Pemberdayaan keluarga rentan dengan memberikan perlindungan danbantuan
untuk mengembangkan kualitas diri setara dengan keluarga lainnya.
5. Peningkatan kualitas lingkungan keluarga
6. Peningkatan akses dan peluang terhadap penerimaan informasi dansumberdaya
ekonomi melalui usaha mikro keluarga.
7. Pengembangan cara-cara inovatif untuk memberikan bantuan yang lebihefektif
bagi keluarga miskin.
 
Penyelenggaraan upaya penghapusan kemiskinan ditujukan secara khususkepada wanita .
Definisi hak-hak dalam aspek kependudukan mencakup lima dimensi kependudukanyang
telah diundangkan sebelumnya.Dalam undang-undang ini sesuai denganpemahaman yang
lebih mudah dan konsisten dengan Undang-undang Hak asasimanusia Nomor 39 tahun
1999. Penekanan keseimbangan antara hak dan kewajibanpenduduk dan pemerintah
menjadi ciri dalam revisi ini, misalnya penjabaran haksebagai individu sampai dengan
hak dalam aspek demografis. Namun demikian, meskitidak secara satu persatu diuraikan
pada setiap dimensi penduduk, penekanankewajiban penduduk dan Pemerintah akan
sangat membantu perwujudan keluargaberkualitas. Dapat dipahami bahwa tanpa
kesadaran dari setiap penduduk tentang hakdan kewajibannya, sulit kiranya untuk
mencapai arah dan tujuan dalam UU ini.

BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Kependudukan adalah hal yang berkaitan dengan jumlah, pertumbuhan, persebaran,
mobilitas, penyebaran, kualitas, kondisi kesejahteraan, yang menyangkut politik,
ekonomi, sosial, budaya, agama serta lingkungan. Keluarga adalah unit terkecil dalam
masyarakat. Keluarga didefinsikan dengan istilah kekerabatan dimana invidu bersatu
dalam suatu ikatan perkawinan dengan menjadi orang tua. Dalam arti luas anggota
keluarga merupakan mereka yang memiliki hubungan personal dan timbal balik dalam
menjalankan kewajiban dan memberi dukungan yang disebabkan oleh
kelahiran,adopsi,maupun perkawinan

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk : kelahiran , kematian


dan perpindahan .

B. Saran
Penulis dalam menyusun makalah ini pastilah belum sempurna, maka dari itu penulis
berharap teman-teman dan pembaca sudi memberikan saran dan kritik untuk kebaikan
makalah selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA

http://eprints.umm.ac.id/41826/3/BAB%20II.pdf
https://www.academia.edu/9095223/MAKALAH_KELUARGA_BERENCANA
http://hari-mardiansyah.blogspot.com/2013/04/makalah-kependudukan.html