Anda di halaman 1dari 3

Partisipasi politik pada generasi milenial

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Partisipasi politik merupakan bentuk aktualisasi dari demokrasi dalam bentuk
politik dan yang akan mendorong demokrasi berdasarkan nilai-nilai demokrasi antara lain
keterbukaan, kebebasan, dan aturan yang berlaku. salah satu bentuk partisipasi politik
yang paling mudah dijumpai adalah pemilihan umum presiden Republik Indonesia. Pemilu
presiden RI dapat diikuti oleh semua kalangan baik tua maupun muda yang memenuhi
persyaratan. Terdapat hal yang menarik pada pemilihan presiden Republik Indonesia lalu,
yakni banyak sekali relawan yang berasal dari kalangan anak muda. Hal ini bertentangan
dengan teori Geronthocracy, yaitu demokrasi itu berada di tangan orang tua dan anak
muda hanyalah pengikut. Indonesia mencatat bagaimana anak muda menempati daerah
kekuasaan pada usia yang masih muda.
Pembahasan tentang politik sangatlah menarik, apalagi jika itu dari pemikiran
generasi muda negeri ini. Generasi muda saat ini berganti julukan menjadi generasi
milineal atau generasi yang lahir pada tahun 1800-2000an saat terjadi kemajuan teknologi.
Untuk selanjutnya istilah anak muda akan digantikan dengan istilah generasi milineal atau
milenial saja. Menurut kalian apa yang ada dibenak generasi milenal jika mendengar kata
politik?. Saya yakin pasti yang terbayang dikepala generasi milenial jika mendengar kata
politik adalah soal rebutan kekuasaan, urusan orang tua, kebohongan publik, janji-janji
palsu dan korupsi.
Timbul pertanyaan, mengapa generasi milenial memiliki pandangan yang negatif
ketika mendengar kata politik ? apakah begitu bobroknya para orang tua mengurusi
persoalan politik di negeri ini ?. banyak generasi milenial memiliki persepsi negatif
terhadap politik, bagi mereka dunia politik adalah dunia yang kelam, tempat para penguasa
yang haus kekuasaan saling memangsa satu sama lain, termasuk memangsa rakyatnya
sendiri. Dalam benak mereka politik itu seram, jauh dari idealnya bahwa politik merupakan
wadah untuk memperjuangkan kebaikan bersama, keadilan, kesejahteraan, dan kebebasan,
Hal ini semestinya menjadi menjadi peringatan bagi para pelaku politik. Bagaimanapun,
posisi generasi milenial ini cukup menentukan karna jumlah mereka di negeri ini yang
tidak sedikit. Oleh karena itu suara mereka harus didengar dan harus menjadi
perhituangan bagi para pelaku politik.
Salah satu pelaku politik adalah partai politik. Keberadaan partai politik dinilai
sebagai alat yang dapat menyadarkan masyarakat melalui peran politiknya. Partai politik
perlu menyadari akan pentingnya memperhatikan anak muda sebagai potensi pemilih
suara dari kalangan ini. Karena generasi milenial memberikan keuntungan bagi partai
politik apabila masukan pendidikan politik pada kalangan ini diberikan secara intensif
sebab kesadaran berpolitik yang tinggi dan demokrasi dalam proses politik pasti akan
terwujud. Pendidikan politik penting bagi generasi milenial karena merekalah estafet
perpolitikan di negeri ini.
Banyak milenial yang ingin mengubah negeri ini melalui sistem politik yang ada.
Pemikiran mereka yang mempunyai ambisi ingin maju dan berkembang bisa menjadi
acuan sistem politik dinegeri ini. Hal yang paling dekat dengan generasi milenial adalah
media sosial. media sosial dapat dimanfaatkan untukberpartisipasi bagi kaum muda,
namun sampai saat ini untuk partai politik itu sendiri, sosial media hanya digunakan
sebagaitempat berpartisipasi ,sedangkan terlalu rumit jika dijadikan pondasi untuk
melaksanakan kegiatan yang benar –benar terjadi

PEMBAHASAN
Generasi Milenial
Menurut Yuswohady dalam artikel Milennial Trends (2016) Generasi milenial
(Millennial Generation) adalah generasi yang lahir dalam rentang waktu awal tahun 1980
hingga tahun 2000. Generasi ini sering disebut juga sebagai Gen-Y, Net Generation,
Generation WE, Boomerang Generation, Peter Pan Generation, dan lain-lain. Mereka
disebut generasi milenial karena merekalah generasi yang hidup di pergantian milenium.
Secara bersamaan di era ini teknologi digital mulai merasuk ke segala sendi kehidupan.
Berdasarkan hasil penelitian dari Lancaster & Stillman (2002) Generasi Y dikenal dengan
sebutan generasi millenial atau milenium. Ungkapan generasi Y mulai dipakai pada
editorial koran besar Amerika Serikat pada Agustus 1993. Generasi ini banyak
menggunakan teknologi komunikasi instan seperti email, SMS, instant messaging dan
media sosial seperti facebook dan twitter, IG dan lain-lain, sehingga dengan kata lain
generasi Y adalah generasi yang tumbuh pada era internet booming. Berdasarkan definisi
tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa generasi milenial
Pentingnya Partisipasi Politik di Generasi Milineal
Kalangan milinieal memberikan keuntungan bagi partai politik apabila masukan
pendidikan politik pada kalangan ini diberikan secara intensif sebab kesadaran berpolitik
yang tinggi dan demokrasi dalam proses politik pasti akan terwujud. Pendidikan politik
penting bagi anak muda karena mereka adalah generasi pemilih di masa yang akan datang.
Ketidakikutsertaan dalam proses pemilihan umum karena siapa pun yang akan terpilih
nantinya tidak akan mampu mengubah bangsa ini menjadi lebih baik, korupsi di mana-
mana dan hak suara yang digunakan dapat dikatakan menjadi sia-sia. Berangkat dari opini
tersebut, terbersit untuk berpikir kembali akan pentingnya partisipasi politik dalam
mewujudkan demokrasi politik. Sudah sepantasnya anak muda membuka wawasan politik
agar apapun opini publik yang diberikan terkait proses politik jangan diterima begitu saja
secara mentah. Lihat sisi lainnya, sebab satu suara dalam pemilihan umum akan
menentukan ke mana arah bangsa ini nantinya. Memilih bukanlah hal yang mudah, namun
tidak memilih bukanlah sikap yang bijak. Generasi milenial juga memiliki peran politiknya.
Tugas partai politik adalah melibatkan generasi milenial melalui program-program yang
terorganisir. Pendidikan sekolah juga memiliki peran penting dalam upaya pengenalan
tentang dunia politik dikalangan anak muda. Pemberian Pendidikan tentang politik sangat
diperlukan untuk memberikan wawasan dan pengajran untuk generasi milenial tentang
politik yang digunakan sebagai dasar yang berfungsi untuk mencapai kebijakan bersama.
Pendidikan sangat berperan dalam memberikan pengetahuan tentang pentingnya politik
dan partisipasi politik. Bagi generasi kedepan . Kita sangat memerlukan generasi milenial
yang bersedia ikut berjuang bersama demi kemajuan negara melalui politik.

KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA
Budiardjo, M. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Meyer, T. (2012).Peran Partai Politik Dalam Demokrasi. Jakarta: PT.FES
Yuswohady. (2016). Millennial Trends 2016.http://www.yuswohady.com/2016 /01/1
7/millennial-trends-2016/.