Anda di halaman 1dari 15

MODUL PERKULIAHAN

Penganggar
an
Perusahaan
Anggaran Komperhensif

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

08
Ekonomi dan Bisnis Akuntansi Bambang Subiyanto, S.E., M.Ak.

Abstract Kompetensi
ANGGARAN KOMPERHENSIF
ANGGARAN KOMPREHENSIF Perusahaan Kecap Sehat yang baru
berdiri dengan modal saham sebesar Rp 22.000.000 merencanakan
keperluan investasi pada awal tahun 1995 untuk aktiva lancar
sebagai berikut :

Tanah Rp 19.300.000
Bangunan kantor Rp 1.866.000
Bangunan pabrik Rp 958.000
Mesin & alat pabrik Rp 11.000.000
Alat pemasaran Rp 100.000
Alat kantor Rp 99.000 +
Jumlah aktiva tetap Rp 33.323.000
Kas minimum Rp 200.000
Persediaan minimum Rp 600.000
Beban ditangguhkan Rp 200.000 +
Jumlah aktiva lainnya Rp 1.000.000
Jumlah aktiva tak lancar RP 34.323.000

Tanah dibeli dari pemegang saham , karena perusahaan tidak mampu membeli seluruhnya
secara tunai,maka sisanya dilunasi pada akhir tahun 1995 tanpa bunga.

Untuk pembelian mesin dan alat pabrik direncanakan dibelanjai dengan kredit investasi
bank sebesar Rp 11.000.000 dengan ketentuan :

1. Bunga 12% setahun dibayar tiap akhir tahun

2. Angsuran pinjaman beserta bunganya dihitung secara annuity

3. Angsuran pokok pinjaman dibayar tiap akhhir tahun

4. Jangka watu pinjaman terhitung dari awal tahun 1995 selama 5 tahun dengan grace
periode 1 tahun, selama tenggang waktu bunga dibayar

‘13 Penganggaran Perusahaan


2 Bambang Subiyantp, S.E., M.Ak.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Cost of capital sama dengan bunga kredit investasi, yaitu 12 %. Adapun data-data
lain untuk penyusunan anggaran jangka panjang sebagai berikut :

a. Metode penyusutan aktiva tetap mengguakan metode garis lurus (straight line method) dengan
perhitungan sebagai berikut :

Tabel 7.1
Perhitungan Penyusutan Aktiva Tetap
Nilai Penyusutan
  Harga Nilai Bersih Masa Setahun
Ativa Tetap pokok Residu 23 manfaat 45
  (Rp) (Rp) (Rp) (Tahun) (Rp)
1 2 3 4 5 6
bangunan
kantor 1866000 10000 1856000 116 16000
bagunan pabrik 958000 6000 952000 119 8000
Mesin dan alat 11000000 0 11000000 5 2200000
Alat pemasaran 100000 0 100000 10 10000
Alat kantor 99000 3000 96000 24 4000
Jumlah 14023000 19000 14004000   2238000

b. Kebijaksanaan penjualan dan pembelian selama tahun 1995 selurunya tunai dan untuk
tahun berikutnya sebagai berikut :

penjualan dibayar tunai 79,31962% pada periode penjualan dan sisanya 20,68038% dilunasi
periode berikutnya.

Pembelian bahan baku dibayar tunai 90,99715% pada periode pembelian dan sisanya
9,00285% dilunasi periode berikutnya.

c. Taksiran penjualan dan harga jual per botol kecap sebgai berikut :

Tabel 7.2
Harga Jual Per Botol Kecap
Jenis Kecap Banjarmasin Martapura
Sedang Rp 500 Rp 600
Manis Rp 600 Rp 750
Asin Rp 500 Rp 600

‘13 Penganggaran Perusahaan


3 Bambang Subiyantp, S.E., M.Ak.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Tabel 7.3 (Taksiran Penjualan)
Tahun/ Daerah Pemasaran
Jenis
Banjarmasin Martapura
Kecap
1995    
Sedang 500 botol
Manis 500 botol
Asin Pesanan khusus 35 000 botol
1996 Perluasan daerah pemasaran
Sedang 8000 botol 4000 botol
Manis 16000 botol 8000 botol
Asin 12000 botol 6000 botol
1997
Sedang 8000 botol 2300 botol
Manis 19000 botol 6000 botol
Asin 12700 botol 3000 botol
1998
Sedang 6600 botol 2300 botol
Manis 142000 botol 6000 botol
Asin 10000 botol 3000 botol
1999
Sedang 4400 botol 1000 botol
Manis 11000 botol 4000 botol
Asin 6000 botol 1000 botol

d. Rencana persediaan barang jadi akhir sebagai berikut :

