Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

GIZI SEIMBANG

A.   Latar Belakang

Konsumsi gizi yang baik dan cukup seringkali tidak bisa dipenuhi oleh seorang anak
karena faktor eksternal maupun internal. Faktor eksternal menyangkut keterbatasan ekonomi
keluarga sehingga uang yang tersedia tidak cukup untuk membeli makanan. Sedangkan
faktor internal adalah faktor yang terdapat didalam diri anak yang secara psikologis muncul
sebagai problema makan pada anak.
Anak balita memang sudah bisa makan apa saja seperti halnya orang dewasa. Tetapi
merekapun bisa menolak bila makanan yang disajikan tidak memenuhi selera mereka. Oleh
karena itu sebagai orang tua kita juga harus berlaku demokratis untuk sekali-kali
menghidangkan makanan yang memang menjadi kegemaran si anak.
Intake gizi yang baik berperan penting di dalam mencapai pertumbuhan badan yang
optimal. Dan pertumbuhan badan yang optimal ini mencakup pula pertumbuhan otak yang
sangat menentukan kecerdasan seseorang.
Faktor yang paling terlihat pada lingkungan masyarakat adalah kurangnya pengetahuan
ibu mengenai gizi-gizi yang harus dipenuhi anak pada masa pertumbuhan. Ibu biasanya
justru membelikan makanan yang enak kepada anaknya tanpa tahu apakah makanan tersebut
mengandung gizi-gizi yang cukup atau tidak, dan tidak mengimbanginya dengan makanan
sehat yang mengandung banyak gizi.

B. Tujuan Umum         :          

Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan mengenai gizi seimbang diharapkan anak-anak


mengerti dan memahami tentang gizi seimbang.

C.   Tujuan Khusus       :

Setelah dilakukan penyuluhan 1 x 60 menit, diharapkan anak-anak mampu :


1.    Menjelaskan tentang pengertian gizi seimbang.
2.    Menyebutkan fungsi makanan gizi seimbang.
3.    Menyebutkan akibat tidak terpenuhinya gizi seimbang.
4. Menyebutkan upaya gizi seimbang
5. menyebutkan menu gizi seimbang

D. Materi                : ( Terlampir )

E. Sasaran
Anak - anak kelas empat di sekolah dasar negri

F. Waktu dan Tempat

Adapun waktu dan tempat penyuluhan adalah sebagai berikut:


Waktu : Selasa , 16 Oktober 2019
Pukul : 09.00-10.00 Wib
Tempat : SDN 26 Pontianak

G. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab

H. MEDIA
1. In Focus
2. Poster

I. Kriteria Evaluasi

a. Struktural
1)Peserta hadir di tempat penyuluhan
2)Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan di Puskesma Parit H. Husin II Pontianak
3)Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan 1 hari sebelumnya (Satuan
Acara Penyuluhan)
4)Tidak ada peserta penyuluhan yang meninggalkan tempat sebelum penyuluhan selesai
b. Proses
1) Peserta memperhatikan terhadap materi penyuluhan
2) Peserta bertanya tentang materi penyuluhan
3) Peserta antusis mengikuti rangkaian kegiatan sampai selesai
4) Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
c. Hasil
1. Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan peserta diharapkan mengertii dan
memahami tentang:
1) Gizi seimbang
2) Fungsi makanan gizi seimbang
3) Akibat tidak makan gizi seimbang
4) Upaya melakukan gizi seimbang
5) Menu gizi seimbang
2. Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan peserta dapat mengikuti
imunsasi dengan teratur sesuai jadwal imunisasi

J.   Pelaksanaan          :    

No Tahapan Waktu Kegiatan penyuluh Kegiatan peserta


1. Pembukaan 5 menit 1. Mengucapkan salam 1. Menjawab salam
2. Memperkenalkan diri 2. Mendengarkan dan
memperhatikan
3. Menjelaskan maksud dan 3. Mendengarkan dan
tujuan penyuluhan memperhatikan
4. Membuat kontrak waktu 4. Meyetujui kontrak
waktu
5. Menggali pengetahuan 5. Mengutarakan
audiens tentang imunisasi pengetahuan tentang
imunisasi
6. Memberikan apresiasi 6. Mendengarkan
kepada audiens yang
telah menjawab
pertanyaan

