Anda di halaman 1dari 67

PETUNJUK PRAKTIKUM

SIG 1 : DASAR

Oleh :
Taufik Hery Purwanto, S.Si., M.Si.
Nuril Umam
Filialdi Nur Hidayat

LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS


FAKULTAS GEOGRAFI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2013

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 1


KATA PENGANTAR

Maha besar Allah yang telah menciptakan bumi dan segala isinya, segala puji bagi-Nya
yang telah mengijinkan kita menghirup segarnya udara kehidupan bumi. Puji syukur alhamdulillah
telah selesai sebuah petunjuk praktikum Sistem Informasi Geografi dengan Software ArcGIS 10.1,
harapannya petunjuk praktikum ini dapat digunakan sebagai panduan dalam praktikum Sistem
Informasi Geografi 1 : DASAR
Terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah bersedia membantu
dalam proses pembuatan petunjuk praktikum ini.
Sebaik baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi yang lainya dan semoga
petunjuk praktikum ini dapat bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan kepada para pembaca
dan pengguna, kita sadari bahwa manusia tak lepas dari kesalahan dan kekurangan sehingga
penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk terus meningkatkan dan
mengembangkan wawasan sebagai perbaikan di masa datang.
Sedikit pesan dari penyusun kepada para pembaca dan pengguna petunjuk praktikum ini
“Bersungguh – Sungguhlah dan jangan malas sesungguhnya penyesalan dibelakang hari hanya ada
bagi orang yang malas.”

Yogyakarta, September 2013

Tim Penyususn

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 2


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL 1
KATA PENGANTAR 2
DAFTAR ISI 3
ACARA 1 Membangun Geodatabase dan Georeferencing 4
ACARA 2 A Input data I (on-screen digitation) 12
ACARA 2 B Input Data II (live digitation) 15
ACARA 2 C Input Data III 18
ACARA 3 Topology Rules 25
ACARA 4 Updating Data 31
ACARA 5 Geoprocessing 36
ACARA 6 Spatial Adjusment 46
ACARA 7 Simbologi 53
ACARA 8 Displaying Data (layouting) 58

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 3


ACARA 1
MEMBANGUN GEODATABASE DAN GEOREFFENCING

TUJUAN : 1. Melatih keterampilan mahasiswa dalam membengun geodatabase secara


benar dan efisien.
2. Mahasiswa dapat melakukan georefencing dengan benar.

LANGKAH KERJA
Geodatabase dapat diartikan sebagai kumpulan data geografis yang terdapat pada
perangkat lunak ArcGIS. Untuk membangun geodatabase ini dapat dilakukan pada aplikasi
ArcCatalog ( ) yang tersedia dengan langkah kerja sebagai berikut :
1. Buka ArcCatalog  untuk memudahkan dalam membuka data maka koneksikan
lokasi folder tempat kita akan menyimpan data selama praktikum dengan men-klik
pada ikon Connect to Folder ( )

Setelah klik pada ikon Connect to Folder tentukan lokasi folder penyimpanan data.

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 4


2. Buatlah Personal Geodatabase pada folder “SIG1” dengan nama “Praktikum”.

# Dalam Personal Geodatabase, terdapat Feature Dataset, Feature Class, Table, Raster
Catalog, dan Raster Dataset.
3. Untuk memudahkan dalam penyimpanan data, aturlah data environtment dengan cara
klik kanan pada ArcToolbox ( ), pilih Environment.

4. Kemudian aturlah Workspace ke geodatabase yang diinginkan.

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 5


5. Tahap selanjutnya ialah pembuatan domain.
Pembuatan domain ini dimaksudkan agar
lebih mudah dalam proses pengisian data
atribut.

Caranya yaitu dengan klik kanan pada


geodatabase lalu pilih properties. Akan muncul Database Properties sebagai
berikut :

# Isikan pada Domain Name : Tekstur tanah


#Field type : Text
#Pada Coded Values isikan :
Code Description
1 Debuan
2 Lempung
3 Pasiran
4 Tubuh Air

6. Kemudian buatlah Feature Dataset, dengan cara klik kanan pada personal
geodatabase dan beri nama “Peta_Dasar”.

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 6


Peta_Dasar

7. Setelah Pemberian nama pada feature dataset, kemudain aturlah proyeksi dengan cara
klik next  Projected Coordinat System  UTM  WGS 1984  (klik kanan dan
pilih add to favorite untuk memudahkan dalam pengisian proyeksi berikutnya). Atur
batas ketinggian apabila akan menyajikan atau melibatkan data ketinggian. Langsung
klik next apabila tidak melibatkan data ketinggian / unsur Z, next  finish. Feature
dataset telah siap digunakan.

8. Tahap selanjutnya adalah pembuatan Feature Class, yaitu dengan cara klik kanan
pada feature dataset “Peta_Dasar”, lalu pilih Feature Class.