Tabel 7.4
Rencana Persedian Barang Jasa Akhir
(Dalam Botol)
Tahun Sedang Manis Asin Jumlah
1995 100 125 100 325
1996 120 110 110 340
1997 100 130 110 340
1998 90 110 100 300
1999 80 100 90 270

e. Biaya bahan baku per botol kecap sedang Rp 320, manis Rp 380, asin Rp 360

f. Upah tenaga kerja langsung per botol kecap Rp 50

g. Persediaan bahanbaku akhir tahun 1995 sebesar Rp 200.000 sama dengan tahun- tahun
berikutnya

‘13 Penganggaran Perusahaan


4 Bambang Subiyantp, S.E., M.Ak.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
h. Upah tenaga kerja langsung tahun 1996 dibayar dimuka pada tahun 1995 sebesar
6,2598% dan sisanya sebesar 93,7402% dibayar tahun 1996. Upah tenaga kerja langsung
tahun 1995, 1997, 1998, dan 1999 dibayar tahun bersangkutan

i. Pada tahun 1996 memerlukan tambahan modal kerja selama tiga triwulan sebesar Rp
2.000.000 dengan bunga sebesar Rp 180.000

j. Taksiran kerugian piutang dan cadagan penghapusan piutang sebagai berikut :

Tabel 7.5
Taksiran Kerugian Piutang dan Cadangan Penghapusan
Piutang
Tahun Kerugian Piutang Cadangan Penghapusan Piutang
1996 Rp 596300 Rp 596300
1997 Rp 480000 Rp 1076300
1998 Rp 320000 Rp 1396300
1999 Rp 160000 Rp 1556300

k. Taksiran biaya overhead pabrik (BOP) tunai sebagai berikut

Tabel 7.6
Biaya Overhead Pabrik Tunai
(Dalam Rp)
Unsur BOP 1995 1996 1997 1998 1999
Bahan pembantu 304640 360000 350000 340000 250000
Tenaga kerja tak langsug 230000 248000 230000 230000 230000
Lainnya…… 105000 132000 212800 155400 116400
Jumlah 639640 740000 792800 725400 596400

l. Taksiran beban usaha tunai sebagai berikut :

Tabel 7.7
Beban Usaha Tunai
(Dalam Rp)
Keterangan 1995 1996 1997 1998 1999
Penjualan 1106405 2670000 2230289 2507422 1645973
Adminstrasi 300000 380000 360000 350000 340000
Jumlah 1406405 3050000 2590289 2857422 1985973

‘13 Penganggaran Perusahaan


5 Bambang Subiyantp, S.E., M.Ak.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Dari data-data tersebut di atas, jika Pajak Penghasilan 10% dapat disusun anggaran
operasional dan anggaran keuangan. Sebelum menyusun anggarn jangka panjang berupa
anggaran operasional dan anggaran keuangan, terlebih dahulu kta menyusun rencana
angsuran pinjaman di bank berjangka panjang beserta bunganya dengan perhitungan
sebagai berikut:

A=

A = Angsuran

P = Pinjaman = Rp 11.000.000

i = Tingkat bunga = 12%

t = tahun. Jangka waktu 5 tahun – tenggang waktu 1 tahun = 4 tahun

A=

= Rp 3.621.579

Setelah membuat perhitungan yang menhasilkan angsuran pinjaman setahun sebesar Rp


3.612.579, kemudian rencana angsuran pinjaman sebagai berikut :

Tabel 7.8
Rencana Angsuran Pinjaman
Pembayaran
Sisa
Tahun Angsuran Pokok Bunga
Pinjaman
Pinjaman Pinjaman
1995 Rp 1320000 - Rp 1320000 Rp 11000000
1996 Rp 3621579 Rp 2301579* Rp 1320000* Rp 8698421
1997 Rp 3621579 Rp 2577768 Rp 1043811 Rp 6120653
1998 Rp 3621579 Rp 2887101 Rp 734478 Rp 3233552
1999 Rp 3621579 Rp 3233552 Rp 388027 Rp 0

‘13 Penganggaran Perusahaan


6 Bambang Subiyantp, S.E., M.Ak.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Rp
Jumlah 15806316 Rp 11000000 Rp 4806316  
*Terlihat pada penyusunan anggaran jangka pendek tahun 1996

Setelah menghitung rencana angsuran pinjaman, kemudian Perusahaan Kecap Sehat


menyusun anggaran jangka panjang, berupa anggaran operasional dan anggaran keuangan.

