Anda di halaman 1dari 24

1.

Seorang analis atas permintaan dokter sedang melakukan pemeriksaan urin rutin terhadap
berat jenis dengan menggunakan urinometer. Sebelumnya didapatkan data pemeriksaan
urin tidak berwarna, agak keruh, suhu tera 26OC dan suhu urin 32OC dan berat jenis pada
urinometer 1.012.
Pertanyaan soal:
Berapa berat jenis sebenarnya dari urin sampel tersebut ?
A. 1.011
B. 1.012
C. 1.013
D. 1.014
E. 1.015

Jawaban : D
Perhitungan :
Bj sebenarnya = Bj terbaca+(suhu urine - suhu tera) / 3 x 0.001
= 1.012 + (32 - 26) / 3 x 0.001
= 1.012 + 6/3 x 0.001
= 1.012 + 2 x 0.001
= 1.014

2. Analis yang bekerja di suatu laboratorium menerima sampel berupa urin yang berasal
dari ruangan pada Suatu Rumah Sakit. Setelah diterima ternyata ada pekerjaan lain yang
harus dikerjakan dulu, maka sampel urin tersebut harus ditunda.
Pertanyaan soal:
Bagaimana penyimpanan urin tersebut agar tidak rusak?
A. Disimpan pada suhu kamar
B. Disimpan pada almari es pada suhu 4 derajat celcius
C. Disimpan pada suhu -20 derajat Celcius
D. Disimpan pada suhu -80 derajat celcius
E. Disimpan pada suhu 0 derajat celcius
Jawaban : B (Karena suhu tersebut merupkan suhu optimal untuk penyimpanan sampel
urine)

3. Pada suatu hari seorang analis di laboratorium rumah sakit , datang rujukan dari
laboratorium swasta berupa darah dimana pemeriksaan yang diminta adalah kreatinin.
Segera serum dipisahkan dengan bekuan darah dan alat-alat yang diperlukan serta reagen
disiapkan. Setelah diperiksa ternyata hasilnya kreatinin darah hasilnya lebih tinggi dari
angka normal.
Pertanyaan soal:
Organ apakah yang mengalami kerusakan apabila hasil pemeriksaan kratinin darah
ternyata lebih tinggi dari kadar kreatinin darah orang yang normal
A. Ginjal
B. Hepar
C. Lever
D. Paru-paru
E. Pankreas
Jawaban : A (Karena pemeriksaan kreatinin darah merupakan indikator untuk menilai
kondisi ginjal. Apabila nilai kreatini tinggi dari nilai normal maka terjadi gangguan pada
ginjal)

4. Seorang analis di laboratorium rumah sakit , menerima pengantar dari pasien untuk
pemeriksaan urin lengkap. Setelah disiapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan.
Pada pemeriksaan sedimen ditemukan unsur organic dan unsure anorganik yang ada di
dalam urin pasien tersebut.
Pertanyaan soal:
Yang termasuk ke dalam unsur –unsur anorganik pada sedimen urin adalah?
A. Eritrosit
B. Leukosit
C. Kristal Ca-oxalat
D. Silinder
E. Spermatozoa

Jawaban : C (Karena di opsi hanya kristal Ca-oxalat yang merupakan sedimen unsur
anorganik. Sisanya adalah sedimen unsur organik )

5. Seorang analis sedang dinas di sebuah laboratorium, menerima pasien seorang laki-laki
berumur 40 tahun dengan riwayat mempunyai penyakit lever, dokter meminta
pemeriksaan fungsi lever.
Pertanyaan soal:
Parameter apakah yang biasa digunakan untuk mendiagnosa penyakit lever ?\
A. Trigliserit
B. Cholesterol
C. Uric acid
D. SGOT/SGPT
E. Creatinin

Jawaban : D (Karena SGOT/SGPT adalah enzim yang biasanya ada pada hati yang
dijadikan indikator pemeriksaan kondisi hati.)

6. Seorang pasien berumur 33 tahun telah datang kepada analis dengan membawa rujukan
dari dokter untuk melakukan pemeriksaan sperma. Dokter menyarankan agar melakukan
abstinentia selama 3-5 hari dan berkonsultasi dengan tenaga labor tentang sampling
sperma yang baik.
Pertanyaan soal
Bagaimana teknik pengambilan sampel yang baik untuk pemeriksaan sperma ?
Pilihan jawaban
A. Koitus interuptus
B. Reflux post coital
C. Koitus kondomatosus
D. Onani
E. Mencuci vagina dengan Nacl 0.9%
Jawaban : D (Karena itu digunakan untuk mengetahui berapa kadar sampel sperma yang
didapat dari ejakulasi. Jika sedikit maka pasien mengalami gangguan kesuburan sehingga
pengambilan sampel bisa melalui operasi bedah.)

7. Pada pemeriksaan serum untuk parameter ALT/SGPT, sebanyak 1,0 mL larutan kerja
dimasukkan dalam tabung reaksi kemudian ditambahkan 100 µL serum. Campuran
tersebut kemudian dimasukkan dalam cuvet alat fotometer untuk dilakukan pengukuran
aktivitas ALT/SGPT dengan metode kinetik pada panjang gelombang 340 nm.
Pertanyaan soal:
Apakah zat yang terukur pada panjang gelombang tersebut ?
Pilihan Jawaban :
A. NAD+
B. NADH
C. Alanin
D. Piruvat
E. Glutamat

Jawaban : B (Pada panjang gelombang 340 nm dilihat absorbansi SGPT yang


berbanding lurus dengan NADH sebab SGPT adalah zat yang dibuat dalam sel hati )

8. Seorang pasien datang ke laboratorium klinik dengan membawa surat pengantar dari
dokter untuk melakukan pemeriksaan urin reduksi. Petugas analis kesehatan melakukan
analisa urin tersebut dengan metoda Benedict. Sebanyak 5 mL larutan Benedict
dimasukkan dalam tabung reaksi kemudian ditambahkan 8 tetes urin. Selanjutnya
campuran tersebut dipanaskan sampai mendidih menggunakan lampu spiritus.
Pertanyaan soal
Berapa lama campuran tersebut di atas dipanaskan?
Pilihan jawaban
A. 1 menit
B. 2 menit
C. 3 menit
D. 4 menit
E. 5 menit