7. Memberikan absen
kepada peserta
2. Pelaksanaan 15 menit Menjelaskan tentang: Mendengarkan dan
1.Pengertian gizi seimbang memperhatikan
a. Penyajian
2. Fungsi makanan gizi penjelasan penyuluh
seimbang
3. Akibat tidak makan gizi
seimbang
4. Upaya peningkatan gizi
seimbang
5. Menu gizi seimbang
b. Diskusi 15 meni 1. Memberikan 1.Menanyakan materi
t kesempatan audiens yang belum di mengerti
untuk bertanya tentang 2. Mendengrkan
materi penyuluhan 3.Mendengarkan dan
yang belum di memperhatikan
mengerti
2. Memberi apresiasi
kepada audiens yang
bertanya
3. Menjawab pertanyaan
yang diajukan oleh
audiens
c. Kesimpulan 5 menit Memberikan Mendengarkan
kesempatan kepada
kepala SDN 26
Pontianak
d. Evaluasi 15 menit 1. Memberika 1. Menjawab pertanyaan
n pertanyaan kepada yang diberikan
audiens tentang apa penyuluh
yang sudah dijelaskan
2. Memberika 2. Mendengarkan
n apresiasi kepada
audiens yang telah
mampu mejawab
pertanyaan
3. Penutup i. 1.Menyimpulkan materi 1. Mendengarkan
penyuluhan kepada 2. Menjawab salam
audiens tentang apa
yang sudah dijelaskan
2.Menutup penyuluhan
dengan mengucapkan
terima kasih dan salam
      
MATERI
GIZI SEIMBANG

A. Pengertian Gizi Seimbang
Gizi seimbang adalah  keseimbangan antara zat-zat penting yang terkandung di dalam
makanan maupun minuman yang dikonsumsi oleh seseorang dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap orang harus makan makanan dan minum minuman yang mengandung tiga zat gizi
utama yang cukup jumlahnya, baik zat tenaga, zat pembangun maupun zat pengatur. Tidak
seimbang ataupun kurang asupan gizi akan dapat mempengaruhi tubuh seseorang.

B. Fungsi Makanan Gizi Seimbang


a)    Zat Tenaga

Makanan sebagai zat tenaga (Karbohidrat dan Lemak) adalahmakanan yang berfungsi


untuk menghasilkan tenaga, untuk aktifitas sehari-hari, contohnya berkerja dan
berolahraga. Zat sumber pembangkit tenaga dalam tubuh kita bisa didapatkan dari padi-
padian, tepung-tepungan, umbi-umbian, dan lain sebagainya. Berfungsi sebagai pemberi
energi/tenaga untuk kegiatan hidup manusia. Makanan yang mengandung zat tenaga
antara lain : beras, mie, kentang, singkong, jagung, roti dan sagu.
b)    Zat Pengatur

Makanan sebagai zat pengatur (Vitamin dan Mineral) adalah makanan yang berfungsi
sebagai pengatur organ-organ tubuh untuk melaksanakan fungsinya secara teratur. Zat
pengatur dalam tubuh bisa kita dapatkan dari sayur-mayur dan buah-buahan. Fungsi
utama dari zat pembangun adalah untuk memberi tubuh perlindungan maksimal
terhadap serangan penyakit. Makanan yang mengandung zat pengatur antara lain :
kangkung, daun singkong, bayam, sawi hijau, kacang panjang, jeruk, pepaya, nanas,
nangka, mangga dan lain-lain.
c)    Zat Pembangun

Makanan sebagai zat pembagun (Protein) adalah makanan yang berfungsi untuk
pertumbuhan dan perkembangan. Zat pembangun di dalam tubuh bisa kita dapatkan dari
protein hewani dan nabati seperti kacang-kacangan, susu, keyu, yoghurt, dan lain-lain.
Zat pembangun sangat berguna untuk meregenerasi sel-sel yang mati agar bisa berganti
dengan yang baru. Makanan yang mengandung zat pembangun antara lain : tempe, tahu,
ikan asin, udang, telur, ayam, daging, hati, kacang hijau dan lain-lain.