ANGGARAN OPERASIONAL

Anggaran operasional yang kita susun berikut ini terdiri dari : anggaran penualan, anggaran
produksi, anggaran biaya bahan baku, anggaran biaya tenaga kerja langsung, dan anggaran laporan
rugi laba.

Tabel 7.9
Perusahaan Kecap Sehat

‘13 Penganggaran Perusahaan


7 Bambang Subiyantp, S.E., M.Ak.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
ANGGARAN PENJUALAN
Tahun yang berakhir 31 Desember 1995,1996.1997.1998,1999
Banjarmasin Martapura Total
Tahun Keterangan Sedang Manis Asin Sedang Manis Asin Sedang Manis Asin Jumlah
1995 Penjualan (botol) 500 500 35000 - - - 500 500 35000 36000
Harga jual per botol 500 600 500 - - - 500 600 500 -
Penjualan ( Rp) 250000 300000 17500000 - - - 250000 300000 17500000 18050000
1996 Penjualan (botol) 8000 16000 12000 4000 8000 6000 12000 24000 18000 54000
Harga jual per botol 500 600 500 600 750 600 - - - -
Penjualan (Rp) 4000000 9600000 6000000 2400000 6000000 3600000 6400000 15600000 9600000 31600000
1997 Penjualan (botol) 8000 19000 12700 2300 5000 3000 10300 24000 15700 50000
Harga jual per botol 500 600 500 600 750 600 - - - -
Penjualan (Rp) 4000000 11400000 6350000 1380000 3750000 1800000 5380000 15150000 8150000 38680000
1998 Penjualan (botol) 6600 14200 10000 2300 6000 3000 8900 20200 13000 42100
Harga jual per botol 500 600 500 600 750 600 - - - -
Penjualan (Rp) 3300000 8520000 5000000 1380000 4500000 1800000 4680000 13020000 6800000 24500000
1999 Penjualan (botol) 4400 11000 6000 1000 4000 1000 5400 15000 7000 27400
Harga jual per botol 500 600 500 600 750 600 - - - -
Penjualan (Rp) 2200000 6600000 3000000 600000 3000000 600000 2800000 9600000 3600000 16000000

Data penyusunan anggaran penjualan pada Tabel 7.9 di atas diambilkan dari data
pada Tabel 7.2 dan Tabel 7.3. setelah selesai menyusun anggaran penjualan, langkah
selanjutnya menyusun anggaran produksi.

Penyusunan anggaran produksi datanya diambil atas dasar anggaran penjualan pada
Tabel 7.9 ditambah data rencana persediaan barang jadi akhir pada Tabel 7.4.

Persediaan barang jadi akhir pada suatu periode merupakan persediaan barang awal
pada periode berikutnya. Adapun formula anggaran produksi pada Tabel 7.10 yang akan
disusun sebagai berikut.

Produksi = Penjualan + Persediaan barang jadi akhir – Persediaan barang awal

Tabel 7.10
Perusahaan Kecap Sehat
ANGGARAN PRODUKSI
Tahun yabg Berakhir 31 Desember 1995,1996,1997,1998,1999
( Dalam Botol)
Tahun/   Persdiaan Produk siap Persediaan Produksi
Jenis Penjualan Barang Dijual Barang  
Kecap   Jadi Akhir 2+3 Jadi Awal 4+5
1 2 3 4 5 6
1995          

‘13 Penganggaran Perusahaan


8 Bambang Subiyantp, S.E., M.Ak.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Sedang 500 100 600 0 600
manis 5000 125 625 0 625
Asin 35000 100 35100 0 35100
Total 36000 325 36325 0 36325
1996          
Sedang 12000 120 12120 100 12020
manis 24000 110 24110 125 23985
Asin 18000 110 18110 100 18010
Total 54000 340 54340 325 54015
1997          
Sedang 10300 100 10400 120 10280
manis 24000 130 24130 110 24020
Asin 15700 110 15810 110 15700
Total 50000 340 50340 340 50000
1998          
Sedang 8900 90 8990 100 8890
manis 20200 110 20310 130 20180
Asin 13000 100 13100 110 12990
Total 42100 300 42400 340 42060
1999          
Sedang 5400 80 5480 90 5390
manis 15000 100 15100 110 14990
Asin 7000 90 7090 100 6990
Total 27400 270 27670 300 27370

Setelah menyusun anggaran produksi seperti Tabel 7.10, kemudian langkah


selanjutnya menyusun anggaran biaya pabrik, berupa anggaran biaya bahan baku (BBB),
anggaran biaya tenaga kerja langsung (BTKL), dan anggarn biaya overhead pabrik.