Jawaban : B (Karena waktu 2 menit tersebut merupakan waktu yang sesuai SOP untuk
pemeriksaan urine reduksi metode Benedict)

9. Seorang ibu datang ke laboratorium klinik dengan membawa surat pengantar dari dokter
dan sampel feses bayinya untuk dilakukan pemeriksaan feses rutin. Petugas analis
kesehatan melakukan analisa feses rutin. Pada pemeriksaan makroskopis didapatkan hasil
konsistensi cair, warna putih susu dan bau tengik. Kemudian dilanjutkan dengan
pemeriksaan mikroskopis untuk melihat ada tidaknya lemak dalam feses tersebut.

Pertanyaan soal:
Manakan larutan yang tepat digunakan untuk menganalisa lemak dalam feses?
Pilihan jawaban :
A. NaCl 0,9 %
B. Lugol 1- 2 %
C. Eosin 1 - 2 %
D. Sudan III
E. Asam asetat 10 %
Jawaban : D (Karena larutan sudan III yang paling cocok digunakan untuk
mengidentifikasi adanya lemak dalam sampel feses)

10. Seorang analis sedang melakukan pemeriksaan protein urine dengan metode didih bang
sesuai dengan permintaan dokter. Setelah dipanaskan terlihat kekeruhan pada urine yang
diperiksa, lalu ditambahkan asam asetat 6 % sebanyak 3 tetes.
Pertanyaan soal:
Apa tujuan dari penambahan asam asetat pada pemeriksaan tsb ?
Pilihan jawaban :
A. Menghilangkan lendir.
B. Menghilangkan protein
C. Menghilangkan calcium pospat
D. Menghilangkan calcium carbonat
E. Menghilangkan mucin
Jawaban : C (Penambahan asam asetat akan menghilangkan calcium pospat dalam urine
yang merupakan protein basa. Karena prinsip kerja metode bang adalah terbentuk
kekeruhan bila urine dalam suasana asam )

11. Seorang pasen laki-laki berusia 31 tahun menunjukkan permintaan dokter untuk
dilakukan pemeriksaan sperma terhadapnya. Setelah diberikan informasi yang benar
tentang persiapan dan pengumpulan sampel. 4 hari kemudian pasen datang pada jam
07.30 WIB dengan membawa sampel sperma. Data wawancara didapatkan bahwa sampel
di ambil jam 07.20 WIB
Pertanyaan soal:
Sikap apa yang harus dilakukan oleh analis ?
A. Memeriksa sampel secara lengkap dengan seksama dan mengeluarkan hasilnya
B. Memeriksa sebagian pemeriksaan dengan seksama dan mengeluarkan hasilnya
C. Meminta pasen untuk mengambil sampel keesokan harinya agar segera
mengeluarkan hasil
D. Meminta pasen untuk mengambil sampel 4 hari yang akan datang agar dapat segera
mengeluarkan hasil
E. Meminta pasen datang kapan saja setelah siap kembali agar hasil yang dikeluarkan
benar

Jawaban : A (Karena opsi jawaban tersebut adalah jawaban yang terbaik)

12. Protein Bence Jones adalah immunoglobulinmonoklonal dalam urine. Protein ini
berlebihan dalam serum yang tidak dapat diabsorbsi seluruhnya oleh glomerulus ginjal
sehingga keluar bersama urine. Protein ini akan terlihat sebagai kekeruhan pada suhu
antara 60-80oC.

Pertanyaan soal:
Metode apakah yang digunakan untuk melakukan penetapan protein tersebut.

Pilihan Jawaban :
A. Asam Sulfosalisilat 20 %
B. Reaksi didih Bang
C. Osgood
D. Asam Asetat
E. Esbach

Jawaban : C (Karena untuk menganalisa protein bence jones dalam urine dilakukan
dengan metode osgood)

13. Seorang analis melakukan pemeriksaan urea clearance sesuai dengan permintaan dari
dokter. Setelah semua prosedur pemeriksaan dilaksanakan dengan benar sesuai dengan
SOP didapatkan jumlah urine 500 ml/24 jam.
Pertanyaan soal:
Hal apakah yang harus dilakukan oleh analis tersebut untuk mendapatkan hasil yang
benar ?
Pilihan jawaban :
A. Menggunakan rumus yang tidak pakai akar.
B. Mengkonversi nilai dengan 54 ml/menit
C. Mengulang pemeriksaan
D. Memeriksa Creatinin clearance nya
E. Membandingkan dengan dengan inulin clearance.

Jawaban : B

14. Seorang pasien dengan keluhan nyeri pada ginjal, udema, hasil pemeriksaan urine protein
Positif 2
Soal
Pemeriksaan Lab darah yang terkait adalah :
A. Glukosa Darah
B. Kholesterol
C. Kreatinin
D. SGOT
E. Asam Urat
Jawaban : C
15. Urine ditambah dengan pereaksi benedict setelah dipanaskan timbul warna merah bata.
Pereaksi tersebut merupakan tes yang bersifat :
A. Reduktor
B. Enzimatis
C. Katalisator
D. Oksidator
E. Kondensasi
Jawaban : A
16. Pasien berpuasa selama 10 jam sebelum pengambilan darah merupakan persyaratan
mutlak untuk pemeriksaan:
A. Cholesterol
B. Protein
C. SGPT
D. KGDN
E. Asam Urat
Jawaban : D

17. Pemeriksaan kreatinin kliren adalah terkait dengan :


A. Gangguan Hati
B. Gangguan Ginjal
C. Gangguan saluran cerna
D. Gangguan hormonal
E. Diabates Mellitus
Jawaban : B
18. Urine setelah direbus dalam tabung reaksi akan timbul kekeruhan yang berkeping
keeping penilaian hasil tes:
A.Positif 1
B. Positif 2
C. Positif 3
D. Positif 4
E. Negatif