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 7


- name : Admin_Sedayu
- alias : Batas Administrasi
- type : Polygon

# Pada Field Name, tambahkan Kelurahan


dengan tipe data text  finish.

9. Lakukan tahap nomor 5, untuk feature class sungai dan jalan.


# Jalan - name : JalanSedayu # Sungai - name : SungaiSedayu
- alias : Jalan - alias : Jalan
- type : Polyline - type : Polyline
10. Tahap selanjutnya ialah pembuatan feature class dalam bentuk Annotation Feature
dalam feature dataset “Peta_Dasar”.
- name : JalanSedayu - alias : Jalan - type : Polyline

Kemudian beri tanda check ( √ ) pada Link


the annotation to following feature class.
Pilih Batas_Admin  klik next.

11. Isikan Reference Scale pada skala 1:250.000. Kemudian klik next.
12. Ubahlah Default menjadi “Nama_Desa” dengan klik Rename. Pada label field pilih
Batas_Desa, kemudian aturlah text

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 8


dengan huruf arial ukuran 9. Pilihlah posisi Horizontal pada tab Position lalu klik next
 finish

.
13. Kemudian lakukan kembali pembuatan feature dataset (langkah ke 6 hingga 7)
dengan judul “Peta_Tematik”.
14. Tahap selanjutnya ialah membuat feature class pada feature dataset “Peta_Tematik”
dengan nama “Peta_Kerapatanvegetasi” (alias : Kerapatan Vegetasi, type : Polyline),
“Peta_Teksturtanah” (alias : Tekstur Tanah, type : Polygon), dan
“Peta_Persebarantempatsampah” (alias : Tempat Sampah, type : Point).
15. Jangan lupa untuk membuat link dengan domain untuk setiap feature class yang
dibuat pada field properties  domain.

# Gunakan langkah ke 15 tersebut untuk


“Peta_Teksturtanah”.

PROSES GEOREFENCING

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 9


Georeferencing merupakan proses registrasi koordinat kebumian yang terdapat
pada data terhadap koordinat sesungguhnya di lapangan. Proses ini dilakukan dengan
cara :
1. Buka aplikasi ArcMap.
2. Panggil data peta yang akan dilakukan proses georeferencing dengan fasilitas Add
Data ( ) yang terdapat pada toolbar lalu pilh file “ADMINISTRASI.bmp” yang
tersedia di folder “PRAKTIKUM” (…\PRAKTIKUM\DATA PRAKTIKUM SIG 1
2013\Peta Raster).
3. Setelah peta tampil pada display, kemudian aktifkan tool bar Georeferencing dengan
cara klik kanan mouse pada lokasi tool bar yang kosong kemudian pilih
georeferencing.

4. Untuk menentukan titik kontrol klik Add Control Point. Dalam praktikum ini
gunakan 4 titik kontrol. *Keterangan: + (hijau) merupakan source (koordinat image)
dan + (merah) merupakan destination (koordinat sebenarnya).

5. Setelah 4 titik kontrol diperoleh, dapat dilakukan cek (melihat) RMS error dengan
klik View Link Table.
6. Jika kita akan melakukan georeferencing pada peta yang sama (identik) kita dapat
juga menyimpan koordinat georeferencing yang sudah kita lakukan caranya klik view
link table. Pada window Link tersebut, klik icon save.

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 10


7. Setelah dirasa RMS error memenuhi standard yang diinginkan, maka langkah
selanjutnya ialah klik Georeferencing  Update Georeferencing. Dengan demikian,
peta siap untuk didigitasi. Atau dapat juga di klik rectify untuk menyimpan menjadi
data baru yang sudah ter-georeferencing.
8. Lakukan langkah nomor 4, 5 dan 7, untuk peta kerapatn vegetasi, tekstur tanah, dan
persebaran tempat sampah. Jangan lupa untuk mengganti target layer pada toolbar
georeferencing, sesuai dengan peta yang akan di-georeferencing.

ACARA 2A
INPUT DATA I (ON-SCREEN DIGITATION)

TUJUAN : Mahasiswa mampu melakukan input data GIS dengan metode On-Screen
Digitation.

LANGKAH KERJA
On-Screen Digitation merupakan suatu proses input data dengan mamnfaatkan
peta yang telah ada. Setiap elemen informasi dalm sebuah peta di masukkan dalam
masing-masing feature yang telah disiapkan sebelumnya. Setiap tipe data (polygon,
polyline, ataupun point) hanya dapat diinput dalam satu feature class.

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 11


ON-SCREEN DIGITATION (POLYGON)
1. Tampilkan peta yang telah di-georeferencing “ADMINISTRASI.bmp” dan shp
“Admin_Sedayu” menggunakan tool add data.
2. Aktifkan tool bar editor dengan cara klik kanan mouse pada tools bar kosong dan
pilih editor dan start edit maka akan muncul jendela create feature, kemudian klik
batas admin dan lakukan digitasi dengan mengikuti garis batas admin. Jika jendela
create feature tidak muncul dapat kita munculkan dengan klik icon Create Feature.

Reshape Cut Polygon Create Feature

Kita juga dapat memilih


construction tool pada saat
digitasi sesuai dengan kebutuhan
PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 12
# Reshape Polygon : tool untuk mengubah bentuk feature yang ter-select.
# Cut Polygon Feature : tool untuk memotong feature poligon yang ter-select
#Create Featur : tool untuk membuat feature baru.
3. Apabila proses digitasi on-screen telah selesai, jangan lupa menyimpan, dengan cara
editor  save edits  stop editing (untuk mengakhiri proses digitasi).

ON-SCREEN DIGITATION (POLYLINE)


1. Sama halnya dengan digitasi on screen untuk polygon, pertama tampilkan peta
“ADMINISTRASI.bmp” dan theme “JalanSedayu” dengan cara klik Add Data
2. Untuk memulai klik editor  start editing.
3. Apabila proses digitasi on-screen telah selesai, jangan lupa menyimpan, dengan cara
editor  save edits  stop editing (untuk mengakhiri proses digitasi).

4. Terdaat fasilitas Snapping yang dapat dipergunakan selama


proses digitasi on screen, yaitu dengan cara : editor  snapping
 Snapping Toolbar lalu klik pilihan snap yang akan digunakan.
(point snapping, end snapping, vertex snapping dan atau edge snapping).

ON-SCREEN DIGITATION (POINT)


1. Sama halnya dengan digitasi on screen untuk polygon/ polyline, pertama tampilkan peta
yang akan didigitasi, untuk kali ini peta tersebut ialah peta “tempatsampah.bmp” dan
theme “Peta_persebarantempatsampah” dengan cara klik Add Data.
2. Lakukan langkah yang sama seperti digitasi onscreen polygon atau polyline, dengan
mengaktifkan editor dan mengklik nama feature yang akan didigit pada jendela create
feature. Jangan lupa untuk selalu malakukan save edit sesering mungkin untuk
menghindari hilangnya data.

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 13


ACARA 2B
INPUT DATA II (LIVE DIGITATION)

TUJUAN : Mahasiswa mampu melakukan input data GIS dengan metode Live Digitation
memanfaatkan perangkat smartphone yang terintegrasi dengan GPS Receiver.

LANGKAH KERJA
Live digitation merupakan proses digitasi dimana setiap node yang ada dalam
proses input data diambil langsung di lapangan. Akuisisi data koordinat dari node ini
biasa menggunakan GPS Receiver. Perkembangan teknologi smartphone yang
terintegrasi dengan perangkat GPS Receiver dan developer aplikasi tak bisa dihindari

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 14


juga mempengaruhi metode akuisisi data posisi dalam proses pemetaan pula. Salah satu
aplikasi yang ada adalah Mobile Topographer 3.1.5.
1. Buka program mobile topographer melalui smartphone yang ada.
2. Pastikan modul GPS dalam keadaan menyala (power on) dan telah terkoneksi dengan
baik ke perangkat smartphone.

Indikator GPS

Setting Menu

Memulai deteksi lokasi

Daftar titik yang tersimpan

Tool konversi koordinat

Tool navigasi

Setup Menu (Sliding)

3. Setelah aplikasi berhasil dijalankan dan GPS berhasil terkoneksi dengan baik maka tap pada
menu Start Measuring.
4. Setelah akurasi yang didapat dirasa cukup, tap pada menubar add point.

Connect to Online Map Add Point


Data Conversion Tool Point List

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 15


5. Titik-titik lokasi yang berhasil tersimpan dapat dilihat daftarnya dengan melakukan tap pada
menubar point list. Daftar poin dapat di eksport dalam berbagai ekstensi.

6. Lakukan eksport data ke dalam ekstensi *.txt dan dihasilkan file seperti dibawah ini :

7. Gunakan data tersebut sebagai input dalam proses Live Digitation.

Live digitation dapat dilakukan dengan dengan dua metode yaitu metode Generate
dan XYZ. Pada dasarnya live digitation ini dilakukan dengan mencari langsung ke
lapangan koordinat setiap node yang ada pada feature class dan dimasukkan secara
otomatis dari file text (*.txt) menggunakan tool ASCII 3D to Feature Class pada aplikasi
ArcMap.

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 16


Metode Generate

Metode XYZ

ACARA 2C
INPUT DATA III

TUJUAN : Mahasiswa mampu melakukan input data GIS dengan berbagai metode.

LANGKAH KERJA

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 17


Banyak cara dilakukan untuk melakukan proses input data dalam Sistem
Informasi Geografis. Setiap metode tersebut selalu berkembang, tak terkecuali
perkembangan kearah otamatisasi pemetaan. Metode otomatis yang sering digununakan
dalam aplikasi ArcGIS adalah Vectorization Trace dan Raster Tracing.

