Anda di halaman 1dari 15

TUGAS TEKNIK REAKSI KIMIA 2

REVIEW JENIS-JENIS REAKTOR INDUSTRI DAN ANALISIS


PEMODELAN REAKTOR TERHADAP SALAH SATU
FENOMENA ALAM (REAKTOR ALAM)

Diusulkan oleh:

Bima Setyaputra 1406604664 2014


Firdania Fauziah 1606837221 2016

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK
2019
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii


DAFTAR TABEL ................................................................................................ iii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ iii
1. REVIEW JENIS-JENIS REAKTOR DALAM INDUSTRI DAN
ANALISISNYA ......................................................................................................1
1.1 Definisi Reaktor Kimia .............................................................................1
1.2 Perancangan Reaktor Kimia ......................................................................1
1.3 Klasifikasi Jenis Reaktor ...........................................................................2
1.4 Jenis Reaktor Industri ................................................................................5
1.4.1 Reaktor Aliran Produk Tunggal tanpa Separasi ....................................5
1.4.2 Reaktor Aliran Produk Ganda tanpa Separasi .......................................6
1.4.3 Reaktor Aliran Produk Tunggal dengan Separasi..................................6
1.4.4 Separasi Ganda yang Melibatkan Aliran Feed dan Produk Reaktor .....7
1.4.5 Reaktor dengan Recycle .........................................................................7
2. ANALISIS PERMODELAN REAKTOR TERHADAP SALAH SATU
FENOMENA ALAM .............................................................................................8
2.1 Pencernaan Koala (Phacolactos Cinereus) ...............................................8
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................12

ii
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Tipe-tipe Reaktor di Industri .............................................................................. 3
Tabel 1.2 Perbandingan Reaktor Kimia di Industri ............................................................ 4

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Contoh Reaktor Kimia di Industri ................................................................. 1
Gambar 1.2 Diagram alir untuk reaktor tunggal yang memproduksi satu aliran produk .. 5
Gambar 1.3 Diagram alir untuk reaktor tunggal yang menghasilkan dua aliran produk... 6
Gambar 1.4 Diagram alir untuk aliran produk reaktor tunggal dengan separasi ............... 6
Gambar 1.5 Diagram alir dengan separasi ganda pada aliran feed dan produk ................ 7
Gambar 1.6 Diagram alir dengan recycle .......................................................................... 7
Gambar 1.7 Pemodelan Sistem Pencernaan Koala ............................................................ 9
Gambar 1.8 usus halus sebagai PFR................................................................................ 10
Gambar 1.9 Permodelan hindgut sebagai CSTR ............................................................. 10

iii
1

1. REVIEW JENIS-JENIS REAKTOR DALAM INDUSTRI DAN


ANALISISNYA

1.1 Definisi Reaktor Kimia


Reaktor kimia merupakan salah satu alat yang mempunyai peranan penting
dalam industri kimia industri kimia, petrokimia serta minyak dan gas. Pada alat ini,
terjadi reaksi dimana bahan mentah akan menjadi hasil jadi berupa produk yang
lebih berharga untuk dijual ke pasaran. Oleh karena itu reaktor kimia sering disebut
sebagai suatu bejana tempat berlangsungnya reaksi kimia. Rancangan dari reaktor
kimia tergantung dari banyak variabel, dimana hal-hal tersebut dipelajari di dalam
ilmu teknik kimia. Secara umum, reaktor kimia harus dapat melaksanakan
setidaknya tiga fungsi, yaitu memberikan waktu tinggal yang diperlukan reaktan
untuk menyelesaikan reaksi, memungkinkan terjadinya pertukaran panas yang
diperlukan, serta mengontakkan antar fasa zat yang bereaksi untuk mempercepat
reaksi.

Gambar 1.1 Contoh Reaktor Kimia di Industri

1.2 Perancangan Reaktor Kimia


Perancangan suatu reaktor kimia yang baik harus mengutamakan efisiensi
kinerja reaktor, sehingga didapatkan produk hasil dibandingkan input yang besar,
berharga, dapat menghasilkan pendapatan yang besar dan menguntungkan, dengan
pengeluaran biaya yang diusahakan seminimal mungkin, seperti biaya modal, biaya
operasi, dan lain sebagainya. Biaya operasi biasanya merupakan besarnya energi
yang akan diberikan atau diambil, harga bahan baku pembuatan suatu produk, gaji
operator, teknisi, dan banyak lagi. Perubahan energi dalam suatu reaktor kimia bisa
terjadi karena adanya pemanasan atau pendinginan (terkait dengan perubahan suhu),
2

perubahan tekanan karena pemompaan, frictional pressure loss (seperti pressure


drop pada suatu pipa siku 90o atau suatu lempeng orifis), gaya gesek antara
pengaduk dan zat/cairan yang akan diolah, beserta kejadian lainnya. Selain itu,
faktor keselamatan dan kesehatan kerja serta lindung lingkungan juga harus
diperhatikan dalam pengoperasian reaktor kimia.
Dalam memilih reaktor yang tepat, terdapat beberapa pertimbangan yang
dapat mempengaruhi reaktor seperti apa yang akan digunakan. Biasanya, pemilihan
jenis reaktor dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu sebagai berikut :
1. Fase zat pereaksi dan hasil reaksi
2. Tipe reaksi dan persamaan kecepatan reaksi, serta ada tidaknya reaksi
samping
3. Kapasitas produksi
4. Harga alat (reaktor) dan biaya instalasinya
5. Kemampuan reaktor untuk menyediakan luas permukaan yang cukup
untuk perpindahan panas
Sebelum melakukan operasi, perlu dilakukan pemilihan reaktor yang akan
digunakan secara tepat, dengan melihat pertimbangan-pertimbangan yang telah
dibahas diatas tadi. Tujuan untuk pemilihan reaktor yang tepat adalah sebagai
berikut :

1. Menghasilkan pendapatan dengan keuntungan yang besar


2. Menekan biaya produksi
3. Modal yang kecil, atau volume reaktor yang minimum
4. Pengoperasian reaktor yang sederhana, tidak rumit dan murah
5. Terjaminnya keselamatan dan kesehatan kerja
6. Meminimalisir polusi terhadap lingkungan sekitar

1.3 Klasifikasi Jenis Reaktor


Untuk mengklasifikasikan jenis-jenis reaktor, perlu diketahui jumlah fasa
yang berada di dalam reaktor, apakah ada sistem agitasi dan modus operasi, apakah
termasuk reaktor continuous, semi-continuous ataupun discontinuous. Hal yang
juga patut dicatat adalah sebagian besar reaktor kimia dilengkapi dengan alat
penukar panas (heat exchanger) dalam bentuk external jackets atau internal coils
dengan cairan yang mengalir melalui heat exchanger tersebut yang mempengaruhi
3

perubahan suhu pada reaktor, atau dengan kata lain bertindak sebagai pengatur suhu
pada reaktor.
Tipe-tipe reaktor dalam industri berdasarkan fitur, operasi aliran, dan contoh
reaksi di dalamnya dapat dirangkum dalam bentuk tabel sebagai berikut:

Tabel 1.1 Tipe-tipe Reaktor di Industri

Tipe Reaktor Fitur Operasi Contoh Reaksi di Reaktor


Stirred tank Pengoperasian yang D, S, C Reaksi organik obat-obatan,
fleksibel, produksi melamin, produksi
mencampur reaktan senyawa organik nitro,
dengan baik sulfonasi benzena, reaksi
esterifikasi, reaksi
saponifikasi, dll
Stirred multiphase Bagus dalam C, S Polimerisasi suspensi/emulsi,
mencampur antar klorinasi senyawa aromatik,
fasa dan mengatur oksidasi senyawa organik
suhu (seperti p-xilena menjadi
asam tereftalat, asetilena
menjadi asetaldehid,
sikloheksana menjadi
sikloheksanon dan asam
adipat)
Multiphase bubble Memungkinkan C, S Oksidasi etil benzena, kumena
column untuk bekerja dalam dan isobutana menjadi hidro-
tahap pemisahan, peroksida, oksi-klorinasi
dan beroperasi dalam propena menjadi
mode co-current dan chloropropane, absorpsi
contra-current oksida nitrat atau anhydride
sulfat menjadi nitrat dan
produksi asam sulfat, serta
ftalimida
Burners Waktu kontak yang C Pembakaran H2S menjadi
singkat, suhu tinggi SO2, produksi karbon hitam,
asetilena, gasifikasi tekanan
tinggi untuk produksi syngas
Homogeneous Bagus dalam C Thermal cracking
tubular mengatur waktu hidrokarbon, visbreaking
tinggal dan mengatur (reaksi endoterm), dan reaksi
suhu klorinasi metana, propena dan
butadiena, polimerisasi etilena
menjadi LLDPE (reaksi
eksotermis)
4

