Anda di halaman 1dari 26

DISAIN REAKTOR NON-ISOTERMAL

Bagian 2
PFR/PBR Non Isotermal

Prof. Dr. Ir. Slamet, M.T.


Departemen Teknik Kimia FTUI
Februari 2020
2. Reaktor PFR Adiabatis

Pers. Disain untuk PFR :

dX
FAo   rA ( X , T ) (16)
dV

Pers. Neraca energi untuk Q=0 dan W=0 :

     Cp dT
T n
X  H (TR ) 
0
R i i (17)
Tio i 1

Lihat algoritma disain PFR berikut (perhitungan manual,


solusi secara grafis):
- Tentukan X dg increment tertentu
- Hitung T dg pers. Neraca energi
- Hitung konstanta yg merupakan fungsi T
- Hitung laju reaksi (-rA)
- Kurvakan (Fao/-rA) sbg sb-Y versus Konversi sbg sb-X 2
- Hitung Volume Reaktor dr luas area di bawah kurva tsb
Algoritma disain reaktor
PFR non-isothermal (perhitungan manual)

3
Contoh perhitungan manual

Plot kurva
(FAo/-rA) vs X
3. Reaktor PFR Non-Adiabatis
q Ta

FAo T FAB
T0 TB
V V+ V
q = Ua(T a-T)
Dari neraca energi diperoleh :
dT Ua (T a  T ) + (  r A )  H R (T ) 

dV (
F A 0   i Cp i + X . Cp ) (18)

Dari neraca mol PFR diperoleh (pers. 16):


dX  rA
  f ( X ,T ) (19)
dV FAo

Pers. (18) dan (19) harus diselesaikan secara simultan.

Contoh soal : 15.5 5


4. Jika Ta tdk konstan
Jika Ta tidak konstan, dari neraca energi di HE diperoleh:
dTa Ua(Ta  T ) dTa Ua(T  Ta ) (19A)
 atau 
dV mc .Cpc dV mc .Cpc

Co-current

Counter-current

Ketiga Pers. Diferensial: (18), (19) dan (19A) harus 6


diselesaikan secara simultan.
Contoh Reaktor Non-Isotermal
(dengan Ta tidak konstan)

Reaksi fasa gas:


A B+C
Contoh Reaktor Non-Isotermal
(Co-Current)
Co-Current HE
1300 0.25

1200
0.2
1100
Suhu (T, Ta), K

1000
0.15

Konversi, X
900

T, K 0.1
800
Ta, K
X
700
0.05
600

500 0
0 0.002 0.004 0.006 0.008 0.01 0.012
Volume, m^3
Contoh Reaktor Non-Isotermal
(Counter-Current)
Counter-Current HE
6500 0.7

T, K
0.6
5500 Ta, K
X
0.5
4500
Suhu (T, Ta), K

Konversi, X
0.4
3500
0.3

2500
0.2

1500
0.1

500 0
0 0.002 0.004 0.006 0.008 0.01 0.012
Volume, m^3
Contoh Reaktor Non-Isotermal
(Ta konstan)

Konversi, X
5. Reaktor PBR Non-Adiabatis
q Ta

FAo T FAB
T0 TB
W W+W
q = Ua(T a-T)

Untuk Reaktor Heterogen (PBR):

dX '
 rA

dW FAo
 Ua 
 (Ta  T ) +   rA
'   H o 
 
     Rx 

dT c 
dW FA
o (
i C p + X .C p
i
)

dy
 (1 + X )(T / To )
dW 2y
11
Contoh PBR dg HE & Pressure Drop

0.01

15

100
Cp = 0 12
Contoh PBR non-isotermal & Pressure Drop

13
Contoh PBR Non-Adiabatis & Pressure Drop

14
Contoh PBR Adiabatis & Pressure Drop

15
Contoh PBR Non-Adiabatis & tanpa Pressure Drop

16
KONVERSI KESETIMBANGAN
Konversi kesetimbangan ( Xe) adalah konversi tertinggi yg dpt dicapai
pada reaksi reversibel.
Untuk reaksi ENDOTERMIS  Xe naik dengan naiknya T
Untuk reaksi EKSOTERMIS  Xe turun dengan naiknya T

1. Temperatur Adiabatis dan Xe


Untuk menentukan konversi maksimum reaksi EKSOTERMIS yang
dilakukan secara ADIABATIS, lihat kurva berikut :

X Kesetimbangan
Neraca
Energi
Xe
Xe sebagai fungsi T dicari dari
pers. laju dengan membuat To 1 > To
–rA = 0 (reaksi setimbang) yg
dikombinasi dg kesetimbangan
termodinamik

To To 1 Tadb T 17
2. Temperatur Umpan Optimum
Untuk reaksi reversibel eksotermis :
 Jika Tumpan sangant tinggi  laju reaksi spesifik sangat tinggi &
reaksi berjalan sangat cepat, tapi Xe mendekati nol.
 Jika T umpan sangat rendah  laju reaksi spesifik mendekati nol dan
rekasi berjalan sangat lambat ( X mendekati nol), meski Xe tinggi.
 Harus dicari T optimum .

X Xe

Topt
To

18
Informasi lebih rinci  Fogler edisi 4, hal : 520 - 521
Multi-Bed Adiabatic Reactor
Dari neraca energi untuk adiabatis :
T

   i Cpi dT   Cˆ p (T  T )
X EB  To  i i 0
(20)
 H R (T )  H R (T )

Jika menggunakan pendingin atau pemanas interstage kurva


X vs T adalah sbb:
X Xe X Xe

T 19
Reaksi Eksotermis T Reaksi Endotermis
Contoh soal : 15-6 dan 15-7.
STUDI KASUS

REAKTOR INDUSTRI ASAM SULFAT

20
Produksi Asam Sulfat
 Termodinamika & Kinetika
(1). S (l ) + O2 ( g )  SO2 ( g ) H  298.3 kJ / mol
(2). SO2 ( g ) + 1 2 O2 ( g )  SO3 ( g ) H  98.5 kJ / mol
(3). SO3 ( g ) + H 2O( l )  H 2 SO4 ( l ) H  130.4 kJ / mol

Untuk oksidasi SO2:


Pemodelan Reaktor

(1). Neraca mol:

(2). Neraca energi:


0.09

(3). Neraca momentum:

 3 persamaan tsb harus di-solusi secara simultan


1. Adiabatis
# Jenis Reaktor: 2. Non-Adiabatis
3. Adiabatis + interstage cooler
4. Adiabatis + interstage cooler + absorber
Simulasi Reaktor
Simulasi Reaktor
Simulasi Reaktor
Simulasi Reaktor