Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Latar belakang pembuatan Critical Book Report ini adalah sebagai salah satu tugas
dalam memenuhi 6 tugas KKNI. Critical Book Report ini adalah hasil manganalisis sebuah
buku agar dapat melihat kandungan dari isi buku. Disini kami akan menganalisis sebuah buku
yang dapat mendukung pembelajarankimia umun. Namun sebelumnya setiap buku pasti
memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing oleh karena itu kami juga akan
menyertkan kelebihan dan kelemahan setiap buku yang kami jadikan referensi.

1.2 Tujuan penulisan


1. Untuk memenuhi tugas Critical Book Report mata kuliah kimia umum.
2. Megidentifikasi karakteristik sifat sifat karbohidrat disakarida dan oligosakarida
menurut buku ini.
3. Mengetahui kekurangan dan kelebihan buku.

1.3 Manfaat Penulisan


1. Agar dapat memberi informasi bagi pembaca tentang isi materi karbohidrat dari buku
yang dianalisis.
2. Agar pembaca dapat mengerti dan memahami bagaimana cara mengkritisi buku yang
dianalisis.
BAB II

ISI BUKU

2.1 Identitas Buku

Judul Buku : Biochemistry The Molecular Basis Of Life

Penulis : Trudy Mckee and James R. Mckee

Tahun Terbit : 2003

Penerbit : Mc Graw Hill

Jumlah Halaman : 771

2.2 Ringkasan Buku

A. KARBOHIDRAT

Karbohidrat bukan hanya sumber penting dari produksi energi Mereka juga
merupakan blok struktur struktural sel dan komponen dari banyak jalur metabolisme.
Berbagai macam fenomena seluler, seperti pengenalan dan pengikatan sel oleh sel-sel lain,
hormon, dan virus yang tergantung pada karbohidrat

Biomolekul yang paling melimpah di alam, adalah mata rantai langsung dari energi
matahari dan energi ikatan kimia dari organ yang terurai (Lebih dari setengah karbon organik
ditemukan dalam karbohidrat.) Mereka terbentuk selama fotosintesis, suatu biokimia
berproses dimana energi cahaya ditangkap dan digunakan untuk menggerakkan biosintesis
meolekul organik yang kaya energi dari molekul anorganik yang miskin energy CO 2 dan H2O
Sebagian besar karbohidrat mengandung karbon, hidrogen, dan oksigen maka nama
karbohidrat Mereka telah diadaptasi untuk berbagai fungsi biologis, yang meliputi sumber
energi (glukosa), elemen struktural (mis. selulosa dan kitin pada tanaman dan serangga,
masing-masing), dan prekursor dalam produksi biomolekul lain (mis. asam amino, lipid,
parin, dan pirimidin) .Karbohidrat diklasifikasikan sebagai monosakarida, disakarida,
oligosakarida, dan polisakarida sesuai dengan angka 1 dari gula sederhana.
Bagian karbohidrat juga sebagai komponen biomolekul lain. Sejumlah besar
glikonjugasi (protein dan molekul lipid dengan kelompok karbohidrat yang terkait secara
kovalen) didistribusikan di antara semua spesies hidup, terutama di antara eukariota.
Molekul hidrokarbon centain (gula ribosa dan deoksiribosa) adalah elemen struktural
nukleotida dan asam nukleat.

1) Monosakarida

Monosakarida berasal dari bahasa Yunani yaitu “mono” yang berarti satu dan
“sacchar” yang berarti gula. Monosakarida atau gula sederhana adalah polihidroksi aldehida
atau keton, monosakarida dengan kelompok fungsional aldehida disebut aldosis, sedangkan.
Dengan kelompok keton disebut ketosis. Masing-masing Gula juga diklasifikasikan sesuai
dengan jumlah atom karbon yang dikandungnya. Sebagai contoh, gula terkecil, yang disebut
trioses, mengandung tiga atom karbon. Gula empat, lima, dan enam karbon masing-masing
disebut tetroses, pentosis, dan heksosa. Monosakarida yang paling banyak ditemukan dalam
sel hidup adalah pentosa dan heksosa.

2) Disakarida dan Oligosakarida

Ketika mereka dihubungkan bersama oleh ikatan glikosidik, monosakarida


membentuk berbagai molekul yang melakukan fungsi biologis yang beragam. Disakarida
adalah karbohidrat yang terdiri dari dua monosakarida yang berikatan melalui gugus –OH
dengan melepaskan molekul air. Contoh dari disakarida ialah sukrosa, laktosa, dan maltosa.