Tabel 1.1 Tipe-tipe Reaktor di Industri (Lanjutan)

Tipe Reaktor Fitur Operasi Contoh Reaksi di Reaktor


Heterogeneous Bagus dalam C Reaksi katalitik heterogen
tubular mengatur waktu (sintesis NH3, CH3OH,
tinggal dan mengatur styrene, dll), reaksi reforming
suhu, terdapat fluida hidrokarbon (Platforming,
katalis di permukaan hydrocracking, dll),
antar surface dehidrogenasi etilbenzena
menjadi styrene
Tubular multiphase Luas antarmuka C Klorinasi dan oksidasi
yang tinggi, Bagus senyawa organik, produksi
dalam mengatur adiponitril dari asam adipat
waktu tinggal dan amonia, produksi nitro
aniline, oksidasi etilen
menjadi asetaldehida
Three phases Luas antarmuka yang C, S Oksidasi katalitik senyawa
(trickle-bed) tinggi, beroperasi organik liquid
dalam mode co-
current dan contra-
current
Fluidized bed reactor Pencampuran C Reaksi pembakaran bijih,
reaktan dan kontrol reaksi klorosis hidrokarbon
suhu tinggi terklorinasi, klorinasi metana,
catalytic cracking
hidrokarbon, pembakaran
heavy-oil, produksi melamin
dari urea meleleh
*Keterangan: C, continuous operation; D, discontinuous operation; S, semi-continuous operation

Tabel 1.2 Perbandingan Reaktor Kimia di Industri

Type
Prinsip Kerja Kelebihan Keterbatasan Aplikasi
Reaktor
Batch Semua reaktan Produksi skala kecil Tidak cocok Digunakan dalam
Reactor ditambahkan untuk industri kimia
Proses dimana
pada permulaan produksi seperti tinta,
beberapa produk
dan produk skala besar. pewarna, polimer
berbeda dihasilkan
berada dalam dan industri
dalam peralatan yang Produk akhir
tangki pada makanan
sama. hanya
penyelesaian dihasilkan
reaksi Reaksi yang butuh
ketika reaksi
waktu reaksi lama.
telah selesai
Selektivitas tinggi.
5

Type Prinsip Kerja Kelebihan Keterbatasan Aplikasi


Reaktor
Continous Satu atau lebih Sangat fleksibel. Lebih rumit Industri kimia
Stirred fluida regen di Produk samping dapat dan mahal. yang yang
Tank masukkan ke dihilangkan diantara melibatkan reaksi
Semua
Reactor dalam tangki reaksi liquid/gas
kalkulasi
(CSTR) reaktor yang Menguntungkan untuk menggunakan
dilengkapi operasi beberapa CSTR asumsi
dengan baling- baik secara seri atau pencampuran
baling disaat paralel. sempurna.
efluen reaktor
dipulihkan.
Plug Satu atau lebih Efisiensi yang lebih Tidak Reaktor tubular
Flow fluida regen tinggi dibandingkan ekonomis secara khusus
Reactor dipompa melalui CSTR pada volume untuk jumlah sesuai untuk
(PFR) pipa atau tabung. yang sama. kecil kasus yang
Hal ini dicirikan mempertimbang
PFR dapat memililki
dengan gradien kan perpindahan
beberapa pipa dan
konsentrasi kalor, di mana
tabung paralel
berkelanjutan tekanan tinggi
pada arah aliran. Dapat dilakukan dan suhu sangat
operasi secara vertikal tinggi atau rendah
maupun horizontal. terjadi.

1.4 Jenis Reaktor Industri


Desain reaktor yang digunakan pada manufaktur produk di industri kimia
bergantung pada material yang dihasilkan, dan dapat diklasifikasikan menjadi lima
tipe umum.
1.4.1 Reaktor Aliran Produk Tunggal tanpa Separasi

Gambar 1.2 Diagram alir untuk reaktor tunggal yang memproduksi satu aliran produk
(Sumber: Foggler, Scott. 2006)
6

Beberapa proses manufaktur kimia seperti yang ditunjukkan pada gambar di


atas tidak melibatkan perlatan lain selain sebuah reaktor yang mana reaktan
diumpankan ke dalamnya tanpa purifikasi, dan darinya didapatkan aliran produk
keluar sebagai fasa tunggal yang siap digunakan.

