Anda di halaman 1dari 6

JAWABAN TERGUGAT

Dalam Perkara Nomor: 109/PDT.SUS-PHI/2020/PN.PLG

ANTARA
Oprian Rizki sebagai PENGGUGAT
MELAWAN
PT. Pos Indonesia (Persero) sebagai TERGUGAT

Palembang, 12 Mei 2020

Kepada Yth,
Ketua Pengadilan Hubungan Industrial
Pada Pengadilan Negeri Palembang
Jl. Kapten A. Rivai No.210/45, 24 Ilir, Kec. Ilir Tim. I
Di-
Palembang

Perihal : JAWABAN TERGUGAT

Dengan Hormat,
Yang bertanda tangan dibawah ini :
ADEKA OKTASARI SH., MH., Advokat/Legal Perusahaan - Konsultan
Hukum/Penasehat Hukum pada “KANTOR HUKUM ADEKA OKTASARI, SH.,
MH & REKAN”, yang berkantor di Jalan Kapten A. Rivai No. 112 RT. 15 RW. 18
KEC. Ilir Timur II Palembang, berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 21 April 2020
Nomor : 152/SKK/VII/PHI/2020, bertindak untuk dan atas nama PT. Pos Indonesia
(Persero) sebagai Tergugat.
Dengan ini mengajukan EKSEPSI/KEBERATAN dan JAWABAN atas surat gugatan
yang diajukan pada tanggal 14 April 2020, di Pengadilan Hubungan Industrial pada
Pengadilan Negeri Palembang, dalam perkara No. 109/PDT.SUS-PHI/2020/PN.PLG.

Selanjutnya EKSEPSI/KEBERATAN dan JAWABAN TERGUGAT kami ajukan


dengan alasan-alasan hukum sebagai berikut :

DALAM EKSEPSI :

1. Bahwa menurut hukum gugatan penggugat yang demikian tersebut adalah


kabur, sehingga sudah sepatutnya kalau gugatan Penggugat dinyatakan tidak
dapat diterima
2. Bahwa gugatan yang diajukan tidak memiliki dasar hukum yang jelas terlalu
mengada-ada, gugatan penggugat tidak disusun secara sistematis, dan gugatan
penggugat tidak lengkap karena tidak memiliki bukti risalah baik dan benar.
Oleh karena itu gugatan kabur tersebut harus dinyatakan tidak dapat diterima.

Maka berdasarkan eksepsi tersebut diatas, kami mohon kepada Majelis Hakim
memeriksa perkara ini untuk memberikan keputusan sebagai berikut :

1. Menerima dan mengabulkan eksepsi Tergugat untuk seluruhnya


2. Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima.

DALAM POKOK PERKARA :

1. Bahwa TERGUGAT menolak seluruh dalil-dalil PENGGUGAT seluruhnya


atau setidak-tidaknya menyatakan gugatan penggugat tersebut tidak dapat
diterima.
2. Bahwa TERGUGAT menolak dengan tegas seluruh dalil-dalil
PENGGUGAT, sebab dalil-dalil tersebut adalah tidak benar, tanpa dasar
hukum yang jelas serta sangat bertolak belakang dengan fakta-fakta hukum
yang sesungguhnya, kecuali yang telah diakui secara tegas kebenarannya
oleh tergugat dalam jawaban ini dan sepanjang tidak merugikan
kepentingan hukum tergugat.
3. Bahwa benar penggugat adalah mantan karyawan tergugat (PT. POS
INDONESIA), penggugat bekerja sejak tanggal 1 April 2018 sampai
dengan 2 Februari 2020, dengan jabatan terakhir sebagai Staff
Operasional/TPS Kantor Pusat di Jl. Kapten A. rivai No. 63 Palembang,
dengan upah sebesar Rp. 3.165.519 (Tiga juta seratus enam puluh lima lima
ratus sembilan belas rupiah) setiap bulannya.
4. Bahwa Tergugat menolak dengan tegas dalil Penggugat pada angka 3 (tiga)
dalam surat gugatannya yang menyatakan bahwa hubungan kerja antara
penggugat dan tergugat diakhiri secara sepihak adalah tidak benar karena
pada tanggal 11 November 2019 telah diberikan Surat Peringatan 1, tanggal
1 Desember 2019 telah diberikan Surat Peringatan 2, dan pada tanggal 2
Februari 2020 telah diberikan Surat Peringatan 3 sekaligus sebagai Surat
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada tergugat hal ini tidak dilakukan
secara sepihak karena tergugat sudah menerima SP 1 dan SP 2 sebelumnya.
5. Bahwa dengan berpedoman pada anjuran peraturan perundang-undangan,
tergugat berupaya untuk bertindak sebijak dan semaksimal mungkin dengan
menghindari tindakan Pemutusan Hubungan Kerja dengan memberikan
sanksi Surat Peringatan yang tujuannya agar penggugat memperbaiki sikap
dan bekerja secara profesional, akan tetapi penggugat bertindak sebaliknya.
6. Bahwa dalil penggugat angka 6 (enam) yang menyatakan bahwa penggugat
selama bekerja pada tergugat telah menunjukkan loyalitas yang tinggi, rajin
dan disiplin serta penuh tanggung jawab dalam melaksanakan segala
pekerjaannya adalah tidak benar karena sesuai fakta hukum bahwasanya
terhadap diri tergugat pernah diberikan Surat Peringatan sebagaimana
tertuang dalam surat Nomor : 03/SP/HRD/III/2020 dikarenakan telah
melakukan pelanggaran berperilaku tidak sopan, menolak perintah atasan,
melakukan perkelahian dan tidak mampu menunjukkan sikap
profesionalisme dalam bekerja.
7. Bahwa dalil penggugat angka 13 (tiga belas) yang menyatakan bahwa
tergugat menolak anjuran DISNAKER adalah benar karena anjuran tersebut
hanya menguntungkan kepentingan penggugat dan merugikan kepentingan
tergugat (perusahaan).
8. Bahwa dalil penggugat angka 15 (lima belas) yang menyatakan bahwa
jumlah keseluruhan yang harus diterima penggugat adalah sebesar Rp.
14.561.387; (empat belas juta lima ratus enam puluh satu tiga ratus delapan
puluh tujuh rupiah) adalah tidak benar karena tergugat hanya akan
memberikan uang pengganti hak (UPH) sesuai pasal 156 ayat (4) UU No.
13 Tahun 2013, tanpa dikali dua dan tanpa uang pesangon dan uang
penggantian perumahan, serta perawatan dan pengobatan, karena telah
nyata penggugat telah melakukan kesalahan berat sesuai pasal 158 UU No.
13 Tahun 2013.
9. Bahwa dalil penggugat angka 16 (enam belas) yang menyatakan bahwa
tergugat tidak pernah memberikan penawaran adalah tidak benar karena
penggugat sejak awal tergugat diberhentikan telah memberikan uang
kompensasi sebagaimana tertuang di dalam surat kesepakatan bersama,
akan tetapi hal itu di tolak oleh penggugat.
10. Bahwa dalil penggugat angka 19 (sembilan belas) yang menyatakan bahwa
gugatan penggugat didasarkan pada bukti – bukti otentik dan mempunyai
kekuatan hukum adalah tidak benar, karena dalil penggugat yang mengada-
ada hanya bersifat subjektif dan bukanlah dalil hukum berdasarkan fakta
hukum sesungguhnya, karenanya dalil tersebut haruslah dikesampingkan.
11. Bahwa dalil penggugat angka 20 (dua puluh) yang menyatakan bahwa
Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Palembang untuk
memberikan putusan sela berupa perintah kepada tergugat untuk membayar
upah beserta hak – hak lainnya yang biasa diterima penggugat sebagai
pekerja, selama proses penyelesaian, secara tunai dan sekaligus tidak sah
dan tidak di benarkan karena karena telah nyata penggugat telah melakukan
kesalahan berat sesuai pasal 158 UU No. 13 Tahun 2013.
12. Bahwa akibat pelanggaran yang dilakukan penggugat tersebut diatas,
tergugat mengalami kerugian yaitu tergugat harus mengeluarkan biaya
untuk memperbaiki meja dan komputer yang rusak karena perkelahian yang
disebabkan oleh penggugat, dan tergugat mengalami keterlambatan proses
produksi dan distribusi, karenanya PHK terhadap penggugat adalah sah
menurut hukum.
13. Bahwa oleh karena PHK yang dilakukan tergugat terhadap penggugat
adalah sah menurut hukum maka tuntutan penggugat yang menuntut
tergugat untuk membayar upah dan lain-lain adalah dalil yang tidak
beralasan dan berdasar hukum.
14. Bahwa berdasarkan uraian dalil-dalil tergugat tersebut diatas, maka gugatan
penggugat haruslah ditolak seluruhnya.

Maka berdasarkan uraian jawaban yang dikemukakan tersebut diatas dengan ini
tergugat mohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini berkenaan
memutuskan :

1. Menolak gugatan Penggugat seluruhnya atau setidak-tidaknya menyatakan


tidak dapat diterima
2. Menyatakan Putus Hubungan Kerja antara Penggugat dan Tergugat terhitung
sejak tanggal 2 Februari 2020
3. Menolak memberikan pesangon kepada Penggugat
4. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara.

Atau :
Apabila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex
aequo et bono).
Demikian jawaban ini disampaikan, atas perhatian dan pengabulannya diucapkan
terima kasih.

Hormat kami,
Kuasa Hukum Tergugat

ADEKA OKTASARI SH., MH.,