Jawaban : D

19. Hasil pengamatan warna urine memperlihatkan warna kuning kecoklatan hal ini berkaitan
dengan:
A. Adanya peningkatan ekresi eritrosit
B. Adanya peningkatan leukosit
C. Adanya peningkatan protein
D. Adanya peningkatan Bilirubin
E. Dijumpai pada penderita DM
Jawaban : D
20. Gunanya penambahan asam asetat 6% pada uji rebus protein adaalan:
A. Melarutkan urine keruh yang bukan protein
B. Memperjelas kekeruhan
C. Supaya urin bersifat asam
D. Menghindari oksidasi
E. Mempercepat kekeruhan
Jawaban : A
21. Senyawa yang tidak termasuk unsure penyusun lipoprotein dibawah ini adalah:
A. Cholesterol
B. Protein
C. Triglyserida
D. Bilirubin
E. Fosfolipid
Jawaban : D
22. Lipoprotein dengan ukuran yang paling besar adalah:
A. LDL
B. VLDL
C. HDL
D. Chylomikron
E. IDL
Jawaban : D
23. Lipoprotein yang beresiko terjadinya aterosklerosis adalah:
A. LDL
B. VLDL
C. HDL
D. Chylomikron
E. IDL
Jawaban : A
24. Peningkatan ekresi bilirubin melalui urine biasanya berkaitan dengan :
A. Gangguan hati dan Saluran empedu
B. Diabetes Mellitus
C. Kelainan ginjal
D. Gangguan keseimbangan asam basa
E. Gangguan keseimbangan elektrolit
Jawaban : A
25. Fungsi Yodium 1% pada test bilirubin adalah :
A. Sebagai pengoksidan
B. Sebagai reduktor
C. Sebagai katalisator
D. Untuk mengendap bilirubin
E. Untuk mengendap urobilin
Jawaban : A
26. Bilirubin berubah sifat menjadi senyawa yang larut dalam air setelah berkonjugasi
dengan:
A. Protein
B. UDP-Glukorodat
C. Asam amino
D. Asam lemak
E. Enzyme
Jawaban : B
27. Unsur yang bukan sedimen organik adalah:
A. Eritrosit
B. Leukosit
C. Kristal Kalsium oksalat
D. Epitel
E. Silinder
Jawaban : C
28. Hormon yang sangat berpengaruh terhadap peningkatan glukosa darah adalah:
A. Thyroxin
B. ADH
C. Adrenalin
D. ACTH
E. Insulin
Jawaban : E
29. Pengukuran kadar glukosa darah 2 jam setelah makan termasuk:
A. KGDN
B. KGD-PP
C. KGD-Sewaktu
D. Tes GTT
E. Tes Hb A1c
Jawaban : B
30. Untuk mngetahui adanya komplikasi Akut DM tes yang dilakukan adalah:
A. Bilirubin
B. Benda Keton
C. Albumin
D. Cholesterol
E. Glukosuria
Jawaban : E
31. Test yang memberi petunjuk terhadap adanya kerusakan sel hati adalah:
A. SGOT
B. SGPT
C. CK-MB
D. Cholesterol
E. ALP
Jawaban : B
32. Lipoprotein yang dengan komposisi kholesterol yang tinggi adalah:
A. Chylomikron
B. VLDL
C. LDL
D. HDL
E. IDL
Jawaban : C
33. Glukosuria adalah istilah yang digunakan untuk:
A. Protein dalam urine
B. Gula dalam urine
C. Lemak dalam urine
D. Volume urine yang tinggi
E. Bilirubin dalam urine
Jawaban : B
34. Alat yang digunakan mengukur BJ Urine adalah:
A. Tensi meter
B. Thermometer
C. Urinometer
D. Flam fotometer
E. Spektrofotometer
Jawaban : C
35. Jenis lemak yang beresiko terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah adalah:
A. Asam lemak tak jenuh
B. Trigliserida
C. Cholesterol
D. Fosfolipid
E. Glikolipid
Jawaban : C
36. Hasil pemeriksaan bahan control glukosa pada bulan april 2010 adalah sebagai berikut
3.0 GRAFIK KONTROL GLUKOSA
APRIL 2010
1.0

1 5 6 7 8 9 12 13 14 15 16 19 20 21 22 23 26 27 28 29 30

Pertanyaan soal:
Berdasarkan data tersebut aturan westgard apa yang dilanggar.

Pilihan Jawaban :
A. 1 2S
B. 1 3S
C. 2 2S
D. R 4S
E. 4 1S

Jawaban : D

37. Untuk mendapatkan serum diperlukan Relative Centrifugal Force (RCF) sebesar 1000 x
g, Sentrifus yang dimiliki mempunyai radius10 cm,
Pertanyaan soal:
Pada kecepatan putar (RPM) berapa centrifus harus dioperasikan, untuk mendapatkan
pemisahan yang sempurna.

Pilihan Jawaban :
A. 1000 rpm
B. 2000 rpm
C. 3000 rpm
D. 4000 rpm
E. 5000 rpm

Jawaban : C
38. Seorang analis atas permintaan dokter sedang melakukan pemeriksaan urin reduksi
dengan metode Benedick dan didapat hasil reaksi Benedict +2. Sebelumnya didapat hasil
glukosa darah puasa pasien tersebut 98 mg/dl dan 2 jam pp 105 mg/dl
Pertanyaan soal:

Alasan apa yang paling tepat untuk menjelaskan penyebab hasil reksi benedick +2 ?
A. Glukosa darah turun karena pasien terlalu lama puasa
B. Metode Benedick memberi hasil reaksi positif karena adanya zat pereduksi lain.
C. Pemanasan yang terlalu tinggi saat dilakukan pemeriksaan sehingga memberi reaksi
positif palsu
D. Hasil pemeriksaan gula darah turun karena sampel darah diperiksa 1 jam setelah
pengambilan darah
E. Pengambilan sampel urine dan sampel darah dilakukan pada waktu yang berbeda

Jawaban : B

39. Seorang lulusan DIII analis kesehatan bekerja di laboratorium klinik mandiri/swasta
dengan kategori laboratorium madya. Suatu ketika datanglah seorang pasien dengan
pengantar untuk pemeriksaan glukosa darah. Kebetulan pasien tersebut tinggal satu
komplek dengan analis. Hasil tes darah puasa menunjukkan kadar 180 mg/dL. Pada saat
amplop hasil diberikan, pasien menanyakan kepada analis tentang hasil tersebut.
Pertanyaan soal
Apa tindakan analis yang benar ?