Anggaran biaya bahan baku pada TAbel 7.11 berikut ini disusun berdasarkan anggaran
produksi pada TAbel 7.10 dan dari data biaya bahan baku per botol kecap seperti pada soal huruf c.
karena persediaan bahan baku awal sama dengan akhir, maka anggaran pembelian bahan baku
sama dengan anggaran biaya bahan baku berikut ini.

Tabel 7.11

Perusahaan Kecap Sehat

ANGARAN BIAYA BAHAN BAKU

Tahun yang Berakhir 31 Desember 1995,1996,1997,1998,1999

Keterangan Kecap Sedang Kecap Manis Kecap Asin Total

‘13 Penganggaran Perusahaan


9 Bambang Subiyantp, S.E., M.Ak.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
1995        

Produksi (botol) 600 625 35100 36325

Biaya bahan baku per botol Rp 320 Rp 38 Rp 260  

Biaya bahan baku Rp 192000 Rp 237500 Rp 9126000 Rp 9555500

1996        

Produksi (botol) 12020 23985 18010 54015

Biaya bahan baku per botol Rp 320 Rp 380 Rp 260  

Biaya bahan baku Rp 3846400 Rp 9127600 Rp 4682600 Rp 17643300

1997        

Produksi (botol) 10280 24020 15700 50000

Biaya bahan baku per botol Rp 320 Rp 380 Rp 260  

Biaya bahan baku Rp 3289600 Rp 9127600 Rp 4082000 Rp 16499200

1998        

Produksi (botol) 8890 20180 12990 42060

Biaya bahan baku per botol Rp 320 Rp 380 Rp 260  

Biaya bahan baku Rp 2844800 Rp 7668400 Rp 3377400 Rp 13890600

1999        

Produksi (botol) 5390 14990 5990 27370

Biaya bahan baku per botol Rp 320 Rp 380 Rp 260  

Biaya bahan baku Rp 1724800 Rp 5696200 Rp 1817400 Rp 9238400

Tabel 7.12
Perusahaan Kecap Sehat
ANGGARAN BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG
Tahun yang Berakhir 31 Desember 1995,1996,1997,1998,1999
Total Upah Per
Tahun Produksi Botol Biaya Tenaga Kerja Langsung
1995 36325 botol Rp 50 Rp 1816250
1996 54015 botol Rp 50 Rp 2700750
1997 50000 botol Rp 50 Rp 2500000

‘13 Penganggaran Perusahaan


10 Bambang Subiyantp, S.E., M.Ak.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
1998 42060 botol Rp 50 Rp 2103000
1999 27370 botol Rp 50 Rp 1368500

Unsur biaya pabrik yang ketiga adalah biaya overhead pabrik (BOP). Berikut ini
anggaran biaya overhead pabrik yang disusun berdasarkan data pada Tabel 7.1 dan 7.6.

Tabel 7.12a
Perusahaan Kecap Sehat
ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK
Tahun yang Berakhir 31 Desember 1995,1996,1997,1998,1999
(Dalam Rp)
Unsur BOP 1995 1996 1997 1998 1999
Bahan pembantu 304640 360000 350000 340000 250000
Tenaga kerja tak langsung 230000 248000 230000 230000 230000
Deperesiasi 2208000 2208000 2208000 2208000 2208000
Lainnya 105000 132000 212800 155400 116400
Jumlah 2847640 2948000 3000800 2933400 2804400

Setelah menyusun anggaran biaya overhead pabrik, kemudian disusun anggaran


beban usaha. Anggaran beban usaha datanya dapat diambil ari Tabel 7.1, 7.5, dan 7.7.

