Anda di halaman 1dari 2

1.

Kita menjelaskan terlebih dahulu mengapa kita memberikan teknik disensitisasi ini kepada konseli,
agar konseli yakin percaya dan traumanya dapat berkurang

2. Pastikan kita berada di tempat yang tenang dan juga konseli dalam keadaan atau kondisi yang
nyaman yang dimana tempat ini bisa digunakan untuk rileksasi

3. Analisis perilaku yang menimbulkan kecemasan pada konseli menganalisis mengapa konseli tersebut
takut atau cemas terhadap ketinggian, jadi disini konselor mengerti apa saja yang menyebabkan konseli
itu takut pada ketinggian.

4. Kemudian menyusun hierarki ataupun jenjang mulai dari yang paling ringan (di atas) sampai yang
paling berat (di bawah) contoh dengan tingkat ketinggian 10meter-8meter-6meter-4meter-2meter-
1meter,kemudian hingga puluhan centimeter. Hal ini didasarkan adanya kesepakatan anatar konselor
dan konseli, dengan sesuai symtom yg dipaparkan oleh klompok sindika, misalkan keringat dingin,
gemeter,saat berada ditempat yang tinggi.

5. Kemudian kita beri latihan rileksasi otot, dimulai dari lengan hingga kaki yang dimana elor melatih
konseli untuk mencapai keadaan rileks/santai, hal ini konselor memandu/mengarahkan konseli
untukmerenggangkan otot2 dari ujung kepala hingga ujung kaki. Latihan rileksasi ini harus berlangsung
dalam ruangan yang tenang, cukup pencahayaan,tidak ada kebisingan di luar ruangan.

6. Konseli di minta untuk membayangkan situasi yang menyenangkan menurut konseli hal hal yang
membuatnya senang dan tenang serta rileks saat membayangkannya

7. Setelah konseli telah membayangkan hal yang membuatnya senang konselor dengan pelan pelan
mengarahkan konseli untuk membayangkan situasi atau sesuai symptom konseli dari yang kurang
cemas hingga situasi paling mencemaskan, hal ini membayangkan jika konseli sedang berada digedung
yang tinggi.

8. Jika konseli merasa tidak sanggup atau dia merasa cemas, konselor dapat meminta konseli untuk
kembali membayangkan hal yang menurutnya bahagia.

9. Lalu, konselor dan konseli secara bersama menyusun hierarki atau jenjang kecemasan, si konseli
mengalami perubahan atau penurunan tidakdalam keadaan cemasnya. Si konselor menulisnya dikertas.

1. Badan menjadi lemas, mnrut saya dengan ketinggian 5 meter diatas permukaan dengan level 5 dari
10

2. Saya merasakan ketakutaan yang sangat ketika berada diketinggian 6 meter diatas permukaan
dengan level 6 dari 10

3. Saya merasakan berkeringat dingin saat berada di gedung diketinggian 7 meter dari permukaan
dengan level 7 dari 10

4. Badan saya terasa gemetar jika berkuliah digedung berlantai dengan ketinggian 8 meter dari
permukaa dengan level 8 dari 10
5. Terbayang ada orang jatuh, dengan ketinggian 9 meter dari permuakaan dengan level 9 dari 10.