Pilihan jawaban
A. Menganjurkan pasien membawa hasil tersebut ke dokter pengirim supaya mendapat
penjelasan dan penanganan yang tepat
B. Membuka amplop, menjelaskan bahwa hasil tes dan menyuruhnya segera ke dokter
C. Mengambil arsip hasil tes laboratorium lalu menyatakan pasien menderita diabetes
mellitus
D. Tanpa membuka amplop, ia langsung memberitahu bahwa hasil tes tidak normal
karena ia masih ingat hasil analisis darah yang dikerjakannya.
E. Menyarankan pasien membeli obat diabetes ke toko obat terdekat karena ia tahu
kadar glukosa darah tetangganya tersebut tinggi.

Jawaban : A

40. Seorang pasien perempuan atas rujukan dokter diminta memeriksakan sedimentasi urin.
Berdasarkan hasil pemeriksaan rutin didapatkan data pemeriksaan urin berwarna
kehijauan, agak keruh, pH 6,3 dan BJ 1.021. Sampel urin ditampung dalam tabung
sentrifuse disentrifugasi dengan kecepatan 1500 rpm selama 5 menit. Filtrat dibuang dan
sedimentasi dibuat preparat.
Pertanyaan soal:
Jenis Kristal apakah yang paling banyak ditemukan dalam sampel urin tersebut?
A. Kalsium oksalat
B. Triple pospat
C. Asam urat
D. Kalsium karbonat
E. Kalsium fosfat

Jawaban : A

41. Seorang pasien laki-laki 36 tahun diminta memeriksakan cairan sperma oleh dokter dan
diberikan informasi tentang benar tentang persiapan, pengambilan, penampungan dan
pengantaran sampel. Pada waktu yang ditentukan sampel diterima jam 09.00 WIB
dalam wadah lebar dan tertutup.
Pertanyaan soal:
Proses pemeriksaan manakah yang paling tepat untuk dapat memberikan hasil yang
akurat ?
Pilihan Jawaban :
A. Pemeriksaan harus segera dimulai pada jam 09.00 WIB
B. Pemeriksaan dapat segera dimulai setelah jam 09.20 WIB
C. Pemeriksaan dapat segera dimulai setelah jam 10.20 WIB
D. Pemeriksaan harus dapat diselesaikan dalam waktu 20 menit
E. Pemeriksaan harus dapat diselesaikan dalam waktu

Jawaban : B

42. Seorang analis melakukan pemeriksaan protein dalam urin pasien atas permintaan dokter
yang didiagnosa menderita Multiple myeloma. Sebagai tes penyaring digunakan metode
carik celup dengan hasil pemeriksaan proteinuri negatif, sehingga metode harus
dikonversi dengan metode didih Bang

Pertanyaan soal:
Pada kasus tersebut alasan apakah yang paling tepat dilakukan konversi metode ?

Pilihan Jawaban :
A. Metode carik celup hanya sensitive terhadap globulin
B. Metode carik celup hanya sensitive terhadap albumin
C. Metode carik celup hanya sensitive terhadap hemoglobin
D. Metode carik celup hanya sensitive terhadap mukoprotein
E. Metode carik celup hanya sensitive terhadap bence jones protein

Jawaban : B

43. Seorang pasien laki-laki berusia 30 tahun kelaboratorium klinik membawa pengantar
dokter untuk pemeriksaan sperma. 4 hari kemudian pasien datang pada jam 08.30 WIB
sesuai instruksi petugas dengan membawa sampel sperma. Hasil wawancara dengan
pasien didapatkan informasi sampel di ambil pada jam 06.15 WIB
Pertanyaan soal :
Apa yang harus dilakukan tenaga analis terhadap kasus diatas ?
A. Meminta pasien untuk mengulang mengambil sampel
B. Meminta pasien untuk mengulang pengambilan sampel dengan tetap melakukan
pemeriksaan terhadap sampel tersebut dengan seksama dan mengeluarkan hasilnya
C. Meminta pasien mengambil sampel 4 hari yang akan datang sesuai dengan instruksi
D. Meminta pasien untuk mengambil sampel keesokan harinya
E. Meminta pasien datang kapan saja untuk mengulang pemeriksaan

Jawaban : C
44. Seorang analis sedang dinas pagi di sebuah laboratorium, menerima pasien seorang ibu
hamil berumur 24 tahun dengan riwayat mempunyai penyakit lever, dokter meminta
pemeriksaan fungsi lever.
Pertanyaan soal:
Parameter apakah yang biasa digunakan untuk mendiagnosa penyakit diatas ?
A. Trigliserida
B. Cholesterol
C. SGOT/SGPT
D. Uric acid
E. Ureum

Jawaban : C

45. Seorang analis sedang dinas pagi di sebuah laboratorium, menerima pasien seorang laki-
laki berumur 54 tahun dengan riwayat mempunyai ginjal, dokter meminta pemeriksaan
fungsi ginjal.
Pertanyaan soal:
Parameter apakah yang biasa digunakan untuk mendiagnosa adanya penyakit diatas ?
A. Trigliserida
B. Cholesterol
C. Uric acid
D. Creatinin
E. SGOT/SGPT

