Anda di halaman 1dari 5

APRESIASI ICT

UU ITE
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Apresiasi ICT

TUGAS

Disusun oleh:

HAFIFI

AGRIBISNIS B

150610090103

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR
2010
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Allah SWT karena rahmat dan ridho-Nya maka saya dapat menyelesaikan
makalah tentang UU ITE ini.

Dalam makalah ini tentu saja masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik
dan saran yang membangun sangat saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Jatinangor, September 2010

Penyusun

PENDAHULUAN
Perkembangan Teknologi pada saat ini telah mencapai tahap yang begitu cepat
khususnya di dunia Internet, sehingga tidak mengherankan di setiap sudut kota bahkan di desa
banyak ditemukan termpat-tempat internet yang menyajikan berbagai jasa pelayanan internet.

Internet telah menyebar luas ke seluruh dunia, mulai dari pemerintah, sekolah, perguruan
tinggi, sektor ekonomi, bidang kesehatan dsb. Sehingga keberadaan internet pada masa sekarang
telah banyak memberikan manfaat yang signifikan karena memberikan kemudahan-kemudahan
dalam mengakses apapun. Pengaksesan informasi, tukar-menukar data, proses transaksi secara
online semuanya hampir bisa dilakukan melalui internet.

Pada dasarnya semua kegiatan di dunia internet bergantung kepada pengguna dan
penyedia layanan internet itu sendiri. Di sisi penyedia layanan berusaha untuk memberikan
sebuah servis untuk bagaimana bisa digunakan oleh para pengguna internet. Di sisi lain user atau
pengguna mereka berusaha untuk memanfaatkan beberapa servis yang diberikan oleh penyedia
untuk memudahkan pekerjaan mereka tentunya yang berhubungan dengan informasi,data
maupun transaksi.

INFORMASI DAN TRAKSAKSI ELEKTRONIK

Pasal 1 UU ITE mencantumkan beberapa definisi, diantaranya:


1. Informasi Elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak
terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, electronic data interchange
(EDI), surat elektronik (electronic mail), telegram, teleks, telecopy atau sejenisnya, huruf,
tanda, angka, Kode Akses, simbol, atau perforasi yang telah diolah yang memiliki arti
atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.
2. Transaksi Elektronik adalah perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan
Komputer, jaringan Komputer, dan/atau media elektronik lainnya.

Study Kasus Tentang Pelanggaran UU ITE

Terjadi kepada saya sendiri dan teman saya, mengakses dan penjebolan account di salah satu
jejaring sosial yaitu facebook. Jadi facebook saya di bobol oleh orang yang tidak bertanggung
jawab katanlah si B, tidak tahu tujuannya untuk apa. Bahkan terjadi juga kepada teman saya
katakanlah si A, lebih parahnya facebook si A dijadikan situs penyebaran video porno dan
disebarkan ke teman-teman si A oleh si B. Tentu sangat merugikan si A, karena telah mencoreng
nama baik si A.

Isi dari UU ITE yang berkaitan dengan kasus tersebut:

Pasal 30

1. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer
dan/atau Sistem Elektronik milik Orang lain dengan cara apa pun.
2. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer
dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan tujuan untuk memperoleh
Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik.
3. Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer
dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan melanggar, menerobos,
melampaui, atau menjebol sistem pengamanan.

Pasal 27 ayat 1 :

”Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan
dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang
memiliki muatan yang melanggar kesusilaan”.

Pasal 27 ayat 3 :

”Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan
dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang
memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”.

Pasal 36 :
”Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan perbuatan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 34 yang mengakibatkan kerugian
bagi Orang lain”.

Dari pasal-pasal yang dapat menjerat si B maka ketentuan pidana yang terkait termuat pada
pasal-pasal sebagai berikut:

Pasal 46

1. Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (1)
dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling
banyak Rp600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).
2. Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (2)
dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak
Rp700.000.000,00 (tujuh ratus juta rupiah).
3. Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (3)
dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling
banyak Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah).

Pasal 45 ayat 1 :

”Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat(1), ayat (2),
ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau
denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)”

Pasal 51 ayat 2 :

”Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dipidana dengan
pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak
Rp12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah)”

SUMBER

RANCANGAN UNDANG‐UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG INFORMASI


DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK