Anda di halaman 1dari 4

LABORATORIUM KIMIA DASAR Reaksi Asam dan Basa

PROGRAM STUDI KIMIA FAKULTAS MIPA


INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG oleh UT
LEMBAR KERJA PRAKTIKUM
MODUL PERCOBAAN II – REAKSI ASAM DAN BASA II

Nama : saya Kelas Praktikum :P.3.2


NIM : 16006012 Kelompok : B
Nama Asisten : dia Tanggal : 22-22-2222

1. Penentuan konsentrasi larutan NaOH dengan larutan baku asam oksalat


Konsentrasi asam oksalat :
Jumlah NaOH Volume Pemakaian
No
Awal ( mL ) Akhir ( mL ) ( NaOH )
1
2

Volume NaOH rata-rata ( mL ) =


Perhitungan konsentrasi larutan NaOH :

H2C2O4 (aq) + 2NaOH (aq)  Na2C2O4 (aq) + 2H2O (l)

Perbanding an mol  Perbanding an koefisien


mol NaOH 2

mol As.Oksalat 1
mol NaOH  2  mol As, Oksalat
M V  2 M V
2  M as.oksalat  Vas.oksalat 2  M as.oksalat  Vas.oksalat 2  M as.oksalat  25mL
M NaOH     xM
VNaOH VNaOH Vtitrasi

2. Penentuan konsentrasi larutan HCl dengan larutan NaOH


Volume HCl yang dititrasi dari labu takar A =
Jumlah NaOH Volume Pemakaian
No
Awal ( mL ) Akhir ( mL ) ( NaOH )
1
2
Volume NaOH rata-rata ( mL ) =
Perhitungan konsentrasi larutan HCl pro titrasi dalam Molar serta dalam gram/liter:

HA (aq) + NaOH (aq)  NaA (aq) + H2O (l)

Perbandingan mol  Perbandingan koefisien


mol NaOH 1

mol HA 1
mol NaOH  mol HA
MV MV
Sampel HA adalah asam asetat,
M  VNaOH M NaOH  Vtitrasi CH3COOH yang memiliki massa
M HA  NaOH  aM molar sebesar 60 g/mol.
VHA 25mL
Konsetrasi HA sebelum pengenceran adalah
100 mL
M HA  aM bM
25 mL
[ HA]  b M  c gram/liter (b  60)

1
LABORATORIUM KIMIA DASAR Reaksi Asam dan Basa
PROGRAM STUDI KIMIA FAKULTAS MIPA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG oleh UT

3. Titrasi asam-basa menggunakan pH meter

Penentuan nilai Ka asam asetat

Titrasi Asam lemah HA menggunakan peniter basa kuat NaOH

HA + NaOH  NaA + H2O

HA adalah asam lemah bervalensi satu.

Misalkan mol HA = A mol dan mol NaOH = B mol

Pada titik ekivalen (asam tepat habis bereaksi dengan basa)

HA + NaOH  NaA + H2O


Mula A mol B mol - -
Reaksi B mol B mol B mol B mol
Sisa - - B mol B mol

Pada titik ekivalen,


Mol HA= mol NaOH
A=B
Ma.Va = Mb.Vb” ………………………………………………………………(1)
Ma adalah molaritas asam, Va adalah volume asam, Mb adalah molaritas basa, dan Vb” adalah volume basa saat
titik ekivalen.

Pada kondisi sebelum titik ekivalen (asam bersisa dan basa selalu habis)

HA + NaOH  NaA + H2O


Mula A mol B mol - -
Reaksi B mol B mol B mol B mol
Sisa (A-B) mol - B mol B mol

HA H+ + A- NaA  Na+ + A-
[ H  ].[ A ]
Ka 
HA
mol HA
[HA] Vtotal
[H  ]  Ka.   Ka. -
[A ] mol A
Vtotal
mol HA
[H  ]  Ka.
mol A -

2
LABORATORIUM KIMIA DASAR Reaksi Asam dan Basa
PROGRAM STUDI KIMIA FAKULTAS MIPA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG oleh UT
+ -
[H ]=Ka jika mol HA = mol A

Asumsi, A- hanya berasal dari NaA karena NaA terion sempurna sedangkan HA hanya terion sebagian kecil,
jadi diabaikan. Sehingga mol A- = mol NaA

mol HA = mol NaA

(A-B) mol = B mol

A = 2B
Ma.Va=2 Mb.Vb

Berdasarkan persamaan (1), Ma.Va = Mb.Vb”, maka

Mb.Vb” = 2 Mb.Vb

Vb = ½ Vb”

Vb” adalah volume basa saat ekivalen.

Maka, pada saat volume titrasi adalah ½ dari volume ekivalen, maka mol HA = mol A-, sehingga pada
kondisi ini, [H+] = Ka atau pH = pKa.

Hal yang perlu diperhatikan


 SEMUA titrasi dilakukan per INDIVIDU kecuali yg pH meter (perkelompok)
 Untuk penentuan konsentrasi sampel asam, JANGAN lupa diencerkan terlebih dahulu
 JANGAN lupa menggunakan indicator
 AJARKAN cara menggunakan buret dan pipet volume yang benar
 PASTIKAN alat dicuci setelah dipakai dan PASTIKAN buret dicuci dan dipasang terbalik pada statif dgn
posisi kran buret terbuka

Hal yang perlu dijelaskan


 Ajarkan bagaimana menentukan pH
 Ajarkan cara menurunkan rumus penentuan pH dan menentukan Ka asam lemah menggunakan kurva titrasi
 Jelaskan cara pemilihan indicator

Pertanyaan untuk didiskusikan:


 Jelaskan apa yang dimaksud dengan asam dan basa (berdasarkan 3 teori asam basa)! Tekankan bahwa
ketiga teori tersebut digunakan untuk menjelaskan spesi atau kasus yang berbeda.
 Jika dilihat secara kuantitatif, apa yang dimaksud dengan asam, basa, dan netral? Hilangkan pemahaman
bahwa yang dimaksud dengan asam adalah yang memiliki pH < 7, basa pH > 7, dan netral pH = 7. Acuan
nilai 7 hanya berlaku jika kita bekerja pada suhu 25°C. Tetapan autoionisasi air dipengaruhi oleh suhu.
Arahkan bahwa:
o asam adalah jika [H+] > [OH−]
o basa adalah jika [OH−] > [H+]
o netral adalah jika [H+] = [OH−]
 Berikan contoh asam lemah selain CH3COOH. Berikan contoh basa lemah selain NH3.
o Biasanya, mahasiswa akan sulit mencari contoh asam lemah dan basa lemah. Padahal, kalau mereka
memahami hubungan pasangan asam basa konjugasi, mereka bisa memberikan contoh lain yang lebih
banyak.
 Jelaskan apa yang dimaksud dengan pasangan asam basa konjugasi? Berikan contohnya? Apa hubungan
kekuatan asam basa dari pasangan asam basa konjugasi? Hubungannya pasangan asam-basa konjugasi:
o SEMAKIN kuat suatu asam, basa konjugasinya SEMAKIN lemah. SEMAKIN kuat suatu basa, asam
konjugasinya semakin lemah.
o Ka.Kb = Kw

3
LABORATORIUM KIMIA DASAR Reaksi Asam dan Basa
PROGRAM STUDI KIMIA FAKULTAS MIPA
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG oleh UT
o Reaksi asam basa cenderung mengarah pada pembentukan asam dan basa lemah. Jelaskan dengan
contoh.
 Apa hubungan nilai Ka dengan pKa dan kekuatan asam? Apa hubungan nilai Kb dengan pKb dan kekuatan
basa.
 Apakah garam selalu bersifat netral? Berikan contoh garam yang bersifat asam, basa, dan netral. Hilangkan
pemahaman bahwa :
o Garam yang bersifat asam adalah garam yang dibentuk dari asam kuat dan basa lemah. Tetapi, garam
bersifat asam karena di dalam larutan melepaskan H+ atau H+] > [OH−]
o Garam yang bersifat basa adalah garam yang dibentuk dari basa kuat dan asam lemah. Tetapi, garam
bersifat basa karena di dalam larutan melepaskan OH−atau [OH−] > [H+]
o Garam yang bersifat netral adalah garam yang dibentuk dari asam kuat dan basa kuat. Tetapi, garam
bersifat netral karena di dalam larutan tidak melepaskan H+ atau OH− atau jumlah [H+] = [OH−].
 Bagaimana menghitung pH:
o asam kuat
o basa kuat
o asam lemah. Hindari rumus-rumus praktis ketika di SMA. Jumlah yang terionisasi yang dapat diabaikan
adalah jika nilai x < 5% terhadap nilai yang diabaikan.
o basa lemah. Hindari rumus-rumus praktis ketika di SMA. Jumlah yang terionisasi yang dapat diabaikan
adalah jika nilai x < 5% terhadap nilai yang diabaikan.
o campuran asam kuat dengan basa kuat
o campuran asam kuat dengan basa lemah
o campuran asam lemah dengan basa kuat
o campuran asam lemah dengan basa lemah