Jawaban : D

46. Seorang pasien laki-laki berusia 45 tahun datang ke laboratorium dengan membawa
formulir permintaan pemeriksaan dari dokter untuk dilakukan pemeriksaan glukosa darah
dan berdasarkan formulir tersebut pasien merupakan penderita Diabetes Mellitus. Petugas
laboratorium menerima dan membaca formulir permintaan pemeriksaan tersebut,
kemudian menjelaskan kepada pasien apa yang harus dipersiapkan oleh pasien sebelum
dilakukan pemeriksaan.
Pertanyaan soal:
Persiapan apa yang harus disampaikan kepada pasien terkait pemeriksaan tersebut ?
Pilihan Jawaban :
A. Pasien tidak boleh makanan-makanan yang berlemak
B. Pasien harus berpuasa selama 6-9 jam
C. Pasien tidak boleh makan- makanan berprotein tinggi
D. Pasien harus berpuasa 10-12 jam
E. Pasien harus makan makanan tinggi karbohidrat

Jawaban : D

47. Seorang pasien wanita berusia 35 tahun telah satu bulan yang lalu melahirkan seorang
bayi kembar secara alamiah. Telah satu minggu ini ia mengeluh demam dan setiap buang
air kecil merasakan panas di daerah organ kelamin. Diagnosa ibu tersebut mengalami
ISK, dokter menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan urinnya ke laboratorium.
Pertanyaan soal:
Spesimen urin seperti apa yang memenuhi persyaratan untuk pemeriksaan ini ?
Pilihan Jawaban :
A. Urin pagi
B. Urin 24 jam
C. Urin sewaktu
D. Urin postprandial
E. Urin porsi tengah

Jawaban : E

48. Seorang wanita penberita Diabetes Mellitus datang ke laboratorium dengan membawa
formulir permintaan pemeriksaan dari dokter untuk pemeriksaan HbA1c untuk memantau
hasil pengobatan yang telah dilakukan selama ini. Analis dilaboratorium melakukan
pengambilan spesimen darah dari pasien tersebut untuk dilakukan pemeriksaan.
Pertanyaan soal:
Bahan pemeriksaan apakah yang sebaiknya dipakai pada pemeriksaan tersebut?
Pilihan Jawaban :
A. Serum
B. Darah arteri
C. Plasma heparin
D. Plasma EDTA
E. Whole blood

Jawaban : E

49. Seorang analis melakukan pemeriksaan control kadar glukosa, hasilnya 115 mg/dl,
dimasukkan ke dalam chart dan hasil tersebut masuk dalam range +2 SD. Hasil control
hari kemarin juga masuk +2SD. Kemudian melakukan pengujian terhadap 30 sampel,
semua hasil pemeriksaan kadar glukosa di atas 200 mg/dl.
Pertanyaan soal:
Tindakan apa yang tepat dilakukan menghadapi hal tersebut ?
Pilihan Jawaban :
A. Mengecek alat
B. Langsung memvalidasi hasil tersebut
C. Mengulangi pemeriksaan control
D. Mengkonsultasikan dengan penyelia
E. Mengecek alat, reagen dan mengulangi pemeriksaan

Jawaban : E

50. Seorang analis ingin melakukan Pemantapan Mutu Internal (PMI) pengujian kadar
kholesterol dalam darah dengan metode baru, dan bermaksud mengecek ketelitian
metode tersebut.
Pertanyaan soal:
Tindakan apa yang tepat dilakukan menghadapi hal tersebut ?
Pilihan Jawaban :
A. Melakukan uji blanko
B. Melakukan uji spike matriks
C. Menguji blind sample
D. Membuat kurva kalibrasi
E. Melakukan duplikasi sampel
Jawaban : E

51. Seorang analis memeriksa sampel darah untuk pemeriksaan gula darah puasa dan 2 jam
pp, didapatkan hasil gula darah 2 jam pp nilainya lebih rendah dibandingkan dengan gula
darah puasa, walaupun telah dilakukan secara duplo. Pemantapan Mutu untuk
pemeriksaan glukosa darah pada hari itu masuk dalam control. Analis tersebut ragu untuk
mengeluarkan hasil glukosa darah.

Pertanyaan soal
Apa yang seharusnya dilakukan oleh Analis tersebut, bila Saudara berada pada posisi
tersebut ?

Pilihan jawaban
A. Mengeluarkan hasil tsb, karena kontrolnya masuk.
B. Mengecek semua prosedur yang berhubungan dengan pemeriksaan gula darah
C. Meminta bantuan tenaga analis yang lebih berpengalaman untuk second opinion
D. Melakukan pemeriksaan gula darah untuk ke tiga kalinya, dengan metoda, alat dan
reagen yang sama
E. Melakukan pemeriksaan gula darah untuk ketiga kalinya, dengan metoda, alat yang
sama, dengan reagen yang baru.

Jawaban : C

52. Seorang analis menerima sampel pemeriksaan. Pada blanko order permintaan
pemeriksaan yang diminta adalah pemeriksaan glucose darah dan urine. Setelah
dilakukan pemeriksaan didapat hasil glucose darah 90 mg/dl dengan hasil glucose urine
positive.
Pertanyaan soal
Dengan hasil seperti itu, tindakan apa yang seharusnya dilakukan oleh analis?
Pilihan jawaban
A. Melakukan pemeriksaan ulang terhadap urine yang sama
B. Melakukan pemeriksaan ulang terhadap darah yang sama
C. Melakukan pemeriksaan ulang pada darah dan urine yang baru.
D. Melakukan pemeriksaan ulang terhadap urine yang baru
E. Mencari informasi pasien, apa yang diminum sebelum melakukan pemeriksaan

Jawaban : C
53. Seorang pria dengan usia 65 tahun datang ke laboratorium kesehatan. Bapak tersebut
mengeluh bahwa ia sering merasa haus, sering buang air kecil pada malam hari dan berat
badannya turun dengan drastic. Bapak tersebut minta supaya darahnya diperiksa tetapi ia
tidak memiliki surat rujukan dari dokter.
Pertanyaan soal
Apakah langkah yang diambil oleh petugas laboratorium dalam menghadapi bapak
tersebut?
Pilihan jawaban
A. Petugas mempersilahkan bapak tersebut untuk pergi ke dokter terlebih dahulu.
B. Petugas menganjurkan untuk dilakukan pemeriksaan gula darah.
C. Petugas membawa bapak tersebut ke dokter konsultan yang ada di laboratorium
tersebut.
D. Mempersilahkan bapak tersebut untuk puasa selama 10 – 12 jam baru dilakukan
pemeriksaan.
E. Petugas mengcheklist pemeriksaan glucose darah dan urine

Jawaban : C

54. Seorang pasien datang ke laboratorium klinik mandiri dengan kategori utama dengan
membawa pengantar untuk periksa Tes Fungsi Jantung. Laboratorium ini melaksanakan
program pemantapan mutu internal dan eksternal. Seorang analis melayani pasien ini,
pasien banyak bertanya mengenai akurasi hasil Tes Fungsi Jantung di laboratorium
tersebut sebelum memutuskan jadi periksa di lab tersebut atau pindah ke lab lain.
Pertanyaan soal
Apakah langkah yang diambil oleh petugas laboratorium dalam menghadapi pasien
tersebut?
Pilihan jawaban
A. Meyakinkan pasien bahwa laboratorium ini yang paling baik di kota tersebut
B. Menjelek-jelekkan laboratorium lain yang menjadi pesaing supaya pasien tetap
periksa di lab itu
C. Memberikan jaminan bahwa hasilnya akurat dan memaksa pasien tetap periksa di lab
itu
D. Menjelaskan upaya yang dilakukan lab itu dalam menjaga mutu hasil tes termasuk
pemeriksaan Tes Fungsi Jantung.
E. Mengatakan bahwa dokter minta pasien periksa di lab itu karena dokter saja sudah
percaya, jadi pasien juga seharusnya meyakini hal itu

Jawaban : D

55. Seorang analis pada laboratorium X atas permintaan dokter melakukan pemeriksaan urin
rutin terhadap berat jenis dengan menggunakan urinometer. Sebelumnya didapatkan data
pemeriksaan urin tidak berwarna, agak keruh, reaksi Benedict +2 dan reaksi Bang +2,
suhu tera 27OC dan suhu urin 30 OC dan berat jenis pada urinometer 1.013.
Pertanyaan soal
Berapa berat jenis sebenarnya dari urin tersebut ?
Pilihan jawaban
A. 1.012
B. 1.013
C. 1.014
D. 1.015
E. 1.016

Jawaban : C

56. Seorang analis sedang melakukan pemeriksaan urin berdasarkan permintaan dokter
penyakit dalam. Sampel urin yang baru dikeluarkan diterima oleh analis pada jam 08.10
WIB. Alat penunjuk suhu ruang menunjukkan angka 37OC. Pengerjaan sampel dimulai
jam 09.00 WIB. Hasil pemeriksaan makroskopis menunjukkan warna kuning tua, agak
keruh, pH 7,8 dan BJ 1.0011.
Pertanyaan soal
Parameter apakah yang paling terpengaruh secara berarti oleh keadaan di atas?
Pilihan jawaban
A. Bilirubin
B. Glukosa
C. Sel-sel
D. Benda-benda keton
E. Bakteri

Jawaban : C

57. Seorang laki-laki berusia 40 tahun di diagnosa dokter menderita gangguan ginjal
sehingga mempunyai nilai ambang batas ginjal terhadap glukosa yang rendah. Pasien
tersebut diminta memeriksakan glukosa darah dan glukosa urin puasa. Hasil yang
diperoleh adalah glukosa darah 100 mg/dL metode spektrofotometri dan (+2) pada
glukosa urin dengan carik celup.
Pertanyaan soal
Tindakan apakah yang seharusnya diambil oleh analis sebelum mengeluarkan hasil
pemeriksaan tersebut?
Pilihan jawaban
A. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan glukosa urin dengan kadar ureum darah
B. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan glukosa urin dengan kadar kreatinin darah
C. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan urin dengan metode spektrofotometri
D. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan urin dengan metode semiotomatis
E. Mengkonfirmasi hasil pemeriksaan urin dengan metode reduksi

Jawaban : C

58. Seorang analis melakukan pemeriksaan cairan pleura atas permintaan dokter pada
seorang pasien yang diduga tuberculosis. Didapatkan cairan menyerupai serum darah
sejumlah 1 liter dengan sedikit jumlah fibrin dan sel.
Pertanyaan soal
Termasuk jenis apakah cairan tersebut di atas?
Pilihan jawaban
A. Transudat
B. Eksudat bening
C. Eksudat fibrosa
D. Eksudat purulen
E. Eksudat hemoragik

Jawaban : C

59. Pemeriksaan protein urin dari pasien ibu hamil menunjukkan hasil adanya kekeruhan
jelas dengan keping-kepingan seperti pada gambar berikut ini :