C.  Akibat Tidak Terpenuhinya Gizi Seimbang

Tabel. Kelebihan dan Kekurangan Zat Gizi


No Zat gizi Kelebihan kekurangan
1 karbohidrat Gula darah meningkat, Diabetes, Malnutrisi, Kurus, Lemah, Tidak
Obesistas, Jantung, Gangguan pada ada energi, Gangguan
pembuluh darah (Cardiovaskuler), metabolisme otak, Busung lapar
Hipertensi
2 Protein Gangguan ginjal beban kerja hati Mudah sakit,
Gangguanmetabolisme tubuh
3 Lemak Obesitas, Kolesterol tinggi, Busung lapar, Kekurangan
Penyempitan pembuluh darah. vitamin yang larut dalm lemak
(A,D, E, K), Penurunaan daya
tahan tubuh, Kurang tenaga,
Gangguan tumbuh kembang
4 Mineral Penumpukan zat besi berakibat Kurang zat besi berakibat
pada gangguan kerja organ, diare, penurunan konsentrasi dan IQ,
muntah-muntah, Mudah sakit dan Tidak nafsu
talasemia, dan Gangguan makan dan juga anemia.
metabolisme tubuh. Kurang yodium berakibat
penyakit gondok
5 Vitamin A Sakit kepala dan gangguan pada Gangguan pembentukan hormon
sendi, dan pada tingkat yang sangat seks yang terkait dengan produksi
berat dapat menyebabkan sperma menjadi edikit, Mata
gangguan jiwa meradang, Mudah lemah, Kulit
kusam
6 Vitamin B Dapat mengakibatkan kerusakan Gangguan aktivitas enzim dan
otak dan dapat menyebabkan metabolisme, Gangguan produksi
mual (bila diminum dengan dosis testosterone (hormone seks yang
berlebihan) membangkitkan libido)
7 Vitamin C Membuat kontraksi usus lebih Nyeri pada otot, Kerusakan
terangsang dan menyebabkan diare pembuluh darah, dan Proses
metabolisme protein dan lemak
terhambat, nafsu makan
berkurang, nyeri otot, kulit kusam
8 Vitamin D Dapat merusak ginjal dan hati Dapat menyebabkan penyakit
tulang yaitu rakitis dan
osteomalasia
9 Vitamin E Dapat meningkatkan tekanan darah Gangguan pembentukan hormon
seks yang membuat
berkurangnyagairah seksual
10 Vitamin K Dapat menyebabkan mual Menghambat proses pembekuan
darah, Perdarahan, dan
Menghambat penyembuhan luka,

D.  Upaya Peningkatan Gizi Anak Sekolah

WHO telah mencanangkan konsep sekolah sehat atau Health Promoting School,
melalui upaya promotif danpreventif didukung oleh upaya kuratif dan rehabilitatif yang
berkualitas adalah :
1. Promotif dan Pencegahan
a.  Pemberian nutrisi yang baik dan benar (PMT, Sarapan dll)
b. Perilaku hidup sehat jasmani dan rohani
c. Deteksi dini dan pencegahan penyakit menular
d. Deteksi dini gangguan penyakit kronis pada anak sekolah
e.  Deteksi dini gangguan pertumbuhan anak usia sekolah
f.   Deteksi dini gangguan perilaku dan gangguan belajar
g. Imunisasi anak sekolah

2.   Kuratif dan rehabilitasi.


a. Penganan pertama kegawat daruratan di sekolah
b. Pengananan pertama kecelakaan di sekolah
c. Keterlibatan guru dalam penanganan anak dengan gangguan perilaku dan gangguan
belajar,
E. Menu Seimbang
1. Karbohidrat: Seperti nasi, roti, sereal,
kentang, atau mi.
Kenalkan beragam karbohidrat secara bergantian. Selain sebagai menu utama,
karbohidrat bisa diolah sebagai makanan selingan atau bekal sekolah seperti puding roti
atau donat kentang yang lezat.
2. Buah dan sayur: Seperti pisang, pepaya,
jeruk, tomat, dan wortel.
Jenis sayuran beragam mengandung zat gizi berbeda. Berikan setiap hari baik dalam
bentuk segar atau diolah menjadi jus.
3. Susu dan produk olahannya: Seperti susu
pertumbuhan, keju dan yoghurt.
Pastikan balita Ibu mendapatkan asupan kalsium yang cukup dari konsumsi susunya
4. Protein: Seperti ikan, susu, daging, telur,
kacang-kacangan.
Tunda pemberiannya bila timbul alergi atau ganti dengan sumber protein lain. Untuk
vegetarian, gabungkan konsumsi susu dengan minuman berkadar vitamin C tinggi untuk
membantu penyerapan zat besi.
5. Lemak: Seperti yang terdapat dalam
minyak, santan, mentega, roti, dan kue juga mengandung omega 3 dan 6 yang penting
untuk perkembangan otak. 
Pastikan si Kecil mendapatkan kadar lemak esensial dan gula yang cukup bagi
pertumbuhannya. Namun perlu diperhatikan bahwa lemak dan gula tidak digunakan
sebagai pengganti jenis makanan lainnya (seperti karbohidrat).

Anda mungkin juga menyukai