Anda di halaman 1dari 6

BULETIN CENDEKIA

2020

by DIVISI PENDIDIKAN DAN PENELITIAN

Susunan Redaksi Perempuan dan Terbit Oleh Novia Nur Ajeng Pramesti
(Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah)
Pelindung
Saat dering alarm elek- Udara dingin yang masih meng-
Arian Agung P
tronik yang sejenak membising- hujami sekujur tubuhku harus
Penanggungjawab kan telinga bersahutan dengan kulawan untuk menunaikan
Muh. Fikri Mubarok alarm bernyawa yang berkokok ibadah shalat subuh bersama
menandakan hari baru telah keluargaku. Benar saja, baru
Pemimpin Redaksi saja kubalikkan badanku mem-
dimulai. Sejenak kuhela nafas
Chozinatul Rohmah belakangi jendela terdengar
panjang sembari memanjang-
Penyunting kan tubuhku sepanjang yang suara “nduk, tangii wes adzan
kubisa, memanglah sulit untuk kae loo” nduk adalah sebutan
Ayu Ratna
melepas dekapan mesraku untuk anak perempuan di jawa,
Editor kepada guling dan bantal yang tak mau berlama-lama segera
Farkhan Fuady setiap malam menemaniku kubuka pintu dan menuju ke
berkolaborasi dengan mim- kamar mandi untuk wudzu dan
Publikasi
pi-mimpi yang menghiasi sholat subuh.
Della Tri D Bagi keluarga kami
malam panjang. Sejurus kemu-
Anggota dian kusingkirkan selimut peng- bangun sebelum subuh adalah
Divisi Pendidikan hangat tidurku menandakan menjadi hal yang wajib, karena
dan Penelitian kusiap untuk mengawali hari. dalam pedoman orang Jawa
Kulihat keluar jendela nampak “semakin pagi kita membuka
langit yang masih sedikit dihiasi mata maka akan semakin
Puisi bintang sisa keindahan malam panjang hari yang kita lewati
dan sayup-sayup kudengar dan akan banyak pula aktivitas
Esai kumandang adzan yang mulai yang dapat kita kerjakan”.
terdengar di kejauhan, karena Sebagai generasi muda, keluar-
Artikel memang rumahku yang berada gaku selalu menanamkan kedi-
di kaki gunung lawu dan bisa siplinan untuk menyiapkan diri
Cerpen dibilang jauh dengan masjid di masa depan agar tak menja-
jami’ yang biasanya menguman- di generasi pemalas, ditambah
dangkan adzan pertama kali lagi diriku adalah seorang
dibanding mushola atau lang- perempuan yang kelak akan
gar di sekitar rumahku. berumah tangga.

EDISI 006 MARET 2020 1


BULETIN CENDEKIA

2020
Seorang wanita di rumah tangga Padahal lebih dari itu, wanita juga
haruslah bangun lebih awal dari seluruh peng- punya hak untuk berkarir sebagaimana laki-la-
huni rumah untuk menyiapkan keperluan kelu- ki disamping tugasnya mengurus keluarga.
arga dan juga untuk keperluanku sendiri Selama perempuan di Indonesia menanam-
selama hari itu. Seusai shalat subuh, kubantu kan hal itu, maka tak menutup kemungkinan
ibu menyiapkan masakan dan berbincang bila peradaban bangsa ini akan maju yang
mengenai perkembangan pendidikanku dan mana seperti pepatah yang mengatakan
curhat-curhat ala perempuan, ada satu petuah bahwasannya “generasi yang tangkar lahir
dari ibuku yang selalu kuingat hingga seka- dari rahim wanita-wanita cerdas”. Tak ada
rang, “gunakanlah waktu sebaik mungkin, kata terlambat untuk memulai, semua ada
jalan masih panjang, jaga dirimu, kehormatan pada tekat kita sebagai generasi perempuan
keluargamu dan bergunalah bagi nusa dan yang mendambakan sebuah revolusi untuk
bangsa. Sekalipun perempuan tak boleh kalah perubahan peradaban bangsa dengan karya
dengan laki-laki, seperti pesan ibu kita kartini dan kemampuan kita. Cerita ini kutujukan
yang memperjuangkan hak perempuan.” yang pertama adalah untuk diriku sendiri
Sampai sekarang kalimat itulah yang menjadi selaku generasi muda perempuan bangsa
cambuk penyemangat bagi diriku untuk dan juga teruntuk kaum perempuan untuk
meraih masa depan. bisa membina diri guna menghadapi masa
Semua itu kubuktikan dengan prestasi depan yang lebih baik, salam revolusi, salam
akademikku. Apalagi aku adalah termasuk relasi dan salam perempuan negeri.
mahasiswa yang beruntung, dimana aku
mendapatkan beasiswa Bidikmisi untuk Perempuan Hebat
jenjang pendidikan strata satu Hukum
Ekonomi Syariah, dan untuk memperbanyak Oleh Muhammad Daffa Ramadhan

pengalaman di dalam bersosial, aku juga aktif (Mahasiswa Akuntansi Syariah)

mengikuti organisasi kemahasiswaan yang


kujalani sedari semester tiga, dimana diriku Ia tak harus membawa pedang
menjadi pengurus Dewan Eksekutif Maha- Untuk terlihat menawan
siswa Fakultasku dan berlanjut menjadi pengu- Tak harus berbaju besi
rus Dewan Eksekutif Mahasiswa tingkat Untuk terlihat gagah
kampus. Ia hanya butuh tutur kata
Bagiku tak ada pembatas bagi wanita Untuk membuat dunia melemah
untuk berkarya dan berkarir untuk menjadi Ia tak harus mengangkat kepala
bagian dari sejarah peradaban bangsa sejak Untuk mendapat kehormatan
Ibu Kita Kartini menerbitkan karyanya “Habis Ketika hati selembut malaikat
Gelap Terbitlah Terang”. Dalam karyanya, Mampu menundukkan dunia
beliau bercita-cita untuk mengangkat hak,
martabat, dan peranan perempuan dalam Bisakah tutur kata dan kelembutan hati
segala hal. Maka dari itu sedari sekarang kuta- Meluluh lantakkan kerasnya dunia?
namkan pedoman itu untuk meraih cita-cita Bisakah kilau kesabaran
yang telah tertuang dalam karya beliau Mengobati luka para insan?
dengan membuang mindset bahwa wanita itu Hanya dia dan dunia yang dapat
hanyalah bertugas mengurusi keluarga. menjawabnya…

EDISI 006 MARET 2020 2


BULETIN CENDEKIA

2020
Perempuan Adalah Mahkota Demak, Kudus, Jepara sejak pertengahan
Kehidupan abad ke 19. Di tangan Kartini lah kemajuan
itu dirumuskan, dirinci serta diperjuangkann-
Oleh Siti Ulfi Rahmatin ya, yang kemudian akan menjadi milik
(Mahasiswa Psikologi Islam) seluruh bangsa Indonesia khususnya kaum
perempuan”. Dari Kartini lah kaum perem-
Perempuan adalah sebagai mahkota puan Indonesia dapat bangkit dan menyusun
kehidupan. Dalam sepanjang kehidupannya, gerakan yang dapat menghidupkan Indone-
Allah SWT menganugrahkan mahkota yang sia.
indah dan menawan. Jiwa perempuan akan Berbagai diskriminasi serta kekerasan
menjadi teladan bagi anak-anaknya. Rosu- memperlihatkan peradaban yang hanya diba-
lulloh menilai perempuan sebagai tiang ngun oleh kaum pria lebih memungkinkan
kehidupan negara. Menurut ajaran Budha, ibu terjadi banyak kekerasan serta kebiadaban.
itu sebagai pura bagi kehidupan manusia. Ideologi maskulinisme telah menjadikan
Naluri keibuan yang dimiliki oleh seorang peradaban penuh dengan duri, sehingga
perempuan harus tetap dijaga agar bersih wajah dari peradaban itu sendiri terlihat
untuk membangun jiwa yang jernih pula. Dari kusam dan menyeramkan. Praktek politik
Rahim perempuan, kehidupan dilahirkan, yang minim perempuan terasa mudah sekali
kehidupan diperjuangkan serta kehidupan melahirkan perang dan amarah. Karena
mendapatkan hakekat dan martabat. Banyak nafsu kehidupan hanya diliputi keinginan
guru bijak pada zaman aksial (900-200SM) menang sendiri.
memberitakan bahwa perempuan adalah Perempuan sebagai ibu kehidupan
sosok pembela rasa, mengedepankan cinta, mempunyai tanggung jawab yang tidak
keadilan, kemanusiaan, kesederajatan, serta mudah. Di tengah gejolak zaman, perempuan
melampaui egoisme dan egosentrisme. Meski- harus mampu memposisikan dirinya sebagai
pun sejarah umat manusia pernah menempat- nafas kehidupan yang mampu meniupkan
kan perempuan dalam jalan yang nista dan kedamaian, ketentraman serta keindahan.
buruk, namun saat ini sejarah telah menem- Hal ini tidak cukup hanya dengan tampil
patkan perempuan sangat luhur. cantik dan mempesona secara fisik, melaink-
Nabi Adam diciptakan oleh Allah SWT di an perempuan harus tampil di hadapan
dunia ini yang dicari adalah perempuan. Dari public untuk menyuarakan keadilan untuk
Hawa lah Nabi Adam memperoleh kehidupan, kaum yang tertindas, menggugat kebiad-
sehingga perjalanannya di masa depan dapat aban, serta melanjutkan gerakan kemanu-
sempurna dengan kehadiran anak-anaknya. siaan yang selalu mengedepankan keadilan,
Demikianlah Hawa yang telah menjadi ibu cinta dan kesetaraan.
kehidupan bagi Nabi Adam.
Menurut Pramoedya Ananta Toer, yang
meletakkan batu sejarah modern Indonesia Quotes :
bukanlah siapa-siapa. Namun bagi Pram, Karti-
ni lah orangnya. Pram mengatakan bahwa “Wanita tak hanya mampu memasak dan
“Kartina adalah pemula dari sejarah modern mengurus rumah, bahkan ketika ia ingin
Indonesia. Dia yang mengolah aspirasi kema- meghancurkan dunia pun ia mampu”.
juan di Indonesia yang pertama kali muncul di

EDISI 006 MARET 2020 3


BULETIN CENDEKIA

2020
Gelora dalam Cahaya Self Afficacy Mahasiswa Bidikmisi

Oleh Ahmad Miftahudin Thohari Oleh Putri Wijayanti


(Mahasiswa Aqidah Filsafat Islam) (Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah)

Satu Menjadi mahasiswa bidikmisi memang


Mentari bersinar menjadi penerang Dari situ suatu perkara yang menggembirakan nian,
cahaya surga tampak memancar Kegelapan namun di sisi lain terdapat amanah yang
telah mulai membuka matanya Satu persatu harus dipelihara/dijaga dengan baik. Bidikmi-
rahasia mulai terbongkar Ilmu pengetahuan si sesuai dengan kepanjangannya merupa-
menjadi alat utama kemajuan zaman kan beasiswa pendidikan untuk mahasiswa
miskin namun berprestasi. Bidikmisi ibarat
Dua titanium ticket-nya Indonesian Idol, artinya
Tak dapat ditemukan lagi perihal kebodohan penampilan peserta sangat diekspektasi, dan
Sebab pun bodoh akhirnya berpengetahuan bila ia gagal pada kesempatan yang satu itu,
Kebodohan hanyalah kepandaian yang salah maka hanguslah sudah momen elok itu.
ditempatkan Akal adalah sistem iradah perin- Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap penge-
tah Tuhan Pencari keagungan-Nya dalam cap Bidikmisi adalah orang-orang yang
keindahan alam semesta Sedangkan hati berprestasi atau mereka yang mempunyai
adalah kasih sayang Tuhan perjuangan yang lebih dari pada yang lain.
Jika mau dikata, mereka adalah mahasiswa
Tiga istimewa. Dan karena istimewa itulah maha-
Berjalan melewati zaman melampaui batasan siswa tidak boleh terjebak dan hendaknya
Namun tetap menjunjung tinggi keadilan selalu diliputi spirit untuk menjadi yang
Adapun batas hanyalah bentuk kehati-hatian terbaik. Tidak harus menjadi yang terbaik di
Ketika hati dan pikiran satu jalan dalam antara orang lain, menjadi yang terbaik
tujuan Batas lebur dikandungan badan dengan versi diri sendiri juga merupakan hal
Empat Semburat cahaya tak akan pernah yang hebat.
hilang Meski ditikam oleh tangan kekuasaan Program Bidikmisi yang dimulai sejak
Kalaupun senja beranjak tiba Fajar ‘kan 10 tahun lalu merupakan perwujudan niat
menyingsing setiap harinya Meski dibunuh mulia pemerintah untuk memeratakan pendi-
berkali-kali Tetaplah tumbuh berkali-kali dikan di Indonesia. Dari awal dilaksanakann-
Sebab asa dalam harapan tak akan mati ya hingga kini, di tahun 2020, telah banyak
Apalagi gelora, ia selalu berkobar setiap alumni yang menuai kesuksesan. Namun
detiknya Meski hujan kepalsuan kian deras sayangnya, tidak sedikit pula yang gagal. Tak
mengguyur kepala. sedikit yang terhenti langkahnya di tengah
jalan, atau stagnan ketika telah alumni. Pada-
hal yang diharapkan dari mereka adalah
mampu menjadi pemutus mata rantai kemi-
skinan, agent of change yang membawa
atmosfer positif untuk sesama atau lingkun-
gan. Dalam skripsi/penelitian Hadijah dari

EDISI 006 MARET 2020 4


BULETIN CENDEKIA

2020
UIN Ar-Raniry Aceh tahun 2016, contoh indika- Artinya jika pikiran bawah sadar
si persoalan mahasiswa bidikmisi adalah soal terstimulasi dengan stigma negatif, misalnya
Indek Prestasi (IP)/Indek Prestasi Komulatif “kamu miskin”, “kamu tidak akan pernah
yang didapatkan mahasiswa masih belum sukses” sampai memengaruhi pikiran sadar
memenuhi standar minimum. Ada beberapa dan menjadi kebiasaan, maka di situlah
mahasiswa/i yang mendapat IP/IPK di bawah hukum mengapa orang miskin tetap miskin
3.00, bahkan tidak ada peningkatkan sama dan orang kaya tetap menjadi kaya. Lalu
sekali dari semester sebelumnya, sehingga langkah seperti apa yang musti kita tempuh
pihak penyelenggara harus mem-blacklist para sebagai mahasiswa penyandang Bidikmisi
mahasiswa/i tersebut. saat ini? Jawabannya, banyak hal. Ada banyak
Tentunya kita, baik sebagai mahasiswa ide-ide maupun kegiatan positif yang dapat
bidikmisi atau bukan, tidak mau merugi. Mas- kita realisasikan. Mulai dari memperkaya
yarakat yang telah membayarkan pajaknya wawasan dengan jalan membaca; berdiskusi,
untuk membiayai Bidikmisi ingin agar ‘modal’ berlatih public speaking; menjaga kesehatan
mereka berbalik. Pemerintah yang telah beker- jiwa dan raga dengan jalan berolahraga dan
ja keras mengelola/mengalokasikan makan yang halal dan thayyib; belajar bermas-
APBN-nya berharap agar ekspektasinya terca- yarakat dan berbudi pekerti; sampai ke
pai. Pihak kampus (rektorat) yang mengek- menekuni hobi/kegemaran pun bisa menjadi
sekusi berbagai kegiatan pemberdayaan mulai jalan untuk menuju kesuksesan.
dari pengembangan bilingual, pelatihan fisik Adapun contoh konkrit lainnya, misaln-
dan mental bersama Tentara, sampai ke pem- ya kegiatan mahasiswa Bidikmisi di
belajaran jurnalistik juga tak mau pekerjaan Dusun/Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampelga-
mereka tak membuahkan hasil. Belum lagi ding, Kabupaten Malang yang berinisiatif
keluarga atau orang tua yang senantiasa untuk FUN (Formadiksi Untuk Negeri) ketujuh
memberi dukungan melalui doa atau pun kerja kalinya. Pada kegiatan itu mereka mencoba
agar suatu saat kita menjadi orang berguna. menjadi relawan yang merasakan bagaimana
Dan tidak sepantasnya kita memupuskan berb- melakukan mata pencaharian warga desa
agai harapan dan kerja keras itu. setempat. Para mahasiswa berkunjung dan
Sebagaimana tertulis dalam Kalamul- membantu pekerjaan petani sayur, peternak
lah surat Adz-Dzikr, yang kurang lebih bermak- kambing, petani salak. Selain itu, ada juga
na bahwa sesungguhnya nasib/keadaan sosialisasi tentang pentingnya pendidikan
suatu kaum berada di tangan kaum itu sendiri. dan pengolahan kopi yang merupakan komod-
Maksudnya bila ia menginginkan perubahan itas utama daerah tersebut. Untuk anak-anak
maka dia harus bergerak dahulu. Dirinya sendi- ada bimbingan belajar, mengaji, menari,
rilah yang seyogyanya mengawali, dan selanjut- serta beberapa lomba seperti lomba tartil
nya Tuhan yang akan Mengayomi. Maka dan mewarnai. (Suryamalang.com,
keberadaan rasa yakin dan percaya akan diri 18/12/19). Baru-baru ini juga ada maha-
sendiri untuk sukses amat fundamental. Itulah siswa Bidikmisi IAIN Surakarta yang mengiku-
yang dinamakan self efficacy, dan pemikiran ti KKN 3T di wilayah Kupang, NTT di mana
ini membawa kita kepada teori masyhur dari dalam salah satu programnya bersama
ilmuwan Dr. Bruce Lipton, Ph.D bahwa hidup teman-teman adalah Open Donation for Litera-
kita ditentukan oleh 95% alam bawah sadar cy seperti buku, alat tulis, komik, sampai
yang telah terprogram dalam otak sejak kecil. majalah. Kegiatan-kegiatan seperti ini perlu

EDISI 006 MARET 2020 5


BULETIN CENDEKIA
diapresiasi, karena efikasi diri, kepedulian dan
perjuangan merekalah kemajuan menjadi hal
yang mungkin untuk dicapai.

Perempuan tangguh

Oleh Wahyu Irawan


(Mahasiswa Akuntansi Syariah)

Siapa yang mengira dia bisa sekuat ini


Siapa juga yang mengira semua bisa tersele-
saikan olehnya sendiri
Begitulah nyatanya wanita peradaban
Masa depan bangsa yang mulia, melawan
keterbatasan
Sosok yang tak pernah rentan akan kesulitan
Menunjukkan pada dunia, bahwa dirinyalah
sosok perkasa
Sebab wanita tak selemah yang mereka kira
Tidak pula kedangkalan pikiran melekat pada
dirinya
Dengan berjuta harapan dan pengorbanan
Siap dihempas dan bahkan tidak dikenal
Padahal dia hadir sebagai bagian dari nikmat
Tuhan
Di dalam jiwanya yang mulia, bersemayam
rasa cinta dan keibuan
Wahai wanita Indonesia, tetaplah bangkit dan
berjuang
Tetaplah membumi dan terjaga
Bangkitalah engkau sehebat-hebatnya
Sebab tiada yang dapat menolong wanita,
melainkan wanita itu sendiri.

2020

EDISI 006 MARET 2020 6