Sumber : Koleksi Pribadi


Pertanyaan
Bagaimana interpretasi hasil pemeriksaan tersebut?
Pilihan Jawaban
A. Negatif
B. Positif +
C. Positif ++
D. Positif +++
E. Positif ++++
Jawaban : D
60. Pemeriksaan urinalisis dari pasien laki-laki usia 45 tahun dengan diagnose gagal ginjal
kronik didapatkan hasil BJ rendah (disebutkan angkanya), volume urine menurun
meningkat (disebutkan angkanya), kadar protein urin ringan sampai sedang (disebutkan
angkanya), juga ditemukan sedimen silinder (disebutkan positifnya).
Pertanyaan
Jenis silinder apa yang spesifik ditemukan pada kasus diatas?
Pilihan Jawaban
A. Lilin
B. Hyalin
C. Granular
D. Erytrosit
E. Leukosit
Jawaban : C
61. Seorang Ibu hamil dengan keluhan pembengkakan yang terjadi di kaki dan hasil tekanan
darah sangat tinggi. Diketahui bahwa ibu tersebut mengalami pre eklamsia (gestosis)
Pertanyaan :
Pemeriksaan laboratorium apa yang dilakukan terhadap urine untuk mendukung diagnose
tersebut?
Pilihan Jawaban
A. Glukosa
B. Keton
C. Protein
D. Bilirubin
E. Urobilinogen
Jawaban : C
62. Seorang ATLM menerima formulir permintaan pemeriksaan cairan pleura dari perawat
pasien rawat inap. Setelah sampel cairan pleura diterima kemudian diperiksa dan
diperoleh hasil warna : purulen, keruh, BJ : 1.028, ada bekuan, berbau, test rivalta (+)
kadar glukosa kurang dari kadar glukosa dalam plasma darah
Pertanyaan
Berapa konsentrasi asam asetat pada pemeriksaan test rivalta ?
Pilihan Jawaban
A. 5%
B. 10%
C. 25%
D. 30%
E. 100%
Jawaban : E
63. Pasien dating ke laboratorium dengan membawa pengantar dari dokter untuk diperisa
fraksi lemak darahnya. Setelah darah diolah menjadi serum, ternyata serum keruh
sekali/lipemik.
Serum yang lipemik akan mengganggu pembacaan dengan spektrofotometer.
Pertanyaan :
Tindakan apa yang akan dilakukan terhadap sampel tersebut?
Pilihan Jawaban
A. Dicentrifuge
B. Diulang pengambil sampel
C. Disaring
D. Diencerkan
E. Didiamkan pada suhu 4o C selama 24 jam
Jawaban : E
64. Pengambilan sampel dilakukan pada jam 07.00, pemeriksaan dilakukan pada jam 09.00.
Ada penundaan pemeriksaan selama 2 jam karena trouble alat. Hasil pemeriksaan
glukosa darah menunjukkan nilai 60 mg/dl.
Pertanyaan
Apa yang menyebabkan nilai glukosa rendah palsu?
Pilihan Jawaban
A. Terjadi kontaminasi oleh kuman dan bahan kimia
B. Terjadi metabolisme oleh sel-sel hidup pada specimen
C. Terjadi penguapan
D. Pengaruh suhu
E. Terkena paparan sinar matahari
Jawaban : B
65. Melakukan pemeriksaan analisis gas darah. Sampel darah diambil dari pasien wanita usia
60 tahun sedang mengalami sesak nafas. Kulit tampak pucat, denyut nadi melemah,
didapatkan hasil laboratorium pH = 7,30 ; pCO2 = 48 mmHg ; HCO3 = 20 mmol/liter
Pertanyaan
Apakah interpretasi status asam basa pasien hasil labortorium diatas?
Pilihan Jawaban
A. Alkalosis respiratorik tanpa kompensasi
B. Asidosis respiratorik tanpa kompensasi
C. Alkalosis metabolic dengan kompensasi asidosis respiratorik
D. Alkalosis respiratorik dengan kompensasi alkalosis metabolik
E. Asidosis metabolic dengan kompensasi alkalosis respiratorik
Jawaban : B
66. Seorang penderita meningitis melakukan pemeriksaan LCS (Cairan otak) dan ditemukan
adanya protein dalam cairan otak terutama globulin
Pertanyaan
Test apakah yang dapat digunakan untuk melakukan pemeriksaan tersebut?
Pilihan Jawaban
A. None Apel
B. Rivalta
C. Aceton
D. Gerhard
E. Indikan
Jawaban : A
67. Seorang Pasien Diabetes Mellitus didiagnosis terjadi komplikasi yang ditandai adanya
proteinuria menetap disertai adanya retinopati dan hipertensi. Untuk memastikan
diagnose gejala tersebut, dokter meminta dilakukan pemeriksaan laboratorium lanjut.
Pertanyaan
Tes laboratorium apakah yang digunakan untuk kepastian diagnose tersebut?
Pilihan Jawaban
A. Tes HbA1C
B. Tes Fraksi Lipid
C. Tes Fraksi globulin
D. Tes Mikroalbuminuria
E. Tes Protein Bence Jones

Jawaban : D

68. Profil dari hasil pemeriksaan lipid seorang pasien didapatkan kadar cholesterol 230
mg/dl, TG 200 mg/dl, HDl 40 mg/dl
Berapa kadar LDL Cholesterol dari pasien tersebut?
Pilihan Jawaban
A. 100 mg/dl
B. 110 mg/dl
C. 130 mg/dl
D. 150 mg/dl
E. 160 mg/dl
Jawaban : D
69. Seorang Analis menerima sampel dan formulir permintaan pemeriksaan profil lipid
seorang pasien. Hasil pemeriksaan didapat nilai kadar kolesterol 230 mg/dL, trigliserida
200 mg/dL dan HDL kolesterol 40 mg/dL
Pertanyaan soal:
Berapakah kadar LDL kolesterol dari pasien tersebut ?