1. Tampilkan (add data) feature class “Peta_Teksturtanah” dan add data


“teksturtanah1.bmp” yang sudah di georeferencing pada ArcMap.
2. Add data (featureclass) administrasi dari peta dasar.

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 18


Select polygon admin kemudian dari menu edit  copy  edit  paste dan pastikan
targetnya feature tekstur tanah untuk mendapatkan batas terluar administrasi Sedayu.
3. Aktifkan toolbar ArcScan dengan klik kanan pada Toolbar dan tanda check ( √ ) pada
ArcScan atau dapat dilakukan dengan klik pada menubar Costumize  Costumize
Mode dan beri tanda check ( √ ) pada ArcScan.

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 19


4. Jika sudah, maka klik start editing dari toolbar editor, sebelum melakukan proses
digitisasi maka data raster yang akan di digit di rubah dalam 2 warna hitam dan putih,
dengan cara klik kanan pada peta raster  Properties  symbology  Classified 
jadikan 2 kelas  Ok.

5. Jika sudah maka klik start editing dan pastikan target sesuai dengan layer yang akan
di digitisasi dengan klik feature yang ada di Create feature box.

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 20


6. Pastikan extensi ArcScan sudah aktif jika belum maka diaktifkan dengan cara klik
custumize extention dan beri tanda check ( √ ) pada ArcScan.

7. Pada toolbar ArcScan pilih data raster yang akan dijadikan sebagai dasar digitisasi
dan mulailah digitisasi dengan vectorization trace.

# Batas terluar bisa dicopykan dari batas administrasi atau bisa juga mendigitisasi
peta tekstur tanah secara keseluruhan dengan vectorization trace tapi akan lebih baik
jika mengcopy dari batas admin tadi.

Selain Vectorization Trace terdapat metode lain dalam otomatisasi ini yaitu
dengan menggunakan metode Raster Tracing.
1. Buat feature class polyline untuk digitisasi kerapatan vegetasi kemudian add data
raster “kerapatan vegetasi.bmp”.
2. Klik start editing dan pilih kerapatan vegetasi sebagai target editor.
3. Pastikan toolbar ArcScan aktif dan Symbology Raster dalam classified 2 kelas.
4. Dari toolbar ArcScan klik vektorization dan pilih generate.

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 21


5. Kemudian akan muncul dialog generate features, dan pilih layer kerapatanvegetasi
(feature class yang akan digunakan) dan klik OK dan tunggu beberapa saat.

6. Jika proses sudah selesai maka hapus garis yang tidak perlu dengan men-select
kemudian klik delete. Jika sudah, klik save edit dari toolbar editor dan klik stop edit.

7. Jika sudah silahkan digitasi untuk jalan dan sungai dengan menggunakan feature
garis, dan lokasi tempat sampah menggunakan feature titik. Silahkan minta petunjuk
asisten

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 22


Selain menggunakan cara diatas kita juga dapat melakukan input data dari file
excel, disini kita memiliki data penderita leptospirosis, pindahkan data penderita
leptospirosis dalam format excel dengan susunan sebagai berikut :

1. Jika sudah maka add data excel tersebut dan sesuaikan sheet dengan sheet
penyimpanan

2. Kemudian Klik add dan jika sudah klik kanan pada sheet dalam table of content 
display x y data.

Maka akan muncul window seperti dibawah ini :

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 23


3. Sesuaikan kolom x field dan y dan juga coordinat system-nya.
4. Jika sudah klik OK. Maka otomatis data penderita leptospirosis akan muncul di
tampilan arcmap.

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 24


ACARA 3
TOPOLOGY RULES

TUJUAN : Mahasiswa mampu menerapkan fasilitas Topology Rules sesuai kebutuhan.

LANGKAH KERJA
Setelah memahami beberapa rules dalam topology, kita akan mencoba
menggunakan salah satu rules untuk mengkoreksi beberapa kesalahan atau kekurangan
pada featureclass yang telah kita buat. Dalam penerapan topology rules harus dibuat
dalam feature dataset dimana feature class yang akan kita koreksi berada.
1. Klik kanan pada feature dataset peta tematik di Arcatalog, pilih New  Topology

2. Kemudian akan muncul dialog New topologi dan klik Next

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 25


3. Isikan kolom Enter a name for your topology dengan nama Peta_Tematik_Topology
(Jangan menggunakan Spasi), tentukan juga Cluster tolerance  Next

4. Berikan tanda centang pada featureclass kerapatanvegetasi hasil rastertracing,


Kemudian Next

5. Tentukan number of Ranks, kemudian Next

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 26


6. Tentukan rules dengan klik add rules dan pilih features kerapatanvegetasi, rules yang
akan kita gunakan adalah must not have dangeles, karena nantinya kita akan
mengubah featureclass kerapatanvegetasi (polyline) menjadi featureclass
kerapatanvegetasi (Polygon) Sehingga garis pada layer kerapatanvegetasi harus
menyentuh garis pada layer yang sama, garis yang tidak menyentuh garis lainya akan
dianggap sebagai error.

7. Klik OK lalu finish hingga muncul dialog box seperti di bawah ini :

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 27


8. Klik Yes dan setelah selesai membangun rules topology kemudian add data topology
yang telah dibuat (Peta_tematik_Topology) dengan klik kanan pada layer di ArcMap

9. Aktifkan tool topology dengan klik kanan pada toolbar dan centang/klik topology
hingga muncul

10. Jika tool topology sudaha muncul kemudian klik error inspektor
11. Kemudian akan muncul error inspektor

12. Klik Search now maka semua error yang terjadi kan terlihat pada tabel.

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 28


13. Kemudian select erorr yang terjaadi  Klik kanan dan lakukan perbaikan bisa
dengan snap, trim maupun extend dan tentukan maximum distance.

14. Pastikan semua garis tertutup dan tidak adalagi eror


# Silahkan mencoba melakukan topology dengan rules yang lain pada feature class
titik, garis ataupun polygon pada featureclass yang lain.

Konversi dari polyline menjadi Polygon


1. Setalah topology rules telah dilakukan maka kemudian silahkan konversi
“Peta_Kerapatanvegetasi” yang bertipe polyline menjadi polygon.
2. Klik icon ArcToolbox  Data Managemen tools Feature  Feature To Polygon
Atau dapat juga ketikan feature to polygon pada search.

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 29


3. Kemudian klik feature to polygon dan akan muncul

4. Masukan kerapatanvegetasi sebagai input dan tentukan lokasi dan nama


penyimpanan kemudian klik OK.
5. Polygon “Peta_Kerapatanvegetasi” sudah selesai.

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 30


ACARA 4
UPDATING DATA

TUJUAN : Mahasiswa mampu melakuakan updating data atribut dalam SIG.

LANGKAH KERJA
Salah satu elemen penting dalam system informasi geografis adalah data atribut.
Data ini merupakan data tabular yang mereferensikan suatu informasi dalam data
geografis (peta).
1. Terlebih dahulu, tampilkan data spasial yang akan dilakukan pengeditan (edit atribut),
dengan Add Data.
2. Kemudian pilih layer yang akan dilihat data atributnya (misal “Peta_teksturtanah”), klik
kanan Open Attribute Table

# Beberapa pilihan pada editing data atribut (tabel).


Mencari suatu data pada table kemudian

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 31


menggantinnya
Menselect data berdasarkan suatu criteria tertentu /
query builder
Unselect semua data
Menselect data yang tidak terselect dan men
Unselect data yg terselect
Menselect semua data

Menambahkan kolom pada tabel

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 32


Menambah, mengisi dan menghapus Field
1. Untuk menambah Field pada tabel, klik Option  Add Field
# pastikan terlebih dahulu bahwa editor dalam keadaan stop editing. Apabila masih
dalam keadaan start editing, maka Add field tidak aktif
2. Kemudian akan muncul windows sebagai berikut:
 untuk Name: diisi sesuai nama field yang kita
inginkan
 Untuk type disesuaikan dengan data apa yang
akan kita inputkan

3. Untuk mengisi baris pada Field yang telah dibuat, aktifkan terlebih dahulu data
View, kemudian klik Editor Start Editing; jika semua data telah diisi, klik Editor
 Stop Editing; Hasil editing atribut dapat disimpan dengan cara klik editor Save
Edit atau setelah Stop Editing pilih Yes.
4. Menghapus Field pada field yang telah dibuat dapat dilakukan dengan klik kanan
pada bagian atas kolom (Field) yang akan dihapus, kemudian klik Delete Field.

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 33


Mengisi data berdasarkan Domain pada Geodatabase
Jika ingin mengisi data berdasarkan geodatabase anda dapat melakukanya ketika field
sudah di link kan dengan domain yang sudah dibuat
Join (menggabungkan) data atribut
Pada program ArcGIS dimungkinkan menggabungkan data atribut dengan ekstensi
*.mdb atau *.dbf.
1. Buka data View yang akan digabungkan data atributnya dari ArcMap.
(Misalnya Data Penderita Lepto)
2. Klik kanan data View KecSedayu, pilih Join and Relates Join ok

Field yang menjadi


dasar/acuan pada data view

Atribute yang akan di join-kan


dengan atribut data lain

Field yang dijadikan acuan saat


join

# akan diperoleh hasil

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 34


3. Untuk menyimpan data hasil penggabungan lakukan ekspor data, klik kanan
pada data View, pilih Data Export Data
4. Data yang telah digabungkan dapat juga dipisahkan kembali, yaitu dengan cara Klik
kanan data View Join and Relates Remove Join(s)  pilih data yang akan
dipisahkan

Query
1. Untuk melaukan Query, buka atribut dari data View yang akan digunakan (misal
PL_Sedayu)
2. Klik Option Select By Attributes.