1.4.2 Reaktor Aliran Produk Ganda tanpa Separasi


Proses ini didapatkan ketika reaktan dan produk berada dalam fase yang
berbeda seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas. Umpan yang tidak bereaksi
dapat keluar baik dalam satu atau kedua fase.

Gambar 1.3 Diagram alir untuk reaktor tunggal yang menghasilkan dua aliran produk
(Sumber: Foggler, Scott. 2006)

1.4.3 Reaktor Aliran Produk Tunggal dengan Separasi

Gambar 1.4 Diagram alir untuk aliran produk reaktor tunggal dengan separasi
(Sumber: Foggler, Scott. 2006)

Pada kebanyakan proses kimia produk yang diinginkan harus dipisahkan dan
dihilangkan dari campuran ketika menginggalkan reaktor. Beberapa skema separasi
yang umum digunakan adalah distilasi, kristalisasi, ekstraksi pelarut, absorpsi,
adsorpsi, filtrasi, dan pertukaran ion. Pada diagram alir di atas, dilakukan pemulihan
7

secara absorbsi dengan pelarut yang sesuai dilanjutkan dengan stripping pada
kolom distilasi. Reaktan yang tidak terkonversi dapat keluar bersama tail gas, salah
satu aliran produk atau kombinasi keduanya.

1.4.4 Separasi Ganda yang Melibatkan Aliran Feed dan Produk Reaktor

Gambar 1.5 Diagram alir dengan separasi ganda pada aliran feed dan produk
(Sumber: Foggler, Scott. 2006)

Diagram alir tipe ke empat identic dengan tipe ke tiga, namun dengan
tambahan separasi juga dilakukan pada bahan dasar. Pada gambar yang ditunjukkan
di ataas, purifikasi bahan dasar dilakukan secara adsorpsi dan purifikasi produk
dilakukan secara absorpsi dan stripping. Cara separasi lainnya akan melibatkan tipe
blok diagram yang sama.

1.4.5 Reaktor dengan Recycle

Gambar 1.6 Diagram alir dengan recycle


(Sumber: Foggler, Scott. 2006)

Aliran yang digambarkan di atas sangatlah umum untuk proses kimia


berjumlah besar yang memiliki beberapa bentuk aliran recycle. Recycle melibatkan
pengembalian sebagian atau keseluruhan aliran proses dari tahap akhir menuju
tahap awal proses. Tujuan umum dari recycle pada proses kimia adalah untuk
8

meminimalisasi konsumsi material per satuan produk dihasilkan. Maka, ketika


suatu reaksi belum tuntas karena kinetika atau kesetimbangan yang kurang baik,
material yang tidak terkonsumsi dipisahkan dari aliran produk. Ketika material di
recycle dengan cara ini, pembersihan harus disediakan untuk mencegah akumulasi
pengotor.