A. 102,5 mg/dL
B. 110 mg/dL
C. 114 mg/dL
D. 150 mg/dL
E. 194 mg/dL

Jawaban : D
70. Seorang analis melakukan pemeriksaan carik celup terhadap urin seorang pasien . Hasil
pemeriksaan carik celup didapat reduksi +2 dan parameter lainnya negatif. Kemudian
dilakukan pemeriksaan konfirmasi reduksi menggunakan metode Benedict dan didapat
hasil +1.
Pertanyaan soal:
Faktor apa yang menyebabkan hasil pemeriksaan Carik celup lebih rendah dibandingkan
Benedict ?
Pilihan Jawaban :
A. Metode Benedict dapat mendeteksi adanya bahan yang bukan reduktor
B. Metode Carik celup bersifat non enzimatik
C. Metode carik celup bersifat enzimatik
D. Metode carik celup tidak dapat mendeteksi glukosa urin
E. Metode carik celup menggunakan enzim hexokinase

Jawaban : C
71. Seorang analis mengevaluasi hasil pemeriksaan gula darah yg sangat meningkat dari
seorang pasien DM yang rutin melakukan kontrol kadar gula. Dari penelusuran proses
analisa ditemukan serum yg diperiksa mengalami hemolisis ringan. Analis tersebut
selanjutnya meminta pengambilan spesimen dan pemeriksaan ulang.
Pertanyaan :
Apakah alasan yang membenarkan tindakan anais tersebut?
Pilihan Jawaban :
A. Peningkatan terjadi akibat keluarnya glukosa intrasel
B. Pertambahan intensitas warna spesimen
C. Terjadinya hemokonsentrasi saat sampling
D. Keterlibatan enzim intrasel dalam reaksi warna
E. Perubahan komponen kimia tertentu menghasilkan glukosa

Jawaban : A

72. Seorang pasien yang didiagnosis malaria berat dirujuk untuk melakukan pemeriksaan
darah dan urin. Dari pemeriksaan urinalisa didapatkan hasil uji benzidin base metode
dipstik +3, hal ini bertentangan dengan hasil pemeriksaan sedimen yang mendapatkan
jumlah eritrosit hanya 0-1/LPK.
Apakah alasan yang dapat menjelaskan fakta hasil diatas?
A. eritrosit tidak mengendap saat disentrifus
B. eritrosit lisis pada saat sentrifugasi
C. urin mengandung hemoglobin yang tinggi tapi rendah eritrosit
D. eritrosit mengkerut dan dibaca sebagai lekosit
E. eritrosit kehilangan hemoglobin sehingga sulit dibaca

Jawaban : C

73. Seorang analis laboratorium klinik melakukan pemeriksaan profil lipid. Hasil didapat
kolesterol total 196 mg/dl, HDL 57 mg/dl dan trigliserida 412 mg/dl. Untuk nilai LDL
dilakukan dengan perhitungan (rumus Friedewald).
Bagaimana pelaporan nilai LDL dari pemeriksaan di atas?
A. dapat dihitung, nilai LDL adalah 139 mg/dl
A. tidak dapat dihitung, karena nilai trigliserida >400 mg/dl
B. dapat dihitung, nilai LDL adalah 159 mg/dl
C. tidak dapat dihitung, karena nilai trigliserida >300 mg/dl
D. dapat dihitung, nilai LDL adalah 56,6 mg/dl

Jawaban : D

74. Seorang analis laboratorium klinik melakukan pemeriksaan profil lipid. Hasil didapat
kolesterol total 196 mg/dl, HDL 57 mg/dl dan trigliserida 412 mg/dl. Untuk nilai LDL
dilakukan dengan perhitungan (rumus Friedewald).
Bagaimana pelaporan nilai LDL dari pemeriksaan di atas?
A. dapat dihitung, nilai LDL adalah 139 mg/dl
B. tidak dapat dihitung, karena nilai trigliserida >400 mg/dl
C. dapat dihitung, nilai LDL adalah 159 mg/dl
D. tidak dapat dihitung, karena nilai trigliserida >300 mg/dl
E. dapat dihitung, nilai LDL adalah 56,6 mg/dl

Jawaban : B

75. Pasien datang ke laboratorium mengeluh kalau badannya terasa lemah,sering


kesemutan, sering lapar,sering kencing , berat badannya turun dan cepat haus.
Pertanyaan Soal:
Tindakan apa yang harus dilakukan oleh analis?
A. Menyarankan agar pasien berpuasa mulai jam 10 malam sampai jam 9 pagi,meminta
pasien menampung urinnya dan memeriksa kadar gula darahnya ke laboratorium.
B. Menyarankan agar pasien berpuasa, menampung urinnya dan memeriksa kadar gula
darahnya.
C. Menjelaskan kepada pasien agar mengurangi makan-makanan yang manis
D. Menyarankan kepada pasien agar banyak berolahraga dan mengurangi makan-
makanan yang manis
E. Menyarankan pasien memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyakitnya.

Jawaban : A (Karena gejala yang dialami pasien di atas bisa jadi adalah hipoglikemia,
oleh karena itu dibutuhkan sampel urin dan darah puasa )

76. Pasien datang ke laboratorium dengan membawa pengantar dari dokter untuk diperiksa
fraksi lemak darahnya.Setelah darah diolah menjadi serum, ternyata serum keruh
sekali/lipemik. Serum yang lipemik akan mengganggu pembacaan dengan
spektrofotometer.
Pertanyaan soal:
Bagaimana cara mengatasi serum yang lipemik?
A. Didiamkan pada suhu ruang selama 10 jam
B. Didiamkan pada suhu 4⁰ C selama 10 jam
C. Didiamkan pada suhu 4⁰ C selama 24 jam
D. Didiamkan pada suhu 37⁰C selama 10 jam
E. Didiamkan pada suhu 37⁰ C selama 24 jam

Jawaban : C (Karena dengan suhu 4 ̊ C selama 24 jam akan membuat serum tidak keruh
lagi sehingga tidak mempengaruhi absorbansi spektrofotometer pada semua panjang
gelombang agar tidak terjadi kesalahan nilai anlisa)

77. Seseorang dengan keluhan mual, sakit kepala,setelah dilihat hasil laboratoriumnya kadar
albumin dan total proteinnya menurun, kadar SGPT meningkat dan terjadi
trombositopenia.
Pertanyaan soal:
Dilihat dari tanda-tanda dan hasil laboratorium diatas, organ apa yang mengalami
gangguan?
A. Hepar
B.Ginjal
C.Jantung
D.Lambung
E.Paru-paru

Jawaban : A (Karena indikator hasil yang digunakan merupakan uji fungsi hati untuk
menilai kondisi organ hati/hepar )

Anda mungkin juga menyukai