3. Kemudian akan muncul windows berupa:

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 35


4. Selanjutnya, tulis permintaan data yang akan dicari atau ingin diketahui
berdasarkan data atribut yang ada dengan fungsi yang tersedia klik Apply.
5. Secara otomatis data akan terpilih. Data yang terpilih dapat dilihat pada atribut.
Untuk memudahkan melihat data yang terpilih klik Selected sehingga data yang
terpilih saja yang ditampilkan.

Mengisi Atribut menggunakan Calculate


1. Buatlah field baru terlebih dahulu yang akan diisi, misalnya skor_total
2. Dari bagian atas Field klik kanan pilih Calculate Values

3. Kemudian akan muncul window Field Calculator, isikan skor berdasarkan aturan
yang sudah ditetapkan, misal permukiman teratur skor = 2

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 36


ACARA 5
GEOPROCESSING

TUJUAN : Mahasiswa mampu melakuakan beberapa cara geoprocessing.

LANGKAH KERJA

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 37


Setelah semua peta dasar dan tematik selesai di digitisasi dan di isikan atribut
maka langkah selanjutnya adalah membuat buffering pada sungai dan lokasi tempat
sampah.
1. Add data titik lokasi sampah dan data Sungai
2. Kemudian dari ArcToolbox pilih Analysis tools  Proximity klik Multiple ring
Buffer

3. Kemudian akan muncul dialog multiple ring buffer dan isikan distance sesuai dengan
distance 500 dan 750 dan tentukan lokasi dan nama penyimpanan

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 38


4. Jika sudah di OK dan hasilnya seperti berikut ini

5. Add data administrasi kecamatan Sedayu


6. Jika sudah overlay (Union) hasil buffer tempat sampah dengan daerah kajian
(kecamatan sedayu). Dari ArcToolbox pilih analysis tool  overlay  union. Atau
dari menu geoprosessing pilih union.

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 39


7. Kemudian akan muncul dialog union dan isikan hasil buffer tempat sampah dan
administrasi sedayu sebagai input feature kemudian tentukan lokasi simpan lalu klik
OK

8. Dan hasilnya seperti ini

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 40


9. Kemudian potonglah hasil union dengan batas administrasi kecamatan sedayu, dari
search box pilih Clip (Analysis), atau dari menu geoprosessing pilih Clip

Dan isikan hasil union sebagai input feature dan administrasi sedayu sebagai clip
feature, tentukan lokasi penyimpanan dan berinama *petapersebaransampah
kemudian OK.

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 41


Dan hasilnya seperti berikut ini :

Kemudian klik kanan pada layer petapersebaransampah (hasil clip) dan pilih open
atribute table

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 42


Isikan >750 pada distance yang belum terisi dan buat skor sesuai ketentuan. Karena
dalam kolom distance tersebut 500 berarti jarak terhadap tempat sampah <500, 700
pada kolom distance berarti memiliki jarak 500-750 meter dari tempat sampah,
sedangkan yang nilainya 0 adalah > 750 meter

10. Lakukan hal yang sama pada featureclass sungai hingga terbentuk peta jarak terhadap
sungai dengan ketentuan

Overlay Polygon dan Dissolve


Jika Semua parameter sudah selesai disiapkan (tekstur tanah, kerapatan vegetasi,
penggunaanlahan, jarak terhadap sungai dan jarak terhadap tempat sampah), maka add
data semua data tersebut untuk dilakukan Overlay (Intersect) untuk mendapatkan peta
tingkat kerawanan leptospirosis di kecamatan sedayu

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 43


1. Add data tekstur tanah, kerapatan vegetasi, penggunaanlahan, jarak terhadap sungai
dan jarak terhadap tempat sampah yang sudah di skoring, dengan ketentuan Skor
sebagai berikut

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 44


2. Jika sudah, dari ArcToolbox pilih analysis tools  Overlay  Intersect

3. Isikan Semua parameter yang digunakan (Peta PL, Teksturtanah, kerapatanvegetasi,


sungaibuffer dan persebaransampah), kemudian tentukan lokasi penyimpanan dan
klik OK

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 45


4. Kemudian open atribut pada layer hasil intersect kemudian dari option  add field
5. Isikan nama total_Skor dengan type Short integer

6. Buat lagi add field dan isikan nama “keterangan” dengan type text kemudian OK

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 46


7. Buka atribut kemudian klik kanan pada total_Skor kemudian pilih field calculator
lalu jumlahkan semua skor
8. Jika sudah isikan keterangan menggunakan query dengan ketentuan sebagai
berikut
Total Skor 0 – 5 = Tidak rawan
Total Skor 6 – 10 = Sedang
Total Skor > 10 = Rawan
9. Jika Sudah kemudian dissolve peta hasil intersect
Dari menu geoprocessing pilih dissolve
10. Pilih peta hasil intersect sebagai input feature kemudian tentukan lokasi
penyimpanan dan centang dissolve field untuk keterangan (field yang berisikan
tingkat kerawanan leptospirosis) OK

Maka peta kerawanan leptospirosis siap untuk di LAYOUT

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 47


ACARA 6
SPATIAL ADJUSTMENT

TUJUAN : Mahasiswa mampu melakukan teknik-teknik Spatial Adjustment.

LANGKAH KERJA
Transformation
Terkadang beberapa data *shp mengalami kesalahan posisi, bisa karena mengalami
pergeseran ataupun mengalami rotasi, dalam ArcMap terdapat tiga proses yang dapat digunakan
untuk mengatasi masalah data yang tergeser yaitu affine, similarity, dan projective,
1. Buka / add data sedayu dalam folder Spatial Adjusment
2. Add data juga peta raster Administrasi.bmp yang sudah di georeferencing
3. Tampilkan toolbar spatial adjusment
Klik kanan pada toolbar kemudian centang spatial adjusment

4. Pastikan layer yang akan di perbaiki dalam kondisi start edit


5. Dari toolbar spatial adjustmen pilih set adjust data

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 48


Kemudian akan muncul dialog
Pilih All feature in these layers dan
Select sedayu kemudian OK

6. Tentukan metode yang akan digunakan, dari spatial adjusment pilih adjusment methods
kemudian tentukan metodenya dalam hal ini metode yang digunaan adalah
transformation

7. Dari toolbar spatial adjusment gunakan icon (new displacement link) kemudian
arahkan pada layer yang salah ke layer yang digunakan sebagai acuan (minimal 3)

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 49


Setelah dianggap cukup kemudian dari toolbar spatial adjustment pilih Adjust

Jika belum sesuai di lakukan hal yang sama dan jika sudah sesuai klik save edit dari
toolbar editor

Rubbersheet
1. Add data jalan_kodya dan jalan_kodya2 dalam folder rubber
2. Start editing
3. Adjustment method pilih rubbersheet

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 50


4. Klik Apatial Adjustmen  Properties  Tentukan source layer dan target layer

5. Atur data yang akan diedit dengan set adjust data

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 51


6. Buat displacement link tool untuk lokasi yang sama

7. Jika sudah Klik Adjust dan jika semua sudah sama maka klik save edit

Edge Snap
1. Add data EDGE1 dan EDGE2
2. Klik start editing
3. Set adjust data

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 52


4. Adjust method pilih edge snap
5. Dari toolbar editor pilih option, centang use classic snapping dan toleransi di isi 100 pixel

6. Dari toolbar spatial adjustment pilih option untuk menentukan source dan target

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 53


7. Dari toolbar editor  snapping  option

8. Pilih satuan pixel dan isikan snapping tolerance

9. Drag garis yang putus dengan edge match tool

10. Jika sudah ada tanda penghubungnya klik adjust


11. Jika sudah save edit.

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 54


ACARA 7
SIMBOLOGI

TUJUAN : Mahasiswa mampu memahami dan menerapkan konsep simbologi.

LANGKAH KERJA
Simbologi merupakan hal yang paling penting dalam pemetaan, karena orang bisa
mengeneli maksud dari peta melalui simbol simbol yang ada di peta. Ada beberapa peta
yang simbolnya sudah ada ketentuan ketentuan yang sudah di bakukan baik melalui SNI
maupun peraturan yang lain. Simbol yang sudah ada ketentuanya misalnya symbol pada
peta geomorfologi, peta RBI dan masih banyak lagi. Pada software ArcGIS 10.1 sudah
sangat banyak sekali disediakan beberapa symbol dengan tema tertentu misal geology,
bisnis, kehutanan, pertambangan dan lain sebagainya.
1. Buka data penggunaanlahan_sedayu, Jalan, sungai dan bangunan dengan add data
2. Untuk melakukan simbologi, klik kanan pada feature yang ada di table of content kemudian
 Properties  Symbology  categories dan pada value field isikan nama field yang
dijadikan sebagai acuan untuk simbologi kemudian klik add all values maka secara otomatis
setiap atribut yang berbeda akan tersimbol dengan warna yang berbeda.

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 55


3. Jika menginginkan symbol yang berbeda maka kita bisa mengubahnya dengan double klik
pada warna yang akan dirubah.

Kita juga bisa memilih simbol lain dengan mengklik style references
4. Namun jika di style references tidak ada yang sesuai kita juga bisa membuat sendiri
simbolnya dengan mengklik edit symbol

Silahkan dipilih simbol yang semirip mungkin dengan RBI, jika masih belum jelas tanyakan
pada asisten
5. Untuk melakukan simbologi pada data garis caranya sama yaitu dengan klik kanan pada
layer jalan properties symbologi Categories (Pilih Value field)  Add All values

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 56


Lakukan editing dengan mengacu pada standarisasi RBI
Misal untuk jalan lokal dengan simbol high ramp dengan ukuran 1,2 warna mars red,

Jalan Propinsi, Toll road, ukuran 2,5 warna mars red


Jalan Nasional, Toll road, ukuran 3,4 warna mars red

Jika semua category sudah tersimbol kemudian Klik OK

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 57


6. Untuk simbol sungai

7. Untuk simbolisasi administrasi silahkan lihat standar RBI


8. Untuk menyimbol bangunan caranya sama klik kanan pada layer bangunan
properties symbologi Categories (Pilih Value field)  Add All values

Lakukan simbologi pada semua obyek bangunan disesuaikan dengan simbol RBI, jika di
Arcmap tidak disediakan kita dapat juga membuat simbol sendiri dengan software grafis
misal Corel draw dengan format *.emf.
Caranya jika kita sudah memiliki simbol *.emf, klik obyek yang akan di simbol  Edit
symbol  Picture marker symbol

Kemudian arahkan pada lokasi penyimpanan simbol *.emf, misal masjid

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 58


Klik Open kemudian OK maka simbol masjid sudah sama dengan simbol pada file *.emf

Jika kita akan menyimpan simbol tersebut pilih save as kemudian klik OK agar objek masjid
tersimbol sebagaimaa pada file *.emf
*Lakukan simbologi untuk semua objek titik

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 59


ACARA 8
DISPLAYING DATA (LAYOUTING)

TUJUAN : Mahasiswa mampu memahami dan menerapkan konsep simbologi.

LANGKAH KERJA
1. Untuk menampilkan data menjadi sebuah peta yang informatif maka perlu dilakukan
layouting, untuk memulai layout peta, dari menu view pilih layout view

2. Biasanya ketika di klik layout view toolbar layout akan otomatis muncul, toolbar
layout view ini dapat digunakan untuk navigasi terkait dengan layout peta

3. Kemudian aturlah ukuran kertas dan orientasinya (landscap/potrait), dari menu file
pilih page and print setup
4. Kemudian aturlah ukuran kertas dan orientasinya

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 60


5. Agar skala peta tidak berubah ubah, maka skala peta dapat di kunci dari menu view
 data frame properties  data frame (pilihlah Fixed Scale pada option extent dan
aturlah skala sesuai kebutuhan (misal 1 : 50.000)

6. Lakukan simbologi pada peta kerawanan leptospirosis


7. Setelah skala peta terkunci kemudian layout peta dengan menambahkan beberapa
komponen peta seperti (judul, skala peta, orientasi arah utara, legenda, sumber, nama
pembuat, grid dan lain sebagainya jika dibutuhkan)
8. Untuk menambahkan komponen peta tersebut dari menu insert  klik komponen
yang akan ditambahkan
PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 61
9. Judul, judul peta dapat di tulis dari insert  title atau insert  Text, kemudian
tuliskan judul peta dan atur lokasi judul peta
10. Orientasi arah utara dapat ditambahkan dari menu insert  North Arrow

Kemudian pilih salah satu yang akan digunakan dan klik OK.
11. Skala peta, ada dua skala peta yang dapat ditambahkan yaitu skala bar, dan skala
huruf, untuk menambahkanya, dari menu insert pilih scale bar dan atau scale text
kemudian pilih jenis skala yang akan digunakan dan klik OK

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 62


12. Legenda, sebelum mengeluarkan legenda, pastikan layer yang akan di layout sudah di
simbol sesuai dengan tipe datanya (nominal, ordinal, interval/rasio)
Simbologi dilakukan dengan cara klik kanan pada layer yang akan di simbol
kemudian pilih properties  symbology  categories  pada Value field isikan
nama field yang akan di simbol (Misal :Tingkat kerawanan)  add all values  OK

Setelah melakukan simbology maka legenda dapat ditambahkan dari menu insert
kemudian pilih legend  klik layer yang akan di keluarkan legendanya, kemudian
next hingga finish

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 63


Setelah finish maka legenda akan otomatis muncul pada layout view

Legenda dapat diatur dengan klik kanan pada legenda kemudian properties

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 64


13. Aturlah komponen peta sedemikian rupa sehingga terlihat rapi dan komunikatif
kemudian tambahkan grid dari menu view  data frame properties  grid maka
akan muncul dialog grid

Kemudian klik new grid dan tentukan grid yang mau digunakan (graticule, measure
ataupun reference grid) kemudian pilih tampilan grid (label only, tick mark and label /
grid and labels)

Kemudian next hingga finish (jika ingin merubah beberapa tampilan grid termasuk
ukuran garis warna maupun interval grid, dapat diatur pada properties

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 65


Jika dianggap sudah lengkap maka peta dapat di eksport dalam beberapa format
penyimpanan, caranya : dari menu file pilih export map, kemudian berinama dan
tentukan type serta resolusi yang diharapkan  SAVE

PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 66


PETUNJUK PRAKTIKUM SIG 1 : DASAR , LABORATORIUM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Page 67