2. ANALISIS PERMODELAN REAKTOR TERHADAP SALAH SATU


FENOMENA ALAM

2.1 Pencernaan Koala (Phacolactos Cinereus)


Koala adalah hewan marsupial dari Australia yang berbentuk seperti beruang.
Koala memiliki bulu keabuabuan yang tebal dan memakan daun eucalyptus. Koala
merupakan hewan yang unik karena koala merupakan sedikit dari spesies mamalia
yang dapat memakan daun eucalyptus. Daun eucalyptus sangat tidak bernutrisi dan
merupakan racun pada kebanyakan hewan. Hewan marsupial ini memiliki sistem
pencernaan yang spesial karena dapat mengekstrak nutrisi dari tumbuhan beracun
yang dapat membuat hewan lain sakit. Koala mengunyah dengan sangat lambat
memeakan satu demi satu daun dan mengunyahnya menjadi partikel yang lebih
kecil sehingga dapat dicerna. Karena mereka mencerna air dari daun tersebut,
mereka jarang minum.
Sistem pencernaan koala terdiri dari perut, usus kecil, caecum, proximal
colon, distal colon, dan rectum. Daun yang dimakan oleh koala dari mulut akan
melewati esofagus dan memasuki perut dimana makanan akan dicerna oleh
lambung dengan katalis enzim dan gerakan peristaltik. Lalu makanan yang telah
dicerna dalam perut akan melewati usus kecil dan melewati caecum. Koala
memiliki caecum yang yang sangat panjang (200 cm) karena sebagian
pencernaannya berlangsung pada bagian ini dan usus besanya. Partikel kasar akan
langsung menuju ke usus besar tanpa difermentasi di caecum sementara partikel
yang lebih halus akan diproses di caecum. Pada caecum terdapat jutaan bakteri yang
dapat memecah serat menjadi zat yang lebih mudah untuk diserap (fermentasi).
Setelah melewati caecum makan akan melewati usus besar (proximal dan distal)
untuk mengurangi kandungan airnya. Pada akhirnya makanan akan menjadi feses.
Sistem pencernaan koala sebagai suatu proses kimia dimana unit-unit
pencernaan dianalogikan sebagai reaktor yang disusun secara seri. Pemodelan yang
gunakan untuk pencernaan koala dapat dilihat pada Gambar 1.7
9

Gambar 1.7 Pemodelan Sistem Pencernaan Koala


(Sumber: Foggler, Scott. 2006)

Bagian perut koala, dianalogikan sebagai CSTR karena pada perut


dimasukkan umpan berupa makanan yang kemudian akan direaksikan dengan
enzim. Pencernaan pada perut juga dibantu dengan gerakan peristaltik sehingga
umpan dan enzim dapat bereaksi dengan lebih cepat. Gerakan peristaltik tersebut
dapat dianalogikan seperti sebuah stirrer pada CSTR. Reaksi yang terjadi pada
perut adalah :

Dimana A merupakan makanan yang masuk dari mulut, E merupakan enzim


pencernaan pada perut, dan P merupakan produk hasil reaksi.
Pada usus halus, tidak ada gerakan serupa strirrer pada CSTR sehingga kami
analogikan usus halus sebagai PFR karena bentuknya yang silindris dan panjang.
Proses pencernaan di usus halus juga berlangsung secara kontinu. Skema
permodelan usus halus koala sebagai PFR dapat dilihat pada Gambar 2.2.
10

Gambar 1.8 usus halus sebagai PFR


(Sumber: Foggler, Scott. 2006)

Setelah melewati usus halus, maka makanan akan dipisahkan berdasakan


tingkat kekasaran dan ukurannya dimana partikel yang lebih halus akan diproses di
caecum sementara yang lebih kasar dan besar akan langsung menuju usus besar.
Hal ini kami modelkan sebagai separator. Partikel yang halus akan memasuki
caecum dan mengalami proses autocatalytic microbial fermentation dimana bakteri
T-PCDE akan mengurai Tannin dari daun eukaliptus sehingga dapat dicerna. Pada
caecum dan proximal colon terdapat proses mixing yang berlangung cepat namun
tidak instan. Serupa dengan reaktor CSTR ideal. Oleh karena itu bagian caecum dan
proximal colon(hindgut) dapat kami modelkan sebagai CSTR seperti pada Gambar
2.3.

Gambar 1.9 Permodelan hindgut sebagai CSTR


(Sumber: Foggler, Scott. 2006)
11

Setetal melewati hindgut, makanan akan melalui proses rearbsorpsi pada


usus besar dan rectum yang kita analogikan sebagai PFR karena tidak ada proses
mixing yang terjadi selama makanan melewati usus besar dan rectum. Setelah itu
makanan akan keluar menjadi feses.
12

DAFTAR PUSTAKA
Beccari, Mario and Romano, Ugo. 2007. Encyclopedia of Hydrocarbons. Roma:
Instituto Della Enciclopedia Italiana, Fondata Da Giovanni Treccani S.p.A.
Davis, Rovert E. and Davis, Robert J. 2003. Fundamental of Chemical Reaction
Engineering. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.
Foggler, Scott. 2006. Elements of Chemical Reaction Engineering, 4th edition. New
York: Pearson Education, Inc.
Levenspiel, Octave. 1999. Chemical Reaction Engineering, 3rd edition. New York:
John Wiley & Sons, Inc.