Anda di halaman 1dari 4

Nama : Aulia Puspa Giriani

NIM :17080304006
Kelas : Pend. Akuntansi 17B
TEORI BELAJAR HUMANISTIK

Teori belajar humanistik adalah suatu teori dalam pembelajaran yang

mengedepankan bagaimana memanusiakan manusia serta peserta didik mampu

mengembangkan potensi dirinya.

A. Teori Belajar Humanistik Menurut Beberapa Pakar

Teori belajar humanistik yang terkenal dengan pendapat dan pandangan dari 3 ahli,

yaitu Arthur Combs, Abraham H. Maslow, dan Carl Rogers.

1. Arthur Combs

Memiliki pendapat bahwa belajar merupakan hal yang bisa terjadi tatkala bagi

seseorang ada artinya. Guru tidak bisa memaksa seseorang untuk mempelajari hal

yang tidak disukai atau dianggap tidak relevan.

2. Abraham Maslow

Maslow berpendapat bahwa proses belajar pada manusia merupakan proses yang

dilaluinya untuk mengaktualisasikan dirinya. Belajar adalah proses untuk mengerti

sekaligus memahami siapa diri kita sendiri, bagaimana kita menjadi diri kita sendiri,

sampai potensi apa yang ada pada diri kita untuk kita kembangkan ke arah tertentu

3. Carl Rogers

Baginya, pengalaman individu merupakan fenomena logika yang dialami oleh individu

itu sendiri. Rogers juga berpendapat bahwa setiap manusia memiliki kecenderungan

untuk mencapai kesempurnaan hidup, membentuk konsep hidup yang unik, dan tingkah

lakunya selaras dengan konsep kehidupan yang dimilikinya.

B. Kelebihan dan kekurangan teori Humanistik

 Kelebihan Teori Humanistik :

1. Aplikasi teori ini bisa memunculkan kreativitas peserta didik atau orang yang

belajar. Hal ini terjadi karena teori ini berpusat pada orang yang belajar, bukan
pada materi yang harus dijejalkan pada peserta didik, bernuansa demokratis,

partisipatif

2. Tenaga pendidik justru memiliki tugas yang lebih ringan, tidak terpaku untuk

menyelesaikan materi tetapi lebih fokus pada pengembangan setiap individu

yang belajar.

 Kekurangan Teori Humanistik :

1. Aplikasi teori ini memungkinkan peserta didik untuk sulit memahamai potensi

dirinya sendiri. Ini terjadi karena tenaga pendidik yang terlalu ‘melepaskan’

peserta didik dalam mengeksplorasi dirinya sendiri.

2. Peserta didik yang tidak berminat untuk mengikuti proses belajar akan tertinggal

dengan peserta didik lain yang sudah memiliki niatan untuk belajar dan

memperbaiki diri.

C. Teori Humanistik Dalam Pembelajaran

Peran guru dalam pembelajaran humanistik adalah menjadi fasilitator bagi para

peserta didik untuk memberikan motivasi, pengalaman dalam proses belajar, dan

kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan peserta didik. Peserta didik

berperan sebagai pelaku utama (student center) yang memaknai proses pengalaman

belajarnya sendiri. Diharapkan peserta didik memahami dan mengembangkan potensi

dirinya. Peserta didik diharapkan menjadi manusia yang bebas, berani, tidak terikat oleh

pendapat orang lain dan mengatur pribadinya sendiri secara bertanggungjawab tanpa

mengurangi hak-hak orang lain atau melanggar aturan , norma , disiplin atau etika

yang berlaku.

D. Implikasi Teori Belajar Humanistik

Teori belajar humanistik paling dekat untuk digunakan oleh guru. Guru merupakan

profesi yang bisa berperan sebagai fasilitator dalam proses belajar seseorang. Teori ini

merupakan panduan atau guideness yang bisa digunakan untuk mendampingi murid


selaku peserta belajar agar mereka bisa mendalami proses belajar tersebut dari dalam

dirinya sendiri. Guru atau fasilitator diharapkan mampu memberikan kesan awal yang

menyenangkan. Guru bertugas membantu setiap peserta didik untuk memperoleh dan

memahami adanya tujuan perorangan dalam proses belajar tersebut. Selain tujuan

perorangan, peserta didik juga mampu memahami adaanya tujuan kelompok yang

bersifat umum dalam proses tersebut.

Apabila kelas telah menjadi kelompok yang lebih mandiri, peran fasilitator sebagai

seorang ‘guru yang mengajari’ harus perlahan berubah untuk berbaru menjadi ‘murid

yang belajar’. Guru harus bisa melatih peserta didik dengan pola pikir sesuai dengan

tujuan pembelajaran.

E. Pandangan dan Kritik Humanisme

 Behaviorisme : Bersifat mekanis , mementingkan masa lalu. Berbeda dengan

aliran humanistik. Menurut aliran humanistik : individu itu cenderung mempunyai

kemampuan / keinginan untuk berkembang dan percaya pada kodrat biologis

dan lingkungan tidak menekankan pada tingkah laku yang nampak dan

menggunakan metode obyektif seperti halnya aliran behaviorisme.

 Psikoanalisa : Aliran humanistik tidak menyetujui sifat pesimisme, dalam aliran

humanistik individu itu memiliki sifat yang optimistik, dan apabila pada

psikoanalisa freud menekankan pada masa lalu, karena dalam behaviorisme

percaya pada kodrati individu. Manusia berkembang dengan potensi yang

dimilikinya . tidak mengabaikan potensi seperti aliran psikoanalisis

Kritik Humanisme terhadap Teori Belajar Humanistik :

1. Teori humanistik terlalu optimistik secara naif dan gagal untuk memberikan

pendekatan pada sisi buruk dari sifat alamiah manusia

2. Teori humanistik, seperti halnya teori psikodinamik, tidak bisa diuji dengan

mudah
3. Teori humanistik ini dikritik karena sukar digunakan dalam konteks yang lebih

praktis. Teori ini dianggap lebih dekat dengan dunia filsafat daripada dunia

pendidikan.