Anda di halaman 1dari 2

PROSES SEPARASI DAN FILTRASI

1 SEPARASI

Separasi adalah pemisahan komponen-komponen dari suatu campuran sehingga menjadi fraksi-fraksi
individual. Fraksi-fraksi itu mungkin berbeda satu sama lain dalam ukuran partikel, fase, atau komposisi
kimianya. Prinsip pada proses separasi ini adalah berdasarkan perbedaan densitas ataupun adanya gaya
gravitasi.

Separasi atau pemisahan dapat dibagi menjadi dua yaitu separasi mekanis dan separasi kimia. Separasi
mekanis meliputi ukuran, bentuk, berat jenis, sifat listrik, sifat magnet. Contoh metode dari separasi
mekanis ini adalah Sedimentasi, sentrifugasi, filtrasi. Sedangkan untuk separasi kimia meliputi kelarutan
dan lainnya. Contoh metode untuk separasi kimia ini adalah ekstraksi kimia, destilasi, kristalisasi,
ekstraksi gas/desorpsi.

Salah satu teknik separasi adalah separasi secara mekanik. Separasi mekanik atau pemisahan mekanik
(mechanical separation), digunakan untuk memisahkan partikel antar dua komponen atau lebih yang
dilakukan dengan cara mekanis. Separasi mekanik hanya dapat dipakai untuk campuran heterogen,
sedangkan untuk larutan homogen teknik separasi mekanik ini tidak dapat dilakukan. Ukuran partikel
yang biasa digunakan adalah lebih besar dari 0,1 µm. Teknik-teknik separasi ini didasarkan atas
perbedaan fisik antara partikel-partikel itu, seperti ukuran, bentuk, atau densitas. Teknik ini dapat
digunakan untuk memisahkan zat padat dari gas, tetesan zat cair dari gas, zat padat dari zat padat, atau
zat padat dari zat cair. Dalam praktek pemisahan tersebut dapat dilakukan dengan sedimentasi
(pengendapan), sentrifugasi (pemusingan), filtrasi (penyaringan) dan pengempaan.

2 FILTRASI

Filtrasi atau penyaringan merupakan metode pemisahan untuk memisahkan zat padat
dari cairannya dengan menggunakan alat berpori (penyaring). Dasar pemisahan metode ini
adalah perbedaan ukuran partikel antara pelarut dan zat terlarutnya. Penyaring akan menahan
zat padat yang mempunyai ukuran partikel lebih besar dari pori saringan dan meneruskan
pelarut.

Proses filtrasi yang dilakukan adalah bahan harus dibuat dalam bentuk larutan atau
berwujud cair kemudian disaring. Hasil penyaringan disebut filtrat sedangkan sisa yang
tertinggal dipenyaring disebut residu. (ampas).

Metode ini dimanfaatkan untuk membersihkan air dari sampah pada pengolahan air,
menjernihkan preparat kimia di laboratorium, menghilangkan pirogen (pengotor) pada air suntik
injeksi dan obat-obat injeksi, dan membersihkan sirup dari kotoran yang ada pada gula.
Penyaringan di laboratorium dapat menggunakan kertas saring dan penyaring buchner.
Penyaring buchner adalah penyaring yang terbuat dari bahan kaca yang kuat dilengkapi dengan
alat penghisap.