Sukrosa merupakan suatu disakarida yang terbentuk dari monomer-monomernya


yang berupa unit glukosa dan fruktosa, dan dikenal sebagai sumber nurtisiserta dibentuk oleh
tumbuhan, tidak dibentuk oleh organisme lain. Laktosa (gula susu) adalah disakarida yang
ditemukan dalam susu. Laktosa ini terdiri dari satu galaktosa yang dihubungkan melalui
gugus hidroksil pada karbon dan ikatan elikosidik. Laktosa adalah gula pereduksi. Maltosa,
juga dikenal sebagai gula malt, adalah produk antara hidrolisis pati dan tampaknya tidak ada
secara bebas di alam. Maltosa adalah disakarida dengan hubungan glikosidik antara dua
molekul D-glukosa.
Oligosakarida adalah polimer kecil yang paling sering ditemukan melekat pada
polipidida dalam glikoprotein dan beberapa glikolipid. Di antara kelompok-kelompok
oligosakarida yang berkarakteristik terbaik adalah yang terikat pada protein membran dan
sekretorik yang ditemukan dalam retikulum endoplasma dan kompleks Golgi dari berbagai
sel. Ada dua kelas oligosakarida yang luas: N-linked dan O-linked Ada tiga jenis utama
oligosakarida terkait asparagin: manosa tinggi, hibrida, dan kompleks.

3) Polisakarida

Molekul polisakarida digunakan sebagai bentuk penyimpanan energi atau sebagai bahan
struktural. Mereka terdiri dari sejumlah besar unit monosakarida yang dihubungkan oleh
hubungan glikosidik. Polisakarida yang paling umum adalah molekul besar yang
mengandung ratusan hingga ribuan unit gula. Molekul-molekul ini membentuk struktur linier
seperti selulosa atau amilosa, atau mereka mungkin memiliki bentuk seperti yang ditemukan
pada glikogen dan amilopektin.

Tidak seperti asam nukleat dan protein, yang memiliki berat molekul spesifik, bobot
molekul banyak polisakarida tidak memiliki nilai tetap. Ukuran molekul tersebut adalah
cerminan dari keadaan metabolisme sel yang menghasilkannya. Misalnya, ketika kadar gula
darah tinggi (mis., Setelah makan), hati mensintesis glikogen. Ketika kadar gula darah turun,
enzim hati mulai memecah molekul glikogen, melepaskan glukosa ke dalam aliran darah.
Jika hewan terus berpuasa, proses berlanjut hingga cadangan glikogen hampir habis.
Polisakarida dapat dibagi menjadi dua kelas: homopolisakarida, yang terdiri dari satu jenis
monosakarida, dan heterropolisakarida, yang mengandung dua atau lebih jenis monosakarida.

a) Homopolisakarida

homopolisakarida yang ditemukan berlimpah di alam adalah pati, glikogen, selolosa, dan
kitin. Pati, glikogen, dan selulosa semuanya menghasilkan glukosa ketika dihidrolisis. Pati
dan glikogen adalah molekul penyimpan glukosa pada tumbuhan dan hewan. Selulosa adalah
komponen struktural utama sel tanaman. Kitin, komponen struktural utama dari exoskeleton
arthro-pods seperti serangga dan krustasea dan dinding sel banyak jamur, menghasilkan
turunan glukosa asetil glukosamin ketika dihidrolisis.
b) heterropolisakarida

Heteropolysaccharides adalah polimer karbohidrat dengan berat molekul tinggi yang


mengandung lebih dari satu jenis monosakarida. Contoh penting termasuk
glikosaminoglikan, komponen utama proteoglikan, dan murein.
BAB III

KEUNGGULAN BUKU

3.1 Keterkaitan topik

Topik yang di ambil pada pembahasan buku ini ialah Karbohidrat Monosakarida,
polisakarisa, disakarida, dan oligosakarida. Secara keseluruhan menurut kami pembahasan
pada buku ini sangat terstruktur dan saling terkait sehingga dapat menambah pola pikir
pembaca menjadi terarah dan mudah mencerna materi yang dipaparkan, membantu para
pembaca memudahkan dalam memahami materi tentang karbohidrat khususnya pada
monosakarida, polisakarida, disakarida, dan oligosakarida.

3.2 Aspek kelayakan isi

3.3 Aspek kelayakan bahasa


3.4 Aspek kelayakan penyajian
BAB IV

KELEMAHAN BUKU

4.1 Keteraitan topik


4.2 Aspek kelayakan isi
4.3 Aspek kelayakan bahasa
4.4 Aspek kelayakan penyajian
BAB V

IMPLIKASI

5.1 Terhadap teori


5.2 Terhadap program pembangunan isndonesia
5.3 Terhadap analisis mahasiswa
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Biomolekul yang paling melimpah di alam, adalah mata rantai langsung dari energi
matahari dan energi ikatan kimia dari organ yang terurai (Lebih dari setengah karbon
organik ditemukan dalam karbohidrat.) Mereka terbentuk selama fotosintesis, suatu
biokimia berproses dimana energi cahaya ditangkap dan digunakan untuk menggerakkan
biosintesis meolekul organik yang kaya energi dari molekul anorganik yang miskin
energy CO2 dan H2O Sebagian besar karbohidrat mengandung karbon, hidrogen, dan
oksigen maka nama karbohidrat Mereka telah diadaptasi untuk berbagai fungsi biologis,
yang meliputi sumber energi (glukosa), elemen struktural (mis. selulosa dan kitin pada
tanaman dan serangga, masing-masing), dan prekursor dalam produksi biomolekul lain
(mis. asam amino, lipid, parin, dan pirimidin) .Karbohidrat diklasifikasikan sebagai
monosakarida, disakarida, oligosakarida, dan polisakarida

4.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA