Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dunia pengobatan semenjak dulu selalu berjalan seiring dengan


kehidupan manusia. Karena, sebagai makhluk hidup, manusia amatlah akrab
dengan berbagai macam penyakit ringan maupun berat. Keinginan untuk
berlepas diri dari berbagai penyakit itulah yang mendorong manusia berupaya
menyingkap berbagai metode pengobatan, mulai dari mengkonsumsi berbagai
jenis tumbuhan secara tunggal maupun yang sudah terkontaminasi, yang
diyakini berkhasiat menyembuhkan penyakit tertentu, atau sistem pemijatan,
akupuntur, pembekaman hingga operasi dan pembedahan.

Salah satu trend pengobatan kontemporer yang sedang berkembang di


Indonesia adalah bekam. Di Indonesia bekam sudah sering dipakai untuk
pengobatan dengan beberapa nama seperti canduk, canthuk, kop, cupping,
mambakan dan lainnya.

Bekam merupakan terjemahan dari hijamah, dari kata al-hajmu yang


berarti pekerjaan membekam. Al hijmu berarti menghisap atau menyedot.
Sehingga hijamah atau bekam diartikan sebagai peristiwa penghisapan darah
dengan alat menyerupai tabung serta mengeluarkannya dari permukaan kulit
dengan penyayatan yang kemudian ditampung di dalam gelas. Bekam sendiri
terbagi dua macam, yaitu bekam kering, dan bekam basah. Banyak penyakit
yang dapat disembuhkan dengan terapi bekam ini, seperti untuk terapi
penyakit paru-paru, radang ginjal, pembengkakan liver/radang selaput jantung,
melancarkan peredaran darah (hipertensi), asam urat, kolesterol, dan
osteoporosis, migraine, dan vertigo. Maka dari itu penulis ingin memaparkan
materi mengenai terapi bekam dalam keperawatan.

1
B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, permasalahan yang dibahas


dalam makalah ini sebagai berikut.
1. Bagaimana definisi bekam?
2. Apa saja macam-macam bekam?
3. Bagaimana cara-cara terapi bekam?
4. Bagaimana prinsip terapi bekam?
5. Bagaimana cara kerja bekam menurut medis?
6. Apa saja peralatan bekam?
7. Bagaimana metode penggunaan bekam?
8. Bagaimana waktu bekam?
9. Apa saja larangan berbekam?
10. Bagaimana peran perawat dalam terapi bekam?

C. Tujuan Penulisan
Dari rumusan masalah tersebut, tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai
berikut:
1. Untuk mengetahui definisi bekam
2. Untuk mengetahui macam-macam bekam
3. Untuk mengetahui cara-cara terapi bekam
4. Untuk mengetahui prinsip terapi bekam
5. Untuk mengetahui cara kerja bekam menurut medis
6. Untuk mengetahui peralatan bekam
7. Untuk mengetahui metode penggunaan bekam
8. Untuk mengetahui waktu bekam
9. Untuk mengetahui larangan berbekam
10. Untuk mengetahui peran perawat dalam terapi bekam

2
D. Manfaat Penulisan

Berdasarkan tujuan diatas, maka penulisan makalah ini diharapkan dapat


bermanfaat, sebagai berikut:
1. Manfaat Umum
Memberikan sumbangan pemikiran untuk memperkaya wawasan
dan pengetahuan tentang materi.

2. Manfaat Khusus
a. Bagi pembaca
Makalah ini diharapkan dapat mempermudah pembaca dalam
memahami materi yang di sajikan. Selain itu pembaca makalah ini
diharapkan mampu menerima semua materi yang disampaikan.
b. Bagi penulis
Dapat memperluas kaidah-kaidah pengetahuan serta sumber
ajar yang berguna dalam proses pembelajaran khususnya pada
materi terapi bekam dalam keperawatan.

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Bekam
Bekam adalah istilah Melayu yang berarti "membuang darah" atau
"membuang angin", Istilah Al-Hijamah berasal dari istilah bahasa
arab : Hijama yang berarti pelepasan darah kotor. Sedangkan dalam bahasa
Inggris disebut dengan cupping, dan dalam bahasa melayu dikenal dengan
istilah Bekam. Di Indonesia dikenal pula dengan istilah kop atau cantuk.
Bekam atau hijamah adalah teknik pengobatan dengan jalan membuang darah
kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit
menurut faham umum, sebenarnya ia berfungsi untuk membuang darah yang
telah rusak atau teroksidasi karena tingginya oksidan dalam tubuh.
Bekam adalah satu teknik pengobatan menggunakan sarana gelas,
tabung, atau bambu yang prosesnya di awali dengan melakukan pengekopan
(membuat tekanan negatif dalam gelas, tabung, atau bambu) sehingga
menimbulkan bendungan lokal di permukaan kulit dengan tujuan agar
sirkulasi energi meningkat, menimbulkan efek analgetik, anti bengkak,
mengusir patogen angin dingin maupun angin lembap, mengeluarkan racun,
serta oxidant dalam tubuh.
Zaman dahulu terapi bekam dilakukan dengan menggunakan tanduk
atau gelas, sedangkan untuk penghampa udaranya digunakan api, hal ini
banyak menimbulkan rasa sakit pada pasien yang dibekam karena penyedotan
tidak dapat dikontrol sesuai daya tahan pasien. Saat ini pengobatan bekam
mencatat kemajuan besar karena menggunakan mangkuk cupping set yang
modern dari plastik. Penggunaan kop plastik, pasien merasa lebih bersih.
Pemompaan dengan hand pump juga dapat disesuaikan dengan daya tahan
pasien.Dalam rangka menjaga kebersihan dan menghindarkan hal-hal yang
tidak diinginkan maka dianjurkan untuk pasien yang ingin dibekam agar
memiliki alat bekam sendiri, sehingga pasien dapat mengontrol dan menjaga
kebersihan alat bekam yang dimilikinya.

4
B. Macam-macam Bekam
Ada dua macam bentuk bekam, yaitu :
1. Bekam kering 
Bekam kering yaitu bekam tanpa mengeluarkan darah atau hijamah jaffah.
Fungsi bekam kering yaitu untuk memperlancar aliran darah beku. Bekam
kering sepintas mirip kerokan. Bekam kering bermanfaat untuk membuang
angin  serta melegakan sakit secara emergensi tanpa melukai kulit, serta
dapat melemaskan otot-otot yang kaku. Disini pengkopan hanya dilakukan
satu kali selama 15-20 menit. Setelah selesai baru dioleskan lagi minyak
untuk mempercepat menghilangkan lebam bekas bekam kering tersebut.
Manfaat Bekam Kering:
a. Mengatasi masalah masuk angin
b. Menghilangkan rasa sakit pada paru-paru yang kronis
c. Meringankan rasa sakit dan mengurangi penumpukkan darah
d. Melenturkan otot-otot yang tegang
e. Radang urat saraf dan radang sumsum tulang belakang
f. Pembengkakan liver
g. Radang ginjal dan wasir

2. Bekam Basah
Bekam basah yaitu bekam dengan mengeluarkan darah atau hijamah
damamiyah.
Manfaat Bekam Basah:

a. Memberihkan darah dari racun-racun sisa makanan dan dapat


meningkatkan aktifitas saraf tulang belakang (vertebra)
b. Mengatasi tekanan darah yang tidak normal dan pengapuran pada
pembuluh darah (arteriosklerosis)
c. Menghilangkan pusing-pusing, memar dibagian kepala, wajah,
migraine dan sakit gigi
d. Menghilangkan kejang-kejang dan keram pada otot.
e. Memperbaiki permeabilitas pembuluh darah
f. Sangat bermanfaat bagi penderita asma, pneumonia dan angina pectoris

5
g. Menajamkan penglihatan dan membantu dalam pengobatan mata
h. Bagi wanita dapat mengobati gangguan rahim dan gangguan haid
i. Melancarkan peredaran darah, meringankan badan, menghilangkan
sakit bahu, dada dan punggung
j. Membantu mengatasi kemalasan, lesu dan banyak tidur
k. Mengatasi insomnia, stress, mimpi buruk, sering kesurupan, trauma,
rasa takut yang berlebihan, narkoba, kurang gairah
l. Mengeluarkan angin, toksid, dan kolesterol yang membahayakan bagi
tubuh
m. Menyembuhkan encok dan reumatik
n. Mengatasi gangguan kulit, alergi jerawat dan gatal-gatal
o. Memulihkan fungsi tubuh
p. Mengatasi radang selaput jantung dan radang ginjal
q. Mengatasi keracunan
r. Dapat menyembuhkan luka bernanah dan bisul
s. Mengobati masuk angin, darah tinggi, kolesterol, stroke, jantung dan
asam urat
t. Mengobati sakit pinggang, liver, sakit kepala, sakit mata, impotensi,
sinusitis, wasir dan maag.

C. Cara-Cara Terapi Bekam


1. Bekam basah (hijamah rothbah) atau Wet Cupping
Metode pembekaman ini merupakan metode pengeluaran darah statis
atau darah kotor yang dapat membahayakan tubuh jika tidak dikeluarkan.
Tata cara bekam basah :
a. Lakukan pemijatan / urut seluruh tubuh dengan minyak habbats atau
but-but atau zaitun selama 5-10 menit, agar peredaran darah menjadi
lancar dan pengeluaran toksid menjadi optimal.
b. Hisap / vacuum dengan gelas kaca pada permukaan kulit yang sudah
ditentukan titik-titiknya. 3-5 kali pompa, biarkan selama 3-5 menit
untuk memberikan kekebalan pada kulit saat dilakukan penyayatan.

6
c. Kemudian lepas gelas kaca tersebut, basuh kulit dengan alkohol atau
betadine untuk membersihkan permukaan kulit yang akan dibekam
dari kuman, lakukan penyayatan dengan lancet/ jarum/ pisau bedah,
sayatan disesuaikan dengan diameter/ lingkaran gelas tersebut, lalu
hisap dengan alat cupping set  dan hand pump untuk menyedot darah
kotor. Hisap/ vacuum sebanyak 3-5 kali pompa (disesuaikan dengan
ketahanan pasien) dan biarkan selama 3-5 menit.
d. Buang darah yang kotor (pada cawan yang telah disiapkan),
kemudian lakukan pembekaman lagi pada tempat yang sama.
Biarkan 2-3 menit, lakukan hal ini sampai 3 kali dan maksimal 5 kali
jika pada kondisi pasien tertentu bisa sampai maksimal 7 kali.
e. Setelah selesai bekas bekaman diberi anti septik /minyak but-but,
agar tidak terjadi infeksi dan luka cepat sembuh
f. Pembekaman dapat dilakukan tiap hari pada titik-titik yang berbeda-
beda dan berikan jangka waktu 2-3 pekan untuk titik yang sama.
Atau 4 pekan sekali melakukan pembekaman.
g. Sebaiknya dilakukan diagnosa sebelum pembekaman agar dicapai
suatu ketepatan dalam pengobatan dan tidak membahayakan pasien.
2. Bekam kering (hijamah jaafah) atau Dry Cupping
Metode ini hanya dilakukan untuk menghilangkan rasa nyeri  dan
melenturkan otot-otot pada punggung dan badan bagian belakang.
Tindakan ini dilakukan untuk penyakit ringan.
Cara bekam kering :
a. Massage/ urut seluruh badan bagian belakang dengan minyak but-
but/zaitun/minyak habbatssauda selama 5 menit.
b. Hisap/vacuum dengan gelas kaca pada permukaan kulit dan pada
titik yang sudah ditentukan. Hal ini sebaiknya dilakukan 3-5 kali
pompa dan biarkan selama 10-15 menit.
c. Lepaskan gelas kaca tersebut dan urut atau pijat kembali bekas
bekaman dengan menggunakan minyak selama 2-3 menit.

7
D. Prinsip Terapi Bekam
Manfaat Bekam dapat menyembuhkan penyakit karena pada dasarnya
pada terapi bekam terjadi tiga hal prinsip penyembuhan, yaitu :
1. Pengeluaran toksin dan darah kotor. Dengan dikeluarkannya toksin dan
darah yang rusak atau tidak bagus kinerjanya maka tubuh akan lebih
segar dan sehat.
2. Perbaikan fungsi organ tubuh. Organ tubuh yang terganggu fungsinya
akan disembuhkan dengan cara perbaikan jaringan dan sel yang ada
padanya sehingga bisa berfungsi dan sehat kembali.
3. Penambahan antibodi tubuh. Organ tubuh yang terinfeksi kuman
penyakit dapat sembuh secara alami karena tubuh memproduksi zat
antibodi yang bisa membunuh kuman penyakit yang merugikan. Jika
organ tubuh sudah bebas dari infeksi penyakit maka tubuh pun akan sehat
lagi
Darah bekam yang keluar melalui proses bekam dilihat dari hasil
penelitian laboratorium darah memperlihatkan hal-hal sebagai berikut :
1. Bahwa darah bekam mengandung sepersepuluh kadar sel darah putih
(lekosit) yang ada di dalam darah biasa. Hal tersebut terlihat dalam
seluruh kasus yang diteliti, tanpa ada pengecualian. Fakta ini
menunjukkan bahwa terapi bekam tetap melindungi dan sekaligus
menguatkan unsur-unsur sistem kekebalan.
2. Adapun eritrosit (sel darah merah), semua sel darah merah memiliki
bentuk yang tidak normal, artinya sel-sel tersebut tidak mampu
melakukan aktivitas, disamping juga menghambat sel-sel lain yang masih
muda dan aktif. Hal tersebut mengindikasikan bahwasanya proses bekam
membuang sel-sel darah merah yang rusak dan darah yang tidak
dibutuhkan lagi dengan tetap mempertahankan sel-sel darah putih di
dalam tubuh.
3. Kapasitas ikatan zat besi dalam darah bekam tinggi sekali (550-1.100),
satu hal yang menunjukkan bahwa bekam mempertahankan zat besi yang
ada di dalam tubuh tidak ikut keluar bersama darah yang dikeluarkan

8
dengan bekam sebagai awal penggunaan zat besi tersebut dalam
pembentukan sel-sel muda yang baru.
E. Cara Kerja Bekam Menurut Medis
Menurut kedokteran tradisional, di bawah kulit, otot, maupun fascia
terdapat suatu poin atau titik yang mempunyai sifat istimewa. Antara poin
satu dengan poin lainnya saling berhubungan membujur dan melintang
membentuk jaring-jaring atau jala. Jala ini dapat disamakan dengan meridian
atau habl. Dengan adanya jala ini, maka terdapat hubungan yang erat antara
bagian dalam dengan bagian luar, antara bagian kiri tubuh dan bagian kanan
tubuh, antara organ-organ tubuh dengan jaringan bawah kulit, antara organ
yang satu dengan organ lainnya, antara organ dengan tangan dan kaki, antara
organ padat dengan organ berongga, dan lain sebagainya, sehingga
membentuk suatu kesatuan yang tak terpisahkan dan dapat bereaksi secara
serentak. Kelainan yang terjadi pada satu poin ini dapat ditularkan dan
mempengaruhi poin lainnya. Juga sebaliknya, pengobatan pada satu poin
akan menyembuhkan poin lainnya. Teori ini dapat menjelaskan bahwa
seseorang yang sakit matanya tidak perlu dibekam pada matanya, namun
dapat dibekam didaerah kepala atau sekitar tengkuknya. Atau seseorang yang
mengalami gangguan pada pencernaannya dapat terlihat gambaran penyakit
di lidahnya. Sehingga untuk mengobati pencernaannya dapat dibekam pada
titik poin pencernaan atau lidahnya, dan sebaliknya untuk mengobati penyakit
pada lidah dapat dibekam di poin saluran pencernaannya.
Penelitian terbaru di dunia kedokteran modern ternyata menemukan
bahwa poin-poin itu adalah merupakan poin istimewa ‘motor points’ pada
perlekatan neuromuskular yang mengandung banyak mitokondria, kaya
pembuluh darah, mengandung tinggi mioglobin, sebagian besar selnya
menggunakan metabolisme oksidatif, dan lebih banyak mengandung cell
mast, kelenjar limfe, kapiler, venula, bundle dan pleksus saraf, serta ujung
saraf akhir, dibanding dengan daerah yang bukan poin istimewa.
Para peneliti membuktikan bahwa apabila dilakukan pembekaman
pada satu poin, maka kulit (kutis), jaringan bawah kulit (sub kutis) fascia dan
otonya akan terjadi kerusakan dari mas cell dan lain-lain. Akibat kerusakan

9
ini akan dilepaskan beberapa zat seperti serotonin, histamin, bradikinin, slow
reacting substance (SRS), serta zat-zat lain yang belum diketahui. Zat-zat
inilah yang menyebabkan terjadinya dilatasi kapiler dan arteriol, serta flare
reaction pada daerah yang dibekam, dilatasi kapiler juga dapat terjadi
ditempat yang jauh dari tempat pembekaman.
Reaksi-reaksi itu menyebabkan terjadi perbaikan mikrosirkulasi
pembuluh darah yang memicu timbulnya efek relaksasi (pelemasan) otot-otot
yang kaku serta akibat vasodilatasi umum akan menurunkan tekanan darah
secara stabil. Fakta terpenting dari proses pembekaman pada poin istimewa –
poin istimewa adalah dilepaskannya corticotrophin releasing factor (CRF),
serta releasing factors lainnya oleh adenohipofise. CRF selanjutnya akan
menyebabkan terbentuknya ACTH, corticotrophin, dan corticosteroid.
Corticosteroid ini mempunyai efek menyembuhkan peradangan serta
menstabilkan permeabilitas sel.
Pada proses pembekaman pada poin istimewa pun didapati munculnya
golongan histamine. Golongan histamine mempunyai manfaat dalam proses
reparasi (perbaikan) sel dan jaringan yang rusak, serta memacu pembentukan
reticulo endothelial cell, yang akan meninggikan daya resistensi (daya tahan)
dan imunitas (kekebalan) tubuh.
Penelitian lainnya menunjukkan bahwa pembekaman di kulit akan
menstimulasi kuat syaraf permukaan kulit yang dilanjutkan pada cornu
posterior medulla spinalis melalui syaraf A-delta dan C, serta traktus spino
thalamicus kea rah thalamus yang akan menghasilkan endorphin. Sedangkan
sebagian rangsangan lainnya akan diteruskan melalui serabut aferen simpatik
menuju motor neuron dan menimbulan reflek intubasi nyeri. Efek lainnya
adalah dilatasi pembuluh darah kulit, dan peningkatan kerja jantung.
Efek pembekaman masih terus berjalan sampai ke sistem endokrin
pada sistem sentral melalui hypothalamus dan pituitary. Dua kelenjar penting
ini terangsang sehinga menghasilkan ACTH, TSH, FSH-LH, dan ADM.
Kemudian pada sistem perifer langsung berefek pada organ untuk
menghasilkan hormone-hormon insulin, thyroxin, adrenalin, corticotrophin,

10
estrogen, progesterone, testosterone. Hormone-hormon inilah yang bekerja di
tempat jauh dari pembekaman.

F. Peralatan bekam

Sarung tangan bedah, hanya sekali pakai

(handscoon)

Gelas bekam (cups)

Lancet atau bisa juga bisturi sekali pakai

Kapas steril

e.       Betadine / minyal zaitun

Pompa untuk menghisap udara dari dalam gelas

   Kom

11
G. Metode Penggunaan Peralatan Bekam
1. Pemilihan titik sesuai engan kondisi pasien
a. Point/ titik ashi adalah titik sakit yang paling jelas
b. Memilih titik yang sesuai, berbaring pada posisi punggung diatas
(telungkup)
2. Memilih ukuran kop yang tepat pada tempat perawatan berdasarkan
kondisi penyakit pasien dan postur tubuh yang bersangkutan
3. Angkat alat penghisap yang dipasang pada kop sehingga udara dapat
masuk
4. Hubungkan pistol penekan dengan alat penghisap pada bagian atas kop
pada posisi vertical dan cepat tarik beberapa kali pengungkit pistol sampai
otot yang terlihat di dalam kop menonjol
5. Putar pistol ke kiri dan kanan, Tarik dari kop kemudian tekan perlahan
penutup kop untuk mencegah kebocoran
6. Metode pengekopan:
a. Lama penggunan : setelah kop menyedot kulit, dibiarkan kurang lebih
10 menit, anak-anak kurang lebih 3 menit, anak perempuan 5 menit,
wanita 7 menit, kemudian dilepas. Pengekopan memakan waktu lama
pada saat kasus tertenu, ukurn yang focus dan sakit yang sangat, kulit
yang datar dimana otot menebal, pada musim ingin. Pengekopan
membutuhkan waktu lebih sedikit pada permukaan yang tepat,
penyakit kelumpuhan, pada musim panas dimana kulit menipis
b. Pengekopan dengan mendorong : menggunakan dua efek, sebagai
contoh pengekopan dan menggosok. Sebelum pengekopan oleskan
minyak pelican secukupnya pada kulit, sedotkan kop pada kulit, Tarik
kop ke depan dan kebelakang sepanjang garis kemudian angkat kop.
Cara ini biasanya dipakai jika bagian otot yang menebal cukup lebar.
Pada saat menggunakan cara ini perhatikan tekanan negative pada kop

12
yan mungkin dapat menatur keadaan jasmani pasien seperti daya
tahan pada tubuh terhadap penyakit
c. Pengekopan sekilas (cepat) : Tarik kop pada kulit, denan tiba-tiba
lepaskan, kemudian pasang lagi dan lepaskan lagi dengan cepat,
lakukan berulang-ulang sampai kulit merah. Cara ini biasanya
diunakan pada bagian tubuh yang tidak merata sehinggga kop mudah
lepas atau bagian wajah dimana bekasnya tidak diinginkan
7. Pada saat pengobatn selesai angkat alat hisap untuk melepskan kop dari
kulit
8. Waktu pengobatan : anak-anak 5 hari, dewasa 7 hari,waktu jeda 3 hari dan
pengobatan boleh dilanjutkan
9. Setelah kop diunakan kop dila dengan kapas yang telah diberi alcohol,
tidak boleh direndam obat pembasmi kuman atau direbus air mendidih
10. Pada saat penggunaan bil kop tidak menarik kulit, periksa pistol penekan
apakah pada posisi vertical pada kop atau periksa sambungan penekan
apakah pengungkitnya terlalu kuat

H. Waktu Bekam
Sebaiknya berbekam dilakukan pada pertengahan bulan, karena darah
kotor berhimpun dan lebih terangsang (darah sedang pada puncak gejolak).
Pemilihan waktu bekam adalah sebagai tindakan preventif untuk menjaga
kesehatan dan penjagaan diri terhadap penyakit. Adapun untuk pengobatan
penyakit, maka harus dilakukan kapan pun pada saat dibutuhkan.

I. Larangan Berbekam
Terapi bekam ini dilarang digunakan pada penderita tekanan darah
rendah, penderita sakit kudis, penderita diabetes mellius, wanita hamil, wanita
yang sedang haid. Orang yang sedang minum obat pengencer darah, penderita
leukemia, thrombosit, alergi kulit serius, orang yang sangat letih, kelaparan,
kenyang, kehausan dan orang yang sedang gugup. Adapun anggota bagian
tubuh yang tidak boleh di-bekam yaitu mata, telinga, hidung, mulut, puting
susu, alat kelamin, dubur. Area tubuh yang banyak simpul limpa. Area tubuh

13
yang dekat pembuluh besar. Bagian tubuh yang ada varises, tumor, retak
tulang, jaringan luka, dan dianjurkan untuk tidak makan selama 2- 3 jam
sebelumnya (Aiman, 2004).

J. Peran Perawat dalam Terapi Bekam


Peran perawat dalam pelaksanaan bekam diantaranya adalah sebagai:
Caregiver, Advocate, Educator, dan Researcher.
1. Caregiver : Sebagai caregiver perawat dalam melaksanakan praktek
bekam dapat melakukan langsung proses pembekaman dengan
menggunakan pendekatan langkah-langkah proses keperawatan yaitu;
pengkajian terlebih dahulu kepada pasien yang meliputi; pemeriksaan
fisik, pemeriksaan tanda-tanda vital. Sehingga dari hasil ini dapat
dilakukan pembekaman pada titik yang tepat sesuai dengan masalah
kesehatan yang dialami pasien. Perawat dapat juga melakukan
pembekaman dengan mempertahankan prinsip septic, anti septic sehingga
tidak terjadi Cross Infection antar pasien atau antara pasien dan perawat.
2. Advocate : Sebagai advocate, peran perawat diantaranya dengan
menyeleksi pasien yang memungkinkan untuk dilakukan pembekaman,
sehingga meminimalkan resiko komplikasi penyakit khususnya pada
pasien yang mengalami gangguan pada system hematologi seperti
gangguan pembekuan, anemia berat dan pasien dengan kondisi fisik yang
sangat lemah.
3. Educator : Peran sebagai educator, perawat dapat memberikan pendidikan
kesehatan sesuai dengan masalah kesehatan pasien sehingga menunjang
terjadinya perubahan perilaku yang pada akhirnya dapat menyembuhkan
penyakit. Perawat juga dapat mengajarkan pada pasien untuk dapat
melakukan pembekaman sendiri dirumah jika memungkinkan.
4. Researcher : Peran sebagai reseacher, dalam hal ini perawat sangat
memiliki peluang yang luas untuk melakukan penelitian, karena
penelitian-penelitian tentang bekam belum banyak di lakukan. Dengan
banyaknya bukti-bukti ilmiah nantinya maka diharapkan pengobatan
dengan bekam akan menjadi salah satu trends dimasyarakat khususnya

14
umat islam. Sehingga bekam selain digunakan sebagai salah satu cara
pengobatan penyakit, juga sekaligus dijadikan sebagai sarana untuk
melaksankan salah satu sunah nabi yang akan mendapatkan balasan pahala
bagi siapa saja yang melakukannya dengan ikhlas.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Bekam adalah satu teknik pengobatan menggunakan sarana gelas,
tabung, atau bambu yang prosesnya di awali dengan melakukan pengekopan.
Bekam ada dua macam yaitu bekam kering, bekam basah. Metode
pembekaman ini merupakan metode pengeluaran darah statis atau darah kotor
yang dapat membahayakan tubuh jika tidak dikeluarkan. Manfaat Bekam
dapat menyembuhkan penyakit karena pada dasarnya pada terapi bekam
terjadi tiga hal prinsip penyembuhan
Pengeluaran toksin dan darah kotor, perbaikan fungsi organ tubuh
penambahan antibodi tubuh. Menurut kedokteran tradisional, di bawah kulit,
otot, maupun fascia terdapat suatu poin atau titik yang mempunyai sifat
istimewa. Antara poin satu dengan poin lainnya saling berhubungan
membujur dan melintang membentuk jaring-jaring atau jala. Jala ini dapat
disamakan dengan meridian atau habl. Dengan adanya jala ini, maka terdapat
hubungan yang erat antara bagian dalam dengan bagian luar, antara bagian
kiri tubuh dan bagian kanan tubuh, antara organ-organ tubuh dengan jaringan
bawah kulit, antara organ yang satu dengan organ lainnya, antara organ
dengan tangan dan kaki, antara organ padat dengan organ berongga, dan lain
sebagainya, sehingga membentuk suatu kesatuan yang tak terpisahkan dan
dapat bereaksi secara serentak. Peralatan bekam yaitu Sarung tangan bedah,
Gelas bekam (cups) Lancet atau bisa juga bisturi sekali pakai, Kapas steril,
Betadine / minyal zaitun, Pompa untuk menghisap udara dari dalam gelas,
Kom. Sebaiknya berbekam dilakukan pada pertengahan bulan, karena darah
kotor berhimpun dan lebih terangsang (darah sedang pada puncak gejolak).

15
Terapi bekam ini dilarang digunakan pada penderita tekanan darah
rendah, penderita sakit kudis, penderita diabetes mellius, wanita hamil, wanita
yang sedang haid. Peran perawat dalam pelaksanaan bekam diantaranya
adalah sebagai: Caregiver, Advocate, Educator, dan Researcher.

B. Saran
Dengan menulis makalah ini, penulis mengharapkan kepada pembaca agar

dapat mengetahui mengenai terapi bekam dalam keperawatan sebagai bekal

untuk perawat sehingga memiliki kompetensi komplementer mengenai terapi

bekam dalam keperawatan. Dan dapat menambah wawasan dan pemikiran

yang intelektual khususnya dalam mata kuliah komplementer mengenai terapi

bekam dalam keperawatan.

16
DAFTAR PUSTAKA

Kangzhu. 2009. Beijing Kangzu Cuppin Buku Manual. Beijing:Beijin Kan Da


World Medicl Appliance Center
Marta, Dwi. 2012. Makalah Bekam Kelompok. (Online). Available :
https://www.scribd.com/doc/110876253/MAKALAH-bekam-kelompok
( diakses pada tanggal 9 November 2016 pukul 17.00 wita)
Rachmadila, Indri. 2009. Bekam sebagai Analisis. (Online). Available :
http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/125488-SK-Sos
%20005%202009%20Rac%20b%20-%20Bekam%20sebagai%20-
%20Analisis.pdf ( diakses pada tanggal 9 November 2016 pukul 19.00
wita)
Rasnianti, Antiy. 2016. Penertian Bekam. (Online). Available :
https://www.scribd.com/doc/310582821/Pengertian-Bekam ( diakses
pada tanggal 9 November 2016 pukul 16.00 wita)
Semadhi, Yoga. 2012. Keperawatan Komplementer. (Online). Available :
https://www.scribd.com/doc/87053238/keperawatan-komplementer
( diakses pada tanggal 9 November 2016 pukul 18.00 wita)

17
KEPERAWATAN KOMPLEMENTER
“TERAPI BEKAM DALAM KEPERAWATAN”

Oleh :
KELOMPOK 8

1. I NYOMAN SUGIHARTA DANA (NIM.P07120214008)


2. NGAKAN RAKA SAPUTRA (NIM.P07120214036)

DIV KEPERAWATAN TINGKAT III SEMESTER V

18
KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
TAHUN 2016

19