Berikut ini anggaran beban usaha yang telah disusun :

Tabel 7.12b
Perusahaan Kecap Sehat
ANGGARAN BEBAN USAHA
Tahun yang Berakhir 31 Desember 1995,1996,1997,1998,1999
(Dalam Rp)
Keteranga 1995 1996 1997 1998 1999
Beban Penjualan          
Kerugian piutang 0 596300 480000 320000 160000
Deperesiasi 10000 10000 10000 10000 10000
Penjualan 1106405 2670000 2230289 2507422 1645973
Jumlah 1 1116405 3276300 2720289 2837422 1815973
Beban Admninistrasi          
Deperesiasi 20000 20000 20000 20000 20000
Administrasi 300000 380000 360000 350000 340000
Jumlah 2 320000 400000 380000 37000 360000
Beban usaha 1+2 1436405 3676300 3100289 3207422 2175973

‘13 Penganggaran Perusahaan


11 Bambang Subiyantp, S.E., M.Ak.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Tabel 7.13
Perhitungan Harga Pokok barang Jadi Per Unit
Metode Rata-rata = Biaya Pabrik : Total Prouksi dlaam Unit
Tabel 7.15 Tabel 7.10 Harga Pokok
Tahun
Biaya Pabrik Anggaran Produksi Per Botol
1995 Rp 14219390 36325 botol Rp 391,49
1996 Rp 23292050 54015 botol Rp 431,00
1997 Rp 22000000 50000 botol Rp 440,00
1998 Rp 18927000 42060 botol Rp 450,00
1999 Rp 13411300 27370 botol Rp 490,00

Tabel 7.14
Perhitungan Persediaan Barang Jadi Akhir
Kuantitas Persediaan Barang Jadi Akhir X
Harga Pokok Barang Jadi Per Unit
Tabel 7.4 Tabel 7.13 Persediaan Barang
Tahun Kuantitas Persediaan Harga Pokok Barang Jadi Akhir
Barang Jadi Akhir Jadi Per Unit  
1995 325 botol Rp 391,49 Rp 127221
1996 340 botol Rp 431,00 Rp 146540
1997 340 botol Rp 440,00 Rp 149600
1998 300 botol Rp 450,00 Rp 135000
1999 270 botol Rp 490,00 Rp 132300

Dari beberapa macam unsure anggaran operasional yang telah kita susun terdahulu,
kemudian disusun anggaran operasionl yang terakhir, yaitu anggaran laporan rugi laba berikut ini.

Tabel 7.15
Perusahaaan Kecap Sehat
ANGGARAN LAPORAN RUGI LABA
Tahun yang Berakhir 31 Desember 1995,1996,1997,1998,1999
(Dalam Rp)
Tabel Keterangan 1995 1996 1997 1998 1999
7.9 1. Penjualan 18050000 31600000 28680000 24500000 16000000
7.11 2. Biaya bhan baku 9555500 17643300 16499200 13890600 9238400
7.12 3. Biaya tenaga kerja 1816250 2700750 2500000 2103000 1368500
7.12a 4. Biaya overhead pabrik 2847640 2948000 3000800 2933400 2804400
  5. Biaya pabrik (2+3+4) 14219390 23292050 22000000 18927000 13411300
  6. Barang jadi awal 0 127221 146540 149600 135000
  7. Barang siap dijual 14219390 23419271 22146540 19076600 13546300
7.14 8. Barang jadi akhir 127221 146540 149600 135000 132300
  9. Harga pokok penjualan 14092169 23272731 21996940 18941600 13414000
  10. Laba kotor (1-9) 3957831 8327269 6683060 5558400 2586000
7.12b 11. Beban usaha 1436405 3676300 3100289 3207422 2175973

‘13 Penganggaran Perusahaan


12 Bambang Subiyantp, S.E., M.Ak.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
  12. Laba usha (10-11) 2521426 4650969 3582771 2350978 410027
7.8 13. Beban bunga 1320000 1500000* 1043811 734478 388027
  14. Laba kena pajak 1201426 3150969 2538960 1616500 22000
  15. Pajak penghasilan 10% 120143 315097 253896 161650 2200
  16. Laba setelah pajak 1081283 2835872 2285064 1454850 19800
*Beban bungan 1996 = RP 1.320.000 (Tabel 7.8) + Rp 180.000 (soal i) = Rp 1.500.000

Laba ditahan 1995 = Rp 1.081.283

1996 = Rp 1.081.283 + Rp 2.835.872 = Rp 3.917.155

1997 = Rp 3.917.155 + Rp 2.835.064 = Rp 6.202.219

1998 = Rp 6.202.219 + Rp 1.454.850 = Rp 7.657069

1999 = Rp 7.657.069 + Rp 19.800 + 7.676.869

ANGGARAN KEUANGAN

‘13 Penganggaran Perusahaan


13 Bambang Subiyantp, S.E., M.Ak.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Anggaran keuangan berikut ini terdiri dari anggaran kas dan anggaran neraca.

Tabel 7.16
Perusahaaan Kecap Sehat
ANGGARAN KAS
Tahun 1995,1996,1997,1998,1999
(Dalam Rp)
Tabel Keterangan 1995 1996 1997 1998 1999
  I. PENERIMAAN          
7.17 Penjualan tunai 18050000 25065000 22748867 19433307 12691139
7.17 Penjualan kredit 0 0 6535000 5931133 5066693
  Utang bank 11000000 2000000 0 0 0
  Modal saham 22000000 0 0 0 0
  Jumlah penerimaan 51050000 27065000 29283867 2536440 17757832
  II. PENGELUARAN          
  Aktiva tak lancar 34323000 0 0 0 0
7.18 Beli bahan baku tunai 9755500 16054900 15013802 12640050 8406681
  Beli bahan baku kredit 0 0 1588400 1485398 1250550
7.12 Biaya tenaga kerja 1816250 2531688 2500000 2103000 1368500
  Pinjaman tenaga kerja* 169062* 0 0 0 0
7.6 Biaya overhead pabrik 639640 740000 792800 725400 596400
7.7 Beban usaha tunai 1406405 3050000 2590289 2857422 1985973
7.8 Beban bunga 1320000 1500000* 1043811 734478 388027
7.15 Pajak penghasilan 120143 315097 253896 161650 2200
7.8 Angsuran pokok utang 0* 4301579 2577768 2887101 3233552
  Jumlah pengeluaran 49550000 28493264 26360766 23594499 17231883
  III. SURPLUS (DEFISIT) 1500000 -1428264 2923101 1769941 525949
  IV. SALDO KAS AWAL 0 1500000 71736 2994837 4764778
  V. SALDO KAS AKHIR 1500000 71736 2994837 4764778 5290727
*Angsuran pokok utang 1996 = (Tabel 7.8) rp 2.301.579 + Rp 2.000.000 (soal i) = Rp
4.301.579

Beban bunga 1996 = (TAbel 7.8) Rp 1.320.000 + Rp 180.000 (soal i) = Rp 1.500.000

** Pinjaman tenaga kerja tahun 1995 = 6,2598% x Rp 2.700.750 = Rp 169.062

Biaya tenaga kerja langsung 1996 = 93,7402% x Rp 2.700.750 = Rp 2.531.688

Jumlah = 100% Rp 2.700.750

Tabel 7.17
Penerimaan Penjualn Tunan dan Kredit (Piutang)

‘13 Penganggaran Perusahaan


14 Bambang Subiyantp, S.E., M.Ak.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Tahun Penjualan Tunai Penjualan Kredit (Piutang Usaha)
1995 100% x 18050000 = Rp 18050000 0
1996 79,31962% x 31600000 = Rp 25065000 0
1997 79,31962% x 28680000 = Rp22748867 20,68038% x 31600000 = Rp 6535000
1998 79,31962% x 24500000 = Rp 19433307 2068038% x 28680000 = Rp 5931133
1999 79,31962% x 16000000 = Rp 12691139 20,68038% x 42500000 = Rp 5066693
2000   20,68038% x 16000000 = Rp 3308861

Tabel 7.18
Pengeluaran Pembelian Bahan Baku Tunai dan Kredit (Utang)
Tahun Pembelian Bahan Baku Tunai Penjualan Kredit (Piutang Usaha)
1995 200000 + Rp 9755500 = Rp 9755500 0
1996 90,99715% x 17643300 = Rp 16054900 0
1997 90,99715% x 16499200 = Rp 15013802 9,00285% x 17643300 = Rp 1588400
1998 90,99715% x 1389,600 = Rp 12640050 9,00285% x 16499200 = Rp 1485398
1999 90,99715% x 9238400 = Rp 8406681 9,00285% x 13890600 = Rp 1250550
2000   9,00285% x 9238400 = Rp 831719

‘13 Penganggaran Perusahaan


15 Bambang Subiyantp, S.E., M.Ak.
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id